Google+ Followers

Wednesday, January 29, 2014

Give Away - Recycle Pensil & Buku, Tanda Iritku


Giveaway Irit tapi Bukan Pelit

Seneng banget pas ketemu GA Unik Irit tapi Bukan Pelit. Ya nih kenapa ya stereotip yang berlaku di masyarakat irit itu hampir selalu identik dengan pelit padahal perintah "jangan boros itu jelas bisa kita baca sebagai firman Tuhan salah satu contohnya ada pada QS Al-Isra ayat 26

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”


Jelas kan jika Allah pun melarang kita bertindak boros. Publik berpendapat bahwa kaum wanita itu makhluk paling hobi berbelanja eh tapi sepertinya itu tidak berlau bagi saya. Dari usia kanak-kanak, remaja, hingga usia tiga puluhan sekarang ini saya paling males kalau disuruh ngemall. Trus bagaimana kalau mau beli sepatu ? saya cuma punya sepasang sepatu flat shoes, hasil homeindustry pula di toko kecil dekat alun-alun kota. Beli baju ? nggak setiap tahun kok beli baju kalaupun perlu belinya di toko kecil dekat rumah. Belanja buat saya ya belanja keperluan bulanan untuk keluarga tapi itu pun tak lebih dari satu jam sudah termasuk antri di kasirnya. Soal hemat menghemat bukan hanya soal baju dan sepatu tapi merembet ke alat tulis menulis. Ini tergolong hobi saya yang unik, sejak duduk di Sekolah Dasar saya terbiasa menggunakan buku dan pensil hingga titik terakhir, maksudnya kalau pensil udah pendeeek banget dan nggak nyaman dipegang saya manfaatkan kemasan bekas spidol atau bolpoin yang tak terpakai sebagai “rumah” pensil, lalu dililit kertas kado bekas sebagai penghias. Caranya cukup mudah, kalau lubang "rumah" tadi nggak cukup besar, ujung pensil bisa diraut pelan-pelan menggunakan silet kalau merautnya kebablasan dan jika pensil terasa longgar jika dimasukkan dalam rumah barunya bisa dibebat dengan kertas bekas kado. Ini dia contohnya :

1364829661110548789

Trus untuk buku, setiap kenaikan kelas biasanya ada sisa lembaran yang masih bersih di beberapa buku, lembaran buku kosong sisa tersebut saya robek dengan hati-hati, saya kumpulkan hingga menjadi satu tumpukan dengan lembaran sisa-sisa buku lain bermotif serupa untuk dibuat buku baru, melekatkannya pakai stapler ukuran sedang, sampulnya bisa dari karton bekas atau sampul buku bekas yang masih bagus, tinggal ditutup kalender bekas bagian/sisi putihnya lalu ditempeli sisa-sisa kertas kado yang lucu-lucu. 

Nah kebiasaan ini terbawa hingga saat saya bekerja kantoran (sebelum resign setahun lalu), daripada saya mengajukan pembelian buku baru untuk mencatat poin-poin pekerjaan, saya kumpulkan kertas bekas foto kopi, potong rapi dan bagian yang bersih dari fotokopi masih bisa saya manfaatkan untuk menorehkan catatan (dan kini saya terapkan untuk anak-anak saya :D).

Kelihatannya kurang kerjaan dan sepele ya ?. Tapi kini saya bersyukur bahwa tindakan kurang kerjaan saya ternyata menyumbang kepedulian terhadap bumi maybe it’s not too much but a little thing is better than nothing, right ?.

Pernahkah kita berpikir berapa pohon di hutan yang mesti ditebang untuk membuat buku dari bubur kayu ? berapa lagi yang ditebang agar bisa diolah menjadi pensil ? padahal saat masih kecil saya belum terpikir hal seperti itu, saya hanya senang saja melakukannya karena dengan membuat buku dan pensil artinya saya mengulur waktu Mama dan Papa untuk membelikan pensil dan buku baru, penghematan kecil-kecilan lah buat beliau berdua.

Keren nggak ? ah ini belum seberapa, apa yang saya lakukan masih jauh dibandingkan mereka yang bisa membuat kerajinan dari bahan-bahan bekas, pembungkus sabun, pewangi, dan kemasan sisa lainnya, bahkan ada loh teman saya yang rajin banget, membuat tas dari celana jeans yang sudah nggak muat, menyulap daun pintu yang rusak jadi meja belajar padahal dia cewek tulen, ibu rumah tangga berputra dua tapi kreativitasnya patut diacungi jempol dua.

Irit bukan berarti pelit kok, karena seperti halnya boros, pelit itu juga dilarang  Allah dalam kiasan “tangan terbelenggu pada leher”. Artinya boleh irit agar tak terjebak boros dan belanjakan hartamu di jalan Tuhan agar tak menyesal di hari kemudian.


Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS al-Isra: 29).

 “Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin"


6 comments:

  1. Oo.. bener juga ya, pensil pendek bisa diakalin jadi kek gitu :D
    Biasanya dibuang doang sih :(

    Terima kasih sudah ikutan GA Irit tapi Bukan Pelit. Sudah tercatat sebagai peserta.

    ReplyDelete
  2. hehe, baru tau bisa dibikin kayak gt, mba dwi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ya Ila, dari kecil aku suka kurang kerjaan :D

      Delete
    2. Terima kasih sudah berbagi di giveaway irit tapi bukan pelit :)

      Salam,
      @apikecil

      Delete
  3. saya kalo buku juga gitu, tapi kalo pensil baru tahu deh bun hahahah

    ReplyDelete