Google+ Followers

Saturday, October 31, 2015

Oat 8 : Ngemil Aman Tak Khawatir Berat Badan

Suka ngemil tapi khawatir bermasalah dengan berat badan? Itu saya banget. Melihat postur tubuh saya saat ini pasti nggak ada yang percaya kalau saat masih SD-SMA berat badan saya di bawah rata-rata, kelihatan cungkring bukan langsing. Tapi sejak melahirkan anak pertama berat badan saya seolah mengikuti grafik KMS Balita alias naik terus tak terkira. Hingga saat ini berat badan saya sekitar 65 kilogram dengan tinggi badan 160 cm.

Berat badan segitu sudah masuk kategori kelebihan, apalagi kalau pas lagi suka ngemil. Waduh bisa melesat sampai hampir 70 kg. Kalau sudah gitu saya suka sedih, bukan hanya karena postur tubuh tampak kegendutan tapi juga karena baju terasa sesak trus saya makin sering sakit-sakitan entah merasa enggak enak badan, lebih sering sakit kepala, badan linu dan mudah capek.

Padahal saya hobi ngemil, pas banget dengan kerjaan saya yang suka duduk di depan lepi sambil ngetik. Tapi ada nggak ya ngemil cantik. Pernah nih gegara ngemil wafer coklat ukuran mini tetapi kontinyu tiap hari berat badan langsung melonjak 4 kilogram....cuman bisa mengelus dada.

Nah alasan kesehatan ini yang menjadi pendorong buat saya mencari cemilan sehat (selain buah-buahan tentunya). Kalau harga buah murah saya mah pilih makan buah aja daripada nasi semacam gaya hidup FC gitu. Nah sementara buah masih mahal (untuk ukuran saya sendiri) langkah paling bijak adalah mengkonsumsi cemilan yang aman buat kesehatan dan berat badan.

Beruntungnya tempo hari saya kebagian sampel Oat 8 yang kuisnya diadakan sebuah majalah wanita ternama. Jujur ajah, baru pertama kali ini saya ngerasaian Oat 8, maklum kalau ke swalayan yang suka borong cemilan anak-anak dan saya ngikut apa kata mereka (tentunya ikutan nimbrung ngabisin juga hihihi).

Oat 8 adalah biskuit gandum (oat). Jangan bayangin rasa gandum yang hambar. Oat 8 terasa gurih dan mengenyangkan. Setiap gigitannya terasa crunchy dan tersedia dalam Almond dan Kacang Ijo. Wah kebetulan banget nih, saya kan penggemar almond. Oat 8 rasa Almond pas bener sebagai pengganti coklat rasa almond yang biasa saya konsumsi. Bagusnya lagi serat oat mengenyangkan . Satu bungkus berisi tiga keping biskuit sebagai camilan malam hari untuk teman ngetik di depan lepi cukup memberikan energi dan menghibur perut kelaparan. 

Bener ajah mengapa disebut Oat8, karena memiliki 8 manfaat yaitu :
1. mengandung Vitamin B1. B2, B6
2. mengandung 5 mineral
3. Dietary Fiber
4. High Calcium
5. Extra Energy
6. Less Sodium
7.Vitamin E
8. Omega 6

Meski ngemil Oat 8 alhamdulillah berat badan saya nggak terus merangkak. Sakit kepala yang sering saya derita juga mulai berkurang. Sejak hanya ngemil oat 8 dan buah, berat badan saya malah turun setengah kilogram dalam 3 hari. Mudah-mudahan bisa mencapai berat ideal dan gak sakit-sakitan lagi :)

Wednesday, October 21, 2015

Tan Mei Hwa : Agama Bukan Untuk Berdebat, Melainkan Berbuat

Seorang hajjah kaya menggerutu melihat sosok pengemis lusuh memasuki halaman rumahnya. "Ngapain pengemis itu pagi-pagi ke sini" gerutunya dalam hati.
"Assalamualaikum, bu Haji minta sedekahnya saya belum makan sejak kemarin" kata si pengemis menghiba
"Belum masak, ndak ada makanan" jawab bu Haji sekenanya
"Secuil roti ngga papa bu Haji" pinta si pengemis lagi
"Ndak ada roti" jawab bu Haji ketus
"Makanan kecil, buah atau apalah bu Haji sekedar mengganjal lapar" iba sang pengemis
"Lha memang ndak ada kok" jawab bu Haji lagi
pengemisnya bingung, rumah sebegitu megah masa iya ga ada makanan secuilpun....
"Uang recehan juga ngga papa bu Haji bisa buat beli pisang goreng di warung situ"
"Dibilangin ngga ada kok maksa sih" gerutu bu Haji
si pengemis menyahut kalem "kalau begitu mari bu Haji ikut saya"
"Kemana?"
"Ngemis bareng saya bu Haji, kan sama-sama ngga punya apa-apa untuk dimakan dan dibuat beli makanan"
Spontan hadirin peserta pengajian tertawa terpingkal-pingkal mendengar kisah yang disajikan Hj Tan Mei Hwa di pengajian awal Muharram 17 Oktober 2015 Masjid Al Ukhuwwah.

Pengajian rutin setiap bulan yang diadakan ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Al Ukhuwwah, Sukodono Sidoarjo kali ini mengangkat tema dengan semangat Hijrah kita tingkatkan kualitas iman dan islam.
Dalam tausyiahnya Hj Tan Mei Hwa mengingatkan bahwa momentum tahun baru adalah momentum untuk flash back, melihat kembali apa yang telah dilalui. 

Bersama semangat hijrah hendaknya diiringi dengan kemampuan bersyukur, muhasabah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan benar-benar melaksanakan keislaman secara kaffah (menyeluruh)

Bentuk bersyukur adalah berterimakasih, terima dari Allah lalu kasih ke orang yang membutuhkan, begitu versi terimakasih dari Hj Tan Mei Hwa. Jadi janganlah terlalu pelit seperti kisah bu Haji tadi.
Muhasabah, menilai diri sendiri bagaimana sih kualitas ibadah kita, apakah kita terlalu banyak nonton televisi daripada mengaji. Apakah sholat malam kita lakukan secara istiqomah atau setengah-setengah dan terengah-engah. Apakah kita sibuk sholat wajib dan sunnah, tilawah, rajin mengikuti pengajian tapi cuek terhadap tetangga, yatim piatu dan kaum dhuafa?.
Tentang menjalankan Islam secara kaffah ini saya tersentuh kisah nyata dari perjuangan Hj Tan Mei Hwa ketika memeluk Islam. Di facebook saya sempatkan menulis :

Baru kali ini mendengarkan ceramah sambil tertawa karena cara bertutur yang jenaka kemudian menangis ketika teringat akan dosa-dosa. Terharu akan kisah hijrah beliau. Tetap menghormati orang tua meski harus belajar Islam sembunyi-sembunyi, diancam mental dan fisiknya, diusir dari rumah saat masih remaja sehingga terpaksa membiayai kehidupan sendiri bekerja serabutan sambil bersekolah hingga kuliah. Butuh perjuangan bertahun-tahun untuk menghijrahkan orang tua, Sang Papa yang sangat membenci Islam pada akhirnya hijrah ke jalan Allah tanpa paksaan, tanpa tipuan. Dan menitip pesan singkat melalui SMS kepada sang putri sebelum meninggal : "Jika saja saya tahu bahwa Islam begitu damai dan indah mungkin sejak lama saya masuk Islam. Jangan pernah berhenti berdakwah, teruskan berjuang mensyiarkan ayat-ayat Allah". Hingga kemudian ditemukan meninggal dalam keadaan bersujud di atas sajadah ketika sang putri, Hj Tan Mei Hwa baru datang dari luar negeri.

~~~~~~~


“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya (kaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah [2]: 208-209)



Hj Tan Mei Hwa bersama ibu Lina Ariani, ketua Majelis Taklim Masjid Al Ukhuwwah

Peringatan 1 Hijriah adalah momentum yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas keimanan dan keimanan. Tak perlu menilai kualitas ibadah orang lain lebih mengaca dan memperbaiki diri demi Allah Ta'ala semata. Kadang pusing melihat orang memperdebatkan fiqih siapa yang paling benar. Saya setuju dengan secuplik kalimat dari Hj Tan Mei Hwa di pengajian kali ini bahwa agama itu untuk berbuat, bukan berdebat. Jadi berbuatlah banyak kebaikan agar kebaikan pun menjadi penuntun bagi kita menemukan jalan kebenaran menuju Tuhan.



Sunday, October 18, 2015

Pesan Berhijrah dari Anggrek yang Merekah

17 Oktober 2015 saya beruntung karena mendapatkan siraman ruhani sehari dua kali tentang makna berhijrah. Satu saat Kultum subuh dan yang kedua sore harinya ketika pengajian bersama Hj. Tan Mei Hwa.

Kali ini yang saya share adalah isi Kultum Subuh di Masjid Al Ukhuwwah yang disampaikan Ustadz Habibul Muiz Lc. Bahwa hikmah berhijrah tidak hanya tentang pindah tempat, belajar sejarah hijrahnya Nabi. Tetapi juga memahami makna hijrah itu sendiri. Hijrah itu berpindah tempat untuk menjadi lebih baik, bukan sekedar berpindah seperti orang mengungsi tetapi disertai harapan jadi lebih baik. Maka saatnya momentum 1 Muharram menjadi saat bermuhasabah, ketika tahun menginjak yang baru artinya jatah usia di dunia berkurang satu tahun. 

Tentang berhijrah menjadi lebih baik saya terkesan dengan kisah "hijrah" anggrek saya yang sedang merekah. Maka di facebook pagi itu saya tulis demikian :

Tuhan tak pernah menciptakan produk gagal, hanya saja kita mungkin belum menemukan potensi diri secara optimal. 
Tak ada pintu yang benar-benar tertutup, mungkin hidayah belum datang mengetuk kecuali bagi mereka yang telah dikunci mati hati dan tiada mampu menemukan cahaya Illahi.

Anggrek ini dulu pernah disangka mati, sayang dibuang lalu sisa akar dan batang yang meranggas dipindah ke tempat yang lebih rindang. Kini tumbuh subur bercabang-cabang bahkan bunganya begitu indah dipandang. Seolah menitipkan semangat berhijrah, berpindah menemukan tempat yang lebih baik, berusaha menjadi lebih baik agar berbagi lebih banyak kebaikan.
Berhijrah di jalan kebaikan berhak dan wajib dilakukan laki-laki maupun perempuan.
QS An Nahl : 97 "Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan"

Postingan berikutnya insyaAllah saya ingin berbagi tentang hikmah dalam pengajian Majelis Taklim Ibu-ibu Masjid Al Ukhuwwah, Perumahan Permata Sukodono Raya, Sukodono, Sidoarjo yang diselenggarakan pada:
Sabtu 17 Oktober 2015
Jam : 15.00 - 17.00 WIB (Ba'da Ashar)
Penceramah : Hj. Tan Mei Hwa (Ida Astuti)
Tema : Dengan semangat hijrah kita tingkatkan kualitas iman dan islam.

Semoga semangat berhijrah menjadi lebih baik selalu menemani kita hingga akhir hayat karena alasan hidup kita di dunia adalah hanya untuk beribadah kepadaNya. Ibadah bukan melulu soal ritual tetapi juga interaksi sosial. Sayang banget kalau ibadah ritual (sholat, puasa, tilawah dll) bagus tetapi interaksi sosialnya kurang. Jadi merinding mengingat riwayat tentang seorang perempuan yang dikisahkan Rasulullah tetap masuk neraka meski "ahli ibadah" karena dia bersikap jahat terhadap tetangga. 1 Muharram adalah saat #Muhasabah #MawasDiri.

Rabbana taqabbal minna, innaka antas Sami'ul-Alim

Saturday, October 17, 2015

Zorra Peony Twist Gold Black Clutch Bag Awesome, Makes You Want To Come Back To Blibli.com

     Apa arti tas buatmu? buat saya tas adalah penyimpan barang yang nyaman ditenteng dan muat berbagai macam keperluan tetapi tetap cantik dipandang. 

      Model tas bergantung pada fungsinya. Travel bag biasa digunakan untuk packing barang-barang terutama pakaian saat bepergian. Ransel lebih dipilih sebagai tas untuk perjalanan yang mobile, lama dan butuh hal praktis seperti hiking dan mendaki gunung. Tas tangan, laksana barang wajib bagi para wanita. Tas tangan bisa berfungsi seperti tas kerja atau tas pelengkap menghadiri acara resmi. Rasanya enggak banget ngantor atau menghadiri resepsi bawa tas ransel buat nyimpan dompet atau gadget.

       Saya sendiri lebih suka tas tangan yang multifungsi, bisa dipakai di acara resmi maupun non formal. Saya tipe wanita penganut irit to max, make it simple style alias praktis ekonomis stylish. Saya nggak pernah mengkoleksi tas, percaya atau tidak saya hanya punya satu tas tangan yang ukurannya besar karena dulu dipakai sebagai tas kerja. Pernah terpikir punya tas yang ukurannya lebih kecil agar lebih rapi dibawa resepsi. 
     Dimana dong bisa menemukan tas seperti yang saya dambakan. Ogah banget kalau harus window shopping dari toko ke toko. Beda banget kalau berselancar di depan etalase Blibli.com, tinggal login lalu pilih kategori fashion wanita dan bisa berselancar ke  koleksi Tas dan Dompet lalu pilih sesuai selera. 


Setiap item dilengkapi Review Blibli.com sehingga calon pembeli bisa memperoleh bayangan tentang produk yang terpampang. Bagi sebuah toko online deskripsi produk yang dijual harus sejelas mungkin sebab berbeda dengan toko offline yang memungkinkan pembeli menyentuh barangnya secara fisik. Selain Review Blibli.com yang cukup komplit, belanja di Blibli Ok banget deh, efisien, mudah dan praktis maka tak sulit bagi siapapun untuk menemukan produk impian. Karena saya mencari produk sejenis tas tangan maka saya berselancar di Clutch dan Tas Tangan. Pilihan saya jatuh pada Zorra Peony Twist Gold Black Clutch Bag. 
         

          Jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya secara nyata menjadi alasan saya menulis Review Fashion kali ini. Zorra Peony Twist Gold Black Clutch Bag terbuat dari kulit sintetis yang kuat dan nyaman. Permukannya halus, jahitannya rapi. Pernah belanja tas dengan jahitan kasar, tak beraturan dan cuttingnya kurang pas? saya pernah mengalami kejadian mengecewakan karena buru-buru belanja di sebuah pameran eh dapat tas yang tidak nyaman dikenakan karena cuttingnya tidak pas. Zorra Peony Twist Gold Black tidak demikian. Desainnya simple elegan, persis seperti yang saya impikan, pas untuk acara formal seperti menghadiri resepsi, bisa dikenakan di acara semi formal seperti rapat wali murid atau pengajian dan tetap keren diajak jalan-jalan. Nah ini salah satu perjalanan rekreasi religi ke makam Sunan Giri bersama keluarga si Zorra Peony Twist Gold Black setia menemani. OK banget kan?

Zorra Peony Twist Gold Black nyaman dikenakan untuk segala situasi. Ruangnya cukup lega untuk menyimpan dompet, gadget atau buku. Turn Lock di bagian depan adalah kunci yang sempurna, bisa dibawa di tengah keramaian tanpa khawatir kecopetan, bisa dibuka tutup tetapi tidak mudah rusak seperti tas yang dilengkapi retsluiting. 
Salah satu keunggulannya Zorra Peony Twist Gold Black dilengkapi tali rantai yang bisa dilepas dan dipasang ulang sehingga si Clutch Bag bisa tampil layaknya dompet saat dikenakan tanpa tali dan tampil trendy saat tali rantai dari metal warna gold dikenakan dengan rapi. Di bagian dalam tas terdapat ruang kecil seperti saku berfungsi untuk menyimpan koin, uang receh atau lipstik dan bedak.
          It's so awesome Zorra Peony Twist Gold Black. Sekali belanja di Blibli.com makes you want to come back

Tuesday, October 6, 2015

Blogging is Winning Something #GoForIt

Blogging is winning something. Itulah cita-cita saya memutuskan ngeblog pertama kali. Semula saya ngeblog rame-rame di sebuah kanal yang sudah ternama. Sebagai pecinta lomba tujuan saya membuat blog tahun 2011 saat itu adalah untuk turut serta dalam lomba menulis yang harus disusun dalam sebuah blog, bukan notes facebook. Alhamdulillah percobaan mengikuti lomba blog pertama kali kok ya berhasil juga. Selain blog rame-rame saya juga membuat blog pribadi saya ini, maksudnya agar lebih efisien karena jarang mengalami gangguan server.
 Sukses di percobaan pertama saya terus bernafsu berburu hadiah lewat lomba blog. Hasilnya NOL besar. Saya kemudian tersadar blogging is not just winning something, bukan sekedar winning hal berupa materi namun juga hal-hal yang mungkin layak untuk dibagi. Win the Attention. Maka mulailah blog saya menjadi curahan isi hati. Meski tergolong gaptek blog gado-gado ini mulai berisi tulisan tentang aneka tips mulai dari tips berhemat hingga tips parenting. Saya sempat juga mengikuti menulis marathon #1Hari1Ayat, tanpa hadiah tetapi membuka mata hati saya tentang hidup lebih berkah. Apalagi dari tulisan berseri selama satu bulan itu terdapat komen yang sangat membahagiakan : “terimakasih, saya merasa sangat terbantu..mohon izin share” kata seseorang di blogpost tentang doa agar segera mendapatkan keturunan.
      Meski jumlah pengunjung blognya tergolong biasa saja, saya memiliki cita-cita “blogger mulia” eaaa saya berharap kegiatan blogging ini menjadi suatu kesatuan earning, sharing dan connecting. Jujur saja saya berharap blog menjadi salah satu sumber nafkah. Setelah mengundurkan diri sebagai karyawan sebuah instansi saya fokus ke dunia menulis termasuk menulis konten. Namun setahun belakangan proyek menulis konten sedang sepi sehingga saya bisa mengisi blog lagi dengan lebih intens. Harapan saya tulisan di blog yang menghasilkan materi tidak sekedar bermanfaat bagi diri saya sendiri. Harus ada sesuatu hal bermanfaat  yang diperoleh pembaca. Seperti salah satu contoh tulisan saya yang hits tentang cara mengirim SMS tanpa pulsa dari sebuah operator seluler. Dari komen pembaca dapat disimpulkan bahwa mereka baru mengetahui program tersebut setelah berkunjung ke blog saya. Saya pun berandai-andai, ah andai si operator seluler memberikan sedikit fee sekedar ungkapan berterimakasih uhuk.
      Maka saya pun merintis menerima job review dari beberapa produk meski fee yang saya terima baru berkisar seratus ribuan, ssst jangan salah pernah saya mengulas jasa dengan hanya fee berupa pulsa lima puluh ribu rupiah. Bahkan seringkali meski tanpa komisi dan fee pun saya sering mengulas produk dari inisiatif sendiri terutama jika produk tersebut tergolong UKM dan berupa Produk pedagang Kaki Lima sekedar membantu mereka berpromosi secara gratis. 
Review tentang Pukis Laba-Laba bisa dibaca di sini

      Tidak hanya berupa review produk ada beberapa yang mendapat sentuhan tentang tips memasak atau resep menggunakan produk tersebut. Berharap blog saya kelak tidak hanya menjadi blog promosi produk tetapi pembacanya juga mendapatkan sebuah esensi dan mengoptimalkan potensi. Saya memendam keinginan dari review produk dan jasa para pengunjung bisa memperoleh inspirasi untuk melakukan sesuatu kegiatan positif dari produk tersebut. Namun saya sadar bahwa untuk mewujudkan cita-cita tersebut masih butuh perjuangan. Saya harus mampu meningkatkan kemampuan saya di bidang teknologi dan menguasai software agar review yang saya tulis lebih hidup dan lebih mampu berbicara.
      Saya tergolong blogger remahan yang gaptek teknologi. Sering bengong saat berkunjung ke blog-blog canggih semacam EmakGaoel. Gimana sih bikin aplikasi ini dan itu sedangkan saya sendiri paling banter hanya aplikasi notepad dan paint. Aplikasi note pad membantu saya menulis lebih rapi dibandingkan di MS Word. Kalaupun ada tulisan yang berupa kutipan dari blog lain (seperti misalnya menulis ayat Al Quran) note pad membantu menghilangkan bekas berupa mirip stabilo sebagai tanda hasil copy paste yang cukup mengganggu, tentunya tulisan atau kutipan tersebut tetap dicantumkan sumbernya. Aplikasi Paint membantu saya mengatur besarnya file, menambah text atau sentuhan-sentuhan lain.

      Aah ternyata masih jauh perjalanan saya mewujudkan impian dari blogging yah. Padahal kelak saya juga bercita-cita mengajarkan blogging pada ibu-ibu rumah tangga di sekitar saya. Mereka sering bengong kalau saya bercerita mendapatkan uang dengan menulis. Seringkali saya mendengar curhatan bahwa mereka bosan hanya di rumah, mengerjakan hal yang sama dan pemasukan tergantung suami sepenuhnya. Padahal banyak cara untuk mendapatkan penghasilan tanpa sering meninggalkan rumah sekaligus berbagi kepada sesama seperti blogging contohnya. Meski terkesan impian saya terlalu tinggi mengingat kemampuan saya sekarang tetapi tidak ada hal yang tak mungkin terjadi jika Tuhan menghendaki. So ..Bismillah Go For It

      

Iblogmarket

<span data-iblogmarket-verification="Aypj29R8GPkK" style="display: none;"></span>

Saturday, October 3, 2015

Kampoeng Roti, Cita rasa Bakery Harga "Kampoeng"

Kampoeng roti, mendengar kata tersebut yang terbayang adalah perkampungan tempat para penjual roti berkumpul. Sekilas terasa aneh tetapi menarik minat untuk mencari informasi tentang si Kampoeng Roti.

Pertamakali mendengar Kampoeng Roti dari tetangga yang kebetulan menjadi panitia bagian konsumsi untuk acara masjid. "Ah kuenya beli di Kampoeng Roti aja, enak..murah"
Saya yang kuper dan jarang jalan-jalan jadi penasaran apa sih Kampoeng Roti itu. Eh pas menghadiri acara masjid dan mencicipi Kampoeng Roti jadi ketagihan dan menelusuri outlet-outlet terdekat dari rumah.

Sasaran pertama adalah outlet Kampoeng Roti di Karang Pilang. Jadi shock lihat harganya. Roti-roti lezat kok harga kampoeng? Bayangkan donat dijual seharga mulai 2500 rupiah, dan masih banyak pilihan roti dan bakery yang membuat lidah jadi berdecak (mungkin liur juga turut menetes). Nggak heran deh kalau Kampoeng Roti jadi salah satu jajanan favorit Rafif dan Radit padahal pas masih batita dulu mereka tergolong picky eater alias SUSAH MAKAN


Lain hari pas jalan ke arah Medaeng ternyata ada outlet Kampoeng Roti yang lebih dekat lagi yaitu di wilayah sekitar Bungurasih. Outlet Kampoeng Roti punya ciri khas tersendiri. Desain interiornya didominasi bambu. Rak display kue terbuat dari bambu. Nampan bagi pengunjung untuk meletakkan roti yang dipilih dari rak terbuat dari anyaman bambu atau yang biasa disebut tempeh. 

Khusus outlet Bungurasih disediakan tempat duduk seperti kafe mini, mungkin pertimbangannya karena lokasi dekat terminal sehingga para calon penumpang atau yang baru turun dari bus atau penghuni hotel di sekitar terminal bisa singgah, kongkow menikmati roti dan secangkir teh atau kopi di sini.

Nama-nama roti yang dijual lucu dan bentuknya juga unik.
seperti :
Bocah coklat - harga 3500 rupiah
Unyil coklat keju - harga 3000 rupiah
Blankon RASB - harga 3500 rupiah
atau roti bernama kampung coklat, kampung keju, kampung gula dan lainnya. Roti tawarnya pun tersedia dalam berbagai pilihan ada roti tawar biasa, roti tawar gandum atau roti tawar arang bambu. Cita rasanya setara dengan roti ala Hotel Bintang Lima, teksturnya lembut dan rasanya lezat. Krim roti rasa vanilla, coklat dan lainnya terasa pas lidah. Tidak eneg, racikannya pas antara gurih dan legit.


Penasaran cita rasa Kampoeng Roti? outletnya tersebar di Sidoarjo (jalan Majapahit seberang RSUD, arah Bungurasih dari Medaeng, kanan jalan) dan di Surabaya (Raya Mulyosari 69D dan Raya Nginden 119A & Raya Mastrip no 48, Karang Pilang,  Surabaya) juga baru dibuka di daerah Gresik di Jalan Kartini No. 7 Gresik Kota.

Thursday, October 1, 2015

Sarapan Praktis Abon Jambrong Unia Sawi Tumis

Sudah sarapan belum hari ini? Sarapan ibarat sumber energi untuk aktivitas sehari-hari. Lupa sarapan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas, kurang konsentrasi bahkan obesitas. Kok ngga sarapan malah bikin kegemukan? Ya gimana nggak gemuk kalau nggak sarapan tapi ngemil kripik kentang atau pisang, kentang goreng, coklat, donat sambil menunggu jam makan siang.

Sebagian besar orang yang memilih tidak sarapan beralasan : tidak punya cukup waktu untuk memasak sebab tempat kerja atau sekolah jauh dari rumah, nggak nafsu makan pagi-pagi atau bosan dengan menu yang itu-itu saja.

Hmm ternyata menyiapkan sarapan tak hanya harus mementingkan perhitungan gizi dan kalori tetapi juga perlu sentuhan cita rasa seni.

Sebagai ibu rumah tangga yang (berusaha) baik eaaa saya biasa bangun dini hari. Menyiapkan sarapan sekaligus makan siang untuk bekal suami di kantor adalah kegiatan yang memakan waktu. Jadi saya sering memilih menu yang praktis dan tetap lezat disantap saat pagi maupun siang.

Nggak asal makan kenyang, kandungan gizi dan perhitungan kalorinya tetap disarankan. Salah satu menu paling praktis, ekonomis dan higienis adalah tumis. Saya biasa memilih sayuran sawi, kacang panjang atau kangkung untuk bahan utamanya. Harganya ekonomis (apalagi kalau yang bisa menanamnya sendiri di rumah), rasanya lezat dan proses memasaknya cepat karena mudah matang. Tumis sayuran doang ngga asyik?. Maka saya biasa menambahkan potongan tahu, tempe yang telah digoreng terlebih dahulu atau bakso sapi jika ada. Dan finishing touchnya ada pada taburan Abon Jambrong Unia sebagai topping lezat tiada tara.


Kenapa saya pilih Abon Jambrong Unia oleh-oleh khas Depok dan Jakarta? sebab rasanya unik. Berpadu gurih, pedas, asin dan ada legit-legitnya gitu. Ikan asin Jambrong yang telah diolah bersama irisan bawang, cabe dan aneka rempah menjadikan masakan kaya rasa. 


Cara memasak Tumis Sawi Tabur Abon Jambrong Unia cukup mudah, bumbunya pun tersedia.
Bahan : 
  • sawi segar, cuci bersih di bawah air mengalir, iris sedang
  • tahu dan tempe dipotong kecil dan digoreng
  • tiga siung bawang putih, cincang
  • dua siung bawang merah, cincang
  • satu papan cabe merah, cincang
  • merica bubuk, gula dan garam secukupnya
  • kecap manis secukupnya
  • minyak wijen secukupnya
  • minyak goreng atau margarin untuk menumis
  • Abon Jambrong Unia menurut selera
Cara Memasak:
  • panaskan minyak atau margarin dengan api sedang
  • masukkan bawang merah yang telah dicincang bersama cincang cabe merah. Tambahkan merica bubuk, gula dan garam (garamnya sedikit saja karena sudah ada cita rasa asin dari Abon Jambrong Unia) kemudian baru masukkan bawang putih cincang agar tidak merusak rasa (bawang putih lebih mudah matang dan menimbulkan rasa pahit jika terlalu lama dalam suasana panas)
  • jika tumisan bumbu telah menimbulkan aroma harum tambahkan kecap manis dan minyak wijen secukupnya
  • masukkan sawi, tambahkan sedikit air
  • masukkan potongan tahu dan tempe
  • angkat dan taburkan Abon Jambrong Unia
  • nikmati selagi hangat


Abon Jambrong Unia Sawi Tumis ini cukup memadai ditinjau dari segi kandungan gizi: vitamin dan mineral ada pada sawi. Protein tersedia pada tahu, tempe, pentol bakso jika ada dan abon jambrong Unia. Tinggal tambah nasi putih hangat hmmm sedaap. Bagi yang ingin mengurangi karbohidrat tumis sawi tabur Abon Jambrong Unia bisa dinikmati tanpa nasi, tetap enak lezat, bergizi. Tampilan masakannya pun warna-warni dan seolah memiliki cita rasa seni. Apalagi Abon Jambrong Unia ini diolah tanpa MSG dan bahan pengawet pastinya lebih sehat. Yuk silahkan dicoba bisa pesan melalui  SMS/WA  : 081223624325 :)