Google+ Followers

Friday, May 31, 2013

Doyan Nulis Bersama Ibu-Ibu Doyan Nulis

Orang bilang zaman sekarang, zamannya social media, dari facebook, twitter hingga instagram hampir semua orang punya namun saya termasuk yang lambat berfacebook ria, karena baru di tahun 2009 saya buka akun, itu pun karena teman semasa kuliah saya mengajak untuk create akun facebook, awalnya saya ogah-ogahan, apapula untungnya pikir saya. Karena ajakan teman-teman yang intensif akhirnya saya buka akun FB juga. Dan…jadilah saya seprti orang kemaruk facebookan , alias super narsis tak karuan, update status gak jelas hingga upload foto keluarga.  Akhirnya bosan juga dengan aktivitas nggak jelas itu lalu saya mulai mencari sesuatu yang lebih menarik di facebook, ah asyik juga ikut teman-teman menjadi follower penerbit-penerbit yang sering mengadakan kuis berhadiah buku. Tak cukup di kuis saya sering mendapat tag info-info lomba menulis. Menulis ? apa saya bisa ya ? bisanya menulis status, pernah ikut kuis semi menulis dongeng di salah satu akun penerbit eh nggak menang. Tapi tak ada salahnya mencoba. Saat itu ada tag dari teman untuk ikut menulis tentang cerita atau dongeng anak di salah satu grup FB yaitu Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Wah inilah pengalaman pertamakalinya bagi saya bergabung di sebuah grup menulis, waktu itu nama grupnya masih tanpa kata Interaktif dan anggotanya belum sebanyak sekarang yang sudah mencapai enam ribuan. Saya pun sempat salah menyebut nama foundernya sebagai Indrani Mastuti padahal kan seharusnya Indari Mastuti ..hihihi dasar saya katrok bener nggak scroll down atau mempelajari situasi. Alhamdulillah ternyata dongeng hasil reka ulang naskah saya yang gagal di kuis malah bisa lolos sebagai salah satu naskah dalam buku yang sekarang dikenal dengan judul “50 Cerita Binatang dan Tokoh Lain yang Inspiratif " dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama di tahun 2012...wow waktu yang cukup lama untuk menerbitkan sebuah buku, 2 tahun!. Dan hingga saat ini, ini satu-satunya antologi saya yang diterbitkan GPU, terimakasih untuk IIDN.

Terus terang meski tidak terlalu aktif di IIDN saya cukup senang sebagai salah satu anggotanya, terutama karena saya banyak mendapatkan info kepenulisan, tentang alamat-alamat media massa dan sebuah kejutan pernah saya terima ketika kisah lucu Rafi anak saya dimuat di sebuah media saya mendapat bingkisan buku dari IIDN sebagai hadiah menembus media pertamakali. Saya pun terinspirasi menjadikan Teteh Indari Mastuti sebagai profil wanita inspiratif yang saya angkat dalam sebuah event "100 Kekuatan Cinta Wanita" yang diadakan sebuah perusahaan consumer goods ternama. Alasan saya sederhana saja karena saya ingin memberikan sumbangsih bagi IIDN karena bagi wanita inspiratif yang terpilih, panitia menjanjikan liontin emas dan sejumlah uang yang dikonversi dari besarnya vote dan diserahkan kepada komunitasnya, sementara bagi penulis profil hanya mendapatkan sabun cuci piring. Nah proses vote inilah saya merasa kesulitan, mengumpulkan vote seratus biji saja di IIDN yang beranggota ribuan orang ternyata susah setengah mati, untung ada teman kuis hunter yang membantu sehingga persyaratan jumlah vote minimal 100 biji sebelum tulisan dinilai juri pun tercukupi dan meski tidak masuk 10 besar wanita inspiratif, Teh Indari Mastuti masuk di 100 besar wanita inspiratif dan menerima kenang-kenangan liontin emas tersebut, sekali lagi selamat ya Teh.

Kini IIDN semakin berkembang pesat, dari sekedar grup menulis dan menelurkan beberapa proyek antologi serta buku-buku solo karya ibu-ibu yang super kreatif di bawah naungan agency naskah Indscript Creative, ia kian berkibar dengan menyelenggarakan lomba menulis yang seringnya digawangi oleh sang Markom wanita nan gagah perkasa meski diterpa badai kehidupan yang melanda, dialah salah satu idola saya di dunia komunitas IIDN raya : LygiaPecanduHujan. Saya tak pernah ketinggalan memeriahkan lombanya (eh yang lomba menulis Rendang saya nggak sempat ikutan), tapi di IIDN rezeki saya rupanya masih yang berbau kuis (seperti kuis foto bersama buku karya anggota Komunitas IIDN), lomba menulis belum ada kenangan manis :). Dari lomba menulis artikel susu Sulostrum hingga Anmum Bunda Inspiratif semuanya gagal tapi saya senang bisa berpartisipasi.
Komunitas IIDN tak hanya berhenti di lomba menulis tetapi kini mengembangkan sayap di dunia blog yang tengah naik daun, bahkan mencanangkan Personal Branding Awards yang memberi kesempatan blogger untuk berlomba menulis artikel mengacu pada Press Release yang dikeluarkan oleh blog Indscript Creative, sebagai pecinta lomba tentu saya terpacu mengikutinya namun hampir lima bulan lomba berjalan tak kunjung menang juga #saya payah banget yah, berbeda dengan lomba blog lainnya pemenang di Personal Branding Awards ternyata tak dibatasi menang hanya sekali untuk memberi kesempatan bagi peserta lainnya, meskipun saya senang bisa punya bahan untuk update blog dan mendapatkan ilmu tentang banyak hal dari lomba Personal Branding Awards ini, saya jadi berpikir ulang untuk terus mengikuti lombanya, maklum saya hanya mampu mengisi pulsa modem 50 ribu sebulan dan kuota internetnya sangat terbatas, jika tidak ada kesempatan menang dan jurinya sudah terlanjur cinta dengan gaya tulisan tertentu, lebih baik saya skip saja hehehe….tapi saya tetap mengacungkan dua jempol untuk Personal Branding Awards ini, kliennya makin bertambah saja dari hari ke hari semoga membawa kesuksesan bagi para semua anggota IIDN di masa depan, insyaallah bersama kita bisa (kok jadi mirip Jurkam :D).
Apalagi dengan ditunjuknya mbak Nunu El Fasa sebagai duta buku serta mbak Dwi Dira Rahmawati, mbak Nurul Habeeba dan siapa lagi satunya ya …sebagai duta blog, IIDN jadi wow banget, hanya saja yang saya perhatikan postingan di IIDN tidak lagi teratur seperti dulu ya, padahal di grup masih ada tertera jadwal SENIN – SABTU tentang jadwal kelas, sepertinya sudah banyak yang tidak terupdate seperti dahulu. Namun bukan berarti tak ada kegiatan di IIDN buktinya IIDN per wilayah selalu ada saja aktivitas positifnya, saya pernah mengikuti kegiatan kunjungan IIDN Jawa Timur yang dikomandani mbak Nunu El Fasa ke Graha Pena- Jawa Pos

Seruuu banget acaranya dan kebetulan atau bukan berkat mencantumkan informasi “anggota Komunitas Ibu-Ibu Doyan NulisInteraktif” di naskah rubrik Gagasan yang saya kirimkan ke Jawa Pos, kiriman naskah ke 21 inilah yang dimuat :)

Yap, facebook, social media layaknya dua sisi mata uang jika kita hanya menuruti hawa nafsu, mengisinya dengan hal-hal sekedar membuang waktu kita pun tak mendapat apa-apa, namun jika kita bijak dan memilih aktivitas positif seperti bergabung dengan grup menulis atau sekedar mengikuti kuis (paling tidak kan kalau pas lagi rezeki dapat hadiahnya hihihi) tentu kita akan merasakan manfaatnya bagi kehidupan kita.

Selamat Ulang Tahun yang ketiga IIDN, maju terus komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis Interaktif, membimbing ibu-ibu Indonesia menjadi semakin kreatif.

Sahabat Sejati Ada Hingga Akhir Nanti


Pernahkah kita berpikir tentang apa jadinya hidup jika tak pernah memiliki sahabat ?
Dan apa arti sahabat bagi kehidupan kita di dunia fana ini ?
Bagi saya pribadi, sahabat  adalah teman curhat, ia tak selalu membenarkan kata-kata dan kelakuan kita, namun ia pastilah orang yang peduli dan berani mengingatkan kita untuk selalu berkata dan berperilaku yang benar. Seperti udara, ia selalu ada, meski tinggal kenangan atas sebuah momen istimewa bersamanya, layaknya air, ia membasuh jelaga yang melekat dalam pikiran kita, memadamkan api amarah. Ia mungkin tak selalu hadir di sisi, namun nasehat positifnya selalu menemani.
Jadi masihkah saya punya sahabat  saat ini ?
Bertahun-tahun lalu, saat masih remaja saya memiliki beberapa sahabat sesuai tingkatan sekolah yang saya miliki. 
Namun yang paling berkesan adalah dua sahabat  saya di masa kuliah, Minarti dan Hari Suryawati namanya. Mengapa dia yang paling istimewa di mata saya ?, maklumlah bagi orang rantau, jauh dari orang tua karena harus tinggal di kost-kostan murah meriah dengan segala keterbatasan, sahabatlah yang selalu menemani kita di kala suka dan duka.
Hari Suryawati adalah teman satu kost-an, eits jangan salah, meski namanya Hari, ia seorang cewek tulen, dari Madiun. Ia bukan malaikat yang selalu siap sedia menghibur di saat saya sedih dan gundah gulana, ia anak yang keras kepalanya sama dengan saya namun juga perasa bahkan kami sempat bersitegang (saya lupa apa sebabnya) dan karena jarak yang merenggang itu saya merasa hidup saya hampa...karena selama tinggal dalam satu rumah kost, dia yang paling dekat dengan saya, yang paling saya percaya, saya sempat menangis setiap selesai sholat untuknya, agar kami bisa kembali akrab seperti dulu, menulis puisi yang kutulis dan kutempel di dinding kamar, berharap ia tau...saya rinduuu. Dan Allah menjawab doaku, di masa-masa akhir kuliahku, saya terserang Demam Berdarah, hampir saja terlambat untuk penanganannya karena dokter yang memeriksa saya hanya berkata : infeksi di lambung dan alergi padahal meski sudah minum obat dari dokter darah mulai keluar dari gigi geligi dan lubang-lubang lainnya, atas inisiatif teman-teman, mereka meminta Hari yang menghubungi tetangga kost saya yang kebetulan seorang mahasiswa kedokteran, mereka pula yang membawa saya ke dokter lain dan kemudian harus opname malam itu juga.

Hari dan teman-teman kost yang menemani saya malam itu di rumah sakit, karena Mama saya tinggal di luar kota dan kami tidak memiliki pesawat telepon di rumah, sehingga teman-teman mengirimkan telegram untuk mengabarkan berita emergensi. Dapat dibayangkan, berapa biaya talangan yang teman-teman keluarkan untuk kebutuhan-kebutuhan saya selama di rumah sakit sambil menanti Mama datang. Hingga saat ini saya merasa berhutang nyawa kepada mereka, terutama Hari dan sang dokter muda. Saya bahagia karena di acara pernikahan saya Hari dan beberapa teman kost saya menghadiri acara sederhana tersebut. Sayang saat Hari menikah, ia tidak mengirimkan undangan, nomor Hpnya pun saya dapatkan dari mengais info di sana-sini, betapa senangnya ketika saya mendengar suaranya lagi dan saya transferkan sedikit pulsa (karena saya penjual pulsa elektrik) sebagai hari ulang tahunnya. Beberapa kali kami sempat saling telepon dan sms, ia tinggal nun jau di Purwakarta bersama suami dan anak lelakinya yang saat itu masih balita sementara saya di Sidoarjo. Untuk kesekian kali saya merasa kehilangan ketika nomor handphonenya tak lagi bisa dihubungi, entah apa sebabnya, mungkin saja nomornya hangus tanpa ia sadari dan tidak sempat menghubungi. Saya berharap kembali dapat menyambung tali silaturahmi dengannya, untuk itulah saya menulis kisah ini, mungkin ada yang dapat memberikan informasi tentang Hari Suryawati - pernah kuliah di FE jurusan manajemen Universitas Brawijaya Malang, angkatan 1994.

Sahabat  saya yang kedua adalah Minarti, teman satu jurusan di Kimia UB, ia tak hanya sahabat  yang membebat luka, namun juga mentor jempolan bagi saya, karena ia sangat hebat di ilmu Kimia terutama Kimia organik, masih akan selalu kuingat, kami saling mendukung, berakting sebagai dosen penguji saat salah satu dari kami hendak maju ujian proposal, ujian progresif laboratorium dan ujian Komprehensif untuk skripsi, agar kami semakin mempersiapkan diri untuk meraih hasil maksimal hingga final.
Ia adalah sahabat  yang welas asih, ia mengerti saya bukan anak orang kaya, karena sebagai yatim saya harus bertahan kuliah dengan cukup makan sehari dua kali, itu pun menu paginya hanya mie instan, ia tak segan menjahitkan saya rok hitam untuk seragam maju ujian dan saya tak mampu membalasnya, hanya dengan memberikan kaset lama Iwan Fals sebagai kenang-kenangan yang diterimanya dengan suka cita. Di akhir kuliah, saya sempat curhat bahwa saya mungkin tidak akan mengikuti wisuda karena tak ada biaya, bahkan SPP terakhir saya sedang di ambang bahaya, Minarti menawarkan uang tabungannya, saya terkejut karena ia pasti juga membutuhkan uang itu, saya menolaknya halus karena khawatir tidak mampu membayarnya. Akhirnya Mama menjual sepeda kayuh kami satu-satunya untuk membayar SPP terakhirku dan rapelan beasiswaku selama setahun mencukup biaya-biaya praktikum untuk skripsi dan wisudaku. Saya bahagia, bisa wisuda bersama Minarti, berfoto ria bersama Mama dan (almarhumah) adik sebuah kenangan yang sangat berharga, bagi anak yatim yang meraih cita-cita dengan susah payah. Selepas kuliah kami masih saling bersilaturahmi, lewat surat atau kadang jika ada uang lebih hasil kerja part time ku di tambak ikan, kuluangkan waktu ke wartel untuk menelponnya. Kini, dengan semakin sibuknya kami sebagai ibu (apalagi Minarti berkarir sebagai guru) intensitas silaturahmi tak sering seperti dulu.

Mereka berdualah sahabat  yang pernah teramat berarti mengisi kehidupanku...
Namun usia yang beranjak dewasa, membuatku tersadar aku tak lagi punya sahabat yang selalu ada dan kami bisa sering bercerita tentang apa saja, karena wanita berkeluarga waktunya banyak tersita untuk mereka yang tercinta.
Seiring berjalannya waktu, kusadar sahabat sejatiku hanyalah Dia Yang Maha Satu.
Curhatku tak sia-sia
Rahasiaku aman bersamaNya
Tak semua yang kuinginkan Dia menjadikannya nyata
Namun apa yang kubutuhkan selalu ada.
Dia lah sahabat setia
Hingga saat aku benar-benar bertemu denganNya

“Tulisan ini diikut sertakan dalam GA “Siapa Sahabatmu?” pada blog senyumsyukurbahagia.blogspot.com, hidup bahagia dengan Senyum dan Syukur”

Monday, May 27, 2013

Cantik Alami Dengan Madu


Sabtu 25 Mei 2013 lalu, saya menghadiri talk show bertajuk Cantik Alami dengan Madu yang diadakan Tabloid Nyata dan Natural Honey Body Lotion, bertempat di Agis Lounge and Restaurant di sebelah Jatim Expo Surabaya.
Jarang-jarang lo saya ikut talk show, asyiknya kesempatan kali ini merupakan hadiah kuis dari fanpage Natuarl Honey.
Untungnya urusan merayu Radit agar ngga ikut acaranya berhasil, lah ya gimana klo ngajak balita, kasian sekali pastinya, kan acara seperti ini memakan waktu lama, selain Talk Show ada cooking class dan Handycraft Class nya, rencana acara dimulai jam 9 pagi (dan kenyataannya molor hingga jam 10) bubarnya pasti beberapa jam kemudian. Terus terang saya salut pada mbak, ibu-ibu yang datang dari jauh demi mengikuti talk show dan class-class ini, ada yang datang dari Blora, Kertosono, Probolinggo...wah wah semangatnya baja!

Saya beruntung mendapat kesempatan mengikuti talk show ini (gratis pula kan dapat hadiah hihihi, tiketnya 100 ribu loh) karena Dr. Arijanto JonoSewojo Sp.PD sebagai pemateri banyak berbagi informasi menarik mengenai madu, presentasinya pun dibawakan dengan gaya yang luwes, sama sekali tidak membosankan.
Saya baru tau nih kalau madu itu ada 3 jenis yaitu Royal jelly, Bee pollen dan Propolis.
Dan manfaat madu untuk kesehatan ternyata banyak sekali, bisa dipakai sebagai obat infeksi kandung kemih, menyembuhkan batuk pilek, sinusitis, flu, sakit perut, kembung hingga menyuburkan kandungan.
Padahal selain untuk kesehatan, madu juga bermanfaat untuk kecantikan, yaitu :
melembabkan kulit, mencegah penuaan dini, berfungsi sebagai pembersih wajah, toner kulit, masker yang berfungsi menjaga kekenyalan kulit wajah sekaligus untuk mengobati jerawat, menghilangkan noda bekas jerawat, memutihkan wajah daaan menurunkan Berat Badan.

Nah karena menurunkan Berat Badan adalah poin paling utama bagi saya, perlu nih mencatat resepnya : madu asli + air (4 gelas) + kayu manis direbus hingga kira2 bersisa 2 gelas dan diminum 30 menit sebelum sarapan. 
Oya, pak dokternya wanti-wanti nih, kalau hendak mengkonsumsi madu, memang harus diencerkan dengan air hangat, jangan mengkonsumsi madu dalam bentuk pekat karena akan meningkatkan produksi asam lambung.



Kemudian, wakil dari Natural Honey (kalau ngga salah namanya mbak Yani hihihi maaf jika salah) memaparkan rahasia manfaat Natural Honey sebagai lotion yang mengandung madu asli, produk perawatan kulit produksi Tempo Scan Pacific ini memiliki 4 varian :

1. Antioksidan : mengandung madu, ekstrak orange dan vitamin C => mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan dan terpapar polusi pas sekali mengenakan varian ini
2. Moisturezed : mengandung madu, olive oil dan vitamin E => varian ini sangat sesuai untuk perawatan kulit kasar dan pecah-pecah, seperti di bagian siku, lutut, tumit. Baik juga untuk yang beraktivitas di ruang ber AC dalam jangka waktu lama.
3. Whitening : mengandung madu, yoghurt, vitamin E, vitamin B3 dan double UV protection => nah ini buat pelindung kulit bagi mereka yang aktif di lapangan dan kulitnya menghitam (untuk meminimalisir paparan sinar matahari yang menyebabkan kulit menghitam)
4. Firm & Youthful : mengandung madu, yeast ekstrak dan vitamin B => nah ini pas banget buat kulit saya yang berusia hampir 40  tahun agar kulit awet muda dan kencang hihihi.


Wakil dari Natural Honey
Kemudian, saatnya cooking class..mbak Ayu mempresentasikan resep Stik Ayam Madu, ih dapat icip-icip pula, rasanya nikmat, resepnya mudah, biayanya pun murah. nah uniknya emak-emak, icip-icip porsi kecil yang dikemas mungil itu pun sempat-sempatnya dimasukkan tas buat oleh-oleh para krucil tapi ngga sempar difoto (Ssst jangan ketawa keras-keras)


Cooking Class



Resep Stik Ayam Madu


Penutupnya tentu saja Handycraft class yang mengolah kain batik perca. Wiii keren ya, kebanyakan para pengrajin sprei, sarung bantal guling batik menganggap kain perca batik sebagai limbah, padahal kalau kita kreatif "limbah" itu bisa diolah menjadi asesoris cantik seperti ini nih : bros atau korsase
Korsase dari "Limbah" Batik

Waduh seru lo handycraft classnya, bagi seluruh peserta talk show yang berjumlah seratusan telah disediakan bahan perca,manik-manik, renda untuk langsung mempraktekkan arahan tutor Danelis Craft. Dan saya cuma berhasil menyelesaikan membuat kalung saja karena lebih memilih skip untuk sholat dhuhur di sesi berikutnya (korsase).

Eiaa sebelum pengundian doorprize kita makan-makan dulu .prasmanan dong..tapi no picture..malu dong masa menu ayam kecap, telur orak-arik dan sup jamur difoto-foto...ntar dikira orang super narsis :).
Aslinya pengen juga dapat kejutan bingkisan doorprize, lha memang hadiahnya lumayan, ada HP dan Tab serta tas-tas cantik (maklum untuk merayu si Rafi, emak bilang ntar klo dapat hadiah Tab buat mas Rafi kok) , tapi yaaa namanya juga belum rezeki, rezekinya cukup di goodie bag yang seperti ini ni...1 Natural Honey 200 mL, bolpen Tabloid Nyata, Sertifikat Danelis Craft dan kupon diskon 20% di sebuah salon kecantikan yaelaa ntar kukasih siapa ya, nggak pernah nyalon nih (Kok ya pas, emak-emak dapatnya Natural Honey varian Firm & Youthful biar awet muda).
Goodie Bag

Akhirnya kelar juga dah...jam 2 siang baru bubar...untungnya udah sholat dhuhur meski kudu skip Handycraft class sesi 2.....
It's very nice moment...thank you Natural Honey, thank you Tabloid Nyata :) 

Sunday, May 26, 2013

Saatnya Move On, Beralih ke Epson, Printer For The Nation


Bulan Mei adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Setidaknya dua hari nasional diperingati selama bulan Mei yaitu 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional dan 20 Mei, Hari Kebangkitan Nasional. Hakekat Hari Kebangkitan Nasional mulai dipertanyakan, jika 20 Mei 1908 adalah tonggak kesadaran para pemuda Indonesia tentang kehidupan berbangsa ditandai dengan berdirinya Budi Utomo sebagai organisasi yang berlandaskan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dalam satu kesatuan, saat ini kita seolah kehilangan jati diri, sebagian orang lebih bangga mengenakan barang keluaran luar negeri daripada produksi dalam negeri. Tak kalah memprihatinkan dunia pendidikan juga menghadapi tantangan dan permasalahan tak kalah peliknya, ujian Nasional yang karut marut, plagiasi skripsi hingga persaingan dengan instansi pendidikan dari atau di luar negeri. Sudah saatnya mengingat kembali semangat Jasmerah ala Bung Karno – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kini saatnya bangkit dari ketergantungan kepada bangsa manca, bangkit dari ketertinggalan teknologi dan kembali bangga sebagai bangsa Indonesia  serta mencintai produk dalam negeri. Salah satu produk dalam negeri yang berteknologi tinggi adalah Epson L series dari Epson Indonesia.

Epson L series yang pertamakali diluncurkan pada bulan Oktober 2010 lalu : L100, L200 dan L800 adalah bentuk tanggapan Epson atas permintaan pasar Indonesia yang  membutuhkan printer system infus dengan alasan ekonomis. Printer dengan ink tank system original pertama di dunia ini memberikan jaminan kualitas dan garansi dibandingkan sistem infus sebagai hasil rekayasa yang dilakukan pihak ketiga. Epson kembali menunjukkan eksistensinya sebagai produsen yang menomorsatukan kepuasan pelanggannya, menyempurnakan seri Epson L series generasi pertama dengan meluncurkan Epson L series generasi berikutnya dengan berbagai kelebihan yang tak hanya mempermudah pengguna namun juga secara perhitungan ekonomi lebih hemat biaya yang terdiri dari L110, L210, L355, L300, L350 dan L 550. Masing-masing seri memiliki spesifikasi namun secara global Epson memberikan kepuasan melalui low cost high quality yang ditawarkannya, satu botol tinta hitam berukuran 70 ml mampu mencetak hingga 4000 lembar atau perhitungan biaya = Rp.20,-/lembar (hitam) dan Rp. 35,-/lembar (warna) dengan kualitas istimewa. 

Printer Epson L110 dan L 210 didesain khusus untuk pengguna di rumah (termasuk mereka yang berkarir di bidang profesionalitas seperti penulis, dosen, guru serta para pelajar dan mahasiswa) atau disebut produk untuk Small Office/Home Office (SOHO) . Kedua type printer ini memiliki kecepatan dua kali lebih cepat 6 ip (image per menit standar ISO) dari model L100 dan L200 serta mampu mencetak 4000 halaman hitam  putih dan 6500 halaman warna dengan tiga botol tinta warna 70 mL. 
Epson L110
Epson L110

Dengan harga jual berkisar satu jutaan, mahasiswa yang membutuhkan mengerjakan karya tulis dan skripsi akan sangat terbantu oleh  printer L110, seperti yang kita ketahui menulis sebuah karya tulis, tugas sekolah dan skripsi membutuhkan konsentrasi tinggi, tak jarang mencetak karya tulis perlu dilakukan berulang-ulang apalagi jika mendapat perintah revisi dari guru pembimbing, dapat dibayangkan berapa biaya yang dikeluarkan jika pelajar dan mahasiswa memilih menggunakan jasa print di kios-kios pinggir jalan, itulah salah satu alasan mahasiswa melakukan plagiasi atau memesan skripsi instant dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Hal ini tidak akan membentuk generasi muda yang tangguh dan kreatif namun hanya akan menciptakan mereka yang tak punya daya juang dan terlalu lemah dalam berkompetisi. Kehadiran Epson L110 yang mampu mencetak dengan harga ekonomis serta kecepatan cetak tak diragukan secara tak langsung mengubah persepsi bahwa menyusun tugas karya tulis dan skripsi itu sebagai sebuah pemborosan biaya dan tenaga.

Epson L210 adalah salah satu jenis All In One printer yang sederhana, karena ia tak hanya mampu mencetak namun juga mampu melakukan scan dan copy sehingga pas sekali untuk keperluan bisnis rumahan atau kaum profesional, para penulis, pengajar hingga blogger dapat memanfaatkan kelebihan ini tanpa harus membayar lebih. Banyak penerbit yang mewajibkan penulis buku, novel mengirim naskah yang ingin diterbitkan dalam bentuk hardcopy, para penulis tentu harus mempertimbangkan efisiensi mengingat untuk menerbitkan karyanya kadang harus dilakukan dengan mengirimkan hardcopy ke beberapa penerbit seperti orang yang melamar kerja. Bayangkan pula jika kita sedang terburu-buru menyiapkan fotokopi bahan presentasi padahal jasa counter fotokopi terdekat sedang ramai pengantri atau bagaimana bantuan Epson L210 begitu nyata dalam proses menulis yang kadang membutuhkan upload gambar atau foto hasil scan, atau mengirimkan email dengan attachment berisi surat pernyataan bahwa karya tulisnya asli, berapa biaya yang harus dikeluarkan demi membeli printer sekaligus scanner sebagai masing-masing unit?, namun Epson L210 mampu menjawab tantangan bagaimana menghasilkan printer yang sekaligus berfungsi sebagai mesin fotocopy sekaligus scanner. 
Epson L210
Epson L210

Sedangkan untuk sistem tangki generasi kedua Epson L300, L350 dan L550 memiliki spesfifikasi penggunaan yang lebih sesuai untuk kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). 
Epson L300
Epson L300
Epson L300

Epson L300 dan L350 memiliki kecepatan yang tinggi yaitu sebesar 9 image per menit sesuai standar ISO atau bisa disebut  tiga kali lebih cepat daripada L series generasi pertama
Epson L350
Epson L350

Epson L 350
Kemampuannya yang bisa melakukan print, scan dan copy sangat sesuai untuk industri rumahan, memiliki kantor di rumah tentu sangat menyenangkan dengan bantuan Epson L350. Contohnya membuka franchise jasa kurir ekspedisi, satu printer yang mampu melakukan kerja scan dan copy membantu pengusaha kecil menghemat biaya. Bentuknya yang lebih ramping dari Epson L300 adalah salah satu keunggulannya.


Epson L550 
Epson L550
Epson L550
Dapat dikatakan bahwa Epson L550 adalah printer All in One dari L series yang paling sempurna karena ia mampu melakukan kerja Print, Scan, Copy sekaligus kelebihannya sebagai printer yang bekerja secara ADF - Automatic Document Feeder hingga 30 halaman membuat kerja print, scan dan copy menjadi lebih efisien. Epson L550 dijual dengan 4 botol tinta bundling CMYK- Cyan Magenta Yellow Black dan masing-masing botol tinta hitam mampu mencetak hingga 4000 lembar ditambah dengan 2 botol tinta hitam bawaan sehingga satu unit printer Epson L550 mampu mencetak hingga 12.000 lembar. Yang paling mengagumkan, Epson L550 merupakan printer bulit in yang dilengkapi fungsi Ethernet dan iPrint support sehingga mempermudah mencetak dari PC, netbook atau device mobile lainnya. Ethernet dan High Speed USBnya memungkinkan berbagi printer dalam sebuah kelompok kerja dan iPrint supportnya memberi kesempatan mencetak tanpa kabel dari sebuah smartphone/smartdevice yang menggunakan wifi sebagai koneksi internetnya. Bentuknya paling ramping dari kelima L series generasi terbaru  membuatnya lebih mudah disimpan tanpa memakan banyak tempat, andai terpaksa dibawa dalam sebuah perjalanan kerja tak akan terlalu menyusahkan karena L550 begitu ramping dan mampu bekerja dengan koneksi Wi-Fi dimanapun juga.
Jenis usaha kelas menengah tentu sangat mempertimbangkan menggunakan Epson L550, satu printer multifungsi, sembari mencetak dokumen penting, fungsi Broadcast Fax dan fungsi PC fax memungkinkan untuk terkirimnya dokumen secara simultan. Memori penyimpanan faxnya mencapai 180 halaman untuk memastikan fax yang diterima disimpan dengan aman. Hemat biaya, waktu dan tenaga membantu pengusaha untuk lebih fokus dalam pengembangan bisnisnya.


Epson L550 yang ramping dan multifungsi
Info lengkapnya dapat ditemukan di 
http://www.epson.co.id/epson_indonesia/ink_tank_system_printers/product.page?product_name=Epson_L550

Jelaslah bahwa Epson L series adalah pilihan tepat bagi bangsa Indonesia untuk menunjukkan kebangkitannya, bangga sebagai negara berjati diri, apalagi sistem L series ini  diciptakan oleh bangsa Indonesia, merupakan teknologi ink tank system pertama di dunia dan mulai diperkenalkan di negara Cina, tak menutup kemungkinan kelak akan diproduksi mendunia. Epson L series telah membuktikan bahwa ia tak hanya memberikan sumbang sih  bagi kemajuan masyarakat Indonesia dari berbagai macam profesi dengan memberikan pelayanan low cost high quality namun juga membawa harum nama bangsa hingga ke manca negara. Sudah saatnya untuk Move On dari keterpurukan dan beralih ke Epson, printer for the Nation.

Friday, May 17, 2013

Konsultan Marketing dan Kesuksesan Bisnis


Press Release VR/III-02/15-Mei/2013

Anda seorang pebisnis atau memiliki cita-cita untuk memulai karir sebagai pebisnis, ada baiknya merenungkan kembali tujuan berbisnis dan kompone-komponen yang menunjang keberhasilan dalam merintis bisnis.

“Menjalankan bisnis tidak semata-mata hanya seperti pedagang, yang memproduksi produk dan menjualnya kepada konsumen. Dalam banyak hal, produsen atau pebisnis membutuhkan campur tangan seorang konsultan untuk membuat produknya disukai oleh konsumen dan laku di pasaran,”  

Ungkapan tersebut datang dari sosok yang kenyang pengalaman dunia bisnis , ialah Veronica Ratna Ningrum, seorang woman marketer, konsultan marketing yang namanya semakin bersinar di dunia bisnis dan telah menangani program marketing dari beberapa lembaga perbankan ternama di Indonesia ini.
Lebih lanjut lagi Veronica Ratna Ningrum mengungkapkan, "jika Anda berniat menjadi seorang pebisnis, jadilah seorang pebisnis yang sejati, dalam artian, menjalankan sebuah bisnis tentunya harus disertai dengan banyak pertimbangan dan perencanaan langkah yang pasti dan tepat. Karena hal ini akan menentukan keberhasilan dari bisnis yang dijalankan."
Veronica Ratna Ningrum
Veronica Ratna Ningrum

Sosok seorang konsultan marketing mungkin lebih banyak berada di balik layar, namun tidak berarti ia tidak memegang peranan penting dalam laju bisnis perusahaan, justru ia sangat berperan penting dalam menentukan sukses tidaknya sebuah bisnis karena konsultan merupakan sosok think tank dalam dunia marketing, Ia mengarahkan pihak produsen untuk melakukan sejumlah langkah yang berkaitan dengan proses produksi barang hingga strategi penjualan. Peran konsultan marketing tak hanya berhenti sampai di sini.
  • Pada tahap awal produksi barang, konsultan bertindak sebagai pengarah saat menentukan bentuk dan kemasan barang yang diproduksi. Ia akan memberi masukan tentang apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, tipe konsumen, serta segmen pasar berdasarkan hasil riset dan observasi.

  • Pada tahap pemasaran, konsultan akan mendampingi sang produsen atau pemilik bisnis untuk menentukan strategi pemasaran barang. Menentukan strategi pemasaran sangat diperlukan, sebab tanpa itu, produsen akan mengalami hambatan dalam menjual barangnya sekalipun kualitasnya bagus. Konsultan akan mempelajari apa saja celah dan ide yang bisa dimanfaatkan untuk membuat produk tersebut dapat laku keras di pasaran serta tampil sebagai trend. Dan selanjutnya, ia akan merancang strategi pemasaran yang paling tepat.


Seorang konsultan marketing bukan sekedar pendamping bagi kliennya. Ia juga menjadi sumber ide tentang bagaimana sebuah bisnis harus dijalankan, produk apa yang dapat dikembangkan lebih lanjut, bagaimana memangkas biaya yang tidak perlu, serta bagaimana membuat konsumen merasa lekat dan loyal terhadap sebuah produk. “Banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika seorang pemilik bisnis memanfaatkan jasa Konsultan Marketing. Mereka tidak perlu harus memikirkan segalanya sendiri, karena ada konsultan yang dapat berperan sebagai partner guna mengembangkan bisnisnya,” ujar Veronica.

Menyadari bahwa peran seorang Konsultan Marketing sangat vital bagi kesuksesan bisnis kliennya, Veronica Ratna Ningrum selalu menyediakan waktu untuk memperdalam ilmu dalam hal Marketing dan Bisnis. Baginya, hal itu penting dilakukan oleh setiap konsultan, karena dunia marketing sangat dinamis dan sarat perubahan. 

“Tanpa mengasah ilmu, kita akan tertinggal jauh. Dan lagipula, seorang konsultan yang baik tentu akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik pula pada kliennya. Seorang konsultan yang haus ilmu dan selalu berinovasi, adalah asset besar bagi kesuksesan sebuah bisnis,” 


Thursday, May 16, 2013

Peran Media Digital Dalam Improvisasi Dunia Pendidikan Indonesia


Press Release RT/I-04/15-Mei/2013

Pernahkah membayangkan jika suatu saat penggunaan media digital dalam dunia pendidikan berkembang lebih jauh daripada sekedar sebagai alat bantu mengajar?, sehingga proses belajar-mengajar tidak hanya berlangsung dalam kelas namun bisa dimana saja melalui jaringan internet dengan bebas  Media digital memiliki kelenturan nyaris tak terbatas. Penggunaannya bisa dirancang sedemikian rupa sesuai dengan tujuan serta kreativitas pemakainya. Untuk dunia pendidikan, media seperti ini adalah aset yang sangat berharga. Terutama karena pendidikan ditujukan untuk menghasilkan SDM berkualitas.

Menurut Razi Thalib, CEO dari Bridges & Balloons Digital Agency, pendidikan adalah salah satu kunci untuk menghasilkan sebuah masyarakat yang memiliki standar tinggi dalam suatu pencapaian. “Masyarakat seperti itu yang akan membentuk kultur baru yang lebih sophisticated. Sebuah kultur yang menghendaki kualitas terbaik dalam segala hal; baik itu dalam hal bisnis, pemerintahan, maupun penyediaan layanan masyarakat,” ujarnya.
Razi-2

Pria kelahiran tahun 1980 ini mengatakan lebih lanjut, bahwa media digital dapat dikembangkan menjadi sarana untuk mempermudah manajemen sekolah. Misalnya, sekolah dapat merancang sistem digital yang memungkinkan siswa dan guru mengisi buku absen secara online; yang digabung dengan sistem pengecekan, agar orangtua bisa tahu apakah anaknya bolos atau tidak. Atau misalnya, sekolah menyediakan sistem akses yang membuat siswa dan orangtua bisa mendapatkan catatan rapor dan aktifivas mereka setiap saat tanpa harus datang ke sekolah dan menjalani prosedur rumit.

“Itu akan menghemat banyak waktu serta praktis dalam hal manajemennya. Juga memudahkan pihak sekolah maupun orangtua untuk segera mengambil langkah jika menemukan ada kecenderungan prestasi siswa menurun, atau ada masalah lain yang mengganggu interaksi mereka di sekolah,” ungkap Razi, yang memiliki hobi mengutak-atik media digital dan menjadikannya sarana mencari nafkah.
Selain itu peran media digital di dunia sekolah dapat dioptimalkan untuk menumbuhkan sikap kritis serta memperluas akses informasi dan ilmu pengetahuan bagi siswanya. “Sekarang ini, hampir setiap siswa boleh dibilang dapat menggunakan internet. Namun apakah itu sudah dibarengi dengan tumbuhnya sikap kritis atau pengetahuan tentang bagaimana mengolah informasi? Saya yakin belum sepenuhnya ke arah situ,” ujar Razi lagi.

Untuk itulah alangkah bijak jika para birokrat, guru, dan orangtua mulai memberi ruang yang cukup bagi siswa untuk berdialog, memberi keleluasaan akses informasi tentang perkembangan teknologi termasuk memberi kesempatan siswa untuk berpikir kritis melalui pintu dialog. Sebab selama ini, ada kecenderungan para pengambil kebijakan dan pelaksana masih berusaha mempertahankan status quo; dengan menghambat akses informasi atau mengangkat orang-orang yang kualifikasinya dipertanyakan. 

“Mau tidak mau, dengan berkembangnya dunia digital serta kemudahan akses internet, siswa akan mendapatkan apapun yang mereka mau; termasuk jenis informasi yang destruktif. Jadi, mereka perlu mendapat input tentang itu dari pihak sekolah dan orangtua. Bukalah kesempatan seluas mungkin bagi siswa untuk bertanya, mencoba, dan mengembangkan kemampuan nalarnya. Jelaskan dengan logika dan standar moral secara umum; serta hindari reaksi yang dogmatis, seperti melarang tanpa penjelasan tuntas". 

"Memanfaatkan media digital untuk mempermudah proses belajar-mengajar, dan membantu siswa mendapatkan informasi yang relevan serta melakukan riset untuk tugas sekolah mereka, akan menumbuhkan generasi muda yang kritis dan melek teknologi” ujar Razi menutup pembicaraan.

Jika birokrat di dunia pendidikan bersama-sama ahli teknologi digital bekerjasama membangun kondisi yang kondusif bagi pemanfaatan dunia digital dalam proses belajar mengajar, bukan tak mungkin dalam satu dekade ke depan media digital tak hanya sekedar berperan sebagai "pemeriksa" hasil Ujian Nasional namun mampu membantu menciptakan generasi muda yang kompeten dalam bidangnya.

Personal Branding Agency, Indscript Creative

Wednesday, May 15, 2013

Cerdas Yang Menular

"Anak ibu cerdas sekali, selamat telah memenangkan perlombaan ini" begitu sering kita mendengar ucapan dari juri atau panitia lomba kepada orangtua peserta yang mayoritas adalah anak-anak usia sekolah.

Kita mengenal sebutan manusia cerdas. Ada juga manusia yang dianggap tidak cerdas atau dikategorikan lambat berpikir. Jumlah manusia yang memiliki pemikiran yang cerdas dapat dikatakan cukup banyak, tetapi jarang sekali orang membahas tentang cerdas yang menular. Perlu diingat pula bahwa kecerdasan tidak hanya ditunjukkan oleh peringkat dalam kelas namun kecerdasan emosional yang diwakili oleh besarnya simpati dan empati hingga kemauan berbagi adalah suatu bentuk kecerdasan yang patut kita hargai.

Apa sih yang dimaksud dengan cerdas yang menular itu ?
“Kita sangat jarang atau bahkan dapat dikatakan tidak pernah mendengar ada kecerdasan yang mampu menular ke orang lain. Hal yang paling sering kita dengar adalah penyakit yang menular atau rasa emosional yang dapat menular ke orang lain,” ujar Ermalen Dewita, motivator pemberdayaan diri yang aktif memberikan pelatihan pengembangan diri ini.

Ternyata, dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa kepintaran atau kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan kepada orang lain. Pernyataan ini bukan sekedar rumor, tetapi diperoleh melalui pengujian terhadap sampel yang didapatkan dari lingkungan akademik. Sampel yang digunakan dalam pengamatan ini, berasal dari para siswa yang berada di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian, diperoleh sebuah kejutan yang sungguh spesial. Ternyata, kecerdasan bisa menular atau bisa disebut cerdas yang menular.

Faktanya seorang anak memiliki peringkat ke-100 di sekolah yang  kemudian berteman dengan anak yang memiliki peringkat ke-50, mengalami kenaikan peringkat hingga 10-15 peringkat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan. Memiliki lingkungan yang baik akan mampu membuat orang lain menjadi baik pula, seperti yang telah dibuktikan oleh anak kenaikan peringkat si anak yang awalnya berperingkat ke-100 dikarenakan berteman dengan anak yang lebih pintar.

Dewi, panggilan akrab Ermalen Dewita, mengatakan, “Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari lingkungan dan teman-teman yang sering diakrabinya. Semakin tinggi tingkat kecerdasan teman yang diakrabi, akan semakin besar peluang bagi diri kita untuk menjadi lebih pintar. Sebaliknya, bagi mereka yang pintar, tidak akan bertambah bodoh. Karena, tidak ada yang dapat membuktikan, seorang guru akan menjadi bodoh ketika mengajarkan ilmu yang dimiliki kepada muridnya. Malah, guru menjadi lebih pintar karena banyaknya pertanyaan dan masalah yang ditemukan”

Terbukti bukan bahwa cerdas yang menular ada. Berteman sebaiknya memilih teman yang membawa kita menuju kebaikan.
Perumpamaan mencari teman yang baik ini dapat kita temui di hadits Rasulullah : “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Mari mencari teman yang cerdas secara pengetahuan dan emosional agar kita terpengaruh menjadi insan cerdas dan menebar kebaikan.

Personal Branding Agency, Indscript Creative

Tuesday, May 7, 2013

Meditasi, Menghayati Cinta & Kebahagiaan


Press Release AS/III-04/06-Mei/2013


Uang mungkin dibutuhkan dalam kehidupan tetapi ia tak akan mampu membeli Cinta dan Kebahagiaan. Siapa pun pasti menginginkan untuk dicintai dan menemukan kebahagiaan dalam kehidupan ini. Namun sangat disayangkan tuntutan hidup yang tinggi, kesibukan yang seolah tanpa jeda, jalanan macet, keluarga, dan lingkungan yang tidak mendukung membuat sebagian orang kesulitan merasakan keberadaan cinta dan kebahagiaan dalam hidup mereka. Tuntutan dan rutinitas membuat pikiran dan hati menjadi pengap dan pepat, tak ubahnya seperti rumah tanpa jendela.

Namun demikian, bukan berarti kondisi tersebut tidak dapat diatasi.  Adjie Silarus.  Meditator yang mengkhususkan diri pada teknik meditasi Sejenak Hening ini, mengatakan, “Kita sebenarnya bisa menghapus beban tersebut, dengan cara mengakui dan menerima bahwa hati dan pikiran kita memang sedang dalam keadaan kalut.”

Menerima keadaan diri apa adanya, adalah jendela pertama untuk membantu mengalirkan kelegaan pada diri sendiri. Sebab, jika seseorang mengingkari kenyataan tersebut dan berusaha menekannya dalam-dalam, maka yang terjadi justru sebaliknya. Stres, ketidakbahagiaan, atau rasa sakit yang akan muncul ke permukaan.

“Stres, merasa kehilangan cinta, dan tidak mampu merasakan kebahagiaan, sebenarnya adalah sinyal dari tubuh untuk memberitahu kita, bahwa ada hal yang perlu kita bersihkan. Bisa dari pikiran, bisa pula dari hati. Karena itu, dengarkanlah sinyal tersebut. Sisihkan waktu untuk sejenak memberi kesempatan pada diri sendiri guna menerima segala kabar yang disampaikan oleh tubuh kita,” ujar Adjie.

Seperti yang ditulis Adjie Silarus. dalam blognya "Meditasi membantu kita berusaha untuk menikmati segala sesuatu dengan senang hati walaupun ibaratnya di alam hidup hanya terdengar satu nada saja sehingga tidak ada alunan nadanya atau suara yang tidak merdu sekalipun. Saat mendengarkan bunyi apapun itu, termasuk bunyi yang tidak ingin kita dengar, kita dapat berhenti sejenak dan menikmati nafas kita serta benar-benar berusaha merasakan keajaiban-keajaiban yang ada di sekitar kita – bunga, anak kecil, suara yang indah. Sehingga setiap suara mengingatkan kita untuk bangun dan sadar. Suara berisik pun menjadi merdu"

Penerimaan terhadap setiap hal, baik ataupun buruk, adalah kunci untuk kembali mendapatkan kebahagiaan dan cinta yang didambakan. Menurut Adjie, pada saat seseorang sudah mampu menerima apapun yang dia alami dalam hidup, maka pikiran dan hatinya akan tergerak untuk mencari jalan keluar. Ibarat sebuah bendungan yang tersumbat, ketika penghambatnya disingkirkan, maka air akan kembali mengalir dengan lancar.

Meditasi ibaratnya mengajak kita pulang ke rumah. Setiap kali kita kembali menyapa dan bersentuhan dengan diri kita sendiri, segala kondisi menjadi baik untuk kita sehingga kita dapat hadir di kehidupan masa sekarang. 

Teknik meditasi secara ilmiah terbukti membantu meningkatkan aktivitas otak yang mengarah pada munculnya perasaan sayang dan kesadaran diri, serta mengurangi laju aktivitas bagian otak yang berhubungan dengan munculnya rasa stres; seperti yang dilansir oleh tim peneliti dari Massachussets General Hospital. Sebanyak 16 partisipan diminta melakukan meditasi selama delapan minggu, dan kemudian direkam aktivitas otaknya.

“Meditasi sudah digunakan orang sejak lama untuk membantu menyeimbangkan diri. Namun kemudian banyak yang salah kaprah, mengira bahwa ini hanya khusus untuk agama tertentu. Padahal sebenarnya tidak demikian. Meditasi bisa dipelajari dan dilakukan oleh siapapun,” ujar Adjie Silarus.

“Kita tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk mengembalikan kesadaran terhadap makna penerimaan diri. Cukup sisihkan waktu barang satu menit, atur posisi duduk Anda, tegakkan posisi punggung, dan mulailah mengatur pernapasan. Lepaskan keinginan untuk melawan, dan biarkan tubuh serta pikiran Anda rileks sejenak. Inilah yang disebut Meditasi, yakni sebuah cara untuk membantu kita menyadari dan menerima diri sendiri apa adanya,” ujar Adjie.

Meditasi membantu kita menikmati masa kini, bukan sebagai sosok yang hidup di masa lalu maupun di masa depan. 

Manajemen Adjie Silarus, 268ED6C1

Inilah Alasan Mengapa Indonesia Butuh Media Digital


Era digital, begitu kita menyebut zaman sekarang karena hampir semua sendi kehidupan telah terbantu oleh perangkat teknologi. Internet tidak hanya berfungsi sebagai sarana sumber informasi dan korespondensi, namun telah menggeser perilaku silaturahmi face to face menjadi silaturahmi jarak jauh melalui sosial media. 

Indonesia termasuk negara dengan pengguna media digital yang cukup signifikan. Sebut saja dari segi jumlah pengguna media sosial seperti Facebook dan Twitter. Menurut SocialBakers, situs yang mengkhususkan diri untuk soal statistik media sosial, Indonesia menempati peringkat ke-4 di dunia, dengan prosentase pengguna aktif mencapai hampir 20 persen dari total populasi. Sedangkan untuk jumlah pengguna Twitter, Forbes (The World’s Most Active Twitter City? You Won’t Guess It), pada 30 Desember 2012 telah menobatkan Jakarta dan Bandung sebagai kota dengan pengguna Twitter terbesar nomor satu dan enam di dunia.


Selain karakter masyarakat Indonesia yang cenderung ramah, mudah berkomunikasi, kemudahan akses internet dan teknologi digital lainnya turut mendukung maraknya sosial media di Indonesia. Angka pengguna sarana digital sebesar itu, seharusnya memicu perkembangan media digital melesat lebih cepat. Namun kenyataannya, di Indonesia media digital belum banyak dimanfaatkan untuk keperluan di luar ajang sosialisasi. Patut disayangkan jika lembaga-lembaga penyedia layanan masyarakat, pendidikan, industri, dan bisnis, hampir bisa dibilang semuanya belum melek media digital. 
Salah satu penyebab utamanya adalah cara berpikir masyarakat yang belum banyak beranjak dari segi fungsi. Mereka lebih sering berpikir untuk sekadar menggunakan, meniru, atau mengikuti tren, tanpa mengeksplorasi penggunaan media digital lebih jauh,” ujar Razi Thalib, CEO Bridges and Balloons Digital Agency ini.

Menurut Razi, seharusnya masyarakat mampu memanfaatkan media digital dengan fungsi lebih jauh, misalnya untuk menyebarkan konten yang menjalin loyalitas, menghemat waktu, dan memberikan solusi untuk keperluan sehari-hari. “Sayang sekali jika kita hanya berhenti sekedar sebagai konsumen, tanpa memanfaatkan akses dan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi digital untuk berkarya. Padahal potensi yang dimiliki negara ini sangat besar,” urai Razi lagi.

Penggunaan media digital oleh para pelaku bisnis saat ini kebanyakan hanya berhenti pada target sekadar untuk meraup jumlah pengunjung sebanyak mungkin, jika memiliki social media kebanyakan mereka hanya berkonsentrasi pada bagaimana memperbanyak followers. Jarang ada pemikiran lebih jauh, misalnya menggunakan desain dan konsep interaksi untuk mengubah pengunjung menjadi pembeli setia.

“Misalnya Anda punya produk berupa cokelat. Yang layak Anda lakukan selain menjualnya, adalah mengedukasi konsumen tentang produk itu. Bagaimana mengenali cokelat berkualitas tinggi, dari penampilan, aroma, dan rasanya. Lalu informasikan tentang konsep Fair-Trade, di mana para petani bisa menjual hasil kebun cokelat mereka dengan harga layak dan tidak dipermainkan oleh pasar. Ciptakan sebuah kesadaran, bahwa ada sisi lain dari bisnis Anda yang menyentuh aspek kemanusiaan atau lingkungan. Juga gambarkan mengapa sangat penting bagi konsumen untuk mendukung perusahaan yang memiliki idealisme, dan tidak semata-mata berbisnis,” ujar Razi.

Menurut Razi Thalib, sudah saatnya para pengguna media digital di Indonesia mengoptimalkan teknologi ini dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak lagi sekadar sebagai pemakai, namun juga menggunakannya sebagai media untuk mengedukasi masyarakat, merubah cara berpikir, memberikan solusi, serta mendorong mereka ke arah perubahan yang lebih baik.

Personal Branding Agency, Indscript Creative




Monday, May 6, 2013

Jaga Iman Tidak Jebol, Hentikan Miras & Minol !


        "Mama, bapak itu mabok" bisik Rafi sepulang kami berbelanja sambil melirik tetangga baru sebelah rumah .
Saya kaget dua kali : kaget karena Rafi, 8 tahun mampu mengenali botol yang dijajar si tetangga adalah jenis minuman keras, kaget  kedua karena selama ini perumahan kami aman, tidak ada berita negatif apapun hingga sosok ini muncul.
Media massa era digital memegang peranan penting dalam menyebarluaskan pengetahuan tentang minuman keras, berita TV tentang sweeping sejumlah organisasi massa terhadap minuman keras terutama saat Ramadhan rupanya membuat anak-anak mencermati diam-diam. Peran orangtua harus lebih optimal agar pengetahuan tentang jenis minuman beralkohol diimbangi dengan pemahaman bahaya minuman memabukkan itu sendiri, alhamdulillah pemahaman tentang agama kami ajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Parahnya sosok si tetangga tadi lagi-lagi kami pergoki usai berpesta minum di depan rumah tetangga lainnya, saya berpesan kepada suami jika menyaksikan hal yang sama lebih baik segera lapor polisi. Untungnya peristiwa yang sama tak terulang, karena tetangga baru tadi akhirnya mengalami kecelakaan parah (menurut anak sulungnya musibah itu terjadi karena si bapak mengendarai motor dalam keadaan mabuk sepulang kerja). 

(Hasil sweeping aparat kemanan. Sumber detik.com)
           Awalnya saya mengira hanya Al Quran yang memuat larangan mengkonsumsi minuman keras, ketika teman sekantor yang kebetulan non muslim didiagnosa menderita batu ginjal dan harus melalui tindakan operasi, saya tak heran, kabarnya hal itu dipengaruhi kebiasaan suka minum-minuman beralkohol. Saat mengunjunginya saya tegur dengan bercanda “Pak Ucok sih, hobi minum bir, ga ada larangan ya di kitabmu”. Dia menjawab “agama apapun melarang minum minuman keras Non” “lho kenapa pak Ucok kok tetep minum ?” “lha namanya kebiasaan”.
            Meski minuman beralkohol menyebabkan kehilangan pikiran sehat hingga memicu tindak kriminalitas dan merusak fungsi organ tubuh, ternyata sebagian besar masyarakat kita kurang memahami bahaya minuman beralkohol, mengapa ?
1. Kurangnya keimanan, semakin tinggi kualitas iman seseorang semakin kuat pula keyakinannya mematuhi perintah Tuhan termasuk menjauhi laranganNya.
2. Menganggap minum minuman beralkohol adalah kebiasaan.    Parahnya seringkali minuman tradisional yang memabukkan seperti arak, ciu dianggap sebagai bagian dari adat.
3.  Alasan menghormati teman, pengaruh lingkungan. Nongkrong,  tanpa tujuan jelas sering menjadi penyebab mabuk rame-rame seperti yang sering kita baca di koran.



Di sinilah peran media mempengaruhi wawasan sang pembaca, berita kriminalitas akibat mabuk yang muncul di media massa bisa saja menginspirasi oknum tak beriman untuk melakukan hal yang sama. Ada baiknya media memberitakan bahaya dari minuman beralkohol melalui rubrik kesehatan atau jika perlu memasang iklan layanan masyarakat: “meminum minuman beralkohol dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga gangguan menahun pada liver, jantung atau meninggal mendadak” Atau kalau masih kurang seram ditulis saja besar-besar : “Mabuk menyebabkan anda menderita sirosis hati hingga gangguan mental, perawatannya menghabiskan biaya puluhan juta, mending kalau anda orang kaya atau bisa mati dengan segera, matipun tetap sengsara jika masuk neraka”.
         Berdakwah lewat pengajian mungkin tidak langsung mengenai sasaran, namun menyampaikan pesan melalui tontonan yang dikemas menawan tentu meninggalkan kesan seperti salah satu episode sinetron inspiratif Para Pencari Tuhan saat emak si Juki sebagai penjual Miras dan mengabaikan nasehat Juki untuk menghentikan mencari nafkah tidak berkah akhirnya mengalami keguguran. Satu hal yang patut diwaspadai, iklan minuman keras mulai beredar di sosial media, masih ingat iklan miras terselubung dalam banner yang harus dipasang di lomba blog ? sekarang fanpage miras merk internasional sering mengadakan kontes di facebook dengan persyaratan vote like, semakin banyak peserta berlomba mengumpulkan voting semakin menaikkan pamor fanpage tersebut di mata penggemar dunia maya yang didominasi remaja, waspadalah dari sekedar rasa ingin tau produknya apa bisa terjerumus dalam tindakan coba-coba.
        Lalu bagaimana peran pemerintah ? mengapa pabrik minuman keras baik tradisional maupun manca merajalela ? diskotek yang identik dengan minuman keras bisa berdiri dengan bebas, jika alasannya penyerapan tenaga kerja, masih banyak investasi bermanfaat seperti  industri farmasi atau obat tradisional, jamu dan ramuan herbal. Sosialisasi akan bahaya miras perlu dilakukan secara intensif, melalui pendekatan di Karang Taruna, Puskesmas atau kantor desa. Bahasa sosialisasi "hindari minum tuak, arak, ciu, JW, G, TM bahayanya sama besar dengan mengkonsumsi Narkoba,  membuat anda kehilangan masa depan, cinta hingga nyawa," lebih to the point daripada : "minuman beralkohol adalah hasil fermentasi tanaman serealia melalui proses pendidihan, didestilasi kemudian dimatangkan dalam ruang penyimpanan".
           Pemerintah, bergeraklah, aparat keamanan jangan kalah tegas dengan organisasi massa, selain razia di penjaja eceran dan tempat hiburan malam, payung hukum yang melarang peredaran minuman keras harus ditegakkan, perlu dilakukan pendekatan terhadap pengusaha minuman beralkohol untuk mengkonversi pabriknya menjadi penghasil produk yang lebih bermanfaat bagi kehidupan. Aturan di toko besar, supermarket, minimarket : "anda harus berusia minimal 21 tahun untuk membeli minuman ini" tidak layak diterapkan di negara berTuhan, jika Tuhan melarang umatNya minum minuman keras mengapa pemerintah melegalkan peredarannya secara bebas ?. Ataukah Indonesia telah mengalami degradasi menjadi negara tak berTuhan ?.
Mari berjuang menyelamatkan anak bangsa dari jahatnya Mirasantika (pinjam istilah Bang Haji Rhoma) bersama Gerakan Anti Miras Indonesia.

Thursday, May 2, 2013

Make Over Yourself with Ermalen Dewita


Make Over penampilan fisik dengan bantuan make up dan perawatan tubuh bisa dilakukan salon kecantikan manapun, namun inner beauty hanya mampu dimaksimalkan melalui pelatihan Make Over kemampuan diri secara maksimal.
Ermalen Dewita, atau biasa dipanggil Dewi, adalah seorang Motivator Pemberdayaan Diri. Ia aktif memberikan pelatihan pengembangan diri, baik bagi instansi, perusahaan, maupun untuk umum. Pelatihan ini bertujuan untuk memandu seseorang menggali potensi dirinya menjadi diri yang sesungguhnya, sehingga dapat menjadi yang terbaik dalam setiap bidang kehidupannya. Dalam pelatihan yang bertajuk Make Over Yourself with Ermalen Dewita ini, setiap peserta akan dipandu untuk menggali Power dari Mind (pikiran), Body (tubuh), dan Soul (jiwa). Ketiganya adalah unsur penting yang tak terpisahkan dalam diri seseorang.


“Pikiran adalah lentera jiwa. Benahilah pikiran untuk menerangi jiwa Anda. Anda dapat memulai dengan mengarahkannya ke arah yang jelas. Dengan demikian, kita dapat membedakan mana pilihan yang sesuai atau tidak dengan kita, sehingga kita dapat menentukan langkah terbaik dalam jalani hidup. Sedangkan jiwa adalah energi dalam diri. Bila diibaratkan kendaraan, jiwa adalah mesin  dan tubuh adalah casing-nya. Seringkali keberadaan jiwa tidak disadari. Dengan menggali kekuatan jiwa atau soul power, kita dapat mengakses kekuatan energi tersebut dan menggunakannya untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Tubuh ibarat istana bagi jiwa dan pikiran, yang perlu dirawat dan dilatih agar dapat berfungsi selaras dalam diri kita,” ujar Dewi.

Melalui pelatihan Make Over Yourself with Ermalen Dewita, Dewi mengajak para peserta meningkatkan kesadaran diri sebagai ciptaan Tuhan, mengenali potensi terbaik dari dalam diri, menerima segala kekurangan dan kelebihannya, membuat goal setting sesuai passion, meningkatkan power dari dalam diri, memperkuat perasaan syukur, ikhlas dan bahagia. Dalam pelatihan tersebut, Ermalen Dewita  juga memberikan teknik mengakses pikiran bawah sadar dan teknik penyembuhan (healing) sebagai media alternatif untuk mencari pemecahan masalah atau menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, Anda dapat belajar memahami diri sendiri, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Anda akan menyadari bahwa sebenarnya Anda mampu melakukan banyak hal, yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan. Motivasi dan kepercayaan diri Anda akan tumbuh dan menguat, seiring dengan pemahaman diri yang semakin baik. Inilah yang dimaksud dengan Make Over, yakni sebuah perubahan yang menyeluruh terhadap diri dan pribadi,” ujarnya.

Ermalen Dewita dapat dihubungi melalui emailnya di ermalendewita@gmail.com, fans Page Facebook Ermalen Dewita Full atau melalui twitter @ErmalenDewita. Dewi membuka kesempatan bagi siapa saja yang menginginkan informasi lebih jauh tentang pelatihan Motivasi Diri, atau melakukan perombakan positif terhadap diri melalui pelatihan Make Over Yourself with Ermalen Dewita

Pin BB : 289875C1
HP : 0811-9626-57
Fans page fb : Ermalen Dewita Full
Twitter : @ErmalenDewita