Google+ Followers

Wednesday, May 1, 2013

Alhamdulillah Tembus Gagasan - Jawa Pos juga

Alhamdulillah dihibur Allah dengan "La Tahzan" setelah sempat beberapa hari dilanda galau karena kesulitan keuangan.
Maret lalu saya ga kebingungan mikir penghasilan pengganti gaji karena pas rezekinya lumayan lancar, ada hadiah rupiah cukup "mempesona" dari kontes Foto Boncabe, komisinya Cloap Afiliasi juga OK, trus honor Resensi Kompas bulan Februari bisa kepake.
Resensi Anak Kompas kirim ke kompas@kompas.co.id, dimuat 24 Februari 2013


Lha bulan April ini banyak gagal di lomba menulis dan kuis yang berhadiah uang tapi tetep bersyukur masih terima komisi Cloap Afiliasi lagi (belum di cek sih), sementara dari beberapa media yang saya kirimi naskah baik itu Cerpen atau Resensi malah belum ada kabarnya.

Sumpaaah, bingung gimana ntar menunaikan kewajiban di bulan Mei-Juni ya..
Ndilalah kersaning Allah dijawab dengan dimuatnya naskah saya di Gagasan pas 1 Mei 2013, padahal udah sekian puluh kali kirim belum tembus juaa. 
Begitu penasarannya sampai saya buka sent item di email ngitung berapa kali ya kirim naskah untuk rubrik Gagasannya Jawa Pos , total ada 20 naskah saya kirim sejak September 2010 dan sepertinya baru yang ke-21 ini dimuat (maklum ga langganan dan seingat saya ngga ada transferan masuk :D).

Mumpung momennya Hari Buruh yah modal nekad - seperti biasa- nulis naskah tentang Hari Buruh siapa tau ada keajaiban si mantan buruh, alhamdulillah naskah ke 21 benar-benar rezekiku, lumayan surprise nulis langsung kirim di tanggal 30 April pagi kok ya langsung dimuat 1 Mei.

Karena harapan dan tulisan kadang menjelma menjadi doa, saya lagi-lagi berharap mampu menulis artikel yang memenuhi kualifikasi tembus rubrik Opini Jawa Pos, maklum banyak naskah gagal di lomba menulis siapa tau bisa  diutak atik menjadi sebuah artikel opini (semoga terijabahi segera aamiin)
 Naskah Gagasan 250 kata, kirim ke opini@jawapos.co.id sertakan CV,nomor rekening,NPWP dan no telepon. Kalau Opini sekitar 850 kata.

Menurut teman yang sudah berpengalaman tembus Gagasan honorarium - yang besarnya bervariasi, ada yang dapat 150 ribu ada yang 200 ribu - turun sekitar 2 minggu setelah dimuat (kalau Kompas Anak tempo hari cuma 2 hari udah cair).
Aah lagi-lagi Allah sedang menyentilku  ..."janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir". QS Yusuf : 12.

Hmm dimuatnya naskah ini juga menambah pengalaman saya tentang tugas redaksi atau editor karena dengan sedikit editan dari redaksi, tulisanku jadi lebih nendang dibaca. Aslinya seperti ini :

Riuh Hari Buruh

1 Mei ditetapkan menjadi Hari Buruh Internasional berdasarkan Kongres Sosialis Dunia di Paris pada 1889. Sejak itu hari buruh terbiasa diperingati dengan demonstrasi, terutama di Indonesia. Sayangnya tak jarang demonstrasi yang ditujukan untuk memperjuangkan hak buruh berlangsung anarkis dan merugikan pengguna jalan. Menurut KBBI yang dinamakan buruh adalah orang yang bekerja kepada orang lain demi mendapatkan upah. Yang patut disoroti demo buruh selama ini berkisar hanya memperjuangkan UMK, padahal pengguna jalan yang dirugikan saat demonstrasi besar-besaran digelar tak hanya buruh pabrik, ada para kru kendaraan umum, petani, pedagang, guru sekolah swasta, guru dan tenaga honorer, pekerja sosial yang penghasilannya tidak tergantung pada besaran UMK.
Meninjau kembali esensi Mayday, penetapan Hari Buruh pada 1 Mei saat itu adalah memperjuangkan hak buruh untuk bekerja sehari maksimal 8 jam karena sebelum demonstrasi besar yang memakan korban jiwa di tahun 1886 buruh pabrik harus bekerja hingga 12-15 jam sehari tanpa upah tambahan. Sayang jika di masa sekarang Mayday diperingati dengan merugikan banyak orang. Sudah waktunya kebiasaan demonstrasi di 1 Mei diubah menjadi sesuatu yang lebih positif, perlu pertimbangan pemerintah dan kebijakan perusahaan untuk meliburkan kegiatan perusahaan pada Mayday, diganti dengan pelatihan demo masak atau latihan kewirausahaan yang tentunya lebih bermanfaat bagi masa depan buruh kelak untuk menghidupi keluarga jika tak lagi bekerja atau terjadi PHK.


11 comments:

  1. Alhamdulillah, kalau rezeki memang ngga akan tertukar mba dwi. Keren deh bisa nembus media teruuus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, kado manis dari Allah setelah nangis-nangia :), walah ini naskah ke 21 mbak baru dimuat, kala mbak Windi itu jelas kereeen jawaranya lomba menulis :D
      Thank you udah mampir mbak :)

      Delete
  2. waah selamat yaa
    kalo udah rejeki gak kemana'

    makasi banyak info pengiriman emailnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Zen, mudah-mudahan sharing info email addressnya bermanfaat :))

      Delete
  3. selamat mbak Dwi... panjenengan niki benar2 beruntung sering menang kuis dan syukur bisa dimuat. semangatnya luar biasa udah 20x kirim ... hehe rejeki emang ga kemana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehehe Moocen, mungkin redaksinya juga ngitung, dan kasian kalau naskah ke 21 gak dimuat juga hihihi

      Delete
  4. mas, saya pernah tembus gagasan jawa pos.tapi kok g masuk ya honornya?

    ReplyDelete