Google+ Followers

Friday, May 31, 2013

Doyan Nulis Bersama Ibu-Ibu Doyan Nulis

Orang bilang zaman sekarang, zamannya social media, dari facebook, twitter hingga instagram hampir semua orang punya namun saya termasuk yang lambat berfacebook ria, karena baru di tahun 2009 saya buka akun, itu pun karena teman semasa kuliah saya mengajak untuk create akun facebook, awalnya saya ogah-ogahan, apapula untungnya pikir saya. Karena ajakan teman-teman yang intensif akhirnya saya buka akun FB juga. Dan…jadilah saya seprti orang kemaruk facebookan , alias super narsis tak karuan, update status gak jelas hingga upload foto keluarga.  Akhirnya bosan juga dengan aktivitas nggak jelas itu lalu saya mulai mencari sesuatu yang lebih menarik di facebook, ah asyik juga ikut teman-teman menjadi follower penerbit-penerbit yang sering mengadakan kuis berhadiah buku. Tak cukup di kuis saya sering mendapat tag info-info lomba menulis. Menulis ? apa saya bisa ya ? bisanya menulis status, pernah ikut kuis semi menulis dongeng di salah satu akun penerbit eh nggak menang. Tapi tak ada salahnya mencoba. Saat itu ada tag dari teman untuk ikut menulis tentang cerita atau dongeng anak di salah satu grup FB yaitu Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. Wah inilah pengalaman pertamakalinya bagi saya bergabung di sebuah grup menulis, waktu itu nama grupnya masih tanpa kata Interaktif dan anggotanya belum sebanyak sekarang yang sudah mencapai enam ribuan. Saya pun sempat salah menyebut nama foundernya sebagai Indrani Mastuti padahal kan seharusnya Indari Mastuti ..hihihi dasar saya katrok bener nggak scroll down atau mempelajari situasi. Alhamdulillah ternyata dongeng hasil reka ulang naskah saya yang gagal di kuis malah bisa lolos sebagai salah satu naskah dalam buku yang sekarang dikenal dengan judul “50 Cerita Binatang dan Tokoh Lain yang Inspiratif " dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama di tahun 2012...wow waktu yang cukup lama untuk menerbitkan sebuah buku, 2 tahun!. Dan hingga saat ini, ini satu-satunya antologi saya yang diterbitkan GPU, terimakasih untuk IIDN.

Terus terang meski tidak terlalu aktif di IIDN saya cukup senang sebagai salah satu anggotanya, terutama karena saya banyak mendapatkan info kepenulisan, tentang alamat-alamat media massa dan sebuah kejutan pernah saya terima ketika kisah lucu Rafi anak saya dimuat di sebuah media saya mendapat bingkisan buku dari IIDN sebagai hadiah menembus media pertamakali. Saya pun terinspirasi menjadikan Teteh Indari Mastuti sebagai profil wanita inspiratif yang saya angkat dalam sebuah event "100 Kekuatan Cinta Wanita" yang diadakan sebuah perusahaan consumer goods ternama. Alasan saya sederhana saja karena saya ingin memberikan sumbangsih bagi IIDN karena bagi wanita inspiratif yang terpilih, panitia menjanjikan liontin emas dan sejumlah uang yang dikonversi dari besarnya vote dan diserahkan kepada komunitasnya, sementara bagi penulis profil hanya mendapatkan sabun cuci piring. Nah proses vote inilah saya merasa kesulitan, mengumpulkan vote seratus biji saja di IIDN yang beranggota ribuan orang ternyata susah setengah mati, untung ada teman kuis hunter yang membantu sehingga persyaratan jumlah vote minimal 100 biji sebelum tulisan dinilai juri pun tercukupi dan meski tidak masuk 10 besar wanita inspiratif, Teh Indari Mastuti masuk di 100 besar wanita inspiratif dan menerima kenang-kenangan liontin emas tersebut, sekali lagi selamat ya Teh.

Kini IIDN semakin berkembang pesat, dari sekedar grup menulis dan menelurkan beberapa proyek antologi serta buku-buku solo karya ibu-ibu yang super kreatif di bawah naungan agency naskah Indscript Creative, ia kian berkibar dengan menyelenggarakan lomba menulis yang seringnya digawangi oleh sang Markom wanita nan gagah perkasa meski diterpa badai kehidupan yang melanda, dialah salah satu idola saya di dunia komunitas IIDN raya : LygiaPecanduHujan. Saya tak pernah ketinggalan memeriahkan lombanya (eh yang lomba menulis Rendang saya nggak sempat ikutan), tapi di IIDN rezeki saya rupanya masih yang berbau kuis (seperti kuis foto bersama buku karya anggota Komunitas IIDN), lomba menulis belum ada kenangan manis :). Dari lomba menulis artikel susu Sulostrum hingga Anmum Bunda Inspiratif semuanya gagal tapi saya senang bisa berpartisipasi.
Komunitas IIDN tak hanya berhenti di lomba menulis tetapi kini mengembangkan sayap di dunia blog yang tengah naik daun, bahkan mencanangkan Personal Branding Awards yang memberi kesempatan blogger untuk berlomba menulis artikel mengacu pada Press Release yang dikeluarkan oleh blog Indscript Creative, sebagai pecinta lomba tentu saya terpacu mengikutinya namun hampir lima bulan lomba berjalan tak kunjung menang juga #saya payah banget yah, berbeda dengan lomba blog lainnya pemenang di Personal Branding Awards ternyata tak dibatasi menang hanya sekali untuk memberi kesempatan bagi peserta lainnya, meskipun saya senang bisa punya bahan untuk update blog dan mendapatkan ilmu tentang banyak hal dari lomba Personal Branding Awards ini, saya jadi berpikir ulang untuk terus mengikuti lombanya, maklum saya hanya mampu mengisi pulsa modem 50 ribu sebulan dan kuota internetnya sangat terbatas, jika tidak ada kesempatan menang dan jurinya sudah terlanjur cinta dengan gaya tulisan tertentu, lebih baik saya skip saja hehehe….tapi saya tetap mengacungkan dua jempol untuk Personal Branding Awards ini, kliennya makin bertambah saja dari hari ke hari semoga membawa kesuksesan bagi para semua anggota IIDN di masa depan, insyaallah bersama kita bisa (kok jadi mirip Jurkam :D).
Apalagi dengan ditunjuknya mbak Nunu El Fasa sebagai duta buku serta mbak Dwi Dira Rahmawati, mbak Nurul Habeeba dan siapa lagi satunya ya …sebagai duta blog, IIDN jadi wow banget, hanya saja yang saya perhatikan postingan di IIDN tidak lagi teratur seperti dulu ya, padahal di grup masih ada tertera jadwal SENIN – SABTU tentang jadwal kelas, sepertinya sudah banyak yang tidak terupdate seperti dahulu. Namun bukan berarti tak ada kegiatan di IIDN buktinya IIDN per wilayah selalu ada saja aktivitas positifnya, saya pernah mengikuti kegiatan kunjungan IIDN Jawa Timur yang dikomandani mbak Nunu El Fasa ke Graha Pena- Jawa Pos

Seruuu banget acaranya dan kebetulan atau bukan berkat mencantumkan informasi “anggota Komunitas Ibu-Ibu Doyan NulisInteraktif” di naskah rubrik Gagasan yang saya kirimkan ke Jawa Pos, kiriman naskah ke 21 inilah yang dimuat :)

Yap, facebook, social media layaknya dua sisi mata uang jika kita hanya menuruti hawa nafsu, mengisinya dengan hal-hal sekedar membuang waktu kita pun tak mendapat apa-apa, namun jika kita bijak dan memilih aktivitas positif seperti bergabung dengan grup menulis atau sekedar mengikuti kuis (paling tidak kan kalau pas lagi rezeki dapat hadiahnya hihihi) tentu kita akan merasakan manfaatnya bagi kehidupan kita.

Selamat Ulang Tahun yang ketiga IIDN, maju terus komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis Interaktif, membimbing ibu-ibu Indonesia menjadi semakin kreatif.

1 comment:

  1. Untuk para ibu - ibu semangat menulisnya yah hehhheehehe
    nice blog :)

    ReplyDelete