Google+ Followers

Friday, December 15, 2017

Pendekar 212 Tanpa Kapak Naga Geni

Beberapa minggu belakangan laptop saya ngadat. Awalnya cuma keyboardnya doang. Satu baris yang segaris dengan huruf QWERTY ga bisa diketik. Ihik sampai buat nulis kudu kopas huruf dari artikel-artikel sebelumnya. bayangin kalau mau ngetik WERTYQ maka saya harus kopas huruf itu satu satu dari artikel dan stok tulisan yang lama.

Ya udah bawa ke tukang servis katanya kena sekitar minimal 50 ribu. walah ya dah ga jadi.Mending beli baru yang standard 80 ribu aja. Ok lanjut ngekuis dan nulisnya. 

Ngga bertahan lama eh lha kok gagal start ya. Tiap kali muncul logo Windows lalu pettt mati. Pernah muncul peringatan ada file yang dicurigai sebagai malware. Saya coba delet dengan sistem virus ga mempan. Besoknya makin susah untuk nyala.

Kata si Papa coba baterainya dibuka, lepas, tutup lagi. Lalu saya praktekin eh bisa. Besoknya lagi cara itu sudah ga bisa dipakai. Maka laptop Dell Inspiron N 4010 andalan kesayangan sejak 7 tahun lalu ini dibawa ke bengkel laptop. Lucunya sampai sana si lepi bisa nyala dengan hepi. Dua kali dicoba tetap bisa nyala tanpa gangguan. Bikin keki. 
Lah cuma dua hari saja bisa nyala dengan lancar sekarang kopyor lagi. Mogok nyala. Sedih rasanya. Mau perbaiki kudu nunggu si Papa yg sekarang kerjanya di luar kota. berangkat sendiri kudu ngojek online ...trus nantinya siapa yang nemenin si kecil.Ya wis nrimo aja nunggu si Pa datang.

Ketika Laptop Ngadat maka Freelancer Bagai Pendekar 212 Tanpa Kapak Naga Geni.
Smoga ada rezeki untuk perbaiki, biar ga ubek2 tabungan buat beli laptop baru
Sekian artikel curhat kali ini (ditulis dengan laptop yang rewel)

Monday, December 4, 2017

Cerita #LiburanSantri (Gontor)

Posting kali ini khusus untuk mencatat "hikmah" yang dicatat emak selama masa libur si santri. Yup. Santri Gontor (kecuali kelas 6 dan yang mukim) berlibur semester awal sejak tanggal 28 November hingga tanggal 7 Desember. Gontor punya kurikulum sendiri - KMI, sehingga tidak berada di bawah program Diknas termasuk penyelenggaraan pengajaran dan masa libur

Catatan #1
Santri yang baru menginjak lantai rumah beberapa jam mencoret-coret buku adiknya.
Emak Kepo pingin tau apa yang dia gambar.
Ternyata ia bisa menulis ini tanpa melihat Al Quran. Padahal emaknya bisa apa.

Haru biru..
Semoga Istiqomah ya Nak


Catatan #2
Masih teringat*cubitan santri di liburan kenaikan kelas yang baru lalu: "pegang Al Qur'an itu diangkat Ma, jangan dipangku..adabnya mana..baca kitab suci kok tempatnya direndahkan"
"Berdoa itu adabnya mengangkat tangan Ma.. minta-minta kok Ga niat πŸ˜‚πŸ˜‚"

Liburan kali ini Emaknya belajar adab yang baru lagi:
#Ma, aku tadi disapa tetangga: mas Rafif kok tambah bagi kurus..
Aku agak gimana gitu ya..
#Ya jawab aja saya bukan tambah kurus Bu tapi makin tinggi atau karena saya banyak olahraga (ya maklum kalau orang luar Ga bakal tahu bagaimana full activity di pondok si Mas dan jeda dari satu kegiatan ke kegiatan lain harus diisi dengan berlari'
#Ma.. adabnya kalau ngga suka dengan omongan atau teguran orang itu ya diam saja... khawatir nanti jawaban kita malah membuatnya tak suka karena kita sebal menjawabnya ( oolala..catet)

Dan Emak juga takjub bahwa santri pun punya adab "berdandan
"aku pakai baju yang ini saja biar matching dengan sarung dan sajadah..warna yang bertabrakan itu kan gak enak dilihatnya"
"Ma...belikan aku Pomade biar rambut ku rapi dan wangi kan enak ngelihatnya (yaelah rambut cepak model tentara itu pun masih butuh minyak rambut jugaπŸ˜‰)

Catet...mondhok itu Ga berarti Ga stylish karena diajarkan cara mematut diri tanpa berlebihan. Mondhok itu Ga cuma baca kitab kuning atau hafalan hadits dan Al Quran karena diajarkan bagaimana mendahulukan adab daripada ilmu pengetahuan.
Coba tengok orang yang berilmu tinggi tapi Ga punya adab..pasti menyebalkan bukan? Sementara orang yang ilmunya biasa-biasa saja tapi beradab..jadi enak dipandang dan diajak berbincang-bincang😎
Dan makin takjub waktu usai periksa ke dokter pamitan pakai cium tangan (bu dokter yang sudah sepuh sampai melongo) - kok pakai cium tangan segala sih fiiii ini kan sekedar interaΔ·si dokter dan pasien. Ma...ini adab menghormati yang lebih tua *alamaaak
Maturmuwun Gusti Allah...saya.. emak-emak yang kurang beradab dan fakir ilmu masih diberikan kesempatan belajar dari anak-anak yang masa depannya masih terbentang lebar ...berharap ridhaMu. Semoga mereka dan kami bisa Istiqomah dan kelak berakhir Husnul khotimah..

Catatan #3


Kebersamaan itu: membelanjakan voucher makan hadiah kompetisi Instagram Tempo hari pun menunggu santri liburan. Meski kalau pas bisa kumpul berempat pun tetap makan bareng tanpa perlu ke restoran😘😎
Di pondok si santri diajarkan panca jiwa yang salah satunya adalah 'kesederhanaan" meski gak ikut mondhok tapi yang menjadi menu kami sehari-hari mirip-mirip lah dengan menu santri πŸ˜˜πŸ˜‹
Sebab "lezat' itu bukan karena seberapa mahal makanan yang dinikmati melainkan bagaimana bisa menggemakan rasa syukur di dalam hati .πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡



Thursday, November 16, 2017

Posting Ala-ala Lambe Turah



Ceritanya hari ini saya ter#LambeTurah. Gegara News Feed Facebook yang ajrut-ajrutan dari banyak tema mulai Rina Nose, Umi Pipik sampai Traveloka eeeh saya malah jadi KEPOIN akun IG Lambe Turah. Wkwkwk apa hubungannya coba.  Lalu saya pada suatu titik yang...EMBUH ...kok ya pengen posting seperti ini di IG shared Facebook saya:


Pernah ketemu orang model EGP?
😣 Eh kamu tau gila banget si Rina Nose lepas jilbab. Hidayah memang datang pada orang yang tepat 😎 Rina Nose siapa? Orang Inggris punya marga juga kah? Nose..nama marganya? (Nose jadi nama marga?πŸ˜‚)
πŸ˜’ Pssst Umi Pipik kabarnya jadi istri kedua..duuuh apa kabar cadar?
😎 Umi Pipik? Uminya si Udin itukah yang suka bawa tas biru lucu ke sekolah? (Dipikirnya wali murid sesama Umi-Umi πŸ˜‚)
πŸ˜₯ Kamu... sudah uninstall aplikasi travelling yang owner-nya Ga punya sopan santun dan tenggang rasa itu?
😎 Hadeeuh aplikasi apa lagi? WA, Facebook, Twitter, Instagram saja sudah membuat Hpku susah pengennya un-install dunia Maya tapi laah salah satu jalan ngais rezekinya dari situ - situ juga (edisi benci tapi rindu sama dunia mayaπŸ˜‚) Kadang kepikir disitulah nikmatnya jadi orang EGP. Dilihat dari segi positifnya saja..ogah terseret arus pusaran yang melenakan.

Sebab manusia sering lupa bahwa yang dipertanggungjawabkan di depan mahkamah akhir kelak adalah amal perbuatannya sendiri bukan si A, si B atau si C.

Sebab manusia sering lupa bahwa iblis seringkali menggoda bukan untuk berbuat maksiat dan kejahatan nyata tetapi dengan dosa syirik kecil yaitu riya'.. membisikkan bahwa kita lah yang paling benar dan paling taat.

Kapan ya bisa jadi manusia EGP tapi sigap mengulurkan bantuan pada yang membutuhkan.

Kapan ya bisa memaafkan orang-orang yang mendzalimi sehingga tak tersisa sedikitpun rasa benci di hati.

Kapan ya bisa jadi manusia yang dirindukan surga.

BTW postingan itu bukan nyindir siapa-siapa ( bagi yang kesindir juga gak dilarang etapi tolong maafkan saya jika menyindir anda sekalian dengan sengaja maupun tidak :D)..., tapi curahan hati saya sendiri yang kadang lelah dengan diri ini capek juga baca news feed. Kadang-kadang gampang banget emosi dan sakit hati. Padahal kalau sudah "sok merasa didzalimi" saya bisa tandai itu orang berhari-hari. Trus suka nyari-nyari kesalahannya di masa lalu selain kesalahan "mendzalimi saya. Padahal sudah sering baca kisah tentang seorang sahabat Rasulullah Abdullah bin Amr yang masuk surga bukan karena berapa jus di baca Al Quran tiap hari, berapa rokaat sholat sunnah yang dia dirikan, berapa hari ia habiskan untuk berpuasa, berapa banyak yang ia sedekahkan pada kaum dhuafa. Namun karena ia tak pernah memendam kebencian pada seseorang.

Maka ya sudahlah saya tulis sekali lagi untuk muhasabah, semoga menjadi pengingat diri sampai kapan pun juga. Belajar jadi orang sabar termasuk sabar dengan ruwetnya news feed dunia maya hahaha.

Etapi ada yang menarik karena sharing posting ini. Salah seorang teman Facebook saya memberikan gambar analisa tentang bentuk lipstik wkwkwkk ini menarik sekali laah dibanding membaca kabar tentang wacana menjadikan listrik hanya jadi satu golongan 4400 VA saja. Hello pak menteri are you serious? Just want you to know ya...saya pakai listrik 900 VA saja sudah turah-turah seperti lambe. Buat apa coba bayar biaya abonemen listrik segeda gaban 4400 VA. Enaknya pakai listrik 900 Va itu saya jadi super irit dan hati-hati pas mau pakai listrik. Misalnya jangan nyalain AC sambil setrika. Jangan nyalain rice cooker sambil pakai pompa air. Hadeuuuh saya sudah lama pakai dandang pas masak nasi, Pakai pompa air buat narik ari dari tandon bawah pas PDAM mati saja. Dan pakai AC kalau pas si Papa pulang ke rumah dari kota tempat ia mutasi saja. Apa menyeragamkan listrik jadi satu daya itu gak menarik rakyat untuk jadi lebih konsumtif terhadap penggunaan listrik? 

Lo eh kok jadi bahas listrik, anuuu saya mau bahas lipstik lo. Ntar ini saya share ulang gambarnya mbak Ardiba Sefreinda :


jadi model lipstik kalian yang mana?

Sekian postingan ala-ala Lambe Turah :D :D 


Wednesday, November 8, 2017

#JokowiMantu

Hashtag #JokowiMantu meramaikan media sosial hari ini, 8 November 2017.
8000 undangan dikabarkan hadir di acara sakral ini. Saya bukan penggemar Jokowi dan keluarga. Bukan pula pembenci tingkat tinggi. Biasa saja sewajarnya. Jadi kalau ada yang ga suka sama acara pernikahan ini atau mengkritisi segala sesuatunya ...ehm gimana ya. Kalau misalnya yang bikin eneg #eh itu bapaknya masa iya putra-putrinya disangkut pautin.

Sebagai sesama muslim saya hanya sekedar mengikuti sunnah rasul dengan mengucapkan doa dan selamat untuk Bobby dan Kahiyang. 

BAAAROKALLOOHU LAKA WA BAAROKA 'ALAIKA WA JAMA'A BAINAKUMAA FIII KHOIRIN


Artinya :
Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan





Kata orang nikah itu enaknya 10 persen, uenaaakkknya 90 persen. Itu mah untuk menyemangati yang mau nikah. Daripada "mendekati zina" kan lebih baik dihalalkan. Begitulah kira-kira. Dalam Islam menikah itu bisa wajib, bisa sunnah hukumnya. Kalau khawatir tidak bisa mengekang nafsu maka wajib hukumnya. Jika merasa belum mampu bertanggung jawab menafkahi tetapi juga tetap mampu mengekang nafsu dengan puasa itu jatuhnya sunnah (mudah-mudahan pemahaman saya ga salah)


Di balik akad nikah itu lo yang tanggung jawabnya gede sekali. Janji mempelai pria tak hanya di depan wali mempelai putri, atau di hadapan para saksi tetapi di hadapan Illahi. Benarlah jika dikiaskan ketika seorang lelaki mengucap ijab qabul maka Arsy pun berguncang menjadi saksi. Tanggung jawab suami besar sekali, untuk membahagiakan istri, mendidiknya, memperlakukannya dengan adil dan membimbingnya menjadi wanita shalihah. Ketika ijab qabul diucapkan maka orang tua sang mempelai perempuan telah menyerahkan putrinya kepada sang menantu. Maka sang wanita wajib taat dan patuh kepada suaminya hingga akhir hayatnya. Ia tidak diperbolehkan melakukan segala sesuatu tanpa seizin suaminya. MasyaAllah...

Jadi sudah paham beratnya "ijab qabul" masih tegakah mengusili mereka dengan hal-hal yang tak sepatutnya?



Friday, November 3, 2017

"Luas Sempit" dalam Fiqih


Fiqih itu dalam perkara menyempit ia meluas. Jika ia meluas maka ia akan menyempit ~ Imam Syafi'i

Intinya fiqih bukan untuk dipertentangkan tetapi yang dicari adalah kemaslahatan.
Baru teringat ini pas di kajian bersama Ustadz Salim A Fillah bulan lalu. Menepati janji saya sendiri yang pengen jadiin tema blog post lagi. Maka jadilah catatan kecil ini. Sebenarnya masih banyak lagi yang pengen ditulis. Tapi sebagian sudah terkikis dari ingatan. Ntar ditulis malah salah kutip bisa repot mah. Bener yah kata Sayyidina Ali bahwa ilmu itu harus diikat dengan mencatat. Eh sebenarnya saya juga nyatet sih pas kajian, dan sudah ditulis dalam satu blogpost. Tapi ada intermezzo-intermezzo yang cepet banget ustadz ceritanya sampai bingung nulis (ngga bakat jadi jurnalis)


Memang ya hadir di majelis itu penuh kebarokahan. Entah kapan bisa mengulangi kembali kebahagiaan hadir dalam kajian. Menambah wawasan, memberikan pencerahan tanpa pencitraan.

Kali ini saya ingin menulis kembali tentang maksud meluas - menyempit tadi.

Langsung aja deh:

Satu contoh di saat masa Rasulullah. Saat terjadi Perang Ahzab, begitu gentingnya suasana saat itu, mencekam karena pengepungan musuh dan mungkin saja mengakibatkan kaum muslimin kalah ketika lengah maka perkara sholat pun jadi dipermudah. Ustadz Salim A Fillah menceritakan kembali bahwa saat itu sholat dhuhur-ashar- Maghrib - Isya dijama' dalam satu waktu yaitu pada saat Isya. Pertimbangannya saat malam hari kemungkinan kecil sekali musuh menyerang. Inilah yang dimaksud degnan "perkara meluas maka ia menyempit" sholat empat waktu itu luas waktunya, dari tengah hari hingga malam. Namun karena kondisi tidak memungkinkan maka bisa dipersempit menjadi satu kali saja dalam jama sholat.

Nah tentang "perkara menyempit ia meluas" Ustadz Salim A Fillah mengisahkan situasi pasca Perang Ahzab. Setelah pasukan koalisi mengundurkan diri dan pasukan muslim terbebas dari ancaman mereka maka kaum muslimin pun memburu si pengkhianat Bani Quraizhah yang telah menyalahi perjanjian untuk tidak saling menyerang. Saat mengutus pasukan mengejar ke bani Quraizhah Rasulullah bersabda:


Ω„َΨ§ يُΨ΅َΩ„ِّيَΩ†َّ Ψ£َΨ­َΨ―ٌ Ψ§Ω„ْΨΉَΨ΅ْΨ±َ Ψ₯ِΩ„َّΨ§ فِي Ψ¨َΩ†ِي Ω‚ُΨ±َيْΨΈَΨ©َ
Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah
 [HR. BukhΓ’ri, al-Fath, 15/293, no. 4119]

Maka yang terjadi sebagian pasukan mematuhi perintah Rasulullah untuk sholat ashar di perkampungan Bani Quraizhah meski lewat waktu. Sebagian lagi memutuskan untuk sholat ashar di tengah perjalanan ketika waktu ashar hampir habis. Ketika hal ini diadukan kepada Rasulullah, beliau tidak menyalahkan salah satu dari pendapat tersebut. Inilah yang dikatakan "perkara menyempit ia meluas". Masalah waktu sholat ashar adalah hal yang sempit, tetapi pendapat mengenainya bisa meluas sesuai dengan kondisi yang terjadi. Tapi ingaaat ini kondisi di saat genting dan berkaitan dengan sabda Rasulullah. Jangan dipraktekkan dengan alasan mengulur waktu sholat hingga lewat waktu.


Thursday, October 26, 2017

Plus Minusnya Long Distance Marriage

Blog ini memang blog tentang apa saja. Dari lifestyle hingga religi. Dari kuliner sampai hal yang berbau "promosi" yang penting semuanya ditulis "dari hati" dan mengkaryakan jemari sebagai bentuk rasa syukur kepada Illahi.

Niatnya sekedar curhat, syukur-syukur bisa berbagi informasi. Kali ini pengen sharing tentang pengalaman ber-Long Distance Marriage. Hidup berjauhan dari pasangan ga selalu mengerikan dan ada hal-hal yang juga membawa hikmah bagi kehidupan. 

Ya akhirnya si Pa' e terpaksa pindah ke kota lain provinsi. Si kecil pas melepas kepergiannya mewek India meski ga histeris, eh emaknya juga ikutan mewek unyu-unyu *halah.

Eh balik ke tema, apa bener Long Distance Marriage ada plusnya bukannya minus doang? Beneran kok. Sebagai makhluk tugas kita hanya taat. Selalu berusaha berpikir positif agar hati terasa lapang dan senantiasa bersyukur. Kalau kata orang Jawa .."untung .." . Filsafah Jawa sebenarnya ngajarin tawakal dan qonaah. Misal nabrak apa gitu trus sepedanya rusak, mesti ngomongnya "untung awake ora tatu, sepeda rusak iso mlebu bengkel"
Jadi gimana dong Plus Minusnya LDM. 
Minusnya dulu lah ya biar terhibur setelah terkapar. Lakon menang keri.

Minusnya :
1. Pengeluaran lebih gede
Yaaaa mesti lah. Biasa tinggal bareng di rumah sendiri,  makan tiga kali di rumah (makan siang di kantor pun bawa bekal). Trus sekarang kudu kost, makan keluar ongkos lagi. Nambah pintu pengeluaran
Qodarullah tinggalnya di rumah kakak ipar, anggap kostnya gratis tapi nitip uang buat makan hihihi

2. Apa-apa dihadapi sendiri
Biasanya ada teman curhat, nganterin kemana saja (ini terutama buat saya sebagai istri) sekarang kemana-mana kudu sendiri, naik sepeda angin atau kendaraan umum lagi. Ya maak saya ngga bisa naik motor makanya motor cuma satu di rumah *tutup muka pakai panci*

3. Sering mellow
Kalau pas bengong, mellow juga apalagi si kecil ini anaknya perasa banget. Dikit-dikit matanya berkaca-kaca sambil bilang kangen papa. Ya wis kikis kangennya dengan video call by WA. Lucunya klo sudah videocall cuma bengong aja sambil ngliatin papanya


Plusnya
1. "Memaksa" Mandiri
Angkat galon, pasang tabung gas sampai ngayuh kesana kemari buat beli keperluan PR si kecil dilakoni sendiri. Yeeay jadi makin mandiri. Bersyukur dan puas aja gitu ternyata ada hal baru yang bisa dilakoni sendiri

2. Menambah rasa syukur
Seperti pepatah Jawa tadi. "untung cuma dipindah ke provinsi sebelah, ngga keluar Jawa. masih bisa pulang sebulan minimal dua kali dengan KA ekonomi

3. Menimbulkan rasa lebih menghargai
Kalau sudah jauh begini masing-masing jadi punya rasa sayang yang lebih serta rasa lebih menghargai. Biasanya semua kerjaan rumah dikerjakan istri. Kalau sudah jauh dari rumah suami (yang ga sempat cuci-cuci) terpaksa laundry dan keluar duit lagi. Biasanya suami di rumah sering diomeli kalau sudah jauh jadi kangen karena ga bisa ngomel lagi *ups

we lhadalah kok pas 25 Oktober nonton konser 25 Tahun Ari Lasso karena di WA si Pa'e...dan ada lagu yang pas banget menggambarkan suasana hati


4. Memperbanyak puasa sunnah
Istri kalau mau puasa sunnah harus izin suami. Lah suami ngizinin Senin Kamis doang...karena sesuatu sebab lah ga perlu dijabarin. Qodarullah kalau ga ketemu tiap hari (mungkin dan ngarep) bisa nambah puasa Ayamul Bidh. 

Ya itu dulu lah yang kepikir, kalau ada lagi ntar diupdate dah hehehe.

Friday, October 20, 2017

Membandingkan Layanan Home Service Honda dan Toyota

Memiliki mobil baru bukan berarti lalu santai seperti di pantai. Perawatan kendaraan secara berkala harus dilakukan agar kondisinya tetap prima dan layak pakai. Sibuk dan ogah antri di bengkel untuk servis kendaraan? Layanan Home Service menjadi jawaban. Layanan Home Service memberikan jalan keluar yang paling mudah dan berkompromi dengan kesulitan konsumen. Layanan Home Service adalah layanan bengkel resmi yang disediakan diler pabrikan otomotif dan ditujukan untuk pelayanan jemput bola atau langsung datang ke kediaman atau tempat kerja konsumen untuk keperluan melakukan perawatan mesin kendaraan.
Layanan bengkel Home Service memudahkan konsumen melakukan perawatan kendaraan di rumah sesuai dengan waktu yang diinginkan. Mobil tetap prima tanpa harus meninggalkan rumah. Layanan Home Service merupakan bentuk fasilitas after sales sekaligus juga membantu konsumen merawat kendaraan dalam segala kesempatan. Hampir semua pabrikan otomotif terkemuka di Indonesia menawarkan Layanan Home Service, termasuk di antaranya Honda dan Toyota. Seperti apakah bentuk layanan mereka berikut adalah penjelasan ringkasnya.

Layanan Home Service Honda

            Honda, merupakan pabrikan otomotif motor dan mobil sehingga memiliki dua jenis Layanan Home Service yang berbeda untuk keduanya. Layanan Home Service Honda untuk roda dua disediakan di bengkel resmi motor Honda yaitu AHASS Honda Home Service di beberapa kota. Sedangkan Layanan Home Service mobil Honda dilayani oleh Honda Prospect Motor dalam program Honda Mobile Service yang melayani servis mobil kapanpun dan di manapun.
            Layanan Honda Mobile Service memberikan fasilitas Road Assistance Service (RAS), Home Service dan Pick Up Service. Program ini merupakan layanan untuk melengkapi fasilitas diler dan bentuk kepedulian terhadap konsumen Honda. Road Assistance Service adalah layanan khusus untuk melayani konsumen yang mengalami kondisi darurat di perjalanan. Petugas dari bengkel resmi Honda akan mendatangi lokasi menggunakan mobil atau motor servis. Layanan RAS ini merupakan layanan darurat ringan meliputi penambalan ban bocor, penggantian ban, penggantian baterai, penggantian kaliper rem, penggantian kampas rem atau penggantian shock absorber.
            Sedangkan Layanan Home Service dan Pick Up Service Honda adalah layanan jemput bola untuk kondisi non darurat alias perawatan rutin. Layanan Home Service Honda adalah layanan yang memungkinkan konsumen untuk tetap di rumah sedangkan petugas bengkel akan mendatangi lokasi mobil konsumen di rumah atau kantor pelanggan dan melakukan servis langsung di tempat. Sedangkan layanan Pick Up Service adalah layanan yang memungkinkan petugas dari bengkel resmi Honda untuk menjemput mobil konsumen dan melakukan servis berkala di bengkel resmi tersebut.
Peluncuran Honda Mobile Service, sumber foto otosia.com
            Armada Honda Mobile Service menggunakan mobil Honda Freed yang telah dimodifikasi. Armada ini dilengkapi fasilitas servis seperti genset, electrical battery tester, toolbox, electric engine oil changer, battery area dan bangku untuk tempat duduk serta air untuk mencuci tangan. Sedangkan armada motornya dilengkapi peralatan standard servis seperti battery tester, air compresor, jumper cable, engine oil, oil changer, tools bag, battery, tyre and repair kit. Armada motor ini memiliki kelebihan dalam hal akses menuju lokasi kendaraan konsumen, terutama untuk menembus lalu lintas yang macet dan mencari jalan alternatif menuju tujuan.
            Honda Mobile Service tersedia di semua diler resmi Honda di seluruh Indonesia dengan biaya yang sama dengan biaya servis di bengkel resmi Honda ditambah biaya jasa sesuai kota dan daerah masing-masing.

Toyota Home Service
            Toyota merupakan pabrikan otomotif roda empat sehingga layanan Home Servicenya untuk mobil Toyota saja. Toyota Home Service merupakan salah satu fasilitas pelayanan dari Toyota untuk melakukan servis kunjungan ke kediaman atau tempat kerja pelanggan, tentunya untuk memberikan kemudahan bagi pemilik mobil Toyota yang tidak sempat datang ke bengkel dengan berbagai alasan.
Formulir pendaftaran layanan THS, sumber foto https://auto2000.co.id/page/toyota_home_service
            Tidak seperti Honda yang membagi layanan untuk kondisi darurat dan layanan servis berkala Toyota hanya memiliki layanan Toyota Home Service (THS). Kendaraan THS ini berupa mobil dan motor yang didesain secara khusus. Saat ini THS menggunakan unit Toyota Avanza dengan peralatan lengkap untuk servis dan perbaikan kendaraan didukung berbagi fasilitas operasional seperti alat komunikasi, SST, tools, kompresor, EDC, buku peta perjalanan, wadah pembuangan limbah, alat uji emisi dan  inteligent tester.
            Menu order THS meliputi layanan servis standar seperti ganti oli, tune up engine, servis berkala internal, perawatan 1000 KM dan 5000 KM dan perbaikan ringan yang diperkirakan makan waktu di bawah dua jam. Untuk mendapatkan layanan THS ini konsumen mobil Toyota tidak dikenai biaya kunjungan. Konsumen juga mendapatkan harga jasa dan suku cadang sama dengan di bengkel, mendapatkan garansi servis sama persis dengan di bengkel resmi Toyota dan tentunya kenyamanan secara pribadi karena aktivitas pelanggan tidak terganggu hanya karena harus menunggu selesainya perbaikan dan servis kendaraan. Pelanggan pun dapat melihat langsung proses perawatan dan perbaikan kendaraan jika tertarik untuk menyaksikan tanpa harus antri di bengkel resmi Toyota.


My Generation, Sisi Buram Remaja Millenial

"remaja sekarang kemauannya aneh-aneh, dandanannya norak. Kids zaman now super rebellion ..susah banget patuh sama ortu" 

Berbagai cercaan dan stempel miring menimpa anak-anak zaman sekarang. Namun jarang yang ingin menelisik lebih dalam Mengapa mereka memilih memberontak, melakukan penyangkalan, mengibarkan bendera perang pada segala macam peraturan? Salah satu yang tertarik untuk menggali lebih dalam penyebab dari kenakalan-kenakalan remaja adalah Upi, pegiat sinema Indonesia. Fenomena remaja millenial ini kemudian menjadi inspirasi lahirnya Film My Generation. 

My Generation Film adalah film bergenre remaja yang memotret sisi kelam remaja zaman sekarang. Sebagian yang mengintip trailernya bisa saja buru-buru menilai bahwa film ini hanya sekedar film dunia hura-hura dan menampilkan kerusakan serta kenakalan remaja. ..lagi-lagi labelling dan judging sedang kita lemparkan. Padahal tak ada salahnya mempelajari behind the scene dan curhatan Upi sendiri sebagai sutradara. Seperti apa sih trailer yang mengundang pro dan kontra itu? ini dia trailer My Generation:

Dalam sebuah kesempatan Upi mengaku resah dengan tingkat kenakalan remaja saat ini. Remaja sekarang memang dihadapkan pada berbagai problema yang tak mudah diatasi. Narkoba, tawuran, pornografi, bullying dan yang tak kalah mengerikan adalah perkelahian jalanan ala gladiator. Demi mendapatkan ruh film yang benar-benar memahami dunia remaja masa kini Upi melakukan riset social media listening selama dua tahun. Sedangkan pengerjaan filmnya membutuhkan waktu satu tahun penuh. Tak tanggung-tanggung Upi menyertakan percakapan, bahasa dan tren yang ditemuinya dalam chit-chat di media sosial remaja millenials ke dalam beberapa dialog My Generation.
Fenomena ini mengingatkan saya pada kenyataan pahit yang beberapa waktu lalu ditemui pakar ilmu parenting Elly Risman. Beliau sempat menceritakan betapa mirisnya ketika ia berada dalam satu program konseling setelah dimintai tolong seorang kepala sekolah. Salah seorang Kepala Sekolah Menengah Umum di suatu kota menghubungi ibu Elly untuk "meluruskan kembali" satu geng anak sekolahan di sekolah yang dipimpinnya. Sekolah ini bukan sekolah abal-abal namun sekolah favorit dan saringan menjadi siswanya melalui test cukup ketat. Sang kepala sekolah sempat menghubungi bu Elly dan meminta bantuan beliau untuk mengarahkan anak-anak yang ditengarai terlibat dalam perkelahian ala gladiator agar kembali ke jalan yang benar.
Bu Elly berbicara dari hati ke hati dan menempatkan diri sebagai nenek di antara ABG-ABG ini. Fakta yang mengejutkan muncul ketika akhirnya ditemukan bahwa pemimpin dari kelompok anak-anak ini adalah sosok yang paling pendiam dan paling mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan bu Elly dengan penuturan yang santun dan cerdas. Ketika ditanya mengapa ia tertarik menjadi ketua “event organizer gladiator” si ABG menjawab “aku capek Nek, ingin mendapatkan pengalaman baru. Aku lelah sejak duduk di bangku SD hidupku selalu dipenuhi jadwal ketat untuk les ini itu..”
Saya yang membaca penuturan Bu Elly tercengang dengan jawaban si ABG. Mencelos hati ini dan merasa sedih sekali. Ternyata anak-anak yang tampak cerdas, pendiam, santun, sopan pun memendam masalah besar. Secara psikologis si ketua geng tersebut tertekan oleh beban untuk meraih prestasi terbaik, tertekan oleh kewajiban menguasai semua mata pelajaran.
OMG! seringkali orang tua tidak menyadari bahwa ada keterpaksaan dalam diri si anak yang harus mematuhi ego mereka agar sang anak jago di segala bidang, memahami setiap mata pelajaran. Akibatnya waktu si anak habis untuk les dan kursus. Tanpa disadari ternyata hal ini menjadi salah satu penyebab anak-anak merasa tertekan. Sebenarnya tak ada yang salah dengan keinginan ortu untuk memfasilitasi anak-anak dengan les dan kursus. Yang kurang tepat adalah di balik segala les tersebut terdapat niat agar si anak meraih prestasi tertinggi. Diperparah lagi jika les dan kursus terlalu menyita waktu sehingga sang anak seolah merasa sedang berada di dalam penjara tanpa pernah memiliki kesempatan mengembangkan bakat dan minatnya.
Hal-hal semacam ini yang tak luput dari pengamatan Upi, sutradara My Generation sehingga dalam suatu scene muncul celoteh dari Suki dan Orly:
What Orly said is true, isn't it?
Do you agree with Suki? I do

My Generation bercerita tentang kehidupan empat sahabat: Zeke, Konji, Suki dan Orly. Mereka mendapat hukuman akibat “kesalahan fatal” mengunggah video yang mengkritik orang tua dan guru. Celakanya video yang diunggah di media sosial tersebut menjadi viral dan menyebabkan pihak-pihak terkait marah besar. Zeke, Konji, Suki dan Orly pun mendapat hukuman tidak diperbolehkan untuk menikmati liburan. Namun justru karena batal berlibur mereka menemui hal-hal seru dalam hidup yang menjadi tema sentral My Generation.
Film yang akan ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia pada 9 November 2017 ini menanamkan karakter yang kuat pada masing-masing tokoh utamanya, lengkap dengan permasalahan yang dihadapi remaja di masa pubertas. 

Konji, pemuda naif yang tertekan batin karena didikan orang tua yang konservatif dan kolot, parahnya Konji kemudian mengalami peristiwa yang membuatnya mempertanyakan moralitas sang ortu. 


Zeke, sosok yang sangat setia kawan namun memendam kepedihan, ia merasa sebagai anak yang tidak diinginkan orang tuanya sejak kecelakaan yang menimpa sang adik. Zeke si rebellion selalu berupaya menghibur teman yang dirundung duka namun ia tak ingin teman-temannya mengetahui permasalahan dan kesedihan yang mengurungnya.



 Suki, digambarkan sebagai sosok paling cool di antara keempat tokoh utama, tragisnya ia mengalami krisis percaya diri yang sangat serius hingga dalam suatu scene diceritakan ia terpaksa “ngobat” sebagai pelarian. 

Orly

Orly, digambarkan sebagai gadis remaja yang sangat berbakat di bidang matematika dan sains, sayangnya hubungannya dengan sang ibu yang notabene single parent kurang harmonis apalagi ketika si ibu menjalin hubungan asmara dengan brondong yang dianggap Orly sebagai suatu hal yang tak pantas.
Membaca sepenggal sinopsisnya, menikmati quote-quotenya membuat saya penasaran: masalah sepedih apa yang harus dihadapi Suki sehingga gadis cool ini menjadi depresi dan memilih “obat terlarang” sebagai pelarian? Benarkah Zeke diperlakukan tidak adil oleh sang ortu atau hanya miskomunikasi sehingga masing-masing pihak merasa terbelenggu? Peristiwa apa yang disaksikan Zeke sehingga ia menganggap orang tuanya tidak bermoral, bertolak belakang dengan doktrin yang mereka ajarkan? Kira-kira dengan penolakan Orly apakah sang ibu akan memutuskan hubungan dengan si brondong dan berusaha memperbaiki bonding ibu-anak yang sempat renggang?
Penasaran banget kan? Apalagi film ini menggabungkan artis-artis kawakan seperti Tio Pakusadewo, Surya Sahputra, Indah Kalalo, Karina Suwandhi dan Joko Anwar (yang biasanya berkarya di dunia sinema sebagai sutradara) dengan bintang-bintang baru sebagai tokoh utamanya:
 Bryan Langelo - sebagai Zeke
 Lutesha - sebagai Suki
 Alexandra Kosasie - sebagai Orly
 Arya Vasco - sebagai Konji
Para Aktor dan Sutradara My Generation saat Pers Conference 10 Oktober 2017



Para aktor dan kru berbagi pengalaman saat syuting My Generation

Meski tergolong film bergenre remaja ada baiknya Film My Generation disaksikan remaja bersama orang tua. Harapannya agar si ABG tidak salah persepsi mengenai film ini. Adegan-adegan clubbing, mengotori mobil dengan graffity, “ngobat”, pergaulan cowok-cewek di luar batas (alias pacaran) dalam film ini sebenarnya sebuah realita pahit yang ada di tengah kehidupan anak-anak muda zaman sekarang. Khawatirnya jika tidak didampingi orang tua adegan-adegan tersebut malah menginspirasi anak-anak muda yang sedang dirundung masalah untuk melakukan hal yang sama.
Anak-anak muda zaman sekarang berbeda dengan generasi saya di tahun 80-an. Permasalahan yang mereka hadapi lebih kompleks. Tantangan sebagai orang tua juga semakin berat. Jika dua hingga tiga dasawarsa yang lalu pengaruh buruk mungkin hanya datang dari “salah pergaulan”, televisi dan buku tidak bermutu kini dunia digital dan internet bisa menimbulkan dampak buruk jika tidak diantisipasi. 
Orang tua zaman millenial pun wajib menguasai teknologi sekaligus mampu menjaga komunikasi dan memahami isi hati si remaja masa kini. Jika bentuk perhatian orang tua hanya diwujudkan dengan memberikan anak-anak mereka fasilitas gadget canggih dan kuota internet tanpa batas maka tunggu saja efek dari mencairnya gunung es. Perlahan tapi pasti menimbulkan bahaya yang tak mudah diatasi. Sosok anak membutuhkan komunikasi dari hati ke hati, jika orang tua lalai terhadap kebutuhan psikologis dan kasih sayang maka tidak mengherankan jika muncul generasi millenial yang secara frontal mengungkapkan isi hati mereka seperti yang Zeke lontarkan:

Komunikasi adalah kunci utama terwujudnya harmonisasi. Kalau yang lebih tua hanya bisa menyalahkan darimana yang muda akan mendapatkan tuntunan?Jika yang lebih muda hobinya membangkang, bagaimana tercipta keluarga harmonis penuh kasih sayang? Solusinya adalah membangun jembatan agar tak terjadi miskomunikasi. Yup, sejatinya Upi dan IFISinema merilis My Generation sebagai salah satu cara membangun komunikasi antar generasi.
Absolutely agree Upi!


Film khas anak muda ini pun dihiasi soundtrack musik anak muda kekinian. Siapa yang meronai My Generation dengan hentakan nada riangnya? ini dia mereka:



Set the alarm.
9 November 2017 adalah tanggal yang bakal menggemparkan dunia perfilman Indonesia. Sebab My Generation yang lahir dari tangan dingin Upi, sutradara yang juga membesut “30 Hari Mencari Cinta", "My Stupid Boss", "Realita Cinta Rock and Roll" dan diproduseri IFISinema bakal tayang di bioskop-bioskop nusantara.