Google+ Followers

Tuesday, May 31, 2016

Serunya Nutriday Big Bang Surabaya

29 Mei adalah hari sibuk buatku. Sebelumnya saya dihadapkan pada dua pilihan : ikutan acara Mom's Talk Islamic Parenting yang diadakan radio swasta Surabaya atau ikutan ru'yah syariah di masjid Al Ukhuwwah. Eh lha kok tamu bulanan datang, pastinya nggak bisa masuk masjid untuk ikutan ru'yah jadinya pilihan jatuh untuk JJS ke Surabaya ikutan acara parenting. Ndilalah dua hari sebelumnya dapat undangan dari teman blogger untuk hadir di Nutriday Big Bang lapangan parkir Timur Plaza Surabaya.

Cap cuss, pagi-pagi banget ba'da subuh, sarapan roti dan teh menembus dinginnya pagi bertiga sama si Papa dan Radit menempuh 20-an kilometer dari rumah ke lokasi Nutriday Big Bang. Wow sepinya jalanan kalau masih pagi begini, setengah jam udah nyampe lokasi aja.

Acara ini menurut rencana berlangsung antara jam 6 pagi hingga jam 12 siang. Wow saya tepat jam 6 tiba di lokasi tapi di sini udah rame sekali. Acara dibuka dengan keriuhan tim drumband dari salah satu sekolah di Surabaya yang memasuki arena. 

Nutriday Bigbang 29 Mei ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Sari Husada terhadap edukasi pentingnya mengenal #7KebaikanSusu sekaligus memperkenalkan produk terbaru Sari Husada yaitu Nutriday yang ditujukan untuk anak-anak berusia 9 hingga 12 tahun.

Acara yang melibatkan ratusan warga Surabaya ini seruu banget. Ada funwalk, sports stacking dan berbagai booth dengan games.


Seperti halnya acara promosi pastinya ada bagi-bagi susu gratis...rasanya enak nggak eneg, Raditya saja habis 4 gelas kecil yang dibagikan setelah toast susu sebagai ceremoni peluncuran SGM Nutriday.

Awalnya saya penasaran dengan tagline #7KebaikanSusu, Berbagi 7 Kebaikan, Gerakan 7 Hari Minum Susu. Ada apa sih dengan angka 7? Ibu Michicha Wijaya Marketing Manager SGM Nutriday menjelaskan bahwa #7KebaikanSusu adalah: 

1. mengandung 10 Vit, 6 Mineral
Susu adalah asupan yang berfungsi membantu melengkapi kebutuhan vitamin & mineral

2. Tinggi Kalsium
Kalsium Membantu pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi

3. Rendah Gula
SGM Nutriday tersedia dalam dua rasa dengan dua pilihan yaitu Choco dengan gula lebih rendah dan Plain tanpa gula tambahan. 

4. Serat Pangan (inulin)
Mengandung serat pangan. Serat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan

5. Zat Besi
Komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Bayangkan kalau kekurangan sel darah merah, bawaannya pasti ngantuk, lemas dan sulit konsentrasi

6. Sumber Protein
Protein membantu memelihara dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein membantu sel-sel otak tersusun sempurna sehingga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan.

7. Rasa yang Enak
Rasa enak yang disukai semua anggota keluarga. Karena udah pernah nyobain rasanya, terus terang saya suka yang SGM Nutriday Milky Choco.

Hadir di Nutriday bigbang menambah wawasan saya pentingnya edukasi mengenai kesadaran gizi. Dr.Dian Kusumadewi, M.Gizi dari IKK FKUI mengungkapkan pentingnya membangun Keluarga Sadar Gizi di Indonesia yang mampu mengenal, mencegah, mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarga sehingga tercapai keadaan gizi yang optimal bagi seluruh anggota keluarga. Waa jadi pengen ngaca, apakah sebagai ibu rumah tangga saya sudah menyajikan menu bergizi bagi keluarga?
Menurut Dr.Dian Keluarga Sadar Gizi adalah keluarga dengan perilaku gizi yang baik dan salah satu cirinya adalah mengkonsumsi aneka ragam gizi seimbang yang mencukupi kebutuhan akan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Nah susu membantu memenuhi kebutuhan tubuh akan protein, vitamin dan mineral.

Pedoman Gizi Seimbang ini dapat dilihat kembali dalam Permenkes no.41 Tahun 2014 yang mengatur susunan pangan sehari-hari harus merupakan kelengkapan jenis bahan makanan sumber karbohidrat, protein nabati dan protein hewani serta sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral. Susu merupakan bagian dari protein hewani yang dikonsumsi berupa minuman dan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak usia setelah satu tahun. Bagi anak-anak usia sekolah konsumsi susu membantu tumbuh kembang optimal dan meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kemampuan kognitifnya.

Hadir di sini saya nggak cuma asik nonton para pemain egrang yang dengan lihai berjoged, menikmati sajian drumband dan tari tradisional.

Tapi juga jadi nambah wawasan bahwa edukasi pentingnya kesadaran gizi di Indonesia masih perlu ditingkatkan lagi mengingat fakta yang dipaparkan Riskesdas 2013 bahwa 6% balita mengalami kurang gizi, 37% balita dan 1 dari 3 (31%) anak usia sekolah tergolong stunting (pendek) akibat kekurangan gizi menahun yang berdampak pada tumbuh kembangnya.

Sodara-sodara bukan hanya masalah kekurangan gizi yang dihadapi Indonesia, Prevalensi kelebihan gizi juga meningkat Riskesdas 2013 mengungkapkan bahwa angka overweight dan obesitas pria di Indonesia berada pada kisaran 20%, wanita sebesar 35% atau dapat disimpulkan naik dari sekitar 15% dan 26% dari data Riskesdas 2010. Padahal obesitas adalah pintu masuk bagi penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, diabetes, stroke yang berpotensi meningkatkan angka kematian. Salah satu penyebab prevalensi kelebihan gizi adalah berlebihannya konsumsi gula. Pantesan SGM Nutriday menyajikan dua pilihan susu : rendah gula atau tanpa gula sama sekali.

Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu itu sendiri merupakan salah satu bentuk partisipasi Sari Husada dalam memperingati Hari Susu Nusantara 1 Juni. Kampanye Gerakan 7 Hari Minum Susu merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari:
1. Edukasi ke perumahan tentang pentingnya peran orang tua/ keluarga dalam membentuk pola makan sehat untuk anak.
2. Edukasi ke sekolah bagi anak usia 9-12 tahun tentang pentingnya minum susu bagi kesehatan.
3. In store activation memperkenalkan SGM Nutriday sebagai produk baru susu untuk keluarga.
4.  "Berbagi 7 Kebaikan" atau penyaluran donasi susu untuk mendukung asupan gizi keluarga kurang mampu. Sarihusada bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia menyalurkan SGM Nutriday kepada 700 keluarga di Surabaya dan 700 keluarga di Jakarta yang berasal dari kelas sosial D dan memiliki anak usia 9-12 tahun serta mayoritas anaknya mengalami malnutrisi.

Peringatan Hari Susu Nasional 1 Juni menjadi pengingat bahwa konsumsi susu perkapita masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia hanya berkisar 11,09 Liter per tahun sementara konsumsi susu di negara ASEAN lain berkisar lebih dari 20 Liter per tahun.




Saturday, May 28, 2016

Gadai Emas, Mencairkan Pinjaman Cara Cerdas

Tahun ajaran baru adalah saat-saat paling mengharu biru buat para orang tua dan wali siswa. Haru biru karena butuh dana lebih besar dari hari-hari biasa. Apalagi jika sang anak melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti yang tengah kami alami. 

Tahun ini Rafif lulus Sekolah Dasar. Biaya melanjutkan pendidikan tidak dapat dianggap remeh. Setelah memikirkan beberapa pilihan dan melakukan berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk menyekolahkan Rafif di Pondok Pesantren. Perjuangan menyekolahkan anak-anak di tempat terbaik tak hanya soal mempersiapkan biaya. Kesabaran dalam memotivasinya untuk tak ragu mondhok sama besarnya ketika harus punya kesabaran ekstra saat menyusun anggaran pendidikan. 

Mengajaknya berkunjung ke pondok pesantren yang menurut kami terbaik untuk masa depannya adalah salah satu cara meyakinkannya. Resikonya perjalanan tersebut mengurangi uang simpanan yang kami anggarkan untuk biaya pendidikan. Padahal kami harus bersiap dengan berbagai pengeluaran tak terduga lainnya. Sementara waktu semakin berpacu seolah tak mau menunggu. 

Kebetulan proses pendaftaran di sekolah lanjutan kali ini berdekatan dengan Ramadhan dan Lebaran. Ck ck ck makin besar saja anggaran yang harus disiapkan. Akhirnya kami terpaksa mengeluarkan jurus pamungkas yaitu gadai emas. Kalung emas hadiah suami ketika saya melahirkan Rafif hampir 12 tahun lalu kembali menjadi penolong di masa sulit. 

Kalung ini sempat masuk pegadaian setahun lalu demi menyambung hidup saat suami tak kunjung mendapat pekerjaan setelah terPHK. Alhamdulillah segera setelah suami menerima gaji dari karir barunya kalung ini kembali ke tangan saya dengan selamat. Sebelumnya anting peninggalan almarhum ayah yang tinggal sebelah karena satu anting hilang saat saya naik bus kota pernah masuk pegadaian. Saat itu si anting sebelah "menginap" di pegadaian demi menunaikan perintah ibu untuk mengunjungi paman yang sedang sakit padahal saya sendiri sedang tak punya cukup uang.

Kali ini saya memilih pergi ke pegadaian syariah hari Sabtu. Kantor cabang Pegadaian Syariah Sukodono dekat dengan rumah. Berboncengan motor dengan suami lima menit sampai di lokasi. Di kantor cabang tersebut hanya dilayani dua petugas dan satu satpam. Tampak lima orang antri termasuk saya sendiri. Ruangan seluas ruang tamu saya tersebut cukup nyaman untuk menanti apalagi pelayanan petugas yang ramah cepat sekali.
Ruang tunggu nyaman dan pelayanan super cepat

Saya memilih Pegadaian emas syariah agar tak merasa was-was. Pegadaian diperkenankan dalam agama yang saya yakini asal mematuhi berbagai persyaratan yaitu:
a. barang yang dapat digadaikan memiliki nilai ekonomis agar berfungsi sebagai jaminan
b. barang yang digadaikan merupakan amanah yang harus dijaga oleh pemberi pinjaman
c. barang gadai disimpan oleh pemberi hutang
d. pemberi hutang tidak diperkenankan memanfaatkan barang gadai tanpa sepengetahuan pihak yang menggadaikan barang untuk mendapatkan pinjaman dan 
e. pelunasan hutang diperbolehkan menggunakan barang yang digadaikan dengan catatan tidak merugikan pihak yang berhutang. 

Syarat-syarat ini saya rasa dipenuhi oleh PT Pegadaian (Persero) melalui pegadaian syariah yang pelaksanaan aktivitasnya tentu diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional MUI. Dalam perjanjian antara pihak pegadaian dengan yang mengajukan pinjaman salah satunya mengatur tentang tata cara pelunasan hutang. Penggadai tak perlu khawatir barang yang digadaikan tiba-tiba sudah berpindah tangan sebelum masa perjanjian pelunasan hutang berakhir. Salah satu kelebihan pegadaian emas adalah adanya kesepakatan untuk melunasi sewaktu-waktu dengan perhitungan ijaroh selama masa pinjaman.

Pegadaian emas di Indonesia menjadi salah satu primadona pencairan pinjaman bagi masyarakat mulai dari kelas bawah hingga tingkat atas. Di kampung saya dulu malah terkenal jargon: menjelang lebaran pegadaian ramai orang menebus perhiasan karena hendak dipamerkan tapi usai lebaran ramainya pegadaian dipenuhi orang yang hendak menggadaikan. Namun saya memilih bertindak kebalikannya. 
kantor cabang Pegadaian Syariah dekaat dengan rumah

Menggadaikan barang berharga menjelang Lebaran memiliki keuntungan ganda loh yaitu mendapatkan tambahan dana pinjaman sekaligus menitipkan benda berharga di tempat yang aman. Bukan rahasia lagi jika menjelang lebaran tindak kriminalitas makin meningkat tajam. Mungkin salah satu penyebabnya adalah perilaku konsumtif karena ingin tampil beda di hari raya. Ramadhan dan lebaran kali ini kami harus seringkali ke luar kota untuk serangkaian test masuk pondok pesantren si sulung belum lagi perjalanan mudiknya padahal di perumahan kami beberapa bulan terakhir sibuk dengan langkah antisipasi menghadapi tindak pencurian yang semakin sering terjadi. Tetangga yang pernah mudik beberapa hari dan tetangga lain yang melaksanakan ibadah umroh pernah kecurian sepeda gunung senilai jutaan rupiah. Tak diragukan lagi, dengan menitipkan perhiasan di pegadaian saya merasa lebih nyaman saat harus sering bepergian selama Ramadhan dan lebaran. Pinjaman dari pegadaian bermanfaat untuk menambah anggaran pendidikan, barang berharga pun tersimpan di tempat aman.
Surat Bukti Rahn atas nama saya

Tidak salah jika masyarakat Indonesia memilih pegadaian sebagai tempat menyelesaikan masalah tanpa masalah. Proses pencairannya cepat, pinjaman cair dalam waktu tak sampai 15 menit. 

Baca Ketentuan Akadnya, bayar biaya administrasi, hitung uang pinjaman di depan petugas

Cara mendapatkan pinjaman melalui pegadaian tidaklah rumit cukup dengan langkah 1-2-3-4 : 
1. Bawa barang berharga ke pegadaian terdekat, jangan lupa membawa fotokopi KTP
2. Serahkan fotokopi KTP dan barang berharga di petugas pegadaian. Petugas akan meminta data nama ibu kandung untuk melengkapi pendaftaran di data base. Data lain diperoleh dari foto copy KTP yang diserahkan.
3. Tunggu panggilan. Petugas akan memberikan taksiran barang. Kita bisa memilih mengambil pinjaman hingga maksimal taksiran barang atau di bawahnya.
4. Pahami perjanjian sebelum menandatangani Surat Bukti Rahn, bayar biaya administrasinya. Lalu pulang dengan membawa uang di tangan. 
Ketentuan Akad Rahn

Pegadaian emas Syariah Indonesia memiliki berbagai kelebihan yaitu:
1. Kantor-kantor cabangnya tersebar merata hampir di setiap kecamatan sehingga saya tak perlu pergi ke pusat kota untuk mencairkan dana pinjaman dengan jaminan barang berharga
2. Ijarohnya tidak memberatkan. Kalung emas saya yang ditaksir seharga Rp. 1.445.000, saya jadikan jaminan untuk pinjaman sebesar satu juta rupiah. Setiap sepuluh hari ijaroh yang ditetapkan sebesar Rp. 7.700,-. Sebelum menerima pinjaman saya membayar biaya administrasi sebesar Rp. 8.000,- saja
3. Barang yang digadaikan bisa ditebus sewaktu-waktu tetapi petugas loket menyarankan untuk menelepon sehari sebelumnya jika ingin menebus barang sebagai tindakan antisipasi karena biasanya barang berharga tersebut disimpan di tempat lain yang lebih aman. 
4. Prosesnya tidak berbelit tanpa melalui survey. Bahkan perhiasan anting emas yang tinggal sebelah pun masih sangat berharga. Dari pengalaman saya tempo hari anting sebelah tersebut mendapat taksiran Rp. 345.000,- padahal jika dijual di tukang emas di pinggiran harganya jauh di bawahnya. Sementara di toko emas biasanya tidak mau menerima penjualan anting hanya sebelah.
5.   Pegadaian tak hanya soal mendapatkan pinjaman. Seperti yang telah saya ceritakan menitipkan barang di pegadaian bisa mendapatkan keuntungan ganda : barang aman dengan biaya penitipan relatif murah, eh dapat pinjaman uang pula
6. Inovatif dan kreatif. Program customer loyalty dalam “Kemilau Emas” menjadi daya tarik nasabah untuk memilih Pegadaian Emas sebagai langkah mencari solusi ketika berada dalam kondisi finansial sulit. Hadiahnya gedeee mudah-mudahan saya menjadi salah satu pelanggan yang beruntung hehehe.

Apalagi kini ada fitur sahabat pegadaian yang dapat diunduh gratis di google play. Fitur ini membuka kesempatan mengumpulkan poin dari program promosi customer get customer. Nasabah yang berhasil mengajak saudara, sahabat, teman, tetangga, kenalan untuk menjadi nasabah di pegadaian akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan hadiah tertentu. Kereeen banget yah Pegadaian Emas masa kini.

Gadai emas memang salah satu langkah jitu mencairkan pinjaman cara cerdas. Ijarohnya masuk akal, proses pencairan pinjamannya mudah dan proses pelayanannya tak membuat nasabahnya merasa sebal. Sedang butuh biaya dan punya barang berharga? cusss ke pegadaian saja.

Thursday, May 26, 2016

#BahagiadiRumah Ada Pada Hati yang Qonaah

Tiga tahun lalu saya sempat ragu ketika menimbang-nimbang dalam mengambil keputusan : berhenti bekerja atau tetap berlelah-lelah mengais rezeki di luar rumah. Antara khawatir dan ragu, bisakah saya #BahagiadiRumah meski saya harus kehilangan pendapatan tetap dari gaji saya pribadi untuk selamanya. Sementara sisi hati yang lain mendesak saya untuk memutuskan resign dan berkonsentrasi penuh mendampingi anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya. Tuntutan untuk berhenti bekerja sangatlah kuat karena saya mulai merasa kelelahan. Menempuh jarak 80 kilometer pulang pergi setiap hari dan masih ribet dengan pekerjaan rumah tanpa Asisten Rumah Tangga. Sementara anak bungsu saya terpaksa harus berada di Tempat Penitipan Anak yang kian hari suasananya kurang kondusif.

        Merenung ke dalam relung hati

Sisi hati saya yang menuntut berhenti bekerja akhirnya menang. Meski awalnya gamang karena sebelumnya saya pernah merasakan dua tahun full berada di rumah setelah memutuskan berhenti bekerja pasca melahirkan anak pertama. Tuntutan keadaan memaksa saya kembali mencari pekerjaan lagi ketika si sulung berusia tiga tahun. Selama dua tahun bergelut dengan urusan rumah terus terang membuat saya merasa bosan. Hari ke hari menemui rutinitas yang sama dan kondisi finansial keluarga makin goyah saja. 

Saya tak ingin kelak merasakan kejenuhan yang sama dan menciptakan rasa bersalah dalam mengambil keputusan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya sebelum resign saya  aktif memperluas wawasan, mengasah bakat dan kemampuan yang sekiranya dapat membantu menyibukkan saya di luar rutinitas sebagai rumah tangga. Dalam penelusuran bakat akhirnya saya merasa mantap untuk mengasah bakat menulis. Awalnya hanya menulis catatan singkat berupa opini, curahan hati di fitur notes Facebook. Kemudian saya mulai memberanikan diri mengikuti berbagai lomba menulis termasuk salah satunya event Perempuan Inspiratif Nova 2011. Meski hanya dinobatkan sebagai salah satu dari 100 pemenang hiburan saat itu saya sangat bahagia. 


Pencapaian saya sebagai pemenang hiburan Perempuan Inspiratif Nova 2011 menjadi bahan bakar penyala semangat untuk mengikuti berbagai lomba menulis dan kuis-kuis di media sosial. Beberapa prestasi di bidang kepenulisan karena menjuarai lomba saya raih. Berburu hadiah melalui kuis-kuis, salah satunya kontes foto “Rumah Pertamaku” yang diselenggarakan oleh Tabloid Nova Tahun 2012 menginspirasi dan menyuntikkan semangat bahwa saya bisa 
#BahagiadiRumah. Tertanam keyakinan jauh di lubuk hati bahwa saya bisa mencari nafkah tanpa meninggalkan anak-anak di rumah. Bahkan kisah kelucuan mereka, kebersamaan kami sehari-hari menjadi sumber inspirasi tulisan saya.

Foto keluarga saya sebagai salah satu dari 100 pemenang hiburan Kontes Foto Rumah Pertamaku di Tabloid Nova 2012

Alhamdulillah, cita-cita saya untuk tetap mampu mengais rezeki meski tinggal di rumah terwujud pada akhirnya. Meski tak lagi bekerja kantoran saya tetap mampu menopang finansial keluarga melalui berbagai hadiah lomba dalam bentuk produk, pulsa, voucher belanja bahkan uang ratusan hingga jutaan rupiah. Hingga saat ini saya pun masih aktif menjadi penulis konten freelance di sebuah agency naskah dan menulis di beberapa akun blog sebagai salah satu sarana mencurahkan opini dan berbagi pengalaman. Yang tak kalah pentingnya saya merasa bahagia menjadi orang pertama yang ditemui anak-anak sepulang sekolah, mendengarkan mereka bercerita keseruan kegiatan di luar rumah, mengamati perkembangan dan pencapaian mereka secara lebih seksama. Tak jarang mereka turut berpartisipasi dalam even-even lomba foto yang saya ikuti. Seru, bergaya seperti layaknya model profesional.


Ibu rumah tangga zaman sekarang nggak cuma bergelut dengan dapur, sumur dan kasur. Sejak mengundurkan diri dari dunia kerja saya lebih punya waktu luang untuk mengikuti pengajian. Setiap sore saya belajar memperbaiki bacaan Al Quran di kelas baca Al Quran di masjid perumahan. Setiap Kamis malam saya aktif mengikuti kajian ilmu agama di majelis taklim. Berbagai aktivitas sosial saya nikmati tanpa meninggalkan hobi menulis yang sebelumnya telah saya tekuni. 



















Beberapa Pencapaian Saya di bidang kepenulisan : menang lomba menulis dan naskah dimuat di media massa.

Ternyata #BahagiadiRumah itu sederhana. Kebahagiaan sejati tercipta di dalam hati. Hati yang qonaah, yaitu hati yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat Illahi. Salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan adalah dengan menekuni hobi. Hobi saya adalah membaca dan menulis. Saya memilih membaca bacaan bermutu untuk mengisi waktu dan bersyukur hingga saat ini mampu meraup rezeki dari aktivitas menulis.

Menulis, hobi sekaligus ladang rezeki

Tak terasa Tabloid Nova yang turut andil sebagai sumber inspirasi saya untuk menemukan esensi #BahagiadiRumah kini telah berusia 28 Tahun. Happy Novaversary tabloid wanita andalan wanita Indonesia. 28 tahun adalah usia matang bagi seorang wanita. Saat berusia 28 tahun saya baru melahirkan anak pertama. Begitu banyak kenangan saya bersama Tabloid Nova. Beberapa kali mendapatkan hadiah dari evennya dan tak terhitung inspirasi yang tergali dari membaca Tabloid Nova mulai dari gaya busana, tips menjadi orang tua hingga berbagai resep masakan yang sangat membantu saya menyajikan menu sehat dan lezat bagi keluarga tercinta. Semoga Tabloid Nova semakin berjaya dan tiada henti menebar inspirasi bagi wanita dan keluarga Indonesia. 

Thursday, May 12, 2016

Cara Mudah Menuju Mekah Bersama BRISyariah

"Berhaji itu wajib. Setidaknya niat untuk berhaji wajib ada pada hati setiap umat muslim" tausyiah ustadzah dalam suatu majelis taklim menampar saya pelan. Selama ini saya menganggap bahwa naik haji buat saya pribadi membutuhkan keajaiban. Ya bagaimana tidak butuh keajaiban karena untuk hidup sehari-hari kami harus pandai-pandai menyiasati.

Semula saya pikir naik haji adalah ibadah bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi. Mendaftar ibadah haji harus memiliki sekian rupiah dan wajib lunas ketika tiba saat berangkat naik haji sesuai antrian di Departemen Agama. Lalu darimana uang pelunasan ONH kami jika untuk biaya hidup dan bayar sekolah anak saja pas-pasan?
   Pencerahan memang bisa datang darimana dan kapan saja. Demikian pula halnya dengan pencerahan yang saya peroleh tentang kewajiban berhaji. Sebuah buku hadiah kuis dari penerbit berjudul : Cara Mudah Menuju Mekah memberikan secercah cahaya menerangi pikiran yang khawatir tak mampu berhaji hingga saatnya mati.


  Pemikiran saya tentang “ketidakmampuan” naik haji menurut penulis buku tersebut adalah salah satu kendala sebelum berhaji. Dalam buku tersebut dibahas beberapa kendala yang menyebabkan seseorang muslim bahkan tak pernah memiliki niat untuk berhaji. Kendala berhaji menurut Firmansyah Dimmy, sang penulis buku Cara Mudah Menuju Mekah adalah:
1.        Merasa belum mampu
seperti yang telah saya singgung sebelumnya, kondisi ekonomi pas-pasan adalah penyebab merasa bahwa naik haji hanyalah mimpi. Pemikiran ini sangat berdampak pada pupusnya niat untuk berangkat haji.
2.       Lingkungan yang kurang kondusif,
berada di lingkungan yang mementingkan keduniawian dan gaya hidup hedonis bisa mematahkan niat pergi berhaji. Jangankan naik haji, larut dalam kegembiraan dunia bahkan bisa membuat seseorang lupa melaksanakan sholat dan ibadah-ibadah qauliyah dan amaliyah lainnya.
3.        Menunggu waktu yang tepat
kalimat ini sering kita dengar terlontar spontan jika seorang muslim yang sehat, berkecukupan ekonomi tapi tak segera naik haji. “menunggu waktu yang tepat” sekarang masih repot mengurus keluarga, sibuk bekerja, mengembangkan bisnis. Nanti sajalah kalau sudah usia lanjut. Padahal tak ada yang menjamin usia kita bisa sampai tua.
4.       Belum ada panggilan
Ibadah haji seringkali diibaratkan sholat. Menunggu adzan baru berangkat. Mampu fisik dan ekonomi tapi tidak segera berangkat ke Mekah beralasan “belum ada panggilan” seperti halnya muslimah yang belum berhijab menjawab “masih menjilbabi hati, menunggu hidayah”. Ya Allah, ampuni hamba, bahkan hidayah ternyata bukan dinanti tetap harus dikejar dan dicari
5.       Tidak bisa mengaji.
Buta huruf Al Quran menyebabkan seseorang merasa minder untuk naik haji. Khawatir tidak mampu berdoa dan melafazkan dzikir yang harus diucapkan dalam bahasa Arab. Alhamdulillah buku panduan ritual haji dari Departemen Agama kini sudah dilengkapi doa-doa yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Bahkan sebenarnya kalimat-kalimat thayyibah seperti basmalah, hamdalah atau tahmid, tasbih, tahlil, takbir, hasbalah (Hasbunallah wa ni'mal wakil), talbiyah (Labbaik Allahumma labbaik) atau Asmaul Husna asal diucapkan dengan khusyu dari hati telah merupakan doa-doa yang didengar Allah.
6.       Menganggap ke Mekah tidak penting
Duit banyak, lebih baik dipakai keliling Eropa berlibur bersama keluarga. Astaghfirullah semoga kita dijauhkan dari pemikiran ini
7.       Takut naik pesawat.
masyaAllah, fobia naik pesawat mungkin sulit disembuhkan. Tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki.
8.       Takut pembalasan dosa
Nah ini dia kendala yang tak kalah gawatnya, cerita-cerita tentang karma yang dialami di tanah suci berkaitan dengan dosa dan kesalahan dalam kehidupan sehari-hari sering menyurutkan niat untuk berhaji. Opini yang harus diubah dengan pemikiran sebaliknya yaitu bahwa menunaikan ibadah haji adalah salah satu ibadah yang diharapkan dapat membasuh dosa-dosa.

Dari kedelapan kendala tersebut yang paling besar untuk saya hadapi adalah : merasa belum mampu.
Bagaimana cara mengusir keraguan bahwa saya tidak mampu naik haji? Cara paling efektif adalah dengan memotivasi diri tentang keutamaan ibadah haji dan tak ragu untuk “bermimpi”.

Seperti kata Laskar Pelangi bahwa mimpi adalah kunci menaklukkan dunia. Tetapi mimpi tanpa langkah nyata adalah angan-angan belaka. Padahal berangan-angan, berandai-andai adalah hal yang tak disukai Allah.

Memotivasi diri untuk berangkat berhaji dapat dilakukan dengan cara mudah, yaitu:
1.   Membaca berulang kali ayat  Al Quran yang mewajibkan umat muslim untuk berangkat haji. Salah satunya adalah Surat Ali Imran ayat 97. Jika perlu cuplikan ayat tersebut difotocopy atau diprint out dari laman Al Quran online, kemudian dilaminating dan ditempel di dinding kamar. Setiap kali sebelum tidur atau bangun dini hari untuk sholat tahajud insyaAllah kita akan selalu teringat untuk memanjatkan doa agar dimampukan untuk berhaji.


2.       Menitipkan doa kepada teman dan kerabat yang berangkat umroh atau haji. Salah satu keutamaan beribadah di tanah suci adalah doa-doa lebih mudah dikabulkan. Berdoa di Roudhoh, Masjid Nabawi dan di Masjidil Haram, di depan Ka’bah diyakini lebih mujarobah. Tak perlu malu untuk menitipkan doa kepada kenalan yang sedang beribadah di Mekah dan Madinah agar kita dimampukan untuk melaksanakan ibadah haji. Namun agar lebih afdol ada baiknya ketika yang dititipi doa sedang memanjatkan doa, kita pun dalam kondisi sedang beribadah, minimal berdzikir. Rasanya kok aneh ketika kita didoakan kok malah bermalas-malasan atau tiduran. Cara ini sempat saya lakukan ketika tetangga berumroh. Kebetulan beliau-beliau adalah anggota majelis taklim. Ketika mendekati waktu berkunjung ke Raudhoh beliau memberikan kabar melalui whatsapp grup sehingga kami yang di Indonesia bersiap diri untuk turut berdoa. Istilahnya “nyambung doa


3.       Membaca kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang tampaknya kurang mampu secara ekonomi namun ternyata bisa menunaikan ibadah haji. Cerita-cerita semacam Tukang Bubur Naik Haji, pemulung naik haji setelah menabung bertahun-tahun dan guru mengaji tanpa penghasilan tetap yang diumrohkan mantan muridnya adalah contoh kisah-kisah inspiratif yang dapat membangkitkan niat dan membulatkan tekad untuk naik haji.

4.       Memulai ikhtiar.
      Dalam buku “Cara Mudah Menuju Mekah” dibahas pula mengenai Banyak Cara Menuju Mekah salah satunya adalah Tabungan Haji dan Umroh. Saat ini Tabungan Haji dan Umroh banyak pilihan baik dari bank konvensional maupun bank syariah. Namun sebagai nasabah BRI Syariah, Tabungan Haji BRISyariah iB menarik minat saya untuk insyaAllah memilihnya sebagai tabungan berhaji. Sebagai penulis freelance pendapatan saya tak tentu. Salah satu ketentuan Tabungan Haji BRISyariah iB yang sangat sesuai dengan kondisi finansial saya adalah setoran awal mulai Rp. 50.000,- dan setoran berikutnya minimal Rp. 10.000,-. Artinya calon jamaah haji bisa bebas setiap saat menambahkan saldo. Apalagi ketentuan-ketentuan lain terasa tidak memberatkan. 

Ini dia poin-poin penting dari Tabungan Haji BRISyariah iB

Akad : Mudharabah Muthlaqah

Bagaimana Cara Membuka Tabungan Haji BRISyariah iB. Simak Syarat dan Ketentuannya
·    Melampirkan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
·    Melampirkan fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) 
·   Melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (untuk pembukaan bagi anak-anak)

Biaya-biaya apa yang dikenakan pada Tabungan Haji BRISyariah iB

  •      Biaya administrasi bulanan tabungan : GRATIS
  •      Biaya rekening pasif : Rp 10.000,- 
  •      Biaya re-aktivasi rekening pasif : GRATIS 
  •   Biaya penggantian buku tabungan karena habis : GRATIS
  • Biaya penggantian buku tabungan karena hilang/rusak  : Rp 5.000,-
  •      Biaya dibawah saldo minimum : GRATIS  
  •      Biaya penutupan rekening : Rp 25.000,- 
Fitur
·         Mata uang IDR (Rupiah)
·         Setoran awal Rp 50.000,-  
·         Setoran berikutnya Rp10.000,-
·         Saldo minimal Rp 50.000,-
·         Dana tidak dapat ditarik sewaktu-waktu
·         Tidak mendapat Kartu ATM

Nah siapa yang nggak mau berangkat ke Mekah dengan cara mudah bersama BRI Syariah. Tabungannya bisa dibuka dengan setoran lima puluh ribu rupiah, setoran berikutnya bebas sesuai kemampuan, tidak ada biaya administrasi bulanan, terdapat bagi hasil yang kompetitif dengan pemotongan zakat secara otomatis plus Transaksi Online dengan SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) untuk kepastian porsi keberangkatan haji.
Tiga tahun lalu saya sempat pesimis menyiapkan dana untuk anak sulung saya masuk pesantren tahun ini. Tetapi Tabungan Impian BRI Syariah telah menjadi sarana bagi saya mewujudkannya. Alhamdulillah dana tersebut telah terkumpul dalam nominal yang cukup lumayan mengingat saya memilih setoran sebesar seratus ribu rupiah setiap bulannya. Mudah-mudahan saya mampu menyempurnakan keimanan dan keIslaman dengan menunaikan ibadah haji melalui Tabungan Haji BRISyariah iB 

Berhaji adalah bukti cinta sejati kepada Illahi. Beribadah haji membutuhkan pengorbanan harta dan tenaga yang besar karena ongkosnya tidak murah, harus meninggalkan keluarga dan segala kenyamanan di rumah sendiri, ritualnya memerlukan kesiapan fisik dan mental. Hal paling mengagumkan ketika berhaji adalah ketika umat muslim dari segala mazhab berkumpul untuk melakukan ritual haji atau sholat berjamaah tanpa mempermasalahkan perbedaan fiqih. Kadang saya sering menangis haru melihat tayangan ritual haji di televisi, betapa ukhuwwah Islamiyah tampak begitu kuatnya ketika berada di depan Ka’bah. Betapa syahdunya suasana wukuf di Arafah. 

   Teriring doa menutup postingan ini, doa yang insyaAllah akan selalu saya panjatkan di penghujung malam nan sunyi : Ya Allah, Engkau memanggil hamba tiga kali dalam hidup ini: ketika sholat, berangkat haji dan ketika mati. Hamba telah berusaha sebaik mungkin menjawab panggilanmu tepat waktu dalam melaksanakan sholat wajib dan menambal kekurangannya dengan sholat-sholat sunnah. Mohon perkenankan dan mampukan hamba untuk menunaikan ibadah haji. Agar kelak saat panggilan terakhirMu hamba tak terlalu memalukan ketika dihadirkan di hadapanMu untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatu. 

Tuesday, May 3, 2016

Ini Lho Enaknya Jadi Blogger TerngeHitz Indoblognet

"Menulis itu Vitamin" begitu yang saya tulis saat diwawancarai Indoblognet mengenai motivasi saya menulis melalui inbox FB akhir bulan April lalu. Benar, saya menganggapnya vitamin. Sebab vitamin itu biasa kita artikan sebagai penambah stamina. Begitu juga menulis bagi saya. Kapan tepatnya saya senang menulis sudah lupa-lupa ingat, tetapi saya tak merasa kesulitan mengerjakan tugas pelajaran mengarang bebas saat duduk di bangku sekolah. Ketika saya masih kerja kantoran sekitar tahun 2010-an hobi menulis tersalurkan melalui menulis di notes facebook. Haa saya termasuk yang ketinggalan berfacebook ria. 

Nah, keasikan facebookan dan ikut berbagai kuis dan lomba trus menemukan salah satu lomba menulis yang naskahnya diharuskan ditulis di blog. Wow apa pula ini, lagi-lagi saya yang kudet belajar tentang ngeblog. Blog pertama saya Kompasiana, sekalian untuk menulis naskah lomba tentang zakat. Lalu menyusul blogdetik dan kemudian numpang blogspot ini. Dari aktivitas ngeblog ini yang kemudian membawa saya bertemu mbak Ika (Kartina Ika Sari) dan Mbak Avy di Pameran Produksi Indonesia 2015. Yap, karena hobi ngelomba yang kalau diitung banyak kalah daripada menangnya lah, saya bela-belain berangkat ke PPI 2015 dua kali dalam sehari padahal jarak tempuhnya lumayan juga : Sidoarjo Surabaya gitu loh.

Alhamdulillah berkah silaturahim itu nyata adanya. Perkenalan dengan Mbak Ika dan Mbak Avy ini benar-benar membawa berkah buat saya. Saya bisa ikutan event blogger via Kompasiana - Bonek di bawah komando Mbak Avy, saya beberapa kali terima job review dari Mbak Ika. Hingga akhirnya jalinan kerjasama untuk aktif menulis di Indoblognet. Indoblognet, komunitas bagi blogger dan mitra branding berbagai produsen, penyedia jasa dan UKM ini memang baru berumur tiga bulan. Kebetulan mbak Ika duduk sebagai founder dan mbak Avy juga turut aktif di dalam timnya. Alhamdulillah saya kebagian berkahnya lagi. Tawaran untuk aktif menulis di Indoblognet berbuah manis. Saya dinobatkan sebagai Blogger TerNgeHitz April 2016. Alhamdulillah buanget, seolah mendapat kado ultah saya yang bulan April :)


Apa pula Blogger TerngeHitz itu? ini salah satu program bulanan Indoblognet. Penghargaan bagi blogger yang mengakumulasikan tulisan terbanyak setiap bulan di Indoblognet, bukan copas dan bersifat inspiratif plus tidak banyak diedit oleh tim editor. Trus apa asyiknya jadi BLogger Ngehitz Indoblognet ? Hohoho...banyak manfaatnya kawan. Menulis di Indoblognet itu salah satu langkah mengoptimalkan Personal Branding. Semua yang menulis di Indoblognet memiliki akun yang mencantumkan akun-akun jejaring sosialnya. Terbayang kan kalau kita menulis tema yang sangat bagus, viral trus ada pihak dari klien Indoblognet yang ingin menyewa jasa kita sebagai influencer atau buzzer?. Asyiknya lagi tulisan yang sudah kita posting di Indoblognet boleh ditulis ulang di blog kita pribadi tetapi direwrite, jangan copas atuh. Nah kalau pas rezeki ditetapkan sebagai BLogger Ngehitz Indoblognet mendapatkan hadiah, bisa berupa bingkisan, uang tunai ratusan ribu rupiah, uang tunai plus bingkisan dan mungkin juga kesempatan memperoleh job review. Asyik banget khan?

Tertarik mendapatkan berbagai manfaat menulis di Indoblognet? ayolah join Indoblognet segera ya, berbagi inspirasi bagi sesama dan menjalin silaturahim di dunia maya :)