Google+ Followers

Thursday, September 21, 2017

Surya Merekah di 1 Muharram 1439 Hijriah

Hari ini saya tiba-tiba ingin mengabadikan momen matahari terbit dari view lahan kosong perumahan yang berupa semak belukar dan sebagian masih terhampar sebagai sawah. MasyaAllah indah banget. Baru kali ini melihat detik-detik mentari terbit dari tanah lapang. Perlahan menyembul dari berwujud bulatan raksasa berwarna merah, 

lalu menjadi semburat kuning

 hingga akhirnya bersinar putih cerah saat sudah semakin meninggi.

Suasana pagi itu semakin syahdu oleh kepungan kabut pagi di tanah lapang yang tak jauh dari masjid Al Ukhuwwah. Sayup-sayup dari masjid desa seberang suara orang mengaji. Mungkin khataman di 1 Muharram. Tahun lalu di Masjid Al Ukhuwwah juga ada khataman membaca Al Quran memperingati Tahun baru Islam. Entah bada subuh kali ini kok masjidnya sepi, mungkin banyak yang sedang bepergian karena mendekati akhir pekan. Jadi hanya diisi doa bersama bada maghrib.

Iseng banget ya saya kali ini, yang lain mengaji saya malah merekam matahari terbit di akun instagram . Yang bikin baper beberapa kali burung terbang melintas di hadapan saya. Mereka pagi-pagi sudah mengais rezeki, mengisi perutnya dengan bebijian yang terhampar di muka bumi.

Surya merekah di pagi 1 Muharram 1439 Hijriah ini menjadi pengingat diri bahwa rezeki setiap makhluk sudah ditetapkan. Belajar lagi pada burung-burung yang terbang, yang tawakal, berpasrah pada Allah tentang bagaimana mengisi perut lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Harapan saya, sebagai insan manusia bisa lebih baik kadar tawakalnya dari burung-burung yang notabene tidak dianugerahi akal pikiran. Dulu saya pernah berpikir : duh bagaimana kelak kalau sudah tak bekerja dan punya gaji, kira-kira keluarga saya masih bisa tercukupi enggak. Sekarang sering mikir : waduh biaya sekolah makin meninggi, bisakah kami menyekolahkan anak-anak hingga lulus pondok pesantren dan ke jenjang lebih tinggi? lalu semakin menua mikirnya: walah ga punya pensiunan bagaimana nanti mencukupi kebutuhan hidup kala sudah tak mampu lagi bekerja mencari nafkah? 

Alamaak kok jarang mikir yang begini: ya Allah kalau aku besok mati muda, lalu bekalku menghadapMu apa? ternyata saya kalah tawakal sama burung-burung yang ceria terbang ke sana kemari. Hijrah yang belum kaffah, itulah saya. 

Berharap mentari tahun baru 1439 Hijriah ini menjadi saksi saya yang berjanji menjadi insan yang lebih baik lagi, lebih sabar alias gak ngomelan, lebih khusyu dalam beribadah, lebih rajin bekerja mencari nafkah. Semoga dana JHT yang saya cairkan tempo hari cukup buat modal usaha kecil-kecilan. Hmm kira-kira usaha apa ya, yang ga perlu bayar pegawai dan sewa tempat. Bisa dilakoni sambil ngekuis atau menulis plus jualan pulsa. Any idea?

Mentari 1 Muharram, sebagai saksi tentang arti dan hikmah "hijrah" Bahwa hijrah bukan sekedar berpindah atau berubah namun berubah menjadi lebih baik di mata Allah. Bahwa hijrah hendaknya istiqomah hingga saat menutup mata. 

Selamat Tahun Baru Islam 1439 Hijriah
Semoga langkah kaki kita semakin mendatangkan barokah
Istiqomah untuk berhijrah 
Menjadi pribadi yang lebih dicintai Allah



Monday, September 18, 2017

Pencairan JHT BPJS TK yang DRAMATIS



Duh seperti apa sih proses pencairan JHT BPJS TK yang dramatis itu...begini ceritanya

Tanggal 13 September 2017 saya berkunjung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Sidoarjo. Demi keluarga saya mencairkan Jaminan Hari Tua. Mengingat karir suami saya (sekali lagi) di ujung tanduk karena perusahaan kalah tender dan melakukan rasionalisasi karyawan saya harus bertindak cepat: menyelamatkan finansial keluarga. Satu-satunya tabungan saya JHT BPJS TK yang saya peroleh dari hasil bekerja selama kurang lebih 5,5 tahun. Perkiraan saya saldo JHT yang bakal saya terima berkisar 13 jutaan kurang-kurang dikit, lumayan lah buat modal usaha.

Sebenarnya saya sudah mengundurkan diri sejak akhir Tahun 2012, namun saat saya hendak mencairkan dana JHT (dahulu bernama Jamsostek) di Tahun 2013 kepesertaan saya belum di-nonaktifkan perusahaan. Wah, padahal seharusnya begitu seorang karyawan mengundurkan diri atau terPHK maka saat itu pula status BPJS TKnya harus dilaporkan untuk non aktif. Kebetulan suami kakak saya pernah mengalami hal serupa. Menurut beliau setelah tiga tahun kepesertaannya berubah non aktif dan JHT bisa dicairkan. 
Ya udahlah saya nunggu tiga tahun kemudian (terhitung sejak 2013) tanpa ada inisiatif mengecek ke perusahaan, sebab saya sudah suudzon terlebih dahulu nggak bakal ada penyelesaian jika saya menghubungi HRD pusat di Jakarta. Di (mantan) perusahaan saya yang antik ini urusan gaji dan pendaftaran jamsostek untuk level managerial (supervisor, asisten manager, manager, branch manager) dihandle level direksi dengan alasan agar masalah gaji tetap menjadi rahasia direksi (tidak terbuka untuk umum seperti jika diurus HRD) sehingga tidak timbul iri dengki. Uhuks padahal gaji saya sebagai supervisor admin lo kalah sama mereka yang notabene staff biasa. 



Bulan lalu ketika saya menanyakan status kepesertaan BPJS TK via telepon, kabar gembira yang saya peroleh: kepesertaan sudah dinonaktifkan dan dana bisa dicairkan.

Alhamdulillah!
Namun saya harus menelan kecewa (semoga tak akan lama) ternyata keterlambatan perusahaan mengurus non aktif kepesertaan BPJSTK saya berimbas pada proses pencairan. CS BPJS TK Sidoarjo, Mbak Tika yang ramah menganjurkan saya untuk menghubungi PIC di BPJS TK di Rawamangun Jakarta, tempat kantor pusat perusahaan saya mendaftarkan karyawannya mengikuti program Jamsostek (BPJS TK). Setelah berkoordinasi dengan PIC BPJS TK Rawamangun saya mendapat angin segar bahwa hari Senin  18 September 2017 insyaAllah data sudah terkoreksi dan JHT bisa diambil.

Karena pihak BPJS TK juga meminta nomor telepon HRD Pusat. Jadilah saya berurusan dengan mereka, padahal yaaah tetap saja tidak ada keajaiban yang terjadi hehehe, Keruwetan di perusahaan ini seolah seperti gawan bayi. Yang bikin sebel salah satu HRD yang saya telpon bisa-bisanya ngomong "kok baru telpon sekarang?" Helloww saya dulu pernah mencairkan JHT Jamsostek dari perusahaan sebelumnya. Saat surat resign saya ajukan, sebulan kemudian, tepat sebelum saya meninggalkan kantor setelah berpamitan saya sudah terima surat keterangan tidak lagi bekerja, surat tembusan ke Jamsotek. Dan saat saya mencairkan JHT langsung aja sehari jadi tanpa ada kendala seperti yang saya alami saat ini.

Padahal sebenarnya mengurus pencairan JHT di BPJS TK cabang Sidoarjo cukup efisien dan memuaskan. Jam 7.40 saya tiba di lokasi sudah ada beberapa orang mengantri. Proses verifikasi awal kelengkapan dokumen dilakukan di halaman kantor BPJS TK, di bawah tenda dan disediakan tempat duduk yang memadai. 


Saya mendapat no antrian 18. Kelengkapan dokumen diverifikasi dua orang petugas. Dan saya pun mendapatkan Surat Pernyataan kesediaan dan formulir pendaftaran sebagai peserta BPJS TK Bukan Penerima Upah. (ntar aja deh ngurus pendaftarannya belakangan ye mpok, pan duitnya masih in the way)

Jam 08.00 WIB sesuai no antrian kami dipersilahkan masuk ke dalam kantor nan nyaman. 
Saya dipersilahkan menuju loket satu (loket pemeriksaan dokumen) dan memasukkan dokumen ke dalam drop box. Tunggu kira-kira 15 menit untuk mendapat panggilan dan tertera nomor antrian untuk verifikasi lanjutan di loket yang ditunjuk.
No antrian

Di kertas nomor antrian tersebut dilengkapi informasi bahwa di depan nomor kita terdapat berapa antrian (real time banget) jadi kita bisa memperkirakan sendiri apakah bisa meninggalkan kantor BPJS TK untuk sebuah keperluan atau bersabar menunggu karena di depan antrian hanya ada 2-3 nomor (seperti yang saya alami).
Berdasarkan pengalaman ini saya ingin berbagi informasi penting:
1. Pastikan (mantan) perusahaan segera melaporkan Pemutusan Hubungan Kerja baik dari pihak perusahaan atau dari pihak pekerja (mengundurkan diri) ke Depnaker dan me-non aktifkan status BPJS TK. Kalau tidak segera diurus bisa mengalami kendala seperti saya nih (ya banget, resign tahun 2012 baru di non aktifkan tahun 2015 padahal sudah tidak ada setoran iuran sejak saya mengundurkan diri)

2. Pastikan kelengkapan dokumen untuk pencairan JHT dari rumah:
Formulir Klain JHT dan persyaratan dokumen

a. Kartu Peserta Tenaga Kerja (asli dan fotocopy)
b. Kartu Tanda Penduduk Tenaga Kerja (asli dan dua lembar fotocopy)
c. Kartu Keluarga Tenaga Kerja (asli dan fotokopi)
d. Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial
e. Surat Pemberitahuan dari perusahaan ke DISNAKER tembusan ke BPJS Ketenagakerjaan yang dilegalisir (bagi yang mengundurkan diri sesudah 1 September 2015)
f. Formulir JHT yang telah diisi (diambil di loket BPJS TK)
g. Buku Tabungan asli dan foto kopi (pemilik rekening atas nama peserta JHT) - pastikan nama yang tertera di buku tabungan sama persis dengan nama pada KTP dan jika memungkinkan print out hingga saldo terakhir yang aktif. Pengalaman saya nih, saya juga harus meminta revisi ke kantor bank karena nama saya di buku rekening disingkat menjadi " Dwi Aprilytanti H" bukan Dwi Aprilytanti Handayani.

3. Datang sepagi mungkin untuk mendapatkan segera nomor antrian. Lebih cepat lebih baik bukan? jangan lupa sarapan dan bawa bekal minuman dan buku bacaan agar tak mudah bosan menunggu antrian

Nah kira-kira JHT saya bisa cair nggak ya di tanggal 18 September? Iseng nanya HRD (mantan) perusahaan, jawabnya ya : wah belum tahu bu, PIC BPJS TKnya masih cuti menikah. Sebenarnya ini langkah benar-benar iseng karena mereka pasti tidak bisa memberikan solusi hehehehe.
Qodarullah saya ingat bahwa akun media sosial BPJS TK sangat membantu sekali.

Saya mencoba bertanya via inbox Facebook BPJS TK Info pada hari Jumat, tanggal 15 September 2017. Dan mendapat jawaban yang sangat memuaskan (jika ingin mengkonfirmasi masalah kepesertaan melalui inbox FB cantumkan nama, tempat dan tanggal lahir, no kepesertaan dan nama ibu kandung)



(PS. Kita juga bisa tanya-tanya via twitter BPJS TK) responnya juga cukup cepat dan memuaskan.

Alhamdulillah di tanggal 18 September 2017 saya datang sedikit lebih pagi dan mendapat antrian no 15. Alhamdulillah lagi proses pencairan kali ini langsung ACC. Saat berada di meja pencairan berkas kita akan ditanya kelengkapan dokumen asli, nama dan tanggal lahir, nama ibu kandung, perusahaan tempat bekerja, jabatan terakhir..dan difoto pakai web cam (kira-kira wajah saya seperti apa ya hihihi). Mbak Tika (qodarullah CS yang sama saat menolak pengajuan pencairan JHT saya di tanggal 12 September lalu) memberikan tanda terima dan menjanjikan maksimal 5 hari kerja dana JHT sudah mampir ke rekening saya.
Tanda Terima Pencairan JHT

Tanda terima tersebut disertai nomor telepon pihak finance BPJS TK Sidoarjo yang bisa dihubungi terkait pencairan dana tersebut, misalnya jika terjadi keterlambatan dana masuk (semoga saja kali ini lancar laaah, dananya sudah dibutuhkan bingiits).  Total waktu yang dibutuhkan untuk proses pencairan JHT ini kira-kira setengah jam saja. 
Alhamdulillah terima tanda terima pencairan JHT juga


Mudah-mudahan sharing saya ini bermanfaat untuk teman-teman. Sebenarnya mengurus birokrasi di BPJS TK nggak rumit-rumit amat asal dokumennya lengkap dan tepat. Nah PR selanjutnya adalah bagaimana agar modal usaha hasil pencairan JHT ini bisa membawa kebarokahan bagi keluarga kami dan bermanfaat dunia akherat. Doakan kami ya teman. Terimakasih.

Sunday, September 17, 2017

Sidoarjo Peduli Rohingya

Sabtu 16 September 2017 kemarin saya berkesempatan hadir di aksi #SidoarjoPeduliRohingya. Aksi yang diselenggarakan dari kerja sama berbagai elemen masyarakat : IKADI, FPI, IMM, KOKAM, Salimah, Tapak Suci dan berbagai ormas-ormas Islam di Sidoarjo ini mewakili aspirasi masyarakat Sidoarjo tentang konflik yang terjadi di Rohingya.

Saya sendiri hadir tidak menjadi representasi dari ormas manapun. Sekedar menemani ustadzah yang mewakili Salimah. Aksi kemanusiaan ini diawali dengan sholat ashar berjamaah di Masjid An Nuur, masjid milik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo di depan RSUD Sidoarjo lalu dilanjutkan dengan long march ke alun-alun, tepatnya di Monumen Jayandaru.

Saya pernah membaca berbagai ulasan mengenai konflik yang terjadi di Rakhine. Sebagian analis menyatakan bahwa konflik ini bukan sekedar sentimen agama namun terdapat latar belakang politis, sejarah dan ekonomi. Sayangnya, terdapat sentimen agama atau tidak yang terjadi pada etnis Rohingya adalah pembantaian, pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia namun dunia (terutama negara yang sering berkoar-koar tentang HAM) seolah diam saja. 

Kebetulan saja, saya seorang muslim dan berada di tengah aksi kemanusiaan untuk Rohingya. Padahal tanpa melihat sudut pandang agama, yang dialami oleh etnis ini adalah genocide, pembantaian besar-besaran. Di mata saya ini bukan perang, seperti yang biasa negara-negara pembela HAM katakan tentang Palestina - Israel. Jika yang dibantai adalah rakyat sipil, wanita dan anak-anak tanpa ada perlawanan maka - sekali lagi - ini bukan perang melainkan pembumihangusan dan pembantaian. Sekali lagi, ini penilaian saya sebagai orang awam, ibu yang memiliki dua anak.

Masing-masing perwakilan ber-orasi singkat. Isi orasinya tak jauh-jauh dari masalah Rohingya. Sebenarnya saya ingin mendengar sesuatu yang lebih terperinci mengenai konflik yang terjadi di Rakhine ini. Namun tak ada yang saya peroleh dari orasi-orasi singkat. Salah satu yang berorasi (dan mengklaim pernah terbang ke Myanmar untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan) menyatakan bahwa pihak militer Myanmar sangat tertutup dan sangat membatasi gerak para relawan kemanusiaan. Mudah-mudahan bantuan-bantuan itu sampai pada tangan pengungsi, seperti yang diniatkan para donatur. Berharap masih banyak yang masih punya hati dan memiliki rasa manusiawi untuk tidak mengambil yang bukan haknya.

Seperti biasa saya mencari-cari hal yang paling menarik selain pokok bahasan utama. Dan saya menemukan bahwa di tengah karut marutnya dunia generasi muda kita karena masalah narkoba, pornografi, tindak kekerasan dan kebrutalan (ala-ala gladiator) masih ada anak-anak yang berbudi pekerti luhur. Setidaknya adik-adik Tapak Suci (dan adik-adik lain yang saya tidak tahu mewakili organisasi mana) menunjukkan itikad baik. Mereka tidak malu memunguti sampah atau menyorongkan karung plastik hitam untuk menerima sampah dari tangan para peserta aksi kali ini. Ya Allah semoga generasi muda Indonesia yang baik-baik bisa lebih banyak lagi. Semoga negeri tercinta ini dijauhkan dari konflik yang terjadi di Myanmar. Dan semoga konflik Rohingya ini segera terselesaikan tanpa memakan korban jiwa lebih besar lagi.


Thursday, September 14, 2017

Logika Muslim Tentang Rezeki

Hari ini kami dikejutkan lagi dengan kabar nggak enak. Nggak enak di mata manusia tapi mungkin ini yang terbaik di hadapan Allah. Selama lebih dari 15 tahun menikah memang saya hampir tak pernah mendengar kabar gembira dari suami, kalau nggak PHK ya sakit keras sampai menghabiskan banyak biaya >> kata setan

Tetapi ahlul musibah dijanjikan Allah kemudahan di akherat >> bisik malaikata via tausyiah pak Ustadz.

Setan dan malaikat bersaing mendapatkan perhatian di kepala dan benak saya. Entah siapa yang menang pada akhirnya tapi kami putuskan untuk berpasrah diri pada Allah Sang Maha Kuasa.

Kabar apa lagi sih yang dibawa suami? kabar tentang kantornya yang mengadakan rasionalisasi. Gegara kalah tender dari satu proyek besar lalu terpaksa mengurangi banyak karyawan atau mengirim karyawannya mutasi ke luar provinsi. Suami kena yang kedua, dimutasi keluar provinsi. Beratnya karena tidak ada tambahan fasilitas atau penghasilan padahal harus keluar biaya ekstra: kost dan biaya hidup sekaligus untuk tiga pintu (suami, saya dan si bungsu dan si mas di pondok). Mau ngikut pindah sekeluarga suami saya malah melarang lha wong dia saja sebenarnya enggan. Iya sih di tempat kami tinggal sekarang sudah cukup nyaman, dekat masjid, disediakan makam khusus warga perumahan dan alhamdulillah lingkungan tetangga ukhuwwahnya juga kuat.

Pada awalnya suami saya berniat mengundurkan diri saja, tentu tanpa pesangon karena ia pegawai kontrakan lalu ngojek online. Hmm tapi bagaimana wong umurnya tak lagi muda, baru beberapa bulan lalu sakit parah dan tidak pernah lagi check up. Apa kira-kira nggak makin susah.

Mungkin hikmah dari sholat Ied di kampus Unida tempo hari adalah agar kami, terutama saya belajar lagi mengenai logika muslim tentang rezeki - intisari dari khotbah Iedul Adha. 

Beberapa poin khotbah yang mengusik kalbu saya:

1. Allah yang maha memberi rezeki
2. Kadar rezeki tiap makhluk telah dijamin dan ditentukan 
3. Walau kadar rezeki sudah ditentukan namun wajib bagi muslim utk mengupayakan dan mencari rezeki.
QS: Jumuah 10.
4. Ciri seorang mukmin adalah totalitas dlm bekerja tanpa mendzalimi orang lain
 Qs Yusuf 87. 
5. Dilarang berputus asa
Al ankabut 69
Keyakinan; jika kita memperhatikan dan memperjuangkan hak hak Allah maka Allah akan memperhatikan kita

Khotbah 2. Bagi seorang muslim berqurban adalah satu-satunya jalan logis
Sebab Allah menjanjikan rezeki melebihi yang dibayangkan manusia yang hanya dapat ditempuh dengan jalan ketaqwaan

Banyak kemungkinan yang sedang dan akan kami jalani. Mungkin ujian hidup kesekian kali adalah teguran karena kami telah melalaikan hak-hak Allah. Atau mungkin malah kemudian hari jalan yang terjal ini ternyata merupakan yang terbaik bagi kami. Lha ya bisa saja dalam waktu dekat terjadi keajaiban, mutasi dibatalkan atau suami bisa mendapat pekerjaan baru yang lebih dekat rumah atau kami bisa membuka bisnis baru. 

Ah sudahlah tak usah berandai-andai

Manusia ...bisa apa..hanya sekedar makhluk yang tak punya kuasa. Maka yang terbaik adalah berserah diri pada Sang Maha Kuasa. 
Belajar sabar
Belajar nggak nggrundel
Belajar tawakal
Lha memang manusia terus belajar sampai masuk liang kubur.

Bismillah semoga Allah kuatkan langkah kami dan menguatkan tekad suami yang sebenarnya baru saja berhijrah dengan belajar membaca Al Quran di program Wani Ngaji. Alamat ngga bisa ngaji bareng ustadznya lagi ...padahal butuh waktu 16 kali pertemuan untuk tamat program ini.
Sekali lagi manusia bisa apa ...kalau pun merasa berat yang bisa dilakukan hanya memohon untuk dikuatkan. Asal ngga pakai demonstrasi pada Yang Maha Memiliki termasuk memiliki jiwa raga ini. 

Thursday, September 7, 2017

Transpulmin Balsam Unyu, Pengusir Flu Paling Jitu


Musim pancaroba begini keluhan paling sering saya alami adalah gejala flu. Bersin-bersin, kepala pusing, meriang, tenggorokan gatal dan terasa kering. Sebenarnya cuaca nggak bisa disalahkan. Toh tanpa menunggu musim pancaroba kalau kondisi badan sedang drop dan virus flu menyerang langsung dah tepar.

Buat emak-emak yang sok sibuk seperti saya jatuh sakit adalah hal yang sebisanya dihindari eh...bukan karena menghindari takdir sih tapi ikhtiar agar ga sakit kan perlu dilakukan semaksimal mungkin. Sudah jadi rahasia umumlah kalau emak sakit jadinya kerjaan rumah makin membukit. Apalagi kami sudah merencanakan travelling, mengunjungi si sulung di pondok pesantren di luar kota tempatnya menuntut ilmu pas di hari raya Idul Adha. Waduh enggak banget deh travelling dalam kondisi sakit, ngga enjoy dan khawatir menulari si santri.

"Minum obat aja mak?" Duh gimana ya, saya mah sebisa mungkin mengurangi minum obat, apalagi untuk sakit yang tergolong "ringan" seperti flu. Nah untuk meredakan gejalanya dan bisa segera fit seperti semua saya pilih balsam Transpulmin keluarga.

Balsam ini terbukti ampuh meredakan gejala flu. Produk balsam buatan Transfarma Medica Indah ini tersedia dalam kemasan tube "unyu" 10 dan 20 gram. Khusus untuk bayi dan anak-anak dianjurkan menggunakan Transpulmin BB.

Duo Transpulmin dan Transpulmin BB andalan Emak-emak

Bagaimana Cara Menggunakan Transpulmin Balsam?

Cara pakai Transpulmin balsam sangat praktis:
1. Buka kemasan
2. Putar tutupnya
3. Manfaatkan bagian tajam di cekungan tutup tube untuk membuat lubang tube dengan cara menusukkannya.

4. Pencet tube bagian bawah untuk mengeluarkan balsam secukupnya dan diletakkan di telunjuk.

5. Oleskan di bagian dada, leher, punggung dan ratakan

Jika membutukan inhaler atau pelega pernapasan Transpulmin balsam bisa dimanfaatkan untuk mandi uap. Caranya adalah dengan mencampurkan balsam Transpulmin secukupnya ke dalam 1 liter air panas. Uap dari campuran ini bisa dihirup selama beberapa menit.

Saya juga berupaya meredakan gejala flu dari dalam dengan minum infused water menggunakan irisan jeruk nipis yang direndam dalam air putih. Kinerja Transpulmin balsam dan infused water ini terbukti ampuh membasmi gejala flu. Tenggorokan yang terasa gatal dan sakit untuk menelan, bersin-bersin, hidung mampat, persendian linu langsung hilang.

Tapi perlu diingat balsam Transpulmin tidak dianjurkan untuk dioleskan langsung di bawah lubang hidung dan pada kulit yang sedang terluka atau kulit sensitif.

Perpaduan sempurna mengusir flu
Apakah ada Dosis tertentu untuk pemakaian Transpulmin Balsam?

Menurut penjelasan di flyer dalam kemasan penggunaan Transpulmin balsam dianjurkan 2-4 kali sehari. Namun dari pengalaman saya mengoleskannya di leher, dada, punggung lebih dari 4 kali sehari tak mengapa, tergantung parah tidaknya gejala penyakit flu yang melanda. 

Bagaimana pengaruh Transpulmin Balsam terhadap tubuh?  

Ini nih yang saya suka dari Transpulmin balsam. Panasnya pas, tidak membuat kulit tubuh kepanasan dan tahan lama. Setengah jam setelah dioleskan panasnya masih terasa. Membantu tubuh merasa hangat, pernapasan jadi lebih lega (maklum sempat kesumbat ingus karena bersin yang terus menerus) dan persendian yang ngilu karena gejala flu jadi lebih enteng. Balsamnya juga cepat meresap, tidak berbekas pada pakaian dan sprei jadi enak aja dah main oles sambil tiduran menjelang rehat. Aromanya juga lembut, tidak menusuk hidung, aaah semacam sedang dinina bobokkan dengan aromatherapy, tidur jadi lebih nyenyak hingga dini hari. 

Belajar dari pengalaman betapa dahsyatnya cara kerja Transpulmin balsam saya memastikan untuk membawanya dalam tas selama bepergian. Travelling kali ini harus sukses dong, nggak boleh sakit. Jaga-jaga untuk si Radit saya pun membawa Transpulmin BB dalam pouch. Ibu adalah Guardian Angel, harus selalu siap sedia dengan perbekalan keluarga. Mencegah lebih baik daripada mengobati, karena si kecil selama ini rentan terhadap penyakit kalau pas kecapekan dalam perjalanan maka Transpulmin BB adalah pilihan tepat.

Cerita tentang rentannya Radit menderita flu, saya pernah ditegur bu dokter saat memeriksakan keluhan sakit telinganya. Saat itu dia memang sedang pilek dan batuk pula. Radit mudah sekali menderita flu, buku periksanya sampai penuh dengan keluhan rata-rata influenza. "Bu, nggak baik bagi si anak kalau terlalu sering flu dan minum obat. Anak ibu akan semakin membutuhkan dosis obat lebih tinggi, telinga juga mudah menderita infeksi sebab Telinga, Hidung, Tenggorokan memiliki saluran yang saling berkaitan" Karena teguran dokter itulah saya mulai membatasi memberikan obat saat Radit mulai terserang flu. Sebisanya pengobatan dilakukan tanpa mengkonsumsi obat dosis tinggi. Maka persediaan madu untuk diseduh bersama air hangat dan Transpulmin BB untuk balsam pembasmi gejala flu pun harus dipastikan ada di rumah.
Kemasan praktis Transpulmin si balsem unyu memudahkan disimpan dalam tas atau pouch Emak

Perbekalan siap, tubuh dalam kondisi fit untuk travelling kami pun berangkat jam 01.30 WIB dari rumah pas malam takbiran. Bener aja feeling saya. Baru semalam tiba di penginapan dekat pondok eh pagi-pagi dia sudah mengeluh tenggorokan sakit dan bersin-bersin. Mungkin juga kelelahan dan tubuhnya kurang fit karena kami berangkat dini hari dari rumah demi mengejar waktu agar bisa sholat Iedul Adha di pondok atau area dekat pondok. Perjalanan 5 jam itu rupanya menggerus staminanya (padahal sepanjang perjalanan dia bobo' terus dalam perjalanan)

Maka saatnya Transpulmin BB beraksi untuk meredakan keluhan flu pada si kecil.

Oles di bagian punggung.


Usap hingga merata sambil dipijit ringan



Oleskan juga di bagian dada dan leher


Eeeh siang harinya dia bisa ceria dan berpose seperti ini. 


Bagaimana Cara Kerja dan Komposisi Bahan pada Balsam Transpulmin?

Penasaran bagaimana Transpulmin mampu meredakan gejala flu dengan cepat? Rahasianya terletak pada komposisi bahan utama yang terdapat dalam Transpulmin



dan Transpulmin BB
Dua bahan utama yang terdapat dalam Transpulmin dan Transpulmin BB adalah

1. Bunga Chamomile
Bunga Chamomile merupakan tanaman yang digunakan sebagai salah satu obat herbal sejak zaman kuno. Manfaat Chamomile antara lain membantu sistem kekebalan tubuh, melawan bakteri penyebab infeksi, mengatasi gangguan pencernaan dan mampu mengendurkan sistem syaraf yang sedang tegang. Senyawa dalam Chamomile terbukti efektif meredakan ketegangan sehingga sakit kepala pun berkurang dan pikiran menjadi lebih tenang.

2. Eucalyptus Oil
Eucalyptus adalah golongan pohon berbunga dan semak-semak yang mampu berfungsi sebagai obat herbal. Kayu putih atau eucalyptus mampu bekerja sebagai ekspektoran dan membantu membersihkan tubuh dari racun dan mikroorganisme penyebab penyakit. Eucalyptus tidak hanya mampu menghangatkan tubuh yang biasa dikenal sebagai produk minyak kayu putih namun juga berfungsi:
a. meredakan batuk, pilik dan bronkitis sebab memiliki efek antibakteri. Menghirup uapnya membantu mengendalikan lendir berlebih sehingga berfungsi sebagai dekongestan
b. mengurangi nyeri
minyak eucalyptus membantu meningkatkan suhu tubuh dan memperlancar aliran darah. Hal ini membantu untuk mengurangi rasa nyeri
c. menyembuhkan sakit kepala
Hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk mengurangi nyeri. Sehingga sakit kepala sebagai gejala flu bisa diminimalisir.
d. meringankan asma dan sinusitis
Kemampuan minyak Eucalyptus yang membantu mencairkan dahak sangat membantu meringankan penderita asma dan sinusitis.

Beda Transpulmin dan Transpulmin BB adalah pada Transpulmin ditambahkan zat menthol dan camphor. Kedua zat tersebut memberikan rasa hangat lebih lama. 

Hmmm jadi begini cara kerja Transpulmin dan Transpulmin BB. Hangatnya membantu melancarkan peredaran darah. Uapnya membantu mencairkan dahak, melegakan pernapasan. Aromanya menimbulkan rasa rileks sehingga tidur lebih nyenyak dan istirahat bisa lebih optimal.

Duo Balsem Unyu Pembasmi Flu
Duo balsem ini tampaknya unyu tapi terbukti mampu mengusir gejala flu dengan sangat jitu. Pas banget untuk salah satu pelengkap kotak obat di rumah, sebab:
1. Khasiatnya terbukti ampuh mengusir flu, tanpa efek samping
2. Kemasan praktis. Tersedia dalam tube unyu yang bisa disimpan dalam pouch, dimasukkan dalam tas bahkan diselipkan di saku baju
3.  Produk yang sesuai untuk keluarga, bayi dan anak-anak
4.  Balsamnya cepat meresap, tidak lengket dan aromanya menyegarkan
5.  Efek hangatnya perlahan meresap dan tahan lama

Ingin membeli Transpulmin atau Transpulmin BB? cari produknya mudah kok. Bisa dibeli di baby shop, apotek dan toko obat di sekitar rumah atau kalau pas ngemall bisa mampir Guardian, Century. Beli secara online juga bisa di berbagai marketplace terkemuka.














Thursday, August 31, 2017

Ketika Tak Lagi Mampu Membayar Premi Asuransi (Jiwa)

Tiga tahun lalu kondisi finansial keluarga kami benar-benar goyah. Saya tak lagi mendapat penghasilan dari gaji sejak resgin di akhir tahun 2012. Tak dinyana kami mendapat ujian cukup besar, tak lama kemudian suami terPHK dengan pesangon tak seberapa dan tak kunjung mendapat pekerjaan. Dan ....berlanjut ke musibah kecelakaan jatuh dari atap rumah sehingga terpaksa pinjam uang ke kakak ipar untuk biaya operasi.

Hari demi hari pesangon tersebut tergerus untuk cicilan motor, biaya sekolah dan makan. Malah sempat juga menjual televisi dan hadiah kuis berupa helm. Alhamdulillah begini rasanya "makan helm" hehehehe. Masih tetap bersyukur di saat sulit kami tak menanggung cicilan KPR. Bayangkan jika harus puyeng mikir bayar kredit motor sekaligus cicilan KPR di saat tidak ada penghasilan pasti. Tapi yang menjadi ganjalan saat itu adalah: bagaimana cara membayar premi asuransi jiwa atas nama suami?

Ya, kami memang memiliki asuransi jiwa atas suami. Bayar preminya patungan dari gaji saya dan beliau setiap enam bulan sekali. Ketika saya memutuskan berhenti bekerja suami sempat satu kali membayar premi dari menyisihkan gajinya sendiri. Tapi saat tak ada lagi yang punya gaji, penghasilan saya sebagai freelance pun tak pasti? Untuk biaya hidup saja susah apalagi untuk bayar premi. Telat bayar pastinya kena pinalti. Masa harus menanggung utang dan mikirin denda sih. 

Dulu memutuskan ikut asuransi jiwa ini karena berbagai pertimbangan:
1. Perusahaan asuransinya terpercaya, sudah senior di Indonesia.
2. Kantor distribusinya merata di kota besar. Kebetulan rumah kami dekat dengan Surabaya
3. Officernya ramah, layanannya cukup mudah. Kebetulan yang memperkenalkan produk ini kenalan suami saya sendiri.
4. Niatnya nabung. Kewajiban membayar premi kan memaksa kami menyisihkan uang agar tidak terkena pinalti.

Daripada gundah akhirnya suami memutuskan menghadap marketing yang dulu menawarkan produk asuransi jiwa tersebut sebelum saatnya membayar premi lagi.

Alhamdulillah bersyukur ada titik terang dan solusi terbaik. Sosok marketing yang ramah tersebut menyarankan agar produk tersebut ditransfer menjadi produk "deposito". Artinya kami tak lagi diwajibkan membayar premi, tidak ada pinalti tetapi premi yang tersimpan dari pembayaran sebelumnya tidak dapat diambil sampai masa jatuh tempo. Kami juga tak perlu menyetor sejumlah uang seperti layaknya menabung. Intinya kami membuka *deposito* dengan nominal senilai pembayaran premi yang telah terkumpul sebelumnya.

Syarat pemindahan produknya ngga rumit, prosesnya pun tidak berbelit. Bagaimana proses pencairannya? Kebetulan pertengahan tahun ini saatnya mencairkan dana deposito asuransi tersebut. Jumlahnya nggak terlalu banyak tetapi insyaAllah cukup untuk melunasi hutang biaya operasi siku suami tiga tahun lalu yang tak kunjung kelar hingga kini.

Sejujurnya saya baru tau ada produk asuransi yang bisa dialihfungsi seperti ini. Sangat membantu nasabah yang sedang dirundung kesulitan finansial.

Alhamdulillah lagi proses pencairannya tidak rumit. Hanya beberapa menit. Pertengahan September ini uang yang dijanjikan bakal cair di rekening kami, sekedar mampir untuk ditransfer ke rekening kakak ipar demi melunasi hutang :)

Friday, August 25, 2017

Wani Ngaji Berharap Ridho Illahi

Konon kubur itu gelap, penerangnya adalah Al Quran. Alam akherat itu kekal, setiap amal ibadah dan dosa diperhitungkan, penolong pun diharapkan, salah satu yang menjadi penolong di akherat (sebagai syafaat) adalah Al Quran. Al Quran, sebagai penerang kubur, sebagai pembawa syafaat bukan berarti berapa banyak Al Quran yang menghiasi rak buku kita, namun seberapa sering interaksi kita dengan Al Quran. Seberapa intens ayat-ayat Al Quran mengilhami hidup kita ini? Sudahkah mengaplikasikan tuntunan, larangan dan anjuran ayat-ayat Al Quran dalam kehidupan?

Dan ...apakah bacaan Quran sudah baik dan benar? Alamaak saya baru belajar ngaji dengan benar sekitar tiga tahun lalu, ketika sudah nggak kerja kantoran lagi. Alhamdulillah masih punya kesempatan ikut kelas tahsin sore hari (kalau masih ngantor pasti malasnya setengah mati). Terimakasih ustadz Handoyo, pengajar kelas Tilawati kami. Saya dan ibu-ibu lain yang notabene berangkat dari nol, ga punya ilmu jadi bisa memperbaiki bacaan Al Quran dengan hukum tajwidnya. Alhamdulillah lagi kami sempat terpacu untuk menghafalkan juz 30 (meski sekarang sudah lupa lagi OMG)
Sayangnya karena kesibukan pak ustadz dan muridnya yang mrotholi kelas mengaji di masjid kami terpaksa berhenti. Jujur kadang saya kangen suasana mengaji di serambi masjid sambil menikmati semilir angin. Kangen semangat belajar mengaji ibu-ibu yang tak muda lagi. Hingga suatu haru nemu pamflet Wani Ngaji

Ngga pakai nunggu lama langsung lah daftar ke nomor Ustadz yang dipasang di pamflet serta membagikan info berharga ini ke teman dan tetangga (biasa golek konco)
Maka bersama tetangga yang dulu juga teman saya ngaji Tilawati hadir di kelas perdana di Masjid Cordoba. Masjid SMP IT Insan Kamil Sekardangan Sidoarjo ini megah sekali, didesain mirip Masjid Cordoba bukti sejarah kejayaan Islam masa lalu di jazirah Arab sekitarnya (kapan-kapan saya ingin menuliskan review buku Islamic Lost History, tapi bacanya aja ga kelar-kelar)
Wani Ngaji, berharap Ridho Illahi

Lah di sini "ketemu lagi" sama Ustadz Habib, pembina masjid Al Ukhuwwah di perumahan kami. 
Tausyiah Ustadz Ahmad Habibul Muiz Lc di Launching Program Wani Ngaji (Kerjasama Wafa - Kotak Amal)

Mengapa kita harus belajar Al Quran? Karena:
1. Bukti kecintaan kepada Allah, cinta Rasul, cinta Islam dan cinta Al Quran (sebagai satu kesatuan)
2. Agar mendapat hidayah
3. Ingin hidup bahagia dan selamat dunia-akherat
4. Bukti jika kita seorang muslim

Bagaimana agar bisa belajar Al Quran dengan baik dan benar?
1. Pasang Niat
2. Kuatkan tekad
3. Cari guru yang tepat.
4. Kalau masuk kelas untuk belajar, jangan suka terlambat
5. Baca, pahami, hafalkan, amalkan Al Quran anda pasti selamat.

Kesempatan berikutnya Ustadz Thalib dan Ustadz Hadi memaparkan mengenai program Wafa dan seluk-beluknya. 

Visi Wafa adalah: melahirkan ahli Al Quran sebagai pembangun peradaban masyarakat di Indonesia

Misi Wafa:
1. Mengembangkan model pendidikan Al Quran di Indonesia
2. Mewujudkan 5T dan 7M dalam metode pengajaran Al Quran
3. Bekerjasama dengan pemerintah untuk membangun generasi Qurani

Apa sih 5T dan 7M itu?
5 T dalam pembelajaran Al Quran adalah: Tilawah (membaca dengan tartil), tahfidz (menghafalkan), tarjamah (mengartikan), tafhim (memahami) dan tafsir (menafsirkan)

7M nya adalah : memetakan kompetensi guru dan siswa, memperbaiki kualitas guru Al Quran, Menstandarisasi proses pembelajaran, Membimbing, Mensupervisi, Menguji (munaqosah) dan Mengukuhkan pembelajaran Al Quran melalui sertifikat kelulusan.