catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Google+ Followers

Ketika Hidup Terasa Berat Ingatlah Hadits Tentang Dunia dan Akhirat

Tak pernah terpikir sebelumnya bakal ditampar hadits tentang dunia dan akhirat ketika scrolling Instagram sambil lalu belaka. Seingat saya dari Instagram Ustadz Abdul Somad pas sedang dakwah ke Australia.

Kalau lagi ga ada job emak-emak berdaster ini memang suka buka-buka beranda Instagram demi menemukan info quiz dan lomba yang diharapkan jadi salah satu jalan rezekinya. Tak dipungkiri saya mungkin salah satu dari sekian juta orang yang tergantung sekali pada internet. Bukan kecanduan, tetapi demi mendapatkan penghasilan. Sudah menjadi rahasia umum jika Instagram adalah salah satu media sosial yang berfungsi sebagai magnit rezeki. Makin banyak follower maka kans menjadi endorser makin terbuka lebar. 

Bicara tentang follower dan kans mengais rezeki di dunia maya saya jadi teringat hadits tentang dunia dan akhirat:

"Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?”  (HR Muslim no 2868). 

Itulah hadits yang menegaskan perumpaan dunia dan akhirat. Dunia adalah air yang dibawa jari sedangkan akhirat adalah laut yang luas sekali.
Dipikir-pikir memang dunia ini memang cepat sekali "tidak ada harganya"
hadits tentang dunia dan akhirat
Dulu follower twitter dan instagram 500-1000 orang sudah bisa ikutan proyek buzzer dengan fee ratusan ribu rupiah uwuwu jadi kenyang. Kini proyekk buzzering yang minta S&K follower instagram 2000 orang pun ada yang nawarin fee buzzer berupa pulsa 25 ribu doang.
Dulu blog gratisan masih sering dapat job review minimal tawaran content placement seharga 50-100 ribu rupiah (atau mungkin lebih tergantung agencynya).

Kini content placement untuk blog berdomain dengan syarat PA dan DA tertentu ada yang menawarkan fee 50 ribu rupiah saja.


Dulu saya pernah ikutan kontes cuma menceritakan dan memotret masakan sop dengan ayam crispy pakai hape biasa bisa dapat hadiah hape, persediaan minyak goreng dan margarine selama dua bulan. Sekarang quiz berhadiah pulsa 25 ribu saja yang ikutan bejibun gaan.
hadits tentang dunia dan akhirat


Sementara syarat mengejar kemuliaan akhirat itu tidak pernah berubah "hanya" ikhlas, taat dan sesuai syariat. Meski teriring pesan kualitasnya harus ditingkatkan.
Lalu apa kita tinggalkan saja urusan dunia dan menyibukkan diri dengan mengejar akhirat saja? Hellow yang bener aja, bayar biaya sekolah gak bisa pakai rumput. Beras, gula, minyak gak datang dari bidadari surga yang turun menjemput, bahkan biaya internet ga bisa dibayar pakai daun. Belum lagi ibadah-ibadah seperti qurban, haji dan umroh yang kadang baru bisa ditunaikan setelah menabung bertahun-tahun. Jadi, nggak salah kan memperhatikan masalah dunia? jelas nggak salah, yang salah jika niatnya melenceng dari niat utama mencari ridho Allah. Yang keliru adalah ketika kuota waktu yang dihabiskan tidak sesuai pada porsinya.
hadits tentang dunia dan akhirat

Dunia itu ladang, akhirat tempat menuai. Seperti apa yang kita tanam dan kita utamakan di dunia, ya seperti itu yang kelak dituai di akhirat.

Berapa kali sering mendengar nasihat, kau kejar akhirat dunia dan akhirat pasti kau dapat, tapi jika kau kejar dunia maka hanya dunia saja yang akan kau terima. 

Kembali kepada pesan yang tersirat dalam surat Al Qashash 77:
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan"

Maka dunia dan akhirat harus seimbang sesuai pada porsinya, sebab keduanya punya hak meski harus diingat segala sesuatu dipertanggungjawabkan di akhirat. Kita perhatikan kembali susunan kalimat pada ayat 77 Surat Al Qashash: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi ~ Nah kan, akhirat itu ditekankan pada awal ayat artinya akhirat itu utama, tapi jangan lupakan bagian dunia. 

Saya jadi mikir, selama ini selalu berusaha meningkatkan kompetensi sesuai pekerjaan di dunia maya dengan berupaya menambah follower, berupaya meningkatkan kualitas tulisan dengan belajar SEO dan berniat menekuni infografis. Tapi apa sudah terpikir untuk meningkatkan kualitas kompetensi akhiratnya juga? Bukan masalah berapa banyak rokaat sholat sunnah, berapa banyak juz dilahap saat tilawah. Tetapi pada masalah "mengutamakan" dan khusyu tuma' ninahnya.

Berapa sering saya sekadar menunaikan kewajiban: dah yang penting sudah sholat lima waktu tepat waktu, tetapi esensi komunikasi dengan Sang Kuasa itu nol belaka. Pikiran sering digelayuti beban-beban duniawi seperti "besok masak apa dengan anggaran sekian, uang untuk beli buku si Mas sudah cukup belum?, kuota internet sudah mau habis eh fee proyek tak kunjung ditransfer

Kemudian sholat jadi seperti autopilot. Kok tiba-tiba sudah salam. Lebih parah lagi kalau sholat sendirian yang 4 rokaat, "eh ini tadi sudah rokaat ketiga apa dua?" Qodarullah, betapa sayangnya Allah sama kita, keragu-raguan jumlah rokaat dalam sholat "hanya" cukup diselesaikan dengan menambah satu rokaat dan sujud syahwi. Padahal mestinya sholat itu bentuk komunikasi makhluk kepada Rabbnya yang mesti dinikmati, tapi selalu lupa menghayati dan bingung jumlah rokaat lagi.

Hmmmfffhh jadi ingin selalu menasihati diri sendiri: ketika hidup terasa berat, ingatlah hadits tentang dunia akhirat. Tetap semangat memperbaiki masalah dunia dengan niat agar kemuliaan akhirat kelak didapat.

Share:

Amalan Wanita Untuk Masuk Surga

Sebagai seorang wanita, kita eh saya sering bertanya-tanya adakah amalan wanita khusus untuk masuk surga itu? Meski mengejar tiket surga, semoga tak menjadikanku lupa tentang hal terpenting.
"Ingat bukan amalan kita yang menjadi penyebab masuknya kita ke dalam surga, melainkan rahmat Allah semata" Seringkali kita mendengar tausyiah ini dari ustadz atau ustadzah. Tetapi lupa mempraktikkannya. Terlalu fokus pada kuantitas. Mengejar amalan-amalan wanita untuk masuk surga, "tiket" ke nirwana. Lupa pada kualitas. Lupa kalau segala ibadah harus dilakukan secara ikhlas. Ngitung sudah berapa rupiah keluar untuk sedekah. Berapa rokaat shola sunnah, berapa juz tilawah. Tapi hati tetap gundah. Seolah ibadah jalan tapi hidup tetap goyah. Padahal penentu utama adalah Sang Pemilik  Surga. Biarpun kita pegang kunci atau golden tiket. Jika yang punya surga tidak memperkenankan masuk, ya bersiap menerima nasib buruk. 
Amalan Wanita Untuk Masuk Surga
Melangitkan Doa, Berharap AmpunanNya

Bicara tentang surga, jadi ingat kejadian tempo hari. 
Masih geli dan penasaran ini. Pas pengajian rutin setiap bulan, ustadz bertanya pada hadirin (muslimah) "Bu, kalau panjenengan diberikan kesempatan masuk surga terlebih dahulu, sementara suami masih dihisab mau nggak nolong suaminya, mintakan pada Allah untuk langsung masuk surga?"
Tak ada jawaban...sepi. Cuma pada senyum aja. Kira-kira apa yang ada dalam pikiran ibu-ibu?
a. Ah masa' sih aku yang ibadahnya begini-begini aja masuk surga duluan...jarene swarga nunut neraka katut
b. Waduh...di dunia aku udah sengsara bersamanya, kerjaan rumah ndak dibantu, momong bayi ceprot sampai gede dibiarin sendiri sekarang diminta nolongin?
c. Sik, sebentar...kira-kira alasanku memintakan surga itu opo yo?
d. Duh pak Ustadz pakai berandai-andai...ini aku masih bingung menghitung dan mengalokasikan anggaran rumah tangga malah bicara surga
e. Lah apa kalau kondisinya dibalik, pak suami juga mau nolongin gue?

Atau...biarlah jadi rahasia aku dan Allah...sebab ga enak juga teriak-teriak menjawab pertanyaan di dalam pengajian.
Apa sajakah ibadah dan amalan wanita untuk masuk surga? sebuah hadits Rasulullah menjawabnya:

Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” 
(HR. Ahmad)

Lalu tercenung sendiri. Ternyata selain memikirkan kembali amalan wanita masuk surga, mungkin kita juga akan dihadapkan dengan pertanyaan: apakah kita bisa dan boleh mengajukan kepada Sang Pemilik surga untuk membantu orang-orang terdekat agar bisa masuk surga atas ridhoNya? Seberapa pantas kita mengajukan permohonan itu?

Share:

Selamat Datang November

Selamat datang November..
Semoga bulan yang dikenang dan diharapkan sebagai bulan hujan membawa keberkahan..
Berlimpah rezeki dan rasa syukur atas segala pemberian.
Umur barokah bagi yang mengenang hari kelahiran.
Berlimpah keberkahan ilmu dan kemudahan menyelesaikan soal ujian bagi yang sedang menempuh pendidikan.

Bulan ini adalah bulan kelahiran suami.
November juga bulan kelahiran almarhum adinda Novi...
November tahun ini adalah bulan ujian akhir semester awal tahun bagi santri-santri KMI.
Semoga November mampu menghapus duka yang mungkin terjadi di Oktober.
Berharap November menjadi bulan yang "always remember"
Bahwa hidup hanyalah pinjaman
Kelak segala sesuatu dipertanggungjawabkan
Jadi tak perlu sedih berkepanjangan ketika tak kunjung menang dalam kompetisi dan perlombaan.

Share:

Pinjaman Online, Untung Atau Buntung?


Pinjaman online dengan iming-iming cepat cair tumbuh bagai cendawan di musim hujan. Tempo hari saya mendapatkan penawaran dari lembaga survey online untuk mendaftarkan akun agar bisa mengajukan pinjaman secara online di salah satu start up financial tech yang menjadi rekan kerja lembaga survey tersebut. Tidak dapat dipungkiri teknologi hadir untuk mempermudah aktivitas manusia. Kini hampir semua lini kehidupan memanfaatkan teknologi dunia maya. Jual beli tidak lagi harus mempertemukan pedagang dan konsumen di pasar nyata melainkan bisa terjadi di toko online saja. Melakukan transaksi pembayaran tidak lagi tergantung pada ATM atau setor tunai di bank tetapi bisa dilakukan dengan bantuan internet atau SMS banking. Bahkan mengajukan pinjaman kini bisa dilakukan secara online.
 
pinjaman online
Pinjaman pun bisa secara online, (Pixabay.com)
Pinjaman Online mulai dikenal sejak sekitar tahun 2014 atau lima tahun belakangan. Seiring perkembangan Start Up Financial Technology (Fintech) yang semakin pesat, semakin marak pula penawaran untuk mengajukan pinjaman secara online. Pada dasarnya start up di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis yaitu e-commerce dan financial technology. E-commerce merupakan platform untuk melakukan jual beli secara online. sedangkan financial technology merupakan perusahaan start up atau rintisan yang bergerak di bidang jasa keuangan dengan sentuhan dunia digital. Jenis financial technology sangat beragam mulai e-money, pengelolaan aset, penggalangan dana hingga p2p atau Peer to peer (P2P) Lending sebagai jenis startup yang menawarkan platform pinjaman secara online

Menurut artikel mengenai bisnis fintech yang dirilis http://www.modalantara.com perkembangan fintech di Indonesia hingga tahun 2018 mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto atau Rp 25,97 Triliun. Konsumsi rumah tangga mampu meningkat hingga 8,94 Triliun rupiah. Jika e-commerce dipandang mempermudah aktivitas jual beli masyarakat pada umumnya, bagaimana dengan P2P Lending? Apakah pinjaman online benar-benar bermanfaat?

Pinjaman online ditinjau secara proporsional tentu membawa sisi negatif dan positif, memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan memanfaatkan layanan pinjaman melalui P2P lending:

1.    Keuntungan

a. Proses pengajuan yang cepat dan tidak berbelit
Rata-rata proses pengajuan dan verifikasi melalui online hingga pencairan dana hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Hal ini tentu sangat menguntungkan dibandingkan pengajuan dana pinjaman melalui lembaga perbankan atau pengajuan kartu kredit yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari.

b. Syarat mudah
Pengajuan pinjaman melalui P2P lending hanya membutuhkan akun yang terdaftar pada aplikasi fintech, KTP, NPWP dan rekening bank lokal. Syarat ini lebih mudah dibandingkan pengajuan pinjaman melalui bank yang terkadang butuh slip gaji dan verifikasi di tempat kerja atau cek lingkungan.

c. Sangat membantu dalam kondisi darurat
Ketika gaji terlambat, kebutuhan meningkat atau dalam kondisi terdesak seperti tidak punya biaya untuk mudik lebaran, biaya sekolah atau butuh biaya perawatan rumah sakit mendadak, tak ada saudara dan kerabat yang bisa dimintai pertolongan untuk memberikan pinjaman uang, maka pinjaman melalui P2P lending adalah salah satu solusi tercepat.
pinjaman online
Cair cepat, gampang di syarat (Pixabay.com)

2.    Kerugiannya

a. Menggerogoti mental “pejuang”
Karena mudahnya mendapatkan pinjaman, seringkali dampak negatifnya adalah terkikisnya mental berjuang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. “Ah daripada susah-susah cari penghasilan tambahan kan lebih baik pinjam secara online, mudah, cepat cair dan bisa diangsur setiap bulan”

b.  Menumbuhkan sifat konsumtif
“Wah Hp keluaran terbaru sudah muncul nih, pinjam duit dulu lah mumpung syaratnya mudah, daripada dianggap nggak gaul” Kemudahan mendapatkan pinjaman cenderung menumbuhkan sifat konsumtif. Pinjaman yang seharusnya diajukan untuk kondisi darurat bisa saja menjadi kebiasaan demi bergaya hidup mewah agar tidak dipandang melarat.

c. Merasa terjebak
Seringkali debitur tidak membaca syarat secara seksama. Setelah menerima pinjaman baru kemudian merasa keberatan membayar angsuran karena denda harian dinilai terlalu tinggi.
 
pinjaman online
Aaaih aku terjebak (Pixabay.com)
Agar tidak merasa menyesal kemudian hari, hendaknya sebelum mengajukan pinjaman online mempertimbangkan hal berikut ini:

1. Cek legalitas start up fintech
Jangan terjebak lembaga keuangan abal-abal. Salah menentukan tempat meminjam bisa terjebak rentenir. Cek legalitas start up apakah ia termasuk fintech legal, memiliki izin operasional yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk mengenali Start Up Fintech yang terdaftar di OJK bisa dilihat di http://www.modalantara.com/category/daftar-fintech

2. Pertimbangkan tujuan mengajukan pinjaman
Pikir baik-baik tujuan meminjam uang, apakah benar-benar untuk keperluan darurat atau hanya demi bergaya hidup wah? Bijak sebelum memutuskan. Ingat, uang pinjaman itu bukan hak kita, akadnya hutang ya harus dibayar.

3. Mengukur kemampuan mengangsur
Ukur kemampuan mengangsur Perhitungkan pemasukan dan pengeluaran rutin. Apakah kira-kira masih sanggup membayar angsuran hutang? jangan sampai besar pasak daripada tiang

4.Baca syarat dan ketentuan dalam perjanjian hutang piutang
Baca dengan teliti pasal tenor cicilan dan denda yang disepakati agar tidak merasa terjebak ketika membayar angsuran.

Jadi bagaimana keberadaan pinjaman online menurut Anda, membawa untung atau menyebabkan buntung?


Share:

Hijrah Keluarga Hebat, Iman Sahabat Keluarga

Hadir di kajian Ustadz Suhadi Fadjaray di Masjid Al Ukhuwwah 20 Oktober 2018 mengingatkan kembali bahwa sahabat keluarga terbaik adalah IMAN.

Dalam tema kajian Hijrah Keluarga Hebat saya diam-diam beristighfar, betapa masih jauhnya diri ini dari pribadi muslimah yang diinginkan Allah. Saya membuat intisarinya sebagai berikut.

Dalam surat At Tahrim ayat 66 Allah berfirman: "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Inti dari surat tersebut adalah bahwa Allah memerintahkan untuk menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari api neraka. Maka sudah menjadi kewajiban kita agar menuju surga adalah ikhtiar bersama, bukan untuk diri sendiri namun juga membawa serta keluarga.
sahabat keluarga

❤Dalam surat Ali Imran ayat 33 Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh dan Keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)  Lagi-lagi Allah menekankan arti kata Keluarga pada Keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran, sebab pada dua contoh ini diperoleh tauladan tentang Ayah, Ibu dan Anak yang taat kepada Allah.  Bukan keluarga Nabi Adam yang tercoreng oleh kisah Qobil dan Habil (peristiwa pembunuhan pertama di dunia) atau Keluarga Nabi Nuh yang tercoreng oleh ketidaktaatan anak (Kan’aan) dan istrinya.
sahabat keluarga

☘Kedua ayat tersebut menjadi inspirasi bahwa hijrah menuju kebaikan adalah hijrah satu keluarga, bukan hanya Ayah, Ibu atau anak saja, tetapi semua anggota keluarga.

Agar sebuah keluarga bisa menjadi keluarga Islami dan menjadi dasar peradaban yang tertata bukan semata berdiri karena peribadatan, maka poin-poin penting berikut ini perlu diperhatikan:

1. Cintailah keluarga secara terukur. 
Cinta kepada pasangan hidup dan anak tidak boleh melebihi cinta kepada Allah dan RasulNya
QS At Taubah ayat 24: “Katakanlah jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalanNya maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Ayat ini jelas mengingatkan kembali bahwa Allah "mengancam" orang-orang yang mencintai sesuatu melebihi cinta kepada Allah, RasulNya dan jihad karena Allah.

2. Bersyukurlah jika telah menikah dan kemudian dikaruniai anak.
QS: Luqman ayat 12: “Dan sungguh, telah kami berikan hikmah kepada Luqman yaitu “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.
Jangan mengeluhkan kehadiran anak-anak sebab bisa jadi jika kita tidak bersyukur atas kehadiran mereka, mereka juga tidak mensyukuri kehadiran kita. Anak-anak tidak bisa memilih dari rahim Ibu yang mana ia dilahirkan dan dari benih Ayah mana ia berasal.

3. Jangan biarkan anak kehilangan figur Ayah.
Menurut penelitian ahli tumbuh kembang dan spikolog, anak yang kehilangan figur Ayah, bisa tertekan secara psikologis bahkan cenderung menjadi pribadi yang terjebak dalam kelainan orientasi seksual (LGBT)

4. Didik anak-anak menjadi pribadi yang tangguh secara fisik, mental, intelektual, spiritual dan finansial. Jangan biarkan mereka menjadi individu yang lemah.
QS: An Nisa’ ayat 9 “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
Dari ayat ini para ulama menafsirkan bahwa untuk membentuk pribadi anak yang tangguh dan tidak lemah maka orang tua harus memberikan tauladan sebagai insan yang bertaqwa dan bertutur kata yang benar
sahabat keluarga

Allah telah menjanjikan bahwa kepada setiap keluarga yang sama-sama mengupayakan menjadi pribadi yang beriman, taqwa dan beramal shalih agar bisa masuk surga, mereka akan berkumpul bersama anak cucunya di surga.
QS At-Tur ayat 21 : “Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya."

❤seorang Ayah atau Ibu bisa saja naik derajatnya ke surga yang lebih tinggi, jika seorang anak memohonkan ampunan atas dosa kedua orang tuanya. 

❤seorang istri dijanjikan Allah untuk masuk surga dari pintu mana yang ia kehendaki jika mampu menjaga 4 perkara: mendirikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan, taat kepada suami. (penyebab-penyebab seorang wanita masuk neraka: hawa nafsu yang mendominasi, kecondongan kepada kesenangan-kesenangan dunia dan berpaling dari akhirat dan kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami)

❤seorang Ayah bisa terhalang masuk surga, jika dalam hidupnya ia tidak berupaya menjauhkan anak dan istrinya dari api neraka

Semoga kita senantiasa ingat bahwa sahabat keluarga yang paling baik adalah iman. Berharap mampu menjadi orang tua yang memberikan contoh bagaiman mencerminkan pribadi Islami yang mampu mengaplikasikan Al Quran dalam kehidupan, tidak sekadar membaca dan menghafal. Berharap bisa mengantar anak-anak menjadi pribadi shalih dan bermanfaat bagi umat.
Share:

Belajar Apa Itu SEO


Apa itu SEO? Penasaran waktu pertamakali ngeblog dan belajar tentang blog beberapa tahun lalu. Seringkali SEO disebut-sebut dalam artikel tentang belajar blog. Ternyata SEO itu Search Engine Optimization alias pengoptimalan mesin telusur atau search engine. Intinya teknik SEO itu menempatkan artikel blog kita pada halaman-halaman pertama Search Engine. Ayo siapa yang sering memanfaatkan mbah Google untuk mencari artikel tentang sesuatu hal. Google di zaman sekarang seperti primbon zaman dulu ya #eh. Maksudnya, ada PR: buatlah kolase dari bahan-bahan berikut. Apa sih kolase itu, langsung dah andalannya mbah google, ketikkan kata kunci “kolase adalah” dan jreeeeng keluar beberapa artikel yang mengulas tentang kolase.
Nah, teknik menempatkan artikel di halaman awal google inilah yang disebut SEO. Teknik SEO ini kalau saya baca di artikel google webmaster google meliputi: struktur situs (termask pemilihan template dan navigasi blog), penelitian atau penempatan kata kuncul dan pengembangan konten. Wih kompleks banget ya. Nggak heran, saya pernah beberapa kali iseng ikut lomba artikel SEO dan hasilnya..ngga menang sebab tidak punya kemampuan dan bekal yang cukup untuk berkompetisi SEO ria.
Biarpun kalah berlomba menulis jalan teruslah. Meski saya tak lagi tertarik mengikuti lomba menulis SEO. Dan gak kebayang belajar SEO. Hingga suatu hari Indoblognet – MB Communications membuka kelas SEO di Surabaya. Sebelumnya kelas belajar ini saya ketahui diadakan di Jakarta dan Pontianak. Wow rupanya MB Communications serius banget mengedukasi blogger agar lebih paham SEO. Apa itu SEO, mengapa MB Communications sangat menekankan agar blogger mau belajar?
apa itu SEO
Apa itu SEO?

Jawabnya nanti pasti saya dapatkan jika ikut kelas atau kopdar SEO ini. Tapi saya ragu, duh daftar nggak ya. Membayangkan belajar sesuatu yang saya tidak punya dasarnya sama sekali kan ...terbayang njelimetgnya. Apalagi blog saya gratisan. Kira-kira apa sih pengaruhnya belajar SEO buat blog gratisan saya. Sedangkan content placement saja mintanya sekarang blog TLD.
Eh tapi MB Communication kan tidak mewajibkan peserta adalah pemilik blog yang punya domain sendiri, ngga numpang kayak saya hihihi. Lagipula tema dari Kopdar SEO ini kan “From Zero To Hero” Rasa-rasanya yang tidak punya basic SEO bisa belajar secara bertahap dong. Jadi gimana nih enaknya? Daftar nggak?
Akhirnya tanggal 14 Oktober 2018 lalu saya memutuskan hadir di Kopdar SEO Webmaster yang disponsori MB Communication. Berangkat pun penuh drama. Sejak malam sebelumnya badan meriang. Udah daftar masa’ batal enggaklah. Ya udah nekad berangkat naik bus Ijo Krian-Joyoboyo. Alamaak tumben busnya penuh, harus berdiri nih. Sampai Joyoboyo jadi ragu, angkutan kota apa ya yang menuju lokasi Kopdar SEO di Captain Hood. Akhirnya sambil mikir jalaan terus sampai samping Kebon Binatang. Lah trus ditawarin Ojek yang mangkal di situ, maaaf Pak, saya mau naik angkot. Seingat saya angkot G, kok lama akhirnya naik Gojeklah. Kok gojeknya lama. Eh si sopir Gojek bilang dia nunggu di seberang Bonbin...ternyata sodara, matahari sudah mulai panas membara, saya disuruh jalan kaki cukup jauh dari tempat saya berdiri sambil bawa ransel isi laptop. Ya sudahlah...cap cay juga. Gak apa itung-itung olahraga (((olahraga)))
 
apa itu SEO
Captain Hood
Saya tiba di sana jam 9.23. Padahal kelas dimulai jam 10. Di pintu masih bertengger papan “Close” Whaaat. Kepagian bener. Ya udah daripada badan makin meriang berdiri di pinggir jalan saya nekad masuk kafenya. Yaelah Karyawan Captain Hood saja masih serius briefing. “Ibu peserta pertama, mau tunggu di sini atau di lantai dua” sapa manager storenya. Untung tak lama kemudian mbak Rahmah sebagai fasilitator muncul. Satu persatu kawan-kawan blogger hadir dan kelas dimulai jam 10 pagi dengan diawali perkenalan oleh Mbak Kartina Ika Sari.

Kaan bener, akhirnya saya dapat jawaban dari pertanyaan yang riuh di dalam hati sendiri, mengapa blogger perlu belajar apa itu SEO?
Ini dia 3 alasan utama (kalau teman-teman punya alasan sendiri bisa ditambahkan poin 4, 5, 6 seterusnya....
1. Mengenalkan blog kepada google webmaster
Mas Q-Benk, mentor di Kopdar SEO kali ini mengatakan jika blog itu ibarat rumah. Setelah dibangun perlu dipercantik caranya dengan menambahkan konten berupa tulisan dan foto. Perlu juga perabot dan aksesori. Pernik-pernik blog seperti pemilihan template, banner komunitas, labelling yang tepat adalah akesorinya. Setelah itu layaknya tinggal di sebuah rumah perlu berkenalan dengan tetangga dan mengurus surat izin domisili di RT, RW, kelurahan. Nah di dunia blogging hal semacam ini diibaratkan dengan blogwalking dan mengupayakan agar postingan kita bisa terdeteksi oleh google webmaster. SEO adalah salah satu cara agar artikel kita dikenali mbah google. Jadi kalau ada orang masukin kata kunci yang banyak dicari, blog kita bisa muncul dalam pencarian.
2. Berbagi lebih banyak manfaat pada khalayak
Menulis sudah sering. Update blog rajiin banget. Satu artikel bisa 500-1000 kata, lengkap dengan foto dan video penunjang. Tapi pengunjung blog kok minim banget. Sedih nggak, rasanya kok menulis jadi sia-sia. Padahal salah satu tujuan ngeblog adalah ingin berbagi ilmu, wawasan dan opini dengan lebih banyak khalayak. SEO membantu menempatkan artikel kita berada di halaman-halaman awal mesin pencari sehingga menarik minat orang untuk berkunjung dan membaca artikel-artikel di blog kita.
Jujur saja deh selain berbagi ilmu dan pemikiran, kita juga berharap blog bisa menjadi pintu penghasilan. Mbak Ika sempat bercerita tuntutan klien-klien sekarang makin tinggi. Para klien ini mengundang blogger untuk meliput event atau mereview produk dengan tujuan agar even dan produk mereka tampil di halaman-halaman awal google search. SEO adalah teknik yang diyakini paling manjur untuk menempatkan artikel di halaman-halaman depan google.
apa itu SEO

Jika awalnya ragu untuk mendaftar Kopdar SEO Webmaster, saya lebih bersyukur ketika meninggalkan Captain Hood sore itu. Belajar SEO dari jam 10 hingga jam 15 terasa kurang. Tetapi setidaknya saya punya sedikit bekal teknik SEO paling mendasar seperti cara memilih kata kunci, penempatan kata kunci dan memilih template blog yang SEO Friendly. Dan yang paling utama saya jadi paham alasan pentingnya bagi blogger untuk belajar apa itu SEO. Menulis memang mengasyikkan tetapi jika tulisan tersebut tidak menjangkau khalayak lebih luas sayang sekali bukan?

Share:

Menyikapi Bencana Alam

Sabtu bada subuh lalu alhamdulillah saya diberikan kesempatan mengikuti kajian fiqih rutin di Masjid Al Ukhuwwah, Perumahan Permata Sukodono Raya, Sidoarjo. Di awal majelis Ustadz Habibul Muiz meminta izin untuk mengulas tentang bagaimana seorang muslim menyikapi bencana alam. Tidak dapat dipungkiri, beberapa bulan Indonesia dilanda bencana beruntun. Gempa Lombok belum usai penanganannya, para pengungsi belum hidup normal, kemudian terjadi Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu. Menyusul Gempa Situbondo kemudian gempa di Minahasa, meski mungkin tidak menimbulkan korban jiwa. Dan yang tak bisa diabaikan juga adalah banjir bandang di Sumatera Barat.

Muncul berbagai opini dan kabar berita, mengatakan bahwa musibah ini adalah azab. Karena terlalu banyak maksiat. Dalam kesempatan ini Ustadz Habibul Muiz mengingatkan kembali bagaimana hendaknya seorang muslim menyikapi bencana alam. Apakah benar karena Allah murka, atau karena memang kita tinggal di daerah bencana sehingga bencana dan musibah yang terjadi murni karena kondisi geografi.

Berikut pemaparan Ustadz Habibul Muiz tentang bagaimana hendaknya seorang muslim menyikapi bencana alam:


1. Azab
Jika seseorang atau kaum tak lagi memiliki iman, tidak ada lagi orang bertaqwa, artinya benar-benar kufur maka musibah, bencana alam turun sebagai azab Allah.
menyikapi bencana alam

2. Teguran
Jika seseorang atau kaum masih memiliki iman, sebagian masih bertaqwa tetapi maksiat jalan terus, maka musibah, bencana alam yang turun adalah berupa teguran agar seseorang atau kaum tersebut kembali ke jalan yang benar
menyikapi bencana alam

3. Tanda cintanya Allah
Jika seseorang atau kaum, kadar taqwanya sangat tinggi, maksiat tak pernah hinggap di hati tetapi masih juga ditimpa musibah atau bencana maka musibah ini adalah bukti tanda cinta Allah. Sebab kecintaan Allah yang berupa ujian itu untuk mengangkat derajat makhlukNya ke derajat yang lebih mulia.
menyikapi bencana alam


Jadi, musibah yang menimpa Indonesia secara beruntun belakangan ini termasuk yang mana? azab, teguran atau tanda cintaNya? Wallahu'alam. Kita hanya bisa bermuhasabah, beristighfar dan bersungguh-sungguh bertaubat nasuha dalam menyikapi bencana alam. Sebab kita tidak berhak menilai dan menghakimi orang lain sebagai pendosa. Namun kita bisa menilai diri sendiri dan berupaya untuk memperbaiki diri agar menjadi insan yang dicintai Illahi.

Sumber gambar: Pixabay
Share:

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.