catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Google+ Followers

Pinjaman Online, Untung Atau Buntung?


Tempo hari saya mendapatkan penawaran dari lembaga survey online untuk mendaftarkan akun agar bisa mengajukan pinjaman online di salah satu start up financial tech yang menjadi rekan kerja lembaga survey tersebut. Tidak dapat dipungkiri teknologi hadir untuk mempermudah aktivitas manusia. Kini hampir semua lini kehidupan memanfaatkan teknologi dunia maya. Jual beli tidak lagi harus mempertemukan pedagang dan konsumen di pasar nyata melainkan bisa terjadi di toko online saja. Melakukan transaksi pembayaran tidak lagi tergantung pada ATM atau setor tunai di bank tetapi bisa dilakukan dengan bantuan internet atau SMS banking. Bahkan mengajukan pinjaman kini bisa dilakukan secara online.
 
pinjaman online
Pinjaman pun bisa secara online, sumber Pixabay.com
Pinjaman Online mulai dikenal sejak sekitar tahun 2014 atau lima tahun belakangan. Seiring perkembangan Start Up Financial Technology (Fintech) yang semakin pesat, semakin marak pula penawaran untuk mengajukan pinjaman secara online. Pada dasarnya start up di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis yaitu e-commerce dan financial technology. E-commerce merupakan platform untuk melakukan jual beli secara online. sedangkan financial technology merupakan perusahaan start up atau rintisan yang bergerak di bidang jasa keuangan dengan sentuhan dunia digital. Jenis financial technology sangat beragam mulai e-money, pengelolaan aset, penggalangan dana hingga p2p atau Peer to peer (P2P) Lending sebagai jenis startup yang menawarkan platform pinjaman secara online

Menurut artikel yang dirilis http://www.modalantara.com perkembangan fintech di Indonesia hingga tahun 2018 mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto atau Rp 25,97 Triliun.  Konsumsi rumah tangga mampu meningkat hingga 8,94 Triliun rupiah. Jika e-commerce dipandang mempermudah aktivitas jual beli masyarakat pada umumnya, bagaimana dengan P2P Lending? Apakah pinjaman online benar-benar bermanfaat?

Ditinjau secara proporsional setiap aktivitas finansial bisa saja membawa sisi negatif dan positif atau kelebihan dan kekurangan. Begitu pula mengajukan pinjaman online. berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan memanfaatkan layanan pinjaman melalui P2P lending:
1.    Keuntungan
a.    Proses pengajuan yang cepat dan tidak berbelit
Rata-rata proses pengajuan dan verifikasi melalui online hingga pencairan dana hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Hal ini tentu sangat menguntungkan dibandingkan pengajuan dana pinjaman melalui lembaga perbankan atau pengajuan kartu kredit yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari.
b.    Syarat mudah
Pengajuan pinjaman melalui P2P lending hanya membutuhkan akun yang terdaftar pada aplikasi fintech, KTP, NPWP dan rekening bank lokal. Syarat ini lebih mudah dibandingkan pengajuan pinjaman melalui bank yang terkadang butuh slip gaji dan verifikasi di tempat kerja atau cek lingkungan.
c.    Sangat membantu dalam kondisi darurat
Ketika gaji terlambat, kebutuhan meningkat atau dalam kondisi terdesak seperti tidak punya biaya untuk mudik lebaran, biaya sekolah atau butuh biaya perawatan rumah sakit mendadak, pinjaman melalui P2P lending adalah salah satu solusi tercepat.
pinjaman online
Cair cepat, gampang di syarat Sumber Pixabay.com

2.    Kerugiannya
a.    Menggerogoti mental “pejuang”
Karena mudahnya mendapatkan pinjaman, seringkali dampak negatifnya adalah terkikisnya. mental berjuang untuk mendapatkan penghasilan tambahan. “Ah daripada susah-susah cari penghasilan tambahan kan lebih baik pinjam secara online, mudah, cepat cair dan bisa diangsur setiap bulan”
b.    Menumbuhkan sifat konsumtif
“Wah Hp keluaran terbaru sudah muncul nih, pinjam duit dulu lah mumpung syaratnya mudah, daripada dianggap nggak gaul” Kemudahan mendapatkan pinjaman cenderung menumbuhkan sifat konsumtif. Pinjaman yang seharusnya diajukan untuk kondisi darurat bisa saja menjadi kebiasaan demi bergaya hidup mewah agar tidak dipandang melarat.
c.    Merasa terjebak
Seringkali debitur tidak membaca syarat secara seksama. Setelah menerima pinjaman baru kemudian merasa keberatan membayar angsuran karena denda harian dinilai terlalu tinggi.
 
pinjaman online
Aaaih aku terjebak Sumber Pixabay.com
Agar tidak merasa menyesal kemudian hari, hendaknya sebelum mengajukan pinjaman online mempertimbangkan hal berikut ini:
1.    Cek legalitas start up fintech
Jangan terjebak lembaga keuangan abal-abal. Salah menentukan tempat meminjam bisa terjebak rentenir. Cek legalitas start up apakah ia termasuk fintech legal, memiliki izin operasional yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. 
2.    Pertimbangkan tujuan mengajukan pinjaman
Pertimbangkan terlebih dahulu tujuan meminjam uang, apakah benar-benar untuk keperluan darurat atau hanya demi bergaya hidup wah?
3.    Mengukur kemampuan mengangsur
Ukur kemampuan mengangsur Perhitungkan pemasukan dan pengeluaran rutin. Apakah kira-kira masih sanggup membayar angsuran hutang? jangan sampai besar pasak daripada tiang
4.    Baca syarat dan ketentuan dalam perjanjian hutang piutang
Baca dengan teliti pasal tenor cicilan dan denda yang disepakati agar tidak merasa terjebak ketika membayar angsuran.

Jadi bagaimana keberadaan pinjaman online menurut Anda, membawa untung atau menyebabkan buntung?


Share:

Hijrah Keluarga Hebat, Iman Sahabat Keluarga

Hadir di kajian Ustadz Suhadi Fadjaray di Masjid Al Ukhuwwah 20 Oktober 2018 mengingatkan kembali bahwa sahabat keluarga terbaik adalah IMAN.

Dalam tema kajian Hijrah Keluarga Hebat saya diam-diam beristighfar, betapa masih jauhnya diri ini dari pribadi muslimah yang diinginkan Allah. Saya membuat intisarinya sebagai berikut.

Dalam surat At Tahrim ayat 66 Allah berfirman: "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Inti dari surat tersebut adalah bahwa Allah memerintahkan untuk menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari api neraka. Maka sudah menjadi kewajiban kita agar menuju surga adalah ikhtiar bersama, bukan untuk diri sendiri namun juga membawa serta keluarga.
sahabat keluarga

❤Dalam surat Ali Imran ayat 33 Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh dan Keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)  Lagi-lagi Allah menekankan arti kata Keluarga pada Keluarga Ibrahim dan Keluarga Imran, sebab pada dua contoh ini diperoleh tauladan tentang Ayah, Ibu dan Anak yang taat kepada Allah.  Bukan keluarga Nabi Adam yang tercoreng oleh kisah Qobil dan Habil (peristiwa pembunuhan pertama di dunia) atau Keluarga Nabi Nuh yang tercoreng oleh ketidaktaatan anak (Kan’aan) dan istrinya.
sahabat keluarga

☘Kedua ayat tersebut menjadi inspirasi bahwa hijrah menuju kebaikan adalah hijrah satu keluarga, bukan hanya Ayah, Ibu atau anak saja, tetapi semua anggota keluarga.

Agar sebuah keluarga bisa menjadi keluarga Islami dan menjadi dasar peradaban yang tertata bukan semata berdiri karena peribadatan, maka poin-poin penting berikut ini perlu diperhatikan:

1. Cintailah keluarga secara terukur. 
Cinta kepada pasangan hidup dan anak tidak boleh melebihi cinta kepada Allah dan RasulNya
QS At Taubah ayat 24: “Katakanlah jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalanNya maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusanNya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Ayat ini jelas mengingatkan kembali bahwa Allah "mengancam" orang-orang yang mencintai sesuatu melebihi cinta kepada Allah, RasulNya dan jihad karena Allah.

2. Bersyukurlah jika telah menikah dan kemudian dikaruniai anak.
QS: Luqman ayat 12: “Dan sungguh, telah kami berikan hikmah kepada Luqman yaitu “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.
Jangan mengeluhkan kehadiran anak-anak sebab bisa jadi jika kita tidak bersyukur atas kehadiran mereka, mereka juga tidak mensyukuri kehadiran kita. Anak-anak tidak bisa memilih dari rahim Ibu yang mana ia dilahirkan dan dari benih Ayah mana ia berasal.

3. Jangan biarkan anak kehilangan figur Ayah.
Menurut penelitian ahli tumbuh kembang dan spikolog, anak yang kehilangan figur Ayah, bisa tertekan secara psikologis bahkan cenderung menjadi pribadi yang terjebak dalam kelainan orientasi seksual (LGBT)

4. Didik anak-anak menjadi pribadi yang tangguh secara fisik, mental, intelektual, spiritual dan finansial. Jangan biarkan mereka menjadi individu yang lemah.
QS: An Nisa’ ayat 9 “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
Dari ayat ini para ulama menafsirkan bahwa untuk membentuk pribadi anak yang tangguh dan tidak lemah maka orang tua harus memberikan tauladan sebagai insan yang bertaqwa dan bertutur kata yang benar
sahabat keluarga

Allah telah menjanjikan bahwa kepada setiap keluarga yang sama-sama mengupayakan menjadi pribadi yang beriman, taqwa dan beramal shalih agar bisa masuk surga, mereka akan berkumpul bersama anak cucunya di surga.
QS At-Tur ayat 21 : “Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya."

❤seorang Ayah atau Ibu bisa saja naik derajatnya ke surga yang lebih tinggi, jika seorang anak memohonkan ampunan atas dosa kedua orang tuanya. 

❤seorang istri dijanjikan Allah untuk masuk surga dari pintu mana yang ia kehendaki jika mampu menjaga 4 perkara: mendirikan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan, taat kepada suami. (penyebab-penyebab seorang wanita masuk neraka: hawa nafsu yang mendominasi, kecondongan kepada kesenangan-kesenangan dunia dan berpaling dari akhirat dan kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami)

❤seorang Ayah bisa terhalang masuk surga, jika dalam hidupnya ia tidak berupaya menjauhkan anak dan istrinya dari api neraka

Semoga kita senantiasa ingat bahwa sahabat keluarga yang paling baik adalah iman. Berharap mampu menjadi orang tua yang memberikan contoh bagaiman mencerminkan pribadi Islami yang mampu mengaplikasikan Al Quran dalam kehidupan, tidak sekadar membaca dan menghafal. Berharap bisa mengantar anak-anak menjadi pribadi shalih dan bermanfaat bagi umat.
Share:

Belajar Apa Itu SEO


Apa itu SEO? Penasaran waktu pertamakali ngeblog dan belajar tentang blog beberapa tahun lalu. Seringkali SEO disebut-sebut dalam artikel tentang belajar blog. Ternyata SEO itu Search Engine Optimization alias pengoptimalan mesin telusur atau search engine. Intinya teknik SEO itu menempatkan artikel blog kita pada halaman-halaman pertama Search Engine. Ayo siapa yang sering memanfaatkan mbah Google untuk mencari artikel tentang sesuatu hal. Google di zaman sekarang seperti primbon zaman dulu ya #eh. Maksudnya, ada PR: buatlah kolase dari bahan-bahan berikut. Apa sih kolase itu, langsung dah andalannya mbah google, ketikkan kata kunci “kolase adalah” dan jreeeeng keluar beberapa artikel yang mengulas tentang kolase.
Nah, teknik menempatkan artikel di halaman awal google inilah yang disebut SEO. Teknik SEO ini kalau saya baca di artikel google webmaster google meliputi: struktur situs (termask pemilihan template dan navigasi blog), penelitian atau penempatan kata kuncul dan pengembangan konten. Wih kompleks banget ya. Nggak heran, saya pernah beberapa kali iseng ikut lomba artikel SEO dan hasilnya..ngga menang sebab tidak punya kemampuan dan bekal yang cukup untuk berkompetisi SEO ria.
Biarpun kalah berlomba menulis jalan teruslah. Meski saya tak lagi tertarik mengikuti lomba menulis SEO. Dan gak kebayang belajar SEO. Hingga suatu hari Indoblognet – MB Communications membuka kelas SEO di Surabaya. Sebelumnya kelas belajar ini saya ketahui diadakan di Jakarta dan Pontianak. Wow rupanya MB Communications serius banget mengedukasi blogger agar lebih paham SEO. Apa itu SEO, mengapa MB Communications sangat menekankan agar blogger mau belajar?
apa itu SEO
Apa itu SEO?

Jawabnya nanti pasti saya dapatkan jika ikut kelas atau kopdar SEO ini. Tapi saya ragu, duh daftar nggak ya. Membayangkan belajar sesuatu yang saya tidak punya dasarnya sama sekali kan ...terbayang njelimetgnya. Apalagi blog saya gratisan. Kira-kira apa sih pengaruhnya belajar SEO buat blog gratisan saya. Sedangkan content placement saja mintanya sekarang blog TLD.
Eh tapi MB Communication kan tidak mewajibkan peserta adalah pemilik blog yang punya domain sendiri, ngga numpang kayak saya hihihi. Lagipula tema dari Kopdar SEO ini kan “From Zero To Hero” Rasa-rasanya yang tidak punya basic SEO bisa belajar secara bertahap dong. Jadi gimana nih enaknya? Daftar nggak?
Akhirnya tanggal 14 Oktober 2018 lalu saya memutuskan hadir di Kopdar SEO Webmaster yang disponsori MB Communication. Berangkat pun penuh drama. Sejak malam sebelumnya badan meriang. Udah daftar masa’ batal enggaklah. Ya udah nekad berangkat naik bus Ijo Krian-Joyoboyo. Alamaak tumben busnya penuh, harus berdiri nih. Sampai Joyoboyo jadi ragu, angkutan kota apa ya yang menuju lokasi Kopdar SEO di Captain Hood. Akhirnya sambil mikir jalaan terus sampai samping Kebon Binatang. Lah trus ditawarin Ojek yang mangkal di situ, maaaf Pak, saya mau naik angkot. Seingat saya angkot G, kok lama akhirnya naik Gojeklah. Kok gojeknya lama. Eh si sopir Gojek bilang dia nunggu di seberang Bonbin...ternyata sodara, matahari sudah mulai panas membara, saya disuruh jalan kaki cukup jauh dari tempat saya berdiri sambil bawa ransel isi laptop. Ya sudahlah...cap cay juga. Gak apa itung-itung olahraga (((olahraga)))
 
apa itu SEO
Captain Hood
Saya tiba di sana jam 9.23. Padahal kelas dimulai jam 10. Di pintu masih bertengger papan “Close” Whaaat. Kepagian bener. Ya udah daripada badan makin meriang berdiri di pinggir jalan saya nekad masuk kafenya. Yaelah Karyawan Captain Hood saja masih serius briefing. “Ibu peserta pertama, mau tunggu di sini atau di lantai dua” sapa manager storenya. Untung tak lama kemudian mbak Rahmah sebagai fasilitator muncul. Satu persatu kawan-kawan blogger hadir dan kelas dimulai jam 10 pagi dengan diawali perkenalan oleh Mbak Kartina Ika Sari.

Kaan bener, akhirnya saya dapat jawaban dari pertanyaan yang riuh di dalam hati sendiri, mengapa blogger perlu belajar apa itu SEO?
Ini dia 3 alasan utama (kalau teman-teman punya alasan sendiri bisa ditambahkan poin 4, 5, 6 seterusnya....
1. Mengenalkan blog kepada google webmaster
Mas Q-Benk, mentor di Kopdar SEO kali ini mengatakan jika blog itu ibarat rumah. Setelah dibangun perlu dipercantik caranya dengan menambahkan konten berupa tulisan dan foto. Perlu juga perabot dan aksesori. Pernik-pernik blog seperti pemilihan template, banner komunitas, labelling yang tepat adalah akesorinya. Setelah itu layaknya tinggal di sebuah rumah perlu berkenalan dengan tetangga dan mengurus surat izin domisili di RT, RW, kelurahan. Nah di dunia blogging hal semacam ini diibaratkan dengan blogwalking dan mengupayakan agar postingan kita bisa terdeteksi oleh google webmaster. SEO adalah salah satu cara agar artikel kita dikenali mbah google. Jadi kalau ada orang masukin kata kunci yang banyak dicari, blog kita bisa muncul dalam pencarian.
2. Berbagi lebih banyak manfaat pada khalayak
Menulis sudah sering. Update blog rajiin banget. Satu artikel bisa 500-1000 kata, lengkap dengan foto dan video penunjang. Tapi pengunjung blog kok minim banget. Sedih nggak, rasanya kok menulis jadi sia-sia. Padahal salah satu tujuan ngeblog adalah ingin berbagi ilmu, wawasan dan opini dengan lebih banyak khalayak. SEO membantu menempatkan artikel kita berada di halaman-halaman awal mesin pencari sehingga menarik minat orang untuk berkunjung dan membaca artikel-artikel di blog kita.
Jujur saja deh selain berbagi ilmu dan pemikiran, kita juga berharap blog bisa menjadi pintu penghasilan. Mbak Ika sempat bercerita tuntutan klien-klien sekarang makin tinggi. Para klien ini mengundang blogger untuk meliput event atau mereview produk dengan tujuan agar even dan produk mereka tampil di halaman-halaman awal google search. SEO adalah teknik yang diyakini paling manjur untuk menempatkan artikel di halaman-halaman depan google.
apa itu SEO

Jika awalnya ragu untuk mendaftar Kopdar SEO Webmaster, saya lebih bersyukur ketika meninggalkan Captain Hood sore itu. Belajar SEO dari jam 10 hingga jam 15 terasa kurang. Tetapi setidaknya saya punya sedikit bekal teknik SEO paling mendasar seperti cara memilih kata kunci, penempatan kata kunci dan memilih template blog yang SEO Friendly. Dan yang paling utama saya jadi paham alasan pentingnya bagi blogger untuk belajar apa itu SEO. Menulis memang mengasyikkan tetapi jika tulisan tersebut tidak menjangkau khalayak lebih luas sayang sekali bukan?

Share:

Menyikapi Bencana Alam

Sabtu bada subuh lalu alhamdulillah saya diberikan kesempatan mengikuti kajian fiqih rutin di Masjid Al Ukhuwwah, Perumahan Permata Sukodono Raya, Sidoarjo. Di awal majelis Ustadz Habibul Muiz meminta izin untuk mengulas tentang bagaimana seorang muslim menyikapi bencana alam. Tidak dapat dipungkiri, beberapa bulan Indonesia dilanda bencana beruntun. Gempa Lombok belum usai penanganannya, para pengungsi belum hidup normal, kemudian terjadi Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu. Menyusul Gempa Situbondo kemudian gempa di Minahasa, meski mungkin tidak menimbulkan korban jiwa. Dan yang tak bisa diabaikan juga adalah banjir bandang di Sumatera Barat.

Muncul berbagai opini dan kabar berita, mengatakan bahwa musibah ini adalah azab. Karena terlalu banyak maksiat. Dalam kesempatan ini Ustadz Habibul Muiz mengingatkan kembali bagaimana hendaknya seorang muslim menyikapi bencana alam. Apakah benar karena Allah murka, atau karena memang kita tinggal di daerah bencana sehingga bencana dan musibah yang terjadi murni karena kondisi geografi.

Berikut pemaparan Ustadz Habibul Muiz tentang bagaimana hendaknya seorang muslim menyikapi bencana alam:


1. Azab
Jika seseorang atau kaum tak lagi memiliki iman, tidak ada lagi orang bertaqwa, artinya benar-benar kufur maka musibah, bencana alam turun sebagai azab Allah.
menyikapi bencana alam

2. Teguran
Jika seseorang atau kaum masih memiliki iman, sebagian masih bertaqwa tetapi maksiat jalan terus, maka musibah, bencana alam yang turun adalah berupa teguran agar seseorang atau kaum tersebut kembali ke jalan yang benar
menyikapi bencana alam

3. Tanda cintanya Allah
Jika seseorang atau kaum, kadar taqwanya sangat tinggi, maksiat tak pernah hinggap di hati tetapi masih juga ditimpa musibah atau bencana maka musibah ini adalah bukti tanda cinta Allah. Sebab kecintaan Allah yang berupa ujian itu untuk mengangkat derajat makhlukNya ke derajat yang lebih mulia.
menyikapi bencana alam


Jadi, musibah yang menimpa Indonesia secara beruntun belakangan ini termasuk yang mana? azab, teguran atau tanda cintaNya? Wallahu'alam. Kita hanya bisa bermuhasabah, beristighfar dan bersungguh-sungguh bertaubat nasuha dalam menyikapi bencana alam. Sebab kita tidak berhak menilai dan menghakimi orang lain sebagai pendosa. Namun kita bisa menilai diri sendiri dan berupaya untuk memperbaiki diri agar menjadi insan yang dicintai Illahi.

Sumber gambar: Pixabay
Share:

Tips Menjadi Ibu yang Baik

Perbedaan pendapat selalu muncul saat asik bergaul. Entah di dunia maya atau di tengah kerabat, teman dan tetangga. Tak jarang perbedaan pendapat itu menjadi salahs satu penyebab perdebatan panjang tanpa pernah pihak yang keluar sebagai pemenang Uniknya yang paling sering berdebat tentang masalah A atau B adalah para perempuan, emak-emak alias ibu-ibu tanpa memandang usia. Sehingga muncul sebutan Mom's war. Alias perangnya emak-emak. Apa benar ibu yang baik bisa terhindar dari Mom's War?
Padahal jika dikaji lebih jauh tak ada manfaatnya berperang argumentasi. Tidak ada yang menyematkan medali, malah menambah musuh karena pertarungan sengit tanpa dihadiri juri dan bisa-bisa menjadi salah satu penyebab hipertensi. Terkadang tanpa disadari kita larut membela satu kubu meski awalnya tidak ingin turut menebar amarah ke segala penjuru. Jadi, mau ikut perang atau memilih jalan agar hati senang? Jika memilih hati senang tips berikut ini bisa diterapkan untuk terhindar dari perang, terutama perang klasik antara Ibu bekerja dan Ibu Rumah Tangga "tak bekerja"
ibu yang baik


Tips ibu yang baik agar terhindar dari Mom's War

  1. Berhenti membandingkan
Setiap orang punya kehidupan sendiri. Tidak sepatutnya untuk membandingkan satu kondisi dengan lainnya. Memandang seorang ibu bekerja di luar rumah sebagai sosok raja tega, padahal ia seorang single parent atau suaminya dalam masalah ekonomi sama halnya dengan menempatkan diri sendiri sebagai sosok yang tidak bijaksana. Belum lagi jika semua wanita diharapkan tidak bekerja. Lalu siapa yang akan menolong wanita melahirkan jika bukan bidan dan dokter wanita? Menjadi guru-guru TK yang sangat ramah kepada bocah? Begitupula sebaliknya, tak perlu mencemooh wanita yang memutuskan tidak bekerja meski mengantongi ijazah sarjana sebagai sosok yang membebani suami. Mengacalah pada Ibu Ainun Habibie tentang pilihan hidup yang beliau pegang teguh sepenuh hati.
  1. Jangan Menyesali Pilihan Hidup
Kekecewaan, rasa kurang bersyukur bisa menjadi pemantik kecemburuan pada orang lain. Kelelahan mengurus rumah dan anak-anak balita, kurang hiburan untuk diri sendiri seringkali menjadi penyebab seorang ibu rumah tangga mencemooh wanita bekerja, hanya karena anggapan bahwa surga pasti berada di telapak kakinya jika 24 jam siap untuk anak dan suaminya. Di sisi lain seorang wanita bekerja merasa cemburu melihat sang anak lebih dekat dengan guru atau pengasuh, menitikkan air mata diam-diam menyaksikan kemesraaan ibu dan anak yang lucu lalu menghibur dirinya dengan perasaan bangga karena telah menjadi salah satu penghasil rupiah dan bisa bersedekah. Dari kebanggaan ini bisa saja muncul cemoohan kepada ibu-ibu yang tampak “santai saja di rumah” Berhenti membandingkan. Syukurilah jalan hidup yang kita jalani, abaikan hal-hal yang merusak suasana hati.
  1. Hindari Menyulut Api
Tidak usah cari masalah. Hidup ini indah jika dijalani dengan cara yang mudah dan mampu mengendalikan amarah. Berapa banyak masalah timbul karena lisan tak terjaga. Di era media sosial fungsi lisan pun diganti dengan jemari. Jangan pernah menyulut api jika tak ingin terbakar nanti.
Setiap orang menghadapi medan perangnya sendiri, ada yang berperang dengan perasaan ketika terpaksa meninggalkan anak untuk bekerja sementara untuk berhenti bekerja ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Ada yang berperang dengan cemoohan karena menjadi emak rumahan. Tak perlu menengok ke halaman orang lain dan berupaya menyulut api dari daun kering yang berserakan. Cukup mengurus halaman rumah sendiri agar merasakan kenyamanan ketika bernaung dan merebahkan diri.
Dunia telah memasuki era baru sarat informasi dan teknologi. Sudah bukan zamannya peperangan satu lawan satu, karena telah berganti menjadi perang infinity The Avengers yang sempat pecah saja memutuskan bersatu untuk menghadapi penjahat intergalaksi, masa sih mama-mama hebat masih berdebat masalah wanita karir Vs wanita "tukang tadah suami?" Nggak level ah jika kita harus membuang waktu larut dalam Mom“infinity” war alias peperangan Mama-mama masa kini. Padahal banyak hal bermanfaat yang bisa kita lakukan untuk menciptakan kebahagiaan dan membantu sesama setulus hati. Menjadi ibu yang baik dan terhindar dari Mom's War adalah berkah tersendiri, agar hidup lebih hepi dan awet muda plus disayang suam
Share:

Musibah Bencana Alam, Antara Fenomena dan Teguran


Misi, mau curhat dikit. Tempo hari saya jadi ga enak sama seorang teman Fb, dia dulu teman sekantor saya juga. Saya merasa agak gimana dengan postingnya tentang bencana Palu. Dalam posting yang dia share dari postingan antah berantah dituliskan: Palu sedang dibersihkan ...bla bla bla (isinya : kompleks pelacuran tenggelam, rumah simpanan pejabat hancur dll dll dengan foto penghias masjid di tepi pantai yang berdiri tegak). Saya mengingatkannya bahwa postingan itu bisa menimbulkan pro kontra. bagaimana jika ada yang mengingatkan bahwa Tsunami Aceh yang lebih dahsyat berarti azab bagi Aceh sarang maksiat? Lau dia menghapus postingan itu.....mudah-mudahan dia gak marah ya.

Duh ya, membaca postingan seperti itu hati saya perih. Membayangkan kalau yang dianggap mereka yang terkena bencana SELALU SEDANG MENDAPAT AZAB. Lah itu yang bikin tulisan apa ga tau karena sebagian yang hancur karena Bencana Palu adalah pondok pesantren tahfidz Quran lengkap dengan kisah hafidzah yang meninggal satu persatu karena pertolongan alat berat tak kunjung datang (mata saya berembun mengingat kisah para hafidzah ini, membayangkan kesakitan yang mereka derita terhimpit reruntuhan tetapi tetap berupaya murojaah hingga ajalnya tiba), apa yang menulis postingan itu lupa ada muadzin di masjid kampus yang meninggal karena memilih menuntaskan adzan sehingga tertimpa bangunan masjid yang runtuh karena gempa. Mungkin yang menulis artikel bencana Palu sebagai azab bagi masyarakat Palu lupa ada anak-anak yang sedang belajar mengaji lenyap ditelan likuifikasi. Atau mungkin dianggapnya para korban (selain para pelaku maksiat) adalah korban Collateral Damage. Lalu bagaimana dengan bencana Tsunami Aceh yang jauh lebih hebat dan menewaskan ratusan ribu orang di Serambi Mekah, bukankah di sana hukum Islam ditegakkan dengan tanpa pandang bulu? Ah entahlah...




Saya sadar sebagai manusia memang tak pernah bisa menghindari takdir Tuhan. Dan tidak sepantasnya bagi yang tidak ditimpa bencana berdebat mengenai masalah penyebab terjadinya bencana. Korban jiwa berjatuhan, jutaan orang hidup di pengungsian inilah yang perlu diperhatikan. Bagi mereka yang selamat dari bencana tetapi tak lagi memiliki harta benda tentu hidup dalam kesengsaraan. Di awal-awal pengungsian tak jarang para korban bencana tidur beralas tanah beratap langit dengan perasaan tak karuan, khawatir terjadi bencana susulan. Ketika sudah didirikan tenda-tenda bantuan pun bukan berarti hidup mereka nyaman. Keterbatasan makanan, pakaian hingga kebutuhan ke kamar mandi harus antri.

Dalam sebuah riwayat diceritakan tentang gempa yang melanda Madinah di masa kekhalifahan Umar Bin Khattab. Khalifah Umar kemudian mengingatkan agar rakyatnya meninggalkan maksiat dan memperbanyak sedekah. Tidak diragukan lagi, bahwa gempa (dan bencana) adalah bagian dari teguran Allah. Tetapi teguran itu (di mata saya) bukan hanya berlaku bagi mereka yang ditimpa bencana. Melainkan berlaku bagi seluruh negeri. Kita yang sedang merasa aman-aman saja padahal sebenarnya tak luput dari maksiat harusnya mawas diri. Jangan-jangan mereka yang tertimpa bencana menderita karena perilaku kita. Sebenarnya kitalah yang ditegur tetapi merasa woles dan bersikap seolah tak ada apa-apa.....Astaghfirullah.

Di sisi lain saya membaca juga tentang kearifan lokal. Bahwa bencana akibat likuifikasi itu telah diingatkan oleh nenek moyang dengan sebutan Nalodo. Artinya secara ilmiah dan menurut sejarah di daerah Palu itu sebelumnya, ratusan tahun lalu pernah terjadi bencana serupa. Menurut kajian ilmiah memang daerah rawa-rawa rawan ditelan bumi ketika terjadi gempa. Lalu saya bergidik membayangkan....apakah rumah yang saya tinggali ini aman dan kuat menghadapi gempa?

Marilah berharap yang baik-baik...berdoa yang baik-baik...semoga kita bisa memperbaiki diri dan terhindar dari bencana serupa.

Share:

Kendala Menyiapkan Bekal

Menyiapkan bekal, keruwetan pagi bermula dari dua kata ini. Apa bawa bekal itu wajib? Kalau buat anak saya sih jawabnya ya! Sebab dia mudah sekali sakit jika mengkonsumsi sesuatu yang terlalu banyak bahan pengawet, makanan ringan yang dibumbui pedas buatan, minuman yang ditambahkan pemanis buatan. Maka membawa bekal dari rumah lebih aman dan higienis.

Tapi ada saja kendala menyiapkan bekal bagi si kecil, antara lain:

1.Waktu
Kadangkala waktu rasanya terlalu cepat berlalu. Belum selesai menyiapkan makanan utama untuk sarapan dan makan siang eh kok jam dinding sudah balapan aja. Belum lagi si kecil meski umurnya sudah gak kecil lagi, 9 tahun bo' tiba-tiba bikin ulah. Ada PR yang belum dikerjai atau tugas prakarya yang mendadak ingat harus dikumpulkan hari ini juga. Lah kan ini tugas emak eh Ibu bangsa juga. Mana sempat bikin bekal yang rada ribet
Solusinya: cari yang simpel saja buat bekal. Roti diolesi mentega dan meses sudah cukuplah

2. Kehabisan ide
Bekal kok isinya Roti oles mentega melulu, ni emak ngapa? gitu kali batin si bocah. Kalau kehabisan ide browsing Mak, cari resep yang gampil-gampil dipraktikkan di hari libur. Sukses? bisa diulang untuk hari-hari efektif sekolah. Kalau praktiknya gagal ya udah setidaknya ganti wadah bekalnya saja Mak hihihi. 

3. Tanggal tua
Hahaha klo tanggal tua biasanya males ribet ya Mak. Boro'-boro mikir bekal, duit yang mau dipakai belanja kudu dicongkel dari celengan. Ya udah ga usah maksain diri memasak yang ribet dan mewah Mah. Bekali saja anak dengan doa dan cinta plus air putih biar nggak jajan es dengan pemanis buatan di sekolah.

WOles, ga ada ibu yang sempurna. Jadilah seperti apa adanya. Dan syukuri hidup bagaimanapun skenario yang sedang kita perankan bak panggung sandiwara.

Share:

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.