catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Mengambil Jeda

Tak terasa sebulan sudah blog ini tidak ada tulisan terbaruku. Banyak hal terjadi tetapi tak bisa dituliskan di sini. Bersembunyi dengan alasan Ramadhan butuh konsentrasi rasanya tak patut. Karena puasa bukan halangan untuk berkarya. Tetapi sejatinya aku tetap menulis meski dalam bentuk artikel konten 500 kata proyek setiap pekan seperti biasa. 
Mungkin aku hanya ingin mengambil jeda sambil tetap menyemangati diri untuk berlomba. Selain menulis konten, aku semangat sekali ikut lomba di Instagram...duit duit..Ramadhan hingga Dzulhijjah butuh duit tak sedikit. Ngarep bisa menang gadget yang bisa dijual, voucher belanja untuk bantu menekan pengeluaran dan menang duit atau top up duit elektronik agar bisa dibelanjakan.

Dari jeda aku belajar, bahwa manusia memang hanya bisa berencana tetapi Allah Maha Segala. Jujur, setiap Ramadhan pasti punya target ibadah tertentu misalnya: tilawah khatam dua kali, sholat hajat dan malam rutin tiap hari atau membuat rangkuman kultum subuh dan khotbah tarawih (kan lumayan bisa isi blog tiap hari hehehe) nyatanya  - di luar kewajaran - aku mengalami udzur haid hingga 12 hari. Alamaak kebayang qodho puasanya. Tapi memang semua harus diterima dengan ridho' dan lapang dada agar Allah memudahkan semua urusan kita.
Maka.
Aku mulai merangkak dari nol. Menyusun planning untuk rajin menulis lagi. Rajin (lebih rajin) ikut lomba dan cari duit lagi.
Buat freelance sepertiku, cari duit setahun habis dalam beberapa bulan saja hihihi.
Mari kita nikmati.

Share:

Kisah Nyata Ayat Seribu Dinar

Kisah nyata ayat seribu dinar itu bukan isapan jempol doang. Saya ingin cerita, tetapi terkadang, menulis pengalaman pribadi itu susah-susah gampang. Sharing pengalaman pahit kehilangn uang karena ditipu orang... ada yang nyumbang. Cerita pengalaman pribadi menyenangkan khawatir kejebak euforia berlebihan. Tapi kalau ndak diceritakan ya eman-eman.

Sudah pada paham ayat seribu dinar kan? Dulu saya pikir ayat seribu dinar itu semacam rajah-rajah mantra. Kesannya seperti ayat untuk mendatangkan kekayaan. Ternyata setelah belajar mengaji, ayat seribu dinar itu bagian akhir dari Surat At Thalaq ayat  2 dan bagian awal ayat 3.

Bolehkah mengamalkannya dengan berharap kekayaan? Saya bukan sedang membahas boleh tidaknya. Tetapi sekadar ingin bercerita tentang kisah nyata ayat seribu dinar benar-benar terjadi pada saya.

Mari kita kaji, apa sebenarnya hikmah dari ayat seribu dinar: intinya adalah jika kita bertaqwa, maka Allah akan menunjukkan solusi, jalan terbaik dari setiap ujian dan cobaan. Bahwa Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebab semua telah berada dalam ketentuannya.

Saya tak pernah mengamalkan ayat seribu dinar secara khusus dengan tujuan "pesugihan" tetapi saya tetapi saya terinspirasi untuk menjadi orang yang bertaqwa dengan harapan Allah akan menunjukkan jalan keluar terbaik. Allah pasti memberikan karunia berupa rezeki yang tak disangka-sangka, terutama ketika kita sedang berada dalam keadaan terdesak. 


Akhir-akhir ini saya sangat kesulitan bekerja dengan laptop dan internet. Laptop keluar masuk bengkel service. Baru kelar dua hari, dipakai kerja, masuk bengkel lagi karena ga bisa nyala. Sementara sinyal internet angin-anginan, pernah seharian gak ada sambungan.

Dada rasanya sesak. Ingin beli laptop baru, anggarannya dari mana yak. Hiks. Padahal kerjaan freelance saya tergantung sekali pada laptop dan jaringan internet. Nangis beneran saya sama Allah. Sampai saya berniat untuk ambil jeda alias berhenti berbagi, agar penghasilan saya bisa dikumpulin dulu buat beli laptop baru. Setelah kelar baru dah "tugas umat" lagi.

Lalu, saya disentil Allah dengan lembut. Ketika suami saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang omba konten voting memilih sosok inspiratif dalam Kisah Inspiratif Mitra Juara Gojek 2019. Info tentang quiz atau kontes ini saya dapatkan dari proyek buzzer dengan fee top up saldo 50 ribu rupiah saja. Tapi syukur saya tak terhingga, karena dengan 50 ribu itu bisa dipakai untuk nge-gojek cari nafkah di Surabaya atau jemput anak sekolah. 

Saya pun mengajak suami untuk turut berpartisipasi dalam kontes tersebut Tak dinyana ternyata konten voting suami menjadi salah satu dari lima konten pilihan juri. Dan hadiahnya masyaAllah ...Samsung S10 sodara. Saya jadi tersadar. Adakala ketika Allah mengambil sesuatu. InsyaAllah akan Dia ganti sesuatu yang baru. Jadi, mungkin saja laptop saya yang sakit,-sakitan tempo hari, Allah ganti dengan sesuatu yang akhirnya selamat sampai ke tangan pembeli. Ya sodara..barang mahal itu sudah pindah tangan, seorang kawan lama yang bersedia membelinya dengan harga pantas. Sebab kami butuh cash keras. Untuk biaya-biaya sekolah, untuk simpanan jika sewaktu-waktu harus beli laptop baru.

Hadiah ini sangat bermakna
Bukan saja dari segi harga.
Tetapi hikmah di baliknya sungguh luar biasa.

Benarlah janji Allah bahwa siapa yang tidak pandai mensyukuri yang sedikit, tidak akan bisa mensyukuri yang banyak.
Jangan pernah meragukan janji Allah:
"La in syakartum la aziidannakum wala in kafartum inna adzaabi lasyadiid."
Sungguh, saya tertampar ayat ini kesekian kali.
Semoga kalian tidak mengalami tertampar ayat Allah berkali-kali sebab lebih tawakal dari pada saya ini.

Duluuuu sekali. Saya pernah berharap semakin sering menang kuis dan lomba menulis berhadiah gadget mahal atau laptop. Tetapi tak kunjung menang juga. Kini hadiah yang saya dambakan datang di saat yang tepat, dari pintu rahasia yang tak pernah kami sangka.

Maka, kisah nyata ayat seribu dinar benar terjadi pada saya. Bukan saya mendadak kaya. Tetapi apa yang menjadi kebutuhan dicukupkan Allah dengan cara rahasia dan tak diduga. Siapa pernah mengira, dari dua kalimat konten yang menjadi salah satu syarat voting menjadi jalan bagi rezeki kami senilai belasan juta rupiah. Dua kalimat saja, dengan batasan kata. Sungguh ya, rezeki jika bukan garis haknya, dikejar pun akan lari. Tetapi jika kita bertaqwa, insyaAllah rezeki datang menghampiri
Share:

Tips Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa


Ramadhan telah berjalan di hari kedua, apa kabar semua, mudah-mudahan baik-baik saja. Berpuasa menyebabkan tubuh jadi lemas dan menurunkan produktivitas? Mungkin ada yang kurang tepat dalam mengatur jadwal sahur dan berpuasa. Saat berpuasa, secara teknis tubuh baru memasuki fase puasa terhitung setelah 8 jam sejak waktu makan terakhir. Yaitu saat usus selesai menyerap berbagai jenis nutrisi dan sari makanan.
Sebenarnya jika pola makan sahur dan berbuka diatur dengan menu seimbang tidak akan menyebabkan dehidrasi, kurang gizi dan tidak menurunkan tingkat produktivitas. Ketika berpuasa, seseorang dituntut untuk lebih memperhatikan pola makan, waktu beristirahat dan jenis aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh dengan cadangan energi yang dimiliki.

Berpuasa menyebabkan tubuh membakar lebih banyak cadangan energi dan air. Jika tidak pandai mengatur pola makan maka tubuh akan lebih cepat menjadi lemas. Upayakan menyajikan komposisi makanan lengkap dan bergizi untuk menu santap sahur dan berbuka. Perbanyak minum air dan makanan berserat ketika sahur dan berbuka. Dengan demikian kebutuhan tubuh untuk standar metabolism bisa tercukupi.

Sunnah-sunnah dalam berpuasa sebenarnya mengandung hikmah untuk menjaga agar tubuh tetap bugar saat berpuasa. Ketika berbuka puasa misalnya, disunnahkan untuk menyegerakan berbuka dengan kurma dan air. Jika ditinjau secara ilmiah, hal ini membantu tubuh untuk segera mendapatkan kebutuhan pokok yaitu air untuk mencegah dehidrasi dan sumber energi yang cepat diserap tubuh yang berasal dari buah kurma. Santap sahur disunnahkan dilakukan di akhir waktu. Sebab menghindari tubuh terlalu lama menahan makan dan minum. Jika sahur dilakukan di akhir waktu dan berbuka disegerakan dengan menu berbuka yang tepat, maka kebutuhan tubuh atas berbagai zat penting akan terpenuhi.

Berpuasa bukan berarti bermalas-malasan. Dianjurkan ketika berpuasa memperbanyak ibadah. Olahraga berat lebih baik dikurangi. Namun olahraga ringan seperti jalan kaki setelah sholat subuh akan sangat berdampak positif bagi tubuh. Peredaran darah lebih optimal, aliran oksigen semakin lancar. Bahkan memperbanyak sholat sunnah selama berpuasa juga termasuk olahraga karena gerakan sholat sama halnya dengan gerakan senam. Pahala didapat, tubuh pun lebih sehat. (da)
1.    www.hellosehat.com 
3.    www.lifestyle.kompas.com 
4.    pixabay

Share:

Hadiah Umroh Dengan Menabung Lima Puluh Ribu Di Sobatku


Bisa menang hadiah umroh dan uang jutaan rupiah dari poin tabungan lima puluh ribu saja? Kalau nggak kenal sobatku saya pikir ini pasti berita bohong belaka.
Sudah kenal dengan Sobatku? Sobatku adalah akronim dari Simpanan Online Sahabatku. Sobatku merupakan tabungan online berbasis aplikasi yang memungkinkan untuk menabung melalui mobile banking smartphone  transfer ATM atau melalui Alfamart dan Alfamidi. Berbeda dengan E Wallet yang digunakan sebagai dompet elektronik untuk menggantikan semua metode pembayaran. Jadi, Sobatku adalah tabungan yang sekaligus bisa dipakai untuk pembayaran, sedangkan E Wallet cuma bisa buat bayar-bayar doang.
Flashback teringa pas belanja ke alfamidi kok sering lihat banner: menabung dan bayar tagihan via Sahabat lebih praktis. Apa ya Sahabat itu, mau nanya kasir sungkan. Eh sekarang pertanyaan saya terjawab.

Sabtu 4 Mei 2019, saya berkesempatan hadir di acara pengundian hadiah menabung di Sobatku yang diselenggarakan di Galaxy Mall 2 Lantai 6 Surabaya. Menariknya acara pengundian hadiah ini dikemas laksana pesta rakyat dan disebut Kepomarket. 


Dimeriahkan sekitar 2000 stand UKM makanan, minuman dan kerajinan tangan serta artis-artis terkenal di Surabaya dan Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung acara ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu, tanggal 3 hingga 5 Mei 2019.

Saya yang hadir di hari Sabtu takjub dengan antusiasme warga Jatim, Surabaya sekitarnya yang hadir di Galaxy Exhibition Center Lantai 6. Selain makan minum, para pengunjung tampak antusias menanti saat pengundian. 

Jadi KEPO nih di Kepomarket, hadiah undiannya apa saja sih kok yang hadir sampai segitunya?
Ternyata pemenang undian yang diselenggarakan Sobatku ini memang cukup banyak. Yang saya catat ada 12 pemenang  hadiah satu juta rupiah, tiga pemenang lima juta rupiah, satu orang pemenang uang sepuluh juta rupiah, empat pemenang undian umroh atau uang tunai 25 juta rupiah untuk pemenang non muslim dan grand prize senilai 100 juta  rupiah. Jadi undian Sobatku ini ada undian bulanan dan undian triwulan untuk grandprizenya. Wow banget lah.
Siapa saja pemenangnya? Simak foto-foto berikut ini. Siapa tau anda atau salah satu teman kalian menjadi pemenangnya:

Pemenang Undian Satu Juta:
















Pemenang Undian 5 Juta Rupiah






Karena kebetulan salah satu pemenangnya hadir di lokasi, maka berfotolah pak Paulus dengan wakil dari Sobatku



Satu Pemenang Undian 10 Juta Rupiah
Empat Pemenang Undian Umroh
Pemenang 4 Umrah 
1. Idham, Bogor
2. Asgar R. Alie, Luwu Timur
3. Lianati Wiriadiredja, Jakarta Barat
4. Oman Abdul Rohman, Tangerang Selatan




Yang paling tegang adalah menjelang pengundian hadiah grand prize Undian100JT alias Seratus Juta Rupiah. Pembawa acaranya pandai menguras emosi menambah dag dig dug pengunjung yang hadir.

Dan inilah satu Pemenang Undian 100 Juta Rupiah Andrew Affendy, Jakarta Barat

Ramainya pengunjung Kepomarket di hari Sabtu 4 Mei 2019 ini pastinya terjadi karena banyak alasan:
  • Cashback 30% untuk pembayaran menggunakan Aplikasi SOBATKU 
  • Gratis Velluto Gelato, bagi yang download dan register SOBATKU 
  • Gratis Spikuayu setiap pembelanjaan Rp 250.000 menggunakan SOBATKU  
  • Kesempatan menang Hadiah tambahan khusus bagi warga JATIM bagi yang nabung di SOBATKU dan mengikuti program Jutawan JATIM. Undian berupa umroh atau uang 25 juta rupiah ini syarat utamanya adalah berdomisili di Jawa Timur dan menabung atau top up saldo minimal satu juta rupiah untuk mendapatkan satu nomor undian yang kemudian dimasukkan dalam kotak undian di lokasi diselenggarakannya Kepomarket. Dengan catatan, pemenangnya harus berada di lokasi ketika pengumuman dilakukan. 

Dan pemenang hadiah umroh khusus untuk warga Jawa Timur kali ini adalah Ibu Suyati. 


Hoki nih bu Suyati sebab namanya keluar setelah nama hasil pengundian pertama ternyata dipanggil tiga kali tidak hadir di acara.
Wah kok hadiahnya gede-gede banget. Pasti ribet dan butuh dana gede untuk nabung agar poinnya gede ya. Ternyata tidak juga. Ketika acara press conference berlangsung, saya jadi paham bahwa poin undian diperoleh dari simpanan lima puluh ribu tiering, Tentunya semakin banyak mengumpulkan poin, kesempatan menang lebih besar.
Key note speakers pada acara press conference undian Grandprize Sobatku ini adalah:
1. Bapak Atim Darmanto - Area Manager SUKM Jawa Timur
2. Bapak Ceppy Y Mulyana - Ketua Pengurus KSP Sahabat Mitra Sejati
3. Ibu Oktavia Laksmi Wardani - Head Of Sobatku
4. Bapak Hendra Setiawan - Regional Business Head Bank Sahabat Sampoerna
5. Michael Putra Bani - CEO Kepomarket



Mekanisme #Undian100Jt dan #TerbangUmroh 

Lebih lengkapnya mekanisme menang undian umroh atau uang ratusan juta rupiah di Sobatku adalah sebagai berikut:

Poin saldo diperoleh dari perhitungan saldo rata-rata harian, dengan mekanisme perolehan poin seperti contoh :
Perhitungan poin saldo. sumber http://www.sobatku.co.id

Dan perhitungan saldo tersebut ditinjau secara rata-rata harian. seperti contoh:


Perhitungan saldo rata-rata harian dari simulasi di atas dijelaskan sebagai berikut:

(Rp 1.000.000 x 11 hari) + (Rp 3.000.000 x 15 hari) + (Rp 6.500.000 x 3 hari) + (Rp 6.000.000 x 1 hari) / (30 hari)

= Rp 2.716.667

Poin yang didapatkan rekening A:

Rp 2.716.667 / Rp 50.000 x 30 poin = 54 x 30 poin = 1620 poin

Keterangan:
Pembulatan ke bawah dilakukan pada perhitungan:

saldo rata-rata harian  / Rp 50.000

Lebih lengkapnya bisa dilihat di website Sobatku.

Keuntungan Menabung Di Sobatku

Dalam conference press yang dihadiri empat keynote, saya jadi tertarik dengan berbagai keuntungan menabung di Sobatku. Berbagai keuntungan tersebut adalah:
1. Bisa dipakai untuk bayar tagihan dengan biaya administrasi kecil
    Coba cek biaya administrasi bayar tagihan listrik dan PDAM di PPOB atau ATM, pasti berkisar antara 2500 hingga 4000 rupiah kan? Di Sobatku hanya sebesar 750 perak saja
2. Bisa dipakai untuk transfer antar bank atau sesama sobatku
3. Nomor rekening unik, sesuai dengan nomor Handphone kita, banggaa
4. Setor atau tarik tunai tanpa biaya admin bisa dilakukan di Alfamidi atau Alfamart terdekat. 
5. Berbagai keuntungan sebagai rekening bank
Sebagai simpanan berbasis digital, buka rekening Sobatku bisa dilakukan secara online melalui gadget, jadi tidak perlu datang ke kantor. Selain itu menabung di Sobatku tidak ada bea admin bulanan, dapat bunga simpanan, tidak ada saldo minimal, biaya transfer antar bank cukup murah, bisa menabung dari rekening bank lain melalui ATM, internet banking, MBanking
6. Sering mengadakan promo dan undian berhadiah. 
Selain undian berhadiah #JutawanSobatku seperti yang sudah saya paparkan di atas, Sobatku juga sering memberikan promo khusus bagi nasabahnya. Seperti kemarin nih di acara Kepomarket, para pengunjung yang bertransaksi menggunakan QR Code Sobatku dapat cashback 30 persen, lumayan banget kan? Saya jajan roti blueder seharga 22 ribu rupiah buat oleh-oleh anak di rumah, mayan banget dapat cashback 6 ribu-an, bisa buat nambah jajan.

 
Senang bisa hadir di acara undian grandprize Sobatku. Surabaya adalah kota kesekian kali yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah undian Sobatku. Saya hadir sejak jam tiga sore hingga jam 8 malam nggak terasa bosan. Beberapa penampilan artis dan performance dari pengisi acara mampu memeriahkan suasana. Mulai dari Aline Show, dance anak-anak bahkan marching band.




Jadi gak sabar untuk membuka rekening di Sobatku? yuk segera cari aplikasi Sobatku di Playstore. 

Kemudian unduh aplikasi tersebut di hapemu. 

Lalu daftar dengan step by step yang sangat mudah. 

Siapkan KTP untuk difoto dan foto selfie menggunakan KTP ya. Dalam hitungan menit kita akan menerima konfirmasi melalui SMS dan email yang kita daftarkan apakah pengajuan buka rekening diterima atau perlu diverifikasi ulang. Biasanya KTP yang buram akan mempersulit proses verifikasi.

Kini zaman sudah digital. Nabung, transfer dan bayar-bayar tagihan bisa melalui handphone sudah familiar. Apalagi kalau belanja di Alfamart dan Alfamidi bisa sekalian tarik tunai bebas biaya, enak banget kan ya. Sobatku memang sahabat online sejatiku. Apalagi nasabahnya punya kesempatan memenangkan hadiah umroh dari undian poin setiap saldo lima puluh ribu.

Share:

Transkrip pembicaraan negosiasi liburan ala santri

Lelah belajar dan bekerja obatnya apa teman-teman?....ya betul : liburan.
Anak sekolah butuh libur untuk rehat, apalagi santri yang hidupnya diatur dengan jadwal ketat. Jadi ingin menyimpan transkrip pembicaraan, negosiasi liburan ala santri di blog ini sebagai kenang-kenangan. 


Santri (telepon) : "Assalamualaikum...apa kabar Pa...(basa basi blablabla)"
Papa : "Alhamdulillah baik, bagaimana ujiannya bisa?"
Santri: "Bisa lah pa. Eh ya Ini aku telpon mau minta izin boleh ya ikut rombongan teman ke Bali setelah dari Malang nanti"
Papa : "Lo kan masih ujian Mas, mikir ujian dulu baru mikir liburan"
Santri: "Duh tiap hari aku belajar sampai jam 2 dini hari Pa..aman amaan insyaAllah"
Papa : "wis gampang itu apa kata Mamamu nanti"


Lain hari ganti Hp Mama yang bunyi
*
Santri: "Assalamualaikum, Ma aku boleh ya ke Bali"
Mama: "Waduh Mas, ujian belum selesai, yang dipikir kok liburan melulu. Apalagi pengumuman kenaikan kelasmu masih nanti 5 Ramadhan"
Santri: "Lo Ma aku tiap hari itu belajar sampai jam 2 dini hari, InsyaAllah naik kelas laah,kan aku bosen belajar terus. Ingin refreshing gitu lihat pantai Ma, boleh ya? masa liburan gak kemana-mana"
Mama : "lah kan sudah ke Malang bareng teman-temanmu"
Santri: "wah ya libur panjang sekalian main agak jauh Ma"
Mama : "Ok wis, uang sakumu dari hasil penjualan Hpmu ya. Kan bentar lagi butuh duit banyak buat daftar ulang dan isi tabungan santri"
Santri : "Lo kok Hpku yang dijual? yang lain aja Ma,Tivi gitu"
Mama: "Lo kan yang liburan kamu Mas,jadi ya Hapemu yang dijual buat uang saku"
Santri : "Lah aku liburan foto-foto pakai apa dong?"
Mama : "Pinjam Hp temanmu aja nanti kirim ke WA Mama"
Santri: "Waduh ga asik, udah nanti uang saku liburanku aku ganti dari uang saku lebaran dari sanak kerabat"
Mama : "Lo kok kamu Pede ada yang ngasih angpau lebaran sih Mas?"
Santri : "Wis aku nanti kerja apa gitu biar dapat uang. Tolong aku mau bicara sama Papa"


Hp pindah tangan ke papa
*
Santri: "Pa, Mama kok kelihatannya gak ikhlas gitu sih aku liburan"
Papa : "Ya kan Mama mikir biayanya Le"
Santri: "Sudahlah biayanya dari uang saku ke Malang itu saja yang aku pakai beli tiket, nanti pulangnya dibayarin ayahnya temenku itu, kaya, pengacara, rumahnya tingkat 3.
Papa: "Wis lah Mas mikir ujianmu dulu"
Santri: (mulai berdiplomasi) "Padahal aku dulu gak ikhlas lo masuk pondok pesantren, aku belajar giat dan nilau UNku bisa lolos masuk SMP terbaik dekat rumah. Laa kok dimasukkan pondok. Tapi ya ikhlas ndak ikhlas aku jalani"
Papa: "Tapi kan sekarang kamu seneng to,temanmu banyak dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari luar negeri segala"
Santri: "La ya itu aku seneng temanku banyak, dari berbagai penjuru Indonesia. Makanya aku ingin bersilaturahim ke rumah mereka"
Papa: "yo yo yo wis Mas,nanti tak kasih uang saku"(tutup pembicaraan biar gak ribet)


Lain waktu, ujian sebulan sudah usai, Hp Papa berdering lagi
*
Santri: "Pa,bagaimana Mama sudah OK aku ke Bali?"
Papa:  "Beres wis Mas,ga usah ruwet mikir. Tapi yakin naik kelas kan?"
Santri : "InsyaAllah lah Pa, kan kata Mama yang penting naik kelas toh. Eh ini aku sudah punya tambahan uang saku 100 ribu hasil kerjaku sebagai kurir makanan"
Papa:  "kurir makanan bagaimana?"
Santri: "Ya itu kalau temanku malas antri ke dapur santri, engganpergi ke kantin trus aku yang jadi kurir, bantu beliin dan dikasih uang lelah sama mereka"
Papa: (tertawa) : "wah hebat Mas"

Btw Papa sudah beliin tiket bus ke Bali belum haha...lagian kenapa ga dijanjikan ke Pantai Kenjeran Surabaya saja yang ongkosnya lebih murah hihihi.


Duh ya, sekarang saya tidak meragukan bahwa dari pendidikan pondok ini lahir diplomat-diplomat ulung. Dan yang terpenting dia berdiplomasi demi mendapat restu ayah dan ibu. Tidak slonong boy pergi tanpa izin meski bisa saja melakukannya dengan mudah.
Jujur, lebih senang "diteror" telpon karena minta izin (dan uang saku) untuk berlibur, dibandingkan teror telepon tempo hari yang minta pulang karena sakit. Transkrip pembicaraan negosiasi pun jadi panjang, tiga puluh menitan hahaha.
Semoga Allah melindungi anak-anakku selalu, menuntun mereka di jalan cahaya hingga akhir waktu.
Share:

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.