Google+ Followers

Monday, February 29, 2016

10 Keunggulan Martabak Tropica, Martabak Manis Paling Enak di Bandung

Martabak enak di Bandung, tetep enak dinikmati meski cuaca mendung. Nonton episode Mata Najwa tentang anak-anak pak Jokowi tentang bisnis Martabak Manis Gibran tempo hari mengingatkan saya pada Martabak Paling Top di Bandung yaitu Martabak Tropica. Bandung tak hanya dikenal sebagai Paris Van Java tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner khas Indonesia, salah satunya Martabak. Penamaan martabak mungkin di beberapa tempat berbeda-beda. Di Jawa Timur martabak identik dengan kuliner adonan telur, bawang prei, daging cincang yang dikocok lalu digoreng dan dilipat-lipat. Tetapi pada dasarnya martabak dikategorikan menjadi martabak gurih dan martabak manis. Martabak manis kalau di daerah saya di Jawa Timur lebih dikenal sebagai Terang Bulan.

Teman saya yang berdomisili di Bandung suka cerita kalau rata-rata orang Bandung ada yang menyempatkan diri berburu kuliner uenak dan update, salah satu kuliner favorit di Bandung adalah Martabak Tropica. Memang tak salah jika Martabak Tropica dinobatkan sebagai rajanya Martabak di Bandung. Kenapa? sebab Martabak Tropica memiliki 10 Keunggulan yang merupakan nilai plus di mata pecinta kuliner. 10? banayk bener nggak salah tuh? enggak, 10 keunggulan, ternyata sepuluh bukan hanya jumlah topping di salah satu menu andalan Tropica tetapi juga keunggulan martabak manis yang bermarkas di salah satu sudut semarak kota Paris Van Java. Apa saja 10 keunggulan Martabak Tropica?

1. Cita rasanya khas.
      Martabak kan gitu-gitu aja toh rasanya, paling yang membedakan cuma toppingnya doang. Aduh duh saya yang suka BW dan baca posting review Martabak Tropica teman-teman blogger jadi ngiler. Dari fotonya udah terlihat teksturnya yang padat tapi lembut. Rasanya mirip bika ambon, jadi tetep lezat meski tanpa topping sekalipun. Pilihan rasanya beragam : original, pandan, red velvet dan black sweet. Psst konsumen boleh memilih varian rasa adonan sesuai selera.


2. Variasi olahan martabak yummy menggugah selera
     Nggak tanggung-tanggung Martabak Tropika punya setidaknya lima jenis olahan martabak manis yaitu : martabak original, martabak tipis kering, martabak pizza, martabak duo dan martabak 10 topping. Martabak original adalah martabak seperti yang biasa kita nikmati yaitu dalam dua layer dengan isinya di tengah. Martabak tipis kering lebih mirip crepes gurih garing krispy. Martabak pizza dibentuk seperti pizza dengan topping pilihan di atasnya. Martabak duo adalah martabak dengan dua jenis adonan dasar yang disajikan dalam satu loyang. Dan paling ngehits adalah martabak 10 rasa dengan 10 jenis topping di atasnya.

3. Lokasinya mudah diakses
         Kuliner enak tapi jauuuh di pedalaman. Ogah ah. Keburu laper dan ngiler akhirnya jadi baper. Nah kalau Martabak Tropica nggak hanya bisa diakses warga Bandung tetapi juga dapat dengan mudah diakses dari Jakarta, Cianjur, Depok dan sekitarnya karena lokasinya berada di tempat strategis yaitu Jalan Burangrang No.30, Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40262
4. Menu kreatif
          Pernah makan Martabak Cakalang? kira-kira bagaimana yah rasa martabak manis dengan isian ikan Cakalang. Nah baru Martabak Tropica yang berani inovatif dan kreatif menciptakan menu terbaru sekaligus sebagai salah satu unggulan.
5. Menggunakan bahan bermutu
           Pelanggan setia Martabak Tropica pasti sudah hafal kalau Martabak Tropica hanya menggunakan bahan bermutu baik dalam adonan utama bolu maupun toppingnya. Siapa sih yang nggak ngiler dengan topping aneka rasa mulai dari buah pilihan seperti pisang hingga Ovomaltine, Kit Kat, Toblerone
6. Cara penyajian inovatif
          Nggak cuma menunya yang variatif dan kreatif. Bahkan penyajian Martabak Tropica juga inovatif. Adu duh penasaran banget kan bagaimana lezatnya martabak manis dengan marshamallow yang dibakar? Eh sudah pada tau belum kalau pengolahan adonan dasarnya dilakukan dengan mesin sehingga lebih higienis dan praktis?

7. Harga kompetitif.
           Kreatif, invovatif, variatif harganya pasti selangit ya. Enggak juga. Harga Martabak Tropica ramah bagi semua kantong mulai dari 24 ribu rupiah untuk rasa kacang hingga 145 ribu untuk Red Velvet Oreo Keju premium. Ada harga ada rasa. Bahkan martabak 10 rasa ukuran besar bisa diperoleh dengan 120 ribu saja. 
Sumber : blog mbak Nia Haryanto

8.  Higienis
           Pernah antri membeli kuliner terkenal tapi tempatnya jorok dan cara memasaknya tidak higiens..iiiih jadi ilfil kan ya? Nah Martabak Tropica paham banget cara mempertahakankan kenyamanan pelanggan. Bukan cuma sekedar unggul di rasa tetapi juga perhatiannya terhadap kebersihan dan faktor higienis dalam mengolah makanan. Tempatnya pengolahan, penyajian dan dapurnya selalu tampak bersih, bahan-bahan dan adonan tidak dibiarkan berceceran, koki yang bertugas memasak martabak manis diwajibkan mengenakan sarung tangan plastik agar tidak mencemari adonan.
Sumber : blog mbak Nia Haryanto


9. Promosi yang efektif
            Salah satu daya tarik obyek wisata kuliner adalah cara mempromosikan produk dengan kehadiran public figure. Martabak Tropica keren banget euy, public figure yang pernah membantu endorse nggak cuma para selebriti seperti Aliando, Ayu Ting Ting, Maia Estianty dan sederet artis lainnya tetapi juga penikmat plus pengamat alias kritikus kuliner Pak Bondan Winarno hingga pejabat seperti Kang Emil alias Ridwan Kamil yang sempat dipertahankan warga kotanya agar tidak meloncat ke DKI Jakarta :D 


10. Apresiatif
           Menarik perhatian publik untuk mencicipi kuliner unggulan mungkin cukup mudah namun mempertahankan kesetiaan pelanggan cukup susah. Martabak Tropica memiliki program unggulan sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan setianya yaitu program pemberian hadiah melalui undian dan potongan harga di hari-hari khusus. Program "Jelas Enaknya Jelas Hadiahnya" adalah program undian berhadiah smartphone setiap bulan dan Grand Prize Honda Beat Pop yang diundi pada Oktober 2016. Caranya cukup mudah, setiap pembelian Rp 50.000,- konsumen akan mendapatkan 1 kupon undian (berlaku kelipatannya) yang diisi identitas pribadi. Semakin banyak membeli, semakin banyak pula kupon dan kesempatan untuk mendapat grand prize sepeda motor Honda Beat Pop  yang diundi di bulan Oktober 2016 dan juga smartphone sebagai hadiah undian setiap bulan. Nggak cuma program undian Martabak Tropica juga memberikan penawaran menarik seperti diskon 20% di Hari TNI atau Hari Sumpah Pemuda.
Sumber : blog mbak Nia Haryanto


Last but not least, selain 10 keunggulan tersebut Martabak Paling Top di Bandung ini bisa dipesan dengan bantuan Gojek. Kedai Martabak Tropica buka setiap hari, mulai dari pukul 15.00 hingga malam hari jam 23.00 WIB

Menjelajah Paris van Java nggak lengkap kalau nggak ditemenin Martabak Tropica ^_^

Ada Apa di Buku Anak Jejak Kaki Misterius ?






Judul     : Jejak Kaki Misterius
Penulis : Riawani Elyta, Kayla Mubara, Pujia Achmad, Dian Onasis, Diannur Fajria, Afin Yulia, Anik Nuraeni, Yurie Zhafiera, Hairi Yanti, Erlita Pratiwi, Ilham Fauzi, Binta Al Mamba, Wawat Smart, Vanda Arie
Lini       : Lintang (Penerbit Indiva)
ISBN    : 978-602-1614-86-0
Harga    : 30K

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu 
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri 
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu 
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu 
Karena mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka 
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi 
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu 
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Duh puisi Kahlil Gibran ini mengingatkan kembali bahwa tugas sebagai orang tua itu tidak mudah. Harus mampu mengarahkan anak-anak tanpa membuat mereka menjadi tertekan.


Kanak-kanak, adalah masa yang pernah dilalui seorang dewasa. Bagaimana ia tumbuh di masa kanak-kanak akan berpengaruh pada kepribadiannya ketika dewasa. Apa yang menjadi kebiasaannya di masa kecil sedikit banyak akan menjadi salah satu pondasi sosoknya di masa depan. Begitupula dengan kebiasaan membaca.

Saya menjalani masa kecil yang cukup menyenangkan. Meski bukan dari keluarga berada setidaknya saya punya banyak kesempatan untuk menenggelamkan diri untuk membaca. Teman SD hingga SMA mengenal saya sebagai kutu buku. Buku favorit saya saat itu adalah Serial Lima Sekawan, Trio Detektif dan Petualangan Old Shatterhand. Ajibnya nggak perlu banyak duit untuk membaca sebab perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum saat itu masih dapat ditemui dengan mudah sewa bukunya pun murah. Sore hari setelah membantu ibu menyapu rumah adalah saat favorit buat saya meluangkan waktu untuk membaca.

Sebagai sosok yang pernah sangat gemar membaca buku anak, terbitnya Jejak Kaki Misterius, antologi cerita anak yang digawangi mbak Riawany Elyta dan merupakan hasil karya bersama teman-teman di grup kepenulisan Be A Writer yang didirikan oleh mbak Leyla Hana menerbitkan harapan di hati saya akan secercah cahaya dari karya yang menginspirasi anak-anak Indonesia.

Buku adalah gudang ilmu, buku merupakan salah satu sarana membuka jendela jiwa. Bacaan bermutu menjadi pondasi bagi terciptanya generasi Rabbani (generasi yang taat dan dekat dengan Tuhan dan paham benar bahwa segala perilaku kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta). Sebaliknya bacaan yang buruk akan membuat akhlak anak-anak terpuruk.

Meski nggak seheboh dulu pas masih kanak-kanak pas membaca buku anak, saya mengkategorikan beberapa syarat berikut ini sebagai buku anak yang baik (ya iya dong, emak-emak kan juga pengen memberikan yang terbaik buat anak):

1. Konten positif sebagai bagian dari edukasi. Apa sih kriteria buku anak? yang lucu seperti komik dan kartun? ternyata komik, kartun nggak selalu aman untuk anak. Kesannya sekilas kartun dan komik bacaan ringan dan lucu tapi zaman sekarang harus lebih selektif memilih kartun dan komik. Beberapa buku berlabel aman segala usia ternyata mengandung konten yang belum saatnya dibaca anak-anak. Masih ingat komik khas Jepang yang ternyata rada XXX, ya semacam itulah konten yang seharusnya dihindari dalam buku bacaan anak. Saya berharap buku-buku anak berkonten positif, yang mengajarkan anak-anak norma sosial dan agama masih mendominasi buku-buku anak Indonesia. Mengajarkan bukan berarti menggurui, anak-anak pasti bosan kalau harus terus menerus menerima instruksi. Di sekolah, di rumah digurui, pengen terhibur dengan membaca lah kok masih didoktrin juga? Bagaimana cara mengajari tanpa menggurui saya percaya banyak penulis buku anak Indonesia bisa melakukannya dengan baik termasuk para penulis Jejak Kaki Misterius.

2. Mengasah imajinasi. Apa sih fungsi membaca buatmu? buat saya membaca itu adalah salah satu cara menghibur diri juga mengasah imajinasi. Ssst let me tell you a story. Sebagai fans berat Lima Sekawan saya suka sekali berimajinasi tersesat di dalam hutan atau di pulau terpencil dan berhasil menyelamatkan diri berbekal pengetahuan serta pernik-pernik yang ada di dalam tas ransel saya. Maka setiap bepergian di tas mungil saya tersimpan korek api, tali, peniti, sebatang coklat dan entah apa lagi sebagai bagian dari imajinasi saya xixixixi. Serial petulangan Old Shatterhand, bacaan favorit saya saat SMP mampu melontarkan saya ke masa lalu, ke masa abad 18 lengkap dengan benua Amerika yang masih diliputi misteri.

3. Mudah dipahami dan diceritakan kembali. Membaca adalah salah satu sarana mengajarkan berbahasa, berkomunikasi. Saya lebih suka membaca buku yang berbahasa lugas, sederhana meski menyimpan misteri atau "rahasia" sehingga mudah dipahami dan diceritakan kembali.

Nah di Antologi Jejak Kaki Misterius ini ada 15 cernak bertema misteri. InsyaAllah saya yakin memenuhi 3 kriteria tersebut. 

1. Jejak Kaki Misterius – Riawani Elyta (FB : Riawani Elyta ; twitter : @RiawaniElyta ; IG : riawani_elyta)
2. Buku Pintar Yang Hilang – Kayla Mubara (FB : Kayla Mubara ; twitter : @Kmubarokah)
3. Kebun Misterius – Pujia Ahmad (FB : Pujia Ahmad ; twitter : @pujiaachmad)
4. Ketika Ban Sepeda Rasad Pecah – Dian Onasis (FB : Dian Onasis ; twitter : @dianonasis)
5. Lukisan Yang Menghilang – Diannur Fajria (FB : Fajriatun Nur ; twitter : @fajriatunNur1)
6. Misteri Gigi Palsu – Afin Yulia (FB : Afin Yulia ; twitter : @afinyulia)
7. Misteri Foto Rumah Kosong – Anik Nuraeni (FB : Anik Nuraeni ; twitter : @anik_nuraeni ; IG anikkeenola)
8. Misteri Kotoran Kelas – Yurie Zhafiera (FB : Zakiyah Yurie Zhafiera ; twitter : @zha_yurie ; IG yuriezhafiera)
9. Misteri Matinya Ikan di Kolam Nino – Pujia Ahmad
10. Misteri Pecahan Kaca – Hairi Yanti (FB : Hairi Yanti ; twitter : @yant165)
11. Pencuri Berlonceng – Erlita Pratiwi (FB : Erlita Pratiwi ; twitter : @takosoulmate ; IG: erlitap_)
12. Pencuri Uang Palsu – Ilham Fauzi (FB : Ilham Fauzi ; twitter : @fauziilham28)
13. Pengendara Perahu Asing – Binta al Mamba (FB : Binta al Mamba ; twitter : @bintaalmamba)
14. Peta Ingatan Ule – Wawat Smart (FB : Wawat Smart ; twitter : @wawatfemale ; IG : wawat smart)
15. Pohon Ara Keramat – Vanda Arie (FB : Vanda Nur Arieyani ; twitter : @VandaArie)

Kelimabelas judul tersebut menimbulkan rasa penasaran, seperti apa sih kisah misteri yang diusungnya. Namun tiga judul yang sangat menggugah rasa ingin tahu saya adalah:
1. Jejak Kaki Misterius - ih kira-kira jejak kaki misterius apa nih Kak Riawani Elyta. apakah jejak kaki monster atau sosok tertuduh pencuri?

2. Pengendara Perahu Asing - membaca judulnya jadi bergidik, kira-kira apa yang kita lakukan kalau sering melihat pengendara perahu yang asing. Apakah kakak Binta sedang menceritakan tentang balatentara Nyi Rara Kidul #ups

3. Misteri Gigi Palsu - Kak Afin Yulia, ini kan antologi  cerpen anak-anak. Bukannya gigi palsu itu dipakai kakek nenek? kok bisa gigi palsu jadi ide cerpen misteri anak. Jadi penasaran euy.

Keren yah buku ini, apalagi ada quote-quote yang menginspirasi seperti :

Diambil dari FB dan Twitter Afin Yulia

Diambil dari FB dan Twitter Afin Yulia

Harapan saya buku antologi Jejak Kaki Misterius ini adalah gerbang pembuka bagi buku-buku anak berikutnya yang akan diterbitkan melalui Lintang, Penerbit Indiva dan dari tangan-tangan dingin teman-teman di BAW. Semoga berkah dan menginspirasi anak-anak Indonesia menjadi generasi tangguh yang tangguh dan tak mudah putus asa.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Jejak Kaki Misterius”




Thursday, February 18, 2016

Sakinah dan Mawaddah, Kunci Keharmonisan Rumah Tangga




"Semoga sakinah mawaddah warahmah" ucapan yang sering kita dengar ketika bersalaman dengan pasangan pengantin ketika acara resepsi pernikahan atau selesai akad nikah, sebait tulisan yang kita tulis dalam kartu ucapan sebagai pelengkap kado pernikahan, serangkai kalimat yang kita ketik di WA, komen sosial media atau SMS untuk sahabat, rekan, kolega yang tengah menggenapkan separuh agama dengan menikah.
Sebenarnya esensi apakah yang ada dalam tulisan tersebut? Terus terang setelah membaca rangkaian promtwit buku Sayap-Sayap Mawaddah dari mbak Riawani Elyta dan Mbak Afifah Afra saya jadi lebih paham maksud dari rangkaian kalimat sakti tersebut.
Dari promtwit yang digelar melalui akun @Eyiaz_AB  @JustNeida dan @anneadzkia21 Saya mencatat beberapa hal yang merupakan poin penting sebagai berikut:
1.  Sayap-sayap Mawaddah adalah buku inspiratif yang tidak hanya layak dibaca oleh pasangan suami istri tetapi juga para lajang yang mempersiapkan biduk rumah tangga. Sebab pembahasan Sayap-Sayap Mawaddah berfungsi layaknya buku penuntun untuk menggapai keharmonisan rumah tangga.
2.  Sayap-Sayap mawaddah tidak hanya mengupas bagaimana membangun rumah tangga sakinah mawaddah dari segi agama tetapi juga dari sisi psikologis dan medis. Ssst salah satu narasumber dari bidang medis adalah dr. Achmad Supriyanto yang notabene adalah suami mbak Afifah Afra. Pembahasan tentang medis ini meliputi gangguan psikologis, fisik dan sosial yang mungkin berpengaruh terhadap romantisme suami istri. Omong-omong sudah pada tau arti sakinah dan mawaddah? Mungkin para pembaca ‘sekuel” terdahulu : Sayap-Sayap Sakinah telah mendapatkan gambaran tentang pemahaman Sakinah sebenarnya. Di dalam buku Sayap-Sayap mawaddah diulas bahwa Sakinah adalah perasaan tenang, terhormat, penuh kasih sayang. Sakinah hadir dari sebuah perjodohan yang menyatukan dua kutub dalam satu ikatan sehingga terciptalah kehangatan. Sakinah inilah yang menjadi modal untuk tercipta mawaddah. Mawaddah adalah perasaan cinta. Mawaddah sering diartikan sama dengan mahabbah benih. Benih yang harus dipupuk dan dirawat yaitu benih kecintaan.
3.  Salah satu senjata menghadapi gencarnya issue pelegalan LGBT, maraknya perselingkuhan dan tingginya angka perceraian adalah kembali berkaca tentang fitrah manusia. Pada dasarnya manusia membutuhkan teman lain sebagai tempat curhat, berbagi beban, sharing ide dan gagasan serta untuk melanjutkan keturunan. Membaca Sayap-Sayap Mawaddah ini membuka kembali pentingnya pernikahan antar jenis manusia, catat : antar jenis, heterogen. Bukan sesama jenis. Nggak peduli dengan alasan : masalah anak kalau dari “pernikahan” sesama jenis kan bisa adopsi. Baca dulu Sayap-Sayap Mawaddah yang mengupas pentingnya pernikahan dari segala sisi. Bahkan dari sisi medis tentang karunia nafsu yang diterima dari Allah dan patut dijaga agar nafsu tersebut tersalurkan melalui jalan yang halal demi mendapat ridhoNya. Pernikahan antara pria dan wanita bukan menjadi akhir dari perjalanan, ini baru pondasi. Landasan untuk mewujudkan keluarga yang penuh mawaddah yang terjaga agar senantiasa langgeng dan saling mencintai satu sama lain. Mawaddah yang harus seimbang dengan rahmah, kecintaan yang lebih besar dari sekedar mawaddah, bisa dikatakan kecintaan karena berharap ridha Allah. Nah lho, bahkan mawaddah yang terlalu bergelora bisa cepat padam kalau nggak paham cara merawatnya. Kok bisa? Ya udah baca dulu bukunya.
4.  Aduh maak, apa menariknya baca buku yang “sok menggurui” tentang pernikahan? Eits jangan salah. Selain penulisannya dalam bahasa lugas, cerdas, bernas yang dikemas ringan Sayap-Sayap Mawaddah memiliki sisi lain dari sekedar buku non fiksi inspiratif. Beberapa hal yang menarik dari buku ini adalah adanya berbagai tips mewujudkan keluarga harmonis, menjaga cinta sesungguhnya dan tips-tips menarik yang sangat diperlukan dalam membina mahligai rumah tangga. Buku ini semakin lengkap dengan berbagai ulasan, petuah dari para ulama tentang pemahaman masalah mawaddah (sst Imam Baidlowi mengaitkan mawaddah dengan kebutuhan biologis antara suami istri, ingat : suami-istri yang sah menurut agama artinya bukan pasangan  LGBT, SSA dan bukan dengan jalan zina). Lebih komplit lagi Sayap-Sayap Mawaddah juga merangkum kisah-kisah penuh hikmah dari pasangan teladan dari insan-insan mulia seperti ulama dan para nabi serta lima kisah nyata dari para kontributor yang memenangkan Lomba menulis Miracle of Love in Marriage yang pernah diselenggarakan Penerbit Indiva.
5.  Seperti ucapan doa untuk para pengantin : semoga Sakinah, Mawaddah, Warahmah maka pada kesempatan berikutnya akan hadir sekuel Sayap-Sayap Rahmah sebagai pelengkap dari Sayap-Sayap Sakinah dan Sayap-sayap Mawaddah.


Sedang mempersiapkan pernikahan dan deg-degan memposisikan diri sebagai calon suami atau istri? Atau bingung pilih kado pernikahan bagi sahabat atau merasa keharmonisan rumah tangga sedang berada di ambang kehancuran? Mungkin Sayap-sayap Mawaddah akan menjawab kecemasan anda. Sebab buku ini merupakan buku yang komplit memandang pernikahan sebagai ikatan tak hanya menurut sudut pandang agama namun juga secara logika menurut ilmu pengetahuan dan medis beserta kisah nyata yang mengandung hikmah sebagai ibrah atau pelajaran melayari kehidupan.








Monday, February 15, 2016

Yes! Hidup Pak No!

Kompetisi Penulisan Blog BTPN - Terima Kasih Mass Market

Pak No, begitu kami biasa menyebut pedagang sayur keliling ini. Entah sudah berapa lama dia beroperasi tetapi sejak saya pindah ke perumahan Permata Sukodono Raya lima tahun lalu Pak No sudah rajin berkeliling sejak pagi. Masyarakat jawa menyebut pedagang sayur sebagai wlijo. Saya pikir-pikir mungkin saja kata wlijo berasal dari "wira-wiri liwat karo jojo" alias mondar-mandir sambil  menjajakan. 

Entah apa jadinya kalau tak ada Pak No (PS : baca huruf "O" nya seperti mengucapkan kata "bocor" bukan seperti No lawan kata yes). Buat saya emak-emak yang nggak mobile bantuan para wlijo nyata sekali. Enggak mobile? iya, ssst saya jenis emak yang nggak bisa naik motor jadi meskipun pasar terdekat bisa dijangkau dengan motor atau sepeda kayuh saya ogah membayangkan bawa barang belanjaan sambil ngayuh sepeda angin, mana jalan rayanya ruamee banget. Bisa-bisa keringatan dan kepanasan di jalan karena saya suka ketakutan menyeberang jalan raya. Nah berkat pak No, emak-emak nggak mobile seperti saya bisa tetep uplek kerjaan rumah sambil menunggu pilihan menu belanjaan "lewat" di jam seperti biasa. Hampir semua jenis lauk dan sayur ada. Kalaupun ingin menu yang nggak biasa dan belum pernah tinggal sms pak No 081234-046-153. Lha iya ini nomor Hp yang harus dicatat ibu-ibu di Perumahan Permata Sukodono Raya, Sidoarjo dan sekitarnya. Waw pak No nggak mau kalah dengan layanan Delivery Order rupanya. Kalau titipan kita nggak ditemukan di pasar pak No langsung sms melaporkan pengamatan empat mata di pasar tempatnya kulak belanjaan, jadi ibu-ibu bisa langsung menerapkan plan B, C dan seterusnya untuk pilihan menu hari itu, seru ya, mau masak saja seperti sedang menyusun strategi perang.
Saya yang sebenarnya masih bisa bersepeda ria ke pasar saja merasa terbantu oleh Pak No, apalagi para manula atau ibu-ibu dengan balita yang pasti susah untuk pergi ke pasar terdekat.


Meski ada beberapa wlijo lainnya pak No tetap menjadi favorit para IRT di PSR. Mungkin karena pembawaannya yang ramah, lebih senior dari yang lainnya dan juga cukup pemurah. Kalau pas lewat agak siangan suka ngasih potongan harga terutama untuk jenis sayuran yang mudah layu dan ikan laut yang cepat rusak jika terlalu lama di udara terbuka, "daripada dibawa pulang Bu" Begitu alasannya. 

Pak No pinter banget mencuri hati ibu-ibu lha wong dia juga suka memberikan tips resep memasak. Hahaha, saya curiga jangan-jangan pak No ini malah pernah jadi chef dimana gitu. Pas saya bilang "Pak No, mbok ya jualan matengan aja daripada cuma ngasih resep" dia kok malah cengar-cengir. 

Pak No memang patut diacungi jempol dan ucapan terimakasih. Sebab dia nggak cuma menjajakan barang dagangan bermutu (lauk dan sayur yang dibawanya selalu segar, bukan barang basi) tetapi dia juga bersedia diajak bekerja sama membantu menjajakan dagangan produksi ibu-ibu. Hebat nih, ini dia yang disebut kerjasama, simbiosis mutualisma. Sambel pecel atau bumbu uleg atau giling yang dijual Pak No adalah titipan, hasil produksi dari Ibu-ibu di perumahan kami.

Terus terang saya salut dengan kerja keras Pak No. Kalau tukang sayur lain berkeliling menggunakan gerobak dorong atau sepeda motor keluaran tahun 1970-1980an pak No berkeliling naik Honda GL Pro loh, tamu saya yang pernah mampir pagi-pagi ke rumah bengong liat wlijo naik GL Pro. Saya jadi menduga jangan-jangan pak No sudah memanfaatkan layanan BTPN Sinaya program Daya untuk pemberdayaan mass market kok bisa punya GL Pro dari jualan sayur. 

Tiga pilar utama “Daya” BTPN terdiri dari program dan kegiatan dengan fokus bidang: Daya Sehat Sejahtera (Kesehatan), Daya Tumbuh Usaha (Pengembangan Usaha), dan Daya Tumbuh Komunitas (Komunitas).

Menabung melalui BTPN secara otomatis membantu program Daya berjalan lebih optimal. Bagi nasabah sebagai stakeholder keuntungannya juga tidak mengecewakan. Ini dia contoh simulasi saya, dengan menabung sebesar 500 ribu perbulan selama 6,5 tahun bisa terkumpul dana sebesar 46 juta rupiah!. Yap! menabung adalah salah satu cara dan sarana untuk mewujudkan cita-cita. Bagi mass market wlijo keliling sarana transportasi berupa sepeda motor membantu jangkauan pemasaran lebih luas. Motor yang nyaman dan aman dikendarai nggak cuma menambah rasa percaya diri tetapi menunjang income datang lebih pasti. Nggak lucu dong kalau wlijo harus berhenti berjualan karena motornya mogok ngga mau jalan. 

Pengen tau berapa dana terkumpul jika kita menabung di program Daya BTPN? caranya mudah saja. 

1. Masuk ke www.menabunguntukmemberdayakan.com, klik “Mulai Simulasi”.


simulasi menabung untuk memberdayakan 

simulasi menabung untuk memberdayakan 01
2. Mulai simulasi anda, bisa melalui koneksi Facebook maupun manual.

simulasi menabung untuk memberdayakan
simulasi menabung untuk memberdayakan 02

3. Masukkan nama, email dan  jenis industri mass market yang ingin Anda berdayakan.


simulasi menabung untuk memberdayakan 03

simulasi menabung untuk memberdayakan 

4. Mulai simulasi Anda. Tentukan berapa jumlah yang ingin Anda tabung setiap bulan dan tentukan berapa lama Anda ingin menabung. Tanda panah bisa digeser ke kanan kiri sesuai planning dan kebutuhan.
Klik “Lihat Hasil Simulasi”.



5. Hasil simulasi ditampilkan, yaitu nilai tabungan kita di akhir periode menabung yang kita tentukan tadi, dan profil   mass market yang diberdayakan oleh tabungan kita.

BTPN membuktikan diri sebagai mitra bagi kemajuan perekonomian masyarakat dan daya juangnya. Menabung di BTPN membuat kita terasa #LebihBerarti sebab uang yang terhimpun dimanfaatkan untuk pemberdayaan jutaan mass market di Indonesia. Salah satu tantangan yang dihadapi mass market adalah pembiayaan. Program Daya di BTPN menjawab kesulitan bapak, ibu, mas, mbakyu penjual jamu gendongan, wlijo seperti pak No, wirausaha rumahan, penjahit, penjual kue, pengusaha catering dan mass market lainnya.




Kenapa harus peduli mass market? ehm, saya rasa pertanyaan ini nggak perlu jawaban muluk-muluk. Kehadiran mereka nyata sekali dalam kehidupan kita. Nggak kebayang deh kalau harus belanja ke supermarket setiap hari, berapa rupiah yang terpaksa jebol dari dompet emak-emak kelas menengah seperti saya. Lagipula hidup para pelaku mass market boleh dibilang tidak berlebihan tetapi tetap peduli cara menjaga kesetiaan konsumen dengan memberikan berbagai kemudahan. Pak No contohnya harus rela berangkat dini hari sekitar jam dua pagi ke pasar besar untuk mendapatkan bahan olahan fresh from the oven, seperti pelaku mass market pada umumnya yang merupakan para pendatang, tempat tinggal pun terpaksa ngekost di kamar murahan meninggalkan anak di kampung halaman.

Nggak ada salahnya jika kita mewujudkan rasa terimakasih kepada para pelaku mass market dengan membantu mereka melalui program Daya.

Terimakasih pak No...ingin saya meneriakkan Yes! Hidup Pak No setiap kali dia lewat di depan rumah saya sambil memencet klakson din..din dan berseru "belanja ...belanja"


Friday, February 5, 2016

Diversifikasi Menu - Stand Up Comedy on The Blog


Salah satu yang membuat hidup terasa lebih hidup adalah tantangan. Membaca posting blog pakde Cholik  tentang Give Away Stand Up Comedy on The Blog. Banyak tantangan yang saya dapatkan kalau bisa ikutan Give Away paling mutakhir karena baru pertama kalinya. Pertama, tantangan untuk melucu. Lha saya ini orangnya melankolis meski kadang seneng humor tapi ngga selucu Stand Up Comedy yang saya tonton. Bismillah saya nekad aja ikutan meski mungkin gak lucu. Padahal Al Quran saja bercerita bahwa dunia ini lucu alias "dunia adalah senda gurau belaka" tapi saya kok gak pandai melucu. Psst Allah mengingatkan bahwa dunia ini senda gurau belaka maksudnya bukan karena kita terus-terusan disuruh ketawa. Tetapi dunia ini cuman sementara. Kalau kaya, sukses, cakep yo ga bakal kaya, sukses, cakep selamanya lha wong masih ada hidup sesudah mati, lha lucu to? Yo wes kok malah sok ceramah ntar saya malah dikira duplikatnya Ustadz Maulana.

Tantangan kedua upload video ke blog dan you tube itu nantang banget. Pertama, saya cuma punya kamera poket yang sudah berkali-kali jatuh buat modal ngrekam video, hasilnya ? ya gitu deh. Kedua, masalah koneksi lha piye wong koneksi internet saya itu paket "gonta-ganti perdana". Sebulan paling habis 50 ribu itupun nggak cuma buat ngeblog, ngesosmed tapi buat koneksi loket PPOB. Lha karena paket murmer begini koneksinya juga semau die. Nguploadnya nunggu hari Jumat, rapal doa biar sukses paripurna.

Tantangan ketiga : bagaimana kalau mendadak tenar trus ditawarin jadi artis atau menteri ..haiiishss blaikk..abaikan.

Nah ini dia hasil upload di hari Jumat.  Hadeuuuh ada tiga kali take baru bisa direkam lha wong lupa mencet tombol "recording". Hasilnya masih pure amatiran. Wes aku ra popo sing penting berhasil upload dan berpartisipasi. Ngikutin pitutur Pakde Cholik : yang penting mau belajar.



Video ini diikutsertakan dalam Giveaway Kece Stand Up Comedy on the Blog.

Wednesday, February 3, 2016

Gelang Harapan, Pusaka Melawan Vonis Kematian #IamHopeTheMovie


Kata orang Februari bulan istimewa, bulan penuh cinta. Padahal pangajewantahan cinta tak perlu menunggu bulan Februari bukan? Namun Februari 2016 adalah bulan istimewa sebab film inspiratif 
"I Am Hope" tayang di bulan ini.
Film bertema perjuangan penderita penyakit mematikan seringkali terdengar namun I Am Hope The Movie adalah salah satu film istimewa dan meninggalkan kenangan. Mengapa? Sebab hasil penjualan novel atau tiket bioskop dari pemutaran film tersebut disumbangkan untuk yayasan penderita kanker dan rumah singgah. Ya! I Am Hope The Movie melakukannya.
Kanker, penyakit yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga saya. Kakek saya meninggal karena penyakit kanker hati. Pakde dan Bude saya dari pihak Mama meninggal karena kanker, pakde menderita kanker paru-paru, bude saya menderita kanker payudara. Bahkan ketika pasangan suami istri ini meninggal dunia keempat anaknya masih duduk di bangku sekolah. Namun atas kehendak Tuhan keempat sepupu saya yang notabene anak yatim piatu tersebut kini sukses dalam karir dan keluarga. Perjuangan melawan kanker bukan sesuatu yang mudah. Apalagi ketika menyaksikan sendiri anggota keluarga mengalaminya.
Pertamakali saya mengetahui tentang proyek film I Am Hope dari posting status facebook mbak Lygia Pecandu Hujan, salah satu penggiat di Uplek.com. Pikir saya saat itu “apa sih istimewanya film tentang perjuangan penderita kanker? Klise banget” Pendapat saya berubah ketika menyaksikan teasernya di you tube. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah scene tentang gelang harapan.

Gelang yang dibuat dari sisa kain designer senior kebanggaan Indonesia, Ghea Panggabean yaitu Kain Pelangi Jumputan, dan Pelangi adalah simbol dari Harapan

Hope is a Waking Dream – Aristoteles
“setiap kali kamu merasa takut pandanglah gelang ini” seruan yang membuat Mia berjuang melawan kanker dalam satu adegan. Sebuah gelang dengan bandul bertuliskan Hope bisa menjadi “pusaka melawan vonis kematian”. Harapan laksana bahan bakar bagi kehidupan. Harapan adalah impian yang sedang beranjak nyata. Tanpa harapan hidup akan sia-sia. Kata-kata mutiara sang filsuf Aristoteles tampaknya melatarbelakangi gerakan gelang harapan yang kemudian menginspirasi film I Am Hope The Movie Sebuah film dengan bintang-bintang kelas atas yang mampu berakting luar biasa.
Gelang harapan adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh tiga wanita muda yang cukup ternama di Indonesia yaitu Amanda Soekasah, Wulan Guritno dan Janna Soekasah Joesoef. Gerakan ini mulai beraktivitas pada bulan Oktober 2015 yang mengkhususkan beraktivitas memotivasi para survivor kanker dan keluarga untuk tak pernah putus asa menghadapi penyakitnya. Salah satu bentuk kepedulian organisasi nirlaba bagi para penderita kanker adalah proyek film I Am Hope . Sebuah film yang didekasikan bagi para warriors of hope, para survivor kanker. Film inspiratif hasil kerjasama dengan berbagai pihak seperti Uplek.com, Alkimia Production dan Yayasan Dunia Kasih Harapan



Hati saya tersentuh menyaksikan adegan-adegan “I Am Hope” betapa dibutuhkan tekad yang kuat untuk survive dari penyakit parah yang menyebabkan penderitaan bertahun-tahun. Diperlukan semangat yang tak lelah berkobar melawan vonis mati yang telah dijatuhkan. Setiap jiwa pasti merasakan mati namun penderita kanker seolah telah kehilangan separuh hidup ketika menerima vonis mati untuk pertama kalinya.
    Adegan ketika Mia merasa mulai lelah dengan pengobatan kemoterapi yang harus dijalaninya bukan isapan jempol belaka. Apalagi kenangan bahwa sang Mama meninggal karena penyakit yang sama meskipun telah menghabiskan biaya demi pengobatan semasa hidupnya. Seolah menyurutkan semangatnya untuk berjuang melanjutkan kehidupan. Saya teringat kembali dengan posting seorang teman facebook mbak Tri Wahyuni Zuhri yang juga seorang survivor kanker. 

Saya turut meneteskan air mata membaca curhat mbak Yuni ketika ia nyaris menyerah menjalani kemoterapi. Kemoterapi bukan proses yang mudah untuk dijalani. Kesakitan luar biasa, pengobatan yang menimbulkan berbagai dampak seperti rambut rontok, rasa tak nyaman di seluruh tubuh, kehilangan nafsu makan adalah medan perang yang harus dihadapi penderita kanker. 
Tak mengherankan jika perasaan ingin menyerah terkadang muncul, bukan karena tak ingin berjuang namun karena kesakitan luar biasa yang harus diderita. Menghadapi situasi demikian dukungan orang-orang terdekat, sahabat, kerabat sangat dibutuhkan seperti yang dialami oleh Mia. Harapan, adalah segenggam harta yang menjadi penyala semangat bagi survivor kanker untuk berjuang mendapatkan kebahagiaan dan kesembuhan. “Hidup itu menjalani apa yang kita cintai” Tidak berlebihan jika I Am Hope disebut sebagai film inspiratif tahun ini. Waktu seperti bergulir tanpa perasaan. Mia harus berpacu dengan waktu, bisakah ia mewujudkan impian menyelenggarakan pentas teater sebelum vonis kematian menjadi kenyataan?
Penasaran dengan teaser I Am Hope The Movie? Jangan ketinggalan menyaksikan cuplikan-cuplikan adegan dan mengikuti serangkaian sayembaranya. 

Melihat teasernya saya jadi membayangkan sebagai penulis skenario. Andai saya seorang penulis skenario saya akan membuat ending yang mengharukan tetapi menggigit. Saya akan menulis skenario bahwa proyek pementasan teater mega kolosal impian Mia akan berjalan lancar dengan bantuan dana meski harus ia selesaikan di atas kursi roda di sela kemoterapi yang harus dijalani secara rutin. Ia juga akhirnya menikah dengan David dan memiliki seorang anak namun meninggal sesaat setelah melahirkan. Kelak sang anak akan tumbuh menjadi wanita mandiri bersama bimbingan sang ayah ia mendirikan yayasan sosial bagi penderita kanker dan meneruskan perjuangan ibundanya untuk membantu pembiayaan pengobatan penderita kanker yang tak memiliki cukup dana melalui pentas seni dan penjualan suvenir gelang harapan. Saya memilih ending demikian karena saya ingin memotivasi para penderita kanker untuk tak patah arang.
Berharap Ending yang saya pilih menyadarkan kita kembali bahwa kematian adalah takdir yang tak bisa dimajukan atau dimundurkan. Setiap insan masih memiliki kesempatan hidup yang sama untuk hidup selama hayat masih dikandung badan. Meski vonis kematian dijatuhkan namun bukan berarti penderita kanker harus menyerah pada keadaan. 
Eh tapi untuk menyaksikan ending sebenarnya saksikan I Am Hope The Movie di gedung-gedung bioskop di Indonesia tanggal 18 Februari 2016. Presalenya bisa dibeli di http://bit.ly/iamhoperk.
Banyak contoh survivor kanker yang berhasil hidup lebih lama dari prediksi dokter bahkan beberapa di antaranya masih bertahan hingga sekarang seperti Rima Melati yang bahkan harus kehilangan suami untuk lebih dahulu meninggalkan dunia fana meski sang suami tak pernah terdengar kabar menderita penyakit berbahaya seperti dirinya, Epy Kusnandar pemeran Kang Mus dalam serial TV Preman Pensiun sempat divonis hanya mampu bertahan hidup empat bulan terhitung sejak vonis dokter berkenaan dengan kanker otak yang dideritanya. Epy berjuang melawan penyakitnya dan masih mampu berperan dalam beberapa film layar lebar maupun serial. Kisah-kisah ini sekedar sebagai pengingat bahwa takdir kematian adalah hak prerogatif Tuhan dan penyebab kematian tidak dapat dipastikan sebelumnya.
Kematian pasti datang entah kapan dan tugas kita sebagai insan bukan untuk meratapi menanti datangnya sang malaikat pencabut nyawa namun mempersiapkan agar kematian menjadi jalan pembuka menuju kehidupan berikutnya yang lebih mulia. Agar kenangan tentang kita akan selalu hadir di benak orang-orang tercinta bahwa tak pernah ada kata menyerah sebelum nyawa benar-benar terlepas dari raga. Seberapa panjang kehidupan yang kita miliki akan lebih bermakna jika kehadiran kita bermanfaat bagi orang lain.
Soundtrack adalah nyawa bagi sebuah film. Lagu Nyanyian Harapan yang dibawakan dengan manis oleh Ran ini sangat cocok sebagai Soundtrack I Am Hope. Bukan lagu sendu menyayat hati menanti mati namun lagu rancak yang manis menyuarakan tentang harapan untuk terus hidup menjalani hidup penuh cinta dan tak ragu berbagi.

Hidup terkadang sulit diterka
akan kemana membawa kita
bila saja segala rencana berjalan apa adanya
Walau tak mudah untuk bertahan
Ku menolak kalah oleh keadaan 
meski tiada yang jamin ku di sini 
esok masih melihat mentari
Harapan tak kan mati
Ku tak sendiri
Percaya dalam gelap sinar kan menyala, harapan kan ada
Berhentilah berputus asa
Ku pasti bisa
Percaya dalam gelap harapan kan datang, membawakan terang
Hidup ini sangat berarti
Tak ingin kuberhenti bermimpi
Selama tali harapan terikat di hati
Tak akan kuberhenti mengarungi deras hidup ini


“PRE SALE @IAmHopeTheMovie yang akan tayang di bioskop mulai 18 februari 2016. Dapatkan @GelangHarapan special edition #IAmHope hanya dengan membeli pre sale ini seharga Rp.150.000,- (untuk 1 gelang & 1 tiket menonton) di http://bit.ly/iamhoperk Dari #BraceletOfHope 100% & sebagian dari profit film akan disumbangkan untuk yayasan & penderita kanker sekaligus membantu kami membangun rumah singgah.
Follow Twitter@Gelangharapan dan @Iamhopethemovie
Follow Instagram @Gelangharapan dan @iamhopethemovie
Follow Twitter @infouplek dan Instagram @Uplekpedia
#GelangHarapan #IamHOPETheMovie #BraceletofHOPE #WarriorOfHOPE #OneMillionHOPE #SpreadHope”