Google+ Followers

Monday, February 29, 2016

Ada Apa di Buku Anak Jejak Kaki Misterius ?






Judul     : Jejak Kaki Misterius
Penulis : Riawani Elyta, Kayla Mubara, Pujia Achmad, Dian Onasis, Diannur Fajria, Afin Yulia, Anik Nuraeni, Yurie Zhafiera, Hairi Yanti, Erlita Pratiwi, Ilham Fauzi, Binta Al Mamba, Wawat Smart, Vanda Arie
Lini       : Lintang (Penerbit Indiva)
ISBN    : 978-602-1614-86-0
Harga    : 30K

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu 
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri 
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu 
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu 
Karena mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka 
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi 
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu 
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Duh puisi Kahlil Gibran ini mengingatkan kembali bahwa tugas sebagai orang tua itu tidak mudah. Harus mampu mengarahkan anak-anak tanpa membuat mereka menjadi tertekan.


Kanak-kanak, adalah masa yang pernah dilalui seorang dewasa. Bagaimana ia tumbuh di masa kanak-kanak akan berpengaruh pada kepribadiannya ketika dewasa. Apa yang menjadi kebiasaannya di masa kecil sedikit banyak akan menjadi salah satu pondasi sosoknya di masa depan. Begitupula dengan kebiasaan membaca.

Saya menjalani masa kecil yang cukup menyenangkan. Meski bukan dari keluarga berada setidaknya saya punya banyak kesempatan untuk menenggelamkan diri untuk membaca. Teman SD hingga SMA mengenal saya sebagai kutu buku. Buku favorit saya saat itu adalah Serial Lima Sekawan, Trio Detektif dan Petualangan Old Shatterhand. Ajibnya nggak perlu banyak duit untuk membaca sebab perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum saat itu masih dapat ditemui dengan mudah sewa bukunya pun murah. Sore hari setelah membantu ibu menyapu rumah adalah saat favorit buat saya meluangkan waktu untuk membaca.

Sebagai sosok yang pernah sangat gemar membaca buku anak, terbitnya Jejak Kaki Misterius, antologi cerita anak yang digawangi mbak Riawany Elyta dan merupakan hasil karya bersama teman-teman di grup kepenulisan Be A Writer yang didirikan oleh mbak Leyla Hana menerbitkan harapan di hati saya akan secercah cahaya dari karya yang menginspirasi anak-anak Indonesia.

Buku adalah gudang ilmu, buku merupakan salah satu sarana membuka jendela jiwa. Bacaan bermutu menjadi pondasi bagi terciptanya generasi Rabbani (generasi yang taat dan dekat dengan Tuhan dan paham benar bahwa segala perilaku kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta). Sebaliknya bacaan yang buruk akan membuat akhlak anak-anak terpuruk.

Meski nggak seheboh dulu pas masih kanak-kanak pas membaca buku anak, saya mengkategorikan beberapa syarat berikut ini sebagai buku anak yang baik (ya iya dong, emak-emak kan juga pengen memberikan yang terbaik buat anak):

1. Konten positif sebagai bagian dari edukasi. Apa sih kriteria buku anak? yang lucu seperti komik dan kartun? ternyata komik, kartun nggak selalu aman untuk anak. Kesannya sekilas kartun dan komik bacaan ringan dan lucu tapi zaman sekarang harus lebih selektif memilih kartun dan komik. Beberapa buku berlabel aman segala usia ternyata mengandung konten yang belum saatnya dibaca anak-anak. Masih ingat komik khas Jepang yang ternyata rada XXX, ya semacam itulah konten yang seharusnya dihindari dalam buku bacaan anak. Saya berharap buku-buku anak berkonten positif, yang mengajarkan anak-anak norma sosial dan agama masih mendominasi buku-buku anak Indonesia. Mengajarkan bukan berarti menggurui, anak-anak pasti bosan kalau harus terus menerus menerima instruksi. Di sekolah, di rumah digurui, pengen terhibur dengan membaca lah kok masih didoktrin juga? Bagaimana cara mengajari tanpa menggurui saya percaya banyak penulis buku anak Indonesia bisa melakukannya dengan baik termasuk para penulis Jejak Kaki Misterius.

2. Mengasah imajinasi. Apa sih fungsi membaca buatmu? buat saya membaca itu adalah salah satu cara menghibur diri juga mengasah imajinasi. Ssst let me tell you a story. Sebagai fans berat Lima Sekawan saya suka sekali berimajinasi tersesat di dalam hutan atau di pulau terpencil dan berhasil menyelamatkan diri berbekal pengetahuan serta pernik-pernik yang ada di dalam tas ransel saya. Maka setiap bepergian di tas mungil saya tersimpan korek api, tali, peniti, sebatang coklat dan entah apa lagi sebagai bagian dari imajinasi saya xixixixi. Serial petulangan Old Shatterhand, bacaan favorit saya saat SMP mampu melontarkan saya ke masa lalu, ke masa abad 18 lengkap dengan benua Amerika yang masih diliputi misteri.

3. Mudah dipahami dan diceritakan kembali. Membaca adalah salah satu sarana mengajarkan berbahasa, berkomunikasi. Saya lebih suka membaca buku yang berbahasa lugas, sederhana meski menyimpan misteri atau "rahasia" sehingga mudah dipahami dan diceritakan kembali.

Nah di Antologi Jejak Kaki Misterius ini ada 15 cernak bertema misteri. InsyaAllah saya yakin memenuhi 3 kriteria tersebut. 

1. Jejak Kaki Misterius – Riawani Elyta (FB : Riawani Elyta ; twitter : @RiawaniElyta ; IG : riawani_elyta)
2. Buku Pintar Yang Hilang – Kayla Mubara (FB : Kayla Mubara ; twitter : @Kmubarokah)
3. Kebun Misterius – Pujia Ahmad (FB : Pujia Ahmad ; twitter : @pujiaachmad)
4. Ketika Ban Sepeda Rasad Pecah – Dian Onasis (FB : Dian Onasis ; twitter : @dianonasis)
5. Lukisan Yang Menghilang – Diannur Fajria (FB : Fajriatun Nur ; twitter : @fajriatunNur1)
6. Misteri Gigi Palsu – Afin Yulia (FB : Afin Yulia ; twitter : @afinyulia)
7. Misteri Foto Rumah Kosong – Anik Nuraeni (FB : Anik Nuraeni ; twitter : @anik_nuraeni ; IG anikkeenola)
8. Misteri Kotoran Kelas – Yurie Zhafiera (FB : Zakiyah Yurie Zhafiera ; twitter : @zha_yurie ; IG yuriezhafiera)
9. Misteri Matinya Ikan di Kolam Nino – Pujia Ahmad
10. Misteri Pecahan Kaca – Hairi Yanti (FB : Hairi Yanti ; twitter : @yant165)
11. Pencuri Berlonceng – Erlita Pratiwi (FB : Erlita Pratiwi ; twitter : @takosoulmate ; IG: erlitap_)
12. Pencuri Uang Palsu – Ilham Fauzi (FB : Ilham Fauzi ; twitter : @fauziilham28)
13. Pengendara Perahu Asing – Binta al Mamba (FB : Binta al Mamba ; twitter : @bintaalmamba)
14. Peta Ingatan Ule – Wawat Smart (FB : Wawat Smart ; twitter : @wawatfemale ; IG : wawat smart)
15. Pohon Ara Keramat – Vanda Arie (FB : Vanda Nur Arieyani ; twitter : @VandaArie)

Kelimabelas judul tersebut menimbulkan rasa penasaran, seperti apa sih kisah misteri yang diusungnya. Namun tiga judul yang sangat menggugah rasa ingin tahu saya adalah:
1. Jejak Kaki Misterius - ih kira-kira jejak kaki misterius apa nih Kak Riawani Elyta. apakah jejak kaki monster atau sosok tertuduh pencuri?

2. Pengendara Perahu Asing - membaca judulnya jadi bergidik, kira-kira apa yang kita lakukan kalau sering melihat pengendara perahu yang asing. Apakah kakak Binta sedang menceritakan tentang balatentara Nyi Rara Kidul #ups

3. Misteri Gigi Palsu - Kak Afin Yulia, ini kan antologi  cerpen anak-anak. Bukannya gigi palsu itu dipakai kakek nenek? kok bisa gigi palsu jadi ide cerpen misteri anak. Jadi penasaran euy.

Keren yah buku ini, apalagi ada quote-quote yang menginspirasi seperti :

Diambil dari FB dan Twitter Afin Yulia

Diambil dari FB dan Twitter Afin Yulia

Harapan saya buku antologi Jejak Kaki Misterius ini adalah gerbang pembuka bagi buku-buku anak berikutnya yang akan diterbitkan melalui Lintang, Penerbit Indiva dan dari tangan-tangan dingin teman-teman di BAW. Semoga berkah dan menginspirasi anak-anak Indonesia menjadi generasi tangguh yang tangguh dan tak mudah putus asa.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Jejak Kaki Misterius”




8 comments:

  1. Subhanallah. Openingnya menyeret Gibran, indah. Bocoran untuk cerita saya merupakan pengembanfan cernak sendiri yang dimuat Ummi lima tahun silam. Ini mengajarkan saya kata sabar. Maklum suka 'grusa-grusu'-- tergesa kalau nulis. Semoga menang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kereeen mbak dari cernak lama bisa jadi cernak baru :) semoga buku ini membawa berkah bagi para kontributornya

      Delete
  2. Mengasah imajinasi anak-anak ya, Pingin baca bukunya

    ReplyDelete
  3. terima kasih mbak Lyta *bungkuk badan

    ReplyDelete
    Replies
    1. awas ojok terlalu membungkuk fin, ati-ati sakit boyok :D

      Delete