Google+ Followers

Thursday, June 23, 2016

Hikmah dari Para Pencari Tuhan



1\

“Adiknya nggak apa-apa kok mas Azzam. Hanya butuh istirahat dan ibu harus terus memberikan ASI” kata dokter Pipik yang diperankan Umi Pipik di pintu ruang praktek. Lalu Azzam pun terpana, terpesona menyaksikan lembut tutur kata sang dokter nan jelita. Dan saya pun mulai gemas pada Azzam yang seolah berperan mudah tergoda sejak episode pertama, sepuluh tahun lalu. Jika ada tayangan yang membuat pemirsa setianya ikut gemas dan ingin meremas-remas pemerannya: Para Pencari Tuhan (PPT) adalah jawabnya.
Bagi yang baru menonton Para Pencari Tuhan ke-10 tahun ini mungkin bertanya-tanya mengapa Azzam bisa sedemikian kikuk jika berada di depan Kalila dan mengapa Aya diam-diam menjajagi kemungkinan Kalila untuk menjadi istri kedua Azzam. Pemirsa Para Pencari Tuhan ke-10 mungkin hanya melihat trio Juki, Chelsea dan Barong sebagai bintang tenar yang sedang meredup tanpa mengetahui latar belakang mereka bertiga di serial Para Pencari Tuhan.
Para Pencari Tuhan adalah serial Ramadhan yang pertama kali tayang pada 16 September 2007. Begitu nonton episode awalnya saya langsung jatuh cinta: ini dia tayangan yang saya rindukan. Sinetron bernuansa religi tanpa bermaksud menggurui. Peran dan penokohannya sangat hidup dan manusiawi. Setiap peran sekecil apapun dalam sinetron Para Pencari Tuhan punya greget yang membuat kita seolah sedang bercermin pada kehidupan sehari-hari. Peran antagonis seperti pak Idrus sebagai ketua RW beserta komplotannya yaitu pak Yoes si ketua RT dan pak Hakim si bendahara RW atau duo nenek Vegi dan Vega adalah tokoh-tokoh yang nyata ada di sekitar kita. Bahkan keunikan pak Jalal sebagai sosok kaya raya yang kadang suka merendahkan Udin dan Asrul sebagai tokoh dhuafa. sering membuat pemirsa nyengir sebal sekaligus manggut-manggut kagum dengan cara berpikirnya.
Para Pencari Tuhan adalah tayangan yang mengingatkan kembali bahwa fitrah manusia sesungguhnya adalah menjalani skenario kehidupan. Sesuai judulnya, manusia sebagai khalifah di bumi ini sebenarnya adalah wayang, boneka yang wajib beriman kepada Sang Maha Kuasa. Kewajiban manusia sebagai makhluk adalah menyembah serta beribadah kepada Allah dengan jalan menjaga hubungan baik dengan Sang Maha Pencipta sekaligus menjalin silaturahim dan hubungan baik dengan sesama manusia beserta alam semesta.
Mereview perjalanan Para Pencari Tuhan dari Episode 1 hingga sembilan seperti merajut kenangan. Sebagai fans setia sinetron besutan aktor kawakan Deddy Mizwar ini beberapa kali saya menulis hal-hal yang sangat mencuri hati dalam episode tertentu di facebook saya. 


Sempat pula dilanda kekhawatiran hilangnya peran-peran utama seperti saat Bung Deddy Mizwar diangkat sebagai pejabat: jangan-jangan udah nggak boleh syuting lagi. Sempat deg degan juga saat Zaskia Adya Mecca melontarkan keinginannya untuk mengurangi peran di Para Pencari Tuhan agar lebih fokus mendidik anak-anaknya. Alhamdulillah kekhawatiran saya tidak terbukti. Bung Deddy masih mampu mengocok perut dengan kelakar-kelakarnya dan tausyiahnya yang seolah sambil lalu tapi dalam maknanya. Zaskia berkurang jatah syutingnya di Para Pencari Tuhan 9 tetapi bukan berarti perannya ditiadakan.

Casting Para Pencari Tuhan
Bang Jack  :  Deddy Mizwar
Aya         Zaskia Adya Mecca
Azzam      : Agus Kuncoro
Ustadz Ferri : Akri Patrio
Udin        : Udin Nganga
Asrul       : Asrul Dahlan
Pak Jalal   : Jarwo Kuat
     
Para Pencari Tuhan Jilid 1
      Dibuka dengan adegan mimpi Ahmad Zakaria alias Bang Jack (Deddy Mizwar) seorang marbot musholla yang dihantui kerbau-kerbau yang pernah disembelih tapi ia lupa membaca doa. Sang marbot tampil dengan dandanan khasnya yaitu cincin akik batu besar menghias jemari, celana gombrong dan sarung yang melingkar di leher. Muncul pula peran Udin sebagai satpam dengan gaya bicara semaunya. Si Udin ini adalah sahabat dekat Asrul, sama-sama hidup susah tetapi persahabatan sejati mereka jalin dalam suka duka. Para Pencari Tuhan Jilid 1 memperkenalkan satu persatu tokoh kepada pemirsa. Ada tokoh Ustadz Feri yang diperankan Akrie Patrio sebagai ketua takmir mushola At Taufiq. 
      Di jilid pertama ini dikisahkan asal muasal persahabatan trio Juki, Barong dan Chelsea. Mereka bertiga diceritakan baru keluar dari penjara setelah menjalani hukuman dari kasus berbeda-beda. Juki dipenjara karena mencopet. Barong dipenjara karena kasus narkoba dan Chelsea dihukum kurungan karena kasus curanmor. Ketiga mantan narapidana ini kemudian menuju tujuan masing-masing. Juki kembali ke rumah ibu tetapi diusir karena sang ibu malu punya anak (mantan) kriminal, Barong menemui sang kakak yang pemimpin geng pencuri kendaraan bermotor yang kemudian mengusirnya demi menjaga wibawa di depan anak buah, Chelsea menemui Marni si (mantan) istri yang telah menikah lagi meski Chelsea mengaku tidak menerima pesan perceraian dan pernikahan Marni. Ironisnya Marni ternyata menikah dengan polisi yang dahulu menangkap dan menjebloskan Chelsea di penjara.
Merasa tak memiliki siapa-siapa ketiga orang ini larut dalam nestapa. Chelsea bahkan sempat ingin bunuh diri. Takdir mempertemukan mereka bertiga dan membawa kepada skenario pertemuan dengan Bang Jack di mushola. Lucu juga pas adegan trio Bajaj ini berusaha mengusir haus dan lapar dengan minum air kran berlagak hendak berwudhu. Singkat kata mereka bertiga kemudian tinggal bersama Bang Jack dan belajar mencari rezeki di jalan yang benar. Insyaf dan mengais rezeki halal pada mulanya sangat sulit bagi mereka bertiga. Namun Aya, adik ipar Ustadz Feri yang membuka perpustakaan di halaman musholla tiada henti menyemangati mereka.
Dikisahkan pula tokoh Azzam, teman masa kecil Aya yang dahulu pernah hidup susah di kolong jembatan. Ketika roda takdir berputar dan ia menjadi kaya raya Azzam tak lupa pada kebaikan Aya yang pernah menghiburnya di kala ia sakit di masa kecil. Sayangnya Aya memendam dendam kepada Azzam yang pernah mengata-ngatainya. Di jilid 1 pemirsa dibuat gemas dengan tarik ulurnya Aya dalam memaafkan Azzam. Adegan jenaka muncul ketika Azzam bercerita tentang masa kecilnya bersama Aya di depan Bang Jack tetapi Bang Jack malah kebingungan tentang tokoh Spiderman dalam cerita masa kecil Azzam.
Adegan sarat makna terjadi ketika kakak Barong datang mengunjungi sang adik yang tengah tertidur di mushola. Si kakak berniat mengeluarkan zakat dari hasil penjualan mobil mewah yang dicurinya. Bang Jack mengingatkan bahwa Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik saja. Maka Barong pun tidak bersedia menerima zakat si kakak. “untuk mencapai niat baik bukan berarti kita harus menghalalkan segala cara” pesan Bang Jack kepada Barong di depan teman-temannya. Sang kakak akhirnya tewas di tangan polisi. Bang Jack merasa sepi di malam takbiran karena anak-anak asuhnya masing-masing berusaha menyelesaikan urusannya dalam kehidupan.

Para Pencari Tuhan Jilid 2
     Jika para pencari Tuhan Jilid 1 menekankan pentingnya mencari rezeki halal maka Para Pencari Tuhan Jilid 2 mengingatkan tentang pentingnya sholat berjamaah di masjid atau mushollaEpisode satu dibuka dengan ajakan sholat berjamaah Bang Jack pada sosok anak muda yang diabaikan karena memilih bermain game di warnet. Dikisahkan Aya telah memaafkan kesalahan Azzam di masa kecil. Seperti pepatah Jawa “gething nyandhing” alias benci bisa menjadi benar-benar cinta, perasaan saling menyukai muncul di tengah Azzam dan Aya. 
    Salah satu daya tarik Para Pencari Tuhan adalah adegan-adegan romantis antara Azzam dan Aya tidak ditunjukkan dengan kedekatan fisik. Namun hanya dengan bahasa tubuh dan mata, kata-kata romantis bahkan adegan saling ledek mampu menimbulkan aura roman yang begitu hangat. Aya dan Azzam yang telah saling memaafkan kemudian bekerja sama dalam bisnis penerbitan. Meski menjadi rekan kerja Aya tidak serta merta memberikan lampu hijau bagi Azzam untuk langkah lebih serius seperti yang diharapkannya. Peran Kalila mulai muncul di Para Pencari Tuhan Jilid 2. Azzam yang mulai lelah dengan sikap tarik ulur Aya seolah mendapat angin segar dengan kehadiran Kalila, keponakan pak Jalal yang telah yatim piatu. Muncul pula tokoh Baha sebagai teman Asrul yang diperankan Tora Sudiro. Tokoh tambahan ini sempat mencuri perhatian karena penampilannya yang tak lazim bertato hampir di sekujur badan.
      Diceritakan pula tentang kehidupan Ustadz Feri yang mendadak berubah sejak kehadiran anak temuan di tengah keluarga mereka yang lama tak dikaruniai keturunan. Perbedaan cara mendidik anak antara Ustadz Feri dan sang istri Haifa menjadi inspirasi ilmu parenting bagi para pemirsa. Para Pencari Tuhan Jilid 2 berpusat pada upaya Bang Jack untuk meregenerasi kecintaan terhadap masjid/musholla pada yang lebih muda. Dalam jilid 2 ini Bang Jack berniat beristirahat mengurus mushola karena ia ingin naik haji. Bang Jack memendam kerinduan bertemu almarhumah istrinya yang meninggal di tanah suci. Gayung bersambut, pak Jalal secara spontan mengajak Bang Jack bersama Juki, Barong dan Chelsea menunaikan ibadah haji melalui jalur ONH Plus. Episode terakhir yang mengharukan ini bisa dilihat di sini:


Para Pencari Tuhan Jilid 3

      Sepulang dari menunaikan ibadah haji Bang Jack, Juki, Barong dan Chelsea menghadapi berbagai masalah baru. Soundtrack serial juga mengalami pembaruan. Jika di Jilid 1 dan 2 soundtrack Para Pencari Tuhan dibawakan oleh Ungu maka di PPT 3 giliran grup band Gigi yang unjuk gigi. Salah satu masalah yang harus dihadapi Bang Jack dan ketiga anak asuhnya adalah kegalauan Azzam menentukan pasangan hidupnya dan gejolak di tengah masyarakat dalam upaya menjadi ketua RW menggantikan pak Idrus. Krisis moral menghinggapi para warga yang tergoda menerima “serangan fajar” dari para kandidat.

Sementara itu terinspirasi oleh keberhasilan empat pengurus mushola menunaikan ibadah haji, Asrul dan Udin terpacu untuk mewujudkan impian naik haji. Mereka rela bekerja serabutan dan menabung sedikit demi sedikit dalam kaleng yang dikubur di pekarangan. “Mungkin Allah menunda rejeki kita di langit, tapi Allah tak menahan hak kita untuk beribadah haji” kata Asrul kepada Udin. Sedangkan Bang Jack meski telah mewujudkan mimpi untuk naik haji ia selalu memimpikan untuk kembali ke tanah suci dan menetap di kota yang dianggapnya lebih membuatnya dekat kepada Allah dan rasulNya. Hikmah yang terkandung di PPT 3 adalah sebagai umat muslim tak boleh putus asa untuk mewujudkan impian beribadah haji.

      Cinta segitiga masih mewarnai PPT Jilid ketiga. Tak hanya terjadi antara Azzam, Aya dan Kalila tetapi juga pada Barong, Linda dan Dara. Baha berperan penting di PPT Jilid 3. Ia berniat mengangkat perekonomian masyarakat di kampung Kincir dengan bekal kemampuan mengolah kuliner yang dimiliki namun mendapat tentangan dari warga sekitar. Baha dikenal sebagai pemabuk yang merasa bahwa Allah bersikap tak adil karena telah mengambil nyawa sang adik sehingga membuatnya sebatang kara. Wajah Kalila yang mirip almarhumah adiknya membuat Baha mudah bergaul dan mencurahkan isi hati kepada Kalila.

Terungkap bahwa Baha sering mabuk untuk melupakan kenangan pedih atas kematian sang adik. Tokoh seperti Baha banyak terdapat di tengah kita, mungkin kita sendiri bersikap demikian: protes terhadap takdir dan menantangNya untuk menunjukkan kekuasaan. Di Kampung Kincir tersebut Baha yang berpenampilan menyebalkan karena bertato dan suka minum minuman keras memberikan kejutan dengan memberikan pendapat bahwa arah kiblat mushola At Taufiq selama ini salah. Latar belakang Baha sebagai awak kapal membuat Bang Jack tidak meragukan opini mantan pelaut bertattoo ini. Sebuah pelajaran bagi kita bahwa tak sepatutnya menilai seseorang dari penampilan.

      Adegan mengharukan terjadi ketika di saat-saat terakhirnya Baha bertobat. Ia meregang nyawa karena kerusakan organ hati akibat minuman beralkohol yang ditenggaknya. Ia sempat berwasiat mewariskan harta kekayaannya dibagi tiga untuk Asrul, Udin dan baitul maal kampung Kicir yang pengelolaannya diserahkan pada Kalila. Scene ini akan membawa perubahan nasib bagi dua sahabat yang hidup melarat kemudian mendapatkan kenaikan derajat di PPT Jilid 4. Sebagai penghormatan Baha dimakamkan di dekat musholla At Taufiq.

PPT Jilid 3 sempat membuat pemirsa tertegun dengan adegan Aya meminta Azzam menikahi Kalila dan mementahkan rencana pernikahan mereka berdua yang sebenarnya telah memasuki tahap matang. Dan scene ini ditutup dengan adegan Kalila dan Azzam berada di hadapan penghulu, saat pak Jalal diminta penghulu untuk berlatih mengucapkan ijab qabul tiba-tiba Kalila mengucapkan tafsir ayat Al Quran surat An Nisa ayat 3

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap( hak- hak ) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah ) seorang saja, atau budak- budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. “Aya yang seharusnya berada di sini” kata Kalila sambil berurai air mata. Maka penghulu pun pada akhirnya menikahkan Azzam dan Aya tanpa kehadiran Bang Jack, Juki, Barong dan Chelsea yang terlambat datang.

 

Para Pencari Tuhan Jilid 4

     Para Pencari Tuhan seperti melihat kehidupan pada umumnya. Ada kala naik ada saat turun, pasang surut seperti air laut. Begitupula yang terjadi pada Asrul, Udin dan Pak Jalal. Di PPT Jilid 4 Asrul dan Udin naik derajat. Sementara pak Jalal sedang mengalami surut dalam kehidupannya.

      Di episode awal terlihat warung soto daging Asrul dan sang istri Mirah ramai pembeli. Ekonomi yang membaik karena bisnis yang sukses menyebabkan Asrul mampu mengontrak rumah sebagai tempat tinggal keluarganya. Seperti niat semula Asrul mewujudkan impiannya untuk berhaji dengan uang hibah dari Baha. Sedangkan Udin tidak lagi berminat untuk berhaji dan memutuskan membeli motor dari uang warisan Baha sebagai modal menjadi tukang ojek.

      Pak Jalal berada pada posisi sebaliknya. Tertipu teman bisnis membuat pak Jalal bangkrut mendadak. Ia dan sang istri bahkan harus keluar dari rumah megah mereka dan tinggal di gubuk yang pernah ditinggali Asrul. Uniknya Loly pembantu pak Jalal tetap setia mendampingi majikannya di gubuk reot tersebut. Sikap Loly yang sering membuat Bu Jalal sewot membuat pemirsa tersenyum geli dan gemas sendiri. Salut pada pak Jalal dan istri keterpurukan tidak membuat mereka jauh dari Tuhan meski sempat mengalami post power syndrome pak Jalal dan istri kemudian pasrah terhadap takdir. Dengan sabar mereka tetap menjalani kehidupan yang sangat bertolak belakang tetapi tidak mengurangi ketekunan dalam beribadah.

      Nasib baik juga datang kepada Juki, Barong dan Chelsea. Trio sahabat ini mendadak mulai tenar di dunia selebritis. Masing-masing memiliki cita-cita untuk masa depan. Barong yang sempat minder untuk menikahi Dara beranggapan bahwa dengan menjadi artis kaya dan tenar ia akan mampu mendapatkan restu orang tua Dara. Juki ingin membuat ibu tirinya bangga. Chelsea ingin menikahi Marni yang telah menjadi janda setelah kematian suaminya. Sebagai konsekuensi maka tiga sahabat ini sering meninggalkan musholla. Bang Jack pun merasa kesepian kembali. Sempat adu mulut dengan Juki, Chelsea dan Barong sehingga suasana di antara keempat orang tersebut menjadi tak nyaman.

      Diceritakan pula keributan yang terjadi di kampung Kincir akibat penemuan koper berisi segebok uang. Masing-masing warga mengaku bahwa koper tersebut adalah miliknya. Gara-gara koper ini kericuhan di Kampung Kincir semakin tak terkendali. Terjadi perkelahian di depat warung Asrul hingga bom molotov buatan pak RW pun meledak dan menghanguskan warung tersebut. Bang Jack pun sempat bersitegang dengan Juki, Barong dan Chelsea. Hingga pada akhirnya koper yang sempat dikubur Bonte dibuka bersama warga atas usul Bang Jack. Ternyata koper yang menjadi sumber kericuhan tersebut hanya berisi uang mainan. Pesan moralnya: harta adalah ujian bagi kehidupan dan menjadi salah satu sumber fitnah.

 

Para Pencari Tuhan Jilid 5

      Suasana tak nyaman di antara Bang Jack dan ketiga sahabat : Juki, Barong dan Chelsea mencapai puncaknya di PPT Jilid 5. Bang Jack merasa ketiga anak angkatnya mulai melupakan kesungguhan belajar agama karena terlalu mementingkan dunia dan mengusir mereka dari musholla. Namun jauh di lubuk hatinya bang Jack merasa kesepian karena ia telah menganggap tiga muridnya seperti anaknya sendiri.

   Hingga menginjak PPT Jilid 5 diceritakan bahwa kesadaran warga sekitar untuk memakmurkan musholla masih sangat rendah. Sholat berjamaah hanya diikuti satu dua warga. Pak RW dan kroninya yang selalu mempunyai akal licik berpikir untuk mengusir Bang Jack dari musholla dan berniat menjadikan musholla menjadi sumber penghasilan. Bang Jack dianggap tidak becus mengurus musholla sehingga dipaksa keluar dari At Taufiq. Kepengurusan musholla berada di kendali pak RW dan kroni sebagai gantinya. Sementara Bang Jack semakin merasa terpuruk di hari tua, terusir dari musholla yang sangat dicintainya, sebatang kara dan tak ada yang mempedulikannya. Ia kemudian tinggal di gubuk kosong di sebuah kebun dan mulai ikhlas menerima nasib tanpa henti bermunajat kepada Allah. Lambat laun warga sadar bahwa tujuan komplotan pak RW sebenarnya adalah mengkomersilkan musholla, setoran infaq dan sedekah dipasang target, makam Baha dikeramatkan dan menarik sumbangan pada peziarah yang datang.

     PPT Jilid 5 memberikan pembelajaran bagaimana mukmin menghadapi masalah. Seorang mukmin yang istimewa akan bersyukur ketika mendapat anugerah dan bersabar ketika mendapat musibah. Tak hanya Bang Jack dan pak Jalal yang sedang diuji namun Udin, Aya dan Azzam juga menghadapai ujian. Udin digugat cerai istrinya. Aya dan Azzam yang sempat bahagia karena kabar kehamilan Aya ditimpa musibah kehilangan calon bayi karena menderita keguguran. Di Episode ini akhirnya ibu Azzam Bu Widya (diperankan Henidar Amroe), memutuskan untuk tinggal bersama anak dan menantunya demi menjaga agar kehamilan berikutnya yang sangat diimpikan tidak lagi gagal. Kehadiran Bu Widya ini membangkitkan sisi romantis Bang Jack yang telah lama menduda.

Di sisi lain tak hanya Azzam dan Aya yang berjuang demi masa depan. Juki, Barong dan Chelsea yang telah terusir dari musholla tengah memperjuangkan karir untuk eksis di dunia selebritis. Berbagai kendala dihadapi tetapi tidak membuat mereka putus asa. Sedangkan Pak Jalal mulai merasa bahwa ia ternyata lebih nyaman hidup miskin seperti sedang memasuki pendalaman tasawuf. Asrul dikisahkan berangkat berhaji seperti impiannya.


Para Pencari Tuhan Jilid 6

      Dikisahkan bahwa Asrul sepulang haji menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya. Saat ditinggal berhaji warung soto daging miliknya mengalami kerugian besar. Hal ini dipicu oleh kesalahan mengolah daging yang tertukar dengan daging babi milik pengunjung warung yang kebetulan non muslim. Ketika Mira baru sadar bahwa dagingnya tertukar ia spontan berteriak pada para pengunjung lain untuk menghentikan makan. Sejak saat itu tersiar kabar bahwa soto daging Mira menggunakan daging babi dan tak seorang pelanggan pun kembali hingga seterusnya.

      Asrul sangat terpukul dengan kenyataan ini. Ia sempat mempertanyakan takdir Allah padahal ia sangat tekun beribadah. Episode ini mengingatkan kembali bahwa musibah adalah ujian keimanan sebagaimana bunyi surat Al Baqarah ayat 214

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”

Dan surat Al Ankabut ayat 2-3

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." 

Di sisi lain Pak Jalal mulai bangkit. Setelah menjadi konsultan bisnis ia menerima banyak uang komisi namun uang tersebut hanya disimpan dalam tas plastik atau koper dan ia tetap tinggal di gubuk. Meski istrinya sempat sewot dengan keputusannya. Akibat tak mau menyimpan uang di tempat lebih aman pak Jalal pun kehilangan uang sebesar 800 juta. Uang yang dicuri tersebut kemudian dibuang si pencuri karena disangka hanya uang palsu. Uang 800 juta yang terserak di kebun itu kemudian ditemukan seorang penjual buku yang kemudian menyerahkannya kepada Asrul dan Udin. Pada akhirnya Udin berani menyimpan uang tersebut hingga ada yang mengklaim sebagai hak miliknya. Sebuah pelajaran dapat diperoleh di PPT Jilid 6 yaitu bahwa segala benda temuan tidak bisa secara otomatis menjadi hak milik tetapi harus menunggu satu tahun setelah ditemukan untuk memastikan tidak ada yang mengklaim barang tersebut dengan bukti-bukti otentik.

Sementara itu Aya memutuskan meninggalkan karir untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya dengan harapan bisa segera hamil kembali. Aya berjuang untuk memerangi api cemburu mengingat sosok yang menggantikannya di penerbitan adalah seorang wanita cantik atraktif dan tampaknya tertarik pada Azzam.

Salah satu daya tarik di PPT 6 adalah hadirnya cinta pertama Bu Widya yaitu Oom Wi’ (Slamet Rahardjo) sebagai pesaing berat Bang Jack merebut hati mertua Aya. Adegan yang membuat saya terpingkal-pingkal adalah saat Bang Jack membawa poster Deddy Mizwar sebagai Sunan Kalijaga di film Wali Songo dan memberikannya sebagai hadiah untuk Bu Widya. Sedangkan Oom Wi’ membawa Al Quran yang diakui diperoleh dari berbagai expo di luar negeri padahal Al Quran tersebut adalah terbitan dari perusahaan Azzam.

Sentilan PPT Jilid 6 kali ini sangat mengena sesuai dengan fenomena di dunia maya. Diceritakan bahwa warga Kampung Kincir sedang demam facebook. Kinerja warga semakin menurun seiring dengan hobi membuat status dan posting hal-hal kurang penting yang pada akhirnya mengundang keributan dan sumber fitnah. Kemudian dikisahkan bahwa uang pak Jalal akhirnya kembali dengan selamat meski sempat berkurang sedikit karena kelakuan Udin. Problema ini berakhir damai dan Udin tidak dituntut mengembalikan uang yang hilang.

Juki, Barong dan Chelsea kembali ke Kampung Kincir sebagai selebriti sukses dan hubungan dengan bang Jack kembali baik. Namun Bang Jack tidak bersedia tinggal bersama Juki, Barong dan Chelsea di kota besar. Ia memilih tetap di mushola meski tinggal sendiri. Hubungan Aya, Azzam dan Kalila tetap rumit setelah Azzam mengetahui bahwa Kalila tak kunjung mampu melupakannya dan terjebak dengan kenangan.


Para Pencari Tuhan Jilid 7

      Asrul tidak terus terpuruk dengan kondisi perekonomian yang kembali ke titik nol. Ia bangkit dengan mengadakan usaha pengobatan bekam ala Rasulullah. Sementara Udin yang sempat mengejek kondisi Asrul dan menganggap kondisinya lebih baik karena batal berangkat haji dan memilih menjadi ojek malah jadi seperti orang linglung akibat digugat cerai sang istri. Penerbitan Azzam sedang mendapat musibah. Al Quran terbitannya dianggap menuliskan ayat yang salah sehingga harus ditarik dari peredaran. Setelah diteliti kesalahan tersebut muncul karena setitik noda di bawah huruf “ha’ “ menjadikannya terbaca sebagai "jim" berpengaruh terhadap hasil cetak sehingga ayat bismillahirohmanirrohiim terbaca menjadi bismillahirohmanirrojim yang otomatis mengubah arti. Rohiim adalah sifat Maha Penyayang sedangnya rojiim adalah yang terkutuk.

      Pak Idrus diceritakan sedang menderita stress. Ia sering dihantui mimpi buruk dan seolah diganggu halusinasi. Gangguan psikologis yang diderita pak RW ini disebabkan karena ia mulai putus asa akibat proyek-proyek fiktif yang digadang menjadi sumber uang termasuk rencana menjual musholla At Taqwa untuk minimarket ternyata gagal semua. Sementara kroninya malah menghasut warga untuk mencari penggantinya sebagai ketua RW.

      Juki, Chelsea dan Barong berada di puncak ketenaran. Chelsea menikahi Marni dan Barong menikah dengan Dara. Sedangkan Juki yang masih jomblo memutuskan tinggal bersama emak tirinya yang menikah dengan Bang Uyan dan kemudian mengandung anak pertama mereka. Pesan moral kembali diutarakan dalam PPT. Kehalalan rezeki bagi keluarga hendaknya diperhatikan bahkan sejak calon keturunan masih dalam kandungan. Emak Tiri Juki dan Bang Uyan yang berjualan minuman keras seolah diingatkan sang jabang bayi. Sang bayi dalam kandungan selalu menendang ketika emak tiri Juki hendak makan sehingga makanan dimuntahkan. Rupanya ia hanya ingin makan makanan halal.

Di episode-episode akhir masyarakat Kampung Kincir dilanda kebingungan karena Bang Jack sering tidak muncul di musholla. Scene menentukan imam sholat jamaah membawa hikmah bagi pemirsa. Ternyata kriteria pemimpin sholat itu berat tetapi seringkali diabaikan.

      Azzam dan Aya mendapat karunia kebahagiaan. Mereka dikaruniai anak laki-laki yang sehat. Dara dan Marni sedang mengandung anak hasil pernikahan mereka dengan Barong dan Chelsea. Bang Jack patah hati karena Bu Widya menjatuhkan pilihan menikah dengan Oom Wi’ (Widjoyo). Namun ia hadir di acara akad nikah mereka menunjukkan kebesaran hatinya. Akhir episode PPT 7 ditutup dengan adegan Bang Jack bersujud lama di akhir sholatnya. Adakah ia meninggal dalam sholat seperti yang ia dambakan selama ini?

Para Pencari Tuhan Jilid 8

     PPT Jilid 8 dibuka dengan kilas balik Bang Jack memulai sholat malam dan syair ungkapan hati yang menyentuh sanubari. Dilanjutkan adegan pencuri kotak amal menemukan Bang Jack sedang dalam kondisi sujud tak bergerak. Bang Roy kemudian datang ke musholla, menangis menyaksikan Bang Jack dalam posisi tersebut. Masyarakat pun gempar dan mengira Bang Jack sudah meninggal. Mereka hanya bisa menangisi tanpa berani menyentuh hingga tim forensik kepolisan memastikan kematiannya.

Adegan kocak namun mengharukan terjadi ketika Udin salah menelepon seseorang purnawirawan pejuang yang dalam kondisi sakaratul maut. “Komandan, kami sudah menunggumu kapan meluncur kemari. Allah tidak suka pada umatNya yang menunda-nunda memenuhi panggilan”. Sang purnawirawan mengira yang menelepon adalah mantan anak buahnya yang menunggu di alam baka. Mengenaskan saat sang komandan menghembuskan nafas terakhir dengan mengucapkan syahadat di gubuk reot dan berselimut koran berhias headline tentang kasus-kasus korupsi di negara ini.

Adegan kocak kembali terjadi ketika Bang Jack tiba-tiba bersin ketika sedang diperiksa tim forensik sehingga membuat petugas lari tunggang langgang. Ternyata Bang Jack hanya ketiduran padahal lubang kubur, rancangan upacara pemakaman telah disiapkan. Bang Jack mengaku tertidur dalam sholat karena sangat sedih dengan pernikahan Bu Widya dan Om Widjoyo. Ia menaruh harapan besar lalu menelan kekecewaan.

PPT 8 tampil dengan beberapa wajah baru. Muncul karakter Nenek Vegi dan Vega yang usil dan licik meski sudah lanjut usia. Duo nenek ini tak segan mencuri demi memenuhi kebutuhan hidupnya, mengingatkan kembali sudahkah kita peduli pada kaum dhuafa? Tokoh baru berikutnya adalah Domino. Domino adalah keponakan Bang Jack yang dikhawatirkan pindah agama oleh ayahnya. Domino merasa Islam tidak memberikannya ketentraman. Hidupnya sebagai sales pisau terasa makin sulit karena penghasilan tak pasti melawan harga-harga yang melangit. Ia mengeluarkan statement akan pindah agama yang dianggap akan memberinya jalan keluar dari kesulitan hidup. Sang ayah yang khawatir kemudian meminta bantuan Bang Jack untuk meluruskan akidah sang anak.

Bang Jack kemudian tinggal untuk sementara di pemukiman Domino di kota. Di sana ia menemukan kenyataan bahwa masyarakat kota cenderung melalaikan urusan agama. Bahkan ketua takmir di dekat Domino tinggal sering tidak mengurusi masjid dan menyerahkan urusan mengimami sholat pada orang-orang yang bacaan Al Qurannya kurang fasih. Bang Jack sempat mengajari warga sekitar mengaji dan membimbing mereka untuk lebih taat menjalankan syariat.

Domino akhirnya diajak Bang Jack bermukim di Kampung Kincir dan tinggal di musholla. Perlahan Domino mendalami Islam yang sesungguhnya. Suatu scene membuat saya tertegun, ketika Domino melantunkan iqomah suaranya tercekat di kalimat Laa Ilaha Ilallah seolah menuntunnya kembali ke jalan Allah, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang patut disembah. Kalila yang belum bisa move on dari Azzam tergugah dengan kehadiran Domino. Meski awalnya sempat berseteru dan adu mulut antara mereka, Kalila pun menaruh hati pada Domino karena keshalihannya dalam mengaplikasikan ajaran Islam. Ia berharap bahwa Domino adalah sang imam yang dinantinya selama ini.

Loly, asisten rumah tangga Pak Jalal kembali membuat ulah. Istri Pak Jalal yang merasa semakin tidak nyaman dengan perilaku Loly kemudian menyarankan Loly untuk mencari pekerjaan lain. Loly sempat menyebar issue bahwa dia dipecat secara sepihak tanpa sebab oleh sang majikan. Tetapi setelah warga mengetahui asal muasal perkara Loly kemudian bekerja di toko dan nama istri Pak Jalal kembali bersih. Kemudian Pak Jalal pun kembali ke rumah megahnya tetapi ARTnya bukan lagi Loly melainkan Paul. Bujang lapuk berkepala gundul ini sedikit bicara tetapi sangat bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya.

Pak Jalal mengkhawatirkan Kalila yang tak kunjung menemukan jodoh. Udin yang telah menduda malah nekad melamar Kalila namun Kalila menolak dengan halus. Siapakah yang diharapkan Kalila menjadi pasangan hidupnya?


Para Pencari Tuhan Jilid 9

     Cobaan hidup tak pernah berhenti menimpa seorang mukmin sebagai ujian keimanan. Pasangan Azzam dan Aya kembali ditimpa musibah. Anak mereka yang masih berusia balita menderita panas tinggi. Aya meminta Azzam untuk segera mengantar ke dokter. Azzam tidak bergegas menuruti permintaan Aya karena menganggap si kecil hanya sakit biasa. Ketika kondisi sang buah hati semakin parah Azzam baru tergerak untuk membawanya ke dokter. Allah berkehendak lain ketika masih berada di mobil suhu tubuh sang bayi tiba-tiba dingin dan tak lagi bernyawa.

      Aya sangat terpukul atas kepergian anak mereka setelah sebelumnya mengalami keguguran. Tak tampak senyum yang biasa menyungging, hanya tersisa air mata. Azzam lebih tertekan karena ia menganggap kepergian sang bayi adalah kelalaiannya akibat tidak segera membawa ke dokter. Azzam berputus asa terhadap takdir Allah dan berlaku seperti orang yang kehilangan kewarasannya. Ia tidak berganti pakaian berhari-hari. Dengan baju yang kumal dan pandangan kosong Azzam sengaja melalaikan sholat meski duduk di depan musholla. Bang Jack sangat khawatir dengan perkembangan Azzam. Namun nasehat, himbauan, teguran Bang Jack tak dihiraukan. Hingga pada satu titik Azzam tersadar oleh teguran Aya "Kesedihan tak akan pernah cukup untuk menghilangkan rasa bersalah. Anak kita meninggal karena takdir, bukan karena kesalahan siapa pun. Untuk memberikan sesuatu yang besar, Allah mengambil yang kecil. Supaya manusia terlepas dari ketergantungannya" Duh tak terkira pedihnya jika seorang ibu yang telah lama mendambakan keturunan lalu kehilangan untuk kedua kali. Akan terasa mengharukan ketika sang ibu benar-benar ikhlas melepas

Sementara itu Bu Widya di usia hampir separuh baya ternyata masih bisa hamil. Padahal sebelumnya Bu Widya merasa enggan untuk hamil lagi dan sempat bersitegang dengan sang suami masalah perencanaan kehamilan. Sang bayi kelak lahir dengan selamat seolah menjadi obat di tengah kehilangan yang dirasakan Azzam dan Aya.

Domino masih hadir di beberapa scene. Juki ternyata memendam perasaannya terhadap Kalila. Wah jadi cinta segitiga jilid dua dong. Saya sendiri berharap Kalila jadian sama Domino tetapi pak Jalal keberatan jika Kalila berjodoh dengan Domino. “lelaki dilihat dari masa depannya sedangkan perempuan dilihat dari masa lalunya” kata pak Jalal ketika meminta pendapat Azzam jika Kalila menaruh hati pada Domino. Pak Jalal melihat Domino sebagai lelaki tak bermasa depan. Azzam mengingatkan bahwa tidak ada seorangpun bisa menentukan masa depan “ Umar, sosok yang dahulu membenci Rasulullah kemudian menjadi sahabat dan dimakamkan di samping beliau, terompah Firaun ada di neraka, sandal kayu Bilal ada di surga” kata Azzam berfilsafat. Akhirnya Azzam pun mulai menjajaki kesungguhan Juki dan Domino terhadap Kalila. Meski Domino sebenarnya juga menaruh perasaan yang sama dengan Kalila namun ia sadar bahwa dirinya belum pantas bersanding dengan Kalila.

PPT Jilid 9 ditutup dengan kesendirian Bang Jack di Musholla At Taqwa “Allahu Akbar Siapa yang Tak mendebu di ujung jariMu. Ya Allah Engkau bersama 7 lapis malam dan milyaran doa di setiap malam. Haruskah Engkau mengecil agar kami memahamiMu.  Tidak..kami tidak ingin menjadi orang-orang yang membuatMu bersumpah demi waktu, demi bukit Thursina dan demi buah zaitun. Cukup hadirlah Engkau setiap detik di dalam hatiku wahai Sang Penguasa Hari Akhir.


Jika ada tayangan  yang sarat makna dalam setiap dialog dan scenenya, mampu membuat haru, menangis, geli dan tertawa maka PPT adalah satu diantara sekian hitungan jari tayangan di televisi.
Jika ada serial yang tayang selama Ramadhan dan masih terus tayang dalam 10 tahun maka Para Pencari Tuhan adalah satu-satunya. 


Tak terasa 10 tahun sudah Para Pencari Tuhan tayang di SCTV setiap dini hari di bulan Ramadhan (kini tayang ulang yang biasa diputar saat Maghrib ditiadakan, para pemirsa bisa menonton ulang di vidio.com). Saya adalah salah satu saksi sejarah dan pemirsa setia yang akan selalu merindukannya setiap kali Ramadhan tiba.

Tuesday, June 21, 2016

Kisah di Balik Al Ukhuwwah

Bercerita tentang kegiatan masjid Al Ukhuwwah menjelang Ramadhan 1437 H mendorong saya untuk menulis kisah-kisah di balik penamaan "Al Ukhuwwah"


Masjid Al Ukhuwwah berdiri dari hasil infaq warga dan mendapat bantuan penuh dari developer perumahan untuk mempercepat proyek pembangunannya. Sesuai namanya, masjid yang terletak di tengah perumahan ini menjadi tempat ibadah kaum muslimin tanpa melihat golongan. Hal ini tampak pada kebiasaan saat sholat subuh berjamaah. Kadangkala imam sholat membaca Qunut kadang tidak. Begitu juga ketika usai sholat berjamaah, kadang imam sholat berdzikir dengan suara keras diikuti para jamaah kadang imam berdzikir dalam senyap. 

Tak perlu heran pula jika di masjid Al Ukhuwwah ada acara
membaca tahlil bersama setiap Kamis ba'da sholat maghrib 
tetapi ada juga kajian hadits setiap Sabtu ba'da sholat subuh. Dengan latar belakang manhaj yang berbeda-beda masjid Al Ukhuwwah cukup padat kegiatannya. Di masjid berdinding kaca ini diadakan pengajian rutin ibu-ibu sebulan sekali, ada juga kelas tahsin, tahfidz dan terjemah Al Quran untuk bapak-bapak dan ibu-ibu di sore dan malam hari.


Persaudaraan dalam Islam itu indah, seindah suasana di sekitar masjid Al Ukhuwwah. Gunung Arjuna menjulang di kejauhan. Saat malam hari lampu-lampu jalan tol Gempol-Surabaya berkilau di tengah kegelapan. Semoga kita istiqomah menjaga utuhnya ukhuwwah hingga akhir zaman.


MS Word count : 200 kata
Lombamenulis

Thursday, June 16, 2016

Al Ukhuwwah Menyambut Ramadhan Penuh Berkah

LombaFotoTheordinarytrainer

Bagi kami masjid Al Ukhuwwah adalah berkah. Masjid kebanggaan warga Perumahan Permata Sukodono Raya, Sukodono Sidoarjo ini terbuka bagi semua orang. Musafir bisa bebas mampir untuk rehat dan numpang sholat. Seperti namanya : ukhuwwah, kami yang bernaung di bawah masjid ini menganggap semua muslim adalah saudara tanpa melihat golongan. Seperti contohnya saat menjelang Ramadhan. Setiap tahun takmir masjid Al Ukhuwwah mengadakan pawai taaruf Ramadhan. Pawai ini melibatkan TPQ-TPQ (Taman Pendidikan Quran) di sekitar masjid meski bukan bagian dari warga perumahan. Sepanjang perjalanan anak-anak peserta pawai melantunkan shalawat nabi diiringi musik banjari. Persaudaraan dalam Islam itu indah, seindah pemandangan di sekitar masjid Al Ukhuwwah yang berada di dekat sawah.


4 Juni 2016 ~ Suasana menjelang Pawai Taaruf Ramadhan  1437 Hijriah






Monday, June 13, 2016

Inspirasi Gaya Busana Ria Miranda

"Mas..mas...diik...coba bantu Mama memilih busana lebaran kali ini" ajak saya kepada dua jagoan cilik duo bersaudara Rafi dan Raditya sambil membuka halaman Blibli Promosi Lebaran untuk melihat-lihat model baju muslim terbaru. Saya memutuskan berhijab sejak pindah rumah di surga kecil yang kami tinggali saat ini, sekitar enam tahun lalu. Selayaknya muslimah yang belajar taat kepada perintah Allah maka busana-busana lengan pendek saya sejak lama pensiun dan dihibahkan kepada orang lain. Busana-busana lengan panjang, menutup bagian leher hingga mata kaki adalah pilihan saya untuk menutup aurat dengan sempurna.


Berbusana muslimah sesuai syariat telah menjadi kewajiban jika seorang wanita muslim memilih jalan menjadi insan yang taat. Bagaimanakah kriteria busana muslimah sesuai syariat?

Aurat wanita menurut syariat agama Islam adalah kepala hingga mata kaki. Sebagian ulama berpendapat bahwa bagian kaki hendaknya ditutup dengan sempurna sehingga saat ini pun marak kaos kaki modis dalam berbagai motif. Menutup aurat saja tak cukup, tapi pastikan bahan busana tidak bersifat transparan dan tidak membentuk lekuk tubuh. Dipikir-pikir lagi arti kata "menutup" tentunya menutup dengan sempurna, tidak memperlihatkan bagian-bagian tubuh karena bahannya transparan dan bisa diintip-intip.

Syukurlah desainer-desainer baju muslim modern di Indonesia memahami kaidah-kaidah busana muslimah sesuai syariat. Andai mode fashion tengah marak dengan model transparan tetapi busana muslim tak harus mengacu pada mode dunia. Sepanjang pengamatan saya belum ada desain mode busana muslimah yang panjang dari kepala hingga dada tetapi terbuat dari bahan tembus pandang misalnya. Salah satunya adalah Ria Miranda.

Busana ala Ria Miranda ini dikenal simple dan elegan. Ciri khas Ria Miranda tampak pada pilihan warna pastel dan keemasan. Ria Miranda memilih warna ini karena dianggap merepresentasikan muslimah yang lembut, tenang dan sederhana sesuai anggapan Ria Miranda. Brand Ria Miranda selama ini memang lekat dengan busana muslim ready to wear, simple dengan clean cut. Mengenakan busana rancangan Ria Miranda menimbulkan kesan muslimah yang anggun, bersahaja, rendah hati dan memiliki inner beauty. 

Yuk simak pilihan kedua jagoan lelaki saya kali ini:
 Ria Miranda Limia Dress Muslim - Print Jellyfish Mint Green

Busana Ria Miranda Limia Dress Muslim - Print Jellyfish Mint Green ini pilihan si mas Rafi. Alasannya motifnya sederhana, anggun dan tampak berkelas. Nggak berlebihan dikenakan saat menunaikan sholat ied di masjid atau lapangan sekaligus bersilaturahim ke rumah sanak dan kerabat. Bahannya dari kaftan yang nyaman. Modelnya simple elegan dengan detail drawstring di bagian pinggang menciptakan siluet langsing. Membantu si Mama yang berukuran XL terlihat lebih ramping ..uhuk.

Sementara si adik Radit lebih suka yang ini
Ria Miranda Oscar Dress Muslim - Soft Brown

Menurut si Radit sih warna soft brown ini klik banget dengan warna kulit Mama yang sawo manis, eh sawo matang. Desainnya chic, tidak banyak detail atau rimpel cocok banget dengan si Mama yang kalem (bukan kayak lembu kan dik?). Bahan satin mengkilap menimbulkan kesan elegan dan mewah. Bisa dikenakan untuk acara jamuan lebaran.

Eh ya lalu busana mana yang akan menjadi pilihan? tentu tergantung Acc dari si Papa, kalaupun nggak Acc karena tahun ini sedang banyak keperluan untuk si mas masuk pondok pesantren saya juga santai aja. Sebenarnya buat saya pribadi lebaran tak selalu harus mengenakan baju baru. Tidak setiap tahun saya membeli baju. Kebetulan tahun ini saatnya mengganti gamis yang warnanya sudah kusam dimakan usia. Psst let me tell you a secret: selama ini koleksi gamis saya hanya ada empat biji!. Dari empat gamis itu dua gamis bisa saya kenakan untuk acara-acara resmi dan yang dua lainnya khusus untuk acara non formal karena bahannya dari denim dan kaos. Nggak perlu malu kalau ngga ada baju baru. Biasanya saya cukup mengganti model dan warna kerudung untuk dipadu padan maka penampilan gres pun tercipta dalam sekejap mata. Misalnya saya kelak memiliki koleksi Oscar Dress Muslim Soft Brownnya Ria Miranda hijabnya bisa loh diganti dengan warna coklat tua, penampilan jadi beda. Atau tambahkan pashmina sebagai pelengkap asesoris diselempangkan menutup bagian depan busana, jadi mirip artis India!

Busana muslim buat saya juga tak perlu yang berharga mahal dan dibeli dari butik ternama. Asal menutup aurat dengan sempurna, nyaman dikenakan, modelnya pas dengan selera dan bisa dipakai untuk berbagai acara adalah syarat utama bagi saya memilih busana. Sayang banget kalau membeli baju mahal tetapi cuma dikenakan sekali saja, sepintas lalu atau hanya bisa dipakai di acara-acara resmi. Pinginnya sih model yang nggak neko-neko dan tetap nyaman dikenakan untuk pengajian ibu-ibu yang biasa saya ikuti setiap sore di masjid dekat rumah. Inspirasi gaya busana rancangan Ria Miranda tampaknya paling cocok dengan selera saya.

Sudah intip koleksi terbaru Ria Miranda spesial untuk Blibli.com belum? koleksinya komplit banget loh. Mulai dari atasan, bawahan, gamis terusan bahkan juga scarf. Jadi misalnya kawan muslimah sudah punya rok bawahan tinggal cari padu padan blousenya untuk mix match. Bahannya beragam ada yang dijahit dari bahan kaftan, sunwash, satin, knitting sampai full cotton. Motifnya kainnya tinggal pilih, mau yang polos atau print jelly fish? Warna-warna pilihan Ria Miranda cenderung ke warna pastel, kalem, soft, teduh di mata seperti putih, tosca, pink sesuai spirit yang diusungnya : bahwa muslimah adalah sosok lembut tapi powerful.  


Nah, bagaimana dengan busana muslimah pilihanmu wahai sahabat-sahabatku?



Tuesday, June 7, 2016

#LebihBaik Bersiap Sejak Dini Daripada Menyesal Nanti

29 Mei 2016 Sun Life mengunjungi Surabaya untuk kesekian kali. Seminar & Exhibition Road Show yang diselenggarakan Sun Life bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berasuransi. Sun Life rajin banget loh ngadain acara keren seperti ini. Tahun lalu saya berkesempatan menghadiri even seminar dan talk show SunLife tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak demi masa depan yang mapan dan hidup #LebihBaik. Acara yang dikemas SunLife selalu disambut antusias karena meski tema yang dibahas cukup "berat" (karena menyangkut planning finansial) tetapi SunLife mengemasnya dengan ringan dan menyenangkan. Terbukti dengan hadirnya Mas Karjo untuk ber stand up comedy sebagai salah satu pengisi acara yang diselenggarakan di The Capri Supermal Pakuwon Trade Centre.

Bicara tentang menjadi #LebihBaik, kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi ternyata masih cukup rendah. Padahal masyarakat Indonesia termasuk golongan yang memiliki banyak mimpi. Ingin punya rumah, umroh, naik haji atau jalan-jalan ke luar negeri. Jangan lupa biaya sekolah pun melambung tinggi berpacu dengan inflasi. Tetapi sudahkah bersiap mewujudkan mimpi tersebut dengan langkah nyata?
Pak Kaiser, AVP Head of Branding & Communication SLFI memaparkan tentang pentingnya menyiapkan membangun mimpi sejak dini salah satunya dengan berasuransi. Mengapa asuransi? Menurut saya pribadi asuransi “memaksa” orang untuk lebih disiplin menyisihkan uang demi masa depan. Tanpa kontrol ketat manusia cenderung bersifat konsumtif dan kurang mempedulikan persiapan masa depan. Padahal Tuhan sendiri memerintahkan makhlukNya untuk berupaya giat dan tidak hanya duduk diam menanti rezeki diantar malaikat. Tidak ada yang bisa mengintip takdir Tuhan dalam 5, 10 atau 15 tahun mendatang. TerPHK, menderita sakit parah sehingga tak lagi mampu bekerja adalah resiko-resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Tanpa mengesampingkan janji Tuhan bahwa setiap makhlukNya mendapat pembagian rezeki sesuai yang Ia kehendaki, setiap individu wajib berikhtiar, salah satu pilihan ikhtiar adalah asuransi.
Ibu Joice Tauris Santi menjadi keynote speaker berikutnya menggaris bawahi pentingnya berasuransi sejak dini. “Lebih cepat #LebihBaik” kata pak JK saat kampanye pilpres bukan hanya omong kosong dan dapat diaplikasikan dalam perencanaan keuangan. Mengapa merencanakan keuangan #LebihBaik dilakukan sedini mungkin? Sebab:
1.         semakin dini perencanaan dilakukan akan semakin lapang waktu untuk mengakumulasi aset
2.    semakin dini memulai perencanaan keuangan artinya membutuhkan lebih sedikit dana. Misalnya memilih asuransi pendidikan untuk anak dimulai saat anak masih berumur balita, maka premi asuransinya bisa diatur dengan nominal lebih kecil karena waktu mengumpulkan aset masih sangat lapang, waktu masih cukup panjang untuk mengumpulkan uang ketika si anak mulai masuk usia sekolah
3.      semakin dini menyiapkan rencana keuangan artinya punya cukup waktu untuk menata keuangan kembali
4.             semakin dini mempersiapkan planning finansial akan memberikan imbalan hasil lebih tinggi
5.         semakin cepat menyiapkan rancangan finansial maka lebih siap menghadapi inflasi dan resiko-resiko masa depan

Pos pengeluaran utama yang paling mendesak dan membutuhkan dana besar adalah biaya pendidikan. Semakin bertambah usia anak maka semakin besar pula dana yang dibutuhkan. Jika tidak disiapkan sejak dini orang tua bisa kelabakan. Begitu banyak pos pengeluaran, dana cadangan yang perlu disiapkan. Meskipun demikian kita harus tetap pandai memilih asuransi yang tepat sesuai kebutuhan, jangan asal pilih produk asuransi tanpa mempertimbangkan dengan matang. Untuk membantu mempertimbangkan produk asuransi yang tepat dan menambah wawasan tentang planning masa depan meliputi planning kesehatan, pensiun, pendidikan, proteksi dan dana darurat kita bisa berkunjung ke www.brightadvisor.co.id. Fitur Brightcalculatornya membantu kita menghitung kisaran biaya yang harus disiapkan untuk mencapai cita-cita masa depan, misalnya menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.

Tarik nafas..hembuskan...ternyata hidup itu susah susah gampang ya. Tenang jangan keburu stress memikirkan biaya-biaya masa depan. Saatnya Mas Karjo mengocok perut, melupakan sejenak kisaran angka dan nominal yang harus dipersiapkan. Mas Karjo kocak banget, kata dia naik angkot di Surabaya itu laksana My Life My Adventure, harus siap deg degan karena banyaknya pengendara yang ngawur menyalakan riting, belum lagi bunyi lyn yang mirip suara ayam.
Bicara soal perencanaan masa depan memang tak ada habisnya dan tentu berputar kembali pada masalah tentang bagaimana mendapatkan penghasilan untuk menutup biaya-biaya tersebut. Nah mas Aditya Agung berbagi beberapa tips untuk mendapatkan penghasilan dengan cara mengembangkan hobi. Asyiknyaaa sekedar menekuni hobi malah dibayar. Mas Aditya Agung bercerita tentang seluk beluknya menekuni fotografi sejak tahun 2013. Kata mas Adit sih : KIBPR: Karya, Instagram, Branding, Profit, Relasi
Dari menekuni fotografi beliau beralih ke media sosial, fokus ke instagram dan penghasilan pun mengalir kencang. Ssst nggak perlu minder kalau belum punya kamera DSLR. Kamera HP yang memadai bisa menghasilkan karya fotografi cantik. Pilih sudut pandang paling OK untuk mengambil gambar. Tema foto bisa saja sifatnya umum tetapi ambil foto dari sudut yang berbeda untuk menghasilkan karya unik dan enak dipandang. Alat terbaik adalah alat yang kita miliki dan penentunya adalah kreativitas yang ada pada diri sendiri. Du du du jadi ingin memacu diri untuk lebih mendalami fotografi meski dengan HP sekedarnya. Siapa tau ada yang tertarik untuk bekerjasama. Apalagi bagi para blogger hasil foto sebagai pelengkap postingan dapat berfungsi mencuri perhatian pengunjung pada tatapan pertama (emangnya jatuh cinta?). Psst ngasih bocoran kalau ada temannya yang bisa meraup penghasilan 40 juta perbulan dari berinstagram ria. Mas Agung nggak pelit bagi-bagi tips untuk berkibar di instagram. Makin banyak follower membuka peluang kerja sama lebih besar. Jangan lupa cantumkan hashtag sesuai tema untuk menarik pengunjung. Hasil jepretan dan karya kita hendaknya dibagikan ke khalayak agar lebih banyak yang menikmati. Sayang kan kalau susah-susah dapat momen bagus karyanya dikubur dinikmati sendiri padahal bisa saja karya tersebut merupakan salah satu pintu pembuka rezeki.

Wah banyak ilmu yang diperoleh diSeminar & Exhibition Road Show Sun Life kali ini. Turut senang teman-teman blogger menjadi pemenang livetweet, terlihat banget bahagianya. Semoga ilmunya bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi para pengunjung blognya.