Google+ Followers

Monday, June 29, 2015

Rumah, Ruang Kebersamaan Saat Ramadhan

Rumah adalah tempat untuk pulang, jauh darinya membuatnya rindu
Teringat kisah yang terjalin menjadi satu
Rumah tak sekedar bangunan fisik belaka
Di dalamnya ada cinta, tatapan hangat dari orang-orang terdekat yang menerima kita apa adanya
Tulisan tersebut pernah saya posting di sosial media. Ketika haru menerpa ketika kami akan segera pindah ke rumah baru yang lebih nyaman. Rumah sebelumnya langganan banjir setiap musim hujan dan air laut pasang. Syukur kami panjatkan delapan tahun kemudian Tuhan memberi kesempatan agar kami sekeluarga mampu menikmati kebersamaan tanpa takut kebanjiran.
Ketika pindah di rumah yang kami tinggali saat ini lima tahun lalu Radit masih belajar berjalan, Rafi baru masuk SD tak terasa kini Radit sudah masuk MI (SD Islam) dan Rafi harus naik ke kelas enam. Banyak hal terjadi, kenangan manis maupun pahit. Tentang kata-kata pertama yang diucapkan Radit, tentang Rafi yang pernah terpaksa tinggal di rumah sendirian hingga Maghrib menjelang meski masih duduk di kelas dua SD karena Mamanya masih bekerja. Ah ya, sebelum resign hampir tiga tahun lalu saya adalah seorang karyawan swasta yang pontang-panting terutama saat Ramadhan tiba. Tidak punya pembantu, jarak rumah-kantor 40 kilometer belum lagi jika terjebak kemacetan maka tak sempatlah memasak, menu berbuka puasa pun tergantung warung nasi andalan. Sahur? mie instan atau rawon murah meriah adalah menu utama. Sedih? Tidak juga karena hidup adalah pilihan dan pilihan saya saat itu adalah bekerja demi melunasi tagihan KPR.
Usai KPR lunas saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Menemani anak-anak di rumah adalah prioritas utama. Lagipula saya sudah terlalu lelah mengejar bus kota, terjebak kemacetan terutama selama Ramadhan menambah kuatnya tekad untuk menjadi ibu rumahan 24 jam. Terasa sekali bedanya. Kini saya bisa memantau anak-anak hampir 24 jam. Kebersamaan terutama saat Ramadhan memberikan kesan campur-campur antara asem, manis, kecut dan asin. Asem kalau harus bersabar mendengarkan keluhan Rafif dan Raditya selama berpuasa. Oh ya, Radit kini enam tahun dan mulai belajar berpuasa hingga Maghrib. Rafi yang sudah berusia 10 tahun masih saja tak tahan dengan godaan iklan sirup dan ayam crispy di siang bolong hahaha. Berasa manisnya kebersamaan ketika mereka dan si Papa memuji masakan saya saat berbuka puasa meski hanya Ikan goreng dan acar bumbu kuning atau fillet ayam bumbu tepung cocol saus sambal. Kecut dan asin ketika sibuk membangunkan rafi dan radit saat makan sahur, tak kunjung bangun padahal waktu adzan subuh tinggal setengah jam lagi.
Ah semua itu pasti akan saya rindukan ketika mereka telah beranjak dewasa dan meninggalkan rumah. Biarlah kini masa-masa asem manis itu saya nikmati layaknya gurami andalan resto ternama. Kelak mungkin saya akan merindukan masa-masa mengalihkan perhatian mereka dari pertanyaan “kurang berapa jam lagi adzan Maghribnya Ma?” Maka kamar tidur pun menjadi tempat favorit, bisa bersantai sambil berbagi cerita, mendongeng dan menggali imajinasi mereka. 

Ketika waktu berbuka tiba (dan makan sahur tentunya) ruang tamu yang berfungsi ganda sebagai ruang keluarga dan ruang makan menjadi tempat favorit berikutnya. 

Maklum rumah type 36 yang disekat menjadi tiga kamar tidur tidak memungkinkan untuk memiliki ruang makan atau ruang keluarga. Tetapi masih cukup menyisakan sebuah musholla kecil tempat kami melantunkan doa, merajut asa dan menitipkan angan serta harapan agar terwujud menjadi nyata pada Sang Pemilik Kehidupan. Ruang kecil tempat saya mengajarkan membaca Al Quran kepada anak-anak, terasa nikmatnya terutama saat Ramadhan.

Rumah adalah tempat bersemayamnya cinta dan harapan, ruang menemukan kebersamaan bersama orang-orang tercinta, meniti ruas jalan, menjemput takdir kehidupan

 Ramadan adalah momen yang membahagiakan.

Sunday, June 28, 2015

Tips Amalan Ramadhan Saat Datang Bulan

Ramadhan bulan kemuliaan. Seluruh mukmin di dunia berlomba-lomba berbuat kebaikan. Istimewanya Ramadhan kebaikan atau amalan yang sama diganjar pahala berlipat-lipat daripada bulan-bulan sebelumnya. Siapa yang gak pengen?

Sedihnya pas datang bulan tiba. Bukan menyesal jadi wanita tetapi sedih kehilangan kesempatan menambah pahala padahal Ramadhan kan datang hanya setahun sekali. Eits tapi ibadah itu banyak jenisnya. Allah Maha Adil dan tidak membedakan hambaNya yang pria maupun wanita. Masalah ibadah ganjarannya sama, tergantung pada niatnya. Ibadah kan tidak melulu sholat dan membaca Al Quran. Banyak ibadah yang bisa dilakukan saat Ramadhan saat datang bulan. Beberapa amalan berikut contohhya :

1. Menyiapkan menu sahur dan berbuka
Tidak ikut berpuasa tak perlu kecil hati. Allah telah menjanjikan pahala yang sama bagi mereka yang menyiapkan makanan bagi mereka yang berpuasa.
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga"
HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192.

2. Mendengarkan ceramah
Duduk di majelis ilmu itu besar banget pahala dan manfaatnya. Malaikat turut duduk bersama dan mendoakan mereka yang berada di majelis ilmu dengan niat Lillahi ta'ala. Tapi ceramahnya di masjid gimana dong? InsyaAllah kalau duduknya di teras yang jarang dipakai sholat tetapi selalu dibersihkan dan membawa alas jika khawatir mengotori aman-aman saja atau di tempat duduk di sekitar masjid tetapi masih memungkinkan mendengarkan ceramah.

3. Berinfaq dan shodaqoh
Salah satu amalan yang bebas dilakukan siapa saja tak peduli dalam keadaan berhadats atau junub adalah infaq dan shodaqoh. Ikhlas karena Allah dan dapatkan ridhoNya.

4. Berdzikir dan sholawat
Membaca kalimat-kalimat thayyibah dan sholawat sangatlah utama dan boleh dilakukan saat dalam keadaan datang bulan. Perbanyak istighfar agar mendapat kemudahan menjalani Ramadhan ke depan.

5. Membantu yang membutuhkan pertolongan
Sepintas terlihat sepele tetapi tidak ada kebaikan sebiji sawi pun yang tidak dihitung oleh Allah sebagai satu kebaikan. Bahkan menyingkirkan onak, duri, bebatuan dari jalan karena khawatir melukai pengguna jalan lainnya adalah suatu bentuk ibadah.

Selaian amalan tersebut menjawab Adzan dan iqomat tetap boleh dilakukan, memanjatkan doa di antara Adzan dan Iqomah, di hari Jumat dan di jam sahur masih bisa dilakukan. Allah Maha Baik yah. Nah tak perlu sedih lagi meski lagi menstruasi. Masih banyak kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan untuk orang lain dan diri sendiri saat Ramadhan.

Friday, June 26, 2015

Lima Resolusi Mempersiapkan Lebaran Tanpa Tunjangan Hari Raya

        Ramadhan seperti berlari. Langkah kaki masih tertatih eh tiba-tiba waktu sudah bergulir beberapa hari. Lebaran pun dapat dihitung dengan jari. Lebaran tahun 2015 ini genap tiga tahun saya lalui tanpa menerima Tunjangan Hari Raya. Hampir tiga tahun lalu saya mengundurkan diri sebagai karyawan sebuah perusahaan. Saat masih menerima gaji dan THR tiap tahun nyaris tidak pernah kebingungan saat lebaran.

        Mempersiapkan Ramadhan dan Lebaran memerlukan resolusi khusus dengan berbagai alasan. Alasan utamanya adalah Ramadhan dan lebaran adalah momen yang memerlukan dana khusus yang lebih dari biasanya. Dana khusus tersebut sebenarnya bukan untuk membeli baju dan sepatu baru atau mengejar style sesuai tuntuan mode tetapi ada pos-pos besar yang melebihi budget bulanan atau bahkan terjadi secara insidental misalnya memperbesar infaq dan sedekah dan mempersiapkan buka bersama anak yatim saat Ramadhan atau biaya mudik saat lebaran.

       Alasan kedua karena Tahun 2015 adalah tahun penuh kesulitan. Dua tahun lalu meski tak lagi menerima THR saya masih punya cukup tabungan. Pekerjaan saya sebagai freelance writer penulis konten juga memberikan hasil cukup signifikan. Tahun ini tabungan saya terkuras cukup banyak. Simpanan uang saya yang tidak seberapa terpakai untuk banyak hal mulai dari biaya pengobatan suami yang harus dioperasi hingga tergerus biaya hidup ketika suami saya terpaksa jobless berbulan-bulan. Tahun ini suami yang baru mulai bekerja tiga bulan dapat dipastikan tidak menerima THR. Penghasilan saya sebagai penulis konten turun drastis sebab tidak ada peningkatan honorarium dan proyek menulis selama berbulan-bulan sepi orderan. Apalagi bulan ini saya terpaksa mengembalikan sebagian order sebab keterbatasan waktu. Saya ingin menjadikan Ramadhan tahun ini penuh kenangan. Saya memiliki cita-cita menghafalkan Juz 30 selama Ramadhan dan khatam membaca Al Quran minimal 1x khusus saat Ramadhan. Lalu dari mana datangnya supplai dana Ramadhan dan Lebaran? Yuk cari ide dari internetan.
      Salah satu kelebihan dunia digital adalah mudahnya mendapat informasi dan membaca artikel dari berbagai referensi, termasuk artikel tentang pengelolaan finansial. Cermati.com adalah salah satu situs favorit saya mengenai planning finansial. Artikel tersaji dengan gaya bahasa renyah, to the point dan memberikan solusi. Berkat membaca artikel-artikel tentang pengelolaan finansial khususnya saat Ramadhan dan menjelang lebaran saya mampu menyusun #ResolusiLebaran berikut ini : 
1.       Berhemat saat ramadhan
Penyakit lapar mata sering menyerang orang yang sedang berpuasa. Tahun-tahun kemarin suami saya yang hobi makan sering memborong aneka takjil, maklum penghasilan masih lumayan. Tahun ini kami nyaris tidak pernah membeli makanan ringan. Kalaupun membeli cukup yang murah meriah seperti roti tawar, sepuluh ribu bisa untuk tiga hari. Kue kering lebaran pun saya buat sendiri nih. Terimakasih cermati, artikel tips hemat selama puasa sangat membantu saya. 

2.       Menyisihkan sebagian penghasilan untuk lebaran
Saya tak menyangka sebelumnya bahwa penundaan pembagian tabungan sekolah anak bungsu saya dan baru dibagikan di bulan Juli ternyata membawa hikmah. Hikmahnya uang tersebut bisa digunakan untuk biaya mudik saat lebaran. Alhamdulillah biaya sekolah yang semula saya alokasikan dari tabungan ini bisa diangsur beberapa kali. Idenya lagi-lagi datang dari cermati.com tentang mengatur keuangan selama bulan ramadhan. Khawatir kurang disiplin menyisihkan penghasilan untuk lebaran tahun depan, Tabungan Berjangka Mandiri yang diinformasikan cermati.com cukup menarik untuk diterapkan, kebetulan saya salah satu nasabah bank tersebut. Tabungan Berjangka Mandiri membantu nasabah menyisihkan tabungan yang hanya bisa diambil ketika jatuh tempo. Berbeda dengan tabungan pada umumnya yang kalau lagi butuh langsung tarik, tak terasa saldo habis baru deh mata mendelik. Nah Tabungan Berjangka Mandiri "memaksa" menabung tanpa bisa diganggu. Setoran awalnya cukup 100 ribu rupiah demikian pula dengan besarnya setoran bulanan. Tidak terlalu besar untuk nasabah dengan penghasilan tidak tetap seperti saya tetapi karena nominal tersebut diakumulasikan dan hanya bisa cair saat jatuh tempo sesuai kesepakatan terasa benar manfaatnya. 
 3.       Menjual barang yang dibutuhkan saat lebaran
Artikel  peluang bisnis di bulan Ramadhan ini menyumbang ide segar. Mengapa saya tidak menjual barang-barang hasil hadiah yang saya dapatkan saat memenangkan lomba dan kuis beberapa waktu lalu. Saya kurang percaya diri menjual kue kering buatan sendiri tetapi saya punya beberapa panci, PSP dan seperangkat alat pembersih rumah microfiber hadiah kuis beberapa waktu lalu. Masih baru karena saya tidak membutuhkannya. Daripada menjadi pajangan lebih baik dijual untuk membantu keuangan. 
4.       Mencari peluang penghasilan tambahan
Satu pintu tertutup bisa jadi pintu-pintu lain sedang terbuka. Jika saya terpaksa mengembalikan sebagian order menulis konten karena pengerjaannya memakan banyak waktu, masih ada jalan lain sebagai ikhtiar mendapatkan penghasilan. Salah satunya mengikuti lomba menulis dan kuis yang diadakan cermati.com. Baik event #UShareUCare maupun lomba menulis artikel #ResolusiLebaran caranya gak ribet. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Dapat ilmunya, punya cukup waktu luang untuk menghafalkan juz 30 Al Quran sesuai cita-cita dan menang hadiah...harapannya hehehe
5.       Berdoa dan Bersedekah extra
Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Ikhtiar sudah dan langkah terakhir adalah memperbanyak doa, istighfar plus sedekah agar doa terijabah. Meski kondisi keuangan cukup sulit tetapi saya sengaja bersedekah extra dibandingkan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Saya percaya Tuhan tidak akan menutup mata. Rezeki bisa datang dari pintu mana saja dan setidaknya saya sudah mendapatkan keutamaan bersedekah di waktu sempit rezeki saat Ramadhan tiba.

Saya berharap lima #Resolusi lebaran ini membantu mempersiapkan Ramadhan dan Lebaran penuh ceria. Senang sudah berbagi cerita, apa resolusimu sobat dunia maya?

Wednesday, June 24, 2015

Afirmasi atau Sugesti?

Apa beda afirmasi dengan sugesti?
Pernah mengatakan secara terus menerus, meyakinkan diri bahwa suatu cita-cita, keinginan, impian pasti akan terwujud suatu hari nanti? Pernah meyakinkan diri bahwa jika mengkonsumsi obat tertentu atau memeriksakan ke dokter langganan sakit yang diderita akan segera sembuh?

Disitulah mungkin perbedaan afirmasi dan sugesti. 
Afirmasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai penetapan sungguh-sungguh dan mengandung sesuatu yang positif. Afirmasi meyakinkan diri sendiri, self talk dan berusaha meyakinkan diri untuk mencapai sesuatu yang positif seperti misalnya tidak lagi merasakan sakit saat melahirkan, pasti lulus kuliah dalam waktu empat tahun, bisa segera mendapatkan pekerjaan. 

Sugesti bisa dilakukan terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Sugesti bersifat mempengaruhi agar diri sendiri atau orang lain mengikuti apa yang diinginkannya.

Nah, suatu hari saya ..si penggemar rengginang dibuat meneteskan liur karena memposting foto rengginang hadiah Give Away....haaa saya telat ikutan kuisnya padahal rengginang adalah makanan kesukaan saya. Apalagi si pemilik hajatan GA promosi kalau rengginang khas madura itu gurih karena terbuat dari lorjuk dan seafood kecil lainnya.
Hmm saya meng-afirmasi atau mensugesti? diri sendiri, berharap mendapat kesempatan mencicipi rengginang tersebut, entah kapan dan bagaimana cara mendapatkannya.


Tak dinyana dua minggu kemudian suami membawa oleh-oleh rengginang serupa. Terbuat dari beras ketan dengan campuran lorjuk, kerang, bawang putih dan rempah. Huaa senangnya langsung deh digoreng. Rengginang Madura cap Koki ini benar-benar gurih dan renyah. Saya bisa habis lima biji ini sekali ngemil hihihi. Kan bentuknya kecil-kecil seperti mangkuk mungil, pas deh lep sekali gigit, kress renyahnya.



Kok bisa ya nyambung banget oleh-oleh suami degnan keinginan saya. Artinya kalau sungguh-sungguh berharap, Allah pasti kabulkan ya? Sama halnya kalau pas anak sakit saya berharap sangat dia segera sembuh keesokan harinya. Salah satu cara dengan menerapkan tips khusus pas anak lagi panas atau demam tempo hari. Qodarullah, meski sakit panas dan muntah sehariannya tampak parah, alhamdulillah keeseokan harinya langsung sehat.

Inikah afirmasi atau sugesti?

Ah kalau gitu saya ingin mengafirmasi dan mensugesti diri sendiri agar bisa menghafalkan juz 30 di bulan Ramadhan ini dan juga semakin berlimpah rezeki agar bisa meningkatkan infaq dan sedekah di bulan suci. Eaa masa' mengafirmasi diri tentang makanan terus menerus :D

Tuesday, June 23, 2015

Hikmah Di Balik Hadiah

Saat Ramadhan tiba beranda FB ramai dengan tulisan ..."rezeki Ramadhan nih, dapat mention menang dari FP ini" "rezeki Ramadhan nih hadiahnya datang". Postingan-postingan tersebut membuat saya kadang berpikir apakah Ramadhan seharga hadiah-hadiah itu? Apakah yang namanya rezeki itu harus selalu berupa barang, harta, uang? Kalau begitu saya mau mengajukan protes pada Allah nih kok selama Ramadhan belum ada keajaiban rezeki menghampiri hihihi. 

Ah ya saya adalah si pemburu hadiah. Lomba menulis seperti Tips Mengatasi Anak Demam atau Tips Membuat Anak Tidur Nyenyak  yang diadakan FP produk tertentu adalah contoh tulisan yang saya ikut sertakan dalam lomba karena saya benar-benar menggunakan produk nya untuk keperluan anak-anak. Tapi dua-duanya membuat saya puyeng karena yang pertama adalah lomba SEO dan yang kedua butuh instagram yang saya lewati saja S & Knya berhubung tidak punya gadget untuk upload reviewnya hahaha.

Bicara masalah rezeki saat Ramadhan, di awal Ramadhan orderan nulis konten datang tapi saya tidak berjanji kepada yang bersangkutan untuk menyelesaikan tepat waktu atau kuantitasnya tidak sesuai target. Sebabnya waktu saya di bulan Ramadhan banyak tersita untuk hal-hal yang tak bisa saya tulis di sini, intinya saya punya target tertentu demi tak kehilangan momentum Ramadhan yang hanya setahun sekali. "Pasti" dengan  "penolakan halus" ini penghasilan bulanan saya bakal turun. Ditambah dengan ikhtiar saya mengais rezeki dari 100 pertama uploader Hijab Style di salah satu FP ternyata sia-sia karena S & Knya diganti sesuka hati, bukan lagi 100 orang pertama tapi sesuka hati juri xixixixi.

Di saat demikian saya kembali teringat tausyiah ustadz. Nikmat apapun bentuknya jika terdapat berkah atau barokah dari Allah maka akan menambah rasa syukur dan menjadi pendorong seseorang menjadi lebih baik. Harta dinamakan berkah jika keberadaannya menjadi lebih baik, bukan menjadi lebih bertambah. Keluarga barokah jika anggota-anggota keluarganya menjadi lebih baik. Lalu saya terpekur apakah benar saya telah menjadi lebih baik? Apakah hadiah-hadiah yang saya terima telah dibelanjakan di jalan Allah? jangan-jangan di dalam hadiah-hadiah yang saya terima itu tidak ada berkah Allah atau berkurang berkahnya. 

Dalam list hadiah yang seharusnya saya terima masih ada beberapa yang belum tiba tapi saya sudah enggan menanyakannya. Beberapa pernah saya tanyakan seperti hadiah GA Abon Jambrong dari salah satu blogger tapi tak pernah sampai. Dan yang paling membuat merana adalah Hadiah dari FP ABC Ibu Peduli berupa voucher belanja 500 ribu  + produk + gift berupa satu set piranti gelas kristal. Saya bisa tahu hadiahnya karena pemenang lain sudah pada terima dan upload sementara saya dan satu pemenang lain komplain di FP karena tak kunjung menerima hadiah kuis #SquashDelightMoment yang daftar pemenangnya dirilis bulan Februari 2015. Sudah lapor hingga kantor pusat tapi hanya janji yang saya dapatkan. Wow sudah empat bulan, apa kira-kira mo dikirim sebagai hadiah lebaran xixixixi.

Ah mungkin lebih baik saya lupakan saja hadiah-hadiah itu, juga paket dari FP Nivea dari pemenang survey plus hadiah PSP dari FP Taro sebagai pemenang kuis Taro Rangers episode 7.

Tak dinyana dua hadiah yang terakhir, muncul di hari yang sama. Dan sama-sama mengandung hikmah. PSP yang jika dinominalkan mungkin harganya lebih dari satu juta hanya dibungkus tas goodie bag dan plastik pembungkus dari pihak kurir. Di bagian plastik tertulis : makanan, diantar kurir berkendara motor. Sementara paket hadiah survey yang berupa satu paket body lotion dan serum senilai +/- 200 ribu dibungkus dalam kotak besar, diantar kurir bermobil menjelang Maghrib.
Paket Perawatan Kulit - Hadiah Survey Nivea

PSP Hadiah Taro Rangers - Dunia Petualangan Taro


Saya menangkap hikmah dari kisah tentang hadiah-hadiah ini :
1. teringat kembali kalimat bijak : letakkan dunia di tanganmu dan akherat di hatimu maka akan lebih ringan langkahmu. Bungkus yang sederhana dari hadiah bernominal tinggi seolah mengingatkan saya bahwa apa pun yang berada di dalamnya adalah harta dunia belaka, tak perlu mendapatkan perlakuan terlalu istimewa.

2. pemberian kepada orang haruslah sesuatu yang baik dan membuat penerimanya senang. Baik PSP maupun hadiah survey sama-sama membuat saya bahagia. FP Taro sebagai pengirim hadiah PSP tidak terlalu lama mengirimkan hadiah yang berharga ini, hanya sekitar 1 bulan dari pengumuman pemenang. FP Nivea meski tergolong lama mengirimkan hadiah tetapi sangat menghargai konsumen dan pecinta FPnya. Hadiahnya buanyaak banget, ngga ngira kalau ini hadiah dari "sekedar mengisi survey", dikemas degnan rapi, diantar dengan ekspedisi istimewa. Aih padahal seringkali saya memberikan sesuatu pada orang lain itu karena saya tidak butuh benda tersebut meskipun masih baru hasil dari kuis dan lomba.

3. Takdir mengenai rezeki, jodoh dan maut itu harga mati. Kasus 100 uploader pertama di FP yang bagi-bagi voucher busana muslim itu sempat membuat saya takjub. Betapa tidak, dalam hitungan manual, hitungan manusia seharusnya saya menjadi salah satu yang berhak atas hadiah, karena termasuk dalam 100 uploader pertama dan sesuai S & K. Teman-teman yang upload belakangan malah sebagian besar mendapatkan hadiah tersebut. Ternyata kalau bukan "hak" kita sesuai takdir maka hitungan manusia tak berlaku di sini.

Hmmm ....nulis itu mudah ya, prakteknya saya sempat histeris saat Radit mengutak-atik PSP...setengah teriak saya menegurnya "Radiiit, jangan diutak-atik tuh dik, mo Mama jual, ntar adik Mama bagi uang jajan" xixixixi




Monday, June 22, 2015

Lima Tips Mengajarkan Puasa Pada Anak

Alhamdulillah, Ramadhan kali ini Raditya (6 tahun) sudah belajar berpuasa Maghrib dua hari full. Hari pertama dia masih masa pemulihan setelah sakit panas di malam tarawih pertama dan muntah tiada hentinya. Atas seizin Allah dia sembuh dengan cepat karena saya terapkan Tips Bijak Mengatasi Demam Anak. Hari kedua, masih masa penyembuhan belajar puasa setengah hari. Mulai Sabtu 20 Juni dia sudah puasa full hingga Maghrib. Semoga lancar dan sehat berpuasa penuh di sisa Ramadhan.

Kalau melihat Rafif dulu dan Radit sekarang belajar puasa satu hari penuh saya kok jadi malu. Sebab saya mulai belajar puasa pas duduk di kelas tiga SD sedang Rafif dan Raditya di usia 6 - 7 tahun hehehe.

Sekedar berbagi tips mengajarkan anak berpuasa Ramadhan :

1. Beri contoh, bukan instruksi. Selama ini saya biasa menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis dan hari-hari khusus seperti Tasyua dan Asyura, Puasa Arafah dan Puasa Syawal. Selain berharap pahala hal tersebut saya lakukan untuk mempersiapkan diri saya sendiri berpuasa Ramadhan serta memberikan tauladan pada anak-anak. Memang mereka belum terbiasa berpuasa sunnah namun melihat tata cara berpuasa sedikit banyak membantu mereka tidak kaget saat berpuasa Ramadhan.

2. Bertahap. Rafi dan Raditya tidak serta merta berpuasa full sebulan penuh. Usia lima tahun saya membiarkan mereka berpuasa hingga dhuhur dahulu kemudian bebas tak lagi berpuasa. Setengah bulan kemudian lanjut dengan berpuasa dari dhuhur hingga Maghrib. Jadi berbuka dua kali saat Dhuhur dan Maghrib. 

3. mencarikan kesibukan. Bukan hanya anak kecil, orang dewasa yang tidak terbiasa berpuasa sunnah mungkin kaget saat Ramadhan. Badan lemas, lapar, haus di awal-awal Ramadhan. Untuk menghibur anak-anak harus pandai-pandai si Mama mencarikan kesibukan dengan bermain game, mewarnai atau nonton DVD.

4. Jadwal sahur yang teratur. Sebisa mungkin selalu mengakhirkan waktu sahur dengan waktu yang tepat. Jangan sampai kelewatan trus ngga sahur deh, kasihan anak-anak. Biasanya kalau tidak sahur orang dewasa tetap wajib berpuasa nah kalau anak-anak mungkin tidak berpuasa karena memang belum wajib. Tetapi pembelajaran puasanya mulai dari nol lagi dong.

5. Siapkan menu berbuka dan sahur sesuai selera mereka. Orang dewasa sih gak rewel masalah menu. Tapi jangan paksa anak-anak mengikuti kemauan orang tua. Sekali-sekali dengarlah aspirasi mereka ingin berbuka dengan menu selera mereka. Tetapi tetap pantau zat gizi dan harus cukup mengandung air agar tidak dehidrasi.

Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membawa berkah bagi kita semua :) Eia jangan lupa tidurnya orang berpuasa kan ibadah juga. Biarkan anak-anak beristirahat yang cukup terutama siang setelah sholat dhuhur :D

Friday, June 19, 2015

Baygon Liquid Elektrik, Cara Klik Bobo' Cantik

      Kesehatan tak ternilai harganya. Saya pernah menderita DBD stadium III, saat masih kuliah. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk sembuh dan menjalani hidup lebih sehat. Sejak saat itu saya berjanji akan menjaga kualitas kehidupan anak-anak saya kelak.
     Kini saya adalah ibu dari dua orang anak. Saya berusaha semaksimal mungkin menjaga kualitas kehidupan mereka dengan gizi memadai dan kualitas tidur yang cukup. Tidur berkualitas membutuhkan ruang dan kondisi tubuh yang nyaman. Agar tidur nyenyak saya berusaha mengkondisikan suasana nyaman dengan cara:
1. membiasakan anak-anak untuk tidak ngemil di tempat tidur, berwudhu dan minum segelas air putih sebelum tidur
2. Mengurangi pakaian tergantung di gantungan baju di balik pintu. Selain membuat kamar terasa sesak bisa jadi tempat bersembunyi nyamuk
3. Mencegah anak-anak menonton film bertema seram atau memacu adrenalin sebelum tidur karena membuat mood tidur berkurang.
4. Terlalu lelah atau kekenyangan bisa menyebabkan tidur terganggu. Makan malam tiga jam sebelum tidur dan pijatan ringan membuat anak-anak merasa nyaman.
5. Mematikan lampu kamar. Cahaya terang membuat tidur menjadi gelisah. Mematikan lampu saat tidur membantu menciptakan suasana nyaman dan terbukti secara ilmiah menurunkan resiko menderita kanker.
    Kurang tidur bisa membuat anak-anak mengantuk di pagi hari, sulit berkonsentrasi dan mudah terserang penyakit. Tidur berkualitas adalah tidur tanpa gangguan termasuk suara ngiiing ngiiing dan gigitan si penghisap darah. 
Berbagai cara pernah saya coba untuk menghalau nyamuk di rumah:
1. Raket nyamuk membuat saya berkhayal menjadi petenis terkenal. Susahnya harus sering dicharge dan gak kebayang harus berjaga semalaman demi berburu nyamuk.


2. Obat nyamuk bakar. Ngeri melihat tempat bertengger obat nyamuknya. Khawatir terinjak anak-anak secara tidak sengaja pas bangun tidur.

3. Obat nyamuk spray. Ampuh membasmi nyamuk tetapi organ pernapasan Radit, anak bungsu saya sangat sensitif.

Saya berupaya menemukan perlindungan anti nyamuk yang tepat untuk kamar anak. Anak harus bisa tidur nyenyak, terhindar dari suara dan gigitan nyamuk, tidak terganggu asap dan tentu Mamanya tidak repot. Pilihan saya jatuh pada Baygon Liquid Elektrik. 

Saya jatuh cinta pada perlindungan anti nyamuk tanpa asap, tanpa repot ini sejak pandangan pertama. Kini Baygon Liquid Elektrik hadir dengan kemasan baru yang lebih ergonomis. Saya masih menggunakan kemasan lama meski kamar lainnya memakai kemasan baru.

Ada alasan-alasan khusus mengapa saya pilih Baygon Liquid Elektrik Dual Power yaitu:
1. Terbukti efektif melindungi dari nyamuk dalam sekali klik. Klik tutup botol isi ulang ke alat pemanas, hubungkan ke stop kontak.
2.  Efisien. Satu botol liquid yang mengandung praletrin 13,16 g/l cukup untuk pemakaian hingga 45 hari dengan frekuensi pemakaian 8 jam per hari. Hemat kan?

3.  Nyaman. Bagi mereka yang alergi obat nyamuk spray seperti Raditya pengusir nyamuk liquid adalah pilihan paling nyaman. Kamar tidur tanpa nyamuk dan bebas asap plus anti repot
4. Awet. Alat pemanas yang berupa piranti elektronik ini cukup awet. Bisa bertahan hingga 3 tahun sebelum perlu diganti yang baru.
5. Aman. Saya tak perlu khawatir anak-anak terluka oleh tempat bertengger obat nyamuk yang tajam atau keracunan obat nyamuk spray karena dipakai mainan sebab cara pemakaian Baygon Liquid Elektrik sangat aman. Aromanya segar mirip aroma pengharum ruangan.

     Setiap malam memasang Baygon Liquid Elektrik lalu berdoa sebelum tidur menjadi bagian dari rutinitas kami. Senang melihat anak-anak bobo' cantik betapapun lelahnya mereka beraktivitas seharian. Kamar tidur terasa nyaman, tidur tenang bebas gangguan.


Tulisan ini diikutsertakan dalam #TUMBaygonBlogCompetition 

(500 kata)

https://c1.staticflickr.com/9/8850/17804328175_db0ea0b888_o.jpg

Ramadhan, Bulan Keajaiban

"Banyak yang nyetatus Ramadhan, yakin kuat puasa sebulan penuh. Banyak yang ngomongin Ramadhan, yakin puasanya sudah siipp?"

Hahaha hasil ngintip status si sulung Rafi si Emak jadi ngikik sendiri.
Maklum hari pertama puasa buatnya cobaannya besar, menyaksikan dik Radit bebas makan dan minum karena baru sembuh sehingga tidak ikut puasa dulu. Alhamdulillah, benar adanya bahwa janji Allah tak pernah salah. Atas seizinNya Radit bisa sembuh dari mual, muntah dan panas karena tips yang saya terapkan

Ditambah iklan-iklan televisi menyiarkan segarnya sirup, gurihnya ayam crispy siap saji, lezatnya es buah dan es teler dengan topping susu kental manis apalagi setiap bada subuh si Rafi tetap main bola, alasannya untuk mengisi waktu, kalau mampu mencetak goal membuatnya bahagia...tapi pas waktu sudah mulai menginjak dhuhur si Emak harus bersabar mendengar keluhan-keluhannya, seperti : katanya setan-setan dibelenggu di neraka selama puasa tapi sekarang manusia berubah jadi setan, itu buktinya iklan-iklan televisi isinya makanan dan minuman melulu ngahahaha.


Ah Rafi, lihat sisi baiknya dong jika Ramadhan tiba tayangan televisi berubah drastis, muncul sinetron-sinetron religius seperti Para Pencari Tuhan. Di Bawah Lindungan Abah pun lumayan. Makin banyak wanita berbusana tertutup dilengkapi hijab dan kerudung (haaa sempat mesam-mesem melihat gallery fanpage produk pewangi ternama yang sedang mengadakan kuis Hijab Style, seneng liat mbak dan ibu cantik bersemangat mengupload gaya berhijab mudah-mudahan istiqomah ya, bukan karena kuis saja xixixixi), masjid-masjid ramai saat sholat lima waktu terutama subuh dan isya' sampai-sampai mereka yang biasanya sholat di masjid meski bukan Ramadhan gak kebagian shaf terdepan dan nyengir belakangan. 

Ramadhan memang bulan keajaiban hanya Ramadhan yang mampu menyulap orang menjadi lebih taat meski hanya Allah Yang Maha Mengetahui niat namun melihat ketaatan-ketaatan beruntun hati pun turut senang. Ngaji, bertilawah bergiliran di beberapa tempat mungkin hanya ada di Ramadhan. Bahkan anak-anak yatim pastilah bahagia ketika Ramadhan tiba. Suami saya cerita bahwa HRD di kantornya bingung mencari panti asuhan yang bisa berbuka bersama sebab jadwalnya penuh, banyak diajak berbuka para donatur di luar sana. 

Ramadhan, bulan keajaiban semoga membawa kebaikan sepanjang kehidupan. Sebab hal paling sulit di dunia ini adalah istiqomah dalam beribadah. Padahal amalan yang paling disukai Allah adalah amalan yang meski sedikit tetapi dilakukan secara istiqomah.
Ah Ramadhan In Love benar adanya :)


Thursday, June 18, 2015

Tips Mengatasi Anak Muntah

(Catatan Tarawih Pertama Ramadhan 1436 H)

#Di situ kadang saya merasa sedih. Kalimat ini pernah ngehits beberapa waktu lalu. Ngga dinyana ternyata ungkapan itu pas buat saya saat ini. Tarawih pertama terpaksa harus saya lakukan secara munfarid sendiri di rumah, ditambah saat belum tuntas rokaat witir saya kembali mendengar Raditya muntah di kamar mandi.

Penyakit selalu datang tiba-tiba. Padahal siangnya si Radit (6 tahun) masih menemani saya sholat dhuhur berjamaah di masjid Al Ukhuwwah. Eh beberapa menit usai makan siang kok tiba-tiba dia mengeluh pusing, badannya terasa panas. Tak lama dia pun muntah. Wah saya langsung mikir sepertinya nanti malam tidak bisa tarawih di masjid. 

Muntah sebenarnya reaksi alami tubuh terhadap benda asing atau perubahan tiba-tiba pada tubuh. Muntah bertujuan untuk mengeluarkan gangguan dari dalam tubuh. Meski begitu tetap harus dilakukan langkah-langkah tertentu agar muntah tidak menjadi gangguan lebih serius. Muntah mungkin saja merupakan gejala dari penyakit lanjutan.

Raditya sering sekali mengalami muntah dan panas tinggi secara tiba-tiba tanpa ada gejala sebelumnya. Dan kalau muntah hampir tidak ada jeda. Setiap kali minum atau makan sesuatu meski sedikit beberapa saat kemudian dia akan kembali muntah. Pernah karena sangat khawatir saya membawanya ke dokter. Dokter hanya berkata bahwa itu terjadi karena pencernaannnya terganggu. Obat anti mual yang diberikan dokter saat itu tidak tiba-tiba menghentikan mual dan muntahnya.

Di kesempatan berikutnya setiap Radit muntah saya berusaha tidak terlalu cemas dan biasa melakukan tips berikut:
1. Memberikannya seduhan madu dengan air hangat
Muntah dapat menyebabkan dehidrasi. agar tidak terjadi dehidrasi saya memberikan madu yang diseduh degnan air hangat. Meski ia masih terus muntah tetapi kondisi tubuhnya insyaAllah terhindar dari dehidrasi yang bisa sangat berbahaya. Terbukti meski masih muntah ia masih bisa berjalan sendiri ke kamar mandi. Masih cukup ceria dan banyak bicara meski sementara tidak bermain ke luar rumah. Mengapa saya memilih madu yang diseduh? Sebab saya yakin pada firman Allah dalam Al Quran  surat An Nahl 69 bahwa di dalam madu terdapat zat-zat yang baik dan manjur melawan penyakit.

Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan.” 
(QS An-Nahl : 69)

2. Memilih pakaian longgar
Pakaian kesempitan atau press badan bisa menyebabkan anak yang mual dan muntah makin tersiksa. Pilih pakaian dari jenis kaos yang nyaman dikenakan.
3. Mengajaknya melantunkan kalimat-kalimat thayyibah terutama istighfar
Sejak kecil saya harus terbiasa mengajarkan kebaikan. Dari pandangan Islam sakit adalah salah satu penggugur dosa. Tapi anak umur 6 tahun, belum akil baligh apa bisa disebut sudah banyak dosa? Tetapi saya mengajarkannya untuk banyak beristighfar dengan harapan dia mengingatnya hingga ia akil baligh dan tumbuh dewasa bahwa sakit bukan berarti Allah marah dan menghukum. Sakit membuat kita lebih menghargai waktu saat kita sehat. Sakit akan membuat kita lebih dekat kepada Allah jika bertaubat dan banyak melantunkan kalimat thayyibah.
4. Pengobatan ala aromatherapy.
Pengobatan jenis ini mungkin masih diperdebatkan. Namun bau tak sedap bisa membuat sakit mual dan muntah semakin parah. Saya berusaha membersihkan badan Radit dengan cara diseka air dengan sabun agar tubuhnya tetap beraroma segar. Saya juga membubuhkan minyak angin dalam kemasan praktis dengan aroma segar di bagian punggung, perut dan telapak kaki. Pijat ringan juga perlu dilakukan agar aliran darah semakin lancar. Di bagian telapak kaki terdapat syaraf-syaraf yang terhubung langsung dengan organ pencernaan dan bagian-bagian otak. Seperti ilmu akupunktur saya berusaha memijat bagian-bagian tertentu di telapak kakinya untuk mengurangi keluhan mual dan muntahnya.
5. Memberikan makanan lembut
Ketika mengalami sakit mual dan muntah dengan jeda lama kondisi lambung dan usus agak terganggu. Hindari memberikan makanan keras. Saya biasa memberikannya roti atau biskuit yang lembut sebab Radit tidak suka bubur. Sebaiknya hindari dulu makanan pedas, kecut, asam yang merangsang asam lambung untuk beberapa waktu.

Bagaimanapun Allah Maha Segalanya. Doa tetaplah menjadi sesuatu yang ampuh. Semoga Allah berkenan menyembuhkan Radit segera agar kami bisa kembali sholat fardhu berjamaah di masjid dan tarawih di Al Ukhuwwah. Rindu tarawih di masjid Al Ukhuwwah sebab seperti tahun-tahun lalu, usai sholat Isya' sebelum tarawih imam sholat akan memberikan tausyiah yang menambah ketaqwaan pada Allah.


Wednesday, June 17, 2015

Ramadhan, Momentum Kemanusiaan

Menulis di penghujung Sya'ban menimbulkan haru mengingat keesokan hari adalah Ramadhan. Ramadhan adalah bulan penuh kenangan. Hampir semua orang punya momen istimewa Ramadhan yang tak terlupakan. Tetapi paling terasa biasanya adalah kenangan akan sosok tercinta yang telah pergi menghadap Tuhan. Ramadhan merupakan bulan penuh keistimewaan sebab waktu berbuka dan makan sahur mempertemukan anggota keluarga yang seringkali tak punya kesempatan bersua dan berbagi cerita.

Ramadhan adalah momentum kemanusiaan. Kehadiran Ramadhan mengingatkan kembali pentingnya menghargai sesama. Betapa tidak, Ramadhan adalah bulan penuh pahala. Infaq dan sedekah dilakukan berlomba-lomba, teringat kembali kepada mereka yang papa. Tadarus bersama menguatkan kembali tali ukhuwwah. Mukmin sejati pasti tak ingin ketinggalan berlomba berbuat kebaikan ketika Ramadhan.

Kali ini saya ingin menuliskan kembali tausyiah seorang ustadz yang saya peroleh dari sahabat maya saya mbak Murti Yuliastuti, bahwa menjadi mukmin sejati adalah mereka yang mencintai Allah dan RasulNya, berusaha menjadi mukmin yang dirindukan surga. Siapakah mereka yang dirindukan surga?  adalah mereka yang berciri khas seperti mukmin dalam tafsir QS Al Mukminun ayat 1-11. Menariknya 10 ciri mukmin yang dirindukan tersebut mengingatkan kembali akan momentum kemanusiaan saat Ramadhan. Ketika Ramadhan tiba mereka yang paham akan keistimewaannya tentu tak ingin menyia-nyiakan. Otomatis ingin menjadi manusia yang lebih baik sekaligus memperlakukan manusia lain dengan lebih baik.

Gambarnya cakep yah. Lebih cakep lagi jika kita benar-benar bisa menjadi manusia yang dirindukan surga. Apakah sebagai orang/pegawai yang jujur, pemimpin yang adil, orang berilmu yang membagikan ilmunya, orang kaya yang dermawan, orang miskin yang sabar, orang kuat yang melindungi orang lemah, anak yang berbakti kepada orang tua dan gurunya, istri yang taat kepada suaminya, suami yang bertanggung jawab dan orang yang mencintai masjid, senang berpuasa serta membaca Al Quran.

Subhanallah betapa orang yang dirindukan surga itu ternyata adalah manusia yang memanusiakan orang lain. 9 dari 10 ciri tersebut merupakan ibadah yang berkaitan dengan sesama manusia. Kecuali di no.10 merupakan ibadah yang langsung berkaitan dengan Allah. 

Maka jika amalan dan ibadah sebagai orang yang dirindu surga belum maksimal, kini saatnya memaksimalkannya. Mumpung Ramadhan, nilai pahalanya berlipat-lipat, semoga kita mampu menjadi hambaNya yang taat. Berharap istiqomah hingga ajal menjemput di suatu saat.


Tuesday, June 16, 2015

Menabung Dahulu Di Depan Menangguk Untung Kemudian


Apa arti menabung bagimu? Orang bilang menabung itu kebutuhan, sebagian menganggap menabung itu life style, tak sedikit pula yang berpendapat bahwa menabung itu investasi. Buat saya sendiri menabung itu kewajiban dan telah menjadi sebuah kebutuhan. Menabung telah menjadi bagian dari kisah hidup saya.

Kalaulah ada kata pepatah : Berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian ingin rasanya saya menambahkannya dengan pepatah modifikasi : Beririt-irit dahulu bertenang-tenang kemudian.
Saya terbiasa menabung sejak usia masih kanak-kanak hingga kini menjadi ibu dari dua anak. Berharap kebiasaan ini bisa ditiru anak-anak saya juga.

Alasan Pentingnya Menabung.
Mengapa sih harus susah-susah menabung? Setiap orang memiliki alasan spesifik. Bagi saya pribadi menabung memiliki banyak manfaat yaitu :
1. Membiasakan hidup disiplin. 
Jika menabung telah menjadi bagian dari hidup sama halnya dengan mengajarkan kedispilinan pada diri sendiri seperti disiplin jam tidur dan waktu makan. Saat menabung telah menjadi kebiasaan maka akan terasa sesuatu yang kurang ketika tidak menyisihkan uang untuk ditabung.
2. Membantu merencanakan masa depan. 
Manusia berencana Tuhan menentukan. Sebagai umat beriman kita diwajibkan beriman kepada takdir. Tetapi Tuhan juga mewajibkan umatNya untuk berusaha tidak hanya diam dan giat berdoa. Menabung adalah salah satu bentuk usaha untuk merencanakan masa depan. Menabung membantu mengalokasikan dana untuk mewujudkan cita-cita seperti menyiapkan dana pendidikan anak, modal usaha, tabungan hari tua dan banyak lagi harapan lainnya.
3. Antisipasi keperluan tak terduga
Tabungan membantu kita menyiapkan dana untuk keperluan tak terduga. Salah satu keunggulan tabungan dibandingkan instrumen investasi lain adalah sifatnya yang fleksibel. Tabungan yang disimpan di rumah atau rekening umum di bank bisa diambil sewaktu-waktu ketika dibutuhkan secara mendadak.

Tips Menabung Ala Saya
Menabung itu susah? Buat saya justru jika tidak menabung bisa susah. Besarnya penghasilan saya sebagai freelance writer tidak tetap setiap bulan. Selain itu saya juga harus mengelola keuangan rumah tangga yang sebagian bersumber dari gaji suami. Tips menabung saya tidak terlalu susah untuk diterapkan hanya butuh tekad kuat.

Agar bisa menabung setiap bulan saya melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Menabung bukan hanya dari uang sisa belanja
Saya termasuk penganut paham menabung " di depan" lalu menangguk untung kemudian. Tabungan ini saya sisihkan dari uang belanja dari gaji suami. Menabung bergantung pada sisa uang setiap bulan lebih beresiko sebab tidak setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan nafsu berbelanja. Bisa saja lapar mata, membeli barang-barang yang kurang bermanfaat karena masih tersedia lembaran-lembaran rupiah di dalam dompetnya.
2. Menyusun daftar prioritas
Agar bisa menyisihkan uang sebelum dialokasikan untuk keperluan sebulan saya biasa menyusun daftar prioritas. Setiap pos-pos alokasi ditentukan berdasarkan rata-rata pengeluaran setiap bulan. Sisa uang yang tidak masuk dalam pos adalah tabungan yang harus segera disisihkan. 

3. Menabung dalam berbagai bentuk
Saya memiliki beberapa jenis tabungan. Pertama tabungan dalam bentuk rekening bank biasa. Rekening bank ini merupakan rekening untuk menerima komisi menulis dan hadiah-hadiah kuis sebagai pendapatan pribadi. Kedua, Tabungan Impian yang berfungsi mirip deposito atau tabungan berjangka, besarnya setoran bulanan diambil langsung dari rekening bank induk dan hanya bisa diambil saat jatuh tempo. Ketiga, tabungan dari keuntungan bisnis PPOB (Payment Point Online Bank yang melayani penjualan pulsa, pembayaran listrik dan tagihan-tagihan sejenisnya) dan keempat tabungan dari sebagian penghasilan suami. 
4. Rajin mencari penghasilan tambahan
Penghasilan tak tentu besarnya bagaimana bisa menabung? Jangan jadikan tantangan sebagai hambatan yang tak bisa diatasi. Selama ini penghasilan saya sebagai penulis part time konten website juga tak dapat diprediksi. Untuk mensiasati agar tetap bisa menabung saya rajin berupaya mencari penghasilan tambahan dengan mengikuti aneka kuis dan lomba menulis atau kontes foto. Kalau pas ketiban rezeki bisa menang pulsa, voucher belanja, kadang uang tunai. Walhasil pengeluaran untuk belanja bulanan dan biaya komunikasi termasuk pulsa internet untuk kerja menulis dan bisnis PPOB tercover dari hadiah kuis. Lumayan bisa menekan pengeluaran dan menambah tabungan.
5. Cermat memilih rekening tabungan bank
Masalah memilih rekening bank harus benar-benar cermat deh. Sudah bukan rahasia jika bea-bea di bank semakin besar plus masih ditambah pajak. Intinya jika tabungan di bawah 20 juta rupiah bisa saja saldonya tergerus biaya admin bulanan dan pajak sebab tidak sebanding dengan bunga yang diberikan. Dengan alasan ini saya memilih menabung di bank syariah yang biaya admin bulanannya sangat ringan. Beberapa bank konvensional juga menerapkan setoran awal dan biaya admin ringan. Tinggal pandai-pandai sang nasabah memilih jenis tabungan sesuai kebutuhan.
6. Meminimalisir pengeluaran.
Sebenarnya banyak pos pengeluaran yang bisa ditekan asal ada kemauan. Dahulus saat saya masih bekerja kantoran saya terbiasa membawa bekal dari rumah sehingga tidak keluar uang makan siang. Transportasi pun bisa nebeng pak Boss yang menggunakan mobil dinas. Saya tidak setiap tahun membeli tas, baju dan sepatu. Biasanya saya membeli keperluan pribadi jika barangnya telah aus. Kini saat menjadi ibu rumahan 24 jam penghematan saya alihkan pada penggunaan listrik dan PDAM. Membatasi nonton TV dan menggunakan mesin cuci, memilih mencuci secara manual, menampung air wudhu untuk menyiram tanaman adalah langkah-langkah saya menekan tagihan listrik dan air.

Apa yang Saya Wujudkan dari Kebiasaan Menabung
Alhamdulillah kebiasaan saya menabung membuahkan banyak hal positif. Dari menabung saya bisa memiliki rumah pribadi yang saya tempati saat ini. Sebelum bekerja part time seperti sekarang saya pernah bekerja kantoran selama sepuluh tahun. Rumah kami adalah hasil dari menyisihkan sebagian besar gaji saya. Tiket pesawat yang dibeli secara mendadak ketika mertua meninggal berasal dari tabungan yang saya simpan di rumah. Uang sekolah untuk anak kedua saya yang baru masuk Madrasah Ibtidaiyah bersumber dari tabungan sekolah. Biaya pendaftaran masuk pesantren untuk si sulung telah saya rencanakan memanfaatkan Tabungan Impian (tabungan berjangka). 

Menabung terbukti membawa dampak positif baik secara finansial maupun membentuk pribadi yang disiplin. Oleh karena itu saya mengajarkan anak-anak untuk rajin menabung sejak usia dini. Kini mereka terbiasa menyimpan sebagian uang saku atau uang angpau lebaran. Tas sekolah, sepatu, sandal, mainan, buku-buku pelajaran adalah hasil dari kedisplinan mereka menyisihkan uang saku.

Menabung banyak sekali manfaatnya, sayang jika tidak disegerakan. Tak ada kata terlambat, menabunglah mulai sekarang kelak akan datang saat bersenang-senang.


Monday, June 15, 2015

Tekan (021) 1.500.677 Menu Lezat Siap Tersaji Berkat Bakmi GM Delivery

Berwisata telah menjadi salah satu kebutuhan manusia masa kini. Namun wisata tidak hanya tentang piknik di alam bebas. Wisata kuliner adalah salah satu cara me-refresh pikiran penat karena kesibukan sehari-hari. Jika diadakan survey tentang makanan yang mendunia dengan berbagai macam nama mungkin bakmie adalah jawabannya, makanan dari adonan tepung berbentuk panjang dalam berbagai ukuran ini bisa ditemui hampir di semua negara dengan nama berbeda-beda. Di Jepang dikenal dengan nama udon, di Italia orang menyebutnya spaghetti, masyarakat Korea mengenalnya sebagai ramen. Di Indonesia biasa dikenal sebagai bakmie.

Mendengar kata bakmie pikiran langsung melayang pada sajian mie hangat, asap mengepul, berkuah segar, aromanya sedap dan menggugah selera makan. Apalagi bakmi khas Indonesia itu biasanya bertabur suwiran daging ayam atau sapi berbumbu dilengkapi bawang goreng renyah. Menu bakmi sangat populer di Indonesia sebab nilai gizinya cukup komplit dan rasanya sesuai selera orang Indonesia. Alasan lain adalah kelengkapan nutrisi yang tersaji dalam satu porsi bakmie. Sebagai sajian hasil olahan tepung bakmi mengandung karbohidrat, lauk yang melengkapinya adalah sumber lemak dan protein, sayuran pelengkap baik sebagai garnish maupun diolah dalam sajian bakmie adalah sumber vitamin dan mineral .

Begitu populernya sajian mengundang selera ini hingga bisa ditemui di kaki lima hingga resto-resto yang asyik buat kongkow. Resto bakmi paling tenar di Indonesia adalah Bakmi GM. Resto bakmi yang berdiri tahun 1959 ini mempunyai puluhan outlet tersebar di Jakarta, Tangerang Banten, Depok dan Bekasi Jawa Barat. Berpengalaman lebih dari 50 tahun di industri restoran Bakmi GM memiliki banyak keunggulan sebagai daya tarik bagi para pecinta kuliner. Antara lain cabangnya yang tersebar di lokasi strategis, pilihan menu hingga lima puluh varian dan harganya terjangkau bagi berbagai kalangan. Terdapat lima jenis pilihan menu utama yaitu Noodle Menu, Rice Menu, Others, Beverage dan Side Dish. Pilihan menu ini disesuaikan selera konsumen. Menu-menu andalan Bakmi GM antara lain Bakmi Special GM Bakso, Bakmi Special GM Pangsit Rebus, Bakmi Special GM Pangsit Goreng, Bakmi Ayam Saus Thai. Ingin coba Rice menu? ada pilihan Nasi Ayam GM Pangsit Rebus, Nasi Ayam GM Saus Thai hingga nasi goreng khas Bakmi GM. Bosan dengan varian rice dan noodles bisa mencicipi cap cay, ayam cah jamur, brokoli sapi lada hitam sebagai pilihan menu Others. 

Bakmi Special GM

Bakmi Ayam Saus Thai

Cap Cay

Sajian lezat ini makin mantap jika bersanding menu Beverage segar seperti Lemonade Blush, Fruit Punch, Ice Green Tea dan Iced Coffee Jelly andalan Bakmi GM.

Fruit Punch

Iced Coffee Jelly

Nah kalau hanya ingin makanan selingan, cemilan pilihan menu Side Dish ini cocok banget buat lidah orang Indonesia. Tinggal pilih makanan selingan berkuah seperti bakso kuah , tahu bakso dan pangsit kuah atau cemilan ringan tanpa kuah sejenis siomay ayam goreng dan pangsit goreng.

Tahu Bakso

Pangsit Goreng

Ingin menikmati menu andalan Bakmi GM tapi khawatir terjebak macet? Nggak perlu khawatir, mengapa tidak memanfaatkan fasilitas BAKMI GM DELIVERY? Eh sudah pada tau belum kalau call centre Bakmi GM Delivery Order mengalami perubahan, bukan lagi 56 55 007. Catat baik-baik ya nomor Call Center terbarunya adalah (021) 1.500.677 lebih mudah diingat kan? Macet, hujan, cuaca gerah, kesibukan bukan hambatan menikmati sajian lezat ala Bakmi GM. Apalagi Ramadhan sudah menanti, fasilitas Delivery Order ini sangat membantu pelanggan yang enggan meninggalkan rumah. Enak banget kan menikmati menu berbuka atau santap malam ala Bakmi GM, tinggal telpon (021) 1.500.677 nggak pakai acara keluar rumah, bisa santai atau tadarusan, nggak pakai antri isi BBM kendaraan eh makanan lezat siap tersaji di meja makan.

Wednesday, June 10, 2015

Produk Keuangan Syariah Impianku

Apa sih beda bank syariah dan bank konvensional? Tanya seorang teman yang heran mengetahui saya memiliki tabungan dan produk keuangan syariah. Dilihat sepintas memang tidak ada perbedaan antara keduanya. Tata cara pembukaan rekeningnya pun sama. Namun jika dikaji lebih jauh Bank Syariah memiliki landasan hukum syariah atau sesuatu kajian agama Islam. Prinsip dasar syariah adalah prinsip hukum Islam yang diaplikasikan ke dalam kegiatan perbankan di bawah pengawasan Dewan Syariah Nasional (Majelis Ulama Indonesia). Perbankan Syariah harus memenuhi ketentuan syariah sesuai Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 pasal 1 angka 12 yaitu prinsip syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah, menguntungkan, strategis dan harmonis. Intinya perbankan syariah tersebut tidak bersentuhan dengan riba. Atas dasar kenyamanan dari segi keyakinan itu maka saya memilih produk perbankan syariah.
Sejujurnya ketertarikan saya terhadap produk keuangan syariah awalnya dipicu oleh hobi saya mengikuti kuis. Kok bisa? Haa ya saat itu akun twitter BRI Syariah mengadakan kuis tentang Tabungan Impian. Kuisnya simple, mengupload twitpic bertema cita-cita yang hendak diraih dengan Tabungan Impian BRIS. Syarat utamanya tentu memiliki Tabungan Impian. Tabungan Impian versi BRIS ini mirip dengan produk tabungan pendidikan bank konvensional, setiap bulan nominal tertentu diambil dari tabungan induk yaitu Tabungan FAEDAH dan otomatis masuk ke dalam rekening Tabungan Impian. Uang yang tersimpan tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo. Saya pilih jatuh tempo tiga tahun dengan setoran seratus ribu rupiah per bulan.
Segera sesudah memiliki Tabungan Impian di tangan langsung deh dilakukan pemotretan ala artis lokal ciee. Sesuai tema kuis saya mendapat ide ingin berwiraswasta memiliki kolam penangkaran ikan lele seperti milik teman. Alhamdulillah dalam kuis tersebut saya berhasil menjadi salah satu pemenang dan berhak atas hadiah uang sejumlah 500 ribu rupiah. Senang dong, dapat cash money dan punya tabungan baru.

Bermula dari sekedar mengikuti kuis ternyata saya tertarik dengan produk keuangan syariah ini. Bisa dikatakan Aku cinta keuangan syariah mengapa? Berikut ini alasan saya:
1.  Tidak ada biaya abonemen bulanan dan pajak yang mencekik. Selain produk bank syariah saya juga memiliki rekening bank konvensional yang dahulu digunakan sebagai rekening masuknya gaji bulanan. Ampuuun besarnya biaya-biaya dan pajak yang dibebankan setiap bulan jauh dari bunga yang diberikan. Sekarang saat saya sudah tak lagi bekerja dan menerima gaji jadi terasa sekali.
2.   Setoran awal yang ringan. Bank-bank syariah cukup ramah soal setoran awal, cukup lima puluh ribu rupiah sudah bisa buka rekening baru.
3.   Suasana kantor dan pelayanan yang ramah. Senangnya setiap berkunjung ke bank syariah seolah sedang memasuki rumah. Di pintu disambut satpam dengan ucapan assalamualaikum sambil tersenyum. Di dalam kantor disediakan koran, televisi, air mineral gelas gratis dan permen. Anak saya nggak BT meski kadang harus menunggu lama.

4.   Produknya tak kalah dengan bank konvensional. Memiliki Tabungan Impian BRIS membuat saya memiliki tabungan untuk keperluan tak terduga. Biasanya tabungan di rekening umum mudah saja diambil jika ada keperluan mendesak, akibatnya saya tidak punya cukup simpanan untuk keperluan masa depan. Tabungan Impian mendorong saya mewujudkan impian yaitu mempersiapkan dana pendidikan. Tabungan Impian secara tak langsung membantu menyiapkan dana untuk anak sulung saya masuk pesantren tahun depan, insyaALLAH.

Meski demikian saya mencatat beberapa kekurangan produk syariah yaitu:
1.   Pelayanan yang sering offline. Saya kurang paham apakah kerusakan sistem seperti server down juga sering terjadi di perbankan konvensional sebab di bank syariah beberapa kali saya harus menunggu beberapa lama agar layanan kembali on line
2.   Keberadaan ATM yang kurang memadai. Salah satu tantangan bank syariah adalah memperluas jaringan agar nasabah juga lebih mudah bertransaksi via ATM. Bisa sih mengambil uang atau bertransaksi di ATM Prima dan ATM Bersama tetapi beayanya cukup besar juga.
3.   Sudah tak gratis lagi. Sayang banget nih. Salah satu alasan saya memilih BRI Syariah dahulu karena di BRIS tidak ada biaya-biaya yang mencekik. Kini terhitung 13 Mei 2015 BRIS mulai mengenakan biaya abonemen dan biaya mengambil uang di ATM BRI (padahal dulunya gratis).


Harapan saya ke depan Perbankan Syariah bisa lebih berkembang, pelayanan diperbaiki dan inginnya gratis lagi. Saya menyimpan uang di rekening bank syariah tidak berharap bunga tetapi lebih pada alasan keamanan rasanya kok kurang sreg dengan biaya-biaya yang dibebankan, maklum ekonomi saya tergolong pas-pasan dengan penghasilan freelancer. Saya jadi khawatir dengan pendapatan saya yang tak tentu setiap bulan bisa-bisa simpanan malah semakin berkurang akibat biaya yang dibebankan. Jadi, syair lagu anak-anak zaman dulu “bang bing yuk kita nabung…jangan diitung tau-tau dapat untung” sudah tidak relevan lagi.