Google+ Followers

Tuesday, June 16, 2015

Menabung Dahulu Di Depan Menangguk Untung Kemudian


Apa arti menabung bagimu? Orang bilang menabung itu kebutuhan, sebagian menganggap menabung itu life style, tak sedikit pula yang berpendapat bahwa menabung itu investasi. Buat saya sendiri menabung itu kewajiban dan telah menjadi sebuah kebutuhan. Menabung telah menjadi bagian dari kisah hidup saya.

Kalaulah ada kata pepatah : Berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian ingin rasanya saya menambahkannya dengan pepatah modifikasi : Beririt-irit dahulu bertenang-tenang kemudian.
Saya terbiasa menabung sejak usia masih kanak-kanak hingga kini menjadi ibu dari dua anak. Berharap kebiasaan ini bisa ditiru anak-anak saya juga.

Alasan Pentingnya Menabung.
Mengapa sih harus susah-susah menabung? Setiap orang memiliki alasan spesifik. Bagi saya pribadi menabung memiliki banyak manfaat yaitu :
1. Membiasakan hidup disiplin. 
Jika menabung telah menjadi bagian dari hidup sama halnya dengan mengajarkan kedispilinan pada diri sendiri seperti disiplin jam tidur dan waktu makan. Saat menabung telah menjadi kebiasaan maka akan terasa sesuatu yang kurang ketika tidak menyisihkan uang untuk ditabung.
2. Membantu merencanakan masa depan. 
Manusia berencana Tuhan menentukan. Sebagai umat beriman kita diwajibkan beriman kepada takdir. Tetapi Tuhan juga mewajibkan umatNya untuk berusaha tidak hanya diam dan giat berdoa. Menabung adalah salah satu bentuk usaha untuk merencanakan masa depan. Menabung membantu mengalokasikan dana untuk mewujudkan cita-cita seperti menyiapkan dana pendidikan anak, modal usaha, tabungan hari tua dan banyak lagi harapan lainnya.
3. Antisipasi keperluan tak terduga
Tabungan membantu kita menyiapkan dana untuk keperluan tak terduga. Salah satu keunggulan tabungan dibandingkan instrumen investasi lain adalah sifatnya yang fleksibel. Tabungan yang disimpan di rumah atau rekening umum di bank bisa diambil sewaktu-waktu ketika dibutuhkan secara mendadak.

Tips Menabung Ala Saya
Menabung itu susah? Buat saya justru jika tidak menabung bisa susah. Besarnya penghasilan saya sebagai freelance writer tidak tetap setiap bulan. Selain itu saya juga harus mengelola keuangan rumah tangga yang sebagian bersumber dari gaji suami. Tips menabung saya tidak terlalu susah untuk diterapkan hanya butuh tekad kuat.

Agar bisa menabung setiap bulan saya melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Menabung bukan hanya dari uang sisa belanja
Saya termasuk penganut paham menabung " di depan" lalu menangguk untung kemudian. Tabungan ini saya sisihkan dari uang belanja dari gaji suami. Menabung bergantung pada sisa uang setiap bulan lebih beresiko sebab tidak setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan nafsu berbelanja. Bisa saja lapar mata, membeli barang-barang yang kurang bermanfaat karena masih tersedia lembaran-lembaran rupiah di dalam dompetnya.
2. Menyusun daftar prioritas
Agar bisa menyisihkan uang sebelum dialokasikan untuk keperluan sebulan saya biasa menyusun daftar prioritas. Setiap pos-pos alokasi ditentukan berdasarkan rata-rata pengeluaran setiap bulan. Sisa uang yang tidak masuk dalam pos adalah tabungan yang harus segera disisihkan. 

3. Menabung dalam berbagai bentuk
Saya memiliki beberapa jenis tabungan. Pertama tabungan dalam bentuk rekening bank biasa. Rekening bank ini merupakan rekening untuk menerima komisi menulis dan hadiah-hadiah kuis sebagai pendapatan pribadi. Kedua, Tabungan Impian yang berfungsi mirip deposito atau tabungan berjangka, besarnya setoran bulanan diambil langsung dari rekening bank induk dan hanya bisa diambil saat jatuh tempo. Ketiga, tabungan dari keuntungan bisnis PPOB (Payment Point Online Bank yang melayani penjualan pulsa, pembayaran listrik dan tagihan-tagihan sejenisnya) dan keempat tabungan dari sebagian penghasilan suami. 
4. Rajin mencari penghasilan tambahan
Penghasilan tak tentu besarnya bagaimana bisa menabung? Jangan jadikan tantangan sebagai hambatan yang tak bisa diatasi. Selama ini penghasilan saya sebagai penulis part time konten website juga tak dapat diprediksi. Untuk mensiasati agar tetap bisa menabung saya rajin berupaya mencari penghasilan tambahan dengan mengikuti aneka kuis dan lomba menulis atau kontes foto. Kalau pas ketiban rezeki bisa menang pulsa, voucher belanja, kadang uang tunai. Walhasil pengeluaran untuk belanja bulanan dan biaya komunikasi termasuk pulsa internet untuk kerja menulis dan bisnis PPOB tercover dari hadiah kuis. Lumayan bisa menekan pengeluaran dan menambah tabungan.
5. Cermat memilih rekening tabungan bank
Masalah memilih rekening bank harus benar-benar cermat deh. Sudah bukan rahasia jika bea-bea di bank semakin besar plus masih ditambah pajak. Intinya jika tabungan di bawah 20 juta rupiah bisa saja saldonya tergerus biaya admin bulanan dan pajak sebab tidak sebanding dengan bunga yang diberikan. Dengan alasan ini saya memilih menabung di bank syariah yang biaya admin bulanannya sangat ringan. Beberapa bank konvensional juga menerapkan setoran awal dan biaya admin ringan. Tinggal pandai-pandai sang nasabah memilih jenis tabungan sesuai kebutuhan.
6. Meminimalisir pengeluaran.
Sebenarnya banyak pos pengeluaran yang bisa ditekan asal ada kemauan. Dahulus saat saya masih bekerja kantoran saya terbiasa membawa bekal dari rumah sehingga tidak keluar uang makan siang. Transportasi pun bisa nebeng pak Boss yang menggunakan mobil dinas. Saya tidak setiap tahun membeli tas, baju dan sepatu. Biasanya saya membeli keperluan pribadi jika barangnya telah aus. Kini saat menjadi ibu rumahan 24 jam penghematan saya alihkan pada penggunaan listrik dan PDAM. Membatasi nonton TV dan menggunakan mesin cuci, memilih mencuci secara manual, menampung air wudhu untuk menyiram tanaman adalah langkah-langkah saya menekan tagihan listrik dan air.

Apa yang Saya Wujudkan dari Kebiasaan Menabung
Alhamdulillah kebiasaan saya menabung membuahkan banyak hal positif. Dari menabung saya bisa memiliki rumah pribadi yang saya tempati saat ini. Sebelum bekerja part time seperti sekarang saya pernah bekerja kantoran selama sepuluh tahun. Rumah kami adalah hasil dari menyisihkan sebagian besar gaji saya. Tiket pesawat yang dibeli secara mendadak ketika mertua meninggal berasal dari tabungan yang saya simpan di rumah. Uang sekolah untuk anak kedua saya yang baru masuk Madrasah Ibtidaiyah bersumber dari tabungan sekolah. Biaya pendaftaran masuk pesantren untuk si sulung telah saya rencanakan memanfaatkan Tabungan Impian (tabungan berjangka). 

Menabung terbukti membawa dampak positif baik secara finansial maupun membentuk pribadi yang disiplin. Oleh karena itu saya mengajarkan anak-anak untuk rajin menabung sejak usia dini. Kini mereka terbiasa menyimpan sebagian uang saku atau uang angpau lebaran. Tas sekolah, sepatu, sandal, mainan, buku-buku pelajaran adalah hasil dari kedisplinan mereka menyisihkan uang saku.

Menabung banyak sekali manfaatnya, sayang jika tidak disegerakan. Tak ada kata terlambat, menabunglah mulai sekarang kelak akan datang saat bersenang-senang.


No comments:

Post a Comment