Google+ Followers

Thursday, June 18, 2015

Tips Mengatasi Anak Muntah

(Catatan Tarawih Pertama Ramadhan 1436 H)

#Di situ kadang saya merasa sedih. Kalimat ini pernah ngehits beberapa waktu lalu. Ngga dinyana ternyata ungkapan itu pas buat saya saat ini. Tarawih pertama terpaksa harus saya lakukan secara munfarid sendiri di rumah, ditambah saat belum tuntas rokaat witir saya kembali mendengar Raditya muntah di kamar mandi.

Penyakit selalu datang tiba-tiba. Padahal siangnya si Radit (6 tahun) masih menemani saya sholat dhuhur berjamaah di masjid Al Ukhuwwah. Eh beberapa menit usai makan siang kok tiba-tiba dia mengeluh pusing, badannya terasa panas. Tak lama dia pun muntah. Wah saya langsung mikir sepertinya nanti malam tidak bisa tarawih di masjid. 

Muntah sebenarnya reaksi alami tubuh terhadap benda asing atau perubahan tiba-tiba pada tubuh. Muntah bertujuan untuk mengeluarkan gangguan dari dalam tubuh. Meski begitu tetap harus dilakukan langkah-langkah tertentu agar muntah tidak menjadi gangguan lebih serius. Muntah mungkin saja merupakan gejala dari penyakit lanjutan.

Raditya sering sekali mengalami muntah dan panas tinggi secara tiba-tiba tanpa ada gejala sebelumnya. Dan kalau muntah hampir tidak ada jeda. Setiap kali minum atau makan sesuatu meski sedikit beberapa saat kemudian dia akan kembali muntah. Pernah karena sangat khawatir saya membawanya ke dokter. Dokter hanya berkata bahwa itu terjadi karena pencernaannnya terganggu. Obat anti mual yang diberikan dokter saat itu tidak tiba-tiba menghentikan mual dan muntahnya.

Di kesempatan berikutnya setiap Radit muntah saya berusaha tidak terlalu cemas dan biasa melakukan tips berikut:
1. Memberikannya seduhan madu dengan air hangat
Muntah dapat menyebabkan dehidrasi. agar tidak terjadi dehidrasi saya memberikan madu yang diseduh degnan air hangat. Meski ia masih terus muntah tetapi kondisi tubuhnya insyaAllah terhindar dari dehidrasi yang bisa sangat berbahaya. Terbukti meski masih muntah ia masih bisa berjalan sendiri ke kamar mandi. Masih cukup ceria dan banyak bicara meski sementara tidak bermain ke luar rumah. Mengapa saya memilih madu yang diseduh? Sebab saya yakin pada firman Allah dalam Al Quran  surat An Nahl 69 bahwa di dalam madu terdapat zat-zat yang baik dan manjur melawan penyakit.

Kemudian makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan.” 
(QS An-Nahl : 69)

2. Memilih pakaian longgar
Pakaian kesempitan atau press badan bisa menyebabkan anak yang mual dan muntah makin tersiksa. Pilih pakaian dari jenis kaos yang nyaman dikenakan.
3. Mengajaknya melantunkan kalimat-kalimat thayyibah terutama istighfar
Sejak kecil saya harus terbiasa mengajarkan kebaikan. Dari pandangan Islam sakit adalah salah satu penggugur dosa. Tapi anak umur 6 tahun, belum akil baligh apa bisa disebut sudah banyak dosa? Tetapi saya mengajarkannya untuk banyak beristighfar dengan harapan dia mengingatnya hingga ia akil baligh dan tumbuh dewasa bahwa sakit bukan berarti Allah marah dan menghukum. Sakit membuat kita lebih menghargai waktu saat kita sehat. Sakit akan membuat kita lebih dekat kepada Allah jika bertaubat dan banyak melantunkan kalimat thayyibah.
4. Pengobatan ala aromatherapy.
Pengobatan jenis ini mungkin masih diperdebatkan. Namun bau tak sedap bisa membuat sakit mual dan muntah semakin parah. Saya berusaha membersihkan badan Radit dengan cara diseka air dengan sabun agar tubuhnya tetap beraroma segar. Saya juga membubuhkan minyak angin dalam kemasan praktis dengan aroma segar di bagian punggung, perut dan telapak kaki. Pijat ringan juga perlu dilakukan agar aliran darah semakin lancar. Di bagian telapak kaki terdapat syaraf-syaraf yang terhubung langsung dengan organ pencernaan dan bagian-bagian otak. Seperti ilmu akupunktur saya berusaha memijat bagian-bagian tertentu di telapak kakinya untuk mengurangi keluhan mual dan muntahnya.
5. Memberikan makanan lembut
Ketika mengalami sakit mual dan muntah dengan jeda lama kondisi lambung dan usus agak terganggu. Hindari memberikan makanan keras. Saya biasa memberikannya roti atau biskuit yang lembut sebab Radit tidak suka bubur. Sebaiknya hindari dulu makanan pedas, kecut, asam yang merangsang asam lambung untuk beberapa waktu.

Bagaimanapun Allah Maha Segalanya. Doa tetaplah menjadi sesuatu yang ampuh. Semoga Allah berkenan menyembuhkan Radit segera agar kami bisa kembali sholat fardhu berjamaah di masjid dan tarawih di Al Ukhuwwah. Rindu tarawih di masjid Al Ukhuwwah sebab seperti tahun-tahun lalu, usai sholat Isya' sebelum tarawih imam sholat akan memberikan tausyiah yang menambah ketaqwaan pada Allah.


No comments:

Post a Comment