Google+ Followers

Wednesday, February 22, 2017

Mau Jadi Bak Bocor atau Gelas Setengah Isi?

Suatu hari saya membaca BC melalui WA walisantri sebagai berikut:

Kantong Bocor!!

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا الكيس المثقوب

Hati-hati dengan kantong yg bocor

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' كيس مثقْوب

Engkau telah berwudhu dgn sebaik2 wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
kantong bocor

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
 kantong bocor

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم كيس مثقْوب

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
 kantong bocor

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن كيس مثقْوب

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
kantong bocor

" تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس "لكـن .. العطر فواح كيس مثقْوب

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
kantong bocor

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه كيس مثقْوب

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
kantong bocor

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران .

Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.
Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

عجائب الشعب العربي :
Keganjilan-keganjilan orang-orang Arab (secara khusus dan kaum muslimin umumnya)

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
 ألا إن سلعة الله غالية

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
 bukankah perdagangan Allah itu mahal

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
 ألا إن سلعة اللَّـه غالية

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
ألا إن سلعة الله غالية

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .
Sedikit yg mau menyebarkannya/ men share karena merasa berat..

تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله.
Angankan di benakmu bahwa Allah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya..

 اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.
Jika engkau terpanggil sebab tulisan ini maka sebarkanlah.. Namun jika tidak maka anggap engkau tidak pernah lihat..

Saya mendadak seperti disengat lebah. Jangan-jangan saya selama ini seperti bak bocor. Mending kalau kantong, ukurannya kecil dan kebocorannya biasanya bisa cepat diketahui. Nah kalau bak besar yang bocor? Diisi air penuh lalu merembes, lama-lama kosong juga jadinya nggak pernah penuh seperti harapan semula. Nyari dimana bocornya? susah banget. Saya aja sampai ganti bak baru ajah karena berkali-kali tambal sulam si bak lama kok tetep bocor juga.

Lalu saya berpikir bahwa urusan amalan memang harusnya tidak menjadi semacam bak atau kantong bocor. Berharap sekali setiap amalan terjaga agar tak merembes, meluap karena jumawa atau menguap karena riya'. faktanya seringkali ibadah diiringi dengan rasa puas dan *memuji diri sendiri* Atau kadang merasa lega karena sudah tunai kewajibannya.

Di sisi lain urusan ibadah hendaknya seperti gelas setengah isi. Maksudnya ngga pernah puas, ngga pernah penuh sehingga perlu diisi terus, ngga ada kata menyerah, harus berusaha sampai penuh. Ibadah bukan hanya jungkir balik sholat wajib dan sunnah, berlapar dan dahaga karena puasa, merogoh kantong demi bersedekah tetapi juga menuntut ilmu, membantu sesama, meringankan beban, memberikan pertolongan sekecil apapun terhadap sesama makhlukNya. Ini yang sering terlupa, lewat begitu saja. Menuntut ilmu di suatu majelis, menjadi donatur yayasan sosial atau bersedekah sesukanya seringkali dianggap cukup *seperti dalam pikiranku* *seperti anggapanku*

Semoga kita selalu bisa menjadi gelas setengah isi, bukan bak bocor yang bikin sakit hati.

Gambarnya sebagai pengingat, bentar lagi Ramadhan tiba, monggo yang ingin order mukena :)


Thursday, February 16, 2017

Tabungan Uang Belanja, Penyelamat dalam Kondisi Tak Terduga

Pernah terpikir menyiapkan dana untuk keperluan tak terduga atau sudah rutin menjadi bagian dari managerial keuangan keluarga? Alhamdulillah saya terbiasa menyiapkan dana tak terduga dari uang belanja.
Perlu dicatat bahwa saya menyiapkan dana ini bukan dari sisa uang belanja tetapi saya terbiasa menyisihkan sekian persen dari uang yang saya terima dari suami untuk keperluan tak terduga. Kalau uang tersebut tidak digunakan saya kemudian menyimpannya di rekening bank. Jadi saya tak pernah menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah.

Cara saya menabung ini alhamdulillah banyak membawa manfaat. Simpanan yang saya sebut "Kantong Doraemon" ini pernah berjasa untuk dana pembelian tiket pesawat saat mertua meninggal di seberang pulau enam tahun lalu. Kantong Doraemon pula andalan kami untuk membiayai sekolah (uang pangkal) si sulung yang masuk pondok pesantren tahun 2016 kemarin. Kali ini Kantong Doraemon lagi yang menjadi penyelamat untuk biaya perawatan kesehatan suami selama di rumah sakit.


Kebetulan dari tempat kerja sudah diberikan fasilitas BPJS Kesehatan kelas 2. Demi kenyamanan kami memilih naik kelas ke kelas 1 dan selisih biaya harus ditanggung sendiri. Alhamdulillah ngga bingung mencari pinjaman atau menjual barang sebab ada sedikit tabungan dari Kantong Doraemon untuk membayar selisih biaya tersebut.

Memang menabung itu memberikan banyak dampak positif dan ngga ada efek negatifnya. Beda banget dengan gaya hidup foya-foya. Coba deh ada yang bisa jawab apakah *dampak positif* dari berhura-hura? yang ada hanya kesenangan sesaat nah pas butuh duit banyak terpaksa jual barang.

Saya bersyukur diajarkan menabung sejak usia dini. Meski pas sekolah dulu jarang dapat uang saku tetapi pas lebaran dapat angpau lumayan. Nah uang angpau ini yang kemudian disimpan di tabungan pelajar. Gaya hidup sederhana sejak kecil juga saya terapkan hingga sekarang. Beli baju tak selalu setiap tahun, kalau sudah rusak baru beli baru. Sepatu pun saya pas masih kerja dulu punya sepasang saja, harganya tak lebih dari 35 ribu. Baju kerja juga ada sekitar 8 blus saja dan 3 celana panjang. Gadget? gadget saya biasa ajah asal bisa sms, telepon dan koneksi internet. Harga gadget saya gak pernah lebih dari sejuta (yaelah gadget yang harga hampir sejuta inipun pemberian suami yang dapat doorprize dalam suatu acara hihihi) Walhasil sisa gaji saya setelah dialokasikan membayar KPR bisa jadi tabungan yang kemudian saya gunakan untuk melunasi sisa hutang KPR sebelum resign.

Nah setelah resign dan tak punya gaji tetap saya konsisten menabung dari uang belanja. Begini cara saya agar tetap konsisten menabung:
1. Syukuri pemberian Allah melalui suami (dan pendapatan pribadi sebagai freelance)
2. Sisihkan sekian persen sebagai target menabung setiap bulan
3. Susun pengeluaran berdasarkan prioritas anggaran (ini termasuk SPP anak-anak, uang belanja, tagihan listrik dan PDAM, kewajiban donasi di lembaga tertentu dll)
4. Susun rencana belanja setiap minggu dan bawa uang tidak berlebih saat ke pasar. Maksudnya ngga usah bawa semua uang yang diposkan untuk belanja sekaligus. Cukup membawa 25 persen dari total anggaran belanja.
5. Jangan menyimpan terlalu banyak uang di rumah. Simpanan dari uang belanja lebih baik segera ditabung di rekening bank.
6. Khusus untuk belanja bulanan seperti sabun, minyak goreng dll saya biasa nunggu promo JSM di supermarket. Lumayan bisa dapat produk harga super diskon hehehe

Selain tabungan dari uang belanja pemberian suami, saya juga memiliki tabungan pribadi yang saya sisihkan dari fee menulis dan kadang menang lomba apalah apalah. Jadi saya punya dua rekening. Satu rekening bank konvensional yang dipakai untuk transaksi PPOB, menerima fee menulis dan berbagai job. Satu lagi rekening bank syariah yang sebisa mungkin tidak saya ambil (kecuali pas kepepet tempo hari untuk qurban)

Yap, sejak ada penjaminan saya tak ragu menabung di bank. Dulu pernah ketar-ketir saat zaman gencar-gencarnya likuidasi. Ntar kalau bank gulung tikar duit kita ikutan ilang dong ya? Alhamdulillah LPS bertugas menjamin simpanan nasabah hingga 2 Miliar per rekening. Jadi makin tenang ajah nyimpan uang di bank. 

Bea adminnya bo' nggak kukuh. Haha iya yah, bea admin bank konvensional sekarang rata-rata 12.500 - 15 ribu rupiah per bulan sementara suku bunga tak mampu menutup pemotongan biayanya. Kalau saya pilih rekening di bank syariah yang tidak mengenakan bea admin bulanan tapi saldonya nggak boleh kurang dari 500 ribu per bulan. Sedangkan yang bank konvensional tadi, yaa saya anggap biaya adminnya ketutup laba dari bisnis PPOB yang kami jalani. Maklumlah saldonya ngga seberapa dan dinamis banget jalannya. Khusus tabungan dari uang belanja yang saya ceritakan disimpan di rekening suami. Kan beliau yang sudah susah payah mencari nafkah :) Alhamdulillah, terbukti beberapa kali tabungan uang belanja ini menjadi penyelamat kami dalam kondisi tak terduga.

Eh iya tips penting lainnya saat menabung: ajarkan sedini mungkin pentingnya menabung pada anak-anak. Kalau pas liburan sekolah bisa loh ajak mereka menyetor tabungan ke bank terdekat, sekalian jalan-jalan cuci mata hehehe

Monday, February 13, 2017

Penulis Konten Fee Jutaan?

Wow selama ini saya yang notabene kerja freelance sebagai penulis konten cuma dapat fee recehan tiap kali menulis 100 kata. Sampai kemarin suami harus opname dan rawat jalan di rumah saya putuskan break dulu lah dari kerja rodi yang dihargai 25 rupiah per kata (halo agency naskah, mudah-mudahan engkau baca curhatku ini) Mending urus suami dan ikutan lomba plus kuis lagi.

Bukan berarti saya nggak nulis artikel konten 300-an kata lagi. Ada 5 tulisan saya untuk blog teman maya. Saya senang menulis untuk sang teman. Selain tetap mengasah ketrampilan menulis saya juga sangat berterimakasih kepada beliau yang memberikan fee dengan nominal jauh lebih baik daripada si agency yang sudah tiga tahunan membayar saya dengan recehan dan mereka menikmati jutaan rupiah hahah.

Lalu suatu hari saya dikejutkan dengan informasi mengenai suatu portal berita yang berani membayar lima puluh ribu untuk satu artikel 300 kata Alamaak jadi ikutan berdegup kencang hati saya. Saya pernah menulis hingga 100 artikel per bulan di agency yang lama dan cuma dapat penghargaan ga sampai 1 juta. Lha gimana wong satu artikel 300 kata dihargai cuma 7500 rupiah saja. Kalau saya bisa nulis 100 artikel dengan fee 50 ribu rupiah artinya kan bisa dapat 5 juta dong per bulan.

Seumur-umur baru kali ini dah nulis konten dihargai sedemikian rupa mengingat tarif listrik naik, biaya pengobatan suami yang butuh duit juga meski ada BPJS, biaya sekolah anak yang butuh jutaan rupiah per bulan, biaya pulsa internet buat mencari bahan nulis dan ngeblog yang ga cukup dibayar dengan satu artikel di agency yang lama. 

Bismillah saya pun mendaftar menjadi salah satu penulisnya. Mudah-mudahan Allah membukakan pintu rezeki yang barokah melalui pintu ini 

Ini saya copas dari S & K

Setiap artikel yang Kamu akan mendapatkan Rp.50.000,-. Pembayaran akan dilakukan di bulan selanjutnya ketika saldo Kamu sudah mencapai Rp. 200.000,-. Periode akan dihitung setiap tanggal 25 (contoh : Periode 25 Desember 2016-25 Januari 2017).

Sunday, February 12, 2017

Waspadalah Anemia Bisa Menyerang Siapa Saja

Hmm lama juga ga menulis di sini. Sibuk wira-wiri memeriksakan suami sekaligus menjaganya yang harus rawat inap di rumah sakit karena anemia. Pria, berat badan lebih dari 80 kilogram bisa terserang anemia ya?

Anemia, gangguan kesehatan karena kurang darah ini identik dengan dua hal: wanita atau kurang gizi. Survey menunjukkan bahwa kaum wanita memang lebih mudah terserang anemia dibandingkan pria. Sebab wanita mengalami siklus menstruasi, kehamilan dan persalinan, Tiga hal ini membutuhkan banyak zat besi dan mengeluarkan banyak darah sehingga jika sang wanita tidak waspada ia rentan menderita anemia. 

Anemia juga identik dengan kurang gizi. Asupan makanan yang kurang memenuhi kebutuhan zat gizi terutama zat besi bisa menjadi salah satu faktor kekurangan sel darah merah. Sesuai dengan definisi anemia yaitu berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah. Pembentukan sel darah merah ini sangat dipengaruhi berbagai zat gizi makanan terutama zat besi dan vitamin B2 dan B12.

Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Sel darah merah di produksi di sumsum tulang. Kekurangan hemoglobin inilah yang menimbulkan gejala yang dialami penderita anemia seperti letih, lemas, lesu, sering pusing dan sakit kepala, mata berkunang-kunang, nafas ngos-ngosan, mudah lelah, kurang nafsu mukan, mual, wajah dan kulit tubuh tampak pucat.

Anemia bisa terjadi karena cacingan, pendarahan hebat akibat kecelakaan, penyakit kronis, kanker usus besar, atau wasir.

Bagaimana mencegah anemia?
Tentunya dengan rajin mengkonsumsi sayuran hijau dan buah yang banyak mengandung vitamin B2 dan B12 serta zat besi (nah ini sulitnya suami punya penyakit asam urat jadi harus menghindari sayuran berserat tinggi). Paling aman buah apel dan anggur dah buat suami (untuk saat ini)

Mengenai penyebab anemia suami saya, dugaan sementara adalah karena wasir menahun yang ia derita dan gaya hidupnya yang kurang sehat >> tidak suka buah dan sayur serta kurang berolahraga. Kurang olahraga bisa pengaruh juga ya? mungkin karena olahraga membantu peredaran darah menjadi lebih lancar. 

Sekedar berbagi pengalaman suami. Diagnosa awal bisa saja *menipu*. Keluhan mual, lemas dijudge sebagai asam lambung yang meningkat. Segala obat lambung dikonsumsi. Seminggu masih terasa nggak nyaman. Periksa kolesterol, asam urat dan diabetes swadaya lewat alat yang biasa dipakai di apotek-apotek. Hasilnya kadar kolesterol agak tinggi. Balik dokter lagi diberi obat kolesterol. Tapi keluhan mual dan lemas tak ada perubahan. Akhirnya saya minta suami pindah periksa dokter spesialis penyakit dalam agar dirujuk test darah. Hasilnya kadar HB cuma 5,4. Padahal normalnya untuk pria 14 (rata-rata medis mematok 11/12 secara umum)

Udah deh istirahat dokter 4 hari dan minum suplemen penambah darah. Terasa rada enakan balik kerja. Dapat 3 hari terserang diare. Hasilnya mulai merasa drop lagi. Sampai teman kantornya membawanya ke RS dekat kantor dan diketahui HBnya cuma 4!

Ya udah deh terpaksa harus rawat inap dengan rujukan RS yang relatif lebih dekat rumah. Transfusi darah 2 kantong HB cuma naik sampai 6,3. Mengingat anak saya yang kecil terpaksa ikut jaga di RS padahal dia rentan banget terkena penyakit akhirnya saya mengajukan pulang paksa (sebisa mungkin jangan ditiru ya) Advis medis dari dokter sebenarnya menganjurkan HB mencapai minimal 10 baru boleh pulang. Sekalian melihat reaksi dari transfusi sebab transfusi darah yang tidak sesuai ternyata juga bisa menyebabkan kadar HB drop lagi.

Susahnya 5 hari istirahat di rumah saya berinisiatif mengajak suami cek kadar HB lagi. Lha kok hasilnya (di klinik lain lagi) cuma 5,6. Saya bingung juga nih, ini karena alatnya kurang akurat karena jarang dikalibrasi atau memang kadar HB suami drop lagi. Tapi kalau drop lagi kok keluhan lemas dan letihnya nggak dia rasakan seperti saat sebelum transfusi.

Saya tak bisa mendapatkan jawaban dari tanda tanya yang menghantui. Namun yang terpenting adalah mencari penyebab menurunnya kadar HB suami. Salah satunya adala mengobati wasir dengan obat yang (diharapkan) lebih manjur. Sebenarnya saya sudah menganjurkan agar suami memeriksakan wasirnya ke dokter bedah atau spesialis penyakit dalam. Tapi beliau menolak dengan alasan trauma dengan jarum suntik dan perawatan medis. Sering menulis artikel/konten kesehatan saya jadi lebih waspada berbagai gejala penyakit, termasuk kanker usus besar yang mirip sekali dengan wasir (semoga saja kekhawatiran ini tidak terjadi). Berharap kesehatannya bisa pulih dengan segera dan beraktivitas seperti sedia kala.


Thursday, February 2, 2017

Tarif Listrik Naik? Simak Cara Menekan Tagihannya


Awal Februari, saat yang bikin dag dig dug di hati. Bukan karena dapat rezeki tetapi dag dig dug dengan tarif listrik 900 VA yang baru. Hahay iya karena subsidi tarif listrik dicabut secara bertahap sejak konsumsi di Januari 2017. 

Alhamdulillah dari dua tagihan listrik yang saya bayarkan (listrik rumah sendiri dan listrik rumah ibunda) kenaikannya kalau dihitung berkisar 15 ribu rupiah saja. Mudah-mudahan istiqomah nih sampai pencabutan subsidi completed 100 persen.
Listrik ibu biasa bayar 60 ribu per bulan, tagihan Januari yang dibayarkan di Februari kena 75 ribu. Listrik rumah saya biasa rata-rata 170 ribu (pernah 150 ribu kalau pas libur lebaran dan keluar kota beberapa hari) sekarang kena 185 ribu. Kalau nominal sekian ini setara dengan 30 persen subsidi yang dicabut (sesuai rencana pemerintah) harapan saya saat subsidi 100 persen dicabut tagihan listrik ibu palign banter 120 ribu dan listrik rumah nggak lebih dari 220 ribu per bulannya.

Entah dibandingkan rumah tangga lain konsumsi listrik rumah kami bisa dibilang hemat atau tidak. Tetapi saya berusaha menekan konsumsi listrik sebisa mungkin. Bukan hanya demi menekan pengeluaran tetapi lebih pada menghindari pemborosan sebab boros adalah salah satu sifat setan. Pemborosan listrik sama juga halnya dengan membuang percuma sumber-sumber energi lain. Sebab pembangkit tenaga listrik membutuhkan tenaga potensial air, batu bara sebagai tenaga penunjang bahan bakar, sumber daya manusia untuk operasional dan lain-lain. Hemat listrik artinya kita lebih menghargai segala proses yang terlibat di dalamnya.

Tips Hemat Listrik ala saya:
1. Manfaatkan mesin cuci sekedarnya
Saya memiliki mesin cuci dua tabung tetapi saya menggunakannya seminggu sekali saja untuk sekedar maintenance. Selebihnya saya mencuci manual, olahraga sekalian hemat air dan listrik. Kalau pas cuaca kurang sinar matahari begini kadang saya mencuci manual dua hari sekali dan memanfaatkan pengering mesin cuci untuk membantu mengeringkan
2. Mengoptimalkan waktu setrika
Memulai daya setrika membutuhkan energi lebih besar. Saya biasa menyetrika dua atau tiga hari sekali agar lebih efisien.
3. Mengurangi frekuensi buka tutup kulkas. Seperti halnya kerja setrika, buka tutup kulkas berpengaruh terhadap konsumsi listrik yang lebih besar. Saya biasakan membuka tutup kulkas seperlunya. Padahal di masa kecil dulu senang sekali bermain di depan kulkas #eh
4. Meminimalisasi penggunaan perangkat elektronik
Kerjaan saya di depan laptop. Setiap charging baterai sudah full 100 persen saya cabut kabel charging dan bekerja dengan baterai. Begitu baterai sudah tersisa 30 persen baru saya charge lagi. Televisi? di rumah paling banter nyala setengah jam di pagi-siang hari (inipun biasanya si kecil yang nonton film kartun) dan maksimal dua jam di malam hari. Cuaca sejuk begini saya tak pernah menyalakan kipas angin di ruang tamu, tempat saya bekerja di depan laptop. Lumayanlah untuk mengurangi konsumsi listrik. Meski listrik 900 VA di rumah ada AC PK kecil untuk dua kamar, jadi tembok penyekat dua kamar diberi ruang untuk pasang AC yang bisa dinikmati bersama. AC biasa nyala menjelang tidur malam jam 9-10 dan mati menjelang adzan subuh (saat membangunkan si kecil). Lebih hemat pemakaian gadget agar nggak sering-sering ngecharge wkwkwk
5. Memilih piranti elektronik hemat energi
Televisi (meski jarang menyala) yang ada di rumah adalah TV LED yang bisa hemat listrik hingga 50 persen dibandingkan TV tabung. Lampu juga diganti LED yang dengan daya 5 watt saja sudah cukup terang.
6. Mengulur waktu memasak nasi dan menghangatkannya
Pemakaian rice cooker/ magic com juga perlu ditinjau kembali. Kalau dulu masak nasi jam 4 pagi ulur aja dah sampai jam 4.30 atau lebih siang lagi di hari libur. Malam juga gituh, cepet-cepet dicabut aja penghangatnya agar lebih hemat listrik juga. 

Semoga tips sederhana ini bermanfaat bagi yang membaca.