Google+ Followers

Sunday, February 12, 2017

Waspadalah Anemia Bisa Menyerang Siapa Saja

Hmm lama juga ga menulis di sini. Sibuk wira-wiri memeriksakan suami sekaligus menjaganya yang harus rawat inap di rumah sakit karena anemia. Pria, berat badan lebih dari 80 kilogram bisa terserang anemia ya?

Anemia, gangguan kesehatan karena kurang darah ini identik dengan dua hal: wanita atau kurang gizi. Survey menunjukkan bahwa kaum wanita memang lebih mudah terserang anemia dibandingkan pria. Sebab wanita mengalami siklus menstruasi, kehamilan dan persalinan, Tiga hal ini membutuhkan banyak zat besi dan mengeluarkan banyak darah sehingga jika sang wanita tidak waspada ia rentan menderita anemia. 

Anemia juga identik dengan kurang gizi. Asupan makanan yang kurang memenuhi kebutuhan zat gizi terutama zat besi bisa menjadi salah satu faktor kekurangan sel darah merah. Sesuai dengan definisi anemia yaitu berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah. Pembentukan sel darah merah ini sangat dipengaruhi berbagai zat gizi makanan terutama zat besi dan vitamin B2 dan B12.

Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Sel darah merah di produksi di sumsum tulang. Kekurangan hemoglobin inilah yang menimbulkan gejala yang dialami penderita anemia seperti letih, lemas, lesu, sering pusing dan sakit kepala, mata berkunang-kunang, nafas ngos-ngosan, mudah lelah, kurang nafsu mukan, mual, wajah dan kulit tubuh tampak pucat.

Anemia bisa terjadi karena cacingan, pendarahan hebat akibat kecelakaan, penyakit kronis, kanker usus besar, atau wasir.

Bagaimana mencegah anemia?
Tentunya dengan rajin mengkonsumsi sayuran hijau dan buah yang banyak mengandung vitamin B2 dan B12 serta zat besi (nah ini sulitnya suami punya penyakit asam urat jadi harus menghindari sayuran berserat tinggi). Paling aman buah apel dan anggur dah buat suami (untuk saat ini)

Mengenai penyebab anemia suami saya, dugaan sementara adalah karena wasir menahun yang ia derita dan gaya hidupnya yang kurang sehat >> tidak suka buah dan sayur serta kurang berolahraga. Kurang olahraga bisa pengaruh juga ya? mungkin karena olahraga membantu peredaran darah menjadi lebih lancar. 

Sekedar berbagi pengalaman suami. Diagnosa awal bisa saja *menipu*. Keluhan mual, lemas dijudge sebagai asam lambung yang meningkat. Segala obat lambung dikonsumsi. Seminggu masih terasa nggak nyaman. Periksa kolesterol, asam urat dan diabetes swadaya lewat alat yang biasa dipakai di apotek-apotek. Hasilnya kadar kolesterol agak tinggi. Balik dokter lagi diberi obat kolesterol. Tapi keluhan mual dan lemas tak ada perubahan. Akhirnya saya minta suami pindah periksa dokter spesialis penyakit dalam agar dirujuk test darah. Hasilnya kadar HB cuma 5,4. Padahal normalnya untuk pria 14 (rata-rata medis mematok 11/12 secara umum)

Udah deh istirahat dokter 4 hari dan minum suplemen penambah darah. Terasa rada enakan balik kerja. Dapat 3 hari terserang diare. Hasilnya mulai merasa drop lagi. Sampai teman kantornya membawanya ke RS dekat kantor dan diketahui HBnya cuma 4!

Ya udah deh terpaksa harus rawat inap dengan rujukan RS yang relatif lebih dekat rumah. Transfusi darah 2 kantong HB cuma naik sampai 6,3. Mengingat anak saya yang kecil terpaksa ikut jaga di RS padahal dia rentan banget terkena penyakit akhirnya saya mengajukan pulang paksa (sebisa mungkin jangan ditiru ya) Advis medis dari dokter sebenarnya menganjurkan HB mencapai minimal 10 baru boleh pulang. Sekalian melihat reaksi dari transfusi sebab transfusi darah yang tidak sesuai ternyata juga bisa menyebabkan kadar HB drop lagi.

Susahnya 5 hari istirahat di rumah saya berinisiatif mengajak suami cek kadar HB lagi. Lha kok hasilnya (di klinik lain lagi) cuma 5,6. Saya bingung juga nih, ini karena alatnya kurang akurat karena jarang dikalibrasi atau memang kadar HB suami drop lagi. Tapi kalau drop lagi kok keluhan lemas dan letihnya nggak dia rasakan seperti saat sebelum transfusi.

Saya tak bisa mendapatkan jawaban dari tanda tanya yang menghantui. Namun yang terpenting adalah mencari penyebab menurunnya kadar HB suami. Salah satunya adala mengobati wasir dengan obat yang (diharapkan) lebih manjur. Sebenarnya saya sudah menganjurkan agar suami memeriksakan wasirnya ke dokter bedah atau spesialis penyakit dalam. Tapi beliau menolak dengan alasan trauma dengan jarum suntik dan perawatan medis. Sering menulis artikel/konten kesehatan saya jadi lebih waspada berbagai gejala penyakit, termasuk kanker usus besar yang mirip sekali dengan wasir (semoga saja kekhawatiran ini tidak terjadi). Berharap kesehatannya bisa pulih dengan segera dan beraktivitas seperti sedia kala.


8 comments:

  1. Kanker usus besar? Amit2. Jangan sampai. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak ..ngeri...gejalanya mirip wasir...semoga kita semua dijauhkan dari penyakit berbahaya aamiin

      Delete
  2. Anemia jelas beda dengan tekanan darah rendah, ya? Habis keluhannya serupa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya yang sedang anemia tekanan darahnya juga ikut rendah mbak, begitu yang saya alami

      Delete
  3. Aku termasuk sering anemia. Nggak tahu kenapa. Makanya, tiap pengen donor, selalu ditolak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin faktor gender ya mbak. Wanita paling mudah kehilangan zat besi dan sel darah merah. Saya apalagi akhir2 ini sering menstruasi sebulan dua kali

      Delete
  4. Ikut mendoakan semoga kesehatan pak suami segera pulih, sehat2, aamiin

    ReplyDelete