Google+ Followers

Friday, January 31, 2014

Review Antologi Cerpen "Negeri Tanpa Nama"


Judul    : Negeri Tanpa Nama
Penulis : Maduretna Menali, Shabrina WS dkk
Penerbit : Ladang Pustaka
Genre : Antologi Cerpen
Cetakan Pertama : 2013
Tebal : 206 Halaman.
ISBN : 978-602-18231-7-0

Negeri Tanpa Nama

Apa yang pertama terlintas ketika mendengar kata “Negeri Tanpa Nama” ?  Antara ada_tiada, mungkin tempat terwujud kebahagiaan sejati atau kepedihan tiada terperi kala mendengar itu yang ada di benak saya. Dan ketika membaca Cerpen Muhammad Qadhafi “Negeri Tanpa Nama” di Antologi Negeri Tanpa Nama tak urung saya pun merinding, apakah benar-benar ada sebuah Negeri Tanpa Nama, tak tertera di peta namun nyata, mungkin penduduknya mirip kaum Elf seperti dalam trilogy Lord Of The Rings ?. Nyatanya cerpen ini membuat pembaca berpikir, andai benar ada dan kita tersesat di sebuah Negeri Tanpa Nama adakah kita bersedia menetap di sana atau ingin kembali pulang di tempat kita berasal ?

Ah pulang, selalu berbicara tentang kerinduan. Kerinduan akan kampung halaman layaknya cerpen Gurindam Hilang di Pulau Selayang (halaman 87), kerinduan yang diperam akan masa kecil yang tinggallah bayang seperti yang banyak terjadi di Indonesia kini, modernisasi telah merenggut kemurnian ajaran nenek moyang, guru-guru mengaji dan yang tertinggal hanya langgar-langgar sunyi, desa-desa sepi.

Kesepian mungkin datang menghampiri seorang wanita renta di penghujung usia ketika ditinggal pergi anak semata wayang jauh merantau ke negeri seberang, anak yang terlahir dari rahim wanita yang terpaksa menjalang, kesepian itu dilukiskan bagai Separuh Purnama oleh Ahmad Ijazi H (halaman 65). Namun sosok ibu seringkali digambarkan sebagai wanita tangguh sebagaimana Maduretna Menali mengisahkannya di Mereguk Rahim Ibunda halaman 15, sekaligus meninggalkan secercah tanya pada diri sendiri, siapakah yang kita sebut ibu, sudahkah kita cukup berbakti ?.

Antologi Negeri Tanpa Nama berisikan cerpen dari 20 cerpenis muda dengan latar belakang berbeda, tema yang diangkat pun beraneka rupa. Tema cinta merupakan kisah yang tak kan lekang digerus usia, tergantung bagaimana cara mengemasnya. Menemukan cinta kembali tepat ketika bertemu idaman lain yang mulai mencuri hati seperti yang dikisahkan Robby Anugerah dalam Perempuan Bernama Nia di halaman 42. Atau cinta yang datang tiba-tiba layaknya Hatiku Terdampar di Pulau Rote karya Arinny Fharahma di halaman 163.

Kecintaan para penulis pada Indonesia, betapapun perihnya sebuah fakta tercermin dari beberapa cerpen yang memotret realita di sekitar kita seperti Titipan – karya Shabrina WS, realita pahit tentang sebuah kisah tiga desa di Ponorogo dengan sejarah keterbelakangan mental menimpa hampir seluruh penduduknya secara turun temurun, pahit namun manusia memang tiada berdaya atas takdir dari Sang Kuasa seperti kalimat bijak sosok ibu sebagai wanita yang kuat “Kita terima saja semua sebagai titipannya Gusti Allah. Kalau kita tidak kuat Gusti Allah yang akan menguatkan kita” (halaman 178). Kisah di sudut Kintamani Bali tentang Kupu-Kupu Kertas dengan sebuah cerita dibaliknya dikisahkan  oleh Ni Putu Fatmaha Lindawati. Kedigdayaan Sakerah tak hanya masyhur di Madura namun juga seantero nusantara, namun bagaimana jika celurit telah kehilangan makna ? Fathorrozi yang akan menjawabnya dalam cerpen Matinya Celurit Malaikat di halaman 97.
Hidup adalah misteri seperti kisah mistis yang tersembunyi dalam cerpen Babi-babi itu karya Reni Hariani (halaman 73), tradisi Toraja yang membuat bulu kuduk berdiri pada cerpen Ma’ Nene (halaman 131) karya Miftah Alia Fauziah, Sihir cerpen M. Arif Budiman di halaman 137 adalah realita bahwa tenung, santet, magis masih kuat melekat tengah masyarakat.

Membaca antologi Negeri Tanpa Nama tidak hanya terhibur oleh jalinan cerita fiksi karena fiksi yang diangkat cerpenis dari latar belakang suku bangsa, pendidikan yang berbeda ini sesungguhnya adalah sebuah realita yang difiksikan, memberi kesempatan bagi kita merenung sebagai insan adakah nurani telah terkoyak tergerus perkembangan zaman ataukah kita mampu menjadi Mercusuar Di Balik Kabut seperti yang dikisahkan Elfa Nurul Annisa di halaman 143.

#1Hari1Ayat - Special Challenge - Back To School



Tak ada kata terlambat untuk belajar dan tak ada kalimat terlalu tua untuk menuntut ilmu. Manusia hanyalah makhluk Allah yang pengetahuannya seujung kuku itulah mengapa kita tak mengenal istilah terlalu pintar atau ilmunya udah ketinggian banget. 


Ingat saja bunyi petikan ayat kursy "mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya"

Di usia nyari empat puluh saya memang tidak punya niat untuk bersekolah lagi mengambil gelar S2 bahkan S3. Pertama, karena saya sudah tak punya cukup waktu, tenaga dan biaya. Kedua, ilmu yang berhubungan langsung dengan akherat lebih menarik minat saya. 

Untuk itulah Resolusi 2014 saya yang berkaitan dengan pendidikan adalah lebih mendalami ilmu hadits (yang ada sekian kitab harus dipelajari), berhubung saya belum pernah mengecap pendidikan pesantren dan madrasah saya berharap rasa haus saya akan ilmu tersebut dapat terobati dari perpustakaan mini Majelis Taklim di dekat rumah yang baru didirikan.
Selain itu dengan lebih rajin mengikuti pengajian saya sangat berharap pengetahuan agama saya akan bertambah dan menuntun saya menjadi insan yang lebih baik lagi.

Mengapa saya mewajibkan diri menuntut ilmu agama lebih tinggi ? sebab ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, mendidik satu lelaki adalah mendidik satu lelaki namun mendidik satu wanita, ibu sama halnya dengan mendidik satu generasi. Dan agama adalah pondasi utama untuk membentuk generasi tangguh pembela panji-panji Illahi namun tidak gaptek teknologi.

#1Hari1Ayat - Al Quran, jangan pernah tinggalkan


Posting 31 – Al Quran, jangan pernah tinggalkan karena ia penjaga iman dan di dalamnya kita temukan ketenangan

#1Hari1Ayat telah genap 31 hari digelar namun bukan berarti seiring berakhirnya even ini kita tak lagi mengakhiri berinteraksi dengan Al Quran. Allah telah berfirman bahwa AL Quran adalah furqan, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Di dalam Al Quran terdapat ayat yang mengatur tata cara beribadah dengan Allah, berinteraksi dengan alam serta hidup bemasyarakat. Itulah mengapa Al Quran disebut sebagai petunjuk. Al Quran sangat lengkap mengatur hukum-hukum beribadah sekaligus bermasyarakat, kewajiban berhijab bagi muslimah, tata cara menceraikan istri, pembagian warisan, penentuan bulan haji, hukuman bagi pencuri hingga ayat-ayat yang mengupas kewajiban berbakti kepada orang tua bahkan mengucapkan “ah” pun dilarang dalam agama (artinya tidak mentaati perintah orang tua), larangan berghibah, keutamaan sholat malam serta kisah-kisah nabi terdahulu tercantum dalam Al Quran dengan sangat lengkap agar kita dapat memetik pelajaran dari kehidupan umat sebelum Nabi Muhammad.

Al Quran adalah salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah karena semakin sering membaca ayat-ayatNya mengingatkan kembali terhadap segala nikmat yang telah kita terima. Jika dunia melenakan kita, bacalah Al Quran tentang surga dan neraka, tentang hari kiamat dan hari pembalasan. Adakah hati tak tergetar karenanya ?. Baca kembali ayat-ayat yang mengajak merenung mengapa matahari, bulan, bintang diciptakan, bagaimana kapal bisa berlayar di lautan, gunung berdiri kokoh dan tidak berjalan-jalan seenaknya, burung bisa terbang tanpa takut terjatuh. Masihkah perlu sikap sombong dan terlena nikmat dunia itu patut dipertahankan ?.

Al Quran disebut juga As Syifa, pengobat. Dalam ilmu pengobatan, rukyah dianjurkan membaca surat tertentu, menyebut Asmaul Husnah yang banyak kita temui dalam ayat-ayat Al Quran terutama dalam surat Al Hasyr namun paling utama AL Quran adalah pengobat hati. Ketika kita terpuruk karena cobaan yang bertubi datang, Allah menenangkan dengan ayat La Tahzan (jangan menangis) dan ayat bahwa janji Allah adalah benar. Saat kita merasa melakukan hal sia-sia Allah menghibur bahwa tak ada hal sia-sia, sebesar biji dzarahpun perbuatan kita akan ada balasannya. Sekali khatam membaca Al Quran bukan berarti kita tak perlu membacanya lagi, merenungi banyak hal tersembunyi.

Al Quran bukan sekedar kitab suci yang diletakkan rapi di dalam lemari, dipuja puji namun tak pernah dipahami, jika ingin selalu mengingat Allah bacalah Al Quran setiap waktu, minimal setelah sholat lima waktu maka inshaAllah akan kita temui betapa hati ini menjadi tenteram, seperti janjiNya bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.



Thursday, January 30, 2014

#1Hari1Ayat - Calon Penghuni Surga



Posting 30 – Mereka yang Dirindu Surga

Andai dalam kelas ada pertanyaan “Siapa mau masuk surga” dapat dipastikan semua murid akan mengangkat telunjuk menandakan minat besar  sebaliknya tak ada yang bersedia dijebloskan ke dalam neraka, siapa yang tahan dengan panas dan siksanya ?
Namun menjadi penghuni surga tidak dapat diraih dengan santai dan suka-suka, banyak hal harus dilakukan agar memenuhi persyaratan tinggal di istana keabadian yang dialiri sungai di bawahnya menambah kedamaian.

Siapa mereka yang dirindu surga selain para Nabi, Rasulullah dan sahabat yang beriman Islam hingga akhir zaman ?. Tentu yang pertama adalah bayi-bayi , anak-anak yang meninggal sebelum mengenal dosa, Allah pun menjanjikan surga bagi ibu yang meninggal ketika melahirkan serta para syuhada yang gugur karena jihad fisabilillah.
Trus kalau bukan golongan tersebut di atas gimana coba ?, jawabnya ya jadilah bagian dari mereka yang dirindu surga . Siapakah mereka yang dirindu surga ? ayat-ayat Al Quran serta hadits nabi banyak menceritakan tentang mereka yang dirindukan surga, pada dasarnya adal empat golongan utama yaitu orang yang istiqomah membaca Al Quran, orang yang menjaga lisannya (dari dusta, ghibah, mengadu domba, berkata kotor dan kasar), orang yang memberi makan atau menafkahkan hartanya kepada orang yang kelaparan serta orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Jika kita kaji lebih dalam keempat orang itu merupakan ciri orang yang baik, membaca Al Quran dan mengamalkan kandungan serta esensinya tentulah membentuk pribadi yang baik karena Allah dalam Al Quran menyuruh untuk selalu berbuat baik kepada Allah melalui berbagai bentuk ibadah, kepada orang tua dengan berbakti dan menghormati, kepada sesama dengan tak pelit berbagi. Orang yang mampu menjaga lisan tentunya orang baik-baik karena tak ada sumpah serapah yang keluar dari mulutnya ia juga tak pernah berdusta, menggosip dan mengadu domba. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan pastilah orang baik, kisah Fatimah Az Zahra dan Sayidina Ali yang rela berbuka puasa hanya dengan air putih dan memberikan roti gandum bagi pengemis yang kelaparan. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan sungguh-sungguh menahan hawa nafsu hingga sebulan penuh dijanjikan Allah bahwa dosa-dosanya di masa lalu terampuni secara otomatis ia telah menjadi orang baik asal tidak melalukan dosa baru.

Saya menemukan satu ayat dalam Al Quran tentang perumpamaan orang baik, bahwa kebaikan itu terwujud karena seseorang makan dan minum dari sesuatu yang baik (halal), terbiasa mengunjungi tempat yang baik dan indah sehingga apa yang dihasilkannya pun sebuah kebaikan.

Mari kita cermati bunyi surat An Nahl 68 – 69 berikut ini
Indahnya tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan si Lebah, ia hinggap di bunga-bunga, menghisap sari bunga yang murni, tinggal dalam sebuah koloni lebah lalu menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Begitupula halnya mukmin yang baik, seyogyanya ia makan dan minum dari sesuatu yang dihalalkan, mengunjungi masjid dan majelis taklim untuk beribadah menjauhi tempat maksiat, berkumpul dengan orang shaleh. inshaAllah kebaikan demi kebaikan pula yang akan ditebarkannya, mengobati hati yang terluka karena sesatnya dunia, menebarkan cahaya untuk senantiasa mengingatNya.

Tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar  di seluruh jagad raya, ada pada seluruh makluk ciptaanNya tak peduli itu tumbuhan, hewan atau manusia…Subhanallahu Allahu Akbar semoga kita mampu meniru lebah dan kelak menjadi penghuni surga

Wednesday, January 29, 2014

Give Away - Recycle Pensil & Buku, Tanda Iritku


Giveaway Irit tapi Bukan Pelit

Seneng banget pas ketemu GA Unik Irit tapi Bukan Pelit. Ya nih kenapa ya stereotip yang berlaku di masyarakat irit itu hampir selalu identik dengan pelit padahal perintah "jangan boros itu jelas bisa kita baca sebagai firman Tuhan salah satu contohnya ada pada QS Al-Isra ayat 26

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”


Jelas kan jika Allah pun melarang kita bertindak boros. Publik berpendapat bahwa kaum wanita itu makhluk paling hobi berbelanja eh tapi sepertinya itu tidak berlau bagi saya. Dari usia kanak-kanak, remaja, hingga usia tiga puluhan sekarang ini saya paling males kalau disuruh ngemall. Trus bagaimana kalau mau beli sepatu ? saya cuma punya sepasang sepatu flat shoes, hasil homeindustry pula di toko kecil dekat alun-alun kota. Beli baju ? nggak setiap tahun kok beli baju kalaupun perlu belinya di toko kecil dekat rumah. Belanja buat saya ya belanja keperluan bulanan untuk keluarga tapi itu pun tak lebih dari satu jam sudah termasuk antri di kasirnya. Soal hemat menghemat bukan hanya soal baju dan sepatu tapi merembet ke alat tulis menulis. Ini tergolong hobi saya yang unik, sejak duduk di Sekolah Dasar saya terbiasa menggunakan buku dan pensil hingga titik terakhir, maksudnya kalau pensil udah pendeeek banget dan nggak nyaman dipegang saya manfaatkan kemasan bekas spidol atau bolpoin yang tak terpakai sebagai “rumah” pensil, lalu dililit kertas kado bekas sebagai penghias. Caranya cukup mudah, kalau lubang "rumah" tadi nggak cukup besar, ujung pensil bisa diraut pelan-pelan menggunakan silet kalau merautnya kebablasan dan jika pensil terasa longgar jika dimasukkan dalam rumah barunya bisa dibebat dengan kertas bekas kado. Ini dia contohnya :

1364829661110548789

Trus untuk buku, setiap kenaikan kelas biasanya ada sisa lembaran yang masih bersih di beberapa buku, lembaran buku kosong sisa tersebut saya robek dengan hati-hati, saya kumpulkan hingga menjadi satu tumpukan dengan lembaran sisa-sisa buku lain bermotif serupa untuk dibuat buku baru, melekatkannya pakai stapler ukuran sedang, sampulnya bisa dari karton bekas atau sampul buku bekas yang masih bagus, tinggal ditutup kalender bekas bagian/sisi putihnya lalu ditempeli sisa-sisa kertas kado yang lucu-lucu. 

Nah kebiasaan ini terbawa hingga saat saya bekerja kantoran (sebelum resign setahun lalu), daripada saya mengajukan pembelian buku baru untuk mencatat poin-poin pekerjaan, saya kumpulkan kertas bekas foto kopi, potong rapi dan bagian yang bersih dari fotokopi masih bisa saya manfaatkan untuk menorehkan catatan (dan kini saya terapkan untuk anak-anak saya :D).

Kelihatannya kurang kerjaan dan sepele ya ?. Tapi kini saya bersyukur bahwa tindakan kurang kerjaan saya ternyata menyumbang kepedulian terhadap bumi maybe it’s not too much but a little thing is better than nothing, right ?.

Pernahkah kita berpikir berapa pohon di hutan yang mesti ditebang untuk membuat buku dari bubur kayu ? berapa lagi yang ditebang agar bisa diolah menjadi pensil ? padahal saat masih kecil saya belum terpikir hal seperti itu, saya hanya senang saja melakukannya karena dengan membuat buku dan pensil artinya saya mengulur waktu Mama dan Papa untuk membelikan pensil dan buku baru, penghematan kecil-kecilan lah buat beliau berdua.

Keren nggak ? ah ini belum seberapa, apa yang saya lakukan masih jauh dibandingkan mereka yang bisa membuat kerajinan dari bahan-bahan bekas, pembungkus sabun, pewangi, dan kemasan sisa lainnya, bahkan ada loh teman saya yang rajin banget, membuat tas dari celana jeans yang sudah nggak muat, menyulap daun pintu yang rusak jadi meja belajar padahal dia cewek tulen, ibu rumah tangga berputra dua tapi kreativitasnya patut diacungi jempol dua.

Irit bukan berarti pelit kok, karena seperti halnya boros, pelit itu juga dilarang  Allah dalam kiasan “tangan terbelenggu pada leher”. Artinya boleh irit agar tak terjebak boros dan belanjakan hartamu di jalan Tuhan agar tak menyesal di hari kemudian.


Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS al-Isra: 29).

 “Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin"


#1Hari1Ayat - Indahnya Surga



Posting 29 – a Little thought about Heaven – Serial Tafakur

Di posting 28 kemarin saya menulis sedikit tentang surga. Sebagai orang beriman tentu kita percaya adanya Yaumul Hisab, surga dan neraka. Ayat-ayat Quran banyak yang mendeskripsikan indahnya surga dan betapa mengerikannya neraka, sebut saja Al Baqarah, Ar Rahman, Al Waaqiah yang mengisahkan fasilitas untuk para penghuni surga. Sementara AL Mulk, Al Hijr, Al Muddatsir, At Taubah menceritakan siksa neraka yang bakal dialami kaum kafir.

Membandingkan kondisi penghuni surga dan neraka sangatlah kontras, di neraka para pendosa disiksa dengan api teramat panas yang menggelegak suaranya, minum darah, nanah dan cairan tembaga panas duuuh saya nggak sanggup menceritakannya secara detail isi ayat-ayat itu. Sebaliknya para penghuni surga dijamu dengan buah, sayur, susu, khamr, daging, burung berkualitas terbaik, ditemani bidadari bermata jeli, sepanjang hari hanya memuji Allah dan bersenda gurau di bantal empuk dan di bawah tempat tinggalnya mengalir sungai yang menyejukkan.

Sungguh indah gambaran surga, meski di dunia mungkin sengsara jika kelak mendapat surga tentu kenikmatan abadi yang kita terima. Tapi saya bertanya-tanya adakah di surga nanti bakal bertemu lagi dengan sahabat, kerabat, suami, anak, cucu dan orang-orang yang kita kenal. Backsoundnya lagu Eric Clapton - Tears in Heaven nih : Do you know my name when I saw you in Heave ? . Ataukah kehidupan surga neraka itu seperti layaknya kehidupan baru dimana penghuninya tak saling kenal. Alhamdulillah Ayat ke 23 dari QS Ar Raad menjawab pertanyaan saya.



Ternyata kita bisa kok ketemu sanak saudara lagi di surga nanti asal setelah dihisab memang diputuskan berhak menjadi penghuni surga.
Hmmm pikiran saya melayang tapi bukan berandai-andai, saya teringat kembali almarhum Papa dan almarhumah adik yang telah pergi mendahului betapa kelak saya ingin berkumpul dengan mereka lagi, lengkap dengan Mama, saudara yang lain, suami dan anak-anak. Ketika salah satu dari anggota keluarga pergi terasa kehilangan sekali dan kita hanya bisa berdoa agar dosa-dosa mereka terampuni. Itulah sebabnya saat masih diberi umur panjang selayaknya kita saling mengingatkan penuh rasa sayang, nggak ingin kan masuk surga sendirian sementara sanak saudara dan orang-orang terdekat mungkin saja terjerumus dalam neraka karena ketika mereka salah jalan kita diam saja. Ya sih, nggak semua orang bisa langsung mengikuti ajakan baik, beda banget sama pengaruh buruk yang cepet sekali menjalar namun Rasulullah bersabda bahwa selemah-lemah iman adalah diam ketika melihat sesuatu terjadi di sekitar kita atau hal yang tak disukai Allah dilakukan oleh orang yang kita kenal.

Ingin masuk surga ? yuk dimulai dari diri sendiri menjadi pribadi yang dirindukan surga tapi jangan lupa ajak orang tua, sahabat, keluarga dan sanak saudara. Trus pribadi yang dirindu surga itu yang bagaimana ? ehem beberapa di antaranya akan saya tulis di posting berikutnya Post 30 InshaAllah :)


Tuesday, January 28, 2014

Review The Davincka Code (How Travelling Inspires You)

Resensi Santai – The Davincka Code (How Travelling Inspires You)
Judul : The Davincka Code
Penulis : Jihan Davincka
Penerbit : PT. Edelweiss
Halaman : 294

Horeeee sore cerah, buku yang dinanti akhirnya tiba dan kuterima dengan sumringah. Masih kuingat jelas pertama kali mengenal sang penulis, aku pernah membaca tulisan inspiratifnya berjudul Every Mom Has Her Own Battle di sebuah media maya, and yes! it is on the first page of this book. Sist Jihan dalam promo bukunya memang pernah mengatakan bahwa buku ini sebagian adalah tulisan hasil note facebooknya (wow kereeen note fb, tulisan di blog ternyata bisa jadi buku yang dijual di toko-toko buku seIndonesia, bandingin sama note daku yang isinya curhat GEJE hehehehe).

Lucky me sist Jihan mengkonfirmasikan pertemanan denganku di fb karena aku bisa leluasa baca tulisannya yang kriuk bergizi, seperti di buku ini. Kalau kamu, anda, elo pengen baca buku yang membuat kamu, anda, elo mikir sekaligus terhibur The Davincka Code adalah salah satu jawabnya. It is more than just a note, but it’s tell completely about life (eh kok jadi ikut-ikutan pakai bahasa Inggris campur Indonesia kayak sist Jihan sih, ahahaha nah itu salah satu poin penting dari Javincka Code, just write, pakai bahasa campur Bugis, Indonesia, Inggris is OK, just do it tapi jangan lupa tulislah dengan cara bagaimana asal yang baca ngerti aja).  Yup! Buku ini layaknya memoir dari usia SD, SMP, SMA, kuliah, kerja sampai memutuskan jadi emak rumahan tapi bisa melanglang buana dari jazirah Arabia hingga Eropa. “Idih, emang siapa itu Jihan pakai nulis memoar segala ?” well jangan salah persepsi kawan, biografi, inspirasi jangan hanya dari orang tenar (padahal di dunia perfacebook-an sist Jihan ini tergolong yang punya banyak fans, bukan hanya karena cantik tapi juga karena gaya menulisnya yang unik), persis seperti yang ia tulis bahwa inspirasi, pelajaran hidup itu datang dari keluarga, kerabat terdekat ga usah muluk-muluk nyari idola dari manca kalau dari orang tua, adik, kakak, kawan banyak pelajaran yang bisa kita dapat. But don’t worry, sist Jihan ngga cuma cerita soal adik, kakak, Mama, anak dan suami, kutipan-kutipan dalam bahasa Inggris dari orang-orang ternama, renungan dari kisah Mahabharata hingga Soekarno presiden pertama kita menambah wawasan kita bahwa akan selalu ada yang bisa kita dapatkan dari sebuah kisah. Just think, tafakur, bukankah Allah juga menyuruh kita untuk selalu berpikir tentang tanda-tanda kebesaranNya di alam raya ?.

Deskripsi tentang keindahan Jeddah dan Irlandia, cara sist Jihan mengisahkan serunya ketika masih bekerja di ibukota adalah poin yang pasti membuat pembaca nggak bosan menuntaskan 294 halaman dalam sekali hap. Kalau saja bukunya dicetak dalam edisi lux trus foto-foto yang menghias buku dicetak berwarna kita pasti lebih terkagum-kagum dan meneteskan air liur akan panorama alam nun jauh di sana (ehem tapi harga bukunya pasti jadi lebih mahaaall, lagipula kalau pengen ngintip foto-foto hasil jepretan sist Jihan bisa kok blogwalking ke http://jihandavincka.wordpress.com). Tapi yang sedikit membuatku mengernyitkan dahi mengapa tulisan yang berupa kumpulan “note” dan “post” tidak disusun secara krononologi ya ?, misalnya di beberapa bab pertama cerita sist Jihan sudah sampai kisah sebagai ibu rumah tangga di Irlandia, eh bab di pertengahan buku kok balik di masa kecil atau mungkin ini trik flash back jadi pembaca pun merasa nggak monoton baca buku memoar ala Jihan Davincka (sst kalau aku jadi sist Jihan pasti kujawab : eh Elo emang nulis dan nerbitin buku itu gampang, elo coba deh sendiri hihihihi, gak kok becanda…sist Jihan anti nyinyir meski menurut pengakuannya di buku ini beliaunya adalah orang yang galak, sama dong dengan dakuh :p)

Last but not least satu pelajaran berharga kupetik dari The Davincka Code – jangan remehkan kemampuanmu, gali apapun potensi diri karena kecerdasan itu ngga cuma sekedar nilai raport, sesuatu yang kau tekuni kelak akan membawa hasil asal lakukan secara sungguh-sungguh, ikhlas dan membuatmu bahagia apalagi jika kau tularkan bahagia itu terhadap sesama. Because life is an adventure, just share to the others how travelling inspires you :)

Yes! The Davincka Code adalah Teman yang siiip untuk menikmati teh hangat dan tape goreng buatan sendiri (horeee berkat  membaca buku kriuk bergizi ini akhirnya rasa penasaranku tentang asal muasal nama Davincka terjawab sudah \^_^/ ) .


#1Hari1Ayat - Allah Melihat Proses Bukan Hanya Hasil




Posting 28 - Kira-kira apakah saya telah menjadi muslimah yang Allah inginkan ? - Serial Tafakur


#1Hari1Ayat telah masuk hari ke-28, ayat demi ayat menjadi pengingat agar kita tak merasa yang paling hebat. Apa benar saya udah ngerjain semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya ? kira-kira ibadah yang saya lakuin itu udah sesuai tuntunan Nabi nggak ? ntar kalau ternyata salah saya dosa yah dan amalan saya bakal sia-sia => kadang pikiran semacam ini memenuhi kepala.

Selain itu satu hal yang sering berputar di benak saya adalah Sudahkah saya menjadi muslimah yang Allah inginkan ?. Perasaan sih saya udah belajar baca Quran tiap abis sholat tapi kok ya nggak lancar-lancar, puasa Senin-Kamis juga sering tapi kok masih sering marah.
Hadehhh...apa kira-kira saya udah terlalu banyak dosa sehingga ibadah kok terasa sia-sia.
Kalau benar ibadah yang dilakukan sia-sia ngapain susah-susah yah => tetot mesin berbunyi "wrong answer". Diterima tidaknya ibadah itu rahasia Allah (tapi inshaAllah saya yakin kalau niat ibadah lillahi ta'ala masa Allah bakal tutup mata ?".

Melalui Al Quran surat AT Taubah ayat 105 Allah berfirman 

"bekerjalah kamu maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" saya menafsirkannya sebagai Allah melihat proses bukan hanya hasil akhir. Seorang ulama berpesan bahwa kesuksesan seorang mukmin itu adalah pada saat sakaratul maut, ketika ia melewati sakaratul maut dengan mudah dan mengucapkan kalimat thayibbah ini namanya hasil akhir, tentunya hasil akhir yang manis ini tidak terjadi begitu saja namun melalui proses. Ketika seseorang istiqomah beribadah dan hidupnya berujung indah inilah yang disebut keberhasilan proses. 

Ayat ini yang menyemangati saya untuk istiqomah beribadah semampu saya. Apalagi saya berhijab baru sekitar empat tahun lalu...well padahal usia saya udah lebih dari tigapuluh saat itu, but better late than never . Jujur saja saat hendak berhijab saya ragu, duh masih suka sradag srudug, jutek kok pakai hijab ntar orang bilang apa ?, hellooo untung saya teringat hasil kajian bahwa hijab itu wajib bagi muslimah. Bolehlah dianggap hijab itu sekedar pakaian wajib, perkara aqidah memang terpisah dari baju wajib itu sendiri, sering kan kita liat dalam sidang koruptor pakai jilbab, orang yang biasa bertindak asusila pakai busana muslimah. Tentu saya, kita para muslimah nggak mau mengikuti teladan yang buruk semacam itu, agar tak mencoreng nama Islam mengapa tak bisa kita lakukan hal terbaik : sambil berhijab kita memperbaiki akhlak, Allah kan udah mengingatkan "bekerjalah kamu makan Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" so, let's get it done. Pertama kerjakan yang wajib, berikutnya berproses menjadi pribadi lebih baik. InshaAllah niat baik pasti dibukakan jalan terbaik pula.

Semoga saya, kita para muslimah berhasil menjadi pribadi yang diridhoiNya, kelak dibukakan pintu surga dan mendapatkan ucapan selamat datang dariNya :
Wahai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu" (QS Al-Fajr :27-30)

Monday, January 27, 2014

#1Hari1Ayat - Pilih Dunia atau Akherat ?




Posting 27 - Penting mana Dunia atau Akherat ? - Serial Tafakur
Posting-posting serial tafakur dan tadabur alam tempo hari mengingatkan kembali pentingnya istiqomah dalam bersyukur, beribadah dan selalu mengingat Allah. Jadi apakah kita harus menghabiskan waktu untuk beribadah ? . Pagi, sore, siang, malam untuk selalu menyembah dan mengingat Allah ?. Benar sekali, namun perlu diingat yang disebut ibadah bukan hanya berupa sholat, mengaji, berzakat, puasa atau berhaji. Segala aktivitas yang kita niatkan lillahi ta'ala bernilai ibadah juga. Menuntut ilmu, menikah, membantu orang yang sedang susah bahkan mengurus rumah jika niatnya karena Allah inshaAllah telah mendapatkan pahala bahkan update blog #1Hari1Ayat juga pasti menulis dengan mengingat Allah bukan ?

QS Al Qashash ayat 77 di atas menyatakan bahwa carilah kebahagiaan negeri akherat dan janganlah kamu melupakan bahagian dari kenikmatan duniawi, artinya mencapai kebahagiaan dunia itu bukanlah sesuatu yang dilarang Allah, bahkan doa sapu jagad Rabbana Atina Fidunya Hasanah Wafil Akhirati Hasanah  merupakan permohonan kebaikan dunia dan akherat namun tetap diingat bahwa keperluan akherat disebutkan terlebih dahulu mengandung makna bahwa kebahagiaan akherat itu lebih utama seperti difirmankan dalam ayat  tersebut tanpa meninggalkan kenikmatan dunia. Nikmat dunia di sini maksudnya adalah nikmat berkeluarga, nikmat mencari nafkah, nikmat menuntut ilmu dan nikmat lain-lain yang tentunya di jalan Allah. Menikah merupakan salah satu ikhtiar menyempurnakan agama, yang sudah menikah pasti memberikan testimoni bahwa memiliki pasangan hidup yang seiman, shalih/shalihah itu sungguh merupakan nikmat luar biasa apalagi jika dikaruniai keturunan yang lucu dan patuh kepada orang tua. Rekreasi, menikmati pemandangan alam juga merupakan salah satu nikmat dunia, bagaimana tidak nikmat jika mata, telinga dimanjakan dengan harmoni alam, indahnya gunung dan pantai, namun esensi nikmat itu sendiri adalah ketika kita menjadikan wisata tersebut sebagai tadabur alam, mengagumi ciptaanNya dengan menyerukan kalimat thoyyibah, bersyukur atas nikmat Allah atas keindahan alam yang Ia berikan.

Tak ada satu pun hal di dunia ini yang tidak berkaitan dengan akherat, setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia pasti dipertanggungjawabkan di alam keabadian, begitu pula halnya dengan bagaimana kita mencari kenikmatan duniawi.

Jadi, pilih dunia atau akherat ?


#1Hari1Ayat - Fenomena Mati Dalam Tidur



Posting 26 - Mengapa harus selalu bertafakur dan bersyukur ? salah satunya adalah fenomena mati dalam tidur

Melanjutkan Serial Tafakur, dan berkaitan dengan sejarah Firaun yang taubatnya tak diterima sebab nyawanya telah sampai di kerongkongan, satu hal semakin terekam kuat dalam kalbu : bahwa beriman, bersyukur, tafakur adalah satu kesatuan dan hendaknya dilakukan secara terus menerus dengan jalan selalu mengingat Allah, mengapa ? sebab kita tak pernah tahu kapan akhir hidup kita. Masih ingat Michael Scumacher yang koma setelah mengalami kecelakaan saat main ski, atau Paul Walker yang tewas mengenaskan saat mengendarai mobil sport yang ia kagumi ?.
Apalagi ketika membaca AL Quran Surat Az Zumar ayat 42, bagi saya ayat tersebut menjelaskan pertanyaan yang selama ini membayang dalam benak saya yaitu tentang fenomena "keadaan koma" hingga mati dalam tidur. 



"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan1314. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir" (QS. Az Zumar : 42)

Subhanallah, merinding bulu kuduk saya membayangkan jika saya sendiri mengalami kejadian koma atau mati dalam keadaan tidur, yang saya khawatirkan saat peristiwa itu terjadi iman saya sedang berada pada posisi lemah, titik terendah. Sungguh hina akhir hidup saya dan semua ibadah yang saya lakukan seumur hidup akan menjadi sia-sia. Fenomena mati dalam tidur ini pula yang menjadikan betapa pentingnya mengikuti sunnah Rasul tentang adab menjelang tidur, mulai berwudhu, membaca doa sebelum tidur dilengkapi beberapa ayat Al Quran dan kalimat thoyibbah yang mengakhirinya ..La Ila hailallah sungguh indah jika ketika takdir kematian menjemput dalam tidur kita telah mempersiapkan diri dalam keadaan suci, hati dan lisan menyebut nama Illahi.

Jadi, selagi hayat masih di kandung badan dan masih merasakan nikmat terbangun dini hari dalam keadaan segar setelah tertidur semalam mengapa tidak kita isi hidup ini dengan dzikrullah agar mampu menghadapi segala cobaan dengan tegar, seringkali bertafakur sebagai manifestasi rasa syukur...

Saturday, January 25, 2014

#1Hari1Ayat - Pelajaran dari Mayat Fir'aun



Posting 25 - Bahkan mayat pun bisa menjadi pelajaran

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, pintu maafnya selalu terbuka lebar bagi hamba-hambaNya yang menyadari kesalahannya, bertobat secara sungguh-sungguh dan tak pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama. 
Sebuah riwayat pernah dikisahkan bahkan seseorang yang telah membunuh 99 orang pun taubatnya masih diterima karena sebelum ajal menjemput ia telah kembali ke jalan yang benar. Namun ada dosa yang tak terampuni yaitu syirik alias menyekutukan Allah, trus kaum tukang protes berujar : ih katanya Allah Maha Penyayang dan Maha mengampuni kok masih ada pengecualian, jadi gini kalau kita punya pasangan hidup yang sangat kita cintai, apapun telah kita berikan trus ternyata dia diam-diam selingkuh di belakang kita, sakit hati nggak ? pasti perasaan cinta yang kita punya berbalik menjadi benci setengah mati => nah lo kira-kira begitu perumpamaannya. 

Ayat yang saya ingat tentang taubat tak terampuni adalah taubatnya Firaun yang dikisahkan dalam Al Quran, dalam ayat ke 90 surat Yunus dikisahkan bahwa di akhir hayatnya Firaun mengakui keEsaan Allah " Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
Namun apakah taubat Firaun diterima ? dalam ayat-ayat berikutnya dinyatakan secara implisit bahwa taubat Firaun sia-sia sebab ia terpaksa menyatakan "syahadat" ketika nyawanya sudah di kerongkongan.

Dan bersama bala tentaranya Firaun pun tenggelam di laut merah. Yang menarik perhatian saya adalah QS Yunus ayat 92 ini
"Kami selamatkan badanmu supaya menjadi pelajaran", saya penasaran dari sekian banyak mummi Firaun yang disimpan dalam museum di Mesir atau mungkin museum lain di dunia, Firaun yang mana yang tenggelam di Laut Merah ?. Dan rasa penasaran saya terjawab ketika membaca berita di sebuah surat kabar bahwa pernah diadakan pemeriksaan lebih teliti terhadap semua mummi dan hanya di dalam mummi Ramses II yang diketemukan fosil sejenis ganggang yang hanya bisa hidup di Laut Merah. 

Allahu Akbar, fakta ini kembali menunjukkan bahwa Al Quran bukanlah buatan manusia sebab kejadian ini terjadi beratus tahun sebelum Nabi Muhammad dilahirkan. Dan pelajaran tentang kesombongan Firaun pun masih dapat kita temui hingga saat ini, bukankah atas kehendak Allah sehingga mayat Firaun bisa menepi ke pantai, terselamatkan hingga menjadi pengingat tentang keEsaan Allah bagi mereka yang mau berpikir ? pernahkah terpikirkan berapa orang mati tenggelam di lautan dan jasadnya tak pernah ditemukan?. 

Maha Besar Allah dengan segala firmanNya, semoga kita tak pernah melakukan dosa yang tak terampuni dan kelak meninggal dalam keadaan Islam dan beriman.

Friday, January 24, 2014

#1Hari1Ayat - Maka Nikmat Tuhan Mana Yang Kamu Dustakan



Posting 24 - Tafakur dan Bersyukur (Serial Tafakur)
InshaAllah di posting 24 hingga 31 saya ingin menulis tentang serial tafakur (versi saya sendiri) mengapa ? karena tafakur adalah salah satu perwujudan rasa syukur dan janji Allah bagi siapa yang bersyukur maka nikmatNya akan ditambah dan bagi siapa yang kufur maka siksanya amatlah pedih...


Mungkin adalah salah satu ayat Al Quran yang paling populer, entah mengapa setiap kali mendengar ayat ini dilantunkan dalam tilawatil quran atau dibaca imam sholat berjamaah di masjid hati saya selalu tergetar dan air mata menetes perlahan. Mungkin karena saya adalah salah satu manusia yang seringkali kufur nikmat dan mudah patah hati jika doa-doa saya tak kunjung diijabahi.

Padahal jika mau bertafakur lebih rajin lagi bahwa apapun yang terjadi tak patut saya merasa Allah sedang membenci atau tak menghiraukan kami lagi, bukankah setidaknya oksigen yang harus kami hirup agar bertahan hidup masih gratis ? dan tak perlu keluar uang jutaan rupiah untuk membeli obat sehingga penyakit pun musnah.

Mengulang kembali tausyiah ustadzah semalam - karena sayidina Ali pun berkata "ikatlah ilmu dengan tulisan - agar pelajaran tentang bersyukur dari pengajian tak hilang dari ingatan saya ingin menuliskannya di sini.

Setiap memulai tausyiah, ustadzah kami yang ramah selalu mengawalinya dengan kalimat : tak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur atas karuniaNya. Dan kebetulan semalam kajian Quran membahas tentang kewajiban bersyukur.

Sebagai hambaNya bersyukur adalah kewajiban, karena nikmat yang berlimpah tanpa kita pinta, bahkan ayat Fabiayyi ala irabbikumaa tukadzidzibaan diulang hingga 31 kali dalam Ar Rahman sebagai pengingat bagi manusia yang sering lupa.

Sebagai perwujudan rasa syukur yang begitu dalam, setidaknya ada 7 kewajiban yang seharusnya kita lakukan :
1. Banyak bertafakur, berpikir, merenung atas nikmat Allah 
    Kesehatan, kesempatan berkarir, mengais rezeki, tadabur alam seperti posting-posting       saya tempo hari memberi kesempatan untuk merenung kembali betapa banyak yang           telah Allah beri, tanpa pajak tanpa retribusi
2. Mengakui bahwa semua nikmat datang dari Allah
    Ngeblog, dapat hadiah kuis (eh itu mah saya banget) bukan datang secara tiba-tiba             namun berkat campur tangan Allah semata
3. Mengungkapkan rasa syukur secara lesan,bersungguh-sungguh dalam hati dan ditunjukkan       melalui perbuatan
4. Menjaga dan memelihara nikmat Allah
    Menjaga kesehatan, memperhatikan serta menjalin silaturahmi dengan keluarga dan           kerabat adalah contoh tindakan nyata untuk memelihara nikmat Allah sebagai                     perwujudan rasa syukur
5. Memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan kehendak Allah
    Maksudnya nikmat Allah nggak disia-siakan, punya mata buat belajar dan melihat hal-hal      yang baik, tangan sehat buat nulis yang baik-baik contohnya #1Hari1Ayat
6. Bersungguh-sungguh dan mendekatkan diri pada Allah
7. Banyak beristighfar
    manusia kadang sering lupa bersyukur eh malah terjebak kufur, sesegera mungkin               melakukan istighfar adalah salah satu bentuk memperbaiki perasaan agar lebih mudah         bersyukur.

Itulah 7 hal yang ditausyiahkan ustadzah kami, benar-benar nanceb di hati. Semoga sebagai umatNya kita tak mudah terjebak kufur nikmat agar tidak menyesal di kemudian hari

Thursday, January 23, 2014

#1Hari1Ayat - Untuk Apa Gunung Diciptakan ?


Posting 23 - Untuk Apa Gunung Diciptakan ? - Tadabur Alam


Saya sungguh beruntung mendapat kesempatan untuk merasakan nikmat sholat di masjid Al Ukhuwah di dekat rumah. Udaranya sejuk karena di dekat sawah, hamparan gunung Arjuno di kejauhan indah terbentang, saat Arjuno membara setiap kemarau karena kebakaran hutan, bara apinya tampak seperti lampu yang menyala dilihat dari pelataran masjid kami.

Ketika cuaca cerah menjelang Maghrib, awan yang berarak di dekat puncaknya tampak kontras dengan warnanya yang biru, Masya Allah, Subhanallah tiada henti kalimat pujian terlantur mengagumi indah ciptaanNya.

Dalam Al Quran kata "gunung" diucapkan beberapa kali, sebagai pertanda bahwa gunung pun memiliki arti tersendiri.
Dalam QS Al Anbiyaa ayat 31 dijelaskan bahwa gunung ditempatkan di bumi agar bumi tak menjadi goncang karenanya. Saya jadi ingat dongeng tentang terciptanya gunung gunung di Jawa yang konon berfungsi sebagai paku bumi, apa kira-kira leluhur kita itu terinspirasi dari ayat Quran ya ?
Ada yang berkata Allah berfirman dalam kitab-kitabNya seringkali dalam bentuk kiasan dan tugas umat adalah untuk tafakur, tadabur demi memahami maknanya. Mudah-mudahan saya tak salah tafsir bahwa sebenarnya fungsi gunung tak berhenti sebagai paku bumi, namun gunung telah mendapat tugas dari Allah kelak ia akan menjadi salah satu pertanda kiamata tiba, yaitu ketika bumi berguncang dan gunung memuntahkan isinya (ibarat paku ayng lepas dari sebuah papan, maka semua menjadi berantakan). Gunung diciptakan kokoh agar menjadi sumber daya alam bumi, berbagai sayur mayur, tanaman teh, kopi tumbuh subur jika ditanam di daerah pegunungan. Gunung yang meletus pun menyimpan hikmah bahwa debu vulkanis yang tersisa beberapa tahun setelahnya adalah penyubur bumi yang tiada habisnya, belerangnya pun bermanfaat dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Di sinilah ayat-ayat Allah berkata tak sekedar harfiah belaka, jika tak ada gunung, tak ada pegunungan, buah dan sayuran mungkin tak beragam seperti sekarang, berbagai jenis kayu dan tumbuhan obat pun hanya dapat tumbuh di gunung dan pegunungan...untuk itulah Allah menciptakan gunung, agar manusia mendapatkan manfaatnya, tidak kebingungan dan goncang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Wallahualam bishowab...

#1Hari1Ayat - Penciptaan Bumi dan Langit



Posting 22 - Lebih dahulu mana penciptaan langit dan bumi ? - Serial Tadabur Alam


Mengulas keajaiban benda-benda langit yang mengitari bumi membuat saya berpikir kembali, kira-kira Allah menciptakan bumi atau langit terlebih dahulu ya ?

Mudah-mudahan saya nggak salah tafsir atas arti QS AL Baqarah ayat 29 

yang diperjelas dengan Fushshilat  ayat 10 - 11

bahwasanya setelah bumi diciptakan terlebih dahulu kemudian baru diciptakan langit sebanyak 7 lapis seperti yang tertulis di ayat-ayat lainnya. Sebenarnya pertanyaan saya tadi kalau dipikir-pikir gak penting penting amat ya, KEPO banget saya mo tau aja lebih dulu mana penciptaan bumi atau langit trus ntar banding bandingin sama ilmu pengetahuan, teori big bang gitu yang katanya alam semesta itu tercipta dari dentuman besar kemudian timbul radiasi sehingga muncul bumi dan benda-benda langit ?, trus jadi lebih KEPO mana yang benar ? ehem ...belajar firman Allah tiada pernah habisnya, itulah mengapa Al Quran merupakan sumber ilmu tentang apa saja. "Big Bang" dalam Al Quran dijelaskan lebih lanjut dalam Al Anbiya ayat 30 : 
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?". Cekidot yang di bold, terserah dah para ilmuwan mo bilang apa saja, kalau mo baca Quran di Ayat tersebut telah dijelaskan bahwa langit dan bumi adalah sesuatu yang padu kemudian dipisahkan (ini yang disebut teori Big Bang), lalu diciptakan bumi terlebih dahulu seperti ayat 10 Fushshilat kemudian langit.

Subhanallah cukup sudah ke KEPO an saya, rasanya tak perlu membandingkan ilmu pengetahuan yang "kata orang" toh kalau dikaji kembali tetap ada  kesesuaian. Di situlah kodrat manusia yang suka lupa dan tergesa-gesa, kenapa harus mempermasalahkan kata jika lebih baik mencerna makna. 
Bumi dan langit saja berseru memujiNya tanpa berseteru mempertanyakan siapa yang lebih dahulu ? mungkin seharusnya saya malu dan lebih baik berkarya, beribadah sebaik mungkin selama masih hidup di bumi karena menjadi bekal saat menghadapNya dalam kehidupan di "langit" nanti.



Tuesday, January 21, 2014

#1Hari1Ayat - Angin Dengan Segala Fungsinya


Posting 21 - Angin, bukan sekedar membuat udara lebih dingin - Tadabur Alam

Brrrr ...Desember, Januari angin berhembus superrr freezy, kalau ga ada angin udara mungkin gerah banget yah, kan pernah tuh kita alami pas kemarau ga ada angin berhembus sama sekali pula, AC ? nggak punya waaah rasanya gerah tiada terkira. Eits tapi fungsi angin bukan hanya agar kita-kita enjoy menikmati semilir hembusannya. Di pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ada penjelasannya kalau angin berfungsi dalam proses penyerbukan, tuh ya kalau ga ada angin benang sari dan putik bakalan susah mo ketemuan, ya kalau pas ada serangga, kupu, kumbang yang menghisap sari madu trus hinggap di bunga lainnya trus angin gak pernah berhembus, nah kapan bisa terjadi penyerbukan lanjut pembuahan ? ga ada penyerbukan berarti tanaman gak bakal bisa berbuah, trus bagaimana manusia menikmati segarnya apel, anggur, strawberry, alpukat, mangga ..tanaman hias pun tak berbunga, hidup terasa hampaaa...

Eh, bukan hanya Ilmu Pengetahuan Alam yang menjelaskan fungsi angin bagi penyerbukan. Allah telah terlebih dahulu berfirman melalui Al Hijr ayat 22
See ? "Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan tumbuh-tumbuhan" plus fungsi angin lainnya seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat tentang hujan, angin menggerakkan awan sehingga berkumpul menjadi hujan. 

So, tak pernah ada keraguan bahwa Al Quran adalah firman Allah, bukan buatan manusia, buktinya sebelum ilmuwan menulis buku ini itu di dalam Al Quran itu sudah lengkap banget segala ilmu pengetahuan dari proses terbentuknya manusia hingga  benda-benda langit yagn mengitari bumi sebagai tempat hidupnya.

I Love Allah, I Love Al Quran....terimakasih #1Ayat1Hari mbak Primadita, telah membantu mengingatkan :)

#1hari1Ayat - Rembulan nan Menawan


Posting 20 - Rembulan nan Menawan (Tadabur Alam)

Berkaitan dengan posting saya kemarin tentang matahari, saya jadi tertarik pada bunyi Asy Syams Ayat 2 . Allah mendudukkan matahari dan bulan sama pentingnya, sebagai penunjang kehidupan manusia. Ayat ini mengajarkan dasar ilmu astronomi bahwa bulan berputar mengiringi matahari seperti benda langit dalam tata surya lainnya.
Jika matahari berfungsi sebagai sumber energi bagi bumi seisinya, dalam surat Yunus ayat 5 Allah berfimran bahwa rembulan ditetapkan sebagai penunjuk waktu tertentu. contohnya bulan sabit sebagai penunjuk telah masuk awal bulan yang digunakan untuk menandai permulaan ramadhan, saat masuk bulan syawal atau ketika purnama untuk mengingat waktu masuknya puasa Ayamul Bidh
Kenapa tak cukup matahari yang digunakan sebagai penunjuk waktu ? sebab Allah menciptakan siang dan malam tanpa tujuan. Pagi, siang hingga sore adalah waktu untuk berburu rezeki dan karuniaNya, malam adalah waktu untuk beristirahat. Dapat dibayangkan jika matahari bersinar penuh 24 jam, berarti bumi bentuknya nggak bulat dan tidak berputar mengelilingi matahari, nah kalau kita berkeliling dunia yang tidak bulat itu bisa-bisa jika sampai di ujungnya terjatuh ke dalam ruang awang-awang yang tiada bertepi. Hawa panas matahari akan terasa menyiksa, dan tidak ada pedoman waktu untuk mengawali puasa dan kapan saat berbuka.

Dan Allah Maha Kuasa memberikan kesempatan bagi umatNya untuk memanfaatkan bulan sebagai sarana membuat penanggalan, jumlah bulan ia tetapkan sebanyak dua belas bulan seperti tercantum dalam QS At Taubah 36, ternyata penanggalan masehi pun memiliki jumlah bulan yang sama. Coba kalau penanggalan masehi ada 24 bulan pasti ngeliat kalender lebih rumit aja. Namun di sinilah kuasa Allah berlaku, bulan yang tampaknya tak sepenting matahari berlaku sebagai satelit bumi, membantu manusia menetapkan nama bulan dan hari sehingga hidup pun tak sekedar berlari.

Matahari di kala siang dan bulan membuat gelapnya malam lebih terang akan selalu membuat umatNya teringat kepada Sang Pencipta dan tak lalai akan gemerlap dunia (semoga...)

Sunday, January 19, 2014

#1Hari1Ayat - Matahari Menyinari Bumi



Posting 19 - Di Langit ada di matahari - Tadabur Alam
Di langit ada matahari
Bersinar menyinari bumi
Seringkali terdengar nasyid yang populer itu, meski di musim penghujan begini sang matahari sering malu-malu bukan berarti ia tak terbit karena jika matahari tidak terbit lagi atau terbit dari arah yang berlawanan berarti telah tiba hari pembalasan.

Begitu besar arti matahari bagi makhluk bumi hingga Sang Pencipta menurunkan ayat-ayat tentang sang surya dalam satu surat tersendiri. Allah bahkan bersumpah atas nama matahari.
Sekarang kalau matahari bersembunyi sehari saja di balik awan kita udah pada kesusahan, terutama karena jemuran yang sulit dikeringkan :). Bagaimana jika dalam beberapa hari matahari mogok terbit karena perintah Allah ?, tumbuhan akan berhenti berfotosintesis, energi bumi perlahan mati. 
Jika diresapi lebih dalam lagi ada keistimewaan pada cahaya matahari di pagi hari seperti yang diungkapkan dalam ayat itu, menurut ilmu pengetahuan cahaya matahari tidak hanya dibutuhkan dalam proses fotosintesa tumbuhan namun juga pengaktifan provitamin D dalam tubuh agar berfungsi dalam metabolisme tulang dalam tubuh. So, manfaatin sebaik-baiknya sinar matahari pagi itu. Pagi adalah permulaan hari, saat malaikat membagi rezeki, Allah pun mengingatkan umatNya untuk istiqomah berdizikir di pagi dan sore. Sepertinya tak perlu lagi bertanya Ada Apa Dengan Matahari dan Pagi ?

Jadi nggak patut rasanya kalau kita mengeluh kepanasan di musim kemarau mengingat fungsi matahari yang begitu besar untuk kehidupan, buktinya di saat musim penghujan seringkali hadirnya matahari begitu dirindukan
Sungguh di semesta raya banyak sekali tersimpan ayat-ayatNya semoga saja kita selalu punya waktu untuk mentadaburinya.

#1hari1ayat - Pergerakan Awan

#1Hari1Ayat
Posting 18 - Renungan Pergerakan Awan (Tadabur Alam)

Masih tentang kebanjiran (trending topic di Januari 'kali ya), sempat menyaksikan wawancara dengan salah satu pejabat BPPT di salah satu TV swasta yang membicarakan masalah banjir dan program BPPT untuk menanggulanginya. Kok ada kaitannya sama BPPT sih, pikir saya, kalau pas kemarau berkoordinasi dengan BPPT untuk merekayasa hujan buatan mungkin ya, nah kalau hujan mo diapain ?. Pertanyaan saya terjawab melalui bapak dari BPPT yang saya lupa namanya itu, menurut beliau ada teknologi yang disebut dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dapat menjadi salah satu sarana memindahkan hujan. Eh mirip kerja pawang hujan ya yang konon bisa mengarahkan angin dan menghalau awan, ternyata bukan. TMC yang dimaksud BPPT ini mengurangi awan jenuh yang berpotensi menyebabkan hujan di daerah rawan banjir untuk turun di daerah yang relatif lebih aman yaitu dengan menaburkan NaCl bubuk di kumpulan awan. Manusia udah pada pinter, anak SD pun telah diajarkan bahwa hujan terbentuk dari kumpulan awan jenuh yang turun dalam bentuk titik-titik air. Mudah-mudahan pengetahuan itu tak lupa mengajarkan bahwa di balik terbentuknya awan itu ada ayat-ayat Allah tersimpan.

Jadi teringat ayat tentang fenomena awan sebagai pembentuk hujan. QS AN Nuur : 43
Indah sekali ayat itu bukan ? Allah menimpakan hujan, butiran es yang keluar dari celah-celah awan kepada siapa yang Ia kehendaki. 
Nah kira-kira ikhtiar BPPT itu berhasil nggak sih, apa nggak sama dengan menolak pemberian Allah? kembali lagi kepada tugas manusia untuk berusaha namun disertai doa dong, kalau kemarau panjang minta hujan hingga sempat membuat hujan buatan diiringi sholat istisqa' jika berikhtiar memindahkan awan agar hujan turunnya di lautan atau di tempat yang relatif aman dan tidak rawan banjir mestinya doanya harus lebih kenceng, taubatan nasuha mungkin ya....seperti saya yang banyak dosa. Sebab kalau ditilik kembali sebenarnya bukan hujan penyebab banjir (di posting tempo hari saya sempat mengutip ayat  Al Quran bahwa hujan turun sesuai dengan takaran) kalau terjadi banjir itu karena perilaku manusia sendiri, daerah resapan air musnah berganti pusat-pusat perbelanjaan megah, pantai direklamasi menjadi perumahan mewah dan masih banyak lagi..masih banyak lagi..

Sering saya berpikir apakah awan yang diturunkan sebagai hujan kepada yang Allah kehendaki ini ternyata "menyebabkan" kebanjiran ini karena Ia murka ? mudah-mudahan bukan, semoga bencana ini karena Allah cinta, memberi kesempatan kita bertobat karena jika Ia mau tinggal menciptakan hujan batu seperti yang menimpa kaum Tsamud dan kaum Luth hingga seluruh manusia binasa tanpa sempat bertobat dari segala dosa...

Friday, January 17, 2014

#1Hari1Ayat - Bintang Si Penunjuk Arah

#1Hari1Ayat
Post 17 - Bintang Sebagai Penunjuk Jalan (Seri Tadabur Alam)

Bintang kecil di langit yang tinggi
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan menari
Jauh tinggi ke tempat kau berada
Lagu anak-anak ini populer sepanjang masa dan hampir semua anak hafal di luar kepala. Adakah yang pernah memikirkan fungsi bintang selain sebagai penghias angkasa ?

Menikmati malam bertabur bintang ternyata bisa menjadi salah satu sarana tadabur alam, setiap perjalanan ke masjid kala adzan subuh menggema saya sering mendongakkan kepala dan ternganga memandang angkasa, sementara di langit sisi timur terlihat garis putih penanda datangnya subuh di langit sebelah barat dan tepat di atas kepala bintang gemintang masih tersisa. Buat saya selain indahnya malam kala Isya, fenomena langit di waktu subuh adalah pemandangan langit paling cantik yang saya temui.

Semua orang pasti setuju jika bintang adalah hiasan sang malam, seorang sastrawan bahkan sempat berujar bahwa tak patut kita membenci kegelapan sebab tanpa gelap malam kita tak dapat menikmati indahnya bintang.

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Ia ciptakan bintang bukan tanpa tujuan, selain sebagai penghias angkasa seperti tertera dalam Al Mulk ayat 5, walaqad zayyannaa alssamaa-a alddunyaa bimashaabiiha. Bintang diciptakan sebagai penunjuk arah seperti dijelaskan dalam QS Al An'am ayat 97. Petani, nahkoda, nelayan, pecinta alama adalah pihak-pihak yang paling sering memanfaatkan rasi bintang sebagai penunjuk arah atau pertanda mulainya masa tanam tanaman tertentu.
Masih ingat pelajaran IPA yang mengajarkan bahwa jika sewaktu-waktu tersesat saat mendaki gunung atau menjelajah hutan, bintang di langit dapat membantu menentukan arah tertentu seperti rasi bintang pari terletak di langit sebelah utara, rasi bintang orion terletak di langit sebelah barat, rasi bintang scorpio ada di langit sebelah tenggara dan lainnya. 

Allah Maha Besar, tanda-tanda kekuasaanNya tersebar namun seringkali kita tak sadar....



Thursday, January 16, 2014

#1Hari1Ayat SPECIAL CHALLENGE: #RasulullahMyIdol

The Story of Humanity

Manusia sudah kodratnya lupa dan tergesa
Terkadang lupa bahwa dunia hanyalah fana
Baru teringat sesekali akan Tuhannya
Namun berharap kelak mendapat surga


yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaquu allaaha waltanzhur nafsun maa qaddamat lighadin waittaquu allaaha inna allaaha khabiirun bimaa ta'maluuna

[59:18] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Saat bencana datang melanda
Bertubi-tubi menghampiri kita Al Hasyr ayat 18 sebagai pengingatnya..
Lalu tersimpan tanya
Ya Allah,
Sudahkah hamba bertaqwa
dan memperhatikan apa yang hamba perbuat untuk akhirat nantinya ?
Sudahkah hamba bersungguh-sungguh mengingat satu hal terpenting saja
Yaitu kepada siapa hamba harus berkaca ?
QS Al Ahzab : 21

Semoga kami tak pernah lupa bahwa pada diri Rasulullah terdapat uswatun Hasanah
Dan semoga kami tulus ikhlas meneladani, mentaati sunnahnya
Demi ridhoMu semata...

An Nisa ayat 80 ini nanceb banget buat saya, mengingatkan bahwa Rasulullah adalah sebagai penyampai risalah, Allah mengutus beliau untuk berdakwah namun tidak untuk memelihara manusia, tidak untuk bertanggung jawab atas dosa-dosa umat yang lalai dan durhaka. Mendudukkan Rasulullah sebagaimana manusia biasa, hanya saja beliau berbeda karena bersifat mulia, bukan sebagai malaikat, bukan Tuhan yang "menjelma tiga" karena hanya ada Satu Dzat Maha, Allah Yang Maha Segala....