Google+ Followers

Tuesday, January 7, 2014

#1Hari1Ayat - Doa Lancar Rezeki


Posting 7
Baru postingan ketujuh udah nyaris kehilangan ide melanjutkan serial doa-doa dalam Al Quran untuk berpartisipasi dalam event  #1Hari1Ayat padahal rencananya dala 31 hari saya ingin membaginya dalam tiga serial : Doa-Doa dalam Al Quran, Ayat Tadabur Alam, dan yang sebelas sisanya kategori bebas bisa ayat yang sangat berkesan yang kebetulan sedang saya baca ketika tilawah, ayat yang berkaitan dengan syariah atau lainnya.
Namun mendadak punya ide untuk menulis tentang ayat yang sering dikaitkan dengan permohonan kelancaran rezeki, pada pembahasan ini sebagai seorang pemburu hadiah yang cukup matre tentunya rezeki yang saya maksud adalah rezeki berupa duit, dan hal-hal yang bisa digunakan sekedar untuk memperpanjang hidup bisa produk, sembako, pulsa, gadget, lepi, mobil, kapal pesiar nah sudah cukup matrenya.

Selepas mengundurkan diri sebagai pegawai kantoran saya bukannya duduk santai di rumah, karena ada kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan uang hasil keringat sendiri yang harus saya tunaikan saya meluangkan waktu setiap harinya demi berburu hadiah melalui kuis dan lomba, alhamdulillah lumayanlah meski belum segede hadiah-hadiah yang diperoleh pembur lainnya, Allah mencukupkan kebutuhan saya. Saya lebih bersyukur lagi karena beberapa bulan lalu saya punya kesempatan untuk bekerja part time dari rumah dengan menulis artikel di sebuah agency naskah. Nah kalau orderan nulis datang banyak kuis plus lomba yang saya skip ikutan, sebab saya lebih mementingkan menyelesaikan kewajiban sebgai freelancer tersebut. Seneeeng gitu jika tiap bulan bisa dapat cash money dari komisi menulis trus pas udah kelar menyelesaikan orderan masih bisa ngekuis, menang pula. Sayangnya dua bulan terakhir terutama bulan Desember lalu saya merasa peruntungan atau rezeki saya sempit sekali (atau hanya perasaan saya saja). Order nulisnya sedikit - mungkin karena mo libur akhir tahun - eh ikut kuis sederet kereta nggak ada yang menang.

Ya sih ya harusnya saya ingat ayat-ayat, hadits Nabi yang berulangkali menjelaska bahwa rezeki itu rahasia Allah, Ia bisa memberikan berlebihan kepada siapa yang Ia kehendaki, Ia juga bisa menyempitkan kepada siapa yang Ia kehendaki. 
Saya jadi teringat dengan tausyiah seorang ulama di televisi tentang ayat "penarik rezeki" biasa disebut Ayat Seribu Dinar, ayat ini mungkin tak setenar Ayat Kursy. Dan sebenarnya merupakan ayat ke dua dan tiga QS At Thalaaq 2 dan 3. Sebagian ulama mempunyai pendapat yang berbeda mengenai pengamalan ayat ini, ada yang menganjurkan dibaca di waktu tertentu dan bilangan tertentu namun karena belum menemukan dalil bahwa pembacaan sekian kali di waktu khusus itu dicontohkan oleh Nabi, bagi diri saya sendiri ayat ini adalah penghibur hati bahwa Allah tak akan ingkar janji, jikalau rezeki saya memang ditakdirkan sekian berarti kebutuhan hidup saya memang sekian sehingga saat merasa rezeki sempit sekali saya kembali membaca dan meresapkannya di dalam dada. Yang disebut Ayat Seribu Dinar adalah bagian terakhir dari ayat kedua - waman yattaqillaaha yaj'al lahu makhrajaan hingga akhir ayat ketiga
Doa memohon rezeki yang lebih sederhana ada pada QS Al Maidah ayat 114.

Allah Maha Kuasa, kita menggunakan bahasa apapun pasti didengarNya namun membaca kembali ayat-ayat dalam Al Quran membuat interaksi dengan Dia jadi lebih dekat dan hangat. Selamat mengais rezeki namun tetaplah pada jalan yang diridhoiNya semoga selamat hingga tujuan karena tujuan terakhir kita adalah dunia keabadian.

No comments:

Post a Comment