Google+ Followers

Sunday, January 5, 2014

#1Hari1Ayat - Doa Ketika Dalam Keadaan Terdesak



Postingan kelima, karena banjir yang melanda rumah (pengalaman pertama sejak pindah empat tahun lalu) jadi teringat doa ketika berada dalam marabahaya.

Ada cerita khusus lebih tepatnya memalukan buat saya tentang doa ini, doa yang biasa diucapkan ketika dalam keadaan terdesak, berada dalam marabahaya atau situasi genting. Mungkin sudah banyak yang mengetahuinya, yaitu doa nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan Paus. 
Nah, karena pengetahuan agama yang minim, saya baru mengetahui lafadz doa ini ketika mengandung anak kedua. Saat itu dokter sudah memprediksi bahwa si jabang bayi harus dilahirkan melalui operasi sectio (caesar) karena posisi tubuh yang melintang padahal telah memasuki hari-hari mendekati HPL . Mendengar kata operasi hati saya ciut dan ngeri jadi saya masih terus mengulur waktu. Seorang kenalan saya menganjurkan untuk memperbanyak dzikir doa nabi Yunus, saya bengong dan nyeletuk yang bagaimana itu ?. Haah ? dia bertanya balik agamamu apa kok nggak ngerti doa itu...maluuuu..ternyata doa itu disebutkan dalam QS AL Anbiya ayat 87.

Doa "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu mina zhzhaalimiina" ini dibaca Nabi Yunus yang dibuang dari perahu yang ditumpanginya setelah beliau meninggalkan kaumnya dalam keadaan murka karena kedurhakaan dan kekafiran mereka. Seekor ikan Paus atas perintah Allah menelan nabi Yunus agar tidak tenggelam dalam lautan. 
Nabi Yunus sadar bahwa mungkin semua ini terjadi karena beliau telah bertindak zalim sehingga Allah pun mengingatkan beliau dengan berbagai marabahaya yang harus ditempuhnya. Maka doa ini seringkali diamalkan ketika kita dalam keadaan genting. 

Meski dzikir tersebut saya lakukan sesering mungkin namun anak bungsu saya ini pun harus lahir dengan jalan operasi karena hingga sudah "bukaan" posisinya tidak berubah tetapi tidak berarti dzikirnya tak terjawab 'kan, karena alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan pemulihan tubuh saya termasuk sangat cepat sehingga bisa segera merawat bayi kami. Dan 6 Januari 2009 lahirlah Raditya Damar Pradipta, anak kami yang kedua (eiaa saat saya nulis posting ini pas di tanggal 5 Januari, ulang tahun kelimanya kurang sehari kemungkinan itu salah satu sebab saya jadi teringat doa ini :D).

Nah trus apa hubungannya dengan kebanjiran ? lha ya...saya merasa ini adalah cara Allah menegur saya, mungkin saya lupa bersyukur, merasa terlalu puas diri artinya saya telah takabur & zalim sejak kami pindah ke rumah ini empat tahun lalu, meninggalkan rumah lama yang langganan kebanjiran...tapi lha kok harus mengalami nasib yang sama...mudah-mudahan masih diberi kesempatan bertobat dan nggak kebanjiran lagi ya...aamiin..

3 comments:

  1. Seneng deh baca serial 1 hari 1 ayat ini, jadi reminder dan tambahan ilmu, jazakillah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Murt, lha ini catatan pribadi biar saya gak lupa trus sekalian diikutkan even ngeblog #1Hari1Ayat yuk mbak ikutaaan :)

      Delete