Google+ Followers

Saturday, January 4, 2014

#1Hari1Ayat - Doa Mendapatkan Keturunan Yang Shalih/Shalihah




Posting Keempat, masih serial Doa-Doa dalam Alquran.

Kita telah sering mendengar bahwa jodoh, rezeki dan kematian adalah bagian dari takdir yang telah ditetapkan jauh hari. Rezeki bukan hanya uang, harta benda, perhiasan namun kesehatan dan anak-anak adalah salah satu bentuk rezeki yang tak dapat disetarakan dengan uang dan kekayaan.
Berbicara masalah anak, keturunan, saya teringat pada masa-masa awal pernikahan kami. karena permintaan suami dan saya juga menyetujui kami sepakat untuk menunda kehamilan dengan pertimbangan keadaan finansial kami yang belum mapan.

Setelah dua tahun menunda kami memutuskan untuk mengusahakan kehamilan meski suami saya baru saja mendapat pekerjaan dan belum menjadi karyawan tetap. Betapa gembira ketika suatu hari saya mendapati testpack kehamilan menunjukkan hasil positif, namun kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama, sebulan kemudian saya mengalami keguguran karena calon janin dalam kandungan tersebut tidak berkembang. Sempat terpukul, merasa bahwa musibah ini adalah hukuman karena kami sempat menunda memiliki momongan saya kemudian bangkit, memperbaiki derajat ketaqwaan, lebih pasrah dan lebih rajin berdoa merupakan langkah-langkah yang saya jalani. 

Doa yang paling sering saya panjatkan terutama di sujud terakhir dan setiap selesai sholat adalah petikan surat Ali Imran ayat 38 yang dikenal sebagai doa Nabi Zakariya ketika memohon keturunan "Rabbi hablii min ladunka dzuriyyatan thayyibatan innaka samii'u dduaa"



Tentunya diimbangi dengan ikhtiar yaitu menjaga kesehatan, mengurangi  makanan junk food, mengusahakan pikiran serileks mungkin dan tidak mudah stress. Saya upayakan seistiqomah mungkin dalam memohon namun tetap memasrahkan diri mengingat anak adalah anugerah dan hak prerogatif Allah sepenuhnya seperti bunyi surat As Syura ayat 49-50 


Alhamdulillah anak pertama saya lahir di bulan Agustus 2004 menjelang ulang tahun pernikahan kami yang ketiga. Disusul anak kedua yang lahir pada Januari 2009.
Ah jadi introspeksi kembali, begitu inginnya dikaruniai anak namun setelah mereka dipercayakan untuk dididik ternyata saya tak kunjung menjadi ibu yang baik.
Semoga Allah menuntun saya menjadi ibu yang lebih sholehah agar anak-anak kami pun menjadi anak shalih..aamiin..

7 comments:

  1. Yakin dengan kekuatan doa dan tawakal intinya ya mbak! :)

    ReplyDelete
  2. ijin share ya mbak,.....mksh

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Reminder buat diri saya sendiri ni mbak Murti :) terimakasih sdh mampir..

      Delete