Google+ Followers

Thursday, January 30, 2014

#1Hari1Ayat - Calon Penghuni Surga



Posting 30 – Mereka yang Dirindu Surga

Andai dalam kelas ada pertanyaan “Siapa mau masuk surga” dapat dipastikan semua murid akan mengangkat telunjuk menandakan minat besar  sebaliknya tak ada yang bersedia dijebloskan ke dalam neraka, siapa yang tahan dengan panas dan siksanya ?
Namun menjadi penghuni surga tidak dapat diraih dengan santai dan suka-suka, banyak hal harus dilakukan agar memenuhi persyaratan tinggal di istana keabadian yang dialiri sungai di bawahnya menambah kedamaian.

Siapa mereka yang dirindu surga selain para Nabi, Rasulullah dan sahabat yang beriman Islam hingga akhir zaman ?. Tentu yang pertama adalah bayi-bayi , anak-anak yang meninggal sebelum mengenal dosa, Allah pun menjanjikan surga bagi ibu yang meninggal ketika melahirkan serta para syuhada yang gugur karena jihad fisabilillah.
Trus kalau bukan golongan tersebut di atas gimana coba ?, jawabnya ya jadilah bagian dari mereka yang dirindu surga . Siapakah mereka yang dirindu surga ? ayat-ayat Al Quran serta hadits nabi banyak menceritakan tentang mereka yang dirindukan surga, pada dasarnya adal empat golongan utama yaitu orang yang istiqomah membaca Al Quran, orang yang menjaga lisannya (dari dusta, ghibah, mengadu domba, berkata kotor dan kasar), orang yang memberi makan atau menafkahkan hartanya kepada orang yang kelaparan serta orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Jika kita kaji lebih dalam keempat orang itu merupakan ciri orang yang baik, membaca Al Quran dan mengamalkan kandungan serta esensinya tentulah membentuk pribadi yang baik karena Allah dalam Al Quran menyuruh untuk selalu berbuat baik kepada Allah melalui berbagai bentuk ibadah, kepada orang tua dengan berbakti dan menghormati, kepada sesama dengan tak pelit berbagi. Orang yang mampu menjaga lisan tentunya orang baik-baik karena tak ada sumpah serapah yang keluar dari mulutnya ia juga tak pernah berdusta, menggosip dan mengadu domba. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan pastilah orang baik, kisah Fatimah Az Zahra dan Sayidina Ali yang rela berbuka puasa hanya dengan air putih dan memberikan roti gandum bagi pengemis yang kelaparan. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan sungguh-sungguh menahan hawa nafsu hingga sebulan penuh dijanjikan Allah bahwa dosa-dosanya di masa lalu terampuni secara otomatis ia telah menjadi orang baik asal tidak melalukan dosa baru.

Saya menemukan satu ayat dalam Al Quran tentang perumpamaan orang baik, bahwa kebaikan itu terwujud karena seseorang makan dan minum dari sesuatu yang baik (halal), terbiasa mengunjungi tempat yang baik dan indah sehingga apa yang dihasilkannya pun sebuah kebaikan.

Mari kita cermati bunyi surat An Nahl 68 – 69 berikut ini
Indahnya tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan si Lebah, ia hinggap di bunga-bunga, menghisap sari bunga yang murni, tinggal dalam sebuah koloni lebah lalu menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Begitupula halnya mukmin yang baik, seyogyanya ia makan dan minum dari sesuatu yang dihalalkan, mengunjungi masjid dan majelis taklim untuk beribadah menjauhi tempat maksiat, berkumpul dengan orang shaleh. inshaAllah kebaikan demi kebaikan pula yang akan ditebarkannya, mengobati hati yang terluka karena sesatnya dunia, menebarkan cahaya untuk senantiasa mengingatNya.

Tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar  di seluruh jagad raya, ada pada seluruh makluk ciptaanNya tak peduli itu tumbuhan, hewan atau manusia…Subhanallahu Allahu Akbar semoga kita mampu meniru lebah dan kelak menjadi penghuni surga

No comments:

Post a Comment