Google+ Followers

Friday, January 23, 2015

"Ngapain Sedekah Ma ?"


"Ngapain Sedekah Ma, lha kita juga ditimpa susah terus menerus" Rafi gusar melihat saya menitipkan sejumlah kecil santunan untuk anak-anak di panti asuhan dekat rumah. Sejenak saya terdiam. Sejujurnya saya seringkali berpikir seperti yang Rafi pikirkan. Kehidupan kami seringkali dirundung kesusahan padahal meski dalam keadaan susah finansial kami tidak menghentikan infaq bulanan untuk anak-anak yatim melalui sebuah yayasan. Tapi kesulitan demi kesulitan terus menerjang. Mulai dari suami terPHK dari tempat kerja setelah bekerja 10 tahun. Jobless selama dua bulan, baru diterima kerja dengan gaji jauh lebih kecil eh terkena musibah kecelakaan dislokasi tulang akibat jatuh dari atap rumah. Karena ngga punya biaya berobatnya ke sangkal putung. Akhirnya di PHK lagi dari tempat kerja yang baru dijalani belum sebulan. 
Beberapa bulan berlalu, suami masih taraf penyembuhan, belum bisa mencari nafkah padahal dia pencari nafkah utama sejak saya berhenti bekerja. Simpanan uang yang tak seberapa tergerus untuk kehidupan sehari-hari. Penghasilan saya sebagai penulis part time konten website tak cukup banyak membantu.

Alhamdulillah setelah jobless dua bulan suami saya diterima bekerja di sebuah pabrik. Saya pikir semua ini berhenti dengan happy ending, ternyata perkiraan saya salah.Tangan suami yang mengalami dislokasi tak kunjung sembuh sehingga harus dioperasi. Biayanya? terpaksa pinjam dari kakak ipar (dan belum kunjung lunas hingga sekarang). 

Cukupkah ujian menimpa kami ? Pasca operasi suami saya kembali di PHK dengan alasan tak jelas. Ya sudahlah, saya pikir semua pasti ada hikmahnya. Toh tangan suami saya harus digips selama sebulan dan tentu membutuhkan isitrahat cukup untuk proses penyembuhan. Bukankah Allah tak akan menguji umatNya melampaui batas kemampuan ? Laa yukallifullahu nafsan wus aha. Benar saja, setelah gips dilepas suami saya diterima bekerja di perusahaan pribadi atas rekomendasi mantan teman sekantornya. Tak dinyana hanya tiga bulan bekerja suami saya kembali terPHK hanya karena menanyakan sebab gajinya (yang hanya sebesar UMR tanpa tambahan fasilitas atau uang transport/makan dll) dipotong tanpa alasan.

Tak cukup sampai di sini ujian lebih besar menimpa kami. Karena pikiran bingung setelah terPHK kesekian kali suami saya tertipu oleh komplotan yang berlagak sebagai tim rekruitment perusahaan besar. Uang sebesar 900 ribu rupiah pun melayang. Padahal simpanan kami hanya tersisa kira-kira untuk hidup dua bulan. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini
Astaghfirullah, saya sempat berpikir Allah sungguh menguji kami di luar batas kemampuan. Saya "mempertanyakan" balasan dari Sedekah yang telah saya lakukan. Bukankah para ustadz sering memprogandakan keajaiban Sedekah ? Bahwa tiap Sedekah akan kembali berlipat ganda? Namun mengapa saya harus menelan duka demi duka?

Berhari-hari saya terpuruk dalam kesedihan. Saya bingung harus bagaimana menghidupi keluarga. Saya masih bersyukur ada barang-barang yang bisa dijual. Helm baru hadiah kuis terjual demi membeli satu zak beras 25 kilogram. Televisi lama terjual cukup untuk uang belanja sebulan. 

Saya jadi khawatir penderitaan ini menyebabkan saya terperosok dalam kufur nikmat dan kehilangan keimanan. Di tengah pekatnya pikiran saya seperti dituntun secercah cahaya. Saya mulai berpikir jangan-jangan ini cara Allah mengingatkan saya bahwa telah banyak hal yang saya lalaikan. Mulai dari perilaku saya yang kurang baik sebagai muslimah, lalai pada anak-anak panti asuhan dekat rumah karena merasa sudah cukup dengan menjadi donatur tetap sebuah yayasan keagamaan yang memfokuskan pemberdayaan anak yatim. Saya merasa cukup berinfaq untuk masjid dekat rumah tapi saya abai terhadap keluhan kakak di sebuah kota kecil yang pembangunan masjid di perumahannya tersendat padahal masjid itu sangat dibutuhkan terutama untuk sholat Jumat dan tarawih karena masjid terdekat hanya bisa ditempuh dengan kendaraan.

Perlahan saya mengubah konsep pemikiran masalah Sedekah. Mungkin dalam infaq saya tersebut masih terkotori ujub alias berbangga diri karena hidup susah masih memaksakan diri berSedekah. Mungkin saya lalai akan hal-hal di depan mata karena berpikir telah melakukan sesuatu yang lebih utama. Saya masih percaya Allah lebih menyukai SedekahumatNya yang sedang keadaan sempit rezeki. Saya masih belum kehilangan keyakinan bahwa selama masih ada umur artinya masih ada rezeki yang disediakanNya. Dengan sisa uang yang ada saya alokasikan untuk Mama - orang tua tunggal saya, sebagian untuk panti asuhan dekat rumah ditambah beberapa pakaian bekas yang masih pantas dan untuk masjid di perumahan kakak saya. Saya berbisik "ya Allah ampuni hamba atas khilaf ini, telah kulakukan perintahmu semampu hamba setulus hati, tolong jangan tinggalkan kami"

Allah Maha Besar. Meskipun tertatih perlahan pintu rezeki terbuka. Seorang pembaca blog yang juga teman facebook bersimpati atas musibah yang saya alami. Beliau mengirimkan uang sejumlah uang saya yang hilang karena ulah para penipu. Tiba-tiba juga suami saya seperti dimudahkan jalan rezekinya. Ia diterima bekerja di pabrik dekat rumah setelah melalui interview hanya berjarak hitungan jari sejak mengirimkan aplikasi.

Keajaiban Sedekah yang saya alami  mungkin tergolong "biasa-biasa" saja. Bukan rezeki berlipat-lipat ganda yang mampu membuat kami melunasi hutang atau bisa berlibur plus punya tabungan. Tetapi jika dinalar keajaiban ini menjadikan kami masih bisa bertahan hidup hingga saatnya menanti mati...

Ah ya saya jadi teringat untuk memotivasi diri sendiri. Jika saya tak punya cukup uang untuk berSedekah setidaknya saya bisa bersedekah yang paling ringan yaitu dengan senyuman. Bahkan ruas-ruas jari kita pun adalah jalan sedekah seperti bunyi Hadits Arbain Nomor 26:
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, “Setiap ruas tulang manusia mempunyai peluang bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit, engkau berbuat adil di antara dua orang adalah sedekah, engkau membantu seseorang dalam binatang tunggangannya, lalu engkau menaikkannya ke atasnya, atau engkau mengangkatkan barangnya ke atasnya adalah sedekah, kalimah thayyibah (atau perkataan yang baik) adalah sedekah, dan setiap langkah yang engkau lakukan menuju shalat adalah sedekah, dan engkau menyingkirkan sesuatu yang menyakitkan dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim).

PS untuk seseorang yang telah menambal luka hati saya akibat musibah kehilangan  :
Mbak cantik yang tidak mau disebut namanya, terimakasih atas uluran persahabatan yang engkau berikan. Semoga Allah melipatgandakan pahala dan segala kebaikan untuk mbak sekeluarga. Jika saya tak mampu membalas kebaikan anda izinkan saya meneruskan kebaikan itu kepada orang lain yang juga memerlukan, Karena kebaikan seperti mata rantai tak pernah putus. Karena kebaikan seperti air, mengalir terus menerus menuju yang membutuhkan.



Wednesday, January 21, 2015

Lima Alasan Mengapa Harus Membaca Mommylicious_ID

Baca buku Mommylicious_ID Dijamin ngademin hati


Mommylicious_ID

        Perempuan, wanita, ibu, Mama, Bunda dikenal senang sekali memperdebatkan tentang banyak hal. Ibu bekerja Vs Ibu Rumahan, ASI Vs Susu Formula, Diaper Vs Clodi, Asisten Rumah Tangga Vs Daycare (Baby Sitter), Pro Imunisasi vs Kontra Imunisasi, Sekolah Negeri Vs Sekolah Keagamaan Pro poligami Vs Kontra Poligami ? #eh. Menyatukan opini tentu hingga akhir dunia tak akan pernah terjadi. Namun setidaknya berusaha membuka mata hati agar kedua kubu bisa saling memahami adalah hal paling bijak agar MomsWar tak harus sering terulang kembali. Pertentangan klasik inilah yang tampaknya menjadi dasar mbak Arin dan mbak Rina memutuskan untuk menerbitkan Mommylicious_ID. Buku kategori psikologi inspirasi dan tak hanya pas untuk bacaan para Mommy namun juga Papi, calon Mama dan Papa serta masyarakat pada umumnya.

Jujur saja Mommylicious_ID adalah salah satu buku favorit saya di antara koleksi buku lainnya. 
Begitu kesengsemnya saya pernah menuliskan resensinya di sini. Melanjutkan tulisan mengenai review saya jadi ingin menumpahkan uneg-uneg atau semacam testimony mengapa harus membaca Mommylicious_ID ? 

1.   Baca dan dapatkan manfaatnya.
Apa yang menjadi alasan seseorang membaca buku kemudian merekomendasikannya pada orang lain ? jawabannya bisa multi choice : 
a. memerlukan informasi mengenai sesuatu hal
b. memperoleh hiburan alias rekreasi
c. menumbuhkan inspirasi atau
d. bahkan ketiganya. 
Bagi saya, Mommylicious_ID adalah jawaban d, bahkan ketiganya yaitu memberikan informasi dengan cara yang rekreatif tetapi sekaligus menumbuhkan inspirasi dan pemikiran lebih mendalam mengenai masalah parenting. Saya bukan tergolong kutu buku tetapi saya cukup senang membaca buku. Sejak remaja saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku daripada bermain di luar rumah. Mulai dari serial Trio Detektif, Lima Sekawan hingga Petualangan Winnetou. Seiring bertambahnya usia dan kesibukan sebagai orang tua kegiatan membaca buku jadi jauh berkurang. Jika mendapat kesempatan membaca buku dan di awal bagian sudah membuat saya bosan dapat dipastikan buku itu tak akan saya baca hingga bagian akhirnya. Tapi Mommylicious_ID mampu membuat saya tersihir, membacanya langsung tuntas saat itu juga. Buku-buku parenting bejibun di toko buku. Tapi buat saya pribadi membaca buku yang terlalu banyak teori itu lebih banyak membuat kening berkerut daripada mendapatkan informasi yang saya butuhkan. Mommylicious_ID menyajikan ilmu parenting dengan gaya bahasa yang rekreatif. Mungkin inilah bedanya tulisan yang disusun oleh pakar ilmu dengan para blogger. Gaya tulisan yang lugas dan bernas ditambah pengalaman pribadi adalah cara “menggurui” yang paling pas buat siapa saja dari mereka yang open minded, easy going hingga yang keras kepala seperti saya. Coba tengok “Asisten Cilik” catatan Mama Arin. Dengan lugasnya sang Mama menceritakan tentang kepolosan Cinta yang begitu mencintai sang adik. Si Mama yang memutuskan tidak memiliki asisten rumah tangga seringkali meminta bantuan Mbak Cinta untuk membantu Mama mulai dari mengambilkan handuk, minyak telon, menjaga adik ketika Mama harus mengerjakan sesuatu di dalam rumah dan banyak hal lain tertohok oleh ucapan Cinta “Ma, Cinta capek kalau harus disuruh-suruh terus”. Saya pun tak kalah tertohoknya karena seringkali melakukan hal yang sama pada anak-anak. Lupa jika mereka adalah kanak-kanak yang butuh perhatian, penghiburan dan bukan menjadi “orang suruhan”. Suatu hal yang berbeda jika saya mungkin membaca buku parenting yang menuliskan “berhentilah menyuruh anak-anak karena mereka bukanlah pesuruh anda”. Membuka mata hati tanpa menggurui, inilah alasan saya mengutarakan kelebihan Mommylicious_ID

2.   You Know Me So Well
Bukaan ini ngga ada kaitannya dengan syair lagu nya SM*SH yang ituuh. Salah satu alasan menjadikan sebuah buku menjadi favorit karena buku itu bener-bener ngerti kita banget alias You Know Me So Well.
Karena saya merasa “ah inilah yang pernah saya rasakan” Klop banget. Saya pernah menjadi ibu pekerja kantoran yang repot banget seperti Mama Arin karena tak punya Asisten Rumah Tangga. Bangun dini hari untuk menyiapkan sarapan sekaligus makan siang anak-anak dan bekal di kantor. Setumpuk baju masih menanti disetrika selepas pulang kerja. Kadang tetek bengek dapur pun belum sempat saya cuci di pagi harinya. Membaca Mommylicious_ID membuat saya mengenang kembali masa-masa itu. Enaknya jadi Mama kantoran punya cukup uang untuk membantu penghasilan keluarga saya yang saat itu pas-pasan dan semakin goncang ketika suami saya terPHK berkali-kali, jobless setelah saya berhenti bekerja. Tetapi saya terhibur lagi ketika membaca “Keputusan Besar” catatan Mama Rina. Sebuah tulisan yang membuat saya terhenyak. Bukankah keputusan saya mengundurkan diri dari dunia kerja adalah anak-anak ? Karena saat itu kondisi Daycare untuk Radit sangat tak kondusif, saya juga harus menemani anak-anak yang baru dikhitan dalam jangka waktu minimal seminggu hingga benar-benar sembuh padahal tak memungkinkan jika harus mengambil cuti lama plus saya sering gundah memikirkan Rafi yang saat itu masih duduk di bangku kelas dua SD harus sendirian sepulang sekolah hingga saatnya Papa dan Mamanya tiba di rumah? Apalagi Mama Rina menegaskan dalam tulisannya bahwa meski ibu rumahan tetapi harus tetap produktif. Hal ini pas sekali dengan pemikiran saya. Meski saya belum seberuntung para blogger dan penulis lain yang karyanya sering menghasilkan materi berupa komisi atau honorarium saya cukup bersyukur mendapatkan penghasilan dari fee penulis lepas untuk konten dan artikel melalui proyek-proyek menulis di sebuah agency naskah.

3.   Bisa dibaca berulang kali
Banyak loh orang yang memutuskan menjual koleksi bukunya setelah dibaca. Itung-itung menghasilkan uang tambahan. Tapi saya merasa sayang jika harus menjual Mommylicious_ID. Kisah-kisah haru dan lucu sekaligus inspiratif di dalamnya bisa dibaca berulang kali. Saya berkeinginan merawat buku ini dengan baik dan kelak mewariskannya pada Radit dan Rafi, kedua anak saya sebagai salah satu bekal menjadi orang tua.

4.   Membuat berpikir : andai ada sekuelnya.

Jika novel science fiction bisa ditulis dalam bentuk sekuel mengapa buku psikologi/inspirasi parenting yang berupa catatan Mama tidak disusun menjadi beberapa sekuel? Di Mommylicious_ID Mama Arin dan Mama Rina lebih banyak bercerita tentang anak sulung mereka. Mama Rina juga telah melepas masa karirnya rasanya kedua alasan tersebut cukup memadai untuk menerbitkan Mommylicious_ID jilid kedua yang lebih mengeksplorasi anak kedua serta kehidupan Mama Rina setelah memutuskan berhenti kerja.

5.   Nggak bohong kok, sesuai promosi.
Mama Arin dan Mama Rina gencar mempromosikan Mommylicious_ID sejak awal terbit. Tak tanggung-tanggung berbagai kuis, lomba dan give away digelar dalam rangka promosi. Kadangkala ada loh buku yang gencar promosinya tapi pembacanya “tidak mendapat apa-apa” alias tak ada yang berkesan dengan buku tersebut. Berbeda dengan Mommylicious_ID, review dan resensinya bertebaran di berbagai media massa online maupun tabloid dan majalah parenting. Bahkan direkomendasikan oleh pakar parenting. Jadi ngga bakal rugi deh memiliki Mommylicious_ID di rak buku kita.

Itu alasan saya menobatkan Mommylicious_ID menjadi salah satu buku favorit. Anda mungkin punya alasan lain yang lebih spesifik mengapa tidak turut memeriahkan Give Away Mommylicious_ID Reader Awards ?

 






Friday, January 2, 2015

Tahun Baru Tips Berhemat Baru

Tahun Baru ada yang baru ? pastinya Kalender. Gaji baru ? belum tentu apalagi yang kerjanyar part time-an seperti saya hehehe.
Harga-harga baru ? ihiks ini yang membuat "terharu" tarif listrik pasti baru, begitu juga LPG 12 Kilogram. Bersyukur listrik rumah pakai 900 jadi masih subsidi tapi bukan berarti ngga perlu hemat energi.

Singkat kata biar ngga frustasi karena harga-harga melambung tinggi berbagai tips berhemat perlu diterapkan, plus harus makin bersabar karena orang sabar disayang Tuhan (sedikit ga nyambung harap dimaafkan).

Tips Hemat LPG.
1. Gunakan api sedang, nyala yang terlalu besar selain menyebabkan masakan cepat gosong juga menghabiskan terlalu banyak gas.

2. Jika ada bahan makanan yang bisa dimasak menggunakan rice cooker/magic com saat memasak nasi mengapa tak dilakukan ? contohnya saat berniat masak menu menggunakan telur rebus atau pindang/pepes ikan. untuk telur rebus pastikan telur dicuci bersih terlebih dahulu baru masukkan dalam wadah pemasak beras saat air belum kasat. Jika ingin masak pindang/pepes gunakan wadah yang telah disediakan produsen magic comnya

3. Rajin bersihkan tungku kompor gasnya. Biar terlihat rapi kalau pas ada kunjungan mertua dan tetangga #eh

Tips Hemat Air dan Listrik
1. Minimalisasikan nyuci pakai mesin cuci - bisa hemat air dan listrik sekaligus. Ngucek yuk, hemat dan sehat.
2. Tampung air wudhu buat nyiram tanaman pas musim kemarau
3. Jarangin nonton TV selain capek hati liat tingkah politisi dan selebriti listriknya itu bo' lumayan boros. Pilih tayangan yang edukatif, boleh deh sesekali nonton gosip. Yang gak boleh ketinggalan nonton berita dan serial favorit #eh
4. Nyalain lampu jalan baru nyala baru pas adzan maghrib terdengar, dan buru-buru matiin pas langit udah mulai terang. Nyalain lampu kamar kalau pas pengen baca buku di kamar, selebihnya matikan lampu apalagi pas tidur.
5. Maksimalkan anugerah Musim hujan karena air berlimpah plus hawanya yang sejuk jadi ngga perlu kipas angin...dan ga perlu mandi sering-sering hihihi