Google+ Followers

Tuesday, April 26, 2016

Undangan dan Suvenir Pernikahan Ramah Lingkungan

Bulan April adalah bulan istimewa buatku. April adalah bulan kelahiranku dan di bulan April juga diperingati dua hari istimewa yaitu Hari Kartini dan Hari Bumi. Mengenai tanggal kelahiran tak perlu dibahas seberapa penting. Pastinya sangat penting karena ketika memperingati hari kelahiran otomatis jatah hidup berkurang satu tahun. Hari Kartini mengingatkan kembali tentang cita-cita Kartini muda yang memperjuangkan kesetaraan hak wanita agar memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu sebagaimana hak seorang pria di masa penjajahan Belanda. Hari Bumi membuatku merenung apa yang sudah kulakukan sebagai tanda mencintai bumi, salah satu caraku berterimakasih kepada Illahi?
Setiap kali peringatan Hari Kartini terkenang kembali kisah beliau sempat mengajukan protes keras ketika dijodohkan. Namun meskipun demikian beliau akhirnya mematuhi perintah orang tua untuk menikah dengan Bupati Rembang, penasaran aku selalu bertanya-tanya adakah Kartini mempersiapkan Undangan pernikahan dan suvenir layaknya resepsi pernikahan zaman sekarang? Kira-kira kebiasaan memberikan suvenir pernikahan apakah sudah berlangsung sejak zaman dahulu kala?
Lalu mataku tertumbuk pada setumpuk kartu undangan pernikahan dari kerabat, kenalan, tetangga di sudut ruang. Hati pun kembali galau. Sayang sekali kartu-kartu undangan yang terbuat dari kertas, menebang ribuan pohon sebagai bahan baku bubur pulp untuk membuat kertas lalu terbuang percuma setelah acara berakhir. Padahal undangan tersebut tercetak dalam kertas lux yang mungkin per bijinya berharga sekitar sepuluh ribu rupiah. Wow, harga yang cukup lumayan untuk menambah beban bumi yang menderita karena polusi dari kertas yang terbuang dan penebangan hutan. 
Peringatan Hari Bumi merupakan momen untuk berkontemplasi adakah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi polusi dan sampah yang membuat bumi terbebani. Jangan-jangan suvenir pernikahan menyumbang sampah tanpa kita sadari. Resepsi pernikahan zaman sekarang lazimnya dilengkapi dengan pemberian suvenir bagi para tamu yang datang. Bentuknya beragam ada yang berupa gelas mini, gantungan kunci, tempat lilin, pembuka botol, taplak meja bahkan sekedar grabah lucu untuk hiasan. Sayangnya salah satu gerabah berbentuk rumah mini yang tersimpan di rak kami beralih fungsi sebagai mainan si bungsu lalu pecah tak terselamatkan. Sayang sekali bukan, suvenir ini tak terlalu bermanfaat buat kami tetapi ketika pecah malah menambah beban bumi.

Lagi-lagi daku berpikir ke masa Kartini. Mungkin resepsi pernikahan zaman dahulu lebih sederhana karena tak banyak pernik-pernik yang memakan biaya kemudian terabaikan ketika acara usai. Undangan misalnya mungkin hanya diberikan kepada pejabat tinggi. Pesta yang ditujukan untuk rakyat jelata bisa jadi cukup diumumkan lewat woro-woro, memukul kentongan di pusat-pusat keramaian dan undangan dari mulut ke mulut. Begitu sederhana namun tak mengurangi makna kesakralan sebuah pernikahan.
Di kampungku hingga kini masih berlaku memberikan undangan dengan cara unik yaitu memfotokopi tulisan undangan sejumlah tamu yang diundang. Tulisan tersebut berisi informasi mengenai pesta (pernikahan atau khitanan), lokasi pesta dan waktu diselenggarakannya.Nah satu lembar kertas ukuran folio bisa memuat sekitar 3-4 undangan. Kertas undangan foto kopian dalam ukuran sekitar 10x10 cm tersebut direkatkan pada sebungkus sabun mandi batangan. Undangan ini kemudian diedarkan dari rumah ke rumah. Praktis, ekonomis dan tidak banyak nyampah. Informasi mengenai undangan dapat diperoleh dari kertas berukuran mini, suvenirnya berupa sabun mandi yang sangat bermanfaat.
Lalu tiba-tiba teringat, April tahun depan insyaAllah juga menjadi bulan kebahagiaan keponakan yang berdomisili di Bali karena ia berencana meresmikan hubungan bersama sang kekasih ke jenjang pernikahan.Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi membuatku berseru : hey mengapa tidak mencetuskan ide kepada sang ponakan untuk membuat undangan yang berfungsi sekaligus sebagai suvenir pernikahan? Setidaknya bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak. Bagi keluarga mempelai sebagai penyelenggara pesta atau resepsi tentu menyatukan undangan dan suvenir menjadi satu adalah langkah ekonomis. Bagi yang diundang tentu senang jika mendapatkan suvenir yang bermanfaat.
Salah satu pusat suvenir cakep adalahCustomBagus. Selain pilihannya beragam harganya pun cukup masuk akal. Mengintip koleksinya menerbitkan ide sebuah undangan pernikahan yang sekaligus berfungsi sebagai suvenir antara lain:
1.   Buku Agenda
Buku agenda banyak fungsinya. Bagi para pelajarBuku Agenda bisa membantu untuk merangkum rumus, mencatat tugas dan pekerjaan rumah atau menulis daftar pelajaran. Buat ibu rumah tangga agenda bisa dimanfaatkan untuk mencatat daftar belanjaan atau perhitungan keluar masuk uang anggaran. Bagi para pegawai kantoran maupun pekerja lapangan agenda sangat bermanfaat untuk mencatat poin-poin penting dalam rapat atau planning kerja. Kira-kira CustomBagus bersedia nggak ya mencetak undangan mini di bagian depan buku agenda mininya. Bisa dilepas dengan mudah tetapi tidak memakan banyak kertas yang dikorbankan jika undangan tak lagi diperlukan usai acara resepsi.
Buku Notes Unik
Koleksi Notebook
2.      Pulpen Senter
Siapa yang nggak butuh pulpen? Semua orang butuh pulpen untuk menulis. Apalagi Pulpen Senter dilengkapi dengan lampu led di bagian atas yang berfungsi sebagai senter. Kalau pas mati lampu tinggal hidupkan lampu LEDnya, lha habislah gelap terbitlah terang. Bentuknya pun cantik, warnanya menarik. Sepertinya pulpen ini pantas dijadikan suvenir pernikahan. Kalau habis pun bisa diisi ulang. Tinggal diletakkan di kotak yang sesuai. Ah ya! Kotaknya pasti bisa pesan di Custombagus juga Aku sempat mengintip koleksikartu undangan CustomBagus berupa roll wedding dalam kotak. Rasanya kotak tersebut cukup cantik sebagai tempat pulpen dan kertas undangannya cukup menggunakan selembar kertas sederhana asalkan mencantumkan informasi yang lengkap mengenai pesta pernikahan yang diselenggarakan.
Pulpen Senter
Roll Wedding Invitation
3.   Totebag
Sejak bergulirnya regulasi pengenaan biaya bagi kantong plastik belanja di pusat-pusat perbelanjaan dan mini market, totebag semakin naik daun. Regulasi tersebut sebenarnya merupakan pesan yang bagus untuk bertindak lebih ekonomis, praktis dan lebih ramah lingkungan. Mengapa tidak diterapkan dalam praktek menyatukan suvenir dan undangan? Di atas  Totebag bisa dicetak informasi undangan pernikahan. Andai mempelai kurang berkenan peristiwa pernikahannya dicantumkan dalam totebag undangan bisa ditulis di selembar kertas yang direkatkan di tote bag yang dilipat dengan cantik.

Totebag

Meneladani jejak Kartini untuk menyalurkan gagasan lewat tulisan, demikian pula tujuanku menulis ide tentang undangan dan suvenir pernikahan yang ramah lingkungan pada postingan kali ini. Pesta resepsi yang megah, suvenir mewah tidak menjamin kelanggengan sebuah pernikahan. Pernikahan adalah sebuah kerjasama antara suami maupun istri, masing-masing pihak memiliki ide dan opini namun akan menjadi indah jika disatukan untuk saling mengisi dan melengkapi, layaknya memadukan undangan dan suvenir pernikahan sebagai langkah sederhana menyelamatkan bumi.

Lomba Blog: Inovasi Produk Bersama CustomBagus

Sunday, April 24, 2016

Rahasia Memasak Mie Goreng yang Enak

Haloooo Weekend ngapain aja? Coba-coba resep deh. Saya rencana mo bikin pie susu teflon. Kali ini ingin berbagi sedikit kisah tentang mie goreng. Bukan Mie goreng instan itu loh (ah iya itu sih saya juga kadang bikin) tapi mie goreng buatan rumahan, made by emak-emak.

Mie dan Sejarahnya
Memasak mie goreng tidak memerlukan keahlian masak khusus. Mie adalah jenis makanan yang menjadi favorit di berbagai belahan dunia terutama di benua Asia. Di Italia makanan serupa mie dikenal sebagai spaghetti. Mie bisa disebut sebagai makanan pokok bagi masyarakat Tiongkok. Di kalangan masyarakat Cina makan mie secara utuh, tanpa dipotong pendek diyakini dapat memperpanjang usia.
Mie adalah bahan olahan dari aneka tepung seperti terigu, beras, ubi jalar, kacang hijau, jagung atau ketela pohon yang dibentuk panjang dan tipis. Mie biasanya dijual dalam bentuk gulungan yang telah dikeringkan dan untuk mengkonsumsinya diseduh terlebih dahulu dalam air mendidih lalu ditiriskan. Menurut sejarahnya mie diyakini merupakan menu yang diperkenalkan pertamakali oleh masyarakat Tiongkok saat Dinasti Han Timur yaitu sekitar tahun 25 Masehi. Mie memiliki nama berbeda di daerah yang berbeda. Dalam bahasa Inggris mie disebut sebagai noodle. Orang Eropa terutama Italia menyebut mie sebagai pasta.
Pengemasan mie berbeda-beda menurut kebiasaan. Pasta dijual dalam bentuk potongan kering dan panjang tertentu. Sementara di benua Asia mie dijual memanjang dalam bentuk gulungan basah dengan kemasan plastik biasa atau gulungan kering dengan kemasan bermerk. Bentuk mie berbeda-beda tergantung dari cara mengemas dan bahan pembuatannya. Beberapa jenis mie adalah :
a.   Soun/ suun dalam bahasa Inggris disebut sebagai Cellophane noodles. Soun terbuat dari campuran tepung kacang hijau dan tepung kentang. Soun dijual dalam bentuk kering sehingga perlu direndam air panas sebelum ditiriskan. Tekstur suun sangat lunak dan kenyal sehingga suun jarang diolah sebagai masakan mie sebagai hidangan utama namun diolah sebagai bahan isi pastel dan pelengkap bakso dan soto.
b.   Mie telur. Mie dengan ciri khas wanra kuning ini terbuat dari tepung terigu (hard wheat) dan ditambahkan telur sebagai penguat rasa. Mie telur biasa dikemas dalam keadaan kering dalam bentuk pipih atau dijual dalam bentuk setengah basah dalam bentuk bulatan.
c.   Mie hongkong. Bentuknya mirip mie telur dengan tekstur bulat dan halus. Biasanya dijual dalam kemasan kedap udara dengan kondisi setengah basah.
d.   Ramen. Warna ramen lebih muda dibandingkan mie telur. Ramen dijual dalam keadaan kering.
e.   Kwetiau. Warna kwetiau yang putih pucat disebabkan oleh bahan pembuatnya yaitu tepung beras dan air. Dijual dalam bentuk kering maupun basah.
f.    Somen noodles. Mie gurih yang berasal dari Jepang ini terbuat dari tepung gandum dan minyak. Dijual dalam bentuk menyerupai lidi dan sangat rapuh karena teksturnya yang lembut. Biasanya dimasak melengkapi masakan Jepang yang berkuah.
g.   Soba Noodles. Bentuknya mirip somen noodles tetapi warnanya abu-abu atau hijau tua. Biasanya dijual dalam bentuk kering dan cocok untuk hidangan berkuah
h.   Bihun. Warnanya yang putih bersih dipengaruhi oleh bahan pembuatnya yaitu tepung beras. Teksturnya sangat lembut dan mudah matang dan dijual dalam bentuk kering.
i.    Mie shoa. Mie yang teksturnya sangat lembut ini adalah mie khas China. Terbuat dari tepung beras dan dapat dicampurkan langsung dalam masakan seperti sop ayam atau diolah menjadi misoa goreng
Olahan Mie Goreng
Bahan dasar mie mudah diolah menjadi berbagai jenis masakan. Mie bisa diolah menjadi mie goreng dan mie kuah. Bumbu mie goreng atau olahan mie kuah banyak ragamnya. Olahan mie kuah yang disukai di nusantara adalah mie kocok khas Bandung, mie Aceh, mie Jawa. Namun mie goreng adalah favorit semua orang hingga semua produsen mie instan bermerk selalu menampilkan mie goreng sebagai salah satu produksi andalannya meski kelezatan mie goreng hasil racikan tetap lebih lezat dari yang instan.
Mie goreng adalah salah satu masakan yang paling mudah dibuat dalam waktu singkat dan rasanya lezat. Persiapan memasak mie goreng tidaklah sulit namun tetap memerlukan beberapa hal agar masakan yang tersaji seperti harapan. Salah satu tips menyajikan mie goreng adalah memilih bahan dasar mie dari beberapa jenis mie berdasarkan bahan pembuat dan bentuknya.
Lezatnya mie goreng olahan tidak hanya ditentukan oleh bumbu masaknya tetapi juga jenis mie yang diolah. Beberapa jenis mie yang cocok dimasak menjadi mie goreng adalah mie hongkong dengan bentuknya yang menyerupai mie telur serta bertekstur bulat dan halus mie hongkong nikmat dimakan hangat setelah dimasak goreng. Jenis mie lain yang cocok dimasak goreng adalah mie telur, bihun, ramen dan kwetiau.
Tips Memasak Mie Goreng
      Selain harganya yang murah dan praktis diolah mie disukai karena mengandung cukup banyak gizi. Rata-rata dalam seratus gram mie terkandung 338 kalori yang tersimpan dalam 50 gram karbohidrat, 7.6 gram protein, 11,8 gram lemak dan sisanya adalah kalsium dan mineral.
Memasak mie goreng cukup praktis dan mudah disajikan. Agar sajian mie goreng sederhana terasa lebih istimewa maka tips memasak berikut ini perlu diperhatikan baik dalam persiapan memasak ataupun saat menyajikan:
a.   Perhatikan tesktur bahan mie yang hendak disajikan. Sebagian besar jenis mie memerlukan perlakuan khusus yaitu direndam dalam air panas lalu ditiriskan sebelum dimasak. Somen dan bihun misalnya lebihbaik tidak direndam air panas karena teksturnya yang mudah hancur.
b.   Siapkan bahan pelengkap agar mie goreng lebih nikmat. Pelengkap mie goreng biasanya adalah telur, bakso, udang serta sayuran wortel, sawi atau kol.
c.   Siapkan bumbu tambahan selain bumbu utama. Bumbu dasar masakan mie goreng adalah bawang putih, bawang merah goreng, garam, sedikit gula, merica halus dan bagi yang senang bisa ditambahkan kemiri. Bumbu tambahan yang biasa digunakan adalah kecap manis, saos tiram, minyak sayur untuk menumis bumbu dan minyak wijen
Cara Memasak Mie Goreng
Mie goreng bisa disajikan kapan saja. Pas sebagai menu makan pagi, bisa dimakan saat santap siang dan tetap cocok untuk makan malam. Mie goreng seringkali dipilih sebagai sajian saat jamuan formal maupun non formal. Mie goreng lezat untuk jamuan arisan, pelengkap sajian nasi kotak untuk tasyakuran dan hampir selalu ada di meja prasmanan saat acara resepsi pernikahan.
Cara memasak mie goreng cukup mudah. Haluskan empat siung bawang putih, garam, gula dan merica bubuk. Belah enam butir baso masing-masing menjadi dua, kupas udang buang bagian kepalanya, cuci di bawah air mengalir. Cuci sawi, wortel dan kol lalu iris tipis-tipis. Panaskan minyak, masukkan telur buat orak-arik, tiriskan. Seduh mie telur dengan air panas, tiriskan. Panaskan minyak sayur, masukkan bumbu halus, tumis hingga harum. Masukkan udang, baso dan sayuran tambahkan sedikit air. Saat air menjelang kasat masukkan mie telur dan orak-arik telur. Bubuhkan kecap manis, minyak wijen dan sedikit saos tiram. Angkat dan taburkan bawang goreng di atasnya. Mie goreng yang menggugah selera siap menjadi santapan favorit keluarga.



Saturday, April 16, 2016

Ayah, Peran Tak Tak Tergantikan

Akhir pekan kali ini rumah terasa sepi. Suami dan anak bungsu saya pergi dan menginap di luar kota untuk menghadiri acara pernikahan saudara. Sementara saya harus tinggal di rumah menemani si sulung yang sedang menempuh Ujian Akhir Semester kelas enam. Lama tak menikmati waktu dengan tenggelam dalam buku bacaan, saya putuskan berme-time dengan membaca novel Tere-Liye “Ayahku (Bukan) Pembohong. Mata saya basah oleh airmata teringat kenangan bersama ayahanda tercinta. jika Papa saya masih hidup hingga saat ini usia beliau mencapai 74 tahun. Beliau meninggal dunia ketika saya masih duduk di bangku SMA kelas 2. Tanpa kehadiran Papa hidup terasa timpang sebelah. Semasa hidup beliau adalah pencari nafkah tunggal keluarga dan selalu mengajarkan kedisiplinan dan tekad untuk belajar giat. Berkat pom-pom semangat yang selalu dikibarkan Papa saya selalu mampu menembus ranking lima besar di sekolah. Hingga duduk di bangku SMP saya selalu langganan menyabet gelar juara umum atau minimal rangking dua dan sering mendapat hadiah baik berupa buku dan alat sekolah hingga bebas SPP selama satu semester.
Meski beliau telah tiada namun semangat giat berkarya telah tertanam jauh di lubuk hati saya. Kesulitan finansial yang kami derita sepeninggal Papa tak menghalangi saya untuk melanjutkan sekolah hingga meraih gelar sarjana berbekal beasiswa. 
Kerasnya hidup yang harus kami jalani tak mengurungkan niat untuk meraih cita-cita. Seolah nasehat Papa menggelorakan semangat dalam alam bawah sadar sehingga sesulit apapun jalan yang ditempuh terasa lebih mudah diatasi. Bonding ayah-anak rupanya tak berakhir meski sang ayah telah lama pergi. Padahal semasa kuliah saya harus mampu bertahan hidup dengan uang saku 75 ribu rupiah per bulan yang masih harus saya sisihkan 20 ribu rupiah untuk membayar sewa kost. Rumah kost yang jauh dari kampus dengan harga sewa murah tidak menciutkan nyali saya menuntut ilmu meski saya harus berjalan kaki setengah jam untuk mencapai kampus. Saya teringat cerita almarhum Papa yang harus bekerja sampingan sebagai kenek angkutan kota untuk membiayai kuliah.
Peran ayah dalam pembentukan karakter anak memang tak tergantikan. Semasa hidup Papa adalah pekerja keras. Beliau sering pulang larut malam untuk lembur jika harus mengawasi kegiatan bongkar muat dari kapal yang merapat di pelabuhan. Anehnya saya merasa lebih dekat secara emosional kepada Papa daripada Mama. Apakah benar anak perempuan lebih dekat kepada Ayah daripada Ibunya? Pertanyaan yang membuat saya penasaran terjawab ketika menghadiri Pers Conference dalam Event Nestle Lactogrow Happy Date with Legendaddy. 
Inline images 2
Kiri ke Kanan:
1.       Aris Mulyanto, Regional Sales Manager Nestle East Java Region
2.       Gusti Maulani Katani, Brand Manager LACTOGROW
3.       Oka Antara, public figure sekaligus sosok Legendaddy
4.       DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Konsultan Spesialis Tumbuh Kembang Anak 
5.       Rini Hildayani, psikolog
6.       I Ketut Prapto, Store Manager Hero Tunjungan Plaza Surabaya

7.       Lendi Yuwarlian, Category Marketing Manager LACTOGROW

Acara yang sarat tips dan ilmu parenting ini menambah wawasan para undangan yang hadir tentang pentingnya membangun kebahagiaan keluarga sebagai faktor penentu karakter dan tumbuh kembang anak. Dalam acara tersebut dikupas tentang pentingnya peran ayah dalam pola asuh anak. Ketika sesi tanya jawab salah seorang peserta bertanya tentang kedekatan ayah dengan anak perempuan, apakah hal tersebut hanya mitos belaka atau terbukti secara ilmiah?

      DR.Dr.Ahmad Suryawan, SpA(K) memaparkan fakta ilmiah yang erat kaitannya dengan kedekatan ayah dan anak perempuan. Ditinjau dari sudut pandang ilmiah jembatan syaraf pada pria dan wanita sangat berbeda. Jembatan syaraf pria berukuran panjang dan kecil sehingga reaksi terhadap suatu rangsangan atau permasalahan memerlukan waktu cukup lama. Dr. Wawan demikian dokter anak senior ini biasa dipanggil, berkata dengan jenaka bahwa hal ini yang mengesankan bahwa pria terkesan lebih bijaksana daripada wanita padahal sebenarnya lola alias loadingnya lama. Sebab untuk memecahkan suatu masalah perlu berpikir lebih “dalam” sebelum mengambil tindakan Sementara jembatan syaraf pada wanita berukuran pendek dan lebar. Akibatnya wanita terkesan lebih spontan dan emosional karena cepat memberikan respon terhadap suatu aksi. Fakta ilmiah ini yang berpengaruh terhadap psikologis pria dan wanita untuk saling melengkapi sebagai pasangan hidup. Dalam prakteknya peran ibu dan ayah bagi perkembangan karakter anak juga saling melengkapi. Anak-anak gadis kemungkinan lebih dekat dengan sang ayah karena dianggap lebih bijak, sesuatu yang kurang diperoleh dari sosok ibu. Sedangkan anak lelaki melihat sosok ibunda sebagai sosok yang sangat responsif dan penuh perhatian sehingga sang anak merasa diperhatikan. 
      Lalu bagaimana dengan anak-anak saya sendiri yang kebetulan keduanya adalah laki-laki. Jangan-jangan mereka kurang memiliki bonding dengan sang ayah seperti yang saya miliki dahulu bersama Papa? Keluarga kecil kami bisa disebut keluarga menengah. Meski belum memiliki mobil pribadi namun kami bersyukur telah tinggal di rumah milik sendiri. Meski tak punya budget untuk berlibur secara khusus kami bersyukur hidup kami tak kekurangan suatu apapun dan kami cukup bahagia dengan berinteraksi dan meluangkan waktu bersama di rumah.
      Kualitas dan interaksi orang tua dan anak => kata kunci ini merupakan faktor penentu dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak. Senada dengan pendapat dari Psikolog Rini Hildayani, M.Si yang hadir sebagai salah satu panelis Pers Conference Nestle Lactogrow Happy Date with Legendaddy, suami saya selalu meluangkan waktu untuk anak-anak baik di hari kerja maupun di akhir pekan. Kadangkala suami mengajak mereka ke toko buku, menyewa DVD film anak-anak atau berbelanja di supermarket untuk memilih camilan sehat dan susu sebagai pelengkap kebutuhan gizi mereka. Karena kondisi saluran cerna yang sehat dan prima mempengaruhi produksi hormon-hormon yang berperan dalam sistem sirkuit otak termasuk pengendali rasa bahagia.
      Di hari sibuk suami senantiasa meluangkan waktu sepulang kerja. Beruntung meski kadangkala harus lembur, si Papa bisa tiba di rumah sebelum jam 9 malam sehingga masih bisa ngobrol dan bercanda dengan anak-anak. Mereka berbagi cerita menjelang bed time, tentang apa saja yang kadang membuat saya tergelak mendengarnya. Seperti “proposal” Radit si bungsu ketika meminta uang saku khusus untuk ekstrakurikuler renang. 
Pa, minta uang saku 20 ribu dong, aku besok renang” 
‘Wah banyak sekali Dik, buat apa saja uang sebanyak itu?” 
“Buat sewa pelampung 3500, beli teh botol 3000, beli batagor 5000, sisanya ditabung"jawab si Radit tangkas. 
Yee batagornya 3000 aja Dik, sangunya 10 ribu saja ya?" tawar si Papa. Pembicaraan tersebut ditutup dengan kata sepakat berupa uang saku 10 ribu rupiah. Kenyataannya Radit masih menyisihkan 5000 rupiah karena dia batal jajan batagor dan teh botol favoritnya. Demikian pula si sulung Rafif. Dalam keseharian akhir-akhir ini dia lebih dekat dengan si Papa yang dianggapnya masih bisa diajak berkompromi daripada si Mama yang cenderung bawel dan suka KEPO urusan ABG sepertinya. Saat si Papa keluar kota seperti saat ini, tercetus dari bibirnya“nggak ada Papa nggak rame ya Ma”
      Saya bersyukur kedua anak saya menempatkan posisi ayah dan ibu sebagaimana tempatnya. Adakala sebagai “atasan” yang harus dipatuhi perintahnya, adakala dianggap sebagai sahabat sebagai tempat curhat. Artinya kedekatan dan hubungan emosional yang terbangun antara anak dan orang tuanya akan membantu perkembangan kognitif dan cara bersosialisasi mereka berdua. Rafif dan Radit dikenal sebagai anak yang cukup supel baik di sekolah maupun di rumah, prestasi akademiknya di sekolah di atas rata-rata. Guru mengaji Radit bahkan memujinya secara khusus bahwa si bungsu ini sangat luwes karena mampu bergaul dengan anak-anak sebaya maupun beberapa tahun di atasnya.
       Peran ayah memang tak tergantikan. Bahkan dalam kitab suci Al Quran, ilmu parenting yang menekankan peran ayah dapat ditelaah dalam Surat Luqman. Sebuah surat yang namanya merujuk pada nama seorang ayah. Sosok ayah bernama Luqman yang meski bukan seorang nabi dan hanya bekerja sebagai tukang kayu namun memiliki sifat bijaksana dan“ngemong” Dalam surat Luqman tersebut umat muslim memperoleh hikmah tentang bagaimana menjadi orangtua (dalam hal ini sang ayah) selalu menasehati anaknya dalam ayat-ayat yang bijaksana, seperti: jangan menyekutukan Allah, jangan bersifat sombong dan harus senantiasa berbuat kebajikan. Orang tua bijak tidak hanya memberikan nasehat tentang nilai-nilai kehidupan dari kitab suci namun juga memberikan contoh dalam perilaku sehari-hari. Korelasi semacam ini membantu membangun pondasi jembatan kebahagiaan keluarga.

     Kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orang tua juga. Karakter dan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh kebahagiaan keluarga. Mirisnya survei yang diadakan Lactogrow melalui media sosial menunjukkan fakta bahwa 53% responden menyatakan bahwa anak mereka merasa bahagia dengan hubungannya dengan mereka. Sisanya sejumlah 47% merasa kurang meluangkan waktu bersama anak-anak tercinta. Fakta mencengangkan ini perlu mendapat perhatian untuk menciptakan kondisi lebih baik. Meski sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga sang ayah sepatutnya meluangkan waktu sepulang kerja bersama anak-anak. Meski hanya sekedar bercerita atau bermain bersama dan berkomunikasi secara intens bukan menghabiskan waktu dengan membiarkan anak-anak bermain mobil-mobilan tetapi sang ayah sibuk dengan gadgetnya. Hal inilah yang menginspirasi Nestle Lactogrow menyelenggarakan Nestle Lactogrow Happy Date with Legendaddy. Jika tahun 2015 lalu bertema Happy Beach maka tahun 2016 bertema Happy Winter.


Arena Nestle Lactogrow Happy Winter


Di arena permainan anak-anak dan orang tua bisa bermain bersama sebagai salah satu cara merekatkan hubungan, bonding antara mereka. Ketika bermain diharapkan ibu dan ayah membantu sang anak memahami lingkungan tempat bermain, mengenal warna dan bentuk sehingga merangsang kreativitasnya.
      Kualitas interaksi ayah dan anak menentukan karakter sang anak karena bagaimanapun orang tua adalah role model, tauladan terdekat bagi sang anak. Salah satu cara memperkuat bonding orang tua dan anak adalah dengan sentuhan fisik. Menurut Gary Chapman & Ross Campbell, M.D dalam buku The Five Love Languages of Children orang tua dapat menyatakan kasih sayang kepada anak-anak melalui sentuhan fisik yaitu rangkulan, tepukan, pelukan dan ciuman. Sentuhan fisik ini hendaknya dilakukan berproses sesuai usia sang anak. Jika anak usia 1-6 tahun merasa aman dengan pelukan orang tua sesaat sebelum mereka masuk ruang kelas di sekolah maka anak usia remaja akan merasa diperhatikan dan disayang dengan sentuhan berupa tepukan halus di punggung, pundak atau mengusap kepala mereka. Bonding juga terjalin ketika mendudukkan sang balita dalam pangkuan dan orang tua menceritakan sebuah dongeng.
Candid camera, Bonding or Sleeping?

      Oka Antara sebagai bintang tamu dan sosok yang mewakili Legendaddy berbagi tips dalam berinteraksi dengan sang anak. Ayah dari Sara (7 tahun), Ruga (5 tahun) dan Yusa (3 tahun) ini memahami karakter masing-masing anaknya. Ayah yang sibuk dengan karir sebagai artis ini sambil berkelakar berbagi cerita: "saya sibuk dalam 8 bulan bekerja dan 4 bulan sisanya menganggur di rumah. Baik saat sibuk syuting maupun saat menganggur saya selalu menyempatkan bermain dengan anak-anak apakah itu bermain basket atau sekedar ngobrol bersama.
       Sosok ayah ideal tidak selalu harus mencontoh Oka Antara atau sosok ayah Dam dalam Novel Ayahku (Bukan) Pembohong yang rajin berpetualang, jago mendongeng dan memberikan nasehat-nasehat melalui kisah penuh hikmah. Dam pun tumbuh menjadi anak yang mandiri, kaya wawasan, tangguh dan mampu menggapai cita-cita. Sosok ayah yang dicintai anaknya adalah sosok yang ketika menjadi dirinya sendiri tetap meluangkan waktu untuk sang anak, mendorongnya menjadi insan mandiri dan tetap memiliki kelembutan hati.

Satu paragraf dalam Novel tersebut yang menyentuh sanubari saya adalah "sembilan puluh sembilan persen anak laki-laki tidak pernah lagi memeluk ayah sendiri setelah tumbuh dewasa. Padahal sebaliknya, sembilan puluh sembilan persen dari ungkapan hati terdalamnya, seorang ayah selalu ingin memeluk anak-anaknya" artinya bonding ayah dan anak akan bertahan sepanjang masa sama halnya dengan kasih ibu terhadap anaknya.
      Jika ada pepatah bijak yang mengatakan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi sang anak, maka ayah adalah kepala sekolahnya. Regulasi dari "kepala sekolah" hendaknya mencakup kenyamanan dan keamanan "guru dan siswanya" Sesungguhnya menjadi orang tua adalah sekolah yang tak akan pernah usai masanya hingga saat terakhir menutup mata.
      

Saturday, April 9, 2016

9 april 2016

Alhamdulillah,
9 April 2016 usiaku genap 40 tahun. Usia 40 tahun adalah usia istimewa bagi umat muslim. Rasulullah mendapatkan wahyu pertama, diangkat sebagai nabi dan Rasul pada usia 40 tahun. Usia 40 tahun istimewa karena usia ini disebutkan dalam Al Quran.

"Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah, melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa : Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada Ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" (tafsir QS : Al Ahqaf : 15)


Alhamdulillah,

Hari ini saya berkesempatan hadir di Muslimah Day yang diselenggarakan Nurul Hayat di Lippo Plaza Sidoarjo dengan salah satu acaranya tausyiah bersama Umi Pipik. 

Pesan Umi Pipik yang paling saya ingat adalah bagaimana menjadi muslimah tangguh :

Salah satu sosok tangguh yang patut menjadi panutan muslimah dalam menjalani hidup adalah Siti Hajar. Ketabahan, ketangguhan Siti Hajar dan ketawakalannya terhadap takdir Sang Maha Kuasa menjadikannya kuat dan mampu bertahan hidup, melindungi sang anak meski harus ditelantarkan di padang pasir, sendiri dan perjuangannya akan dikenang sepanjang masa dalam ritual sa'i antara shofa dan marwa ibadah haji.
Salah satu pintu menuju surga adalah taat kepada suami, salah satu amalan yang tak terputus ketika kita meninggal nanti adalah doa anak-anak yang sholeh namun patut selalu kita ingat bahwa anak dan suami juga merupakan salah satu cobaan bagi keimanan dan hanya satu yang mampu membahagiakan kita : Allah Subhanahu wata'ala ....

"Muslimah Day"
Lippo Plaza Sidoarjo 
9 April 2016 bersama Umi Pipik.

Thursday, April 7, 2016

Benarkah Nama adalah Identitas Diri ?



Tentang Arab dan IndonesIa.  Jadi pengen posting tentang "nama dan identitas". 

Sebenarnya postingan  ini adalah post status saya d FB pas rame-rame kasak kusuk masalah nama bayi cucu pertama RI1 ..jadi teringat pengalaman sendiri. Pas masih kerja salah seorang rekan kerja saya nanya nama anak saya yang kedua. Si teman langsung komen : kok nama anakmu nggak ada unsur Islam/Arabnya : Raditya Damar Pradipta. Nanti malaikat pembawa rahmat ngga bisa ngenalin anakmu. Wah langsung saya balas : loh masa' malaikat kok punya sifat rasis toh Pak, mosok beda2-in umat berdasarkan suku. lagipula kalau malaikat gak mempedulikan orang-orang yang namanya tak mengandung unsur arab artinya kita juga gak masuk itungan...lah sampeyan namanya juga ...Bambang 
upset emotikon
Hahahaha........

Nama kedua anak saya mungkin "njawani" banget, meski nama si sulung masih ada "arab-arabnya" = Rafif. Tetapi saya percaya bahwa nama anak yang disematkan orangtua adalah sebagian dari doa. Maka arti nama si duo Rara itu memiliki makna agar mereka mampu menjadi cahaya dan menjadi pemimpin dalam segala kebaikan. Cahaya, nggak mesti harus "Nur" toh, boleh kan saya menggunakan nama Danu atau Damar?. Pemimpin, mengapa kok selalu berdoa agar anaknya menjadi pemimpin. Trus siapa yang bakal menjadi anak buah?. Tidak sesederhana itu. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda "Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memimpin manusia akan bertanggung jawab atas rakyatnya, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, dan dia bertanggung jawab atas mereka semua, seorang wanita juga pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia bertanggung jawab atas mereka semua, seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya, dan dia bertanggung jawab atas harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya." (Muttafaqun ‘alaihi).
Teringat kata pemimpin atau imam saya jadi teringat ketika hendak membuat undangan pernikahan 14 tahun lalu. Saya merasa "jenuh" dengan tafsir surat Ar Ruum 21 yang biasa tercetak di undangan pernikahan. Ingin ayat yang "tidak pasaran" jadilah meski saat itu belum bisa membaca Al Quran buka-buka tafsirnya ketemu Surat Al Furqaan : 74 "Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (sampai sekarang masih nyengir malu kalau mendengar ayat dan doa ini dibaca imam usai sholat berjamaah atau ustadz ustadzah dalam sebuah majelis)
*Tarik nafas dalam-dalam dan beristighfar* Haa identitas saya sebagai muslim saat itu masih terbatas dengan mencantumkan ayat di undangan pernikahan, persis seperti saat mencari-cari ayat Al Quran yang tampak gagah ditulis di "lembar persembahan" skripsi dan menemukan QS Al Mujadilah ayat 11.
Begitulah "identitas" saya zaman dulu. Maka saya ndak pingin mengulangi hal yang sama, meski anak-anak saya mungkin namanya "kurang islami" harapan saya perilaku mereka mencerminkan ajaran Islam sebenarnya sebagai rahmatan lil alamin...Rasanya ikut sedih kalau mendengar kabar kabur lah itu namanya Ahmad Fathonah kok kelakuannya begitu, lho namanya Muhammad Shiddiq kok ngutang gak mbayar dsb dsb...
Hingga sekarang saya sering malu mengingat bagaimana cara saya mengaplikasikan dan menampakkan identitas sebagai bagian dari Islam, ternyata sekedar menempel ayat dan gagah-gagahan. Semoga masih diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi umat.
Semoga QS Al Mujadilah ayat 11 itu tidak hanya menjadi hiasan skripsi namun juga menginspirasi kami untuk tak lelah menuntut ilmu yang bermanfaat hingga saat - saat terakhir kembali ke haribaan Illahi.
Berharap kami bisa menjadi bagian dari Islam yang membawa kedamaian bagi semesta, cahaya bagi sekitarnya meski mungkin tak begitu besar arti sebuah nama. Ibarat ilmu fiqih tentang benar dan salah yang seharusnya berjalan seiring dengan ilmu aqidah akhlaq tentang baik dan buruk agar tidak mudah membenarkan diri sendiri dan menyalahkan yang lainnya.
Menyitir tausyiah ustadz Salim A Fillah : agama adalah cara memandang hidup, cara memandang hidup sesudah mati, cara memandang Pencipta hidup dan mati serta cara memandang yang hidup maupun yang mati.

Tuesday, April 5, 2016

Meluruskan Arti Pendidikan Melalui Ujian Sekolah

Ujian Nasional untuk SMP dan SD sudah di depan mata. Beberapa tahun belakangan menjelang ujian sekolah nasional adalah saat-saat sibuk dan menegangkan bagi siswa dan walinya. Termasuk saya sebaga ortu siswa. Rafi si sulung kinkelas 6 SD. 

Bagaimana tidak tegang jika ujian sekolah tanpa sadar dianggap sebagai ancaman. Nilai buruk? terancam tidak lulus sekolah apalagi ketika standarisasi nilai berlaku nasional. Nilai kurang memuaskan terancam tidak dapat melanjutkan di sekolah lanjutan yang diimpikan. Syukurlah tampaknya Ujian Sekolah Nasional tahun ajaran 2015/2016 tidak terlalu mengerikan seperti ujian nasional di tahun-tahun sebelumnya sebab standarisasi kelulusan tidak hanya berpatokan pada hasil ujian nasional namun juga ujian yang diselenggarakan pihak sekolah serta penilaian kepribadian siswa selama di bangku sekolah. Etapi kira-kira ada pengaruhnya nggak ke proses penentuan standard nilai di sekolah lanjutan. Biasanya kalau nilai kelulusan dikatrol sedemikian rupa maka standard masuk sekolah lanjutan juga terpengaruh kan ya?
Foto dari FP Anies Baswedan

Contoh nyata tentang betapa mirisnya hati ketika membaca berita dua tahun lalu tentang anak SD kelas 6 gantung diri karena takut tidak lulus sekolah.
Ngga jauh-jauh teman sekelas Rafi sendiri yang notabene tetangga saya pernah bilang sama Rafi : "Fi, ojok pinter-pinter, aku nanti makin susah ngejarnya".
Wow, sekolah kok jadi semacam arena balap mobil >_<

Sudah saatnya siswa dan orang tua murid mengubah persepsi tentang tujuan diadakannya ujian sekolah sebenarnya. Ujian sekolah bukan ancaman namun penilaian standar untuk mengetahui apakah sang siswa telah memperoleh ilmu yang bermanfaat selama masa sekolahnya, adakah pembentukan karakter telah tertanam pada diri sang anak, apakah sang anak mampu bersosialisasi dengan baik dan penilaian-penilaian lain yang tidak sekedar berdasarkan angka. 

Ujian sekolah adalah bagian dari pendidikan. Kata dasar "didik" dapat diartikan mengarahkan untuk menjadi lebih baik. Sangat disayangkan jika pihak sekolah dan orang tua serta masyarakat pada umumnya hanya menekankan kepada pencapaian nilai ujian sementara sang anak tak kunjung mandiri, kurang mampu bersosialisasi dan ilmu yang diperoleh tidak dapat diaplikasikan dalam hidup sehari-hari.

Lagi mikir-mikir, menasehati diri sendiri juga tentang apa yang harus diupayakan agar ujian sekolah tak lagi dianggap sebagai ancaman:

1.  Menumbuhkan kesadaran kepada diri siswa bahwa ujian sekolah adalah bagian dari proses yang harus dihadapi. Tak ubahnya ujian kenaikan tingkat pada ekstrakurikuler bela diri, bahwa ujian sekolah lebih mirip tantangan-tantangan yang harus dihadapi pada level game dan permainan agar bisa naik ke level berikutnya, bahwa ujian sekolah tak ubahnya ajang pengukuran kemampuan siswa seperti menonton kuis dan cerdas cermat di televisi. Mencoba mengkondisikan alam bawah sadar siswa bahwa tak perlu khawatir dan ketakutan menghadapi ujian sekolah akan membantunya lebih rileks dan tenang menghadapi ujian. Kenapa saya mengambil contoh sama dengan level game, karena Rafi suka banget ngegame hiks.

2. Mempersiapkan kemampuan siswa dalam menghadapi ujian. Meski tetap rileks menghadapi ujian namun persiapan menghadapi ujian harus diupayakan lebih maksimal. Persiapan jauh-jauh hari biasanya hasilnya lebih optimal daripada sistem belajar kebut semalam. Oleh karena itu mengikutsertakan anak dalam bimbingan belajar dan pengayaan pelajaran perlu dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Belajar rutin setiap hari akan lebih berdampak positif bagi otak daripada belajar keras dan otak diforsir mendekati ujian. Nah ini terus terang masih sulit diterapkan buat Rafi. Dia lebih suka belajar menjelang ujian karena dia beranggapan saat les kan sudah sama dengan belajar? iyes...boleh juga deh anggapannya :D

3. Memberikan waktu jeda. Belajar giat bukan berarti meniadakan waktu istirahat. Layaknya mesin, pikiran dan raga tetap harus beristirahat dengan cukup. Les dan bimbingan belajar siang hingga malam tanpa jeda bukan jaminan sang anak akan jauh lebih pintar. Kemungkinan ia malah jenuh dan ilmu yang diserap kurang maksimal. Wis to percoyo..wong kita pasti pas sekolah sudah pernah mengalaminya sendiri kan?

4. Tidak menetapkan target di atas kemampuan. Salah satu "kesalahan" orang tua adalah berharap terlalu besar kepada si anak. Alasan gengsi misalnya menjadikan orang tua memasang target agar si anak bisa diterima di sekolah favorit. Alangkah lebih bijak jika orang tua tetap mempertimbangkan aspirasi sang anak tentang sekolah idamannya sembari tetap mendukungnya dengan berbagai fasilitas belajar serta memberikan masukan berbagai pilihan sekolah yang kemungkinan lebih mudah dituju daripada sekedar mengejar sekolah favorit.

5. Bangkitkan sisi religius. Kewajiban umatNya adalah berikhtiar dan berdoa. Bangkitkan sisi religius siswa untuk lebih dekat kepada Sang Pencipta. Doa-Ikhtiar-Doa adalah paket 3 in 1 yang tak dapat dipisahkan. Mulai dengan doa dan akhiri dengan doa. Namun perlu dipertegas kembali bahwa kedekatan makhluk kepada Penciptanya tidak hanya saat susah, ketika menjelang ujian. Sama halnya dengan sistem belajar yang efektif semangat spiritual hendaknya dilakukan secara kontinyu, berkesinambungan dan istiqomah. Saya seneng banget baca berita tentang sekolah-sekolah mengajak muridnya beristighotsah menjelang ujian. Asal nggak pakai acara nyelupin pensil ke air kembang #eh

Satu hal yang terpenting ketika mempersiapkan siswa menghadapi ujian adalah menanamkan nilai kejujuran. Beban target yang terlalu tinggi agar siswa meraih prestasi dapat menyebabkan anak menghalalkan berbagai cara. Curang, mencontek, membeli kunci jawaban dan perbuatan-perbuatan lain yang mungkin hanya akan memberikan dampak negatif. Maka tujuan pendidikan untuk menghasilkan generasi muda yang tangguh, mandiri dan mampu bekerja keras akan sia-sia hanya demi mengejar hasil instan belaka.
Iniiih yang paling saya tekankan ke Rafi : Mama lebih suka kamu mendapat nilai 7 tapi hasil kerja kerasmu sendiri, daripada nilai 10 tapi dapat nyontek => ini saya ucapkan lantang dengan wajah judes, silahkan bayangkan sendiri