Google+ Followers

Tuesday, April 26, 2016

Undangan dan Suvenir Pernikahan Ramah Lingkungan

Bulan April adalah bulan istimewa buatku. April adalah bulan kelahiranku dan di bulan April juga diperingati dua hari istimewa yaitu Hari Kartini dan Hari Bumi. Mengenai tanggal kelahiran tak perlu dibahas seberapa penting. Pastinya sangat penting karena ketika memperingati hari kelahiran otomatis jatah hidup berkurang satu tahun. Hari Kartini mengingatkan kembali tentang cita-cita Kartini muda yang memperjuangkan kesetaraan hak wanita agar memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu sebagaimana hak seorang pria di masa penjajahan Belanda. Hari Bumi membuatku merenung apa yang sudah kulakukan sebagai tanda mencintai bumi, salah satu caraku berterimakasih kepada Illahi?
Setiap kali peringatan Hari Kartini terkenang kembali kisah beliau sempat mengajukan protes keras ketika dijodohkan. Namun meskipun demikian beliau akhirnya mematuhi perintah orang tua untuk menikah dengan Bupati Rembang, penasaran aku selalu bertanya-tanya adakah Kartini mempersiapkan Undangan pernikahan dan suvenir layaknya resepsi pernikahan zaman sekarang? Kira-kira kebiasaan memberikan suvenir pernikahan apakah sudah berlangsung sejak zaman dahulu kala?
Lalu mataku tertumbuk pada setumpuk kartu undangan pernikahan dari kerabat, kenalan, tetangga di sudut ruang. Hati pun kembali galau. Sayang sekali kartu-kartu undangan yang terbuat dari kertas, menebang ribuan pohon sebagai bahan baku bubur pulp untuk membuat kertas lalu terbuang percuma setelah acara berakhir. Padahal undangan tersebut tercetak dalam kertas lux yang mungkin per bijinya berharga sekitar sepuluh ribu rupiah. Wow, harga yang cukup lumayan untuk menambah beban bumi yang menderita karena polusi dari kertas yang terbuang dan penebangan hutan. 
Peringatan Hari Bumi merupakan momen untuk berkontemplasi adakah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi polusi dan sampah yang membuat bumi terbebani. Jangan-jangan suvenir pernikahan menyumbang sampah tanpa kita sadari. Resepsi pernikahan zaman sekarang lazimnya dilengkapi dengan pemberian suvenir bagi para tamu yang datang. Bentuknya beragam ada yang berupa gelas mini, gantungan kunci, tempat lilin, pembuka botol, taplak meja bahkan sekedar grabah lucu untuk hiasan. Sayangnya salah satu gerabah berbentuk rumah mini yang tersimpan di rak kami beralih fungsi sebagai mainan si bungsu lalu pecah tak terselamatkan. Sayang sekali bukan, suvenir ini tak terlalu bermanfaat buat kami tetapi ketika pecah malah menambah beban bumi.

Lagi-lagi daku berpikir ke masa Kartini. Mungkin resepsi pernikahan zaman dahulu lebih sederhana karena tak banyak pernik-pernik yang memakan biaya kemudian terabaikan ketika acara usai. Undangan misalnya mungkin hanya diberikan kepada pejabat tinggi. Pesta yang ditujukan untuk rakyat jelata bisa jadi cukup diumumkan lewat woro-woro, memukul kentongan di pusat-pusat keramaian dan undangan dari mulut ke mulut. Begitu sederhana namun tak mengurangi makna kesakralan sebuah pernikahan.
Di kampungku hingga kini masih berlaku memberikan undangan dengan cara unik yaitu memfotokopi tulisan undangan sejumlah tamu yang diundang. Tulisan tersebut berisi informasi mengenai pesta (pernikahan atau khitanan), lokasi pesta dan waktu diselenggarakannya.Nah satu lembar kertas ukuran folio bisa memuat sekitar 3-4 undangan. Kertas undangan foto kopian dalam ukuran sekitar 10x10 cm tersebut direkatkan pada sebungkus sabun mandi batangan. Undangan ini kemudian diedarkan dari rumah ke rumah. Praktis, ekonomis dan tidak banyak nyampah. Informasi mengenai undangan dapat diperoleh dari kertas berukuran mini, suvenirnya berupa sabun mandi yang sangat bermanfaat.
Lalu tiba-tiba teringat, April tahun depan insyaAllah juga menjadi bulan kebahagiaan keponakan yang berdomisili di Bali karena ia berencana meresmikan hubungan bersama sang kekasih ke jenjang pernikahan.Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi membuatku berseru : hey mengapa tidak mencetuskan ide kepada sang ponakan untuk membuat undangan yang berfungsi sekaligus sebagai suvenir pernikahan? Setidaknya bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak. Bagi keluarga mempelai sebagai penyelenggara pesta atau resepsi tentu menyatukan undangan dan suvenir menjadi satu adalah langkah ekonomis. Bagi yang diundang tentu senang jika mendapatkan suvenir yang bermanfaat.
Salah satu pusat suvenir cakep adalahCustomBagus. Selain pilihannya beragam harganya pun cukup masuk akal. Mengintip koleksinya menerbitkan ide sebuah undangan pernikahan yang sekaligus berfungsi sebagai suvenir antara lain:
1.   Buku Agenda
Buku agenda banyak fungsinya. Bagi para pelajarBuku Agenda bisa membantu untuk merangkum rumus, mencatat tugas dan pekerjaan rumah atau menulis daftar pelajaran. Buat ibu rumah tangga agenda bisa dimanfaatkan untuk mencatat daftar belanjaan atau perhitungan keluar masuk uang anggaran. Bagi para pegawai kantoran maupun pekerja lapangan agenda sangat bermanfaat untuk mencatat poin-poin penting dalam rapat atau planning kerja. Kira-kira CustomBagus bersedia nggak ya mencetak undangan mini di bagian depan buku agenda mininya. Bisa dilepas dengan mudah tetapi tidak memakan banyak kertas yang dikorbankan jika undangan tak lagi diperlukan usai acara resepsi.
Buku Notes Unik
Koleksi Notebook
2.      Pulpen Senter
Siapa yang nggak butuh pulpen? Semua orang butuh pulpen untuk menulis. Apalagi Pulpen Senter dilengkapi dengan lampu led di bagian atas yang berfungsi sebagai senter. Kalau pas mati lampu tinggal hidupkan lampu LEDnya, lha habislah gelap terbitlah terang. Bentuknya pun cantik, warnanya menarik. Sepertinya pulpen ini pantas dijadikan suvenir pernikahan. Kalau habis pun bisa diisi ulang. Tinggal diletakkan di kotak yang sesuai. Ah ya! Kotaknya pasti bisa pesan di Custombagus juga Aku sempat mengintip koleksikartu undangan CustomBagus berupa roll wedding dalam kotak. Rasanya kotak tersebut cukup cantik sebagai tempat pulpen dan kertas undangannya cukup menggunakan selembar kertas sederhana asalkan mencantumkan informasi yang lengkap mengenai pesta pernikahan yang diselenggarakan.
Pulpen Senter
Roll Wedding Invitation
3.   Totebag
Sejak bergulirnya regulasi pengenaan biaya bagi kantong plastik belanja di pusat-pusat perbelanjaan dan mini market, totebag semakin naik daun. Regulasi tersebut sebenarnya merupakan pesan yang bagus untuk bertindak lebih ekonomis, praktis dan lebih ramah lingkungan. Mengapa tidak diterapkan dalam praktek menyatukan suvenir dan undangan? Di atas  Totebag bisa dicetak informasi undangan pernikahan. Andai mempelai kurang berkenan peristiwa pernikahannya dicantumkan dalam totebag undangan bisa ditulis di selembar kertas yang direkatkan di tote bag yang dilipat dengan cantik.

Totebag

Meneladani jejak Kartini untuk menyalurkan gagasan lewat tulisan, demikian pula tujuanku menulis ide tentang undangan dan suvenir pernikahan yang ramah lingkungan pada postingan kali ini. Pesta resepsi yang megah, suvenir mewah tidak menjamin kelanggengan sebuah pernikahan. Pernikahan adalah sebuah kerjasama antara suami maupun istri, masing-masing pihak memiliki ide dan opini namun akan menjadi indah jika disatukan untuk saling mengisi dan melengkapi, layaknya memadukan undangan dan suvenir pernikahan sebagai langkah sederhana menyelamatkan bumi.

Lomba Blog: Inovasi Produk Bersama CustomBagus

23 comments:

  1. Hadiah buku agenda sepertinya oke banget, mba. Banyak hal menarik yang bisa dicatat untuk dikenang #eaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahay apalagi kalau suvenirnya dilengkapi pulpen dalam tote bag ya mbak :)

      Delete
  2. ada lombaaaaa, sukses lombanya yaaa, dan kita lahir di bulan yg sama...yiiipiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin ayo mbak Astin ngga ikutan kah ? toss sesama April :D

      Delete
  3. Replies
    1. betul mbak Lidya, asik kan kalau undangan direkatkan di agenda dan bisa jadi suvenir sekalian...nggak banyak nyampah :)

      Delete
  4. Bagus-bagus souvenirnya, dan bermanfaat pastinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak ...sayang kalau dapat suvenir kurang bermanfaat :)

      Delete
  5. Bagus-bagus souvenirnya, dan bermanfaat pastinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, di custombagus banyak suvenir multifungsi bisa untuk suvenir nikahan sampai sarana promosi :)

      Delete
  6. Mungkin saya akan memilih pulpen mbak, soalnya saya tidak punya pulpen seperti ini hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas, saya juga pengen punya puplen ada lampu LEDnya ..belum punya sampai sekarang :D

      Delete
  7. Whaaa... keren nih bisa jadi inspirasi buat suvenir nikah nanti.. thanks ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih kembali :D jangan lupa undangan dan suvenirnya jadi satu paket ajah yaaa dan bisa pesen di Custombagus :)

      Delete
  8. buku agendanya saya kasih jempol, cuman apa ndak kemahalan kalau di jadiin souvenir, bisa - bisa biaya pesta bengkak, kalau di kampung saya souvenir paling tinggi gantungan kunci.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha kalau ngga usa cetak undangan lagi, cukup dengan kertas ditempel di agenda sebagai undangan kan jatuhnya lebih murah Mas Zulham :) coba intip di Custombagus ada beberapa pilihan harga agenda :) Kalau mau gantungan kunci ada juga di CustomBagus ;)

      Delete
  9. Pengen juga pulpen senternya Mbak ... eh salah fokus ding.
    Tradisi di daerah Mbak Dwi unik yah. Sabun mandi pasti bermanfaat.
    Moga sukses lombanya Mbaak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak, saya juga pengen pulpen senternya hihihi...iya mbak Niar tradisi memberi undangan dalam sabun mandi disebut "tonjokan" di kampung saya....ini nih ditonjok yang malah seneng :D

      Delete
  10. Saya suka semuanya tuh souvenirnya. Apalagi buku agenda dan totebag ya. Suka banget :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah saya jugaa ...semua bisa kepake kalau mo jjs, belanja atau menghadiri acara blogger apalagi kalau ditambah IPod ya mbak #EhItuMahPejabat

      Delete