Google+ Followers

Wednesday, January 21, 2015

Lima Alasan Mengapa Harus Membaca Mommylicious_ID

Baca buku Mommylicious_ID Dijamin ngademin hati


Mommylicious_ID

        Perempuan, wanita, ibu, Mama, Bunda dikenal senang sekali memperdebatkan tentang banyak hal. Ibu bekerja Vs Ibu Rumahan, ASI Vs Susu Formula, Diaper Vs Clodi, Asisten Rumah Tangga Vs Daycare (Baby Sitter), Pro Imunisasi vs Kontra Imunisasi, Sekolah Negeri Vs Sekolah Keagamaan Pro poligami Vs Kontra Poligami ? #eh. Menyatukan opini tentu hingga akhir dunia tak akan pernah terjadi. Namun setidaknya berusaha membuka mata hati agar kedua kubu bisa saling memahami adalah hal paling bijak agar MomsWar tak harus sering terulang kembali. Pertentangan klasik inilah yang tampaknya menjadi dasar mbak Arin dan mbak Rina memutuskan untuk menerbitkan Mommylicious_ID. Buku kategori psikologi inspirasi dan tak hanya pas untuk bacaan para Mommy namun juga Papi, calon Mama dan Papa serta masyarakat pada umumnya.

Jujur saja Mommylicious_ID adalah salah satu buku favorit saya di antara koleksi buku lainnya. 
Begitu kesengsemnya saya pernah menuliskan resensinya di sini. Melanjutkan tulisan mengenai review saya jadi ingin menumpahkan uneg-uneg atau semacam testimony mengapa harus membaca Mommylicious_ID ? 

1.   Baca dan dapatkan manfaatnya.
Apa yang menjadi alasan seseorang membaca buku kemudian merekomendasikannya pada orang lain ? jawabannya bisa multi choice : 
a. memerlukan informasi mengenai sesuatu hal
b. memperoleh hiburan alias rekreasi
c. menumbuhkan inspirasi atau
d. bahkan ketiganya. 
Bagi saya, Mommylicious_ID adalah jawaban d, bahkan ketiganya yaitu memberikan informasi dengan cara yang rekreatif tetapi sekaligus menumbuhkan inspirasi dan pemikiran lebih mendalam mengenai masalah parenting. Saya bukan tergolong kutu buku tetapi saya cukup senang membaca buku. Sejak remaja saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku daripada bermain di luar rumah. Mulai dari serial Trio Detektif, Lima Sekawan hingga Petualangan Winnetou. Seiring bertambahnya usia dan kesibukan sebagai orang tua kegiatan membaca buku jadi jauh berkurang. Jika mendapat kesempatan membaca buku dan di awal bagian sudah membuat saya bosan dapat dipastikan buku itu tak akan saya baca hingga bagian akhirnya. Tapi Mommylicious_ID mampu membuat saya tersihir, membacanya langsung tuntas saat itu juga. Buku-buku parenting bejibun di toko buku. Tapi buat saya pribadi membaca buku yang terlalu banyak teori itu lebih banyak membuat kening berkerut daripada mendapatkan informasi yang saya butuhkan. Mommylicious_ID menyajikan ilmu parenting dengan gaya bahasa yang rekreatif. Mungkin inilah bedanya tulisan yang disusun oleh pakar ilmu dengan para blogger. Gaya tulisan yang lugas dan bernas ditambah pengalaman pribadi adalah cara “menggurui” yang paling pas buat siapa saja dari mereka yang open minded, easy going hingga yang keras kepala seperti saya. Coba tengok “Asisten Cilik” catatan Mama Arin. Dengan lugasnya sang Mama menceritakan tentang kepolosan Cinta yang begitu mencintai sang adik. Si Mama yang memutuskan tidak memiliki asisten rumah tangga seringkali meminta bantuan Mbak Cinta untuk membantu Mama mulai dari mengambilkan handuk, minyak telon, menjaga adik ketika Mama harus mengerjakan sesuatu di dalam rumah dan banyak hal lain tertohok oleh ucapan Cinta “Ma, Cinta capek kalau harus disuruh-suruh terus”. Saya pun tak kalah tertohoknya karena seringkali melakukan hal yang sama pada anak-anak. Lupa jika mereka adalah kanak-kanak yang butuh perhatian, penghiburan dan bukan menjadi “orang suruhan”. Suatu hal yang berbeda jika saya mungkin membaca buku parenting yang menuliskan “berhentilah menyuruh anak-anak karena mereka bukanlah pesuruh anda”. Membuka mata hati tanpa menggurui, inilah alasan saya mengutarakan kelebihan Mommylicious_ID

2.   You Know Me So Well
Bukaan ini ngga ada kaitannya dengan syair lagu nya SM*SH yang ituuh. Salah satu alasan menjadikan sebuah buku menjadi favorit karena buku itu bener-bener ngerti kita banget alias You Know Me So Well.
Karena saya merasa “ah inilah yang pernah saya rasakan” Klop banget. Saya pernah menjadi ibu pekerja kantoran yang repot banget seperti Mama Arin karena tak punya Asisten Rumah Tangga. Bangun dini hari untuk menyiapkan sarapan sekaligus makan siang anak-anak dan bekal di kantor. Setumpuk baju masih menanti disetrika selepas pulang kerja. Kadang tetek bengek dapur pun belum sempat saya cuci di pagi harinya. Membaca Mommylicious_ID membuat saya mengenang kembali masa-masa itu. Enaknya jadi Mama kantoran punya cukup uang untuk membantu penghasilan keluarga saya yang saat itu pas-pasan dan semakin goncang ketika suami saya terPHK berkali-kali, jobless setelah saya berhenti bekerja. Tetapi saya terhibur lagi ketika membaca “Keputusan Besar” catatan Mama Rina. Sebuah tulisan yang membuat saya terhenyak. Bukankah keputusan saya mengundurkan diri dari dunia kerja adalah anak-anak ? Karena saat itu kondisi Daycare untuk Radit sangat tak kondusif, saya juga harus menemani anak-anak yang baru dikhitan dalam jangka waktu minimal seminggu hingga benar-benar sembuh padahal tak memungkinkan jika harus mengambil cuti lama plus saya sering gundah memikirkan Rafi yang saat itu masih duduk di bangku kelas dua SD harus sendirian sepulang sekolah hingga saatnya Papa dan Mamanya tiba di rumah? Apalagi Mama Rina menegaskan dalam tulisannya bahwa meski ibu rumahan tetapi harus tetap produktif. Hal ini pas sekali dengan pemikiran saya. Meski saya belum seberuntung para blogger dan penulis lain yang karyanya sering menghasilkan materi berupa komisi atau honorarium saya cukup bersyukur mendapatkan penghasilan dari fee penulis lepas untuk konten dan artikel melalui proyek-proyek menulis di sebuah agency naskah.

3.   Bisa dibaca berulang kali
Banyak loh orang yang memutuskan menjual koleksi bukunya setelah dibaca. Itung-itung menghasilkan uang tambahan. Tapi saya merasa sayang jika harus menjual Mommylicious_ID. Kisah-kisah haru dan lucu sekaligus inspiratif di dalamnya bisa dibaca berulang kali. Saya berkeinginan merawat buku ini dengan baik dan kelak mewariskannya pada Radit dan Rafi, kedua anak saya sebagai salah satu bekal menjadi orang tua.

4.   Membuat berpikir : andai ada sekuelnya.

Jika novel science fiction bisa ditulis dalam bentuk sekuel mengapa buku psikologi/inspirasi parenting yang berupa catatan Mama tidak disusun menjadi beberapa sekuel? Di Mommylicious_ID Mama Arin dan Mama Rina lebih banyak bercerita tentang anak sulung mereka. Mama Rina juga telah melepas masa karirnya rasanya kedua alasan tersebut cukup memadai untuk menerbitkan Mommylicious_ID jilid kedua yang lebih mengeksplorasi anak kedua serta kehidupan Mama Rina setelah memutuskan berhenti kerja.

5.   Nggak bohong kok, sesuai promosi.
Mama Arin dan Mama Rina gencar mempromosikan Mommylicious_ID sejak awal terbit. Tak tanggung-tanggung berbagai kuis, lomba dan give away digelar dalam rangka promosi. Kadangkala ada loh buku yang gencar promosinya tapi pembacanya “tidak mendapat apa-apa” alias tak ada yang berkesan dengan buku tersebut. Berbeda dengan Mommylicious_ID, review dan resensinya bertebaran di berbagai media massa online maupun tabloid dan majalah parenting. Bahkan direkomendasikan oleh pakar parenting. Jadi ngga bakal rugi deh memiliki Mommylicious_ID di rak buku kita.

Itu alasan saya menobatkan Mommylicious_ID menjadi salah satu buku favorit. Anda mungkin punya alasan lain yang lebih spesifik mengapa tidak turut memeriahkan Give Away Mommylicious_ID Reader Awards ?

 






4 comments:

  1. wih, selamat ya mba jadi best reviewer nih. Emang komplit mba ulasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mba Uniek. bukunya yang memang keren untuk direview, selamat juga sudah menjadi salah satu pemenang :) toss

      Delete
  2. Selamat Mak Dwi....
    Ulasannya mantappp....
    :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 selamat Mak Putri Madona dinobatkan sebagai best reader :)

      Delete