catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Showing posts with label Ramadhan In Love. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan In Love. Show all posts

Rumah, Ruang Kebersamaan Saat Ramadhan

Rumah adalah tempat untuk pulang, jauh darinya membuatnya rindu
Teringat kisah yang terjalin menjadi satu
Rumah tak sekedar bangunan fisik belaka
Di dalamnya ada cinta, tatapan hangat dari orang-orang terdekat yang menerima kita apa adanya
Tulisan tersebut pernah saya posting di sosial media. Ketika haru menerpa ketika kami akan segera pindah ke rumah baru yang lebih nyaman. Rumah sebelumnya langganan banjir setiap musim hujan dan air laut pasang. Syukur kami panjatkan delapan tahun kemudian Tuhan memberi kesempatan agar kami sekeluarga mampu menikmati kebersamaan tanpa takut kebanjiran.
Ketika pindah di rumah yang kami tinggali saat ini lima tahun lalu Radit masih belajar berjalan, Rafi baru masuk SD tak terasa kini Radit sudah masuk MI (SD Islam) dan Rafi harus naik ke kelas enam. Banyak hal terjadi, kenangan manis maupun pahit. Tentang kata-kata pertama yang diucapkan Radit, tentang Rafi yang pernah terpaksa tinggal di rumah sendirian hingga Maghrib menjelang meski masih duduk di kelas dua SD karena Mamanya masih bekerja. Ah ya, sebelum resign hampir tiga tahun lalu saya adalah seorang karyawan swasta yang pontang-panting terutama saat Ramadhan tiba. Tidak punya pembantu, jarak rumah-kantor 40 kilometer belum lagi jika terjebak kemacetan maka tak sempatlah memasak, menu berbuka puasa pun tergantung warung nasi andalan. Sahur? mie instan atau rawon murah meriah adalah menu utama. Sedih? Tidak juga karena hidup adalah pilihan dan pilihan saya saat itu adalah bekerja demi melunasi tagihan KPR.
Usai KPR lunas saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Menemani anak-anak di rumah adalah prioritas utama. Lagipula saya sudah terlalu lelah mengejar bus kota, terjebak kemacetan terutama selama Ramadhan menambah kuatnya tekad untuk menjadi ibu rumahan 24 jam. Terasa sekali bedanya. Kini saya bisa memantau anak-anak hampir 24 jam. Kebersamaan terutama saat Ramadhan memberikan kesan campur-campur antara asem, manis, kecut dan asin. Asem kalau harus bersabar mendengarkan keluhan Rafif dan Raditya selama berpuasa. Oh ya, Radit kini enam tahun dan mulai belajar berpuasa hingga Maghrib. Rafi yang sudah berusia 10 tahun masih saja tak tahan dengan godaan iklan sirup dan ayam crispy di siang bolong hahaha. Berasa manisnya kebersamaan ketika mereka dan si Papa memuji masakan saya saat berbuka puasa meski hanya Ikan goreng dan acar bumbu kuning atau fillet ayam bumbu tepung cocol saus sambal. Kecut dan asin ketika sibuk membangunkan rafi dan radit saat makan sahur, tak kunjung bangun padahal waktu adzan subuh tinggal setengah jam lagi.
Ah semua itu pasti akan saya rindukan ketika mereka telah beranjak dewasa dan meninggalkan rumah. Biarlah kini masa-masa asem manis itu saya nikmati layaknya gurami andalan resto ternama. Kelak mungkin saya akan merindukan masa-masa mengalihkan perhatian mereka dari pertanyaan “kurang berapa jam lagi adzan Maghribnya Ma?” Maka kamar tidur pun menjadi tempat favorit, bisa bersantai sambil berbagi cerita, mendongeng dan menggali imajinasi mereka. 

Ketika waktu berbuka tiba (dan makan sahur tentunya) ruang tamu yang berfungsi ganda sebagai ruang keluarga dan ruang makan menjadi tempat favorit berikutnya. 

Maklum rumah type 36 yang disekat menjadi tiga kamar tidur tidak memungkinkan untuk memiliki ruang makan atau ruang keluarga. Tetapi masih cukup menyisakan sebuah musholla kecil tempat kami melantunkan doa, merajut asa dan menitipkan angan serta harapan agar terwujud menjadi nyata pada Sang Pemilik Kehidupan. Ruang kecil tempat saya mengajarkan membaca Al Quran kepada anak-anak, terasa nikmatnya terutama saat Ramadhan.

Rumah adalah tempat bersemayamnya cinta dan harapan, ruang menemukan kebersamaan bersama orang-orang tercinta, meniti ruas jalan, menjemput takdir kehidupan

 Ramadan adalah momen yang membahagiakan.
Share:

Tips Amalan Ramadhan Saat Datang Bulan

Ramadhan bulan kemuliaan. Seluruh mukmin di dunia berlomba-lomba berbuat kebaikan. Istimewanya Ramadhan kebaikan atau amalan yang sama diganjar pahala berlipat-lipat daripada bulan-bulan sebelumnya. Siapa yang gak pengen?

Sedihnya pas datang bulan tiba. Bukan menyesal jadi wanita tetapi sedih kehilangan kesempatan menambah pahala padahal Ramadhan kan datang hanya setahun sekali. Eits tapi ibadah itu banyak jenisnya. Allah Maha Adil dan tidak membedakan hambaNya yang pria maupun wanita. Masalah ibadah ganjarannya sama, tergantung pada niatnya. Ibadah kan tidak melulu sholat dan membaca Al Quran. Banyak ibadah yang bisa dilakukan saat Ramadhan saat datang bulan. Beberapa amalan berikut contohhya :

1. Menyiapkan menu sahur dan berbuka
Tidak ikut berpuasa tak perlu kecil hati. Allah telah menjanjikan pahala yang sama bagi mereka yang menyiapkan makanan bagi mereka yang berpuasa.
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga"
HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192.

2. Mendengarkan ceramah
Duduk di majelis ilmu itu besar banget pahala dan manfaatnya. Malaikat turut duduk bersama dan mendoakan mereka yang berada di majelis ilmu dengan niat Lillahi ta'ala. Tapi ceramahnya di masjid gimana dong? InsyaAllah kalau duduknya di teras yang jarang dipakai sholat tetapi selalu dibersihkan dan membawa alas jika khawatir mengotori aman-aman saja atau di tempat duduk di sekitar masjid tetapi masih memungkinkan mendengarkan ceramah.

3. Berinfaq dan shodaqoh
Salah satu amalan yang bebas dilakukan siapa saja tak peduli dalam keadaan berhadats atau junub adalah infaq dan shodaqoh. Ikhlas karena Allah dan dapatkan ridhoNya.

4. Berdzikir dan sholawat
Membaca kalimat-kalimat thayyibah dan sholawat sangatlah utama dan boleh dilakukan saat dalam keadaan datang bulan. Perbanyak istighfar agar mendapat kemudahan menjalani Ramadhan ke depan.

5. Membantu yang membutuhkan pertolongan
Sepintas terlihat sepele tetapi tidak ada kebaikan sebiji sawi pun yang tidak dihitung oleh Allah sebagai satu kebaikan. Bahkan menyingkirkan onak, duri, bebatuan dari jalan karena khawatir melukai pengguna jalan lainnya adalah suatu bentuk ibadah.

Selaian amalan tersebut menjawab Adzan dan iqomat tetap boleh dilakukan, memanjatkan doa di antara Adzan dan Iqomah, di hari Jumat dan di jam sahur masih bisa dilakukan. Allah Maha Baik yah. Nah tak perlu sedih lagi meski lagi menstruasi. Masih banyak kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan untuk orang lain dan diri sendiri saat Ramadhan.
Share:

Hikmah Di Balik Hadiah

Saat Ramadhan tiba beranda FB ramai dengan tulisan ..."rezeki Ramadhan nih, dapat mention menang dari FP ini" "rezeki Ramadhan nih hadiahnya datang". Postingan-postingan tersebut membuat saya kadang berpikir apakah Ramadhan seharga hadiah-hadiah itu? Apakah yang namanya rezeki itu harus selalu berupa barang, harta, uang? Kalau begitu saya mau mengajukan protes pada Allah nih kok selama Ramadhan belum ada keajaiban rezeki menghampiri hihihi. 

Ah ya saya adalah si pemburu hadiah. Lomba menulis seperti Tips Mengatasi Anak Demam atau Tips Membuat Anak Tidur Nyenyak  yang diadakan FP produk tertentu adalah contoh tulisan yang saya ikut sertakan dalam lomba karena saya benar-benar menggunakan produk nya untuk keperluan anak-anak. Tapi dua-duanya membuat saya puyeng karena yang pertama adalah lomba SEO dan yang kedua butuh instagram yang saya lewati saja S & Knya berhubung tidak punya gadget untuk upload reviewnya hahaha.

Bicara masalah rezeki saat Ramadhan, di awal Ramadhan orderan nulis konten datang tapi saya tidak berjanji kepada yang bersangkutan untuk menyelesaikan tepat waktu atau kuantitasnya tidak sesuai target. Sebabnya waktu saya di bulan Ramadhan banyak tersita untuk hal-hal yang tak bisa saya tulis di sini, intinya saya punya target tertentu demi tak kehilangan momentum Ramadhan yang hanya setahun sekali. "Pasti" dengan  "penolakan halus" ini penghasilan bulanan saya bakal turun. Ditambah dengan ikhtiar saya mengais rezeki dari 100 pertama uploader Hijab Style di salah satu FP ternyata sia-sia karena S & Knya diganti sesuka hati, bukan lagi 100 orang pertama tapi sesuka hati juri xixixixi.

Di saat demikian saya kembali teringat tausyiah ustadz. Nikmat apapun bentuknya jika terdapat berkah atau barokah dari Allah maka akan menambah rasa syukur dan menjadi pendorong seseorang menjadi lebih baik. Harta dinamakan berkah jika keberadaannya menjadi lebih baik, bukan menjadi lebih bertambah. Keluarga barokah jika anggota-anggota keluarganya menjadi lebih baik. Lalu saya terpekur apakah benar saya telah menjadi lebih baik? Apakah hadiah-hadiah yang saya terima telah dibelanjakan di jalan Allah? jangan-jangan di dalam hadiah-hadiah yang saya terima itu tidak ada berkah Allah atau berkurang berkahnya. 

Dalam list hadiah yang seharusnya saya terima masih ada beberapa yang belum tiba tapi saya sudah enggan menanyakannya. Beberapa pernah saya tanyakan seperti hadiah GA Abon Jambrong dari salah satu blogger tapi tak pernah sampai. Dan yang paling membuat merana adalah Hadiah dari FP ABC Ibu Peduli berupa voucher belanja 500 ribu  + produk + gift berupa satu set piranti gelas kristal. Saya bisa tahu hadiahnya karena pemenang lain sudah pada terima dan upload sementara saya dan satu pemenang lain komplain di FP karena tak kunjung menerima hadiah kuis #SquashDelightMoment yang daftar pemenangnya dirilis bulan Februari 2015. Sudah lapor hingga kantor pusat tapi hanya janji yang saya dapatkan. Wow sudah empat bulan, apa kira-kira mo dikirim sebagai hadiah lebaran xixixixi.

Ah mungkin lebih baik saya lupakan saja hadiah-hadiah itu, juga paket dari FP Nivea dari pemenang survey plus hadiah PSP dari FP Taro sebagai pemenang kuis Taro Rangers episode 7.

Tak dinyana dua hadiah yang terakhir, muncul di hari yang sama. Dan sama-sama mengandung hikmah. PSP yang jika dinominalkan mungkin harganya lebih dari satu juta hanya dibungkus tas goodie bag dan plastik pembungkus dari pihak kurir. Di bagian plastik tertulis : makanan, diantar kurir berkendara motor. Sementara paket hadiah survey yang berupa satu paket body lotion dan serum senilai +/- 200 ribu dibungkus dalam kotak besar, diantar kurir bermobil menjelang Maghrib.
Paket Perawatan Kulit - Hadiah Survey Nivea

PSP Hadiah Taro Rangers - Dunia Petualangan Taro


Saya menangkap hikmah dari kisah tentang hadiah-hadiah ini :
1. teringat kembali kalimat bijak : letakkan dunia di tanganmu dan akherat di hatimu maka akan lebih ringan langkahmu. Bungkus yang sederhana dari hadiah bernominal tinggi seolah mengingatkan saya bahwa apa pun yang berada di dalamnya adalah harta dunia belaka, tak perlu mendapatkan perlakuan terlalu istimewa.

2. pemberian kepada orang haruslah sesuatu yang baik dan membuat penerimanya senang. Baik PSP maupun hadiah survey sama-sama membuat saya bahagia. FP Taro sebagai pengirim hadiah PSP tidak terlalu lama mengirimkan hadiah yang berharga ini, hanya sekitar 1 bulan dari pengumuman pemenang. FP Nivea meski tergolong lama mengirimkan hadiah tetapi sangat menghargai konsumen dan pecinta FPnya. Hadiahnya buanyaak banget, ngga ngira kalau ini hadiah dari "sekedar mengisi survey", dikemas degnan rapi, diantar dengan ekspedisi istimewa. Aih padahal seringkali saya memberikan sesuatu pada orang lain itu karena saya tidak butuh benda tersebut meskipun masih baru hasil dari kuis dan lomba.

3. Takdir mengenai rezeki, jodoh dan maut itu harga mati. Kasus 100 uploader pertama di FP yang bagi-bagi voucher busana muslim itu sempat membuat saya takjub. Betapa tidak, dalam hitungan manual, hitungan manusia seharusnya saya menjadi salah satu yang berhak atas hadiah, karena termasuk dalam 100 uploader pertama dan sesuai S & K. Teman-teman yang upload belakangan malah sebagian besar mendapatkan hadiah tersebut. Ternyata kalau bukan "hak" kita sesuai takdir maka hitungan manusia tak berlaku di sini.

Hmmm ....nulis itu mudah ya, prakteknya saya sempat histeris saat Radit mengutak-atik PSP...setengah teriak saya menegurnya "Radiiit, jangan diutak-atik tuh dik, mo Mama jual, ntar adik Mama bagi uang jajan" xixixixi




Share:

Lima Tips Mengajarkan Puasa Pada Anak

Alhamdulillah, Ramadhan kali ini Raditya (6 tahun) sudah belajar berpuasa Maghrib dua hari full. Hari pertama dia masih masa pemulihan setelah sakit panas di malam tarawih pertama dan muntah tiada hentinya. Atas seizin Allah dia sembuh dengan cepat karena saya terapkan Tips Bijak Mengatasi Demam Anak. Hari kedua, masih masa penyembuhan belajar puasa setengah hari. Mulai Sabtu 20 Juni dia sudah puasa full hingga Maghrib. Semoga lancar dan sehat berpuasa penuh di sisa Ramadhan.

Kalau melihat Rafif dulu dan Radit sekarang belajar puasa satu hari penuh saya kok jadi malu. Sebab saya mulai belajar puasa pas duduk di kelas tiga SD sedang Rafif dan Raditya di usia 6 - 7 tahun hehehe.

Sekedar berbagi tips mengajarkan anak berpuasa Ramadhan :

1. Beri contoh, bukan instruksi. Selama ini saya biasa menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis dan hari-hari khusus seperti Tasyua dan Asyura, Puasa Arafah dan Puasa Syawal. Selain berharap pahala hal tersebut saya lakukan untuk mempersiapkan diri saya sendiri berpuasa Ramadhan serta memberikan tauladan pada anak-anak. Memang mereka belum terbiasa berpuasa sunnah namun melihat tata cara berpuasa sedikit banyak membantu mereka tidak kaget saat berpuasa Ramadhan.

2. Bertahap. Rafi dan Raditya tidak serta merta berpuasa full sebulan penuh. Usia lima tahun saya membiarkan mereka berpuasa hingga dhuhur dahulu kemudian bebas tak lagi berpuasa. Setengah bulan kemudian lanjut dengan berpuasa dari dhuhur hingga Maghrib. Jadi berbuka dua kali saat Dhuhur dan Maghrib. 

3. mencarikan kesibukan. Bukan hanya anak kecil, orang dewasa yang tidak terbiasa berpuasa sunnah mungkin kaget saat Ramadhan. Badan lemas, lapar, haus di awal-awal Ramadhan. Untuk menghibur anak-anak harus pandai-pandai si Mama mencarikan kesibukan dengan bermain game, mewarnai atau nonton DVD.

4. Jadwal sahur yang teratur. Sebisa mungkin selalu mengakhirkan waktu sahur dengan waktu yang tepat. Jangan sampai kelewatan trus ngga sahur deh, kasihan anak-anak. Biasanya kalau tidak sahur orang dewasa tetap wajib berpuasa nah kalau anak-anak mungkin tidak berpuasa karena memang belum wajib. Tetapi pembelajaran puasanya mulai dari nol lagi dong.

5. Siapkan menu berbuka dan sahur sesuai selera mereka. Orang dewasa sih gak rewel masalah menu. Tapi jangan paksa anak-anak mengikuti kemauan orang tua. Sekali-sekali dengarlah aspirasi mereka ingin berbuka dengan menu selera mereka. Tetapi tetap pantau zat gizi dan harus cukup mengandung air agar tidak dehidrasi.

Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membawa berkah bagi kita semua :) Eia jangan lupa tidurnya orang berpuasa kan ibadah juga. Biarkan anak-anak beristirahat yang cukup terutama siang setelah sholat dhuhur :D

Share:

Ramadhan, Bulan Keajaiban

"Banyak yang nyetatus Ramadhan, yakin kuat puasa sebulan penuh. Banyak yang ngomongin Ramadhan, yakin puasanya sudah siipp?"

Hahaha hasil ngintip status si sulung Rafi si Emak jadi ngikik sendiri.
Maklum hari pertama puasa buatnya cobaannya besar, menyaksikan dik Radit bebas makan dan minum karena baru sembuh sehingga tidak ikut puasa dulu. Alhamdulillah, benar adanya bahwa janji Allah tak pernah salah. Atas seizinNya Radit bisa sembuh dari mual, muntah dan panas karena tips yang saya terapkan

Ditambah iklan-iklan televisi menyiarkan segarnya sirup, gurihnya ayam crispy siap saji, lezatnya es buah dan es teler dengan topping susu kental manis apalagi setiap bada subuh si Rafi tetap main bola, alasannya untuk mengisi waktu, kalau mampu mencetak goal membuatnya bahagia...tapi pas waktu sudah mulai menginjak dhuhur si Emak harus bersabar mendengar keluhan-keluhannya, seperti : katanya setan-setan dibelenggu di neraka selama puasa tapi sekarang manusia berubah jadi setan, itu buktinya iklan-iklan televisi isinya makanan dan minuman melulu ngahahaha.


Ah Rafi, lihat sisi baiknya dong jika Ramadhan tiba tayangan televisi berubah drastis, muncul sinetron-sinetron religius seperti Para Pencari Tuhan. Di Bawah Lindungan Abah pun lumayan. Makin banyak wanita berbusana tertutup dilengkapi hijab dan kerudung (haaa sempat mesam-mesem melihat gallery fanpage produk pewangi ternama yang sedang mengadakan kuis Hijab Style, seneng liat mbak dan ibu cantik bersemangat mengupload gaya berhijab mudah-mudahan istiqomah ya, bukan karena kuis saja xixixixi), masjid-masjid ramai saat sholat lima waktu terutama subuh dan isya' sampai-sampai mereka yang biasanya sholat di masjid meski bukan Ramadhan gak kebagian shaf terdepan dan nyengir belakangan. 

Ramadhan memang bulan keajaiban hanya Ramadhan yang mampu menyulap orang menjadi lebih taat meski hanya Allah Yang Maha Mengetahui niat namun melihat ketaatan-ketaatan beruntun hati pun turut senang. Ngaji, bertilawah bergiliran di beberapa tempat mungkin hanya ada di Ramadhan. Bahkan anak-anak yatim pastilah bahagia ketika Ramadhan tiba. Suami saya cerita bahwa HRD di kantornya bingung mencari panti asuhan yang bisa berbuka bersama sebab jadwalnya penuh, banyak diajak berbuka para donatur di luar sana. 

Ramadhan, bulan keajaiban semoga membawa kebaikan sepanjang kehidupan. Sebab hal paling sulit di dunia ini adalah istiqomah dalam beribadah. Padahal amalan yang paling disukai Allah adalah amalan yang meski sedikit tetapi dilakukan secara istiqomah.
Ah Ramadhan In Love benar adanya :)


Share:

Review Ramadhan In Love

Penerbit Indiva
Halaman : 152 halaman
ISBN : 978-602-1614-66-2
Harga : Rp. 25.000,-
Kategori : Motivasi (genre remaja)


Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu kaum muslim sedunia. Kehadirannya seolah oase di tengah dahaga. Saat hidup terasa jenuh berlumur dosa Ramadhan seolah menjadi penawarnya. Ramadhan adalah bulan yang dinanti bagi umat yang rindu menjadi mukmin sejati sebab kemuliaan Ramadhan tak bisa ditawar lagi. Hanya saat Ramadhan pintu neraka tertutup, syaitan dibelenggu. Lalu jika berpuasa tetapi tetap tergoda menggugurkan pahalanya siapa yang sedang berperan itu? Pastilah si hawa nafsu. Sebab Ramadhan adalah bulan bagi para pencari pahala jihad, jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu.
Atas inspirasi Ramadhan itulah seleksi antologi Ramadhan In Love yang diadakan di Grup Kepenulisan Be A Writer digelar. Grup yang digawangi mbak Leyla Hana dengan mentor-mentor beken seperti mbak Riawani Elyta dan mbak Shabrina_WS plus blogger-blogger berprestasi seringkali mengadakan seleksi untuk memilih naskah terbaik dan diajukan kepada penerbit. Kadangkala penerbit malah menawarkan lowongan naskah buku yang sedang dicari.
Alhamdulillah, hanya atas pertolonganNya saya lolos seleksi antologi bertema Tips Menjadi Juara di Mata Allah. Ramadhan In Love ditujukan untuk segmen remaja, bahasanya segar dan ringan khas jenaka namun isinya komplit mulai dari tips menjaga kebugaran selama berpuasa ramadhan, amalan-amalan utama di bulan Ramadhan, tips mendapatkan Lailatul Qadr hingga sejarah tentang peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi di bulan Ramadhan.

Terdapat 12 tulisan dari 11 kontributor yaitu :

1.  Bersiaplah untuk Hal yang Luar Biasa ~ Arul Chandrana
Naskah ini pas banget dipasang sebagai pembuka karena penulis novel Pemburu Rembulan ini dikenal sebagai penulis dengan bahasa segar dan lincah sekaligus jenaka. Bersiaplah untuk Hal yang Luar Biasa berisi tentang tips-tips menghadapi puasa Ramadhan agar tidak gagal di tengah jalan. Apa saja sih yang harus dilakukan sebelum Ramadhan tiba?

2.   Semangat Ramadhan Lewat Sejarah ~ Linda Satibi
Wow membaca buku Ramadhan In Love membuat mata terbuka lebar. Ternyata banyak sekali peristiwa penting dalam sejarah umat Islam yang terjadi pada bulan Ramadhan. Tulisan mbak Linda ini menyadarkan bahwa Ramadhan bukan berarti bulan untuk bermalas-malasan sebab banyak kemenangan diraih kaum muslimin di bulan Ramadhan. Peristiwa bersejarah apa sajakah itu? Mengenangnya kembali membuat kita semakin bersemangat mengisi Ramadhan dengan aktivitas penuh makna.

3.   Fikih Puasa ~ HR Umar Faruq
Jangan terburu pusing dengar kata Fikih. HR Umar Faruq menulisnya dengan gaya tulisan mengalir dan segar. Fikih puasa membahas hal yang komplit tentang puasa mulai dari hal yang membatalkan puasa, beberapa kasus yang diperdebatkan apakah membatalkan puasa atau tidak (seperti hukum menggunakan obat tetes telinga saat berpuasa, infusdan lainnya) hingga masalah metode penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal.

4.   Tetap Energik dan (Tambah) Sehat dengan Puasa ~ Rena Puspa
Penulis buku Bahagia Ketika Ikhlas ini mengupas makna puasa ditinjau dari segi kesehatan. Owh ternyata berpuasa berkaitan dengan kinerja enzim dan makna pembagian tahapan Ramadhan menjadi tiga bagian (masing-masing tahapan sepuluh hari) itu ada kaitannya dengan ilmu kesehatan juga. Seperti apa sih, yuuk baca sendiri biar legaa.

5.   Agar Puasamu Tak Sekedar Lapar Dahaga ~ Sarah Amijaya
Duh rugi ya kalau puasa ramadhan sekedar menggugurkan kewajiban saja. Padahal ramadhan datangnya setahun sekali dan belum tentu tahun depannya bertemu lagi sebab tak ada yang dapat memperkirakan datangnya mati. Lalu tips apa saja sih agar Ramadhan benar-benar penuh makna? Yuk intip tips mbak Sarah, seorang PNS di Departemen Agama

6.   Tips Menjadi Juara di Mata Allah ~ Dwi Aprilytanti Handayani
Hee ini tulisan saya, Alhamdulillah bisa lolos seleksi di antara puluhan naskah yang masuk di meja mbak Riawani Elyta sebagai penanggung jawab. Sst ada alasan mengapa saya memilih judul tersebut, sebab saya saat itu lagi ilfil dengan iklan motor matic yang …”jadi juara di hatimu” …uggghh benci banget saya liat iklan siswa siswi berboncengan dan berpelukan erat, kan masih mending yang jadi juara basket atau olimpiade eaaa. Lebih bagus dan terhormat jika menjadi juara di mata Allah, apalagi jadi juara berpuasa, ibadah yang khusus Allah yang bakal menilainya secara langsung dan bakal mendapat ganjaran masuk surga melalui pintu Ar Rayyan. Di sini saya mengupas SWOT (Strength, Weakness, Opportunities dan Threats) dalam berpuasa, idih macam orang mau maju perang aja ya, ya iyalah kan puasa itu berperang mengalahkan hawa nafsu. Nah karena saya yakin tulisan kontributor lain pasti sudah komplit menyitir ayat dan hadits tentang keutamaan puasa, saya malah menyitir tema yang nyeleneh yaitu lagunya Bimbo, puasa..puasa sebulan penuh lamanya, puasa puasa Ramadhan bulan mulia…

7.   Asyiknya Bangun Sahur ~ Vina Syarief
Sahur…sahur…apa sih bedanya puasa umat Islam dengan puasa umat lain? Yap! Makan sahur adalah jawabnya. Puasa umat Islam baik sunnah maupun Ramadhan selalu disertai makan sahur karena ada keberkahan di dalamnya. Apa saja tips agar nggak susah bangun untuk makan sahur, bagaimana agar sahur lebih bermakna dan menu apa yang pas untuk makan sahur, intip tulisan beliau ya

8.   Meraup Manfaat dan Kebaikan dari Berbuka Puasa – Rukhaniyah
Waktu apa yang paling ditunggu saat berbuka puasa? Tentu waktu berbuka hahaha…Etapi menunggu berbuka kok rasanya terlalu lama…kira-kira ngapain aja sambil menunggu waktu berbuka? Ssst mbak Nia siap bagi-bagi tipsnya plus tips menu sehat untuk berbuka puasa.

9.   Keutamaan Sholat Tarawih – Kazuhana El Ratna Mida
Apa sih sholat tarawih itu, apa saja keutamannya trus kita mo sholat tarawih berapa rokaat? Di sini dikupas tuntas tas tas

10. Keutamaan Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan – Rukhaniyah
Hayoo siapa yang rajin baca Quran hanya saat Ramadhan? Celingak celinguk cari teman. Ah nggak ah, saya yakin mukmin sejati selalu ingat baca Quran tiap hari hanya intensitasnya ditingkatkan saat Ramadhan. Kenapa sih kok kita wajib membaca Al Quran? Keutaamaan apa yang diperoleh dengan rajin membaca Al Quran dan kegiatan apa yang berkaitan dengan membaca Al Quran biar gak bosen dibahas di bab ini

11. Mengejar Lailatul Qadr – Kania Ningsih
Salah satu yang menjadikan ramadhan istimewa adalah adanya Lailatul Qadr di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Malam 1000 bulan ini tak setiap orang mendapatkannya, padahal pahala ibadah di Lailatul Qadr setara degnan pahala beribadah selama 1000 bulan. Maklum di sepuluh hari terakhir Ramadhan biasanya orang sibuk belanja baju, kue atau berdesakan di jalan untuk mudik hari raya. Tips apa yang perlu diterapkan agar tidak gagal meraih kemuliaan malam Lailatul Qadr? Intip tips-tips mbak Kania ya.

12.  Nyalakan Cahaya Ramadhan Sepanjang Usia ~ Ariff’ah
Tulisan ini pas dibaca di akhir-akhir Ramadhan nanti sebagai muhasabah, introspeksi apakah Ramadhan kita benar-benar bermakna, atau jangan-jangan hanya mendapat haus dan dahaga? Lebih parah lagi jika pasca Ramadhan amalan-amalannya dilupakan. Duh trus gimana dong agar tetap istiqomah beribadah seintensif seperti saat Ramadhan, nah Arriff’ah gak pelit bagi-bagi tipsnya.


Pengen punya bukunya? Bisa dicari di toko buku atau hubungi FB Penerbit Indiva. Hanya 25 ribu rupiah tetapi menambah ilmu dan wawasan tentang kemuliaan Ramadhan, keutamaan berpuasa akan terus menjadi bagian dari sepanjang hidup kita. Sst ada kuisnya loh, berhadiah Al Quran dan buku Ramadhan In Love untuk tiga orang pemenang. Kuis mini ini diselenggarakan dari tanggal 4 -14 Juni 2015 Cek di sini ya …
Share:

KUIS GIVEAWAY RAMADHAN IN LOVE

Seminggu lebih ngga up date blog padahal pengen banyak bercerita, salah satunya tentang terbitnya antologi ramadhan kami. Diterbitkan oleh Indiva, berisi setidaknya 12 naskah cling cling tentang Ramadhan. InsyaAllah sekilas postingnya akan saya bagi di blog ini setelah keriweuhan rumah dan UKK si Rafi udah kelar ^_^. Kali ini mo share kuisnya dulu yaa...Reposting dari sang PJ yaitu mbak Riawani Elyta


KUIS GIVEAWAY RAMADHAN IN LOVE


Bulan Ramadhan yang bertabur rahmah, maghfirah dan ampunan sudah kian menghampiri kita. Sudahkah teman-teman semua mempersiapkan diri untuk menyambutnya? Menguatkan tekad untuk beribadah lebih baik dari ramadhan-ramadhan sebelumnya?

Buku Ramadhan in Love akan menjadi bacaan yang tepat buat kalian, berisikan panduan-panduan lengkap tentang persiapan menyambut ramadhan, pelaksanan amal ibadah di bulan ramadhan (sahur, berbuka, tadarrus, tarawih, dan lain-lain), bagaimana menjaga kesehatan fisik yang prima di bulan ramadhan, dan sebagainya. Semua panduan ini disampaikan dengan bahasa yang ringan, mengalir dan mudah dipahami sehingga cocok untuk siapa saja.

Buku ini sudah beredar di seluruh Indonesia dengan harga hanya Rp.25.000,- :) Buat kalian yang ingin mendapatkannya, yuk ikuti giveawaynya dengan mengikuti syarat-syarat di bawah ini :

1. Tulis pengalaman paling berkesan yang pernah kamu alami di bulan ramadhan (max. 300 kata)

2. Publikasikan tulisan tersebut di blog pribadimu beserta kalimat "tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway Ramadhan in Love" yang ditautkan ke info lomba ini. Sertakan juga cover buku ini.


3. Bagikan link tulisan tersebut di FB / twitter dengan mention Penerbit Indiva dan Riawani Elyta.

4. Follow akun twitter minimal 5 (lima) orang dari para penulis antologi Ramadhan in Love berikut ini :
@RiawaniElyta, @nia_hnie, @arulight, @dwiaprily, @ratnaShinju2chi, @LindaSatibi, @jedasejenak11, @renapuspa, @kanianingsih, @saraaamijaya

5. Bagi yang tidak punya blog, teman-teman bisa menulis di note FB dan jangan lupa tag Riawani Elyta dan Penerbit Indiva serta menyertakan cover buku Ramadhan in Love.

6. Kuiz berlangsung dari tanggal 4 - 14 Juni 2015.

Hadiah :
3 (tiga) orang pemenang akan mendapatkan masing-masing Al-Quran dengan terjemahan per kata + buku Ramadhan in Love.

Oh ya, masih ada lagi nih. Bagi pemenang yang kemudian meresensi buku ini lalu mempublikasikan resensinya di blog pribadi / media online / media cetak selambatnya tanggal 30 Juni 2015 akan mendapatkan pulsa sebesar Rp.25.000,-.

Selamat mengikuti, dan mari ngeborong pahala di bulan mulia :)
Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.