Google+ Followers

Thursday, September 11, 2014

Mommylicious, Karena Dunia Mama Adalah Dunia Penuh Rasa

Judul    : Mommylicious_ID
Penulis : Murtiyarini dan Rina Susanti
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Genre : Buku Motivasi (Parenting)
Terbit : Agustus 2014
Tebal : 173 Halaman.
ISBN : 978-602-249-680-9


     Mommylicious_ID, apa maksud dari judul buku ini ? Awalnya pemikiran itu terbersit di benak saya. Baru setelah nonton book thrillernya di youtube dan usai membaca bukunya hingga halaman terakhir jadi paham mengapa mbak Arin dan mbak Rina (sepertinya cocok juga kalau mo bikin grup vocal duet Arina ~ Arin – Rina) memilih judul tersebut. Jadi Mama itu banyakkk rasa, seperti kata Asa, putra kedua mbak Arin di thriller youtube. Become Mommy is so delicious, begitu kan ?. Kenangan membahagiakan, asem, sedih, manis, lucu berbaur menjadi satu silih berganti mengisi hidup sang bunda. Nah penulisan ala nama website atau alamat email dengan "underscore" menandakan bahwa buku ini ditulis oleh penggiat dunia maya alias blogger. Begitu menurut perkiraan saya.

Salah satu daya tarik Mommylicious_ID adalah gaya tutur yang berbeda dari buku biasanya. Lima bab dalam Mommylicious_ID membagi tulisan-tulisan ringan sarat makna ini dalam tema-tema khusus yaitu :

#1 New Baby New Life - mengisahkan kebahagiaan sekaligus kebingungan Mama Arin dan Rina sebagai Mama baru. Masalah soal indahnya masa menyusui bagi Mama Arin dan kesulitan Mama Rina memberikan ASI karena masalah produksi mungkin seringkali dihadapi para wanita. Masih mempermasalahkan Mama yang memberikan ASI eksklusif atau susu formula ? coba deh baca Pengalaman Pertama Mama Arin (bagaimana beliau sukses memberikan ASI Eksklusif meski harus bekerja di luar rumah) dan pahami bagaimana perasaan Mama Rina yang ingin memberikan ASI sepenuhnya namun produksi ASInya tak kunjung mencukupi. Bukan rahasia lagi jika kehadiran adik seringkali menimbulkan kecemburuan bagi sang kakak. "Kakak Cemburu" versi Mama Rina dan "Kakakku Idolaku" catatan Mama Arin mengupas masalah tersebut dari sudut pandang berbeda. 

#2 Mom's Partner In Crime
Kira-kira kenapa ya bab ini diberikan judul yang menggelitik ? mungkin karena di "Mom's Partner In Crime" lebih menekankan pada kisah keseharian sang Mama dengan segala aktivitas rumah tangga dan dunia kerja. Bagaimana perjuangan Mama Arin mengatasi "Baby blues With Mama". sementara "Mama 911" alias Mama Rina tak kalah repotnya mengatur waktu antara bekerja dan urusan keluarga serta kebingungan ketika tak lagi punya Asisten Rumah Tangga. Pernah dihadapkan pada kondisi memilih harus mudik lebaran di eyang dari pihak Mama atau Papa ? atau sulit menentukan pilihan antara memilih daycare atau asisten rumah tangga ? "Jawa atau Kalimantan" dan "Daycare Vs Asisten" adalah tulisan yang tak boleh dilewatkan. Ibu bekerja pasti pernah menemui masalah sang anak terlalu dekat dengan "mbak" duh, betapa "Cemburu" dan "Kangen" menyaksikan fenomena ini, Mama Rina memaparkannya dengan lugas lengkap dengan tips bagaimana agar sang anak tetap merindukan Mama yang harus bekerja di luar rumah tanpa terlalu tergantung pada sang pengasuh. Eits tapi jangan sepelekan sang pengasuh anak "Curhat si Mbak" bisa menjadi bahan perenungan bagi para orang tua yang sibuk bekerja dengan dalih demi masa depan sang anak.

#3. Growing Up
Masa bayi berlalu bukan berarti masalah pendidikan anak berhenti hanya di situ. Tantangan baru timbul ketika sang anak memasuki masa tantrum seperti "Jeritan-jeritan Asa" catatan Mama Arin dan "Ada Mama Kok Malah Rewel" catatan Mama Rina. Adalah sebuah "Kesalahan Besar" jika mengabaikan hal-hal yang bisa membahayakan bagi anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Anak-anak usia balita juga harus dibiasakan "Belajar Disiplin" antara lain dengan mengajarkannya merapikan mainan karena rumah "Bukan Kapal Pecah". Anak-anak adalah pribadi yang unik. Kisah ala "Imajinasi Azka" adalah "Kejutan Cerdas" bagi orang tua yang tak henti belajar menjadi role model dan diam-diam bangga atas prestasi yang diraih anak-anaknya. Sebab dengan tak letih memperbaiki diri orang tua akan mampu mendidik anak-anak menjadi lebih baik seperti Mama Rina yang senantiasa mendapat "PR dari Azka". Namun dari segala kejutan dan keunikan yang ditunjukkan anak-anak, cara mereka mengungkapkan kasih sayang merupakan kenangan yang paling indah sepanjang masa seperti bagaimana mengejawantahkan "Cinta Untuk Mama" yang dilakukan setulus hati "Karena Aku Sayang Mama"

#4 Mommy And Friends
Sesuai judul babnya enam catatan dalam Mommy and Friends membahas masalah aktivitas Mama dan kawan-kawannya. Ada type "Mama Blogger" adapula yang senang "Online Selalu". Bab ini juga menyinggung pergulatan batin working mom yang mendapat pertanyaan "Mama Kok Kerja" hingga harus memilih sebuah "Keputusan Besar" yang berujung pada "Farewell Dua Mama"

#5 Love Wishes
Merupakan tulisan tentang harapan-harapan serta kenangan istimewa Mama Arin dan Mama Rina akan buah hati mereka, Cinta dan Asa-nya Mama Arin serta Azka dan Khalif-nya Mama Rina.

       Buat saya pribadi Mommylicious_ID adalah buku yang inspiratif. Sebagai orang tua kita (saya lebih tepatnya) harus banyak belajar dan terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik. Jika buku-buku parenting lainnya terkesan teoritis maka Mommylicious_ID lebih nyata karena kejadian-kejadian dari catatan Mama Arin dan Rina benar-benar terjadi. Layaknya membaca sebuah jurnal harian. Banyak hal yang dapat dipelajari, dari masalah ASI hingga “patah” gigi, tentang sekolah hingga imajinasi anak-anak yang waaah. Belajar ilmu parenting tak hanya dari para pakar lho, orangtua adalah role model utama, bapak dan ibu guru di sekolah hingga Asisten Rumah Tangga. Ha ? ART ?, ya benar!. Dari kisah Curhat si Mbak, halaman 82 para pembaca (khususnya Ayah dan Bunda yang bekerja) jadi kesentil, kalau sudah di rumah jangan repot sama gadget aja, mentang-mentang ada asisten, anak-anak kita kan butuh perhatian nah si mbak asisten kan juga butuh rehat ?. Kisah-kisah lain banyak yang membuat saya seolah Dejavu. Sebelum resign dan nggak punya ART saya mengalami situasi seperti yang dihadapi mbak Arin, anak harus dititipkan di tetangga atau TPA (tempat penitipan anak), pekerjaan rumah harus saya selesaikan sendiri. Dini hari saya sudah bergulat di dapur sementara adzan subuh pun belum lagi berkumandang, kalau nggak sempat cuci piring dan piranti dapur otomatis pulang kerja tumpukan benda kotor itu menjadi pekerjaan tambahan sementara setrikaan sudah menanti. Karena harus berburu dengan waktu saya menjuluki diri sendiri sebagai Mom F1,  ibu yang mirip pembalap karena harus sangat cermat mengatur waktu agar tak ketinggalan bus kota.

        Kisah “Cemburu”nya mbak Rina pernah saya alami, bagaimana nggak cemburu kalau si kecil lebih perhatian sama si mbak atau Bude daripada sama Mamanya sendiri. Mungkin para Mama, Bunda, Ibu akan punya pengalaman yang sama dengan berbagai kisah di sini. Dibaca berulang kali pun tak akan pernah bosan. Kadang tertawa, seringnya terharu hingga tak terasa mata berkaca-kaca karena membaca Mommylicious_ID membuka mata hati kita untuk tak lelah berusaha menjadi lebih baik sebagai orang tua. Mommylicious_ID sekaligus juga mengingatkan para orang tua untuk lebih menghargai hak-hak anak, menginspirasi ayah bunda untuk mencatat segala hal yang berkaitan dengan masa tumbuh kembang mereka seperti daftar kata-kata unik saat masih belajar berbicara atau imajinasi-imajinasi anak yang seringkali membuat kita tertawa.

            Karena Mommylicious_ID lebih banyak bercerita tentang Azka (juniornya Mama Rina) dan Cinta (juniornya Mama Arin), berharap sekali ada jilid kedua yang lebih mengeksplorasi Asa (adik Cinta) dan Khalif (adik Azka), saya turut berdoa nih Mama Arin dan Rina, agar bukunya sukses trus ada jilid keduanya :)

Melahap Mommylicious_ID benar-benar mengenyangkan jiwa para orang tua ^_^




4 comments: