Google+ Followers

Wednesday, May 30, 2018

Cara Menghilangkan Bau Mulut

Cara menghilangkan bau mulut, mungkin menjadi topik pembicaraan yang hangat selama Ramadhan. Tentunya selain topik “kapan THR turun”, “sudah dapat tiket mudik apa belum”, “buruan dapetin diskon gede di marketplace onoh buat baju lebaran”. Sebabnya adalah satu masalah yang paling sering dihadapi oleh orang-orang yang berpuasa adalah bau mulut.
            Berpuasa Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi kaum muslimin yang telah memenuhi persyaratan wajib berpuasa: baligh, tidak ada udzur (sakit keras, haid, hamil/menyusui, musafir dalam jarak tertentu).Masalah bau mulut orang berpuasa ini sebenarnya juga sudah dibahas sejak zaman Rasulullah. Sebenarnya, Allah melalui Rasulullah menghibur kaum muslimin yang berpuasa agar tidak risau dengan masalah bau mulut. Hal ini tercantum dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah:
Dalam hadits dari Abu Hurairah RA, ia pernah mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda "Sesungguhnya bau busuk mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada kasturi" (dikutip dari republika.co.id)
sumber: pixabay

Lihatlah, betapa Allah menghibur kita yang berpuasa agar tak terlalu khawatir dengan bau mulut saat berpuasa. Bisa jadi penghiburan ini juga bertujuan untuk memberikan semangat agar tetap berpuasa, dan tidak ada alasan untuk tidak berpuasa hanya karena khawatir mulut berbau. Namun demikian menjaga kesehatan rongga mulut dan mengupayakan cara menghilangkan bau mulut juga menjadi salah satu anjuran. Sebab dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Lagipula bau mulut bisa mengurangi rasa percaya diri. Ga enak kan rasanya kalau pas meeting ketemu klien, sedang ngobrol sama pedagang di pasar atau silaturahim dengan keluarga pas puasa diganggu bau mulut yang aduhai naga.

Nah, demi menemukan cara menghilangkan bau mulut, ada baiknya menemukan akar permasalahan darimana bau mulut tersebut berasal. Dilansir dari detik.com Juli 2013, bau mulut bisa timbul karena:
1.    Sinus
2.    Kondisi kesehatan rongga mulut, termasuk gigi, adanya karang gigi, kesehatan lidah, munculnya sariawan dan infeksi jaringan lemak
3.    Kondisi organ dan jaringan paru-paru dan pencernaan
4.    Lain-lain sebab seperti kurangnya air liur yang mengalir ke dalam mulut, mengeringnya rongga mulut, berkembangnya bakteri di lidah

Perlu dipahami bahwa cairan pencernaan tetap diproduksi selama berpuasa. Makanan yang tidak dicerna dengan baik akan menghasilkan asam ke lambung. Kemudian menghasilkan gas berbau tak sedap yang dikeluarkan melalui mulut.
Jika dipastikan tidak menderita sinus atau gangguan pencernaan tetapi bau mulut masih muncul, maka cara menghilangkan bau mulut dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
1.  Hindari makanan berbau menyengat ketika santap sahur, seperti bawang putih dan bawang merah mentah, pete dan jengkol.
2. Gosok gigi segera setelah santap sahur sebelum adzan subuh. Selain demi kebersihan, langkah ini sesuai dengan rambu-rambu ulama yang memberikan label makruh pada aktivitas gosok gigi setelah fajar terbit. Jangan sampai lah ya niat gosok gigi disengaja siang hari demi mendapat kesegaran, kumur-kumur tiga kali tapi yang air dikeluarkan kok cuma dua kali ..ehhh
3.  Perbanyak mengonsumsi air putih setelah waktu berbuka dan sebelum waktu sahur berakhir
Selain memastikan tubuh tidak dehidrasi, air putih membantu membersihkan sisa-sisa kotoran yang melekati di gigi atau rongga mulut


Selain tiga tips tersebut, bisa juga mempertimbangkan menggunakan obat kumur antiseptik setelah santap sahur untuk mematikan kuman. Asal habis dikumur dibuang lo ya, jangan ditelan. Awas obat antipsetik bukan sirup rasa mint, lagipula dapat dipastikan puasanya batal kalau menelan apa yang dikumur di tengah nolong saat puasa Ramadhan.

No comments:

Post a Comment