Google+ Followers

Tuesday, May 8, 2018

Buka Puasa Bersama Anak Yatim Asuhan Yatim Mandiri

Waktu terus bergulir. Kenangan terus mengalir. Kali ini memori buka puasa bersama anak-anak yatim asuhan Yatim Mandiri tiba-tiba hadir.
Sungguh sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami setiap tahun mendapatkan undangan untuk berbuka bersama anak yatim asuhan Yatim Mandiri. Jangan berpikir tentang makan gratis enak-enak. Namun kebarokahan yang ada di dalamnya. Bahkan meski hidangannya berupa nasi kotak namun acaranya sangat semarak.

Rangkaian acara buka bersama anak-anak yatim tersebut dikemas sedemikian rupa. Biasanya diawali beberapa lomba atau pentas seni hingga menjelang senja untuk kemudian mendengarkan tausyiah.

Saya masih teringat pertama kali bisa hadir memenuhi undangan almarhum pak Udin, zisco Yatim Mandiri, kami berempat (saya, suami dan duo Ra-Ra) berboncengan naik motor di Kahuripan Nirvana Village. Ada pentas seni kisah Umar Bin Khattab. Meriah sekali.

Ketika anak-anak semakin besar dan kami tetap belum mampu membeli mobil maka hanya si Papa dan duo Ra-Ra yang berangkat memenuhi undangan. Semula kami ragu menghadiri undangan tersebut. Khawatir mengurangi jatah donasi untuk anak yatim. Oia, sekadar informasi, selain donasi rutin tiap bulan, Yayasan Yatim Mandiri memang menyelenggarakan program menjaring infaq khusus acara untuk event Ramadhan dan Lebaran yang diberi nama Cahaya Ramadhan. Kupon infaq tersebut diberikan label sekian ribu rupiah (biasanya berkisar 10-15 ribu rupiah) per lembar dan terserah donatur ingin 'membeli' berapa banyak sebagai donasi.

Nah undangan berbuka bersama itulah yang membuat kami ragu. Kira-kira mengurangi jatah anak-anak itu nggak ya. Padahal donasi kami kan tidak seberapa. Mending kalau bisa kirim cek 1M buat buka puasa bersama anak yatim, lah sumbangan kami kan cuma....begitulah.
Namun almarhum pak Udin meyakinkan bahwa dana untuk donatur memang dikhususkan ada tanpa mengganggu donasi untuk anak-anak yatim.

Alhamdulillah jika demikian. Alhamdulillahnya lagi Allah memilih kami untuk mendapat undangan berbuka bersama anak yatim di antara ribuan donatur lainnya. Acara dan hidangannya memang dikemas sederhana. Namun kebahagiaan menyaksikan wajah-wajah gembira anak-anak itu menyapu kesusahan dan masalah yang kami hadapi. Hey, mereka yang yatim saja bisa bersyukur dan bahagia, malu dong kalau kita merasa yang paling nestapa.

Ah, apakah tahun ini kami masih dikaruniai rezeki berupa undangan untuk berbuka bersama mereka lagi? Entahlah. Yang penting kebutuhan anak-anak yatim dhuafa itu terpenuhi. Setahun belakangan pak Udin sakit parah hingga meninggal sekitar dua minggu lalu. Tugasnya sudah diganti Pak Yusuf, Zisco baru.

Selamat jalan Pak Udin. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa panjenengan. Ingin saya berterimakasih karena panjenengan telah beberapa kali memberikan kami kesempatan untuk hadir memenuhi undangan buka puasa bersama anak yatim. Semoga kedua anak perempuan njenengan yang kini menjadi yatim di usia belia mendapatkan perlindungan sepenuhnya dari Sang Maha Kuasa.

Buat teman-teman yang membaca artikel ini, mari bersama-sama berdoa agar kita dikaruniai kelapangan rezeki dan keluasan hati untuk bisa menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk anak-anak yatim dan bisa membuat mereka gembira bersama di acara buka puasa.
Program Cahaya Ramadhan Yatim Mandiri ini salah satu sarana membahagiakan anak-anak yatim karena kegiatannya meliputi: Tarhib Ramadhan, Berbagi Buka Puasa Bersama Anak Yatim Dhuafa, Berbagi Ceria di Hari Raya, Pesantren Ramadhan Kreatif, Kampung Ramadhan dan Zakat Lingkungan.
Bagi yang ingin berpartisipasi memberikan donasi untuk program Cahaya Ramadhan Yatim Mandiri bisa menghubungi kantor Yatim Mandiri terdekat atau transfer ke Rekening Yatim Mandiri untuk kemudian konfirmasi:


No comments:

Post a Comment