Google+ Followers

Monday, January 6, 2014

#1Hari1Ayat - Doa Agar Dimudahkan Urusan


Posting ke-6
Subuh tadi nggak biasanya ada "kuliah" yang lebih dari tujuh menit. Masjid Ukhuwwah dekat rumah kami sesuai dengan namanya = persaudaraan, sangat terbuka bagi siapa saja, tak hanya penjual roti, tempe, bakso yang sering mampir untuk sholat ashar atau maghrib namun juga masjid tersebut kadangkala dijadikan tempat berdakwah (sekaligus penginapan selama dua tiga hari) para pendakwah yang datang dari luar kota. Imam masjid kami biasanya ber-kultum setiap Minggu pagi, namun salah satu dari para pendakwah tadi meminta waktu untuk memberikan ceramah di Senin pagi.
Meski tak mengikuti hingga selesai (maklum, emak-emak di hari pertama sekolah harus mulai pinter mengatur jadwal berbenah, memasak apalagi ada acara ambil raport segala), saya sempat mencatat beberapa poin penting yang disampaikan penceramah.

Inti ceramah tersebut adalah masalah pentingnya berdakwah, dan dakwah yang dimaksudkan bukan ceramah agama panjang lebar yang disampaikan seorang ulama. Mengajarkan, mengajak satu kebaikan kepada sesama muslim, sanak saudara adalah salah satu bentuk dakwah. Keutamaan berdakwah ini adalah meski yang diajak berbuat kebaikan belum tentu bersedia mengikuti ajakan kita, Allah akan terlebih dahulu memperbaiki hal yang sama yang ada pada diri kita, contohnya kita mengajak dan menyadarkan keluarga, tetangga pentingnya sholat berjamaah, meski mereka belum tentu mengikuti anjuran kita Allah akan memperbaiki niat dan keistiqomahan kita dalam sholat berjamaah. Masyaallah, begitu utama arti sebuah dakwah. 

Menyimak ceramah ini saya jadi teringat dengan doa nabi Musa yang biasa dibaca ustadzah pengajian kami sebelum memberikan ceramah setiap Kamis malam, doa yang mungkin juga biasa dibaca para penceramah, pengkhutbah, ustadz ustadzah dan ulama meskipun tak terdengar para hadirin. Para Ulama menyebutnya sebagai Doa Dimudahkan Urusan (termasuk urusan menyampaikan dakwah), yaitu yang terdapat pada QS Thoha ayat 25 -28
“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

Doa ini dibaca nabi Musa ketika diperintah Allah untuk mulai berdakwah terutama di depan Firaun yang telah melampaui batas. Firaun, seorang raja lalim yang tak hanya ingkar kepada Allah namun juga menyetarakan dirinya dengan Sang Maha Kuasa. Terbayang bukan betapa gentarnya nabi Musa saat itu ?. Allah Maha Kuasa, doa nabi Musa pun diijabahiNya. Nabi Musa tak lagi gentar menghadapi Firaun ditambah dengan mukjizat-mukjizat lainnya hingga terbelahnya Laut Merah mengakhiri kedzaliman Firaun dan pasukannya.

Allah, semoga dengan istiqomah melafadzkan doa ini segala kesempitan pun terasa lapang..aamiin.

2 comments:

  1. Waktu sekolah dulu, kalo mau belajar saya suka baca doa ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren mbak Santi, waktu sekolah saya cuma ngerti rabidzidni ilma war zuqni fahma, doa mau tidur dan makan :D

      Delete