Google+ Followers

Wednesday, June 10, 2015

Produk Keuangan Syariah Impianku

Apa sih beda bank syariah dan bank konvensional? Tanya seorang teman yang heran mengetahui saya memiliki tabungan dan produk keuangan syariah. Dilihat sepintas memang tidak ada perbedaan antara keduanya. Tata cara pembukaan rekeningnya pun sama. Namun jika dikaji lebih jauh Bank Syariah memiliki landasan hukum syariah atau sesuatu kajian agama Islam. Prinsip dasar syariah adalah prinsip hukum Islam yang diaplikasikan ke dalam kegiatan perbankan di bawah pengawasan Dewan Syariah Nasional (Majelis Ulama Indonesia). Perbankan Syariah harus memenuhi ketentuan syariah sesuai Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 pasal 1 angka 12 yaitu prinsip syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah, menguntungkan, strategis dan harmonis. Intinya perbankan syariah tersebut tidak bersentuhan dengan riba. Atas dasar kenyamanan dari segi keyakinan itu maka saya memilih produk perbankan syariah.
Sejujurnya ketertarikan saya terhadap produk keuangan syariah awalnya dipicu oleh hobi saya mengikuti kuis. Kok bisa? Haa ya saat itu akun twitter BRI Syariah mengadakan kuis tentang Tabungan Impian. Kuisnya simple, mengupload twitpic bertema cita-cita yang hendak diraih dengan Tabungan Impian BRIS. Syarat utamanya tentu memiliki Tabungan Impian. Tabungan Impian versi BRIS ini mirip dengan produk tabungan pendidikan bank konvensional, setiap bulan nominal tertentu diambil dari tabungan induk yaitu Tabungan FAEDAH dan otomatis masuk ke dalam rekening Tabungan Impian. Uang yang tersimpan tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo. Saya pilih jatuh tempo tiga tahun dengan setoran seratus ribu rupiah per bulan.
Segera sesudah memiliki Tabungan Impian di tangan langsung deh dilakukan pemotretan ala artis lokal ciee. Sesuai tema kuis saya mendapat ide ingin berwiraswasta memiliki kolam penangkaran ikan lele seperti milik teman. Alhamdulillah dalam kuis tersebut saya berhasil menjadi salah satu pemenang dan berhak atas hadiah uang sejumlah 500 ribu rupiah. Senang dong, dapat cash money dan punya tabungan baru.

Bermula dari sekedar mengikuti kuis ternyata saya tertarik dengan produk keuangan syariah ini. Bisa dikatakan Aku cinta keuangan syariah mengapa? Berikut ini alasan saya:
1.  Tidak ada biaya abonemen bulanan dan pajak yang mencekik. Selain produk bank syariah saya juga memiliki rekening bank konvensional yang dahulu digunakan sebagai rekening masuknya gaji bulanan. Ampuuun besarnya biaya-biaya dan pajak yang dibebankan setiap bulan jauh dari bunga yang diberikan. Sekarang saat saya sudah tak lagi bekerja dan menerima gaji jadi terasa sekali.
2.   Setoran awal yang ringan. Bank-bank syariah cukup ramah soal setoran awal, cukup lima puluh ribu rupiah sudah bisa buka rekening baru.
3.   Suasana kantor dan pelayanan yang ramah. Senangnya setiap berkunjung ke bank syariah seolah sedang memasuki rumah. Di pintu disambut satpam dengan ucapan assalamualaikum sambil tersenyum. Di dalam kantor disediakan koran, televisi, air mineral gelas gratis dan permen. Anak saya nggak BT meski kadang harus menunggu lama.

4.   Produknya tak kalah dengan bank konvensional. Memiliki Tabungan Impian BRIS membuat saya memiliki tabungan untuk keperluan tak terduga. Biasanya tabungan di rekening umum mudah saja diambil jika ada keperluan mendesak, akibatnya saya tidak punya cukup simpanan untuk keperluan masa depan. Tabungan Impian mendorong saya mewujudkan impian yaitu mempersiapkan dana pendidikan. Tabungan Impian secara tak langsung membantu menyiapkan dana untuk anak sulung saya masuk pesantren tahun depan, insyaALLAH.

Meski demikian saya mencatat beberapa kekurangan produk syariah yaitu:
1.   Pelayanan yang sering offline. Saya kurang paham apakah kerusakan sistem seperti server down juga sering terjadi di perbankan konvensional sebab di bank syariah beberapa kali saya harus menunggu beberapa lama agar layanan kembali on line
2.   Keberadaan ATM yang kurang memadai. Salah satu tantangan bank syariah adalah memperluas jaringan agar nasabah juga lebih mudah bertransaksi via ATM. Bisa sih mengambil uang atau bertransaksi di ATM Prima dan ATM Bersama tetapi beayanya cukup besar juga.
3.   Sudah tak gratis lagi. Sayang banget nih. Salah satu alasan saya memilih BRI Syariah dahulu karena di BRIS tidak ada biaya-biaya yang mencekik. Kini terhitung 13 Mei 2015 BRIS mulai mengenakan biaya abonemen dan biaya mengambil uang di ATM BRI (padahal dulunya gratis).


Harapan saya ke depan Perbankan Syariah bisa lebih berkembang, pelayanan diperbaiki dan inginnya gratis lagi. Saya menyimpan uang di rekening bank syariah tidak berharap bunga tetapi lebih pada alasan keamanan rasanya kok kurang sreg dengan biaya-biaya yang dibebankan, maklum ekonomi saya tergolong pas-pasan dengan penghasilan freelancer. Saya jadi khawatir dengan pendapatan saya yang tak tentu setiap bulan bisa-bisa simpanan malah semakin berkurang akibat biaya yang dibebankan. Jadi, syair lagu anak-anak zaman dulu “bang bing yuk kita nabung…jangan diitung tau-tau dapat untung” sudah tidak relevan lagi. 

2 comments:

  1. saya juga tertarik dengan produk keuangan syariah ini mba

    ReplyDelete