Google+ Followers

Friday, June 26, 2015

Lima Resolusi Mempersiapkan Lebaran Tanpa Tunjangan Hari Raya

        Ramadhan seperti berlari. Langkah kaki masih tertatih eh tiba-tiba waktu sudah bergulir beberapa hari. Lebaran pun dapat dihitung dengan jari. Lebaran tahun 2015 ini genap tiga tahun saya lalui tanpa menerima Tunjangan Hari Raya. Hampir tiga tahun lalu saya mengundurkan diri sebagai karyawan sebuah perusahaan. Saat masih menerima gaji dan THR tiap tahun nyaris tidak pernah kebingungan saat lebaran.

        Mempersiapkan Ramadhan dan Lebaran memerlukan resolusi khusus dengan berbagai alasan. Alasan utamanya adalah Ramadhan dan lebaran adalah momen yang memerlukan dana khusus yang lebih dari biasanya. Dana khusus tersebut sebenarnya bukan untuk membeli baju dan sepatu baru atau mengejar style sesuai tuntuan mode tetapi ada pos-pos besar yang melebihi budget bulanan atau bahkan terjadi secara insidental misalnya memperbesar infaq dan sedekah dan mempersiapkan buka bersama anak yatim saat Ramadhan atau biaya mudik saat lebaran.

       Alasan kedua karena Tahun 2015 adalah tahun penuh kesulitan. Dua tahun lalu meski tak lagi menerima THR saya masih punya cukup tabungan. Pekerjaan saya sebagai freelance writer penulis konten juga memberikan hasil cukup signifikan. Tahun ini tabungan saya terkuras cukup banyak. Simpanan uang saya yang tidak seberapa terpakai untuk banyak hal mulai dari biaya pengobatan suami yang harus dioperasi hingga tergerus biaya hidup ketika suami saya terpaksa jobless berbulan-bulan. Tahun ini suami yang baru mulai bekerja tiga bulan dapat dipastikan tidak menerima THR. Penghasilan saya sebagai penulis konten turun drastis sebab tidak ada peningkatan honorarium dan proyek menulis selama berbulan-bulan sepi orderan. Apalagi bulan ini saya terpaksa mengembalikan sebagian order sebab keterbatasan waktu. Saya ingin menjadikan Ramadhan tahun ini penuh kenangan. Saya memiliki cita-cita menghafalkan Juz 30 selama Ramadhan dan khatam membaca Al Quran minimal 1x khusus saat Ramadhan. Lalu dari mana datangnya supplai dana Ramadhan dan Lebaran? Yuk cari ide dari internetan.
      Salah satu kelebihan dunia digital adalah mudahnya mendapat informasi dan membaca artikel dari berbagai referensi, termasuk artikel tentang pengelolaan finansial. Cermati.com adalah salah satu situs favorit saya mengenai planning finansial. Artikel tersaji dengan gaya bahasa renyah, to the point dan memberikan solusi. Berkat membaca artikel-artikel tentang pengelolaan finansial khususnya saat Ramadhan dan menjelang lebaran saya mampu menyusun #ResolusiLebaran berikut ini : 
1.       Berhemat saat ramadhan
Penyakit lapar mata sering menyerang orang yang sedang berpuasa. Tahun-tahun kemarin suami saya yang hobi makan sering memborong aneka takjil, maklum penghasilan masih lumayan. Tahun ini kami nyaris tidak pernah membeli makanan ringan. Kalaupun membeli cukup yang murah meriah seperti roti tawar, sepuluh ribu bisa untuk tiga hari. Kue kering lebaran pun saya buat sendiri nih. Terimakasih cermati, artikel tips hemat selama puasa sangat membantu saya. 

2.       Menyisihkan sebagian penghasilan untuk lebaran
Saya tak menyangka sebelumnya bahwa penundaan pembagian tabungan sekolah anak bungsu saya dan baru dibagikan di bulan Juli ternyata membawa hikmah. Hikmahnya uang tersebut bisa digunakan untuk biaya mudik saat lebaran. Alhamdulillah biaya sekolah yang semula saya alokasikan dari tabungan ini bisa diangsur beberapa kali. Idenya lagi-lagi datang dari cermati.com tentang mengatur keuangan selama bulan ramadhan. Khawatir kurang disiplin menyisihkan penghasilan untuk lebaran tahun depan, Tabungan Berjangka Mandiri yang diinformasikan cermati.com cukup menarik untuk diterapkan, kebetulan saya salah satu nasabah bank tersebut. Tabungan Berjangka Mandiri membantu nasabah menyisihkan tabungan yang hanya bisa diambil ketika jatuh tempo. Berbeda dengan tabungan pada umumnya yang kalau lagi butuh langsung tarik, tak terasa saldo habis baru deh mata mendelik. Nah Tabungan Berjangka Mandiri "memaksa" menabung tanpa bisa diganggu. Setoran awalnya cukup 100 ribu rupiah demikian pula dengan besarnya setoran bulanan. Tidak terlalu besar untuk nasabah dengan penghasilan tidak tetap seperti saya tetapi karena nominal tersebut diakumulasikan dan hanya bisa cair saat jatuh tempo sesuai kesepakatan terasa benar manfaatnya. 
 3.       Menjual barang yang dibutuhkan saat lebaran
Artikel  peluang bisnis di bulan Ramadhan ini menyumbang ide segar. Mengapa saya tidak menjual barang-barang hasil hadiah yang saya dapatkan saat memenangkan lomba dan kuis beberapa waktu lalu. Saya kurang percaya diri menjual kue kering buatan sendiri tetapi saya punya beberapa panci, PSP dan seperangkat alat pembersih rumah microfiber hadiah kuis beberapa waktu lalu. Masih baru karena saya tidak membutuhkannya. Daripada menjadi pajangan lebih baik dijual untuk membantu keuangan. 
4.       Mencari peluang penghasilan tambahan
Satu pintu tertutup bisa jadi pintu-pintu lain sedang terbuka. Jika saya terpaksa mengembalikan sebagian order menulis konten karena pengerjaannya memakan banyak waktu, masih ada jalan lain sebagai ikhtiar mendapatkan penghasilan. Salah satunya mengikuti lomba menulis dan kuis yang diadakan cermati.com. Baik event #UShareUCare maupun lomba menulis artikel #ResolusiLebaran caranya gak ribet. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Dapat ilmunya, punya cukup waktu luang untuk menghafalkan juz 30 Al Quran sesuai cita-cita dan menang hadiah...harapannya hehehe
5.       Berdoa dan Bersedekah extra
Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Ikhtiar sudah dan langkah terakhir adalah memperbanyak doa, istighfar plus sedekah agar doa terijabah. Meski kondisi keuangan cukup sulit tetapi saya sengaja bersedekah extra dibandingkan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Saya percaya Tuhan tidak akan menutup mata. Rezeki bisa datang dari pintu mana saja dan setidaknya saya sudah mendapatkan keutamaan bersedekah di waktu sempit rezeki saat Ramadhan tiba.

Saya berharap lima #Resolusi lebaran ini membantu mempersiapkan Ramadhan dan Lebaran penuh ceria. Senang sudah berbagi cerita, apa resolusimu sobat dunia maya?

9 comments:

  1. Replies
    1. ayo mbak bikin lagi, mbak Naqi malah lebih pinter dari saya :D

      Delete
  2. Kadang telat nerima pembagian tabungan menurut kita, ternyata bukan telat menurut Allah ya, mba. Memang itu waktu yang terbaik dan jauh lebih bermanfaat ketimbang di waktu lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Ila, selalu ada hikmah di balik sebuah kisah :)

      Delete
  3. Isnya Allah rejeki akan datang melalui cara yang tidak kita sangka-sangka. Tetap semangat ya mbak *sambil menyemangati diri sendiri :D

    ReplyDelete
  4. Benar Mba Ecky, contohnya dapat Asus Zenfone dari ngeblog seperti mba Ecky siapa tau ntar lepinya juga nyusul. Saya juga mau berdoa yang sama seperti itu xixixixi aamiiin

    ReplyDelete
  5. Semoga semua resolusinya terlaksana ya, mbak...

    ReplyDelete
  6. Hari yang baik,

    Kami menawarkan pinjaman pribadi, komersial dan pribadi dengan tingkat bunga tahunan yang sangat rendah serendah 3% dalam satu tahun untuk periode pembayaran 50 tahun dan ke mana saja di dunia. Kami menawarkan pinjaman dari jumlah apapun.

    Pinjaman kami baik diasuransikan untuk keamanan maksimum adalah prioritas kami. Apakah Anda kehilangan tidur di malam mengkhawatirkan bagaimana untuk mendapatkan pemberi pinjaman kredit legit? Apakah Anda menggigit kuku Anda untuk cepat? Alih-alih taruhan kuku Anda, hubungi Andrew Sylvester Pinjaman Perusahaan (Layanan Kredit) sekarang, spesialis yang membantu menghentikan pinjaman sejarah kredit yang buruk, untuk menemukan solusi bahwa kemenangan adalah misi kami.

    Mereka yang tertarik harus menghubungi saya melalui email:
    Nama dari kreditur: Mr. Sylvester
    Pemberi pinjaman E-mail: sylvesterloaninvestment@hotmail.com

    Salam,
    Mr Sylvester

    ReplyDelete