Google+ Followers

Tuesday, June 7, 2016

#LebihBaik Bersiap Sejak Dini Daripada Menyesal Nanti

29 Mei 2016 Sun Life mengunjungi Surabaya untuk kesekian kali. Seminar & Exhibition Road Show yang diselenggarakan Sun Life bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berasuransi. Sun Life rajin banget loh ngadain acara keren seperti ini. Tahun lalu saya berkesempatan menghadiri even seminar dan talk show SunLife tentang pentingnya mengelola keuangan secara bijak demi masa depan yang mapan dan hidup #LebihBaik. Acara yang dikemas SunLife selalu disambut antusias karena meski tema yang dibahas cukup "berat" (karena menyangkut planning finansial) tetapi SunLife mengemasnya dengan ringan dan menyenangkan. Terbukti dengan hadirnya Mas Karjo untuk ber stand up comedy sebagai salah satu pengisi acara yang diselenggarakan di The Capri Supermal Pakuwon Trade Centre.

Bicara tentang menjadi #LebihBaik, kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi ternyata masih cukup rendah. Padahal masyarakat Indonesia termasuk golongan yang memiliki banyak mimpi. Ingin punya rumah, umroh, naik haji atau jalan-jalan ke luar negeri. Jangan lupa biaya sekolah pun melambung tinggi berpacu dengan inflasi. Tetapi sudahkah bersiap mewujudkan mimpi tersebut dengan langkah nyata?
Pak Kaiser, AVP Head of Branding & Communication SLFI memaparkan tentang pentingnya menyiapkan membangun mimpi sejak dini salah satunya dengan berasuransi. Mengapa asuransi? Menurut saya pribadi asuransi “memaksa” orang untuk lebih disiplin menyisihkan uang demi masa depan. Tanpa kontrol ketat manusia cenderung bersifat konsumtif dan kurang mempedulikan persiapan masa depan. Padahal Tuhan sendiri memerintahkan makhlukNya untuk berupaya giat dan tidak hanya duduk diam menanti rezeki diantar malaikat. Tidak ada yang bisa mengintip takdir Tuhan dalam 5, 10 atau 15 tahun mendatang. TerPHK, menderita sakit parah sehingga tak lagi mampu bekerja adalah resiko-resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Tanpa mengesampingkan janji Tuhan bahwa setiap makhlukNya mendapat pembagian rezeki sesuai yang Ia kehendaki, setiap individu wajib berikhtiar, salah satu pilihan ikhtiar adalah asuransi.
Ibu Joice Tauris Santi menjadi keynote speaker berikutnya menggaris bawahi pentingnya berasuransi sejak dini. “Lebih cepat #LebihBaik” kata pak JK saat kampanye pilpres bukan hanya omong kosong dan dapat diaplikasikan dalam perencanaan keuangan. Mengapa merencanakan keuangan #LebihBaik dilakukan sedini mungkin? Sebab:
1.         semakin dini perencanaan dilakukan akan semakin lapang waktu untuk mengakumulasi aset
2.    semakin dini memulai perencanaan keuangan artinya membutuhkan lebih sedikit dana. Misalnya memilih asuransi pendidikan untuk anak dimulai saat anak masih berumur balita, maka premi asuransinya bisa diatur dengan nominal lebih kecil karena waktu mengumpulkan aset masih sangat lapang, waktu masih cukup panjang untuk mengumpulkan uang ketika si anak mulai masuk usia sekolah
3.      semakin dini menyiapkan rencana keuangan artinya punya cukup waktu untuk menata keuangan kembali
4.             semakin dini mempersiapkan planning finansial akan memberikan imbalan hasil lebih tinggi
5.         semakin cepat menyiapkan rancangan finansial maka lebih siap menghadapi inflasi dan resiko-resiko masa depan

Pos pengeluaran utama yang paling mendesak dan membutuhkan dana besar adalah biaya pendidikan. Semakin bertambah usia anak maka semakin besar pula dana yang dibutuhkan. Jika tidak disiapkan sejak dini orang tua bisa kelabakan. Begitu banyak pos pengeluaran, dana cadangan yang perlu disiapkan. Meskipun demikian kita harus tetap pandai memilih asuransi yang tepat sesuai kebutuhan, jangan asal pilih produk asuransi tanpa mempertimbangkan dengan matang. Untuk membantu mempertimbangkan produk asuransi yang tepat dan menambah wawasan tentang planning masa depan meliputi planning kesehatan, pensiun, pendidikan, proteksi dan dana darurat kita bisa berkunjung ke www.brightadvisor.co.id. Fitur Brightcalculatornya membantu kita menghitung kisaran biaya yang harus disiapkan untuk mencapai cita-cita masa depan, misalnya menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.

Tarik nafas..hembuskan...ternyata hidup itu susah susah gampang ya. Tenang jangan keburu stress memikirkan biaya-biaya masa depan. Saatnya Mas Karjo mengocok perut, melupakan sejenak kisaran angka dan nominal yang harus dipersiapkan. Mas Karjo kocak banget, kata dia naik angkot di Surabaya itu laksana My Life My Adventure, harus siap deg degan karena banyaknya pengendara yang ngawur menyalakan riting, belum lagi bunyi lyn yang mirip suara ayam.
Bicara soal perencanaan masa depan memang tak ada habisnya dan tentu berputar kembali pada masalah tentang bagaimana mendapatkan penghasilan untuk menutup biaya-biaya tersebut. Nah mas Aditya Agung berbagi beberapa tips untuk mendapatkan penghasilan dengan cara mengembangkan hobi. Asyiknyaaa sekedar menekuni hobi malah dibayar. Mas Aditya Agung bercerita tentang seluk beluknya menekuni fotografi sejak tahun 2013. Kata mas Adit sih : KIBPR: Karya, Instagram, Branding, Profit, Relasi
Dari menekuni fotografi beliau beralih ke media sosial, fokus ke instagram dan penghasilan pun mengalir kencang. Ssst nggak perlu minder kalau belum punya kamera DSLR. Kamera HP yang memadai bisa menghasilkan karya fotografi cantik. Pilih sudut pandang paling OK untuk mengambil gambar. Tema foto bisa saja sifatnya umum tetapi ambil foto dari sudut yang berbeda untuk menghasilkan karya unik dan enak dipandang. Alat terbaik adalah alat yang kita miliki dan penentunya adalah kreativitas yang ada pada diri sendiri. Du du du jadi ingin memacu diri untuk lebih mendalami fotografi meski dengan HP sekedarnya. Siapa tau ada yang tertarik untuk bekerjasama. Apalagi bagi para blogger hasil foto sebagai pelengkap postingan dapat berfungsi mencuri perhatian pengunjung pada tatapan pertama (emangnya jatuh cinta?). Psst ngasih bocoran kalau ada temannya yang bisa meraup penghasilan 40 juta perbulan dari berinstagram ria. Mas Agung nggak pelit bagi-bagi tips untuk berkibar di instagram. Makin banyak follower membuka peluang kerja sama lebih besar. Jangan lupa cantumkan hashtag sesuai tema untuk menarik pengunjung. Hasil jepretan dan karya kita hendaknya dibagikan ke khalayak agar lebih banyak yang menikmati. Sayang kan kalau susah-susah dapat momen bagus karyanya dikubur dinikmati sendiri padahal bisa saja karya tersebut merupakan salah satu pintu pembuka rezeki.

Wah banyak ilmu yang diperoleh diSeminar & Exhibition Road Show Sun Life kali ini. Turut senang teman-teman blogger menjadi pemenang livetweet, terlihat banget bahagianya. Semoga ilmunya bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi para pengunjung blognya.


6 comments:

  1. setuju. Saya juga termasuk yang melakukan beberapa persiapan. Untuk jaga-jaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai hari ini masih bingung dengan kehalalan asuransi meskipun memang pernah pakai.

      Anyway tetap salut sama sun life.

      Delete
    2. kalau asuransi yang ada label syariahnya gimana ya mbak Lina? saya juga ngga punya kapabilitas untuk menjawabnya :D kalau saya misalnya ikut asuransi tujuannya sekedar menyisihkan uang biar ngga boros aja biar bisa untuk dana masa depan hehehe

      Delete
  2. komplit deh infonya.... matur nuwun ya mbak

    ReplyDelete
  3. terimakasih ya mbak artikel yg bagus

    ReplyDelete