Google+ Followers

Thursday, February 18, 2016

Sakinah dan Mawaddah, Kunci Keharmonisan Rumah Tangga




"Semoga sakinah mawaddah warahmah" ucapan yang sering kita dengar ketika bersalaman dengan pasangan pengantin ketika acara resepsi pernikahan atau selesai akad nikah, sebait tulisan yang kita tulis dalam kartu ucapan sebagai pelengkap kado pernikahan, serangkai kalimat yang kita ketik di WA, komen sosial media atau SMS untuk sahabat, rekan, kolega yang tengah menggenapkan separuh agama dengan menikah.
Sebenarnya esensi apakah yang ada dalam tulisan tersebut? Terus terang setelah membaca rangkaian promtwit buku Sayap-Sayap Mawaddah dari mbak Riawani Elyta dan Mbak Afifah Afra saya jadi lebih paham maksud dari rangkaian kalimat sakti tersebut.
Dari promtwit yang digelar melalui akun @Eyiaz_AB  @JustNeida dan @anneadzkia21 Saya mencatat beberapa hal yang merupakan poin penting sebagai berikut:
1.  Sayap-sayap Mawaddah adalah buku inspiratif yang tidak hanya layak dibaca oleh pasangan suami istri tetapi juga para lajang yang mempersiapkan biduk rumah tangga. Sebab pembahasan Sayap-Sayap Mawaddah berfungsi layaknya buku penuntun untuk menggapai keharmonisan rumah tangga.
2.  Sayap-Sayap mawaddah tidak hanya mengupas bagaimana membangun rumah tangga sakinah mawaddah dari segi agama tetapi juga dari sisi psikologis dan medis. Ssst salah satu narasumber dari bidang medis adalah dr. Achmad Supriyanto yang notabene adalah suami mbak Afifah Afra. Pembahasan tentang medis ini meliputi gangguan psikologis, fisik dan sosial yang mungkin berpengaruh terhadap romantisme suami istri. Omong-omong sudah pada tau arti sakinah dan mawaddah? Mungkin para pembaca ‘sekuel” terdahulu : Sayap-Sayap Sakinah telah mendapatkan gambaran tentang pemahaman Sakinah sebenarnya. Di dalam buku Sayap-Sayap mawaddah diulas bahwa Sakinah adalah perasaan tenang, terhormat, penuh kasih sayang. Sakinah hadir dari sebuah perjodohan yang menyatukan dua kutub dalam satu ikatan sehingga terciptalah kehangatan. Sakinah inilah yang menjadi modal untuk tercipta mawaddah. Mawaddah adalah perasaan cinta. Mawaddah sering diartikan sama dengan mahabbah benih. Benih yang harus dipupuk dan dirawat yaitu benih kecintaan.
3.  Salah satu senjata menghadapi gencarnya issue pelegalan LGBT, maraknya perselingkuhan dan tingginya angka perceraian adalah kembali berkaca tentang fitrah manusia. Pada dasarnya manusia membutuhkan teman lain sebagai tempat curhat, berbagi beban, sharing ide dan gagasan serta untuk melanjutkan keturunan. Membaca Sayap-Sayap Mawaddah ini membuka kembali pentingnya pernikahan antar jenis manusia, catat : antar jenis, heterogen. Bukan sesama jenis. Nggak peduli dengan alasan : masalah anak kalau dari “pernikahan” sesama jenis kan bisa adopsi. Baca dulu Sayap-Sayap Mawaddah yang mengupas pentingnya pernikahan dari segala sisi. Bahkan dari sisi medis tentang karunia nafsu yang diterima dari Allah dan patut dijaga agar nafsu tersebut tersalurkan melalui jalan yang halal demi mendapat ridhoNya. Pernikahan antara pria dan wanita bukan menjadi akhir dari perjalanan, ini baru pondasi. Landasan untuk mewujudkan keluarga yang penuh mawaddah yang terjaga agar senantiasa langgeng dan saling mencintai satu sama lain. Mawaddah yang harus seimbang dengan rahmah, kecintaan yang lebih besar dari sekedar mawaddah, bisa dikatakan kecintaan karena berharap ridha Allah. Nah lho, bahkan mawaddah yang terlalu bergelora bisa cepat padam kalau nggak paham cara merawatnya. Kok bisa? Ya udah baca dulu bukunya.
4.  Aduh maak, apa menariknya baca buku yang “sok menggurui” tentang pernikahan? Eits jangan salah. Selain penulisannya dalam bahasa lugas, cerdas, bernas yang dikemas ringan Sayap-Sayap Mawaddah memiliki sisi lain dari sekedar buku non fiksi inspiratif. Beberapa hal yang menarik dari buku ini adalah adanya berbagai tips mewujudkan keluarga harmonis, menjaga cinta sesungguhnya dan tips-tips menarik yang sangat diperlukan dalam membina mahligai rumah tangga. Buku ini semakin lengkap dengan berbagai ulasan, petuah dari para ulama tentang pemahaman masalah mawaddah (sst Imam Baidlowi mengaitkan mawaddah dengan kebutuhan biologis antara suami istri, ingat : suami-istri yang sah menurut agama artinya bukan pasangan  LGBT, SSA dan bukan dengan jalan zina). Lebih komplit lagi Sayap-Sayap Mawaddah juga merangkum kisah-kisah penuh hikmah dari pasangan teladan dari insan-insan mulia seperti ulama dan para nabi serta lima kisah nyata dari para kontributor yang memenangkan Lomba menulis Miracle of Love in Marriage yang pernah diselenggarakan Penerbit Indiva.
5.  Seperti ucapan doa untuk para pengantin : semoga Sakinah, Mawaddah, Warahmah maka pada kesempatan berikutnya akan hadir sekuel Sayap-Sayap Rahmah sebagai pelengkap dari Sayap-Sayap Sakinah dan Sayap-sayap Mawaddah.


Sedang mempersiapkan pernikahan dan deg-degan memposisikan diri sebagai calon suami atau istri? Atau bingung pilih kado pernikahan bagi sahabat atau merasa keharmonisan rumah tangga sedang berada di ambang kehancuran? Mungkin Sayap-sayap Mawaddah akan menjawab kecemasan anda. Sebab buku ini merupakan buku yang komplit memandang pernikahan sebagai ikatan tak hanya menurut sudut pandang agama namun juga secara logika menurut ilmu pengetahuan dan medis beserta kisah nyata yang mengandung hikmah sebagai ibrah atau pelajaran melayari kehidupan.








6 comments: