Google+ Followers

Monday, February 15, 2016

Yes! Hidup Pak No!

Kompetisi Penulisan Blog BTPN - Terima Kasih Mass Market

Pak No, begitu kami biasa menyebut pedagang sayur keliling ini. Entah sudah berapa lama dia beroperasi tetapi sejak saya pindah ke perumahan Permata Sukodono Raya lima tahun lalu Pak No sudah rajin berkeliling sejak pagi. Masyarakat jawa menyebut pedagang sayur sebagai wlijo. Saya pikir-pikir mungkin saja kata wlijo berasal dari "wira-wiri liwat karo jojo" alias mondar-mandir sambil  menjajakan. 

Entah apa jadinya kalau tak ada Pak No (PS : baca huruf "O" nya seperti mengucapkan kata "bocor" bukan seperti No lawan kata yes). Buat saya emak-emak yang nggak mobile bantuan para wlijo nyata sekali. Enggak mobile? iya, ssst saya jenis emak yang nggak bisa naik motor jadi meskipun pasar terdekat bisa dijangkau dengan motor atau sepeda kayuh saya ogah membayangkan bawa barang belanjaan sambil ngayuh sepeda angin, mana jalan rayanya ruamee banget. Bisa-bisa keringatan dan kepanasan di jalan karena saya suka ketakutan menyeberang jalan raya. Nah berkat pak No, emak-emak nggak mobile seperti saya bisa tetep uplek kerjaan rumah sambil menunggu pilihan menu belanjaan "lewat" di jam seperti biasa. Hampir semua jenis lauk dan sayur ada. Kalaupun ingin menu yang nggak biasa dan belum pernah tinggal sms pak No 081234-046-153. Lha iya ini nomor Hp yang harus dicatat ibu-ibu di Perumahan Permata Sukodono Raya, Sidoarjo dan sekitarnya. Waw pak No nggak mau kalah dengan layanan Delivery Order rupanya. Kalau titipan kita nggak ditemukan di pasar pak No langsung sms melaporkan pengamatan empat mata di pasar tempatnya kulak belanjaan, jadi ibu-ibu bisa langsung menerapkan plan B, C dan seterusnya untuk pilihan menu hari itu, seru ya, mau masak saja seperti sedang menyusun strategi perang.
Saya yang sebenarnya masih bisa bersepeda ria ke pasar saja merasa terbantu oleh Pak No, apalagi para manula atau ibu-ibu dengan balita yang pasti susah untuk pergi ke pasar terdekat.


Meski ada beberapa wlijo lainnya pak No tetap menjadi favorit para IRT di PSR. Mungkin karena pembawaannya yang ramah, lebih senior dari yang lainnya dan juga cukup pemurah. Kalau pas lewat agak siangan suka ngasih potongan harga terutama untuk jenis sayuran yang mudah layu dan ikan laut yang cepat rusak jika terlalu lama di udara terbuka, "daripada dibawa pulang Bu" Begitu alasannya. 

Pak No pinter banget mencuri hati ibu-ibu lha wong dia juga suka memberikan tips resep memasak. Hahaha, saya curiga jangan-jangan pak No ini malah pernah jadi chef dimana gitu. Pas saya bilang "Pak No, mbok ya jualan matengan aja daripada cuma ngasih resep" dia kok malah cengar-cengir. 

Pak No memang patut diacungi jempol dan ucapan terimakasih. Sebab dia nggak cuma menjajakan barang dagangan bermutu (lauk dan sayur yang dibawanya selalu segar, bukan barang basi) tetapi dia juga bersedia diajak bekerja sama membantu menjajakan dagangan produksi ibu-ibu. Hebat nih, ini dia yang disebut kerjasama, simbiosis mutualisma. Sambel pecel atau bumbu uleg atau giling yang dijual Pak No adalah titipan, hasil produksi dari Ibu-ibu di perumahan kami.

Terus terang saya salut dengan kerja keras Pak No. Kalau tukang sayur lain berkeliling menggunakan gerobak dorong atau sepeda motor keluaran tahun 1970-1980an pak No berkeliling naik Honda GL Pro loh, tamu saya yang pernah mampir pagi-pagi ke rumah bengong liat wlijo naik GL Pro. Saya jadi menduga jangan-jangan pak No sudah memanfaatkan layanan BTPN Sinaya program Daya untuk pemberdayaan mass market kok bisa punya GL Pro dari jualan sayur. 

Tiga pilar utama “Daya” BTPN terdiri dari program dan kegiatan dengan fokus bidang: Daya Sehat Sejahtera (Kesehatan), Daya Tumbuh Usaha (Pengembangan Usaha), dan Daya Tumbuh Komunitas (Komunitas).

Menabung melalui BTPN secara otomatis membantu program Daya berjalan lebih optimal. Bagi nasabah sebagai stakeholder keuntungannya juga tidak mengecewakan. Ini dia contoh simulasi saya, dengan menabung sebesar 500 ribu perbulan selama 6,5 tahun bisa terkumpul dana sebesar 46 juta rupiah!. Yap! menabung adalah salah satu cara dan sarana untuk mewujudkan cita-cita. Bagi mass market wlijo keliling sarana transportasi berupa sepeda motor membantu jangkauan pemasaran lebih luas. Motor yang nyaman dan aman dikendarai nggak cuma menambah rasa percaya diri tetapi menunjang income datang lebih pasti. Nggak lucu dong kalau wlijo harus berhenti berjualan karena motornya mogok ngga mau jalan. 

Pengen tau berapa dana terkumpul jika kita menabung di program Daya BTPN? caranya mudah saja. 

1. Masuk ke www.menabunguntukmemberdayakan.com, klik “Mulai Simulasi”.


simulasi menabung untuk memberdayakan 

simulasi menabung untuk memberdayakan 01
2. Mulai simulasi anda, bisa melalui koneksi Facebook maupun manual.

simulasi menabung untuk memberdayakan
simulasi menabung untuk memberdayakan 02

3. Masukkan nama, email dan  jenis industri mass market yang ingin Anda berdayakan.


simulasi menabung untuk memberdayakan 03

simulasi menabung untuk memberdayakan 

4. Mulai simulasi Anda. Tentukan berapa jumlah yang ingin Anda tabung setiap bulan dan tentukan berapa lama Anda ingin menabung. Tanda panah bisa digeser ke kanan kiri sesuai planning dan kebutuhan.
Klik “Lihat Hasil Simulasi”.



5. Hasil simulasi ditampilkan, yaitu nilai tabungan kita di akhir periode menabung yang kita tentukan tadi, dan profil   mass market yang diberdayakan oleh tabungan kita.

BTPN membuktikan diri sebagai mitra bagi kemajuan perekonomian masyarakat dan daya juangnya. Menabung di BTPN membuat kita terasa #LebihBerarti sebab uang yang terhimpun dimanfaatkan untuk pemberdayaan jutaan mass market di Indonesia. Salah satu tantangan yang dihadapi mass market adalah pembiayaan. Program Daya di BTPN menjawab kesulitan bapak, ibu, mas, mbakyu penjual jamu gendongan, wlijo seperti pak No, wirausaha rumahan, penjahit, penjual kue, pengusaha catering dan mass market lainnya.




Kenapa harus peduli mass market? ehm, saya rasa pertanyaan ini nggak perlu jawaban muluk-muluk. Kehadiran mereka nyata sekali dalam kehidupan kita. Nggak kebayang deh kalau harus belanja ke supermarket setiap hari, berapa rupiah yang terpaksa jebol dari dompet emak-emak kelas menengah seperti saya. Lagipula hidup para pelaku mass market boleh dibilang tidak berlebihan tetapi tetap peduli cara menjaga kesetiaan konsumen dengan memberikan berbagai kemudahan. Pak No contohnya harus rela berangkat dini hari sekitar jam dua pagi ke pasar besar untuk mendapatkan bahan olahan fresh from the oven, seperti pelaku mass market pada umumnya yang merupakan para pendatang, tempat tinggal pun terpaksa ngekost di kamar murahan meninggalkan anak di kampung halaman.

Nggak ada salahnya jika kita mewujudkan rasa terimakasih kepada para pelaku mass market dengan membantu mereka melalui program Daya.

Terimakasih pak No...ingin saya meneriakkan Yes! Hidup Pak No setiap kali dia lewat di depan rumah saya sambil memencet klakson din..din dan berseru "belanja ...belanja"


14 comments:

  1. Tukang sayur itu emang andalan bagi IRT ya mbak. Walaupun harganya agak mahal sedikit dari harga di pasar kan lumayan nggak perlu ngos2an ke pasar ya mbak. Sukses untuk kontes ini ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, hemat waktu dan tenaga. Kadang kalau suami pas bisa anterin ya ke pasar juga, satu produk bedanya mungkin 1000 rupiah-an :D

      Delete
  2. Dana yg kita simpan jd lebih bermanfaat ya mba:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak Nia dananya bukan buat minjemin konglomerat, sekarang gantian jatahnya mass market :)

      Delete
  3. Kalau di rumah mertua, gak bisa lepas dengan para tukang sayur ini, soalnya jauh dari pasar. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak Nisa, jasa para tukang sayur besar buat kita-kita :)

      Delete
  4. Kalo dikampung saya penjual sayur itu disebut ethek. Huruf 'e' nya dibaca lebar spti saat bilang kata 'pendek. Dan skrg memang penjual sayur bukan cuma dominasi ibu2. Bapak2 juga banyak yg menekuni profesi serupa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di tempat saya yang keliling semua wlijonya bapak-bapak. Kalau yang buka mracangan di rumah baru ibu-ibu :)

      Delete
  5. dana tabungan jadi berputar untuk usaha ya, mb. bisa bermanfaat untuk orang lain seperti pak No.

    ReplyDelete
  6. dana tabungan jadi berputar untuk usaha ya, mb. bisa bermanfaat untuk orang lain seperti pak No.

    ReplyDelete
  7. dana tabungan jadi bisa diputar ke yang membutuhkan ya, mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kita bisa ya dik Ila (komen di blogku ada gangguan ya, sampai terposting 3x)

      Delete