Google+ Followers

Thursday, May 26, 2016

#BahagiadiRumah Ada Pada Hati yang Qonaah

Tiga tahun lalu saya sempat ragu ketika menimbang-nimbang dalam mengambil keputusan : berhenti bekerja atau tetap berlelah-lelah mengais rezeki di luar rumah. Antara khawatir dan ragu, bisakah saya #BahagiadiRumah meski saya harus kehilangan pendapatan tetap dari gaji saya pribadi untuk selamanya. Sementara sisi hati yang lain mendesak saya untuk memutuskan resign dan berkonsentrasi penuh mendampingi anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya. Tuntutan untuk berhenti bekerja sangatlah kuat karena saya mulai merasa kelelahan. Menempuh jarak 80 kilometer pulang pergi setiap hari dan masih ribet dengan pekerjaan rumah tanpa Asisten Rumah Tangga. Sementara anak bungsu saya terpaksa harus berada di Tempat Penitipan Anak yang kian hari suasananya kurang kondusif.

        Merenung ke dalam relung hati

Sisi hati saya yang menuntut berhenti bekerja akhirnya menang. Meski awalnya gamang karena sebelumnya saya pernah merasakan dua tahun full berada di rumah setelah memutuskan berhenti bekerja pasca melahirkan anak pertama. Tuntutan keadaan memaksa saya kembali mencari pekerjaan lagi ketika si sulung berusia tiga tahun. Selama dua tahun bergelut dengan urusan rumah terus terang membuat saya merasa bosan. Hari ke hari menemui rutinitas yang sama dan kondisi finansial keluarga makin goyah saja. 

Saya tak ingin kelak merasakan kejenuhan yang sama dan menciptakan rasa bersalah dalam mengambil keputusan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya sebelum resign saya  aktif memperluas wawasan, mengasah bakat dan kemampuan yang sekiranya dapat membantu menyibukkan saya di luar rutinitas sebagai rumah tangga. Dalam penelusuran bakat akhirnya saya merasa mantap untuk mengasah bakat menulis. Awalnya hanya menulis catatan singkat berupa opini, curahan hati di fitur notes Facebook. Kemudian saya mulai memberanikan diri mengikuti berbagai lomba menulis termasuk salah satunya event Perempuan Inspiratif Nova 2011. Meski hanya dinobatkan sebagai salah satu dari 100 pemenang hiburan saat itu saya sangat bahagia. 


Pencapaian saya sebagai pemenang hiburan Perempuan Inspiratif Nova 2011 menjadi bahan bakar penyala semangat untuk mengikuti berbagai lomba menulis dan kuis-kuis di media sosial. Beberapa prestasi di bidang kepenulisan karena menjuarai lomba saya raih. Berburu hadiah melalui kuis-kuis, salah satunya kontes foto “Rumah Pertamaku” yang diselenggarakan oleh Tabloid Nova Tahun 2012 menginspirasi dan menyuntikkan semangat bahwa saya bisa 
#BahagiadiRumah. Tertanam keyakinan jauh di lubuk hati bahwa saya bisa mencari nafkah tanpa meninggalkan anak-anak di rumah. Bahkan kisah kelucuan mereka, kebersamaan kami sehari-hari menjadi sumber inspirasi tulisan saya.

Foto keluarga saya sebagai salah satu dari 100 pemenang hiburan Kontes Foto Rumah Pertamaku di Tabloid Nova 2012

Alhamdulillah, cita-cita saya untuk tetap mampu mengais rezeki meski tinggal di rumah terwujud pada akhirnya. Meski tak lagi bekerja kantoran saya tetap mampu menopang finansial keluarga melalui berbagai hadiah lomba dalam bentuk produk, pulsa, voucher belanja bahkan uang ratusan hingga jutaan rupiah. Hingga saat ini saya pun masih aktif menjadi penulis konten freelance di sebuah agency naskah dan menulis di beberapa akun blog sebagai salah satu sarana mencurahkan opini dan berbagi pengalaman. Yang tak kalah pentingnya saya merasa bahagia menjadi orang pertama yang ditemui anak-anak sepulang sekolah, mendengarkan mereka bercerita keseruan kegiatan di luar rumah, mengamati perkembangan dan pencapaian mereka secara lebih seksama. Tak jarang mereka turut berpartisipasi dalam even-even lomba foto yang saya ikuti. Seru, bergaya seperti layaknya model profesional.


Ibu rumah tangga zaman sekarang nggak cuma bergelut dengan dapur, sumur dan kasur. Sejak mengundurkan diri dari dunia kerja saya lebih punya waktu luang untuk mengikuti pengajian. Setiap sore saya belajar memperbaiki bacaan Al Quran di kelas baca Al Quran di masjid perumahan. Setiap Kamis malam saya aktif mengikuti kajian ilmu agama di majelis taklim. Berbagai aktivitas sosial saya nikmati tanpa meninggalkan hobi menulis yang sebelumnya telah saya tekuni. 



















Beberapa Pencapaian Saya di bidang kepenulisan : menang lomba menulis dan naskah dimuat di media massa.

Ternyata #BahagiadiRumah itu sederhana. Kebahagiaan sejati tercipta di dalam hati. Hati yang qonaah, yaitu hati yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat Illahi. Salah satu bentuk rasa syukur kepada Tuhan adalah dengan menekuni hobi. Hobi saya adalah membaca dan menulis. Saya memilih membaca bacaan bermutu untuk mengisi waktu dan bersyukur hingga saat ini mampu meraup rezeki dari aktivitas menulis.

Menulis, hobi sekaligus ladang rezeki

Tak terasa Tabloid Nova yang turut andil sebagai sumber inspirasi saya untuk menemukan esensi #BahagiadiRumah kini telah berusia 28 Tahun. Happy Novaversary tabloid wanita andalan wanita Indonesia. 28 tahun adalah usia matang bagi seorang wanita. Saat berusia 28 tahun saya baru melahirkan anak pertama. Begitu banyak kenangan saya bersama Tabloid Nova. Beberapa kali mendapatkan hadiah dari evennya dan tak terhitung inspirasi yang tergali dari membaca Tabloid Nova mulai dari gaya busana, tips menjadi orang tua hingga berbagai resep masakan yang sangat membantu saya menyajikan menu sehat dan lezat bagi keluarga tercinta. Semoga Tabloid Nova semakin berjaya dan tiada henti menebar inspirasi bagi wanita dan keluarga Indonesia. 

8 comments:

  1. Banyak yg nyari kebahagiaan di luar rumah yang akhirnya malah amburadul.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggih pakde, leres sanget semua tergantung bagaimana kita memanagemen waktu sekaligus managemen hati :D. Salah satu bacaan bermutu yang menemani saya adalah buku pakde : Madrasah itu Bernama Ibu :) maturnuwun ...

      Delete
  2. Foto yang terakhir itu kelihatan banget bahagianyaa..Moga selalu qanaah dan bahagia di rumah, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iyah mbak, ala model Tabloid Nova...maturnuwun..doa yang sama untuk njenengan :)

      Delete
  3. Foto yang terakhir itu kelihatan banget bahagianyaa..Moga selalu qanaah dan bahagia di rumah, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo mbak ikutan berbagi cerita bahagianya di rumah, berharap doa njenengan dikabulkan Allah di Jumat berkah :)

      Delete
  4. Wah, kalo mbak Dwi sih prestasinya di dunia kepenulisan udah jempolan. Semangat terus ya Mbak, kita sama, memilih #bahagiadirumah :) tapi soal prestasi menulis saya masih ngekor njenengan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduuuh nyungsep saya mbak Diah kalau disinggung masalah prestasi, masih jauuuh dari yang jago. Njenengan juga berprestasi hanya nggak mau dieksploitasi hihihi, tapi kita semua sebenarnya telah meraih prestasi tersendiri dengan hati yang selalu nrimo dan qonaah :) toss mbak :)

      Delete