Google+ Followers

Tuesday, May 7, 2013

Meditasi, Menghayati Cinta & Kebahagiaan


Press Release AS/III-04/06-Mei/2013


Uang mungkin dibutuhkan dalam kehidupan tetapi ia tak akan mampu membeli Cinta dan Kebahagiaan. Siapa pun pasti menginginkan untuk dicintai dan menemukan kebahagiaan dalam kehidupan ini. Namun sangat disayangkan tuntutan hidup yang tinggi, kesibukan yang seolah tanpa jeda, jalanan macet, keluarga, dan lingkungan yang tidak mendukung membuat sebagian orang kesulitan merasakan keberadaan cinta dan kebahagiaan dalam hidup mereka. Tuntutan dan rutinitas membuat pikiran dan hati menjadi pengap dan pepat, tak ubahnya seperti rumah tanpa jendela.

Namun demikian, bukan berarti kondisi tersebut tidak dapat diatasi.  Adjie Silarus.  Meditator yang mengkhususkan diri pada teknik meditasi Sejenak Hening ini, mengatakan, “Kita sebenarnya bisa menghapus beban tersebut, dengan cara mengakui dan menerima bahwa hati dan pikiran kita memang sedang dalam keadaan kalut.”

Menerima keadaan diri apa adanya, adalah jendela pertama untuk membantu mengalirkan kelegaan pada diri sendiri. Sebab, jika seseorang mengingkari kenyataan tersebut dan berusaha menekannya dalam-dalam, maka yang terjadi justru sebaliknya. Stres, ketidakbahagiaan, atau rasa sakit yang akan muncul ke permukaan.

“Stres, merasa kehilangan cinta, dan tidak mampu merasakan kebahagiaan, sebenarnya adalah sinyal dari tubuh untuk memberitahu kita, bahwa ada hal yang perlu kita bersihkan. Bisa dari pikiran, bisa pula dari hati. Karena itu, dengarkanlah sinyal tersebut. Sisihkan waktu untuk sejenak memberi kesempatan pada diri sendiri guna menerima segala kabar yang disampaikan oleh tubuh kita,” ujar Adjie.

Seperti yang ditulis Adjie Silarus. dalam blognya "Meditasi membantu kita berusaha untuk menikmati segala sesuatu dengan senang hati walaupun ibaratnya di alam hidup hanya terdengar satu nada saja sehingga tidak ada alunan nadanya atau suara yang tidak merdu sekalipun. Saat mendengarkan bunyi apapun itu, termasuk bunyi yang tidak ingin kita dengar, kita dapat berhenti sejenak dan menikmati nafas kita serta benar-benar berusaha merasakan keajaiban-keajaiban yang ada di sekitar kita – bunga, anak kecil, suara yang indah. Sehingga setiap suara mengingatkan kita untuk bangun dan sadar. Suara berisik pun menjadi merdu"

Penerimaan terhadap setiap hal, baik ataupun buruk, adalah kunci untuk kembali mendapatkan kebahagiaan dan cinta yang didambakan. Menurut Adjie, pada saat seseorang sudah mampu menerima apapun yang dia alami dalam hidup, maka pikiran dan hatinya akan tergerak untuk mencari jalan keluar. Ibarat sebuah bendungan yang tersumbat, ketika penghambatnya disingkirkan, maka air akan kembali mengalir dengan lancar.

Meditasi ibaratnya mengajak kita pulang ke rumah. Setiap kali kita kembali menyapa dan bersentuhan dengan diri kita sendiri, segala kondisi menjadi baik untuk kita sehingga kita dapat hadir di kehidupan masa sekarang. 

Teknik meditasi secara ilmiah terbukti membantu meningkatkan aktivitas otak yang mengarah pada munculnya perasaan sayang dan kesadaran diri, serta mengurangi laju aktivitas bagian otak yang berhubungan dengan munculnya rasa stres; seperti yang dilansir oleh tim peneliti dari Massachussets General Hospital. Sebanyak 16 partisipan diminta melakukan meditasi selama delapan minggu, dan kemudian direkam aktivitas otaknya.

“Meditasi sudah digunakan orang sejak lama untuk membantu menyeimbangkan diri. Namun kemudian banyak yang salah kaprah, mengira bahwa ini hanya khusus untuk agama tertentu. Padahal sebenarnya tidak demikian. Meditasi bisa dipelajari dan dilakukan oleh siapapun,” ujar Adjie Silarus.

“Kita tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk mengembalikan kesadaran terhadap makna penerimaan diri. Cukup sisihkan waktu barang satu menit, atur posisi duduk Anda, tegakkan posisi punggung, dan mulailah mengatur pernapasan. Lepaskan keinginan untuk melawan, dan biarkan tubuh serta pikiran Anda rileks sejenak. Inilah yang disebut Meditasi, yakni sebuah cara untuk membantu kita menyadari dan menerima diri sendiri apa adanya,” ujar Adjie.

Meditasi membantu kita menikmati masa kini, bukan sebagai sosok yang hidup di masa lalu maupun di masa depan. 

Manajemen Adjie Silarus, 268ED6C1

2 comments:

  1. Makan untuk hidup bkn hdup untuk makan, itulah sekiranya cinta. Maaf bru bsa brkunjung mba'.

    ReplyDelete