Google+ Followers

Monday, April 29, 2013

Apa Kabarmu Diriku ?

Haiii.....

Apa kabar hari ini duhai diri ?
Ketika jemarimu menari sepertinya semua baik-baik saja, atau hanya ingin sekedar bersembunyi dari patah hati ?
Ah ya...sebaiknya jujur saja, sebenarnya kita tak sekokoh yang mereka kira
Empat bulan setelah berhenti bekerja yang kita temui adalah sedikit kecewa...
Kecewa ?
Ya!, kecewa karena kita mulai berpikir ini kesalahan yang sama
Saat kita memutuskan hal yang sama, beberapa tahun lampau di suatu masa
Kebingungan menutup lubang yang kembali dibuat sosok yang kita cinta
Galau berpikir cara memperoleh penghasilan tetap karena kewajiban bulanan yang besarnya nyaris tak ada beda dengan saat pendapatanmu selalu ada
Kecewa..
karena kita berpikir mengurangi aktivitas di dunia kerja sama halnya dengan mengurangi gesekan dan rasa tak nyaman melawan arus dimana gelombang mulai menyesatkan...menyesakkan dada
Ternyata dunia maya pun menciptakan aura yang membuatmu merasa tersiksa
Celotehan yang sering membuatmu terluka, "kompetisi" mengais rezeki yang membuat gerah, hingga kita pun terseret melakukan kenaifan yang sama
berpikir kita paling baik di antara mereka..Ah bodohnya!

Di sisi lain kita merasa lega 
Tak lagi merasa sebagai pembalap dalam berkarya
Waktu pun terasa lebih bersahabat mengisi kehidupan fana
Bukan seperti pedang yang terhunus dan siap menebas leher kapan saja
kini menjelma menjadi pisau dapur pada tempatnya
meracik aneka bahan masakan lezat untuk mereka yang tercinta..

Jenuh dengan karut marutnya dunia
Memang telah lama kita rasa
Galau dan bertumpuknya rasa kecewa
Nyaris membuat kita putus asa
hingga saat inspirasi terang itu datang, dari kalimat bijak Sahabat Ali
"Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percik-percik hikmah
sebagaimana fisik ia pun bisa merasa lelah"

Mungkin kita pernah bersikap bloon
Sok pintar, sok bijak bergaya ala ulama mode on
Padahal tombol lentera hati kita sedang mudah berubah switch off dan on
Sekarang tiba waktunya MOVE ON 

Kini saatnya lebih MENGHARGAI DIRI SENDIRI
Mari berkonsentrasi untuk memperbaiki diri sendiri
Batasi jemari dan sudahi berkomentar kanan kiri
Jadikan dunia maya sebagai sarana kontemplasi dan sekedar pintu mengais rezeki
Tak perlu terpuruk terlalu lama
Tak ada yang sia-sia
Keputusan yang telah diambil bukan sebuah kesalahan belaka
Ingatlah tentang kebahagiaan yang lebih berharga
Pusatkan pikiran pada rasa lega
Telah terbebas dari sebuah episode sandiwara
Dan janganlah terjebak dalam skenario gila berikutnya

Kendali terbesar ada pada hati
Jangan biarkan terkotori penyakit yang selama ini menggerogoti
Jika penyakit hati mulai membayangi
lebih baik sejenak undur diri
Bagaimana datangnya rezeki dipikir nanti
Bukankah Tuhan menjamin bagian masing-masing makhlukNya seperti yang kau yakini ?
Manjakan diri dengan coklat lezat yang membuat lidah menari
Berusaha lebih dekat kepada Illahi 
Belajar memandang dunia seindah yang dilihat sang buah hati
Sembari mempersiapkan diri
Ketika datang saatnya nanti,
masa menghuni alam yang lebih tinggi...


Tulisan ini adalah salah satu cara ku melakukan self therapy, seperti yang dianjurkan dalam "Ketika Cinta Harus Pergi", buku duet karya mbak Elita Duatnofa dan mbak Aida 



2 comments: