Google+ Followers

Friday, April 5, 2013

Cerita di Balik Noda, Sebuah Review



Penulis:Fira Basuki
Penerbit:KPG
 Terbit:Januari 2013
Jenis Cover:Soft Cover
Halaman:248
Ukuran:135 x 200 mm
Berat:250 gram


Buku Cerita di Balik Noda berisi kumpulan kisah pilihan juri lomba menulis "Cerita di Balik Noda" yang diadakan di fanpage facebook Rinso tahun 2012 kemudian ditulis kembali oleh Fira Basuki, dipadukan dengan empat cerita yang merupakan tulisan asli Fira Basuki (Bos Galak, Sarung Ayah, Pohon Kenangan dan Foto). Saya jadi terkenang kembali saat berusaha submit kisah untuk memeriahkan sayembara ini namun gagal terus menerus  karena jaringan internet yang tidak lancar serta traffic terlalu tinggi dan akhirnya menyerah. Namun setelah membaca Buku Cerita di Balik Noda saya jadi terinspirasi untuk tidak mudah berputus asa, bahwa di balik sebuah kesulitan ada hikmah yang bisa dipetik, bahkan dari balik sebuah cerita tentang noda/kotor sekalipun. "Berani kotor itu baik" ,begitu tagline Rinso sebagai produsen detergen terkemuka di Indonesia sangat pas dengan hikmah yang kita dapatkan setelah menuntaskan membaca Buku Cerita di Balik Noda.

Awalnya saya menduga kisah-kisah yang menjadi jawara dan diolah menjadi film TV kental dengan iklan atau mempromosikan Rinso namun saat menonton sepuluh film terbaik dan membaca Buku Cerita di Balik Noda saya jadi kagum dengan event kepenulisan yang inspiratif ini, tidak ada satu kalimat iklan pun yang saya temukan, bahkan dalam percakapan yang terjadi antar tokoh tidak ada yang berbunyi "Biarlah mereka berkotor-kotor, Berani kotor itu baik kan ada Rinso cair untuk membersihkannya".

Kisah yang terpilih dalam Buku Cerita di Balik Noda temanya sangat variatif, sehingga pembaca tidak mudah jemu membacanya, meski beberapa cerita terkesan monoton karena alurnya yang lambat dan kisahnya yang "klise". Noda ternyata bisa menjadi sumber inspirasi, mulai tentang bagaimana noda menjadi kenangan seperti kisah "Bos Galak" hingga menginspirasi  sebuah kisah misteri Siluman Tikus - ditulis kembali dari karya Lubna Alaydrus.
Layaknya sebuah harmoni musik, noda mampu memperdengarkan nada yang menguras airmata seperti "Sarung Ayah" karya Fira Basuki hingga lagu ceria "Harta Sebenarnya" (karya asli berjudul Harta di Balik Lumpur milik N Puspa Surasmiharsih).
Bahkan dalam kisah "Si Kaya dan Si Miskin" (naskah asli berjudul Baju si Kaya dan si Miskin karya Donny Abidin), noda bisa disulap menjadi kritik sosial tentang gaya hedonisme anak zaman sekarang, usia sekolah dasar sudah berbekal Handphone, yang kaya dengan bangga pamer kekayaannya, yang miskin rendah diri dengan ketidakmampuannya namun endingnya membuat saya tersenyum menyadari noda mampu menjembatani jurang sosial yang semakin sering tercipta dalam kehidupan ini.
Buku Cerita di Balik Noda membuat saya berpikir ulang, menata kembali serpihan memori, mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati memperlakukan kedua buah hati,bahkan suami agar tidak menimbulkan luka di hati mereka hanya karena masalah kotor baju belaka, karena noda yang tercipta dalam pakaian mungkin bisa dicuci tetapi noda yang tertoreh di hati akan tetap melekat hingga nanti, seperti yang ditulis Fira Basuki dalam prakata : membaca Buku Cerita di Balik Noda membuat kita merasakan gairah menjadi ibu dan banyak belajar dari sikap anak-anak tercinta.
Dari 42 kisah yang terangkum, favorit saya adalah Sarung Ayah, membacanya seakan mengenang almarhum ayah yang meninggal dunia saat saya masih duduk di kelas dua SMA.
Sekarang saya ingin mengatakan pada diri sendiri "Berani kotor itu baik, sebatas arti harfiah kotor pakaian atau sepatu bukan kotor dalam arti kata perilaku".

Diikutsertakan dalam Kontes Ngeblog Review Buku “Cerita Di Balik Noda” yang diselenggarakan oleh KEB bekerjasama dengan Rinso

4 comments:

  1. Bagus bukunya ya, mba..
    I'm one of her fans.
    Jadi pengen beli bukunya..

    Salam kenal,
    Newbieblogger - ade
    www.adelousity.wordpress.com

    ReplyDelete
  2. Hihihi... aku jg ikutan audisinya Mak, dan gak lolos juga karena isinya testimoni utk Rinso :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa aku malah gagal ikutan kok mbak, gegara fb di kantor di blokir dan modem anehku gak bisa konek aplikasi

      Delete