Google+ Followers

Thursday, January 31, 2013

Kecerdasan dan Tumbuh Kembang Optimal


              Akhir-akhir ini produk susu, vitamin anak bertagline mendukung kecerdasan dan tumbuh kembang anak secara optimal marak bermunculan. Tampaknya masyarakat kita semakin sadar akan meningkatnya tuntutan berkompetisi dalam kehidupan sehari-hari bahwa sehat saja tidak cukup karena kesehatan tanpa kecerdasan layaknya tanaman di ladang subur namun tidak menghasilkan. Sebenarnya bagaimana sih yang dimaksud dengan anak cerdas itu?. Menurut para ahli kecerdasan adalah kemampuan anak untuk memecahkan permasalahan sesuai usia serta fleksibilitas anak dalam beradaptasi. Inilah yang perlu diperhatikan, bahwa anak cerdas itu tidak hanya pandai di sisi akademik namun juga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi. Ditinjau dari sudut tumbuh kembang anak kecerdasan yang ideal adalah keseimbangan antara kemampuan otak kiri dan otak kanan.
Fungsi Otak kiri
•          Bertanggungjawab atas kemampuan tata bahasa, berbicara dengan baik dan benar
•          Bertanggung jawab atas kemampuan Baca Tulis Hitung (Calistung)
•          Cenderung bersifat logis analistis sehingga berperan penting dalam pendidikan formal
•          Bertanggung jawab untuk mengingat sebuah pengalaman atau pelajaran
Fungsi Otak Kanan
•          Mengenali diri sendiri, orang lain, ruang dan lingkungan
•          Bertanggungjawab  mengkondisikan emosi dan berhubungan langsung dengan proses sosialisasi
•          Cenderung bersifat intuitif, menurutkan perasaan/kata hati, waspada dan kemampuan berkonsentrasi serta merangsang untuk produktif dan kreatif
•          Menunjang untuk menyukai seni

           Mengingat kecerdasan adalah bekal utama meraih masa depan gemilang mengoptimalkan tumbuh kembang anak tentu menjadi dambaan orang tua, langkah-langkah jitu perlu ditempuh agar anak mencapai tingkat perkembangan yang diharapkan. Stimulasi dan pemberian nutrisi bergizi tinggi adalah kombinasi tepat untuk membantu anak mencapai tumbuh kembang optimal. Zat yang memegang peranan penting bagi pertumbuhan otak anak adalah DHA (Docosahexaeonic Acid) DHA merupakan asam lemak omega-3 yang terdapat pada semua membran sel terutama di dalam otak dan retina mata dan bertugas melindungi selaput otak agar berfungsi sempurna dalam menyampaikan informasi, perintah dari ujung sel syaraf otak satu ke ujung ke syaraf otak lainnya. Terpenuhinya kebutuhan anak akan DHA menunjang perkembangan kognisi (daya pikir) dan ketajaman penglihatan mereka. “Duh tapi anak saya itu susah makan, dia tergolong picky eater bagaimana saya yakin mereka mengkonsumsi nutrisi sesuai porsinya” keluh sebagian ibu balita dan anak-anak di masa pertumbuhan biasa kita dengar. Itulah mengapa vitamin anak Seven Seas menjawab keluhan para bunda yang peduli terhadap perkembangan kecerdasan buah hatinya. Seven Seas mengandung minyak ikan COD yang mengandung DHA sebesar 224mg di setiap 10 mLnya diperkaya multivitamin A, D, E, C dan B6 serta dikombinasikan dengan jeruk asli membuat anak-anak menyukai citarasanya menyebabkan Seven Seas memiliki kelebihan dibanding produk vitamin anak sejenisnya. Selain mengandung Omega 3 yang amat baik untuk pertumbuhan otak dan jantung, juga mengandung vitamin D yang baik untuk perkembangan tulang dan gigi. Cara penyimpanan Seven Seas pun relatif mudah hanya perlu disimpan dalam kemasannya yang tertutup rapat di bawah suhu 25⁰ Celcius kemudian sebelum dikonsumsi Seven Seas perlu dikocok terlebih dulu agar lebih mudah dituang.

                   Saya bersyukur seiring bergulirnya waktu, Raditya tergolong anak cerdas untuk anak seusianya, tak hanya mampu membaca dengan mengeja di usia empat tahun serta berhitung dan mengenal angka hingga seratus ia tergolong anak yang mudah bersosialisasi padahal hingga usia satu tahun Raditya hanya mau lekat di gendongan Mama, Papa atau pengasuhnya kala itu, kata orang balita kuper. Mungkin karena saya mulai memberikan Seven Seas setelah ia berusia satu tahun sedikit demi sedikit membantu mengoptimalkan kerja otak kiri dan kanannya. Sekarang ia terbiasa bermain, bersepeda ria bersama teman-temannya. Sempat membuat saya tergelak saat saya menyadari ia memiliki sudut pandang berbeda tentang makna berbagi.
“Dek Radit, Tuhan makin sayang loh sama kita kalau nggak pelit sama orang yang membutuhkan” kata saya saat mengajaknya bersedekah kepada pengemis  berkaki satu di pertigaan jalan raya.
Suatu hari pengasuhnya di TPA memberikan informasi yang mengagetkan “Ma, Radit jangan dikasih uang saku terlalu banyak ini loh malah dibagi-bagikan ke teman-temannya katanya niru Olga Syahputra”.
“Loh Radit bawa uang darimana ?” saya heran karena tidak merasa memberikan uang saku
“Kan Mama sendiri yang bilang kita nggak boleh pelit, ya Radit ambil di dompet biru Mama”
Ya ampuun pantes saja beberapa terakhir saya merasa sisa-sisa uang belanja yang biasa saya kumpulkan di dompet biru itu kok banyak yang berkurang, kirain lupa dipindah kemana atau dipinjam si Papa ternyata Raditya mengimplementasikan kata “berbagi” dengan membagi-bagikan ke teman-temannya. Nak nak..itu mah tabungan kantong ajaib ala Mama.

2 comments:

  1. BAgus artikelnya, ini diikutkan lombakah Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak, sharing cerita. infonya tentang menulis diary mom di fanpagenya seven seas :)

      Delete