Google+ Followers

Tuesday, January 1, 2013

Bisa Karena Percaya

Kalau ada pertanyaan duluan mana telur sama ayam ? jawabannya masih sering diperdebatkan.
Nah kalau pertanyaan mana pilihanmu, kamu bisa karena percaya atau kamu bisa dulu baru percaya ?
Kalau aku, percaya maka aku bisa. Percaya bukan yakin atas kemampuan diri tetapi lebih kepada keyakinan jika kita telah berikhtiar maka Tuhan pasti membukakan jalan. Itulah mengapa dua blog kunamai True Believer, aku benar-benar type orang yang percaya sekali akan kekuasaan Tuhan.
Contoh kecil, dulu dengan gaji pertama limaratus ribu sebulan dan masih harus ngekost (maka kupilih kost-kostan berbudget lima puluh ribu sebulan meski hanya bersekat papan) aku sering berkata dalam hati : Tuhan izinkan hamba kelak memiliki rumah mungil seperti pemandangan sepanjang jalan tol ini.
Voila...setelah menikah kami tinggal di rumah type 21 dan langganan kebanjiran. Tak kuat dengan banjir kurapal doa baru : izinkan kami pindah rumah ya Allah, delapan tahun kebanjiran doa itu terwujud dan membuatku semakin yakin doa doa pasti dikabulkan.

Si Spongebob, tadi pagi juga menyinggung tentang "Bisa" dan "Percaya". Si bajak laut yang sedih karena terdampar,kehilangan "tempat tinggal" - lupa namanya. 
"Rumahmu pasti kembali jika kau percaya", kata Spongebob.
Spongebob-squarepants.png



Nyaris putus asa, tak percaya diri pernah dialami Nabi Musa saat ragu menghadapi Firaun bahkan sempat berniat menyerahkan mandat kepada Harun namun Tuhan meneguhkan kepercayaannya setelah ia berdoa 

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii"
[Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku(QS. Thoha: 25-28)

Rafi, anak sulungku sering nyaris putus asa kalau disuruh menghafalkan perkalian.  Sambil menangis dia berteriak "Susah Ma aku pasti ngga bisa huaaaa" nah lo gimana si Mama harus pinter pinter membujuknya dan akhirnya ia pun bisa.
Hingga suatu hari giliran Rafi memberiku pelajaran, saat berniat ngekuis pas sudah hari terakhir eh ternyata modem super lemot ngga bisa diajak kompromi tak terasa aku ngomel ngomel dan berurai air mata *lebay. Si Rafi menegur "Ayo Ma masa gini aja nyerah Mama pasti bisa" mak jleeebbb apa yang kukatakan padanya dikembalikan padaku...
OOO tapi kalau soal modem lemot gak ada yang bisa dilakukan kan Raf ^_^

Jadi.....percayalah jika kamu "bisa" asal tak pernah meninggalkan ikhtiar dan doa.


2 comments:

  1. Dream, believe, and make it happen. Sekalinya ragu, kita akan kalah lebih dulu ya, mba. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Absolutely agree La, seperti betapa senangnya bisa difollow dirimu di blogspot..just make it happen hihihi

      Delete