Google+ Followers

Monday, December 31, 2012

(R)evolusi Vs Resolusi

Tahun baru Islam atau Masehi atau ulangtahun memang tak pernah kurayakan secara khusus tetapi momen-momen tersebut buatku sekedar pengingat untuk tak mengabaikan waktu sebagai alarm yang berbunyi bahwa kian dekat aja dengan mati sehingga lebih berhati-hati menata langkah demi masa depan baru.

Apalagi tahun 2012 aku mengambil langkah besar : berhenti bekerja, padahal selama ini gajiku utuh untuk keluarga, sepuluh tahunan bekerja aku tak pernah membeli barang pribadi, jangankan perhiasan atau handphone bahkan untuk sekedar membeli buku pun nyaris tak pernah kulakukan (kecuali beberapa buku antologiku :D). Tas, sepatu aku hanya punya satu kan memang sudah cukup tu ? :) kalau sudah sangat butut tanpa kupinta suami membelikanku. Pernah suami sampai memaksaku memakai sepatu baru gara-gara sepatu yang sudah jebol jahitannya di sana sini tetap saja kupakai ngantor. Handphone ? cukup pakai milik suami kalau beliaunya lagi pengen ganti model terbaru pernah sih sekali beli handphone baru pakai duit hadiah lomba nulis tapi buat ngenet nyari kuis malah lola buanget jadi malah pakai HP suami yang udah pada ngelupas keypadnya karena lebih enak buat ngenet (tapi sekarang udah ngga lagi, pulsanya kok nyedotnya guede, dulu ada paket seribu). Kalau ada yang nanya : lha trus apa hasilmu bekerja ? jawabku ya rumah mungil type 36 bebas banjir yang kami huni sejak tahun 2010 beserta perabotan di dalamnya :D.

Wajar suamiku sempat keberatan atas niatku duh tapi aku sudah tak sanggup lagi bekerja di tempat yang atmosfernya membuat tak nyaman yang waktu kerjanya nggak fleksibel, kalau ingin cuti susah sekali dan resiko kerjanya pun tinggi.

Alhamdulillah ternyata Allah membukakan jalan melalui Rafi yang tiba-tiba harus segera dikhitan hihihi (terimakasih Allah, terimakasih Raf).

Disinilah proses (R)evolusi mulai berlangsung.. dari wanita pekerja kantoran menjadi ibu rumahan eits jangan salah beberapa tahun lalu saat baru melahirkan Rafi - anak pertama - aku udah sempat break dari dunia kantoran demi fokus momong anak...tetapi hanya diam di rumah tak ada kegiatan lain, tanpa mampu mandiri secara finansial dari suami membuatku tersiksa, kok bisa ? karena aku tak lagi bisa menafkahi Mama itu yang utama, nggak mungkin ah aku membebani suami di luar kemampuannya. Hasilnya banyak hal negatif tercipta yang salah satunya tertuang dalam antologi yang membuatku berbunga-bunga karena terpilih menjadi salah satu kontributornya : Asma Nadia Inspirasiku.



Jujur, sempat terbersit pikiran : wah udah ngga lagi punya gaji ntar bagaimana bisa menafkahi Mama, melanjutkan membayar infak sedekah atas nama diri sendiri, atas nama mama, atas nama almarhum papa, amarhumah mertua, almarhumah adinda serta membayar patungan premi asuransi jiwa suami ?  => itu semua selama ini pakai duit gajiku sodara - sodara...

Ini nih sepertinya sesuai bunyi surat Al Baqarah 268 setan lagi bisik bisik ke telinga "Syaitan menjanjikan (menakut nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui"

Tak ingin mengulangi situasi dan kondisi yang sama itulah mengapa harus kususun Resolusi.

Time and Financial Freedom harus kuwujudkan, caranya ?

Bisnis ?, waduh gak punya modal, gerai teh poci dan kios kecil kami tempo hari bangkrut dan menghabiskan modal jutaan rupiah (padahal modalnya dari sisa penjualan rumah lama)

Menulis ? lah ini salah satu cita citaku, duluuuuu sekali aku pernah bercita-cita jadi penulis dapat royalti, itulah mengapa banyak kuikuti event antologi dengan anggapan tak mengapa belum bisa menerbitkan buku solo tetapi semakin banyak antologi makin banyak royalti terkumpul dari masing-masing buku...ternyata tak sesederhana itu, banyak antologi karyaku yang hanya terbit indie tanpa royalti dan aku malah harus beli tetapi tetep hepi karena aku berharap meski tak menjadi ladang nafkah setidaknya tulisanku (semoga) menjadi ladang amal jariyah. Bosan mengikuti event antologi (alaaaah bilang aja udah sering gak lolos lagi :p) pindah haluan ke menulis ala blogger, berharap banget bisa dapat duit dari ngeblog gara-gara pernah sekali menang lomba blog di akhir 2011 dan dapat hadiah 1 juta rupiah



 (etapi sampai sekarang belom menang lagi). Pengen sekali dari blogging bisa dapat proyek job review atau tempat pasang iklan (terinspirasi kisah blogger siapa namanya ya lupa...sampai meninggalkan dunia kerja dan enjoy jadi blogger karena dengan menjadi blogger dan review restoran. cafe dia bisa jjs hingga keluar negeri gratis).

Kuis ? nah ini satu pintu yang alhamdulillah terbuka sejak lama dari kuis mini mini berhadiah pulsa 5 ribu dan merchandise hingga paling gede voucher belanja 500ribu hasil ngekuis bulan Ramadhan dan duit 500 ribu dari kontes foto (ngarep banget bisa berkembang ni hadiah jadi gadget, atau hadiah jutaan rupiah hihihi #kalap).





Dan resolusi hanya tinggal mimpi sekedar meninggalkan obsesi jika tak ada amunisi, kini saatnya mengasah pisau dapur eh ya maksudnya selesai urusan domestik rumah tangga ngadepnya ke laptop (yang baru aja lunas angsuran ke sekian kalinya) kalau dulu selesai urusan dapur acaranya mengejar bus kota. Demi mewujudkan cita-cita Blog sampai punya 4 biji >_< belum keitung fb dan twitter, lalu nyoba mendaftar program afiliasi untuk terima pemasangan iklan (kan sesuai banget dengan hobiku yang sering berselancar di dunia maya demi berburu kuis dan lomba) dan terus menyemangati diri untuk keep on writing, keep on blogging, satu tulisan sehari untuk mengisi blog, belajar sering-sering walk blogging, share di social media sembari terus berlomba baik di dunia kuis, kontes foto dan menulis di sana sini...masa sih Allah ngga akan membuka pintu rezeki ?.

"...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberi rezeki yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupkan keperluannya (At. Thalaaq 2-3)

No comments:

Post a Comment