Google+ Followers

Sunday, December 23, 2012

I am Free


Kemarin, 22 Desember 2012 resmi menjadi hari terakhir aku bekerja salah satu perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut di grup Sinar Mas. Jangan silau dengan Sinar Mas yak karena bekerja di sana bukan sesuatu yang istimewa hihihi malah aku sempat kebingungan dengan atmosfer kerja yang tak sehat, ah tapi bekerja “ikut” orang mayoritas begitu adanya jarang sekali terwujud kepuasan dan simbiosis mutualisme antara buruh dan penguasa. Tak hanya itu hubungan antar teman, antar divisi sering sekali terjadi benturan yang tak perlu. Memutar balik fakta, syak wasangka, ghibah, fitnah dan iri hati serta dengki menjadi pemicu suasana tak nyaman. Lima tahun enam bulan aku terpaksa bertahan dalam suasana kerja tak nyaman tak jarang aku terseret ke dalam arus, turut berghibah dan eh jangan-jangan juga mengipas kiri kanan ^_^ sayangnya aku tak bisa segera mengundurkan diri, terhalang hutang KPR yang harus dipotong gaji dari kantor ini. 

Bertahun-tahun aku bertahan demi kewajibanku mencari nafkah selama itu pula aku harus terbiasa menghadapi gerutuan kanan kiri, keluhan dari atas bawah (karena kantornya berlantai tiga) satu orang menghibah yang lain (eh khawatir ternyata tiba-tiba juga menjadi hobiku). Perlakukan istimewa terhadap seseorang di divisi lain menjadi bahan gunjingan suburnya iri hati, cuti bersama yang tidak sama antar divisi karena kebijakan satu pihak saja menyulut dengki, satu orang ditegur karena berkali-kali ijin tidak masuk kerja dan cuti sementara aku cuti karena adik meninggal pun jadi sumber  dengki duh duh duh padahal saat aku cuti pas mertua meninggal sudah terjadi keributan, belum lagi masalah gaji aduuuuh kadang aku capek hati terpaksa mendengar hal tak penting itu. Maksudku toh selama ini aku juga tidak merasa diperlakukan istimewa lah hari-hari pertama kerja aku bahkan tak punya meja, computer dan printer saja tiga bulan berikutnya baru kuterima setelah sebelumnya aku harus nomaden pinjam kanan kiri naik hingga ke lantai tiga, belum lagi gaji pertamaku yang terlambat karena ternyata aku belum tercatat sebagai pegawai (aneh ya tapi nyata), Jamsostekku selama 15 bulan selalu disunat dari gaji tapi tak kunjung disetorkan dan baru disetor setelah aku protes dan bertanya langsung ke kantor pusat serta THR pertamaku yang juga terlambat ..kalau saja aku tidak protes lagi pasti tak ada THR tahun itu. Belum lagi saat pembatalan bonus tahunan oleh kantor pusat yang telah diumumkan oleh Presiden Direktur di depan seluruh karyawan Surabaya (aneh ya tapi nyata katanya Presdirnya salah informasi hihihihi),

Eh saat mengundurkan diri karena aku memperjuangkan hak uang penghargaan masa kerja sesuai perundang-undangan (mungkin aku mirip Marsinah almarhumah di mata pengusaha, selalu bikin pusing karena memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak) menjadi bahan gunjingan, bahan iri karena orang lain yang mengundrukan diri tidak berpikir hal yang sama padahal perjuanganku TIDAK BERHASIL, perusahaan ajaib ini lebih memilih memberi  penghargaan berupa pesangon bagi mereka yang DIPAKSA mengundurkan diri karena tidak berprestasi atau KORUPSI (aneh ya tapi nyata) lhadalah dengan dalih tidak ada peraturan di perusahaan untuk memberi sekedar penghargaan masa kerja lalu para petinggi memutuskan memberikan cenderamata (katanya handphone android yang harganya nggak lebih dari dua juta padahal aku sempat melirik memonya harganya pun tak lebih dari satu juta hihihihi) kok ya hingga aku sudah keluar dari pintu dan tak berharap untuk kembali eh cenderamata itu tak kunjung kuterima. Jujur, sempat aku bersuudzon ini pasti karena aroma iri hati hingga memo Vice General Manager yang telah ditulis jelas, bukti permintaan yang ditandatangani branch manager  tak berfungsi sebagaimana mestinya (alasannya sih nggak ada uang di perusahaan, pihak F/A tidak merasa dihubungi – lha ya kasir F/A yang mengundurkan diri bareng 2 tidak mendapat hadiah yang sama aku jadi punya pikiran : “kan hal ini bisa jadi sumber iri dengki baru belum lagi prosedurnya yang harus berbelit-belit - aneh ya tapi nyata hihihi).

Lah kado tas berupa tas dari teman satu divisiku pun ternyata memercikkan iri di teman dekatku ini, merasa dia tak dihargai karena teman satu divisinya tidak memberikan perhatian yang sama. Kaget aku mendengar pengakuannya padahal dia teman baiiiik, orangnya pun baiiiiiik, sering bagi-bagi rezeki.
Aku tidak ingin mengalami putus tali silaturahmi karena dia bener teman baik kalaupun ada masalah itu kuanggap biasa tetapi pengakuannya membuatku sedih…semoga saja setelah sama-sama terbebas dari kantor aneh tapi nyata ini rezekinya semakin berlimpah dan tak mudah "iri" atas kebahagiaan orang di sekitarnya, mungkin saja iri dengki itu timbul karena suasana kerja yang tak nyaman.

Sebagai penghargaan kepada teman-teman yang tulus menghadiahkan.. yippi ini dia penampakan tasnya (pengennya juga upload cenderamata berupa Android murah meriah itu tapi sampai saat ini belum kuterima juga eh kalau rezekiku insyaallah bisa segera kuterima , mudah-mudahan ya…)


Berkaca pada pengalaman ini teringat kembali hadits Rasulullah

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Aku sangat bersyukur bukan tergolong orang yang mudah iri hati meski di mantan tempat kerja orang-orang sering ribut masalah gaji orang lain yang jauh lebih tinggi padahal beban kerjanya tak seberapa, atau gaji orang yang baru masuk tapi sudah melebihi gaji pegawai lama bagiku apa yang seharusnya menjadi hakku itulah yang perlu kupikirkan maka aku tak lelah memperjuangkan, masalah gaji itu rezeki dari yang Di Atas tak bisa digugat.

Berbeda sekali dengan pertemanan di dunia maya, dunia pemburu lomba mereka yang saling mengenal mengucapkan selamat bagi yang menang padahal sama-sama ikutan lombanya ..fair dan tulus, Asal lombanya berlangsung adil, karya tulis, komen, tweet bener-bener keren bukan hasil plagiat (karena pernah sebal pas kuis komen ada yang meniru komenku ditambah-tambahin dikit eh malah si plagiat yang menang tapi dipikir-pikir bukankah rezeki sudah ditulis di Lauhul Mahfuzh ?). Aku juga gak ambil pusing kalau harus kalah (hanya kadang mikir wah kok aku gak dapat hadiah ya padahal lagi butuh => hihihi sama aja dengan protes pada Sang Pemberi Rezeki).). Seperti saat aku turut bahagia banyak teman yang kukenal di dunia maya seperti mbak Murti Yuliastuti menang lomba yang guuueede hadiahnya juga teman-teman di grup FB Be A Write banyak yang menang di lomba nulisnya MODENA (ada mbak Leyla Hana, Mbak Windi Teguh – dua jagoan neon ini plus Zukhruf dan Rini Bee…takjub dengan cara Allah membagi rezeki yang begitu rapi:)

Jadi kenapa aku nulis ini hanya sebagai pengingat buat diriku sendiri agar tak tercemar penyakit hati. Ngeri dengan akibat yang ditimbulkan…semoga saja bisa istiqomah.

Bersyukur aku telah meninggalkan "neraka dunia" itu...tinggal berikhtiar kemana dan bagaimana aku harus mencari nafkah berikutnya.
Dan kututup tulisan sederhana ini dengan doa : semoga gaji terakhirku diberikan tanpa pemotongan jangan seperti teman yang lebih dulu resign gajinya dihanguskan (perusahaan aneh ya tapi nyata padahal kami mengikuti aturan surat pengunduran diri 30 hari sebelum hari terakhir kerja tetapi gaji terakhir tak diterima) lalu doa aneh tapi nyata agar kenang-kenangan Android murah meriah yang seharusnya menjadi hakku segera kuterima plus doa paling akhir semoga rezekiku di dunia lomba, event kuis dan menulis semakin lancar dengan manissss

Aamiiin semoga terkabul doa yang memaksa ini

2 comments:

  1. Aaamiiin... ikut mendoakan, mba..
    juga utk diriku sendiri, semoga terjauhi dr penyakit hati :-)

    ReplyDelete
  2. Terharuuuu ternyata mbak Ela di sela keributan mengurus 3 krucil masih bersedia komen di posting GJ ku :).
    Aaamiin mbak utk kebaikan kita bersama :)

    ReplyDelete