Google+ Followers

Wednesday, April 29, 2015

Jangan Remehkan Recehan!

Seringkali manusia menganggap remeh hal-hal yang dianggap tidak penting. Banyak hal yang membuat kita merasa lebih baik dibanding yang lain. Nggak hanya di dunia nyata bahkan di dunia maya pun sempat membuat saya bengong baca tulisan dan posting-postingnya. Contoh nih :

Kuis hunter merasa disepelekan karena kerjaannya berburu hadiah bermodal duit untuk ikut undian atau poin pembelian bisa juga bermodal foto-foto nyleneh, gokil yang membuat orang mikir "kok bissaa  bergaya model begitu sih". Kadangkala para pemburu hadiah ini senang berburu sampel produk yang nilainya jika dirupiahkan hanya setara recehan ribuan hingga puluhan ribu. Nah si kuis hunter yang disepelekan ada juga yang mungkin heran ngeliat blogger, ngapain capek-capek nulis di blog ga dapat penghasilan. Lain waktu para bloggers memandang remeh pada penulis konten website yang dianggap menulis dengan mutu "ya gitu deh" sementara para blogger merasa mereka menulis dengan hati dan intuisi penuh meski tulisan review atau keyword tertentu sama-sama ditulis berdasarkan pesanan. Hahaha di dunia kepenulisan para penulis konten memang dianggap sebagai penulis recehan.

Oh Well saya kebetulan "terjebak" di dunia kuis hunter karena masih suka berburu hadiah dan senang sensasi kompetisinya, blogger karena saya senang menulis meski kadang gak dibayar (seperti saat mengisi blog pribadi saya ini) dan hingga saat ini saya masih aktif sebagai penulis konten di sebuah agency naskah. Jadi, kalau ada komunitas yang terkesan melecehkan komunitas lainnya saya cuma bengong dan mengelus dada....

Sebagai kuis hunter saya seneng lho terima hadiah "recehan" pulsa beberapa puluh ribu rupiah lha sering numpuk jadi ratusan ribu, bisa dibuat ngisi modem yang selain buat browsing bahan tulisan, ikutan kuis berhadiah juga untuk bisnis kecil-kecilan loket PPOB. Barang-barang recehan hasil berburu sampel juga banyak terpakai di rumah mulai dari obat kumur, sikat gigi sampai bedak gatal xixixixi. Jadilah saya penjual pulsa yang tak pernah beli pulsa untuk HP saya sendiri serta ibu rumah tangga yang sering belanja gratis pakai voucher belanja hadiah.

Sebagai blogger tidak (belum) berbayar saya punya wadah untuk menumpahkan uneg-uneg dan opini. Jangan salah, bahan pikiran yang tak tersalurkan bisa membuat hipertensi.

Sebagai penulis konten website yang karya tulisnya ditayangkan tanpa nama dan dihargai recehan 7500 hingga 25 ribu rupiah untuk tulisan 300 - 1000 kata buat saya pribadi tetaplah itu namanya rezeki yang patut disyukuri. Meski dihargai "seikat sayuran" - copas curhat teman, saya selalu berusaha menulis dengan sebaik-baiknya dari gaya kepenulisan saya tanpa sekedar mengcopy lalu mengubah beberapa kata agar tidak terdeteksi plagasi. Seringkali untuk menulis artikel 500 kata saya butuh waktu lebih dari satu jam agar tulisan saya lebih hidup dan berisi informasi baru yang tidak seragam dengan artikel berkeyword serupa lainnya. Kadang saya tak segan berselancar ke web kesehatan berbahasa Inggris, jurnal internasional untuk mencari bahan tulisan untuk artikel seharga "recehan".

Ah ya tentu, bagi seorang penulis akan lebih bahagia jika namanya tercantum dalam artikel yang ditulis dengan susah payah. Mumpung ingat saya sertakan link di sebuah website edukasi yang pernah memuat artikel "recehan" saya : 


Tapi kadang saya pikir jika nama yang tertulis itu bertujuan untuk mencari ketenaran duniawi mending saya lebih tenar di kalangan penduduk langit sebagai orang berbudi seperti Uwais Al Qarny meski di dunia saya "tak berarti".

Kembali kepada tema jangan remehkan recehan. Ternyata dari menulis seharga recehan itu saya banyak belajar cara menulis yang baik hingga seseorang pengelola website mengirim inbox untuk meminta contoh tulisan. Ya Allah, saya berharap asa kami berjodoh dan tulisan saya bisa menghiasi lebih banyak media, menginspirasi sesama dan memacu saya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tentunya dengan harapan honorariumnya lebih baik lagi dari yang ditawarkan agency hehehehe...

2 comments:

  1. Alhamdulillah... semoga kesabaran pengejar recehan seperti kita berbuah maniss Mbak yuu *peluuuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mbak Ayunin ...terimakasih telah menjadi salah satu inspirator saya :)

      Delete