Google+ Followers

Monday, November 28, 2016

Berbaik Sangka Berbuah Bahagia

Pernah dikecewakan seseorang karena tak bisa menepati janji? saya pernah. Kekecewaan itu sangat membekas di hati. Tapi bukan berarti saya memblacklist sosok yang ingkar janji dan tak mau berinteraksi dengannya lagi. Berbaik sangka, itu yang selalu diajarkan guru ngaji saya sejak kanak-kanak hingga dewasa.

Ingkar janji tapi tidak dienyahkan dari dalam hati? apa pertanda cinta sejati? Psst ini bukan masalah cinta dan kasih sayang. Sosok ingkar yang saya maksud bukan pria yang mengingkari janji untuk menikah tetapi JNE Express sebagai perusahaan jasa layanan pengantar barang yang berjanji mengantarkan paket dengan selamat sampai tujuan.

Gambar milik http://www.jne.co.id/
Kisah bermula di bulan September tahun 2012 ketika saya mendapatkan hadiah voucher belanja sebesar 500 ribu rupiah dari sebuah online shop terkemuka. Voucher itu kemudian saya gunakan berbelanja jam tangan pria, niatnya buat kado suami. Tepatnya kado ulang tahun pernikahan di bulan Desember.
Konfirmasi CS Online Shop

Menurut perjanjian barang tersebut akan saya terima antara 4-9 hari kerja. Pengalaman menerima paket hadiah kuis dan lomba sebelumnya 4 hari saya sudah menerima barang. Kali ini saya dilanda kecemasan karena di hari kesembilan barang saya tunggu tak kunjung datang. Maka melayanglah pertanyaan saya ke CS online shop tersebut.

Dalam kebimbangan


Pihak Online shop cukup kooperatif dengan berupaya menyelesaikan masalah. Sayangnya sistem informasi teknologi saat itu mungkin masih perlu berbenah sehingga penelurusan terkesan manual dan butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan jawaban tracking barang kiriman.
Bantuan yang dinanti

Melalui chit chat dan sambungan telepon dari pihak CS Online shop akhirnya saya mendapatkan nomor resi dan nomor telepon JNE Express di area terdekat untuk tracking kemana perginya kiriman untuk saya. Jangan dibayangkan area terdekat itu satu kilometer saja jauhnya. Suami saya harus menanyakan langsung ke JNE Express Surabaya pusat di daerah Juanda, sekitar 15 kilometer dari rumah kami. Akhirnya ditemukan slip kiriman paket saya tersebut. Di copy-an slip tersebut tertulis alamat rumah No.20 dan penerimanya tertanda Nuke. Padahal jelas orderan kami untuk alamat No.26. Pihak JNE Express meminta maaf dan mengakui hal ini terjadi karena human error, kesalahan sang kurir.

Baiknya lagi setelah urusan internal JNE Express diselesaikan, si kurir kemudian menghubungi kami dan meminta maaf via sms. Dia berjanji akan mengambil barang tersebut dari pemilik rumah No.20. Situasi ini cukup rumit. Saat itu notabene kami baru pindah, kurang mengenal tetangga satu persatu. Saya pun harus bertanya kepada tetangga sebelah rumah mencari tahu siapa "Nuke" yang dimaksud sebagai penerima barang kiriman.

Kami tak menunggu si kurir datang. Berbekal informasi bahwa kiriman tersebut diserahkan pada penghuni rumah No.20 suami saya pun bertamu ke tetangga tersebut. Rumah kosong karena penghuninya sedang keluar kota. Ternyata Nuke yang dimaksud adalah tetangga depan rumah No.20. Beliau mengakui menerima paket dan menyerahkan kepada pemilik rumah No.20 sesuai permintaan kurir saat pemilik rumah tak berada di tempat.

Untung kerumitan ini berakhir happy ending. Keesokan hari suami kembali bertamu ke rumah No.20 berharap mereka telah kembali dari luar kota. Si pemilik mengakui menerima paket. Meski paket telah terbuka bungkus bagian luarnya barang berupa arloji pria tersebut kami terima dalam kondisi baik tanpa cacat.
Happy Ending Story

Tetangga saya yang sempat mengetahui peristiwa tersebut sempat berceloteh. "Ah ogah pakai JNE kalau begini, kok bisa paket salah alamat tidak sesuai dengan order yang tertera" Saya hanya tersenyum dan tetap berbaik sangka. Tak ada yang sempurna, bahkan pelayanan dari perusahaan kurir sekelas JNE Express sekalipun.

Saya jarang menggunakan layanan kirim barang seringnya menerima paket hadiah kuis dan lomba menulis. Sebagian besar paket tersebut memanfaatkan layanan JNE, apakah karena satu pengalaman buruk harus memblacklistnya sedemikian rupa? 

Ketika tiba saatnya saya harus mengirimkan barang untuk Mama di luar kota, pilihan saya juga jatuh pada JNE. Counter terdekatnya hanya beberapa meter saja dari perumahan. Selama ini aman-aman saja. Paket selalu datang tepat waktu sesuai janji. Hingga pengalaman paling mengesankan terjadi beberapa waktu lalu.

Anak sulung kami sejak pertengahan tahun 2016 menuntut ilmu di pondok pesantren di Rogojampi Banyuwangi. Lokasinya sangat terpencil. Untuk mengunjunginya kami harus ngojek sejauh 11 kilometer dari stasiun Rogojampi. Santri pondok bisa digolongkan manusia yang paling butuh camilan. Maka setiap berkunjung tiga tas ransel penuh cemilan.

Camilan tiga tas besar ini pun paling banter bertahan dua minggu sebelum habis tak bersisa. Biasanya si sulung sabar menanti kunjungan bulan berikutnya. Namun kali ini dia menyempatkan menelpon khusus minta dikirim paket cemilan.

"aku laper terus nih Ma, butuh energi buat teman belajar, kan ujian akhir sebentar lagi" rengeknya disusul mendiktekan daftar makanan yang ia pesan untuk dikirimkan

"duh sabar lah Mas, tempo hari ada wali santri curhat di grup WA gara-gara kiriman untuk anaknya sudah dua minggu nggak sampai. Kabarnya kalau lewat pos harus diambil ustadz di kantor terdekat atau menunggu barengan beberapa paket dulu baru diantar ke pondok"

"temanku banyak yang barangnya cepet datang Ma, katanya pakai JNE"

Lalu Papanya nyelonong ikut ngomong, "OK OK malam ini juga Papa kirim. tunggu paling hari Kamis nyampai. Papa pakai service reguler"

Jangan dibuang sebelum paket datang

Ah saya baru ingat diskusi di grup WA walisantri. Bahwa paket kiriman untuk anak-anak mereka bisa dikirimkan hanya melalui dua pilihan: pos atau JNE. Mungkin karena lokasi terpencil atau pertimbangan-pertimbangan khusus seperti trackrecord perusahaan menjadi pertimbangan pihak pondok pesantren (untuk saat ini) membatasi hanya dua perusahaan kurir tersebut yang bisa mengantarkan kiriman hingga ke dalam lokasi pondok.

JNE memang terkenal sebagai perusahaan layanan kurir yang jangkauan pelayanannya luas dan inovatif. "Pelanggan adalah raja" bukan semboyan biasa. Salah satu bukti kepedulian dan penghargaan JNE terhadap para pelanggan setianya adalah dengan diselenggarakan Hari Bebas Ongkos Kirim pada 26 - 27 November 2016, dalam rangka ulang tahun JNE ke-26.

Sistem tracking paket saat ini sudah lebih inovatif dan canggih. Hanya berbekal nomor e-connote kita bisa menelusuri posisi paket kiriman. Hebat! per tanggal 20 November paket tersebut sudah tiba di gudang JNE di Jember. 

Saya pikir, ah tak mengapalah si Mas baru bisa ngemil hari Kamis, hari pertama ujian akhirnya. Tetapi sungguh di luar dugaan ketika Kamis siang 24 November usai ujian hari pertama dia menelepon dan mengatakan bahwa Rabu malamnya dia sudah bisa belajar sambil ngemil sebab paket sudah ia terima dalam kondisi baik. "terimakasih paketnya Ma, jadi semakin semangat belajar nih apalagi tinggal hitungan hari waktu liburan tiba dan aku bisa pulang ke rumah" katanya menutup perbincangan siang itu membuat mata berkaca-kaca.

Saya bisa membayangkan kebahagiaannya ketika menerima paket. Bagi para santri pondok yang jauh dari rumah hadirnya paket kiriman dari orang tua bagai pengobat rindu. Pertanda jika jarak yang jauh tidak memutuskan tali kasih sayang. Bisa dibayangkan jika paket yang dinanti tak kunjung tiba. Kecewa, patah hati, berharap-harap cemas mungkin menghantui mereka dan mengurangi semangat belajarnya.
Foto milik FB dmtgraphy. 
Anandaku tercinta memegang poster tulisan arab bersama santri-santri lainnya

Ternyata benar apa kata guru ngaji saya, baik sangka itu berbalik pada diri sendiri. Bahagia, ananda tercinta nun jauh di sana mendapatkan paket tanda kasih sayang tepat pada waktunya karena kami selalu berbaik sangka .

Terimakasih JNE Express. Selamat Ulang Tahun ke -26 semoga tak lelah berinovasi dan mengantarkan titipan kami dengan amanah secara pasti.


48 comments:

  1. Aku demen banget kalau ada kurir JNE dateng ke rumah. Sekarang udah jarang, gak pernah menang lomba lagi 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga papa mbak Ela, yang penting ATMnya penuh...ga butuh kurir lagi hihihi

      Delete
  2. saya juga kalo ngirim apa2, selalu pake JNE :)

    ReplyDelete
  3. Aku selalu pakai JNE untuk pengiriman orderanku. Yah tak selalu mulus sih..tapi so far masih lebih baik dibanding ekspedisi lain. No body perfect

    ReplyDelete
  4. Aku sampe sungkan kalo ada paket datang, mas itu lagi...itu lagiii.. hahaha.. dari JNE sih seringnya :D
    JNE emang dipercaya banyak orang, ya, Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. naah mbak Diah jago menang kuis dan lomba juga kan...hehe ntar gantian mas kurir yang minta tanda tangan bukan buat tanda terima tapi tanda fans beratnya

      Delete
  5. wah mbak, terbayang rasa senengnya ketika dapat kiriman dari rumah. Saya dulu lama jadi penghuni kost juga seneng banget ketika teman saya dari Palembang dan Kupang dapat kiriman makanan dari ibunya. Bahagia luar biasa bisa ikut nyicipin aneka cemilan dari daerah lain. *Toss* sesama pelanggan JNE.

    ReplyDelete
    Replies
    1. assiiiknya bisa tukeran makanan kiriman dari rumah kan mbaak :)

      Delete
  6. So far aku msh pake jne utk semua urusan kirim mengirim. Sejak off olshop mulai jarang sih pake mrk. Tp dulu mempercayakan semua pngiriman via jne sih.
    Sempet ada masalah tp setelah dicek lebih lanjut kayaknya pembeli olshopku yg "nakal" tp diurus juga sm jne-nya waktu itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wauw mbak Ophi multitalenta nih sampai pernah punya olshop segala

      Delete
  7. Sejak dulu, saya paling suka pakai jasa JNE. Mau dikata orang kek gimana. Bukan masalah murah atau yang lain sih. CUma masalah JNE sudah punya nama. Sehingga, ketika ada masalah apa, kita mudah komplain. Beda kalau dengan jasa kurir baru. Mau komplen ke mana bingung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah-mudah ke depannya makin lancar jaya kirim pakai JNE yaa

      Delete
  8. Aku sering pakai jne, ada beberapa kali merasa kecewa tp akhirnya balik lagi ke jne karena sekarang lebih dimudahkan,hehehe.

    ReplyDelete
  9. Aku langganan banget sama jasanya JNE dari dulu, bahkann waktu masih jualan olshop dan belum sih dikecewakan hehehhe. Makin kesini makin bagus ya pelayanannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiiin aamiin ...wah mbak Andiyani jg pernah nge-OLshop ya kereennn

      Delete
  10. Saya dulu pernah nyoba jualan online, jne pilihan ekspedisinya, soalnya banyak cabangnya..

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah ya mba
    Kalau aku awalnya mungkin deg-degan mba :)

    ReplyDelete
  12. Oo .. disana boleh ya pakai JNE. Kalo di Gontor 1 nggak boleh mbak, harus pos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak cuma dua perusahaan kurir itu yg diperbolehkan. Klo cuma pos nunggu nganter lama Krn kata wali santri hrs dibarengin kiriman lain. Lokasinya pelosok..maklumlah

      Delete
  13. Saya juga pakai JNE atau pos kalau kirim paket. So far alhamdulillah baik2 saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mbak Tatit seneng klo everything'S fine

      Delete
  14. Selama ini ga ada masalah sih dengan jNE, menurut saya JNE masih yang terdepan hehe.

    ReplyDelete
  15. Pernah sekali bingung karena barang ga sampai lebih dari seminggu. Dan saya cari di webnya nggak ada keterangan. Ternyata gara2 kurirnya sampai rumah ga ada orang. Tapi kalo butuh cepat masih pake pilih ini. Salam kenal, mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nobody's perfect ya fren. Senang berkenalan denganmu 😇

      Delete
  16. JNE, salah satu jasa awal pengiriman yg sgt berperan di negri ini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mbak. 26 tahun dah cukup senior buat umur perusahaan 😀

      Delete
  17. Sudah lama ga didatangi JNE, waktu sering menang kuis hampir seminggu 2 kali di samperin kurir JNE.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha skrg fokus ngeblog dan ganti disamperin duit di rekening kaan 😁

      Delete
  18. Buat anak yang di pesantren kiriman paket dari orang tua itu dinantikan bgt ya. Untung ada JNE ya mbak

    ReplyDelete
  19. Wah hebat Mbak Dwi tahun 2012 dah panen voucher aja nih. Saya juga sama sih, Mbak. Sejak berhenti kerja dan jualan buku juga pakai jasa JNE karena jaringannya paling luas dan ada prosedur komplain yang jelas--bisa dilacak lagi. Memang pengalaman ga selalu bagus sih sama JNE, tapi banyak hepinya kok. Pernah kirim buku ke Surabaya, malah dikirim ke Surakarta. Jadi lama tapi tetap sampai tanpa ongkir lagi. Pernah juga kirim ke Tahunan Yogya, eh terkirim ke Tahunan Jepara. Human error, maklumlah staf counter kan kirimnya banyak banaget. Salah entry bisa dimaklumi asal ga selalu. Kurir juga pernah salah kirim buku dari blok V ke blok U. Mungkin tulisan pengirim kurang jelas jadi nyasar. Syukurlah buku tetap nyampe ke saya, orangnya jujur kayak kasus Mbak di atas. Pokoknya masih betah pakai JNE, sampai sekarang kirim buku atau wingko juga pakai JNE karena yang bisa sehari sampai cuma JNE.

    Bayangin camilan, memang bener kalau di pondok mah bawaannya lapar terus, hehe. Ingat masa kecil. Asyik kalau ada JNe jadi ortu ga harus datang--camilan bisa nyamperin anak-anak sebagai obat kangen. JNE jadi perekat hubungan anak dan ortu nih hehe.

    Btw, kok sama ultah pernikahan kami juga bulan Desember (ga nanya). Selamat menempuh hidup berumah tangga ya Mbak. Semoga rukun dan saling menguatkan dalam kebaikan. Semoga JNE turut mewarnai kesuksesan dan keberkahan keluarga Mbak Dwi. Sukses! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah? Pengalaman mas Rudi lebih ajaib lagi Krn paketnya nyasar sampai beda kota hihihi.
      Tak ada yang sempurna semoga pelayanan JNE makin membaik saja.
      Aamiin buat doanya, doa yang sama untuk mas Rudi sekeluarga..Lo kita ga janjian kan pas pesen undangan kawinan hehehehe

      Delete
  20. JNE emang terpercaya dan helpfull banget ya mak utk ngirim-ngirim barang.. AKu juga langganan sama JNE nih kalo mau kirim-kirim.. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss mbak, counternya mudah ditemui sih ya :) mudah-mudahan pelayanannya lebih baik lagi

      Delete
  21. Ya ampuunn mbak, itu jam tangan menclok sana sini dulu ya,taunya emg masih rejeki suami,Alhamdulillah:D seru kejadiannya. Lebih ke faktor human error sih menurutku. Aq pun masih prefer kirim paket apa2 via jne

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iyah menclok seperti burung terbang ke sana kemari ALhamdulillah kalau masih rezeki sampai juga ke tangan kami

      Delete
  22. Istri saya juga biasa terima paket via JNE pas.belanja.online. ada yang cepet ada yang lambat datangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2-an lancar selalu ya pak kiriman buat istri bapak via JNE :D

      Delete
  23. Halo,

    Terimakasih sudah ikut blog competition Cerita Baik bersama JNE, ya. Semoga beruntung :D

    Salam bahagia,
    Pungky Prayitno

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih kembali mbak Pungky...aamiin aamiin allahumma aamiin :)

      Delete