Google+ Followers

Sunday, November 27, 2016

Tabungan Emas Pegadaian, Investasi Masa Depan


Banyak anak banyak rezeki” pepatah itu tak salah sebab setiap agama meyakini bahwa masing-masing insan memiliki takdir rezeki sendiri-sendiri. Tapi seiring bergulirnya kehidupan yang berpacu dengan laju inflasi tak salah jika saya menambahkan kata bijak lainnya “banyak anak perbanyaklah pula investasi”.
      Kewajiban orang tua adalah melindungi, menafkahi dan menjamin kehidupan yang layak bagi sang anak. Kehidupan yang layak bisa diartikan terjaminnya keperluan nutrisi, kesehatan dan pendidikan. Investasi diperlukan sebagai sarana mewujudkan kemapanan. Investasi tak hanya sekedar harta namun ilmu dan pendidikan agama serta budi pekerti merupakan bekal utama bagi ananda tercinta.
Biaya pendidikan meningkat setiap tahun. Kami sudah merasakan. Si sulung baru masuk pondok pesantren tapi sudah jutaan rupiah meski dirogoh dari kantong. Padahal si bungsu baru duduk kelas 2 SD. Meski yakin setiap anak membawa rezekinya namun bukan berarti sebagai orang tua hanya duduk berleha-leha, berdoa dan berusaha wajib hukumnya. Salah satu usaha memenuhi biaya pendidikan sang anak adalah dengan menabung dan berinvestasi. Sebagai orang tua dari dua anak saya sedikit banyak belajar tentang investasi dan membandingkan untung ruginya.
Dari hasil pembelajaran saya menyimpulkan bahwa secara garis besar investasi dibedakan menjadi investasi resiko rendah, menengah dan tinggi. Investasi beresiko rendah biasanya hasilnya juga tidak terlalu tinggi contohnya tabungan. Investasi menengah hasilnya cukup lumayan tetapi resikonya juga tidak terlalu besar contohnya investasi emas. Investasi resiko tinggi return gainnya besar, sebanding dengan resikonya seperti reksadana dan bermain di pasar saham.
Saya pernah mencoba ketiga jenis investasi tersebut dan membandingkannya. Tabungan? Pergerakannya pelan dan biaya administrasi bulanannya terasa menjadi beban. Pernah gambling reksadana dan kaget karena selama tiga bulan nilainya terus merosot drastis hingga saya panik dan kemudian buru-buru menarik dananya. Akhirnya saya putuskan untuk mulai investasi emas.

Mengapa Memilih Investasi Emas?

Saya memilih investasi emas dengan harapan tak bersinggungan dengan riba, seperti anjuran dalam ajaran agama yang saya yakini. Emas atau properti bisa disimpan tanpa khawatir kadaluwarsa dan harga jual kembali dalam jangka panjang cukup menguntungkan. Penyimpanannya tidak makan tempat, tidak membutuhkan perawatan khusus. Emas juga mudah dicairkan, nggak perlu pasang iklan di koran bisa datang langsung ke PT. Pegadaian, Galery 24 atau toko emas untuk menjualnya. Mudah dan harga jualnya tidak murah.
Emas, seperti halnya BBM merupakan barang tambang, kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui maka harganya dalam jangka panjang selalu merangkak naik. Sangat tepat sebagai pilihan investasi. Sedikit demi sedikit saya mengumpulkan perhiasan berupa cincin dan gelang. Tetapi berinvestasi emas bukan berarti tanpa resiko apalagi menyimpan emas dalam bentuk perhiasan. Selain harga emas yang fluktuatif dalam jangka pendek, perhiasan emas rawan aus dan berpengaruh terhadap harga jual.

Ahli keuangan berpendapat jika ingin berinvestasi jangka panjang ada baiknya menyimpan emas dalam bentuk koin atau batangan. Harga logam mulia cenderung lebih stabil dan tidak dipengaruhi cacat atau aus karena pemakaian seperti halnya emas dalam bentuk perhiasan. Duh tapi emas dalam bentuk batangan belinya tidak di sembarang tempat kan. Lalu saya pun mencari informasi tentang cara pembelian emas, harapan saya bisa memilih sistem mengangsur sebab saya harus pandai mengatur keuangan keluarga di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Saya pernah berinisiatif membeli emas batangan melalui sistem kredit di sebuah bank. Ah! Gemes dengan birokrasinya, harus melalui proses yang rumit, memerlukan slip gaji, fotokopi KTP, KSK dan menunggu disurvey terlebih dahulu. Angsurannya juga cukup besar, apalagi “bunganya”. Suami yang menemani saya saat menemui marketing penjualan logam emas pun cemberut. “Angsurannya gede banget Ma, sisa gajiku nggak cukup buat kredit emasmu” sungut suami membuat saya membatalkan keinginan menabung logam mulia.
Ajaibnya Allah mengabulkan keinginan saya untuk menabung logam mulia. Beberapa tahun kemudian saya mendapatkan rezeki yang tak pernah saya kira sebelumnya: Logam Mulia Lantakan 5 Gram! dari lomba blog Road Show Pegadaian dan Excite Point berkat tulisan saya tentang pengalaman Gadai emas. Sujud syukur ketika cita-cita saya menabung logam mulai terwujud. Keajaiban itu terus berlanjut saat suami mewakili saya mengambil hadiah di kantor pegadaian yang ditunjuk.
Suami berpose bersama Bapak Alvin dari PT. Persero Pegadaian

Selain pulang membawa hadiah emas batangan, suami juga menunjukkan buku tabungan emas dari pegadaian. "Lihat Ma, aku juga menabung emas" ujarnya bersemangat. Kini saya ganti bersungut-sungut. “Duh Pa, ngapain buka tabungan lagi seperti kita bisa ngisi saja. Ingat biaya adminnya. Buka perkara baru nih si Papa” Untung si Papa cukup sabar “Ma, nih baca dulu brosurnya” katanya sambil mengangsurkan pamflet Tabungan Emas Pegadaian. 



Wah ternyata syarat membuka Tabungan Emas Pegadaian sangat mudah dibandingkan rumitnya kredit emas melalui bank seperti yang pernah coba kami upayakan. Besarnya setoran juga sangat ringan, tidak ada pembatasan seperti halnya premi asuransi atau kredit emas melalui perbankan.
Ini dia persyaratan membuka Tabungan Emas Pegadaian:
1. Membawa identitas diri (bisa berupa foto kopi KTP/SIM/Paspor) dan dokumen asli
2.    Materai 6 ribu
3.  Membayar fasilitas titipan sebesar Rp. 30.000,- (dapat diperpanjang)
4.    Membeli emas batangan dengan berat mulai 0.01 gram atau senilai sekitar lima ribu-an rupiah.
Jadi sistem menabung emas di Pegadaian itu intinya begini: besarnya setoran yang kita tabung di rekening disetarakan dengan membeli emas. Nominal yang kita setorkan di tabungan pada saat tertentu langsung dikonversi ke dalam harga emas pada saat itu juga.
Gambar Tabungan Emas Pegadaian milik suami.

Lengkap sekali! Kolom-kolom pada buku tabungan tersebut menampilkan poin-poin penting seperti:
1.    Tanggal transaksi
2.    Sandi transaksi
3.    Besaran gram emas per 0,01 gram (yang dikonversi dari jumlah setoran terhadap harga emas saat tanggal transaksi/ tanggal setor)
4.    Harga emas yang berlaku saat tanggal setor
5.    Nominal setoran
6.    Saldo emas
Kolom dan keterangan di lembar buku Tabungan Emas Pegadaian

Terlihat perbedaan nilai investasi dari kedua tanggal setoran yang berbeda. Di awal September harga emas per 0.01 gram sebesar Rp. 5.790,- Setoran berikutnya pada bulan November harga emas per 0,01 gram sebesar Rp. 5.480,-.
Setoran pertama bulan September sebesar Rp. 184.000,- setara dengan 0.3179 gram emas murni. Setoran kedua bulan November sebesar Rp. 800.000,- setara dengan 1,777 gram emas murni. Kesimpulannya jika ingin berinvestasi jangka panjang maka perbesar saldo setoran di Tabungan Emas Pegadaian saat harga emas sedang turun.  

Keunggulan Pegadaian Tabungan Emas.
Tak ragu lagi kami memutuskan untuk rutin menabung emas dalam bentuk Tabungan Emas Pegadaian sebagai investasi masa depan. Membeli atau menabung emas melalui pegadaian memiliki banyak keuntungan, yaitu Mudah-Aman-Murah:

Mudah
  • 1.  Outlet pegadaian bisa ditemui dengan mudah di seluruh Indonesia. Tersedia setidaknya 4500 outlet di segala penjuru nusantara. Tidak perlu birokrasi rumit atau survey seperti saat membeli barang sistem kredit cukup memenuhi persyaratan dan tunggu beberapa menit.
  • 2. Pembelian dan penjualan mulai berat 0.01 gram atau sekitar 5000 rupiah. Syaratnya tidak ribet. Hanya perlu identitas diri asli dan foto kopi serta membayar biaya administrasi pengganti buku sebesar 10 ribu dan materai enam ribu.
  • 3. Penjualan kembali (buyback) dapat dilakukan mulai 1 gram dan order cetaknya mulai 5 gram.
  • 4. Setoran tabungan bisa dilakukan di cabang pegadaian manapun tanpa biaya tambahan atau bisa juga dilakukan melalui ATM dengan biaya setor dua ribu rupiah.
Aman
  • 1. Dikelola oleh BUMN berpengalaman dan memiliki track record baik. Tak perlu khawatir dengan investasi bodong. Berbagai penghargaan telah diraih BUMN yang berdirinya sejak tanggal 1 April 1901
  • 2. Diawasi oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan
  • 3. Transparan dalam pengelolaan. Berita terbaru, sejarah, visi dan misi, kode etik perusahaan, struktur perusahaan, susunan dewan komisaris dan direksi hingga laporan keuangan dan annual report bisa dibaca dan diketahui masyarakat luas di situs resmi pegadaian.co.id
  • 4.InsyaAllah aman menurut syariat agama yang saya yakini karena tidak bersinggungan dengan bunga atau riba.
Murah
  • 1.    Biaya administrasi dan fasilitas titipan ringan. Hanya 30 ribu rupiah per TAHUN
  • 2.    Harga jual dan buyback kompetitif
  • 3.    Pembelian dan penjualan mulai berat 0.01 gram atau sekitar 5000 rupiah. Tidak terlalu memberatkan jika dibandingkan membeli barang secara kredit dengan angsuran tetap, setoran tabungan bebas dan tanpa resiko penalti.
  • Tabungan Emas Pegadaian, Cara Menabung Emas dengan Hanya Lima Ribu-an Rupiah
      Selain Tiga Poin keunggulan utama tersebut, membeli emas melalui Tabungan Emas Pegadaian berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar melalui program Konsinyasi Emas atau mempersiapkan biaya ibadah haji melalui program Arrum Haji. 
      Konsinyasi emas adalah menjual emas yang dibeli di pegadaian dengan sistem konsinyasi: setelah pihak konsinyi (Galeri 24 PT Pegadaian) berhasil menjual emas maka pihak konsinyor menerima emas pengganti hasil penjualan ditambah bagi hasil sebesar 1/3 dari margin. Sedangkan Arrum Haji adalah produk pegadaian syariah yang memungkinkan mendapatkan porsi haji dengan jaminan emas.

    Tips Membuka Tabungan Emas Pegadaian
    Kami tak ragu lagi untuk memilih Tabungan Emas Pegadaian sebagai investasi masa depan. Sahabat pegadaian yang ingin membuka tabungan Emas mungkin bisa mengaplikasikan tips saya berikut ini:
    1. Jika baru pertamakali membuka rekening: siapkan semua persyaratan dari rumah( uang untuk menabung dan biaya-biaya administrasi, fotokopi kartu identitas dan materai 6 ribu). Andai tidak sempat memfotokopi pegadaian cabang besar memberikan fasilitas fotokopi gratis. Materai 6 ribu juga tersedia di kantor pegadaian tertentu.
    2.    Setoran Tabungan Emas Pegadaian tidak dibatasi nominal tertentu namun minimal seharga 0.01 gram emas. Setoran yang tidak memberatkan ini membantu nasabah untuk menyisihkan uang dari kembalian uang belanja sekalipun. Jangan remehkan recehan. Kumpulkan uang kembalian dan setiap bulan bisa digunakan untuk membeli emas melalui Tabungan Emas Pegadaian. Kalau saya menganggarkan setoran tabungan dari hasil keuntungan loket PPOB dan penjualan pulsa setiap bulan, besarnya tidak tentu berkisar 300-400 ribu. Lumayan sudah bisa membeli emas seberat hampir 1 gram.
    3.    Perbesar setoran saat harga emas turun. Tabungan Emas Pegadaian bisa menjadi investasi yang menguntungkan seperti pengalaman saya di atas. Agar bisa mengetahui harga emas secara up to date ada baiknya memasang aplikasi Sahabat Pegadaian di android yang bisa diunduh melalui google playstore. Harga emas yang berlaku bisa diketahui melalui fitur aplikasi setelah mendaftarkan diri dan login. Cara mengunduh dan mendaftar aplikasi ini sangat  mudah.
    a.    Install melalui google play store

    b.    Isi identitas diri. CIF adalah nomor ID nasabah pegadaian

    c.    Lakukan aktivasi

    d.   Lengkapi data diri lalu klik Add. Masukkan referral code (kalau saya menggunakan Excite16) tetapi nasabah Tabungan Emas Pegadaian biasanya akan mendapatkan CIF sekaligus referral code dari staf pegadaian.

       Selain bisa mendapatkan informasi mengenai harga emas terkini banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari aplikasi ini. Berbagai tips investasi, artikel wirausaha, informasi beragam produk pegadaian, event terbaru Pegadaian hingga hadiah-hadiah yang bisa diperoleh melalui tukar poin dari program customer get customer.

         Wauw Pegadaian semakin melesat dengan berbagai inovasi produk dan pelayanan. Tak salah jika kami memilihnya sebagai mitra tepat merancang masa depan dan membantu menyiapkan dana pendidikan bagi buah hati tercinta, generasi harapan bangsa. Saya dan suami senantiasa berdoa agar dimampukan meningkatkan saldo Tabungan Emas Pegadaian dan juga diingatkan untuk ikhlas mengeluarkan zakat maal jika simpanan emas kami kelak telah mencapai nishab sebagai kewajiban dan bukti ketaatan menunaikan perintah Tuhan. 
    Menarik sekali bukan investasi masa depan yang mudah diaplikasikan? Tunggu apalagi #AyoMenabungEmas di Pegadaian.


    11 comments:

    1. Wah selama ini saya ikut arisan LM, tabungan emas di pegadaian bisa jadi salah satu alternatif kalau males ikut arisan lagi nih. . makasih mb postingannya. Bermanfaat banget

      ReplyDelete
      Replies
      1. sama-sama mbak, kalau saya terus terang ngga pernah ikut arisan hehehe

        Delete
    2. Wah mbak baru tahu saya bisa menabung emas di Pegadaian, makasih ya infonya

      ReplyDelete
      Replies
      1. sama-sama mbak, ayo rajin menabung emas di pegadaian buat investasi masa depan :)

        Delete
    3. Saya jg bru tahu mbaa ada tabungan. Trims infonya

      ReplyDelete
    4. Alhamdulillah, sekarang juga mulai ikutan nabung emas mbak.

      ReplyDelete
    5. Duh maaf Mbak baru baca komennya di postingan saya yang di grup BaW.

      Jadi baru ke sini. Ini di Pegadaian Syariah, Mbak?
      Bagus juga ya punya tabugan emas.

      ReplyDelete