Google+ Followers

Monday, October 24, 2016

Tiga Tips Menggandakan Rezeki

Kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi membuat saya garuk-garuk kepala. Beneran ada yang percaya uang bisa digandakan. Korbannya juga cukup banyak. Bagaimana nggak buanyaak lah wong janji-janji penggandaaan harta ini dimulai sjeka tahun 2006. Uniknya lagi itu padepokan bisa buka cabang hingga ke luar Probolinggo. Uhuk..Probolinggoooo ...kota tempat saya dibesarkan ini sekarang punya obyek pembicaraan baru selain gunung Bromo.
Weits kembali ke Dimas Kanjeng. Saya nggak habis pikir nih. Korban iming-iming penggandaan rezeki ini tidak hanya rakyat jelata yang tingkat pendidikannya rendah namun juga karyawan, guru hingga pejabat tinggi yang menyandang gelar bareng namanya. Lebih mengagetkan lagi praktek janji penggandaan uang ini tak hanya monopoli Dimas Kanjeng. Sebab belakangan terungkap berbagai kasus yang sama dengan kerugian korban mencapai miliaran rupiah dengan tokoh yang berbeda.

Mungkinkah ada pengaruh hipnotis? atau mungkin juga karena pemikiran cari gampangnya. Rakyat sudah suntuk dengan berhitung, mengencangkan ikat pinggang, menyesuaikan penghasilan dengan pengeluaran. Ketika datang iming-iming menggandakan uang maka logika pun musnah berganti gelap mata. Pikir mereka Toh bukan melakukan tindak pidana dengan korupsi, merampok atau mencuri.
Dinalar secara logika menggandakan uang adalah hal yang mustahil. Sebagai orang beriman tentunya paham bahwa sebaik-baik pemberi rezeki adalah Allah Subhana wa ta’ala.
“Dan sesungguhnya Allah adalah 
sebaik-baik pemberi rezeki” 
(QS:Al Hajj:58)
Padahal ada rahasia menggandakan rezeki yang tidak melanggar syariat atau norma adat. Berikut ini adalah cara-cara menggandakan rezeki tanpa menjadi korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi
1.   Bersedekah
Infaq dan sedekah adalah amalan yang dijanjikan Allah untuk mendapatkan imbalan berlipat ganda. Tak tanggung-tanggung dalam surat Al Baqarah ayat 245 “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah) maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki dan kepadaNya lah kamu dikembalikan”
Berapa banyak pelipatgandaan yang dijanjikan Allah?
   “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia dikehendaki. Dan Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui (QS Al Baqarah : 261)
Sssst Allah menjanjikan 700 kali lipat kebaikan dari setiap infaq sedekah yang kita lakukan.
2.   Bersilaturahim
“Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya diperpanjang maka hendaknya ia bersilaturahim” (HR. Bukhari)
Hikmah yang terkandung dari hadits ini menurut ulama adalah usia yang berkah sepanjang hayatnya. Umur yang diperpanjang diartikan sebagai banyaknya kebaikan yang dilakukan sepanjang umur sehingga barokah dan kemuliaan dunia akherat pun didapat. Sedangnya rezeki yang diperluas dapat diartikan sebagai banyaknya pertolongan dari sesama karena rajin bersilaturahim. Bisa jadi peluang bisnis, tawaran pekerjaan datang melalui perantara orang-orang yang kita datangi untuk niat bersilaturahim. Hmm betapa berlipatganda rezeki yang diperoleh dengan hanya menyambung tali persaudaraan.
3.   Mengoptimalkan modal
Rezeki bisa datang berlipat ganda lebih besar asalkan rajin berdoa dan berikhtiar. Salah satu bentuk ikhtiar adalah mengoptimalkan modal. Salah satu contoh adalah modal kemampuan menulis. Saya pernah mengalami keajaiban menggandakan rezeki. Suatu hari mengikuti kuis di twitter 15 menit menjelang penutupan. Alhamdulillah memenangkan sebuah buku anak-anak. Buku yang baru terbit tersebut memantik niat saya untuk belajar menulis resensi dan dikirim ke surat kabar nasional. Alhamdulillah percobaan pertama kali mengirim resensi berbuah manis. Resensi saya dimuat dan mendapatkan fee cukup lumayan. Pernah juga ikutan kuis menciptakan quote berhadiah buku. Eh tak lama kemudian si mbak penulis buku tersebut mengadakan lomba review bukunya. Alhamdulillah lah kok saya jadi juara pertama dapat cash pula. Menggandakan rezeki bisa juga dari bidang lainnya. Misalnya nih selain menulis saya juga sering ikutan kuis. Kalau menang hadiahnya lumayan. Seringnya berburu lomba yang hadiah voucher belanja. Nah voucher ini biasanya saya kumpulkan. Menunggu saat yang tepat untuk belanja bulanan, menanti diskonan serta modal untuk lomba berikutnya. Lomba resep, kontes foto atau menulis cerita kadangkala memerlukan bukti struk pembelian produk atau foto bersama produk yang diceritakan atau dikonteskan. Nah daripada keluar uang ekstra maka voucher belanja hadiah bisa dimanfaatkan untuk belanja produk. Namun perlu dicatat bahwa belajar menulis resensi dan memanfaatkan voucher belanja adalah bentuk ikhtiar menjemput dan menggandakan rezeki. Berhasil atau tidak hanya Allah yang berhak menentukan.

Itu "salah tiga" (bukan salah satu) cara menggandakan rezeki. Kalau mempercepat datangnya rezeki bisa dilakukan dengan berbagai ikhtiar. Antara lain menjaga ketepatan sholat lima waktu, memperbanyak istighfar, istiqomah sholat dhuha dan tahajjud dan merutinkan dzikir. Psst dzikirnya jangan cuma lisan tapi benar-benar dari dalam hati.


      Tak ada yang salah dengan harapan mendapatkan rezeki berlimpah. Namun perlu waspada agar tidak tergelincir mencoba jalan yang salah. Nggak ingin kan masuk tivi dan muncul sebagai korban kasus penggandaan rezeki. 

2 comments:

  1. 3 Tips yang harus saya bookmark ini Mba. Mantap banget ih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaa dikunjungi suhu...makasiiih udah mampir mbaak :)

      Delete