Google+ Followers

Wednesday, October 19, 2016

Review Film Skip Trace, Jackie Chan

Setiap keluarga memiliki kebijakan mengelola keuangan. Jika keluarga lain menganggarkan budger khusus rekreasi maka biaya rekreasi keluarga kami cukup murah dan tidak dianggarkan secara khusus. Seperti liburan ke jogja dua tahun lalu misalnya dilakukan mendadak saja tetapi sambil mempertimbangkan sisa tabungan. Kalau liburan ke Demak tempo hari jauh lebih hemat karena niatnya bersilaturahim ke rumah kerabat. Makan dan jajan di luar juga ngga sebulan sekali. Tapi ada cara kami bersenang dan menghibur diri sekeluarga yaitu nonton DVD
Gegara hobi nonton DVD ini suami sampai bela-belain beli speaker biar nonton di rumah serasa nonton di sinema atau home video jutaan rupiah hehehe. Kasetnya bisa sewa DVD atau pinjam kenalan. Tentunya harus pilih film yang bisa ditonton segala usia. Ngeri aja kalau nonton film ternyata ada adegan khusus dewasa. Radit baru 7 tahun usianya. Paling aman nonton film "standar" dan bisa dikira-kira ada tidaknya hal-hal yang tak berkenan dan kurang aman dinikmati bersama anak-anak. Pernah nih baru nyalain DVD, film baru masuk iklan film lainnya sudah muncul adegan XXX Kalau sudah begini langsung DVD dimatikan atau dicepetin jalannya, si Radit pun tutup mata. Duh lain kali filmnya kudu di cek dulu sebelum diputar untuk ditonton sama-sama
Salah satu film favorit kami sekeluarga adalah genre action comedy. Paling suka nonton film ala Jackie Chan, seru, menghibur, lucu dan ada pesan moral yang dibawanya. Sudah lama nggak ada kesempatan nonton bersama keluarga. Kali ini kami memilih nonton Skiptrace, Missione Hongkong. Daya tarik film Jackie Chan adalah Kungfu dan Lucu. Perpaduan sempurna buat kami sekeluarga. Anak-anak suka keseruan aksi beladirinya dan pasti terbahak-bahak dengan adegan-adegan filmnya. Adegan actionnya bukan adegan bag big bug yang brutal dan berdarah-darah tetapi sering ada adegan kocak yang memancing tawa. Meski sudah 62 tahun usianya tapi Jackie Chan masih lincah main kungfu.
Skiptrace, Missione Hongkong tidak hanya menjual nama besar Jackie Chan dan image lucu plus seru namun juga keindahan setting. Meski judulnya ada menyebutkan Missione Hongkong namun settingnya tidak melulu seputar Hongkong yang terkenal sebagai pusat gedung-gedung perbelanjaan dan perkantoran yang megah tetapi juga indahnya Mongolia dan perbatasan di sekitar Cina-Mongolia. Kok Jackie Chan yang berperan sebagai Bennie Chan bisa sampai ke Mongolia?

Cerita bermula ketika Samantha (Fan Bing Bing), putra dari Yeung, partner kerja Jackie Chan yang terjun ke laut dengan bom waktu melingkar di perut mendapatkan ancaman dari bos Mafia. Sebagai imbalan nyawa Samantha, Bennie diminta pentolan mafia mengejar Connor  Watts (Johnny Knoxville), seorang penjudi mulut besar dan lari dari kasino miliknya untuk kembali ke Hongkong. Proses perburuan Connor ini menjadi sumber kelucuan sepanjang film diputar serta mengekspose keindahan alam Mongolia, dari Gurun Gobi yang misterius hingga pegunungannya nan cantik mempesona. Paling suka adegan ketika si Connor berkali-kali berupaya melarikan diri dengan berbagai tipu daya tetapi selalu tertangkap Bennie kembali seolah mereka ditakdirkan bersama. Adegan paling menggelikan ketika Connor berhasil melarikan diri dengan mobil kuno yang ditukar dengan arloji peninggalan ayah Samantha sebelum mencebur ke laut. Alih-alih terbebas dari Bennie eh malah mobil rongsokan itu berjalan mundur ketika tak mampu mesinnya mati karena tak mampu menanjak. Radit ketawa terbahak=bahak dibuatnya. Saya juga berdecak kagum dengan setting yang menonjolkan keindahan Mongolia dan Cina daerah pedesaan. Kontras dengan kondisi Hongkong. Rasanya ingin terbang ke sana menikmati indah panorama dan sejuknya udara (eh tapi Indonesia kan tak kalah indah).
Lucu tapi terharu melihat perseteruan Bennie dan Connor yang sama-sama tak memiliki keluarga. Si Connor malah sedang dalam pelarian karena dikejar “terminator wanita Rusia”, bodyguard bos mafia Rusa yang menuntut Connor menikahi anak wanitanya, wah jagoan cewek ini nggak ada matinya!. Satu pesan moral yang saya peroleh dari Skip Trace adalah pentingnya menepati janji sebagai bagian dari menjaga kehormatan. Bennie telah berjanji kepada mendiang Yeung untuk menjaga Samantha dan memberikan jam tangan sebagai kenang-kenangan. Maka ia pun mati-matian menjaga keselamatan Samantha dan siap bertaruh nyawa dan melakukan apa saja untuk memastikan Samantha selamat termasuk mengejar Connor hingga ke ujung dunia sekalipun.

Kemudian Connor membeberkan pernyataan bahwa harusnya Bennie mengetahui sebab ia dikejar Matador, pentolan mafia Hongkong. Pelarian ini bukan karena si Connor berhutang melainkan karena ia adalah saksi pembunuhan seorang wanita yang dibunuh bos mafia. Tapi benar nggak sih pengakuan Connor sebab Bennie mendapatkan informasi sebaliknya. Ending cerita tentang siapa sesungguhnya Matador sang bos mafia cukup membuat penasaran. Sebagai sarana menghibur, Skiptrace Missione Hongkong bolehnya diacungi jempol tetapi anak-anak tetap butuh pengawasan orang tua untuk menonton film yang diproduksi Cidder Mill Pictures ini.
Nonton film memang telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami. Dulu pas balita Rafi susah sekali makan. Saya juga masih kurang pengetahuan Tips Agar Ia Doyan Makan untuk diterapkan. Meski berupaya mengajaknya makan sambil nonggo hasilnya kurang memuaskan apalagi saya tipe emak yang kurang sabaran dan nggak pandai masak atau mengolah MPASI. Namun si Rafi kalau diajak nonton film sambil disuapin dan diajak ngobrol makannya bisa lebih cepat dan cukup lahap. Mungkin karena itu sampai sekarang jadi terbiasa makan sambil nonton televisi. Ada yang bilang kebiasaan makan sambil nonton itu kurang baik. Lah tapi kami juga tak ada pilihan lain, keterbatasan tempat memaksa kami makan di ruang tamu, di depan tivi hehehe.

3 comments:

  1. waah jackie chan sang legend yg selalu total

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak. 62 tahun tapi gerakan kungfunya masih gesit 😊

      Delete
    2. Ya mbak. 62 tahun tapi gerakan kungfunya masih gesit 😊

      Delete