Google+ Followers

Thursday, October 20, 2016

Mau Sukses atau Bahagia?

Dulu, sebelum memutuskan berhenti bekerja saya sempat bimbang. Adakah saya akan bahagia dengan keputusan saya? Lalu bagaimana saya mengisi hari-hari nanti ketika anak-anak sudah berangkat sekolah jika sudah terbiasa dengan rutinitas kantor. Kalau anak-anak masih balita dan tinggal di rumah mungkin saya bisa merencanakan permainan atau berbagai stimulasi. Tetapi mereka pasti terus tumbuh dan bersekolah. Apa nggak mati bosan saya dibuatnya, menanti teman ngobrol pulang sekolah. Saat itu Radit harus keluar masuk Tempat Penitipan Anak (duh semacam sepeda motor saja ya hihihi) Rafif yang telah duduk di kelas tiga, mandiri sepulang sekolah SD.
Kegalauan-kegalauan pun muncul silih berganti. Antara badan dan psikis yang sudah merasa terlalu lelah ketika tak mampu lagi mengolah rasa. Antara berat meninggalkan radit yang kala itu masih berusia 4 tahun pra sekolah dalam pengasuhan orang lain dan bekerja di tempat sejauh 30 kilometer dari rumah.
Maka sambil berucap bismillah saya memutuskan berhenti bekerja. Tetapi sebelumnya saya aktif mengikuti kuis berhadiah terutama hadiah buku. Dengan anggapan buku-buku inilah teman saya menanti anak-anak pulang sekolah. Salah satunya adalah 7 Laws Of Happiness karay Arvan Pradiansyah.
Bahagia muncul karena berhasil meraih sukses atau sukses membuat bahagia? Jadi lebih penting mana sukses atau bahagia? Pertanyaan tersebut mungkin sama ribetnya dengan mempertanyakan lebih dulu mana telur atau ayam? Ayam menetas dari telur padahal telur adalah keluar dari perut ayam juga. Mau sukses dulu lalu bahagia atau bahagia karena kesuksesan yang telah diraih? Menariknya saya punya dua buku berbeda yang membahas tentang sukses dan bahagia. Satu buku “The 7 Laws Of Happiness” karangan Arvan Pradiansyah dan buku lainnya berjudul “Sukses Jalan Terus” karya Satria Hadi Lubis.
Jika buku Arvan adalah hasil hadiah kuis twitter. Maka buku Satria Hadi Lubis adalah hadiah ngeblog. Pengirim pertama artikel untuk lomba blog grup Be a Writer mendapatkan paket buku, Sukses Jalan Terus adalah salah satu bukunya.

Ada baiknya definisi sukses dan bahagia kita telaah. Setidaknya definisi menurut kedua buku tersebut. Menurut Kamus Bahasa Indonesia sukses diartikan sebagai berhasil atau beruntung. Dalam buku “Sukses Jalan Terus” Satria Hadi Lubis mengemukakan beberapa definisi sukses menurut para tokoh. John C. Maxwell mengartikan sukses sebagai pencapaian ketika mengetahui tujuan hidup, bertumbuh untuk mencapai kemampuan maksimal dan menabur benih untuk memberikan manfaat kepada lainnya. Henry Wadsworth mendefinisikan sukses sebagai melakukan apa yang dapat dikerjakan dengan baik dan melakukan sebaik-baik apapun yang dapat dikerjakan. Sedangkan Napoleon Hill mengartikan sukses sebagai bentuk tindakan dari mereka yang selalu memberi, membentuk dan mengontrol egonya sendiri, tidak menyisakan tempat untuk mengharapkan adanya keberuntungan atas setiap pekerjaan atau kesempatan atau atas segala perubahan nasib yang dialami.
Arvan Pradiansyah dalam “The 7 Laws Of Happiness” mendefinisikan kebahagiaan sebagai state of mind atau keadaan pikiran. Menjadi bahagia itu menerima keberadaan apa adanya, bersatu dalam kepasarahan dan dalam kekinian. Bahagia berbeda dengan senang sebab kesenangan bisa berumur hanya sementara sedangkan kebahagiaan bisa berlangsung lebih lama tergantung pola pikir kita.

 7 Laws Of Happiness Arvan Pradiansyah: Patience (sabar), Gratefullness (syukur), Simplicity (sederhana), Love (kasih), Giving (memberi), Forgiving (memaafkan) dan Surrender (pasrah atau ikhlas)

Satria Hadi Lubis menyoroti makna kesuksesan sebagai sesuatu yang lebih mendalam. “Sukses Jalan Terus” menekankan pada pentingnya bagi manusia untuk hidup dengan visi dan misi tertentu agar mampu menggapai sukses. Tetapi kesuksesan yang dituju bukan kesuksesan yang sekedar bernilai duniawi seperti jabatan, pangkat, kekayaaan, prestasi dan tolak ukur materi. Kesuksesan yang dimaksud Satria Hadi Lubis adalah kesuksesan sebagai insan seutuhnya. Beliau memetakan lima hal penting sebagai tolak ukur kesuksesan yaitu: keseimbangan hidup, memberikan manfaat bagi orang lain, proses mencapai cita-cita, menikmati kemenangan-kemenangan dan akhir yang baik.
      Keseimbangan yang dimaksud dalam buku Sukses Jalan Terus adalah keseimbangan antara mendapatkan hak dan melakukan kewajiban, keseimbangan antara mengaktualisasikan diri dengan menghargai eksistentsi orang lain. Kesuksesan seseorang juga dapat diperoleh dengan cara menjalani hidup yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Seberapa banyak hal bermanfaat yang bisa diberikan pada masyarakat dan berapa banyak orang yang merasakan manfaat dari sumbangsih adalah salah satu tolak ukur kesuksesan.
      Kesuksesan juga bisa dilihat dari bagaimana proses dan kemampuan meraih cita-cita mulia. Salah satu tolak ukur kesuksesannya adalah menjaga konsistensi ikhtiar dan proses pencapaian cita-cita agar tidak merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Kesuksesan juga bisa dilihat dari cara menikmati kemenangan. Jika cita-cita mulia terpenuhi, hidupnya bisa dikatakan bermanfaat bagi umat, keseimbangan hidup diperoleh maka langkah berikutnya adalah bagaimana cara menikmati kemenangan tersebut? Satria Hadi Lubis menekankan pada pentingnya bersyukur sebagai kesuksesan menikmati kemenangan-kemenangan pada tahapan sebelumnya. Dan tak lupa akhir yang baik merupakan tolak ukur kesuksesan sebenarnya.

      Membaca kedua buku ini secara bergantian menimbulkan pemikiran tentang arti sukses dan bahagia sebenarnya. Jadi silahkan memilih kebahagiaan timbul karena kesuksesan atau sukses karena selalu merasa bahagia dengan kondisi apa adanya. Namun jangan lupa memaknai hakekat sukses dan bahagia sebenarnya agar tidak melanggar hak orang lain dalam pencapaiannya.
       Lalu saya pun menyadari bahwa saya bahagia dengan keputusan saya melepas karir. Tinggal di rumah sambil tetap berikhitar mencari nafkah melalui olah tangan dan pikiran atas seizin Allah.

8 comments:

  1. Ehm...berlaku juga kalau sukses bagi satu orang dengan yang lainnya beda ya, Mbak?

    ReplyDelete
  2. Yaitu tadi mbak Ika. Ukuran kesuksesan dan kebahagiaan setiap orang mungkin tak sama. Dua buku ini mengajak untuk menelisik kembali arti sukses dan bahagia yang sebenarnya 😇

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Boleh banget mbak...lha wong saya juga maunya begitu 😇

      Delete
  4. Iyaaa... Aku mau dua-duanya. Tapi kalo pun harus milih, pilih bahagia dong. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiiplah mbaak...asal kebahagiaan dan kesuksesan BBM kita juga membuat orang mendapatkan kebahagiaan pula 😚

      Delete
  5. Bagus banget mbak.... sukses dan atau bahagia adalah menjadi manfaat buat orang lain juga ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak....mau sukses dan bahagia OK saja asal membawa manfaat bagi sesama dan tidak melanggar hak orang lain :)

      Delete