Google+ Followers

Sunday, September 25, 2016

Perlukah Anak Tak Nafsu Makan Mengkonsumsi Suplemen?

Iklan penambah nafsu makan dan vitamin bagi anak yang ogah makan bertebaran di berbagai media. Kekhawatiran sang anak tumbuh kerdil, tidak mampu bersaing secara akademis karena tingkat intelegensi kurang akibat kekurangan zat gisi dan nutrisi sering menjadi alasan bagi orang tua menjejali sang anak dengan berbagai suplemen. Minum suplemen dan vitamin seolah menjadi bagian dari gaya hidup sehat bagi anak-anak. Namun perlukah anak-anak yang mengalami masalah malas makan mengkonsumsi vitamin tersebut sepanjang hidupnya?
Saya mengutip artikel dari www.radioaustralia.net.au yang menyatakan bahwa mengatasi anak yang tidak doyan makan tidak hanya cukup dengan menjejali sang anak dengan berbagai multivitamin namun juga perlu menerapkan Tips Mengatasi Anak Susah Makan. Professor Emeritus John Dwyer dari Lembaga Sahabat Ilmu Kedokteran mengingatkan efek samping dari pemberian suplemen kepada anak-anak dalam jangka panjang. Menurut artikel tersebut mengatasi anak susah makan dengan berbagai cara seperti memvariasikan menu akan memberikan hasil lebih optimal. Setidaknya mengajarkan anak pentingnya mengkonsumsi makanan sehat sejak usia dini.
Image result for pixabay, picky eater
sumber: dailytimes
Senada dengan Professor Emeritus John Dwyer, Kepala Unit Kesehatan dari ROyal Australian College Professor Sue Moloney menyatakan bahwa mengkonsumsi vitamin berdosis tinggi bisa memicu gangguan kesehatan dan terkadang memerlukan tindakan medis untuk mengatasinya. Salah satu bahaya terbesar adalah terakumulasinya vitamin larut lemak A, D, E, K dalam tubuh akibat dikonsumsi dalam dosis tinggi sehingga menyebabkan keracunan dan gangguan metabolisme. Professor Moloney mengaku pernah menangani seorang pasien anak yang menderita pembengkakan pada otak akibat keracunan vitamin. Ih ngeri banget ya.
Di sisi lain sebuah riset  memaparkan hasil penelitian dan ditemukan fakta bahwa sekitar 95% anak yang tidak mengkonsumsi sayur-sayuran dalam jumlah  yang cukup sebagaimana direkomendasikan ahli gizi berpotensi menderita kekurangan gizi. Direktur Eksekutif Industri Pengobatan Sendiri Australia (ASMI), Dr. Deon Schoombie mengatakan zat gizi sangat penting untuk pertumbuhan badan anak yang normal. Menurut Dr. Deon jika anak tidak mendapatkan jumlah gizi yang mereka perlukan dalam diet mereka, maka mereka harus melengkapinya dari sumber lain.
Image result for pixabay, picky eater
sumber : www.notey.com
Jadi perlukah anak yang tidak nafsu makan mengkonsumsi suplemen? Dari kedua pertanyaan pakar kesehatan dan dokter anak tersebut kita bisa menarik kesimpulan : memberikan suplemen dan multivitamin bagi anak susah makan bukanlah satu-satunya  solusi, akan lebih baik jika diimbangi dengan menerapkan Tips Mengatasi Anak Susah Makan. Memilih suplemen dan multivitamin bagi anak susah makan pun perlu diperhatikan beberapa poin penting yaitu:
1. sebisa mungkin menghindari zat kimia. Suplemen dari zat alami akan lebih baik dan minim resiko bagi kesehatan
2. aman tidaknya pemakaian untuk jangka panjang. Perlu diperhatikan kandungan zat yang terdapat di dalam suplemen tersebut, kira-kira aman tidak diberikan dalam jangka panjang?
3. diberikan sesuai dosis. Jika anak masih susah makan bukan berarti memperbesar dosis suplemen.
4. membaca label kemasan sebelum memberikan pada anak-anak. Label kemasan suplemen mengandung informasi tentang dosis, takaran, aturan pemberian untuk anak usia berapa serta zat yang terkandung di dalamnya. Hindari memberikan vitamin dosis tinggi yang diberikan pada jangka panjang.
5. mengutamakan memberikan suplemen bagi anak dalam masa pemulihan kesehatan. Saya biasa memberikan suplemen dan multivitamin ketika sang anak dalam masa pemulihan setelah menderita sakit namun tidak memberikannya sebagai kebiasaan jika ia sedang kondisi sehat.

2 comments:

  1. Paham betul deh mbak gimana hebohnya ibu kalau unya anak yang susah makan. Soalnya aku pun mengalami. Ghifa yg baru setahun juga agak susah makan apa lagi kalau sama nasi. Ya aku harus kerja ekstra lagi buatin variasi menu. Atau nawain sumber karbo lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya mbak...saya sudah mengalami di dua anak saya. Tapi pas udah gede nafsu makannya ikut berkembang dan ga kenyang-kenyang wkwkw

      Delete